NEW
Font size
WorksheetsNILAI DASAR PNS
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Berdamai dengan Kemelaratan. “Orang tua yang sangat pandai ini adalah seorang yang genius. Ia mampu berbicara dan menulis secara sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Kelemahannya hanya satu: ia hidup melarat.” Itulah tulisan Willem Schermerhorn, seorang pejabat Belanda, dalam Het dagboek van Schermerhorn (Buku Harian Schermerhorn) saat mengomentari H. Agus Salim. Faktanya memang demikian. H. Agus Salim selalu bersahaja.
Walaupun sempat menduduki jabatan menteri dalam beberapa kabinet pemerintahan di negeri ini, Agus Salim ternyata sempat tak memiliki rumah kediaman tetap. Semasa tinggal di Jakarta, ia berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Agus Salim sempat tinggal di Gang Tanah Tinggi, lalu ke Gang Taopekong, ke Jatinegara, dan beberapa tempat lain.
Suatu ketika, di sebuah tempat di dataran Eropa, berkumpullah para diplomat dari pelbagai negara. Di antara mereka terselip seorang pria berjanggut putih.
Keberadaannya sangat mudah dibedakan dari yang lain. Selain lebih pendek, dandanannya pun sungguh kontras. Bila para diplomat lain berpenampilan necis, ia justru mengenakan jas berhiaskan beberapa jahitan di sana-sini.
Walaupun sempat menduduki jabatan menteri dalam beberapa kabinet pemerintahan di negeri ini, Agus Salim ternyata sempat tak memiliki rumah kediaman tetap. Semasa tinggal di Jakarta, ia berpindah-pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lain. Agus Salim sempat tinggal di Gang Tanah Tinggi, lalu ke Gang Taopekong, ke Jatinegara, dan beberapa tempat lain. (Orange Juice, hal.12-13)
Kebersahajaan H. Agus Salim pada kisah di atas menggambarkan kontekstualisasi dari Nilai ANEKA Sederhana, yakni sikap bersahaja, menggunakan sesuatu secukupnya, dan tidak berlebih-lebihan. Nilai Sederhana ini merupakan indikator pada Nilai...
Anti Korupsi dan Nasionalisme
Anti Korupsi dan Akuntabilitas
Akuntabilitas dan Etika Publik
Etika Publik dan Komitmen Mutu
Menakar dengan pikiran dan hati. Seseorang yang mampu menjadi pemimpin daerah dalam umur 25 tahun tentu bukanlah orang biasa. Begitulah Baharuddin Lopa. Pria kelahiran Mandar, Sulawesi Selatan, 27 Agustus 1935 itu menjabat Bupati Majene saat baru berumur 25 tahun. Hebatnya, dia tak segan berkonfrontasi dengan Komandan Batalyon 710 yang melakukan penyelundupan.
Meski demikian, karier pria yang biasa disapa Barlop itu bukanlah sebagai birokrat, melainkan penegak hukum. Itu sesuai dengan pendidikan yang ditempuhnya. Selepas SMA, Barlop memilih masuk Fakultas Hukum Universitas Hasanudin. Ia mempertajam pendidikannya dengan mengikuti Kursus Reguler Lemhanas pada 1979 dan meraih gelar doktor di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro pada 1982.
Semasa aktif, Barlop dikenal tegas dan berani melawan kejahatan kerah putih. Ia menyeret Tony Gozal alias Go Tiong Kien dengan tuduhan memanipulasi dana reboisasi Rp 2 miliar. Barlop juga mengejar keterlibatan Arifin Panigoro, Akbar Tanjung, dan Nurdin Halid dalam kasus korupsi. Selain itu, ia pun berani mengusut kasus yang melibatkan mantan Presiden Soeharto.
Suatu ketika, sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Lopa mengadakan kunjungan ke sebuah kabupaten di wilayah kerjanya. Dalam perjalanan pulang, Lopa tiba-tiba menyuruh ajudannya menghentikan mobil.
Lopa bertanya kepada sang ajudan, “Siapa yang mengisi bensin?” Si ajudan pun dengan jujur menjawab, “Pak Jaksa, Pak!”
Mendengar itu, Lopa menyuruh ajudannya memutar mobil, kembali ke kantor sang jaksa yang mengisikan bensin ke mobil itu. Tiba di sana, Lopa meminta sang jaksa menyedot kembali bensin sesuai dengan jumlah yang diisikannya. “Saya punya uang jalan untuk beli bensin, dan itu harus saya pakai,” seloroh Lopa. (Orange Juice, hal.17-19)
Nilai-nilai integritas apa saja yang menggambarkan sikap dan perilaku intergitas yang ditunjukkan oleh Baharuddin Lopa pada kisah di atas?
Jujur, Mandiri, Tanggung Jawab
Mandiri, Jujur, Kerja Keras
Jujur, Disiplin, Berani
Disiplin, Sederhana, Adil
Bukan Fasilitas Milik Pribadi. Segala sesuatu harus sesuai peruntukannya. Mobil dinas hanya untuk keperluan dinas, tak boleh untuk kepentingan pribadi. Bagi Baharuddin Lopa, itu prinsip yang sangat mendasar. Itu sebabnya, dia melarang istri dan ketujuh anaknya menggunakan mobil dinas untuk keperluan sehari-hari.
Suatu ketika, hal itu membuat seorang kerabatnya kecele. Ceritanya, pada 1983, Lopa diundang menjadi saksi pernikahan. Tuan rumah yang juga kerabatnya, Riri Amin Daud, dan pagar ayu telah menunggu kedatangannya.
Mereka menanti mobil dinas berpelat DD-3 berhenti di depan pintu. Namun, lama ditunggu, mobil itu tak jua tiba. Ketika sedang resah menanti, tiba-tiba saja suara Lopa terdengar dari dalam rumah.
Rupanya, ia bersama sang istri datang ke sana dengan menumpang pete-pete, angkutan kota khas Makassar. “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor,” terang Lopa.
Bukan hanya urusan mobil, soal telepon pun Lopa sangat ketat. Di rumahnya, telepon dinas selalu dikunci. Bahkan, semasa menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, dia sampai memasang telepon koin di rumah dinasnya agar pemakaiannya terpantau. (Orange Juice, hal.20-21)
Nilai integritas apa yang paling tepat untuk mendeskripsikan sikap dan perilaku Baharuddin Lopa pada kisah di atas?
Tanggung jawab. Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara maupun agama. Sikap ini merupakan indikator pada Nilai Nasionalisme, Antikorupsi, dan Akuntabilitas.
Jujur. Sikap dan yang mencerminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan dan perbuatan. Jujur tidak hanya berarti mengetahui apa yang benar, namun juga mengatakan dan melakukan yang benar. Orang yang jujur akan senantiasa lurus hati dan tidak akan mau melakukan kecurangan.
Kerja keras. Kesungguhan dalam menyelesaikan berbagai tugas dan permasalahan dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab. Kerja keras juga berarti semangat pantang menyerah, terus berjuang dan berusaha dalam mencapai tujuan.
Disiplin dan Konsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Perempuan Tangguh. Raden Dewi Sartika merupakan sosok perempuan yang dikenal kepahlawanannya sejak awal abad ke 20. Sebagai satu langkah awal dedikasinya, Raden Dewi Sartika mendirikan sekolah perempuan, Sakola Kautamaan Istri pada tahun 1902, memberikan pendidikan keterampilan merenda, memasak, jahit-menjahit, membaca, menulis dan sebagainya.
Meskipun Dewi Sartika datang dari keluarga Ningrat pada saat itu, tetapi ia tidak menggantungkan keinginannya kepada suaminya, Raden Agah Suriawinata.
Melalui gagasan pendidikan kaum perempuan dan rakyat itu menjadikan ia sebagai tokoh perempuan Jawa Barat yang diakui Nasional memiliki peran penting untuk Indonesia di kala Hindia Belanda masih menjajah.
Tidak ingin perjuangannya sia-sia, ia memilih menjadi dirinya sendiri, yang tidak terlimpas pada kebergantungan jabatan, posisi atau sebagainya.
Nilai Integritas yang paling tepat yang teraktualisasi pada kisah di atas adalah...
Tanggung jawab. Rasa tanggung jawab yang tinggi akan membuat seorang abdi negara amanah dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki.
Mandiri. Dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Mandiri juga berarti memiliki kemampuan untuk menyelesaikan, mencari dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Jujur. Kelurusan hati yang dimiliki oleh pejabat publik akan mencegahnya melakukan praktik kecurangan dan tindakan yang korup.
Disiplin dan Kosnsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Hadiah Harusnya untuk Orang Susah. Saling memberi hadiah untuk menyenangkan hati memang tuntunan agama. Namun, dalam kapasitas sebagai pejabat negara, hadiah tak bisa diterima begitu saja karena biasanya ada udang di balik batu. Ada maksud tertentu di balik pemberian itu.
Baharuddin Lopa adalah sosok yang sangat alergi terhadap hadiah dalam bentuk apa pun, baik yang diberikan oleh pejabat bawahannya, pejabat dari instansi lain, maupun pengusaha. Ia selalu menolak dengan halus. Setiap menerima parsel pun, ia akan langsung mengembalikannya.
Pariama yang pernah menjadi ajudan Lopa tahu betul mengenai hal itu. “Ia selalu mengatakan kepada si pemberi hadiah bahwa dirinya tidak perlu diberi hadiah karena ia memiliki gaji. Yang perlu diberi hadiah adalah rakyat yang susah,” katanya.
Suatu ketika, Lopa mendapatkan hadiah Rp100.000 dari H. Edi Sabara yang kala itu menjabat Gubernur Sulawesi Tenggara. Pada 1970-an, nilai uang itu sangat besar. Namun, Lopa tak tergiur. Ia tak mengambil uang itu, tapi menyuruh ajudannya untuk menyerahkannya ke panti jompo di Lepo-Lepo, Kendari. (Orange Juice, hal.24-25)
Nilai integritas apa yang paling tepat untuk mendeskripsikan sikap dan perilaku Baharuddin Lopa pada kisah di atas?
Tanggung jawab. Sikap dan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, baik yang berkaitan dengan diri sendiri, sosial, masyarakat, bangsa, negara maupun agama. Sikap ini merupakan indikator pada Nilai Nasionalisme, Antikorupsi, dan Akuntabilitas.
Jujur. Sikap dan yang mencerminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan dan perbuatan. Jujur tidak hanya berarti mengetahui apa yang benar, namun juga mengatakan dan melakukan yang benar. Orang yang jujur akan senantiasa lurus hati dan tidak akan mau melakukan kecurangan.
Kerja keras. Kesungguhan dalam menyelesaikan berbagai tugas dan permasalahan dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab. Kerja keras juga berarti semangat pantang menyerah, terus berjuang dan berusaha dalam mencapai tujuan.
Disiplin dan Konsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Surat Tilang untuk Sultan. “Selamat pagi”, Brigadir Royidn, seorang polisi memberi hormat dengan sikap sempurna. “Boleh ditunjukkan rebewes”? kata Royidin. Ia meminta surat-surat mobil berikut surat izin mengemudi kepada Sultan.
Sultan pun tersenyum dan mengeluarkan rebewesnya. Nah, pada saat itulah sang polisi baru sadar bahwa pria tersebut adalah Sultan. Brigadir Royidin pun gugup bukan main, Namun hanya sekejap karena tidak lama dia pun mencoba memperbaiki sikap wibawanya sebagai polisi. “ Bapak melanggarverbodden, tidak boleh lewat di sini, ini satu arah”
“Benar, saya salah”kata Sultan. Sesaat Sultan melihat keragu-taguan di wajah sang polisi. “Buatkan saja saya surat tilang”, begitu Sultan menegaskan. Tidak ada sikap mentang-mentang berkuasa yang diperlihatkan Sultan. Bahkan Royidin dinaikkan pangkatnya satu tingkat karena diniai polisi yang berani dan tegas. (Orange Juice, hal.28-29)
Sikap dan perilaku yang ditunjukkan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada kisa di atas merupakan wujud kontekstualisasi dari nilai...
Adil. Sikap tidak berat sebelah, tidak memihak pada salah satu. Adil juga berarti perlakuan yang sama untuk semua tanpa membeda-bedakan berdasarkan golongan atau kelas tertentu.
Peduli. Sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar.
Berani. Hati yang mantap, rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi ancaman atau hal yang dianggap sebagai bahaya dan kesulitan. Berani tidak gentar atau takut untuk menyampaikan kebenaran. Berani juga sikap tidak gentar untuk mengakui kesalahan.
Disiplin dan Konsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Demi Sebuah Rahasia. “Aduh, Ayah! Mengapa tidak bilang terlebih dahulu akan ada penotongan uang? Ya.., uang tabungan kita tidak ada gunanya lagi! Untuk membeli mesin jahit sudah tak bisa lagi, tak ada harganya.”
Kalimat penyesalan itu terlontah dari mulut Rahmi Hatta, istri wakil presiden saat itu, Mohammad Hatta. Ibu Rahmi pantas kecewa. Demi membeli sebuah mesin jahit, sedikit demi sedikit ia menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diberikan Bung Hatta.
Namun, ketika tabungannya sudah cukup untuk membeli mesin jahit idamannya, tiba-tiba saja pemerintah mengeluarkan kebijakan senering (pemotongan nilai uang) dari Rp100 menjadi Rp1. Alhasil, nilai tabungan Ibu Rahmi pun menurun dan tak lagi cukup untuk membeli mesin jahit. Ibu Rahmi merasa dikhianati karena justru Bung Hatta yang mengumumkan senering tersebut.
Keluhan sang istri yang akrab dipanggil Yuke
itu tak membuat Bung Hatta marah. Dengan tenang, dia berujar, “Yuke, seandainya Kak Hatta mengatakan terlebih dahulu kepadamu, nanti pasti hal itu akan disampaikan kepada ibumu. Lalu, kalian berdua akan mempersiapkan diri, dan mungkin akan memeri tahu kawan-kawan dekat lainnya. Itu tidak baik!”
“Kepentingan negara tidak ada sangkut pautnya dengan usaha memupuk kepentingan keluarga. Rahasia negara adalah tetap rahasia. Sungguhpun saya bisa percaya kepadamu, tetapi rahasia ini tidak patut dibocorkan kepada siapa pun. Biarlah kita rugi sedikit demi kepentingan seluruh negara. Kita coba nabung lagi, ya.”
Kisah yang sama juga dialami oleh Tengku Halimah yang terhenyak saat menerima gaji suami yang tidak seberapa dan harus dipotong setengah. Saat itu, sebagai menteri keuangan, Syafruddin membuat kebijakan untuk memotong nilai uang menjadi setengahnya. Hal itu dilakukan karena negara sedang kesulitan dana. Kebijakan tersebut dikenal dengan “Gunting Syafuddin”.
“Kok tidak bilang-bilang?” protes Tengku Halimah kepada suaminya.
Namun, Syafruddin menjawab. “Kalau bilang-bilang, tidak rahasia, dong!”
Kebijakan pemerintah yang ditandaangani Syafruddin itu memang bersifat rahasia. Akhirnya, bersama rakyat Indonesia lainnya, isteri menteri itu turut merasakan tajamnya “Gunting Syafruddin”. (Orange Juice, hal.48-49 dan hal.66)
Sikap dan perilaku dari Muhammad Hatta dan Syafruddin pada kisah di atas menunjukkan kontekstualisasi dari nilai...
Mandiri. Sikap dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Mandiri juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk menyelesaikan masalah, mencari dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Jujur. Sikap dan yang mencerminkan kesatuan antara pengetahuan, perkataan dan perbuatan. Jujur tidak hanya berarti mengetahui apa yang benar, namun juga mengatakan dan melakukan yang benar. Orang yang jujur akan senantiasa lurus hati dan tidak akan mau melakukan kecurangan.
Kerja keras. Kesungguhan dalam menyelesaikan berbagai tugas dan permasalahan dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab. Kerja keras juga berarti semangat pantang menyerah, terus berjuang dan berusaha dalam mencapai tujuan.
Disiplin dan Konsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Jas Tambal dan Mobil Butut Sang Perdana Menteri. Lepas dari segala kontoversinya dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Natsir adalah tipe pejabat yang tak bergelimang harta. Natsir, yang mendapat gelar sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2008 dikenal sebagai sosok yang penuh sopan-santun dan rendah hati. Natsir juga negarawan yang sangat bersahaja dalam kehidupan sehari-harinya.
Indonesianis terkemuka dari Cornell University, Amerika Serikat (AS), George McTurnan Kahin, menuturkan kesan sederhana yang ia tangkap dari Natsir. Ketika itu, tahun 1948, Kahin tengah berkunjung ke Yogyakarta yang menjadi pusat pemerintahan RI dan bertemu Natsir.
Penulis buku "Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia" (1952) ini melihat penampilan Natsir yang hampir-hampir tak menunjukkan seorang menteri penerangan. Natsir mengenakan jas yang penuh dengan tambalan di sana-sini. Kahin belakangan tahu kalau para staf Kementerian Penerangan mengumpulkan uang untuk membeli baju buat Natsir.
Ketika menjadi perdana menteri pada Agustus 1950, penampilan Natsir juga tidak banyak berubah. Natsir menempati rumah bekas Soekarno di Jl Pegangsaan Timur (kini Jl Proklamasi), Jakarta Pusat. Sebelum pindah ke rumah tersebut, Natsir dan keluarganya tinggal menumpang di sebuah gang di Jl Jawa dan lalu di kawasan Tanah Abang.
Mengenai tunggangan Natsir kala itu, Majalah Tempo Edisi 14 Juli 2008 menulis, sang menteri penerangan itu pun cuma mempunyai mobil bermerk DeSoto yang telah kusam. Pada 1956, Natsir ditawari sebuah mobil sedan mewah buatan AS, namun ia menolak dengan halus.
Setelah melepas jabatan sebagai perdana menteri, Natsir menanggalkan mobil dinasnya di Istana Kepresidenan. Ia memilih untuk membonceng sopirnya pulang ke rumah Jl Proklamasi. Tak berapa lama, Natsir dan keluarga kembali pindah ke Jl Jawa.
Nilai integritas yang paling tepat menggambarkan sikap perilaku tokoh di atas adalah...
Adil. Sikap tidak berat sebelah, tidak memihak pada salah satu. Adil juga berarti perlakuan yang sama untuk semua tanpa membeda-bedakan berdasarkan golongan atau kelas tertentu.
Peduli. Sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar.
Mandiri. Dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Mandiri juga berarti memiliki kemampuan untuk menyelesaikan, mencari dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Sederhana. Sikap bersahaja, menggunakan sesuatu secukupnya dan tidak berlebih-lebihan.
Belajar dari Om Bob. Ada yang belum tahu sosok ini? Gemar bergaya nyentrik dengan celana pendek, Bob Sadino terkenal sebagai pengusaha di bidang agribisnis yang sukses. Meskipun begitu, ia dikenal sebagai pribadi yang rendah hati lho. Sikap ini merupakan refleksi dari perjalanan hidupnya yang berat.
Saat berumur 19 tahun, orang tua Bob Sadino wafat. Hasil perolehan warisannya, ia gunakan untuk menetap di Amsterdam dan Hamburg selama kurang lebih 9 tahun. Tahun 1967, ia kembali ke Indonesia dengan membawa dua mobil Mercedes. Satu mobil disewakan, sementara satu lagi dijual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan. Sayangnya, mobil yang disewakan mengalami kecelakaan parah dan ia tidak memiliki uang untuk memperbaiki. Alhasil, Bob beralih menjadi tukang kuli bangunan dengan gaji hanya Rp.100,00.
Berawal dari saran seorang teman, Bob Sadino memulai usaha peternakan. Seiring waktu, ia berinovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Hasilnya dapat dilihat dari supermarket organik Kemchick sekarang. Bob percaya, setiap langkah sukses selalu diawali kegagalan demi kegagalan. Baginya uang bukan hal nomor satu, namun kemauan, komitmen, serta keberanian mencari dan menangkap peluang. Kisah yang inspiratif sekali, bukan?
Nilai integritas yang kita pelajari dari kisah di atas adalah...
Adil. Sikap tidak berat sebelah, tidak memihak pada salah satu. Adil juga berarti perlakuan yang sama untuk semua tanpa membeda-bedakan berdasarkan golongan atau kelas tertentu.
Peduli. Sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar.
Kerja keras. Kesungguhan dalam menyelesaikan berbagai tugas dan permasalahan dengan sebaik-baiknya serta penuh rasa tanggung jawab. Kerja keras juga berarti semangat pantang menyerah, terus berjuang dan berusaha dalam mencapai tujuan.
Berani. Hati yang mantap, rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi ancaman atau hal yang dianggap sebagai bahaya dan kesulitan. Berani tidak gentar atau takut untuk menyampaikan kebenaran. Berani juga sikap tidak gentar untuk mengakui kesalahan.
Menghadap Laut. Nama Susi Pudjiastuti semakin dikenal luas setelah menjadi Menteri Kelautan beberapa waktu yang lalu. Bagaimana tidak, wanita enerjik ini bahkan hanya punya ijazah SMP saja, namun bisa sukses merintis karir dengan gemilang. Bukan hanya di pemerintahan saja, pada awalnya Susi memang sudah menjadi seorang pengusaha sukses sejak lama.
Memulai bisnis di daerah Pangandaran sebagai pengepul ikan, Susi pada awalnya hanya memiliki modal yang sangat terbatas. Namun berkat kegigihannya, usaha tersebut berkembang dan akhirnya bisa menjadi perusahaan pengolahan ikan dalam skala yang cukup lumayan.
Bukan hanya itu saja,wanita sukses ini juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Beliau memimpin gerakan bersih pantai bertajuk "Menghadap Laut 2.0" untuk membangun kesadaran bangsa Indonesia bahwa laut adalah masa depan bangsa dan betapa sampah di perairan Indonesia akan berdampak ekologis bagi ekosistem laut.
Nilai integritas yang paling tepat yang teraktualisasi dari kisah di atas adalah...
Jujur. Kelurusan hati yang dimiliki oleh pejabat publik akan mencegahnya melakukan praktik kecurangan dan tindakan yang korup.
Disiplin dan Konsisten. Kebiasaan dan tindakan yang konsisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku, patuh pada peraturan. Disiplin merupakan indikator nilai Nasionalisme dan Antikorupsi, Konsisten merupakan cerminan dari nilai Akuntabilitas.
Tanggung jawab. Rasa tanggung jawab yang tinggi akan membuat seorang abdi negara amanah dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki.
Peduli. Sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar.
Hakim "Gila". Namanya Artidjo Alkostar (lahir di Situbondo, Jawa Timur, 22 Mei 1948; umur 70 tahun) adalah seorang ahli hukum Indonesia. Ia merupakan Hakim Agung yang mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaan pendapatnya dalam banyak kasus besar. Ia menjabat sebagai Ketua Muda Kamar Pidana Mahkamah Agung Indonesia.
Namanya terangkat saat memperberat vonis 4 tahun penjara menjadi 12 tahun kepada politikus Angelina Sondakh untuk kasus korupsi, serta vonis 10 bulan kepada dokter Ayu untuk kasus malapraktik, itu hanya sebuah deretan kasus kasus yang sudah ia tangani, diberatkan hukumanya karena kesalahan para pelaku kasus kasus besar. Ia merupakan Hakim Agung yang mendapat banyak sorotan atas keputusan dan pernyataan perbedaanya dalam banyak kasus besar.
Ada lagi salah seorang bernama Udar Pristono, ia adalah mantan kadishub terpidana kasus korupsi bus transjakarta, dulu ia terkulai lemas di tangan artidjo, usai divonis 13 tahun penjara dan denda senilai 6 milyar rupiah. Padahal ia sudah di ingatkan agar kasus ini tidak di bawa ke MA, ia di vonis 5 tahun namun ia tetap tidak terima dan mengajukan banding, kemudian dinaikna vonisnya menjadi 9 tahun, ia terus memaksa agar dinaikan ke MA, dan akhirnya menyesalah ia, karena disana ada artidjo, vonisnya justru bertambah menjadi 13 tahun.
Mulai dari LHI PKS, Labora sitorus, Joko Susilo, mereka sudah merasakan "gila" nya Hakim Artidjo. KPK berterimakasih kepadanya, namun kini ia telah pensiun, semoga muncul Artidjo-artidjo baru di negri ini sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terus tegak berdiri.
Nilai integritas yang paling tepat menggambarkan sikap perilaku tokoh di atas adalah...
Adil. Sikap tidak berat sebelah, tidak memihak pada salah satu. Adil juga berarti perlakuan yang sama untuk semua tanpa membeda-bedakan berdasarkan golongan atau kelas tertentu.
Peduli. Sikap dan tindakan memperhatikan dan menghiraukan orang lain, masyarakat yang membutuhkan, dan lingkungan sekitar.
Mandiri. Dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Mandiri juga berarti memiliki kemampuan untuk menyelesaikan, mencari dan menemukan solusi dari masalah yang dihadapi.
Sederhana. Sikap bersahaja, menggunakan sesuatu secukupnya dan tidak berlebih-lebihan.
Kasus suap daging sapi impor adalah kasus suap di Indonesia yang terjadi pada awal 2013 terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8000 ton. Tercatat uang sebesar 1,3 miliar digunakan untuk penyuapan yang akhirnya berujung pada hukuman penjara. Kasus ini melibatkan saksi yang berasal dari individu, pihak swasta dan pemerintah, mulai dari Elda Devianne Adiningrat, Thomas Sembiring, menteri pertanian Suswono bahkan hingga artis Ayu Azhari dan model Vitalia Shesya. Atas kasus tersebut KPK melakukan penyitaan sejumlah barang terkait kasus suap daging sapi impor.
Setelah melalui berbagai rangkaian proses penyidikan, KPK kemudian menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu menjabat sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera dan anggota DPR periode 2009-2014, Ahmad Fathanah serta pihak Indoguna Utama yang terdiri dari Arya Abdi Effendi, Juard Effendi serta Maria Elizabeth Liman.
Latar belakang sebagai presiden PKS dan perannya untuk mempengaruhi menteri pertanian Suswono plus kasus pencucian uang menjadikan Luthfi sebagai aktor utama dari kasus ini. Pun dengan Fathanah yang tersandung kasus pencucian uang. Alhasil keduanya menerima hukuman paling berat di antara semua tersangka, yakni hukuman penjara selama 16 tahun.
Berdasarkan kronologis singkat pada kasus di atas, identifikasi aktor-aktor yang terlibat dalam kasus tersebut!
Luthfi Hasan Ishaaq, Anggota DPR RI periode 2009-2014 sekaligus Presiden PKS, sebagai pemberi suap.
Arya Abdi Effendi, PT Indoguna Utama, penerima suap
Juard Effendi, PT Indoguna Utama, penerima suap
Maria Elizabeth, PT Indoguna Utama, pemberi suap
Kasus suap daging sapi impor adalah kasus suap di Indonesia yang terjadi pada awal 2013 terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8000 ton. Tercatat uang sebesar 1,3 miliar digunakan untuk penyuapan yang akhirnya berujung pada hukuman penjara. Kasus ini melibatkan saksi yang berasal dari individu, pihak swasta dan pemerintah, mulai dari Elda Devianne Adiningrat, Thomas Sembiring, menteri pertanian Suswono bahkan hingga artis Ayu Azhari dan model Vitalia Shesya. Atas kasus tersebut KPK melakukan penyitaan sejumlah barang terkait kasus suap daging sapi impor.
Setelah melalui berbagai rangkaian proses penyidikan, KPK kemudian menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu menjabat sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera dan anggota DPR periode 2009-2014, Ahmad Fathanah serta pihak Indoguna Utama yang terdiri dari Arya Abdi Effendi, Juard Effendi serta Maria Elizabeth Liman.
Latar belakang sebagai presiden PKS dan perannya untuk mempengaruhi menteri pertanian Suswono plus kasus pencucian uang menjadikan Luthfi sebagai aktor utama dari kasus ini. Pun dengan Fathanah yang tersandung kasus pencucian uang. Alhasil keduanya menerima hukuman paling berat di antara semua tersangka, yakni hukuman penjara selama 16 tahun.
Berdasarkan kronologis singkat pada kasus di atas, berikut adalah nilai-nilai ANEKA yang dilanggar, kecuali...
Kerja Keras. Kesungguhan LHI dalam menjalankan tugas membuatnya menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk mempengaruhi kebijakan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.
Tanggung Jawab. Rasa tanggung jawab yang tinggi akan membuat seorang abdi negara amanah dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang diembannya, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki.
Jujur. Kelurusan hati yang dimiliki oleh pejabat publik akan mencegahnya melakukan praktik kecurangan dan tindakan yang korup.
Disiplin. Tindakan dan kosisten terhadap segala bentuk peraturan atau tata tertib yang berlaku akan mencegah seorang pejabat publik dalam melakukan tindakan pelanggaran hukum.
Kasus suap daging sapi impor adalah kasus suap di Indonesia yang terjadi pada awal 2013 terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8000 ton. Tercatat uang sebesar 1,3 miliar digunakan untuk penyuapan yang akhirnya berujung pada hukuman penjara. Kasus ini melibatkan saksi yang berasal dari individu, pihak swasta dan pemerintah, mulai dari Elda Devianne Adiningrat, Thomas Sembiring, menteri pertanian Suswono bahkan hingga artis Ayu Azhari dan model Vitalia Shesya. Atas kasus tersebut KPK melakukan penyitaan sejumlah barang terkait kasus suap daging sapi impor.
Setelah melalui berbagai rangkaian proses penyidikan, KPK kemudian menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu menjabat sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera dan anggota DPR periode 2009-2014, Ahmad Fathanah serta pihak Indoguna Utama yang terdiri dari Arya Abdi Effendi, Juard Effendi serta Maria Elizabeth Liman.
Latar belakang sebagai presiden PKS dan perannya untuk mempengaruhi menteri pertanian Suswono plus kasus pencucian uang menjadikan Luthfi sebagai aktor utama dari kasus ini. Pun dengan Fathanah yang tersandung kasus pencucian uang. Alhasil keduanya menerima hukuman paling berat di antara semua tersangka, yakni hukuman penjara selama 16 tahun.
Berikut adalah dampak pelanggaran terhadap Nilai-nilai Dasar pada kasus di atas, kecuali...
Penyuapan yang dilakukan oleh PT Indoguna kepada LHI dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa LHI merupakan Presiden PKS, partai dari Menteri Pertanian yang menjabat saat itu, Suswono. Asumsinya, sebagai Presiden PKS, LHI dapat mempengaruhi Suswono dalm proses pengambilan keputusan dalm proses penetapan kuota impor, penetapan syarat teknis, seleksi rekanan, pemberian rekomendasi dan pemberian izin impor daging sapi kepada rekanan
Penggunaan kewenangan dan kekuasaan yang dilakukan oleh LHI dalam mengintervensi proses perumusan kebijakan di lingkup Kementerian Pertanian, kuota impor daging sapi menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Diabaikannya nilai kejujuran oleh jajaran Direksi PT Indoguna menyebabkan dilakukannya penyuapan kepada Ahmad Fathonah dan LHI. Sebaliknya, diabaikannya nilai kejujuran oleh Fathonah dan LHI membuat mereka menerima suap dari PT Indoguna.
Tidak dibuka luasnya proses penetapan kuota impor, penetapan syarat teknis, seleksi rekanan, pemberian rekomendasi dan pemberian izin impor daging sapi kepada rekanan oleh Kementerian Pertanian selaku instansi yang berwenang sehingga mengakibatkan terjadinya suap.
Kasus suap daging sapi impor adalah kasus suap di Indonesia yang terjadi pada awal 2013 terkait pengaturan kuota sapi impor menjadi 8000 ton. Tercatat uang sebesar 1,3 miliar digunakan untuk penyuapan yang akhirnya berujung pada hukuman penjara. Kasus ini melibatkan saksi yang berasal dari individu, pihak swasta dan pemerintah, mulai dari Elda Devianne Adiningrat, Thomas Sembiring, menteri pertanian Suswono bahkan hingga artis Ayu Azhari dan model Vitalia Shesya. Atas kasus tersebut KPK melakukan penyitaan sejumlah barang terkait kasus suap daging sapi impor.
Setelah melalui berbagai rangkaian proses penyidikan, KPK kemudian menetapkan 5 orang sebagai tersangka. Mereka adalah Luthfi Hasan Ishaaq yang saat itu menjabat sebagai presiden Partai Keadilan Sejahtera dan anggota DPR periode 2009-2014, Ahmad Fathanah serta pihak Indoguna Utama yang terdiri dari Arya Abdi Effendi, Juard Effendi serta Maria Elizabeth Liman.
Latar belakang sebagai presiden PKS dan perannya untuk mempengaruhi menteri pertanian Suswono plus kasus pencucian uang menjadikan Luthfi sebagai aktor utama dari kasus ini. Pun dengan Fathanah yang tersandung kasus pencucian uang. Alhasil keduanya menerima hukuman paling berat di antara semua tersangka, yakni hukuman penjara selama 16 tahun.
Berikut adalah gagasan pemecahan isu yang paling tepat dalam mengatasi kasus di atas...
Membangun database kebutuhan bahan pangan impor serta membangun sistem informasi layanan perijinan urusan perdagangan guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan impor bahan pangan.
Membangun sistem pengadaan barang dan jasa yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah.
Membangun Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi, dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.
Meningkatan sistem pengawasan dan penegakan hukum, terutama Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
