Font size
WorksheetsFIN Merdeka (Pahlawan Indonesia)
Total questions: 12
Worksheet time: 4mins
Pahlawan Nasional:
1. Lahir di Ngayogyakarta Hadiningrat, 11 November 1785 dan meninggal di Makassar, Hindia Belanda, pada 8 Januari 1855, tepatnya pada umur 69 tahun.
2. Dikenal atas jasanya saat Perang Jawa, tepatnya tahun 1825-1830 saat melawan pemerintah Hindia Belanda.
3. Beliau adalah salah satu pangeran dari Kerajaan Mataram.
(a)
Pahlawan:
1. Beliau adalah Menteri Luar Negeri ke-tiga Indonesia (1947 – 1948).
2. Lahir dengan nama Masyhudul Haq, lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 dan meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun.
3. Pada tahun 1915, beliau bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Purworejo, Jawa Tengah, 19 Juni 1922 dan meninggal di Lubang Buaya, Jakarta, 1 Oktober 1965 tepatnya pada umur 43 tahun.
2. Beliau adalah komandan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang dibunuh saat peristiwa 30 September.
3. Beliau juga berhasil mempertahankan Magelang melawan Belanda, yang kala itu mencoba untuk mengambil alih kota. Bahkan berkat jasanya, beliau mendapat julukan ‘Juru selamat Magelang’.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir 21 Februari 1939 dan meninggal pada 1 Oktober 1965 pada umur 26 tahun. Dirinya merupakan salah satu perwira militer Indonesia yang menjadi korban peristiwa 30 September 1965.
2. Ia adalah anak dari pasangan seorang dokter berdarah Minahasa, Sulawesi Utara, dan ibunya yang merupakan keturunan Belanda-Perancis.
3. Sebelum menjadi tentara, beliau sempat mengikuti tes masuk UI dan ITB.
(a)
Pahlawan:
1. Nama aslinya Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau Suwardi Suryaningrat.
2. Lahir di Pakualaman, 2 Mei 1889 dan meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 di usia 69 tahun.
3. Beliau juga menjadi pendiri Perguruan Taman Siswa, yang merupakan lembaga pendidikan dengan tujuan memberikan kesempatan pribumi untuk memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi atau orang Belanda.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Desa Carangsari, Petang, Kabupaten Badung, Bali, Hindia Belanda, 30 Januari 191. Beliau menghembuskan napas terakhir di Marga, Tabanan, Bali, Indonesia, 20 November 1946 pada umur 29 tahun.
2. Dikenal dengan pasukan yang bernama pasukan ‘Ciung Wanara’ dan melakukan pertempuran terakhir yang dikenal dengan nama Puputan Margarana.
3. Namanya diabadikan menjadi nama bandara di pulau Bali.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Jepara, Hindia Belanda, 21 April 1879 – meninggal di Rembang, Hindia Belanda, 17 September 1904 pada umur 25 tahun.
2. Setelah wafat, Jacques Abendanon mengumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan ke Eropa. Buku itu diberi judul Door Duisternis tot Licht yang arti harfiahnya "Dari Kegelapan Menuju Cahaya".
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Nusa Laut, Maluku Tengah, Maluku, 4 Januari 1800 – meninggal di Laut Banda, Maluku, 2 Januari 1818 pada umur 17 tahun.
2. Tercatat sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang unik yaitu seorang putri remaja yang langsung terjun dalam medan pertempuran melawan tentara kolonial Belanda dalam Perang Pattimura tahun 1817.
3. Di kalangan para pejuang dan masyarakat sampai di kalangan musuh, ia dikenal sebagai gadis pemberani dan konsekuen terhadap cita-cita perjuangannya.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun.
2. Namanya diabadikan untuk nama bandara di Biak, Papua.
3. Juga merupakan salah satu tokoh sejarah yang terpilih untuk digambarkan dalam uang kertas Rp10.000.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, 2 Juni 1897 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun.
2. Nama aslinya adalah Sutan Ibrahim.
3. Madilog dan Gerpolek adalah dua karya penting yang diciptakannya.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kali Bata pada 16 November 1945.
2. Namanya diabadikan sebagai nama jalan utama di Kota Depok.
(a)
Pahlawan:
1. Lahir di Maninjau, Agam, Sumatra Barat, 14 September 1910 – meninggal di Jakarta, 2 November 1965 pada umur 55 tahun.
2. Seperti Kartini, ia juga memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita.
3. Namanya sekarang diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
(a)
