NEW
Font size
WorksheetsREMEDIAL UJIAN TENGAH BLOK GAWAT DARURAT EKSTENSI
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 25mins
Tujuan dari keperawatan gawat darurat adalah
a. Pertolongan kepada yang membutuhkan
b. Pertolongan yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian
c. Pertolongan yang cepat dan tepat untuk mencegah kematian dan kecacatan
d. Pertolongan yang cepat dan tepat pada pasien penderita syok
e. Pertolongan pada semua jenis pasien
2. Pada manajemen trauma, phase ke-III fokus pada
a. Triage
b. Resusitasi
c. Pengkajian sekunder SAMPLE
d. Pengkajian primer ABCDE
e. Pengkajian head to toe
3. Pasien yang memiliki kategori TRIAGE urgent harus segera ditangani dalam waktu
a. 10 menit
b. 30 menit
c. 1 jam
d. 2 jam
e. 4 jam
4. Tentukanlah kategori TRIAGE kasus dibawah ini
Pasien datang ke unit gawat darurat dengan kecelakaan mobil, terdapat fraktur terbuka tibia kanan, TD: 110/70, HR 100 x/menit, RR 22, T 37.0
a. Merah/emergency
b. Kuning/urgent
c. Hitam/dead
d. Biru/expectant
e. Hijau/delayed
5. Pada kasus emergency, seorang perawat harus dapat melakukan pengkajian yang komprehensif. Pada pengkajian primer terdapat ABCDE, apa yang menjadi pengkajian penting pada “Breathing”?
a. Jalan nafas
b. RR, suara nafas
c. Jalan nafas, RR, suara nafas, SpO2
d. RR, suara nafas, SpO2, pergerakan dada
e. Denyut nadi dan GCS
6. Tindakan needle compression atau penusukan di dada adalah tindakan kegawatdaruratuan pada kasus
a. Hemothorax
b. Tension Pneumothorax
c. Pneumohemotrorax
d. Pneumonia
e. Flail chest
7. Berikut ini yang merupakan tanda utama yang muncul terakhir sekali pada pasien yang mengalami tension pneumothorax adalah,
a. Penurunan suara nafas
b. Adanya suara stridor
c. Deviasi trakea
d. Adanya suara hiperesonans pada perkusi
e. Distensi vena jugular
8. Seorang pasien mengalami luka terbuka pada dada datang ke emergency. Pada saat pasien tersebut inspirasi, terdapat suara menghisap/berdesis dari luka tersebut. Tindakan utama yang dilakukan adalah
a. Needle compression
b. Resusitasi
c. Intubasi pasien
d. Pasang kasa 3 bagian
e. Operasi segera
9. Soerang pasien datang ke emergency dengan mengeluhkan nyeri dada, bradypnea, dan terdapat respirasi paradoxical. Kemungkinan pasien tersebut mengalami
a. Flail chest
b. Hemothorax
c. Tension pneumothorax
d. Cardiac Temponade
e. Open pneumothorax
10. Seorang pria sedang tersedak dan tidak dapat berbicara, serta memegang lehernya sendiri. BB pasien tersebut adalah 120 kg dan perawat yang menolong memiliki BB 50 kg. Tindakan utama yang dilakukan adalah
a. Hubungi ambulance
b. Hemlich manuver
c. Back blow
d. Chest thrust
e. RJP
11. Pada pengkajian ulang jalan nafas (airway), hal-hal yang perlu diperhatikan adalah
a. Warna kulit, respiration rate, pergerakan dada dan abdomen, saturasi
b. Warna kulit, suhu, respiration rate
c. Respiration rate, saturasi, denyut nadi
d. Respiration rate, saturasi tekanan darah
e. Tekanan darah, respiration rate, suhu dan denyut nadi
12. Irama jantung yang diberikan syok defibrillator adalah
13. Yang membedakan ventricular takikardia dengan ventricular fibrillation adalah
a. Gelombang P
b. Irama
c. PR interval
d. Pemberian syok
e. Pemberian CPR
14. Kedalaman kompresi yang benar adalah
a. Minimum 2 inchi (5 cm) dan tidak boleh lebih dari 2.4 inchi (6 cm)
b. Minimum 2 inchi (5 cm) dan tidak boleh lebih
c. Minimum 2.4 inchi (6 cm)
d. Minimum 4 cm dan tidak boleh lebih dari 5 cm
e. Minimum 10 cm
16. Penempatan tangan pada tindakan CPR pada orang dewasa adalah
a. 2 tangan berada di tengah dada
b. 1 tangan berada pada tengah dada
c. 2 tangan berada pada separuh bagian bawah tulang dada
d. 2 tangan berada di bagian kiri dada
e. 1 tangan pada separuh bagian bawah tulang dada
16. Rasio kompresi dengan pemberian nafas adalah..
a. Dewasa, 1 atau 2 penolong 30:2
b. Anak atau bayi, 1 penolong 15:2
c. Dewasa, anak dan bayi, 1 penolong 30:2
d. Dewasa 2 penolong 15:2
e. Dewasa 100 kali/menit
17. Seorang pasien datang ke emergency dengan henti jantung 10 menit yang lalu. Pasien mengalami perdarahan hebat. Kemungkinan penyebab henti jantung pada pasien tersebut adalah
a. Hipoksia
b. Hiperkalemia
c. Hipoglikemia
d. Hypovolemia
e. Hipotermia
18. Kategori syok dengan ciri-ciri preload menurun, SVR (systemic vascular resistance) meningkat dan cardiac output menurun, adalah kategori syok..
a. Cardiogenik
b. Distributive
c. Obstructive
d. Hipovolemik
e. Sepsis
19. Kelas syok dengan ciri-ciri sebagai berikut : kehilangan darah 30-40%, HR >120 kali/menit, tekanan darah menurun, CRT >2 detik, pasien gelisah dan mengantuk, produksi urine 10-20 cc/jam. Adalah kategori syok kelas..
a. I
b. II
c. III
d. IV
e. V
20. Seorang laki-laki masuk iGD dengan mengalami kecelakaan lalu lintas. Tampak fraktur terbuka di dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 115, tekanan darah 120/80, RR 25 kali/menit, CRT > 2 detik, urine 25 cc/jam, BB 60 kg. Berapa estimasi darah yang hilang?
a. 630 cc-1260 cc
b. 654 cc-1300 cc
c. 700 cc-1400 cc
d. 1290 cc-2000 cc
e. 1 L
21. Pada manajemen umum syok, hal-hal yang perlu dimonitor adalah
a. Pemberian obat-obatan
b. Pemberian transfuse darah merah
c. Status kardiopulmonal, oksigenasi, cairan, kesadaran
d. Status kardiopulmonal dan oksigenasi
e. Irama jantung dan tekanan darah
22. Yang diklasifikasikan dengan trauma kepala sedang adalah pasien dengan GCS
a. 9
b. 8
c. 7
d. 13
e. 14
23. Anda sedang bertugas di unit gawat darurat dan anda menerima seorang pasien dengan riwayat kecelakaan motor tanpa menggunakan helm. Adapun kondisi pasien adalah pasien berespon jika dirangsang nyeri, bingung dan menunjuk-nujuk area yang nyeri. Tekanan darah 110/60, HR 120 kali/menit, RR 25 kali/menit, T 36.5. Pasien memiliki riwayat muntah saat di tempat kejadian. Berapakah GCS pasien tersebut
a. 12
b. 11
c. 10
d. 9
e. 8
25. Anda sedang bertugas di unit gawat darurat dan anda menerima seorang pasien dengan riwayat jatuh di kamar mandi. Pasien berespon jika dirangsang nyeri, pasien hanya mengerang-ngerang, dan menjauhi rangsang nyeri. Pasien tersebut memiliki perdarahan disubdural sebanyak 10 cc. Tekanan darah 90/50, HR 110 kali/menit, RR 32 kali/menit dan T 37.0. Berapakah GCS pasien tersebut?
a. 8
b. 7
c. 6
d. 4
e. 3
25. Pada pasien cedera kepala berat, tindakan utama pasien yang memiliki GCS ≤8 adalah
a. Pemberian oksigen
b. Pemasangan IV line
c. Intubasi
d. Stop perdarahan
e. RJP
26. Adapun kriteria manajemen perawatan trauma kepala adalah
a. SpO2 94-98%
b. ETCO2 34-50 mmHg
c. Tekanan darah sistolik > 100 mmHg
d. Pasien sadar
e. GCS bertambah setiap harinya
27. Berikut tanda-tanda yang mengidikasikan peningkatan TIK adalah
a. Sakit leher, pandangan kabur
b. Kaku, muntah
c. Kelemahan, diare
d. Sakit kepala, muntah
e. Tekanan darah meningkat, mual
28. Yang menjadi manajemen peningkatan TIK adalah
a. Perbaiki jalan nafas dengan head tilt chin lift
b. Posisi kepada 90 derajat
c. Atasi perdarahan luar
d. Posisi kepala 30 derajat
e. Pasang IV line
29. Seorang pasien datang ke emergency dengan cedera pada ligament. Pasien tersebut mengalami….
a. Fraktur
b. Strain
c. Sprain
d. Kontusio
e. Dislokasi
30. Pengkajian pada sistem muskuloskletal perlu memerhatikan beberapa hal. Ketika pasien tidak dapat menggerakan area yang terluka adalah pengkajian
a. Pain
b. Paralysis
c. Paraesthesia
d. Pulse
e. Temperature
31. Anda sedang bertugas di emergency dan menerima pasien dengan fraktur femoralis. Aapun manajemen pada pasien tersebut adalah
a. Pengkajian head to toe, pemasangan IV line, RICE, bidai dan balut
b. Pengkajian muskulo, RICE, IV line, bidai dan balut
c. Pengkajian muskulo, RICE, kontrol perdarahan, bidai dan balut
d. Bidai dan balut
e. Segera ke ruangan operasi
32. Tujuan bidai dan balut dalam manajemen perawatan cedera muskuloskletal adalah
a. Untuk menstabilisasi dan mengimobilisasi daerah yang cedera
b. Untuk mengatasi keram
c. Mengontrol kerusakan saraf
d. Mencegah kompartemen sindrom
e. Mendukung aliran darah pada daerah yang terluka
33. Seorang pasien mengalami fraktur terbuka humerus. Estimasi kehilangan darah ada pasien tersebut adalah
a. Sampai 1.5 L
b. Sampai 2 L
c. Sampai 3 L
d. Sampai 200 cc
e. Sampai 500 cc
34. Pada pasien ketika dikaji ditemukan kekuatan otot, namun tidak ada tahanan. Pasien tersebut memiliki kekuatan otot
a. 1
b. 2
c.3
d. 4
e. 5
35. Seorang pasien datang ke emergency dengan resiko bunuh diri. Sudah 3 tahun pasien menderita depresi akibat kehilangan anaknya. Intervensi kolaborasi pemberian obat pada pasien tersebut adalah
a. Ketamine
b. Lithium
c. Diazepam
d. Antinyeri
e. Dexamethasone
36. Manajemen farmakologi perilaku kekerasan/kegembiraan berlebihan/perilaku aggressive adalah
a. Ketamine
b. Lithium
c. Diazepam
d. Antinyeri
e. Dexamethasone
37. Seorang pasien dibawa ke emergency dengan adanya indikasi meminum baygon. Perawat sudah melakukan stabilisasi ABCD, dan pasien meminum baygon 30 menit sebelum ke RS. Tindakan berikutnya yang dilakukan perawat adalah
a. Cek darah lengkap
b. Pemberian antidote
c. Observasi pasien
d. Gastric lavage
e. Pemberian oksigen
38. Seorang pasien (Ny. A) datang ke emergency dengan keluhan nyeri di daerah genital, terdapat kemerahan pada mukosa vagina dan pengeluaran cairan vagian sudah seminggu. Kemungkinan pasien tersebut mengalami
a. Endometriosis
b. Kista Bartholin
c. Vaginitis
d. Placenta previa
e. Inflamasi pelvis
39. Adanya protein dalam urine pada ibu hamil merupakan karakteristik dari..
a. Eklamsia
b. Prolaps Tali Pusat
c. Abrutio plasenta
d. Radang panggul
e. Pre-eklamsia
40. Seorang ibu hamil datang ke emergency dengan riwayat darah tinggi pada saat hamil. Saat dibawa, pasien mengalami kejang sebanyak satu kali. Adapun intervensi kolaborasi pada pasien tersebut adalah dengan pemberian
a. Diazepam
b. Oksigen
c. Antihipertensi
d. Magnesium sulfat
e. Haloperidol
