WorksheetsPH 2 (CERITA SEJARAH)
Total questions: 20
Worksheet time: 32mins
Bacalah pengggalan cerita sejarah berikut!
Pelarian-pelarian politik dari Nederland, Sneevliet, clan Baars itu semakin giat di Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Mereka membuka pidato di mana-mana, seperti takkan kering-kering kerongkongan mereka. Lari dari pertentangan intern di Nederland ke Hindia, mereka anggap diri seakan-akan jago-jago tanpa lawan, seakan-akan Hindia negerinya sendiri yang dipayungi oleh hukum demokratis. Beruntung mereka bergerak hanya di kalangan orang-orang yang berbahasa Belanda, yang menduduki tempat sosial yang rendah clan hidup dalam kemasygulan.
Teks tersebut termasuk bagian….
pengenalan situasi
pengungkapan peristiwa
menuju konfliks
pengenalan situasi
puncak konflik
Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat!
Dyah Menur berbalik dengan memejamkan mata. Dyah Menur Hardiningsih yang menggendong anaknya dan Pradhabasu yang juga menggendong anaknya, berjalan makin jauh dan makin jauh ke arah surya di langit barat. Dan sang waktu sebagaimana kodratnya akan mengantarkan ke mana pun mereka melangkah. Sang waktu pula yang menggilas semua peristiwa menjadi masa lalu.
Kutipan novel sejarah di atas merupakan….
pengungkapan peristiwa
menuju konfliks
pengenalan situasi
puncak konflik
koda
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut.
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhi merestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta, KPG, 2000)
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Agama
Moral
Pendidikan
Budaya
Estetika
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut.
“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhi merestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta, KPG, 2000)
Amanat dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Perbuatan dosa dan dusta sama-sama akan melanggar keadilan.
Janganlah berbuat dusta karena akan menutup kesucian hati nurani.
Jangan takut membela kebenaran, karena sama buruknya dengan kejahatan.
Segala amalan akan diperhitungkan di hari akhir, sehingga senantiasa berbuat baik.
Seseorang yang memeliki kebenaran dalam hatinya akan selalu direstui Sang Kuasa.
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut.
Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadir di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.
Sudut pandang penceritaan di atas adalah…
Orang ke tiga tak sertaan
Orang tertama pelaku utama
Orang ke tiga pelaku utama
Orang ke tiga serba tahu
Orang pertama pelaku sampingan
Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut.
Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadir di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.
Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah….
Moral
Agama
Pendidikan
Budaya
Estetika
Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?”
Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang. ”Hm?”
“Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”
Makna peribahasa ” Bagai menimba air dengan keranjang” adalah…
Perbuatan yang tidak perlu dilakukan
Pekerjaan sia-sia
Perbuatan yang bodoh
Pekerjaan orang yang tidak cerdas
Perbuatan orang-orang zaman dahulu
Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak (1).
Mendengar akan pengangkatan patih ini merahlah muka Adipati Ronggo Lawe(2). Ketika mendengar berita ini dia sedang makan, seperti biasa dilayani oleh kedua orang istrinya yang setia, yaitu Dewi Mertorogo dan Tirtowati(3). Mendengar berita itu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang Adipati sedang makan, Ronggo Lawa marah bukan main(4). Nasi yang sudah dikepalnya itu dibanting ke atas lantai dan karena dalam kemarahan tadi sang adipati menggunakan aji kedigdayaannya, maka nasi sekepal itu amlas ke dalam lantai (5). Kemudian terdengar bunyi berkerotok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur(6). (Kemelut di Maja Pahit, SH Mintarja)
Ungkapan merahlah muka pada penggalan tersebut adalah….
Malu
Bangga
Marah
Kecewa
Sedih
Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak (1). Mendengar akan pengangkatan patih ini merahlah muka Adipati Ronggo Lawe(2). Ketika mendengar berita ini dia sedang makan, seperti biasa dilayani oleh kedua orang istrinya yang setia, yaitu Dewi Mertorogo dan Tirtowati(3). Mendengar berita itu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang Adipati sedang makan, Ronggo Lawa marah bukan main(4). Nasi yang sudah dikepalnya itu dibanting ke atas lantai dan karena dalam kemarahan tadi sang adipati menggunakan aji kedigdayaannya, maka nasi sekepal itu amblas ke dalam lantai (5). Kemudian terdengar bunyi berkerotok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur(6). (Kemelut di Majapahit, SH Mintarja)
Ciri bahwa penggalan tersebut menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu terdapat pada kalimat….
1 dan 3
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
5 dan 6
Penggunaan kata kerja mental terlihat dari penggunaan kata….
Pengangkatan
Dilayani
Menghadap
Dibanting
Berkerotok
Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.
Kata telah diperintahkan pada kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan….
Menggunakan kata yang menyatakan urutan
Menggunakan kalimat bermakna lampau
Menggunakan kata kerja material
Menggunakan kata sifat
Menggunakan kalimat langsung
Bacalah pengggalan cerita sejarah berikut!
Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban: alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jadi di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.
Kaidah kebahasaan yang menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau peristiwa terlihat pada kutipan….
sangat peduli
memberi isyarat
bergerak menyamping
bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban
membuka tangan kanannya
Cermatilah penggalan berikut!
Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan
Kendit Galih tentang masalah itu.
Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….
bermakna lampau
kalimat langsung
kalimat tidak langsung
kata kerja lampau
kata kerja mental
Cermatilah penggalan berikut!
Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk.
Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan….
bermakna lampau dan kata kerja mental
urutan waktu dan menggunnakan kata sifat
menggunakan kata kerja material urutan waktu
menggunakan kalimat langsung urutan waktu
menggunakan kata sifat kata kerja material
Cermatilah penggalan berikut!
Nanti, pada enam belas tahun yang akan datang Jan Willem van Rijnst bakal berubah lagi warnanya, yaitu di masa jatuhnya tanah air Nusantara ke tangan Inggris sehubungan dengan peperangan yang berlangsung di Eropa sana, di mana Inggris berhasil mengalahkan Prancis sehingga Indonesia yang berada dalam Bataafsche Republiek di bawah kendali Prancis terhadap Belanda, karuan menjadi milik Inggris. Di saat itulah nanti Jan Willem van Rijnst akan bermuka topeng kepada Letnan Gubernur Jendral Inggris, Sir Thomas Stamfors Raffles.
Ungkapan bermuka topeng artinya….
bermuka dua
menanggung malu
menggunakan topeng
orang yang tidak tahu malu
seseorang yang berpura-pura seperti orang lain
Cermatilah penggalan berikut!
Ketika Danurejo II datang kepadanya, dia menyambut dengan bahasa Melayu yang fasih, sementara pejabat keraton Yogyakarta yang merupakan musuh dalam selimut dari Sultan Hamengku Buwono II ini lebih suka bercakap bahasa Jawa."Sugeng': kata Danurejo II, menundukkan kepala dengan badan yang nyaris bengkok seperti udang rebus.
Makna peribahasa musuh dalam selimut adalah….
berpura-pura baik
suka berbohong
orang yang banyak janjinya
sesuatu yang tidak terbuka
orang dekat yang berkhianat diam-diam
Berikut adalah sumber yang bisa dijadikan dasar dalam menulis teks cerita sejarah pribadi, kecuali….
Biografi
Biodata
Peristiwa sejarah
Ulasan tokoh
Riwayat hidup
Berikut yang bukan langkah-langkah dalam menyusun teks cerita sejarah adalah….
Menyusun tema
Membuat kerangka
Mencari ide pokok
Mencari literature
Mengembangkan teks
Bacalah kalimat-kalimat berikut.
(1) Hampir 100 kepala negara menghadiri upacara penghormatan resmi yang berlangsung di bawah guyuran hujan deras di Stadion FNB, Soweto, Afsel, 10 Desember 2013.
(2) Dua pemimpin negara yang bermusuhan sejak era Perang Dingin itu bersalaman kemudian bersapa sambil tersenyum.
(3) Para pemimpin yang selama ini berbeda pendapat, berseberangan, atau bahkan telah bermusuhan selama puluhan tahun berada di panggung yang sama untuk memberikan penghormatan kepada Mandela.
(4) Tidak terkecuali Presiden AS, Barack Obama, dan Presiden Kuba, Raul Castro.
Urutan kalimat yang tepat sehingga membentuk teks cerita sejarah yang runtut adalah ... .
1-2-3-4
2-3-4-1
2-4-3-1
1-3-4-2
3-4-1-2
Cermati penggalan teks novel sejarah berikut!
Kala itu tahun 1309, Segenap rakyat berkumpul di alun-alun Kerajaan Majapahit. Semua berdoa, apapun warna agamanya, apakah Siwa, Buddha, maupun Hindu. Semua arah perhatian ditujukan dalam satu pandang, ke Purawaktra yang tidak dijaga terlampau ketat.
Kutipan tersebut termasuk bagian struktur …
orientasi
pengungkapan peristiwa
abstraksi
menuju konflik
resolusi
