Font size
WorksheetsLITERASI AKM KELAS 11
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Apa yang disimpulkan dari informasi tersebut?
Jumlah kematian didominasi oleh WNA
Jumlah orang yang sembuh adalah dua kali lipat dari kasus aktif
Mematuhi protokol kesehatan yang diberikan dapat meminimalisasi tingkat kematian
Jika Anda berencana mudik, sebaiknya Anda disiplin mematuhi standar kesehatan yang diberikan.
semua jawaban benar
Waspada Pandemi Influenza, Kemenkes Simulasi SiagaIndonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati, namun ditelisik sebagai pusat pandemi atau terpapar kasus pandemi impor dari luar negeri. Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 untuk meningkatkan kapasitas negara dalam melakukan deteksi, verifikasi, pelaporan dan tanggapan terhadap Keadaan Kesehatan Masyarakat Kepedulian Internasional (PHEIC) yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemitraan negara untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza. “Simulasi ini dilakukan untuk menguji kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi. Dalam kondisi pandemi, kita semua harus siap siaga,” terang Menkes RI Prof Nila Moeloek di tengah simulasi yang dilaksanakan di aerea Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-20 September 2017 ini, diakuinya membutuhkan intergritas sektoral, mulai dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan berbagai unsur publik yang sangat penting. Seperti badan kesehatan dunia WHO, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, dan TNI. Simulasi episenter pandemi influenza terutama untuk mengatasi beberapa jenis virus seperti H5N1 dan H7N9 layak dilakukan karena peta situasi flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis di sebagian besar pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. Sebelumnya, simulasi serupa dilakukan pada tahun 2008 di Jembrana, Bali dan berlanjut pada tahun 2009 di Makasar, Selawesi Selatan. Pilihan simulasi pandemi ketiga ini dipilih di Tangsel, Banten karena kepadatan distribusi unggas di Jawa Barat dan Banten juga merembet ke DKI Jakarta yang rentan terhadap kasus potensial pandemi impor internasional karena menerima lebih dari 3 juta unggas/bulan dari berbagai sumber. Fakta Flu Burung dan Simulasi Pandemi Surveilans AI (Avian Influenza) baru-baru ini pada unggas di Indonesia mendeteksi dua klade Avian Influenza A (H5N1) yang beredar pada unggas (klade 2.3.2.1 dan klade 2.1.3). Hingga saat ini, 199 kasus manusia dengan 84% CFR telah dilaporkan dari 15 provinsi se-Indonesia. Simulasi kali ini fokus pada pemantauan potensi AH7N9 yang harus diantisipasi. Dalam simulasi, Wali Kota Tengerang Selatan Airin Rachmi Diany menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam terkait terdeteksinya beberapa kasus tambahan yang positif Influenza A H7N9, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Tangsel menetapkan kondisi kejadian luar biasa (KLB) Influenza A H7N9 sebagai Darurat Bencana (Siaga Darurat) untuk masa 2 minggu (2 kali masa inkubasi). Berdasarkan analisis risiko penyakit didapatkan sinyal epidemologi bahwa virus Influenza A H7N9 menular antarmanusia di Kelurahan Setu. Hal ini didasarkan atas temuan satu kasus cluster positif H7N9 dan kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas. Kasus kluster ata nama A (L. 45 tahun), B (L, 11 tahun), dan T (P, 9 tahun), sementara dua kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas, atas nama A (L, 40 tahun) dan B (L, 36 tahun). Seluruhnya saat ini mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Satu pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan sesuai SOP. Hasil evaluasi tim gerak cepat (TGC) Tangsel membuat pihak terkait mengaktifkan Sistem Komando Penanggulangan Darurat Bencana (SKPDB) untuk melakukan penanggulangan seperlunya yang meliputi isolasi kasus, survelians aktif, pelacakan kasus, karantina rumah, pendirian posko penanggulangan tanggap darurat. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Jalo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksmili (021) 5223002, 52921669, dan email kontak @kemenkes.go.id. *Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat* drg.Oscar Primadi, MPH
Menurut teks tersebut, dapatkah penyakit flu burung menular tanpa ada kontak dengan unggas?
(a)
Waspada Pandemi Influenza, Kemenkes Simulasi Siaga
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keanekaragaman hayati, namun ditelisik sebagai pusat pandemi atau terpapar kasus pandemi impor dari luar negeri. Sebagai komponen kesehatan masyarakat, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan wajib menanggapi keadaan darurat kesehatan masyarakat dan ancaman pandemi. Hal ini sejalan dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) 2005 untuk meningkatkan kapasitas negara dalam melakukan deteksi, verifikasi, pelaporan dan tanggapan terhadap Keadaan Kesehatan Masyarakat Kepedulian Internasional (PHEIC) yang menekankan peningkatan kapasitas dan kemitraan negara untuk memperbaiki kesiapsiagaan menghadapi pandemi influenza. “Simulasi ini dilakukan untuk menguji kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi. Dalam kondisi pandemi, kita semua harus siap siaga,” terang Menkes RI Prof Nila Moeloek di tengah simulasi yang dilaksanakan di aerea Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 19-20 September 2017 ini, diakuinya membutuhkan intergritas sektoral, mulai dari kementerian dan lembaga, dunia usaha, dan berbagai unsur publik yang sangat penting. Seperti badan kesehatan dunia WHO, Kemenkes, BNPB, Kementerian Pertanian, Kementerian Kominfo, dan TNI. Simulasi episenter pandemi influenza terutama untuk mengatasi beberapa jenis virus seperti H5N1 dan H7N9 layak dilakukan karena peta situasi flu burung pada manusia di Indonesia bersifat endemis di sebagian besar pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara. Sebelumnya, simulasi serupa dilakukan pada tahun 2008 di Jembrana, Bali dan berlanjut pada tahun 2009 di Makasar, Selawesi Selatan. Pilihan simulasi pandemi ketiga ini dipilih di Tangsel, Banten karena kepadatan distribusi unggas di Jawa Barat dan Banten juga merembet ke DKI Jakarta yang rentan terhadap kasus potensial pandemi impor internasional karena menerima lebih dari 3 juta unggas/bulan dari berbagai sumber. Fakta Flu Burung dan Simulasi Pandemi Surveilans AI (Avian Influenza) baru-baru ini pada unggas di Indonesia mendeteksi dua klade Avian Influenza A (H5N1) yang beredar pada unggas (klade 2.3.2.1 dan klade 2.1.3). Hingga saat ini, 199 kasus manusia dengan 84% CFR telah dilaporkan dari 15 provinsi se-Indonesia. Simulasi kali ini fokus pada pemantauan potensi AH7N9 yang harus diantisipasi. Dalam simulasi, Wali Kota Tengerang Selatan Airin Rachmi Diany menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Non Alam terkait terdeteksinya beberapa kasus tambahan yang positif Influenza A H7N9, setelah sebelumnya Pemerintah Kota Tangsel menetapkan kondisi kejadian luar biasa (KLB) Influenza A H7N9 sebagai Darurat Bencana (Siaga Darurat) untuk masa 2 minggu (2 kali masa inkubasi). Berdasarkan analisis risiko penyakit didapatkan sinyal epidemologi bahwa virus Influenza A H7N9 menular antarmanusia di Kelurahan Setu. Hal ini didasarkan atas temuan satu kasus cluster positif H7N9 dan kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas. Kasus kluster ata nama A (L. 45 tahun), B (L, 11 tahun), dan T (P, 9 tahun), sementara dua kasus tambahan tanpa riwayat kontak dengan unggas, atas nama A (L, 40 tahun) dan B (L, 36 tahun). Seluruhnya saat ini mendapat perawatan di ruang isolasi RSUD Kabupaten Tangerang. Satu pasien dinyatakan meninggal dan telah dimakamkan sesuai SOP. Hasil evaluasi tim gerak cepat (TGC) Tangsel membuat pihak terkait mengaktifkan Sistem Komando Penanggulangan Darurat Bencana (SKPDB) untuk melakukan penanggulangan seperlunya yang meliputi isolasi kasus, survelians aktif, pelacakan kasus, karantina rumah, pendirian posko penanggulangan tanggap darurat. Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Jalo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksmili (021) 5223002, 52921669, dan email kontak @kemenkes.go.id. *Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat* drg.Oscar Primadi, MPH
Informasi manakah yang tidak terdapat pada wacana tersebut?
Lokasi diadakannya simulasi pandemi
Tujuan diadakannya simulasi pandemi
Biaya diadakannya simulasi pandemi
Waktu diadakannya simulasi pandemi
semua jawaban benar
Bacalah dengan cermat teks berikut. Laju deforestasi di Bumi antara 2014 dan 2016 mencapai 20 persen lebih cepat dibandingkan etimbang dekade silam. Artinya dunia kehilangan tutupan hutan hampir seluas pulau Jawa setiap tahunnya. Temuan ini didapat antara lain melalui analisis citra satelit. Meski upaya menghentikan deforestasi telah berlangsung selama beberapa dekade, sejak tahun 2000 hampir 10 persen hutan alami mengalami fragmentasi, degradasi atau ditebang. Laju kerusakan hutan pada 17 tahun pertama abad ini mencapai 200 kilometer persegi setiap hari. "Degradasi hutan alami mewakili tragedi global, di mana kita secara sistematis menghancurkan pondasi penting untuk stabilitas iklim," kata Frances Seymour, peneliti World Research Institute (WRI) yang ikut terlibat dalam studi tersebut. Hutan adalah satu-satunya infrastruktur paling aman, alami, terjangkau dan sudah terbukti buat menangkap dan menyimpan karbondioksida," imbuhnya. Temuan ini diumumkan ketika Program Pembangunan PBB (UNDP) dan lima organisasi konservasi lain meluncurkan rencana lima tahun, Nature4Climate, yang membidik pengelolaan penggunaan lahan yang lebih baik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. "37 persen dari jumlah yang dibutuhkan untuk mempertahankan kenaikan suhu di bawah dua derajat Celsius, bisa disediakan oleh pengelolaan lahan yang baik," kata Andrew Steer, Direktur WRI.
( Sumber: Kompas.com )
Simpulan dari wacana di atas adalah ... .
penelitian untuk mengatasi deforetasi hutan
upaya mengembalikan lanscap hutan alam
dampak kerusakan hutan bagi alam
deforestasi bumi
persentasi degradasi hutan per tahun
Bupati Aceh Besar mengatakan, pihaknya akan segera mengkaji penerapan Sistem Pendidikan Terpadu untuk semua jenjang pendidikan di Aceh Besar dan diharapkan bisa dilaksanakan secepatnya. Harapan itu dikemukakan Mawardi Ali di depan sekitar 500-an guru dan kepala sekolah se-Aceh Besar di Auditorium SMK Almubarkeya, Aceh Besar, Sabtu (23/6/2018). “Kita harus berani bersikap untuk kemajuan pendidikan Aceh Besar ke depan,” tegasnya. Hadir pada kegiatan itu Wakil Bupati Aceh Tgk H. Husaini A Wahab, Ketua MPD Aceh Besar Prof. Dr. Musanif, dan Plt Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Fata Muhammad, S.Pd., M.M. Dalam pertemuan dengan jajaran pendidikan, Mawardi menambahkan, masa depan Aceh Besar sangat tergantung dari keberhasilan pendidikan hari ini.
( S u m b e r : h t t p : / / a c e h .t rib u n n e w s . c o m / 2 0 1 8 / 0 6 / 2 4 / a c e h - besar - siapkan sistem - pendidikan - terpadu
Tentukan ide pokok wacana berikut
masa depan Aceh Besar sangat tergantung dari keberhasilan pendidikan hari ini
pentingnya penerapan Sistem Pendidikan Terpadu untuk semua jenjang pendidikan
pembiasaan Harapan Bupati Aceh Besar terhadap penerapan Sistem Pendidikan Terpadu
pertemuan Kebijakan Pendidikan Bupati Aceh Besar dengan sekitar 500-an guru dan kepala sekolah se-Aceh Besar
kebijakan pendidikan inovatif Bupati Aceh Besar dalam bidang pendidikan
Di sebuah desa yang damai hiduplah sepasang saudara kembar yang bernama Niko dan Arko. Keduanya memiliki kemampuan istimewa ya itu ilmu sihir. Namun, sifat keduanya sangat jauh berbeda, Niko memiliki sifat yang sangat sombong dan kasar. Sedangkan Arko mempunyai sifat yang baik dan juga penyabar. Arko merupakan kakak dari Niko, selalu melarang adiknya untuk menunjukkan kemampuannya pada teman-teman. Namun, karena ia memiliki kemampuan yang lebih besar dari pada sang kakak, Niko pun semakin menjadi-jadi. la mengubah semua benda di rumahnya menjadi batu. Bahkan ia juga mengubah hewan peliharaan orang tuanya menjadi batu.
Sering kali Arko menasihatinya namun, la tak pernah mendengarkan nasihat dari kakaknya tersebut. Terdapat satu benda di rumahnya yang belum ia ubah menjadi batu yaitu cermin. la mencoba membacakan antara di depan cermin untuk mengubahnya menjadi batu.
Akan tetapi, yang terjadi adalah mantra tersebut berbalik ke arahnya dan ia pun menjadi batu. Arko sangat kebingungan dan mengun jungi guru sihir hebat untuk mengubah kembali sang adik. Namun, penyihir tersebut tidak bisa mengubahnya karena, mantra itu bersifat abadi.
Dan yang bisa mengubahnya hanyalah orang yang membacakan mantra untuk mengubah benda menjadi batu atau Niko sendiri. Pada Akhirnya, Niko pun menyesal karena telah menyalahgunakan sihirnya dan tidak dapat kem bali ke wujud aslinya.
(Sumber: https://moondoggiesmusic.com/con toh-cerita-fantasi/#gsc.tab=0)
Kesamaan dari tokoh Arka dan Niko adalah (a)
Bunga bangkai merupakan salah satu tanaman langka yang terdapat di Indonesia. la memiliki nama lain, yaitu Rafflesia Arnoldy. Ukurannya sangat besar dan dapat menjulang tinggi hingga empat meter.
Tanaman ini dinamakan bunga bangkai karena ia mengeluarkan bau busuk yang amat menyengat. Meski begitu bau ini memiliki dua peran yang sangat penting yaitu sebagai perlindungan dan penarik perhatian serangga yang membantu proses penyerbukan.
Saat mekar, kelopak luar dari bunga ini terlihat berwarna putih, sedangkan bagian mahko tanya berwarna merah keunguan serupa magenta. Meski fisiknya terlihat besar kokoh, tapi masa hidupnya hanya tujuh hari sebelum kemudian mati.
Habitat asli bunga bangkai adalah di hutan Sumatera. Namun karena terancam punah, ia mulai dikonservasi di banyak tempat. Salah satunya adalah di Taman Hutan Raya Ir. Djuanda yang terletak di Bandung, Jawa Barat,
Penebangan liar dan perubahan iklim adalah beberapa faktor yang menyebabkan bunga bangkai menjadi langka dan sangat sulit ditemukan.
(sumber: https://notepam.com/contoh-teks- laporan-hasil-observasi/)
Berikut ini merupakan perlakuan yang tidak tepat terhadap bunga bangkai yaitu....
Melindunginya
Menyimpan dalam jangka waktu 2 minggu
mengenakan masker saat mendekati bunga bangkai
mengembangkan di tempat yang luas dan tidak beratap
mendekatnya dengan serangga
'Perempuan – perempuan perkasa' karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa..
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
kerja keras
Hemat.
Rajin
Santai
'Perempuan – perempuan perkasa' karya Hartoyo Andangjaya, 1963
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja..
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
Simpulan apa yang kamu dapat mengenai perempuan dalam puisi tersebut?
(a)
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Apa yang membuat Aldo kecewa?
Aldo tidak memiliki skill (keterampilan) sebagai penyerang.
Sekolah sepak bola Aldo tidak membutuhkan pemain penyerang.
Ia sudah rajin berlatih, namun seringkali tidak dipilih untuk bertanding oleh pelatih.
Aldo ingin menjadi pemain penyerang, namun pelatih menjadikannya pemain belakang.
Harus Bisa
Aldo masuk sekolah sepak bola Mitra Naga. Dia rajin berlatih karena ingin menjadi pemain penyerang. Aldo selalu bersemangat setiap latihan. Dia berlatih menggiring bola, berlari kencang, dan merebut bola. Aldo paling jago merebut bola dibandingkan teman-temannya.
Sayangnya, saat pertandingan, pelatih menunjuk Aldo menjadi pemain belakang. Aldo sangat kecewa.
Saat pertandingan berlangsung, Aldo terus menendang bola hingga ke depan gawang. Aldo melewati teman satu timnya yang berjaga di depan. Aldo tidak mengikuti arahan pelatih yang meminta Aldo mengoper bola. Akibatnya, saat pemain lawan menerobos, tidak ada yang menjaga bagian belakang. Tim lawan berhasil menciptakan gol. Teman-teman kesal pada Aldo. Pelatih menyuruh Aldo menjaga posnya.
Babak kedua berlangsung. Aldo menjaga posnya, di bagian belakang. Bola dioper dari satu pemain ke pemain lainnya, hingga mendarat di kaki Aldo. Teman satu tim Aldo yang berjaga di pos depan dihalangi tim lawan. Aldo ingin menggiring bola ke arah gawang lawan, tetapi dia pemain belakang.
Pelatih kebingungan. Dia lalu berteriak menyuruh Aldo untuk terus menggiring bola ke depan.
Aldo terus berlari menggiring bola. Dia melewati tim lawan yang berusaha merebut bola. Aldo melakukan tendangan kencang hingga bola meluncur ke gawang lawan. Aldo menciptakan satu gol, jadi pertandingan berakhir seri. Sekarang Aldo mengerti, permainan sepak bola adalah permainan tim. Semua posisi penting. Mereka harus bekerja sama untuk menciptakan gol.
(Sumber: https://reader.letsreadasia.org/book/56767820-f318-49d8-b88c-1422466469d5?uiLang=BAHASA&lId=6260074016145408&mId=597d8598-c29c-40d5-b9ea-9826fe924fc3)
Siapa saja tokoh dalam cerita "Harus Bisa" ?
(a)
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Simak cuplikan dari Buku Laskar Pelangi, yang ditulis oleh Andrea Hirata.
... Dapat dikatakan tak jarang Lintang mempertaruhkan nyawa demi menempuh pendidikan, namun tak sehari pun ia pernah bolos. Delapan puluh kilometer pulang pergi ditempuhnya dengan sepeda setiap hari. Tak pernah mengeluh. Jika kegiatan sekolah berlangsung sampai sore, ia akan tiba malam hari di rumahnya. Sering aku merasa ngeri membayangkan perjalanannya.
Kesulitan itu belum termasuk jalan yang tergenang air, ban sepeda yang bocor, dan musim hujan berkepanjangan dengan petir yang menyambar-nyambar. Suatu hari rantai sepedanya putus dan tak bisa disambung lagi karena sudah terlalu pendek sebab terlalu sering putus, tapi ia tak menyerah. Dituntunnya sepeda itu puluhan kilometer, dan sampai di sekolah kami sudah bersiap-siap akan pulang. Saat itu adalah pelajaran seni suara dan dia begitu bahagia karena masih sempat menyanyikan lagu Padamu Negeri di depan kelas. Kami termenung mendengarkan ia bernyanyi dengan sepenuh jiwa, tak tampak kelelahan di matanya yang berbinar jenaka. Setelah itu ia pulang dengan menuntun sepedanya lagi sejauh empat puluh kilometer.
Pada musim hujan lebat yang bisa mengubah jalan menjadi sungai, menggenangi daratan dengan air setinggi dada, membuat guruh dan halilintar membabat pohon kelapa hingga tumbang bergelimpangan terbelah dua, pada musim panas yang begitu terik hingga alam memuai ingin meledak, pada musim badai yang membuat hasil laut nihil hingga berbulan-bulan semua orang tak punya uang sepeser pun, pada musim buaya berkembang biak sehingga mereka menjadi semakin ganas, pada musim angin barat puting beliung, pada musim demam, pada musim sampar sehari pun Lintang tak pernah bolos.
HIrata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta: PT Bentang Pustaka.
Mana sajakah pernyataan yang tidak sesuai dengan bacaan?
Setiap hari, Lintang selalu hadir di sekolah.
Ketika rantai sepedanya putus, Lintang kembali ke rumah.
Lintang selalu hadir tepat waktu di sekolah.
Jarak dari rumah Lintang ke sekolah adalah 40 km.
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?
Ingin bersekolah
Ingin bernyanyi
Ingin bekerja
Ingin bertamasya
Tidur yang cukup sangat penting untuk kesehatan. Kurang tidur bisa membuat kita menjadi mudah marah dan tidak fokus dalam belajar. Kurang tidur juga akan membuat kita mudah lupa.
Lingkaran hitam di bawah mata (biasa disebut mata panda) bisa timbul pada orang yang kurang tidur.
Jam tidur manusia berbeda-beda. Anak kecil tidur lebih lama daripada orang dewasa.
Salah satu cara agar tidur pulas adalah dengan mematikan lampu sebelum tidur.
Apa tujuan penulis pada teks tersebut?
Menunjukkan kepada pembaca data rata-rata orang tidur per hari.
Memengaruhi pembaca untuk memiliki waktu tidur yang cukup.
Menjelaskan kepada pembaca cara untuk terhindar dari kurang tidur.
Menginformasikan pembaca pentingnya waktu tidur yang cukup.
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop
mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(Sumber: https://tinewss.com/puisi-gus-mus-di-negeri-amplop/)
---
Dalam puisi tersebut, terdapat banyak kata "amplop" yang digunakan secara berulang. Makna dari kata "amplop" yang dimaksudkan oleh penulis adalah ...
A. amplop pesan
B. Sumbangan
C. Hadiah
D. Surat
E. Uang suap/Uang sogok
potongan puisi dari W.S. Rendra yang berjudul "Sajak Sebatang Lisong"
...
Matahari terbit.
Fajar tiba.
Dan aku melihat delapan juta kanak-kanak
tanpa pendidikan.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
Delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
Menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiun.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun;
mesti di-up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
Gunung-gunung menjulang.
Langit pesta warna di dalam senjakala
Dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
Aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
Bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon,
Berjuta-juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Inilah sajakku
Pamplet masa darurat.
Apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
Apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan.
(Disampaikan pada 19 Agustus 1977 di ITB, Bandung.
Sumber: Potret Pembangunan dalam Puisi)
---
Cermati potongan bait puisi berikut!
Kita harus berhenti membeli rumus-rumus asing.
Diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
Kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
Menurutmu, apa maksud larik-larik dalam puisi tersebut?
A. Keputusan untuk mengambil langkah
B. Keinginan untuk terus bertahan
C. Kemauan untuk bekerja keras
D. Keputusasaan terhadap keadaan
Ketidakinginan untuk berubah
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop
mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
(Sumber: https://tinewss.com/puisi-gus-mus-di-negeri-amplop)
---
Apa gagasan yang ingin disampaikan penyair melalui puisi tersebut?
A. Kritik terhadap praktik penggunaan uang sebagai cara
mempermudah proses.
B. Kritik terhadap penguasa yang tidak peka terhadap derita rakyat
C. Protes terhadap aturan yang mengekang masyarakat.
D. Protes mengenai larangan memberikan uang kepada pengemis.
E. Kritik terhadap penguasa yang suka menghambur-hamburkan uang rakyat
Ramin Tak Kunjung Pulang
Ramin nyaris menjerit, tangannya tertumbuk dahan hanyut saat buru-buru sembunyi di dalam pelukan akar, untung ia segera melihat dahan itu. Hampir ia mengira dahan itu adalah mulut buaya yang siap menelan lengannya.
Teringat lagi ia pada Aco, sejak semusim lalu ia ikut Dadan karena hasil cengkehnya tak bagus, sementara tengkulaknya minta selalu dibayar. Aco tertangkap petugas saat adu mulut di warung nasi lemak lantaran ia mengumpat pada preman yang menutupi jalan.
Hari itu memang perpaduan nasib sial jatuh di hadapan Aco. Umpatannya didengar preman, adu mulut terjadi, dan petugas sedang lewat. Apes. Aco lalu dibawa petugas, digiring bagai ternak ke tengah lapangan, dipukuli dengan bengis saat mencoba kabur, ditanyai macam-macam, didenda hingga ia tak sanggup bayar, diambil hasil kerjanya satu musim, dideportasi, pulang ke rumah dengan tangan hampa, ditunggu tengkulak pula. Bah! Hilang sudah satu kebun cengkeh dirundung sial.
Gara-gara Aco juga, petugas kini memburu Ramin dan Dadan. Ternyata Dadan memang sudah dicari-cari petugas karena beberapa kali memasukkan tenaga kerja tanpa izin. Ramin memang tak berpikir panjang saat berangkat kerja dengan Dadan, yang penting ia bisa membawa pulang uang untuk menikahkan anaknya, buat pengobatan sakit gula ayahnya, dan sisanya bisa ia belikan mesin cuci yang saban hari diminta istrinya.
Ramin tak mau nasib nahas Aco terjadi pada dirinya. Wajah sumringah anak gadisnya sudah terbayang girang menyambutnya dengan ransel penuh uang.
Bunyi langkah mendekat, pelan, Ramin membeku, sekuat-kuatnya menahan napas. Baginya lebih baik tak bernapas daripada tertangkap petugas-petugas berwajah garang itu. Bisik-bisik makin kencang. Ramin memutar otak. Kalau mereka melihat rumput-rumput rebah itu, atau kalau ada satu dua orang cukup jitu tebakannya, mungkin mereka bisa yakin kalau pelarian yang mereka kejar bersembunyi di antara akar pohon.
(Karya: Lina PW, Kompas, 8 Desember 2019)
Dari konteks cerita tersebut, kejadian apa yang paling minimal harus ditambahkan penulis untuk melengkapi cerita tersebut?
A. Pengenalan situasi cerita
B. Penyelesaian konflik
C. Peningkatan masalah
D. Munculnya konflik
E. Puncak konflik
Lilin
Kecil dalam Sinar Kegelapan
Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku
Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti
Tatkala malam datang membawa kegelapan,
Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih
Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta
Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu
Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi
Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya
Perlahan sinarmu redup
Dan pergi meninggalkanku dalam gelap
Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu
Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu
Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu
Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka
Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu
Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku
Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri
Lilin kecilku,
Kurindu akan sinar kedamaianmu
(Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011)
Mengapa penulis menganggap bahwa lilin kecil itu sangat berarti?
A. Sinar lilin itu
tidak banyak.
B. Lilin itu membawa harapan.
C. Kehadiran lilin itu dapat meruntuhkan cemara.
D. Langkah lilin itu laksana embusan angin.
E. Lilin itu dapat
menerangi dalam kegelapan.
