NEW
Font size
WorksheetsKuis Sejarah Reformasi Birokrasi
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
1. Berikut ini adalah watak birokrasi di era kerajaan, kecuali:
Penguasa menganggap administrasi publik sebagai urusan pribadinya
Tugas pelayanan ditujukan kepada masyarakat
Gaji kepada pegawai kerajaan dari Raja dianggap sebagai anugerah dan karenanya dapat ditarik sewaktu-waktu oleh Raja
Pegawai kerajaan dapat melakukan apapun kepada rakyatnya, sebagaimana Raja
2. Sikap feodalistik aparat birokrasi jaman kerajaan berarti:
Melayani kepentingan masyarakat
Melakukan pekerjaan berorientasi hasil
Melayani kepentingan raja dan keluarganya
Mengambil inisiatif dalam melaksanakan pekerjaan
3. Yang bukan langkah pembaharuan terhadap birokrasi kerajaan oleh pemerintah kolonial Belanda adalah:
Bupati bertanggungjawab langsung kepada asisten residen
Penerapan manajemen keuangan modern dengan memisahkan pengaturan keuangan Kesultanan dengan keuangan Kraton
Menciptakan beberapa jawatan untuk kesejahteraan umum
Pemerintahan lokal diberi kewenangan lebih untuk memberikan pelayanan
4. Meski telah melakukan beberapa pembaharuan, birokrasi di jaman kolonial tetap punya watak yang sama dengan birokrasi kerajaan, dalam hal:
Birokrasi melayani kebutuhan Raja
Pengambilan keputusan pemerintah bersifat top-down
Pegawai birokrasi berasal dari kalangan pribumi
Gaji pegawai diberikan dalam bentuk hak garap tanah
5. Pada masa kolonial, birokrasi disebut sebagai Pangreh Praja, yang berarti fungsi utama birokrasi saat itu ialah:
Memberi mandat pada Raja
Memberi kewenangan kepada penguasa lokal
Memberi perintah pada rakyat
Memberi mandat pada rakyat
6. Alasan pemerintah kolonial tidak merombak total birokrasi kerajaan adalah:
Birokrasi kerajaan memiliki beberapa karakter bagus yang bisa dipertahankan
Birokrasi kerajaan masih dapat berfungsi dengan baik
Birokrasi kerajaan dipertahankan untuk menjaga nilai tradisional
Birokrasi kerajaan dipertahankan oleh untuk menanamkan pengaruh politik pemerintah kolonial kepada elit lokal
7. Yang bukan implikasi dari bertahannya sikap feodalistik aparat birokrasi di jaman kolonial adalah:
Menempatkan diri sebagai penguasa yang harus dilayani
Loyalitas pada pimpinan
Tanggungjawab pada pimpinan
Menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat
8. Sikap feodalistik berdampak pada beberapa etos kerja birokrasi kolonial, kecuali:
Berorientasi pada efisiensi
Berorientasi pada puasnya pimpinan
Berorientasi pada kepatuhan terhadap pimpinan
Berorientasi melayani jika diberi upeti oleh mayarakat
9. Di masa awal pengakuan kemerdekaan (1949) pemerintah punya dilemma dalam upaya pembaharuan birokrasi, yaitu
Antara menerapkan birokrasi modern atau mempertahankan birokrasi tradisional
Antara merekrut tenaga baru yang kurang kompeten atau merekrut bekas pegawai jaman colonial yang kompeten tetapi di cap sebagai pengkhianat
Antara meningkatkan profesionalisme pegawai dengan meningkatkan gaji mereka atau mengalokasikan anggaran gaji pegawai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mayoritas masih miskin
Antara memberi ruang partisipasi kepada public untuk meningkatkan akuntabilitas birokrasi atau meningkatkan control birokrasi untuk mewujudkan pelaksanaan program pembangunan yang efektif
10. Saat Demokrasi Parlementer berlangsung (1950-1959), birokrasi sering terfragmentasi ke dalam faksi-faksi politik yang ada, salah satu akibatnya adalah:
Birokrasi dapat melayani kebutuhan anggota faksi politik masing-masing
Birokrasi makin akuntabel kepada anggota faksi politik mereka
Birokrasi menggunakan afiliasi politik sebagai kriteria utama rekrutmen pegawai
Birokrasi menjadi lebih partisipatif dalam penyelengaraan pelayanan public
11. Berikut adalah program pembaharuan birokrasi pada saat Orde Baru, kecuali:
Birokrasi bertambah gemuk
Birokrasi memegang kendali atas masyarakat
Birokrasi dibantu militer dalam melaksakan programnya
Birokrasi berorientasi melayani publik
12. Pembentukan KORPRI sebagai satu-satunya wadah aspirasi pegawai birokrasi pemerintah pada jaman Suharto dimaksudkan untuk:
Menjaga persatuan pegawai birokrasi
Menjadi alat politik untuk memenangkan GOLKAR
Meningkatkan profesionalisme pegawai
Meningkatkan efektivitas koordinasi pegawai
13. Strategi “korporatisme negara” di jaman Orde Baru menempatkan posisi birokrasi sebagai:
Pengatur sistem perwakilan berdasarkan golongan pekerjaan
Pengatur aktivitas korporasi
Korporasi yang menghasilkan laba
Badan usaha milik negara
14. Tujuan utama reformasi birokrasi pada jaman Orde Baru adalah:
Meningkatkan kualitas pelayanan publik
Meningkatkan profesionalisme pegawai
Meningkatkan akuntabilitas birokrasi
Meningkatkan efektivitas kontrol pemerintah pusat terhadap daerah dan masyarakat untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi
15. Pada masa pasca Orde Baru, berbagai konteks lingkungan eksternal birokrasi berubah signifikan, kecuali:
Demokratisasi
Pengawasan publik kian kuat
Birokrasi lebih responsif
Tuntutan terhadap pelayanan publik yang prima kian massif
16. Beberapa perbaikan kinerja birokrasi di masa Reformasi antara lain:
Kejelasan prosedur untuk memperoleh pelayanan
Keramahan aparat birokrasi dalam melayani masyarakat
Responsifnya aparat birokrasi dalam menanggapi kebutuhan masyarakat
Aparat birokrasi mementingkan pengguna jasa daripada pimpinan
17. Meski telah terjadi beberapa perbaikan kinerja birokrasi, berbagai penyakit akut masih menjangkiti birokrasi publik pasca Suharto, kecuali:
Budaya paternalisme
Struktur organisasi birokrasi yang panjang
Birokrasi sebagai alat akumulasi kekuasaan
Birokrasi sebagai alat kontrol politik terpusat
18. Upaya mengikis budaya paternalisme birokrasi dapat dilakukan dengan cara:
Meningkatkan partisipasi public dalam penyelenggaraan pelayanan public
Meningkatkan anggaran untuk birokrasi
Meningkatkan posisi pegawai di hadapan masyarakat
Meningkatkan posisi pimpinan terhadap bawahannya
19. Selain disebabkan oleh faktor internal, masih bertahannya perilaku aparat birokrasi yang berorientasi ingin dilayani, bukan melayani, disebabkan oleh faktor eksternal birokrasi, yaitu:
Lebih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat umum dibanding aparat birokrasi
Lebih tingginya status sosial aparat birokrasi dibanding masyarakat umum
Lebih rendahnya komitmen masyarakat dalam mengikuti prosedur pelayanan public
Jawaban a dan b benar
20. Dalam alam demokrasi politik, keberhasilan upaya Reformasi birokrasi akan tergantung pada:
Hadirnya kekuatan publik teorganisir dalam mengawal dan mengontrol birokrasi
Hadirnya kekuatan politik dalam mengontrol birokrasi untuk melayani kepentingan konstituennya
Hadirnya kekuatan masyarakat sipil untuk bekerjasama dengan birokrasi
Jawaban a dan b benar
