WorksheetsLATIHAN AKM LITERASI KELAS 11 (1)
Total questions: 15
Worksheet time: 24mins
Olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi di Tiongkok. Pada masa Dinasti Han saat itu, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan ini juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Berdasarkan teks di atas, pernyataan di bawah ini yang tidak benar adalah ......
Sepak bola pertama kali dimulai di Tiongkok
Di Jepang, sepak bola disebut Kemari
Permainan ini mulai digemari di Italia di abad ke-16
Pada masa Dinasti Han, masyarakat menggiring bola karet dengan menendangnya ke jaring kecil
Olahraga sepak bola dimulai pada abad ke-2 dan ke-3 sebelum Masehi
Penculikan Bung Karno dan Bung Hatta membuat suasana Kota Jakarta gempar. Orang bertanya-tanya di mana kedua pemimpin bangsa itu berada. Akhirnya, Wikana memberitahukan Mr Ahmad Subardjo akan keberadaan kedua tokoh nasional itu. Kira-kira pukul 18.00 WIB rombongan Mr Ahmad Subardjo tiba di ReNGASDENGKLOK.
Kata gempar dalam kutipan di atas dapat juga diartikan sebagai…
(a)
Kategorikanlah pernyataan berikut sebagai kalimat “Fakta”!
Kualitas air sekolah yang bersumber dari sumur resapan berwarna kuning dan berbau besi
Begitu melihat hasil karyanya semua murid sangat bahagia
Bahan-bahan untuk alat penjernih air harganya lebih murah dibandingkan filter air di internet
Filter air berharga jutaan tidak mungkin terbeli oleh siswa yang berasal dari keluarga menengah ke bawah
Perempuan-Perempuan Perkasa
karya Hartoyo Andangjaya
Perempuan-perempuan
yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang
dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.
Perempuan-perempuan
yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan
perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
(https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Latar tempat yang disampaikan di dalam bait pertama puisi adalah ….
stasiun dan bukit desa
bukit desa dan pasar kota
pasar kota dan stasiun
stasiun dan gerbang kota
Perempuan-Perempuan Perkasa
karya Hartoyo Andangjaya
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
(https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html
Dari pernyataan-pernyataan berikut, pernyataan manakah yang sesuai dengan informasi yang ada di dalam puisi?
Perempuan-perempuan perkasa adalah ibu-ibu pedagang dari desa yang berjualan ke kota.
Perempuan-perempuan perkasa berangkat dari perbukitan desa menuju ke stasiun di malam hari.
Perempuan-perempuan perkasa berangkat beramai-ramai menuju ke kota.
Perempuan-perempuan perkasa saling berebut tempat di pasar kota.
Keberadaan mereka sangat diperlukan oleh masyarakat.
Perempuan-Perempuan Perkasa
karya Hartoyo Andangjaya
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
(https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Siapakah perempuan-perempuan perkasa yang dimaksud oleh pengarang pada puisi tersebut?
(a)
Perempuan-Perempuan Perkasa
karya Hartoyo Andangjaya
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta,
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.
Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota..
Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.
(https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html)
Jika kamu membaca puisi tersebut, sikap apa yang dapat ditiru dari tokoh dalam puisi tersebut?
(a)
Delapan jam per hari atau 40 jam/minggu (lima hari kerja) telah ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO melalui konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47 tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam per hari sebagai salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan yang bersembunyi di balik hubungan industrial.
Ide pokok yang terdapat dalam kutipan paragraf tersebut adalah…
Konvensi tersebut merupakan pengakuan internasional yang tak langsung.
Sembilan jam per hari ditetapkan menjadi standar perburuhan oleh ILO.
Penetapan 8 jam per hari merupakan ketentuan pokok perburuhan.
Kaum buruh akan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk hidup.
Delapan jam per hari ditetapkan menjadi standar perburuhan oleh ILO.
Berdasarkan poster di atas, tentukan pernyataan di bawah ini sebagai pernyataan yang Salah!
Disarankan bekerja dari rumah
Pembuat poster adalah Indriani suhadi dan Nunung Nurrbati
Menjelaskan jumlah korban covid-19
Terdapat beberapa tips tindakan pencegahan virus covid-19
Terdapat gambar anak berseragam sekolah SD
Mata uang rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia. Kerajaan Mataran lama, Sriwijaya, dan Majapahit telah mengenal dan menggunakan berbagai tipe “uang” yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan penjajah di Indonesia pun, Indonesia telah mengenal berbagai macam mata uang, termasuk sen dan gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk dipergunakan di Hindia Belanda (Indonesia saat itu).
Informasi yang disampaikan oleh kutipan teks tersebut adalah…
Rupiah merupakan mata uang yang digunakan sejak zaman dahulu kala.
Kerajaan Mataram lama, Sriwijaya, dan Majapahit menggunakan mata uang gulden.
Hindia Belanda menggunakan “uang” berupa logam.
Majapahit mengenal berbagai macam tipe uang.
Tiap masa dalam sejarah Indonesia menggunakan jenis alat tukar atau uang yang berbeda-beda.
Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan
Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku
Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti
Tatkala malam datang membawa kegelapan,
Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih
Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta
Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu
Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi
Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya
Perlahan sinarmu redup
Dan pergi meninggalkanku dalam gelap
Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu
Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu
Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu
Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka
Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu
Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku
Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri
Lilin kecilku,
Kurindu akan sinar kedamaianmu
(Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011)
Puisi merupakan karya sastra yang dapat menggambarkan perasaan penulisnya. Manakah dari pernyataan-pernyataan berikut yang menggambarkan perasaan penulis dalam puisi tersebut?
Kesedihan karena kehilangan orang tersayang.
Kegelisahan karena lilin kecil hampir redup.
Kerinduan terhadap kenangan yang indah.
Ketidakmampuan melangkah dalam gelap.
Kesendirian yang menyiksa jiwa dan raga.
Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan
Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku
Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti
Tatkala malam datang membawa kegelapan,
Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih
Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta
Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu
Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi
Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya
Perlahan sinarmu redup
Dan pergi meninggalkanku dalam gelap
Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu
Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu
Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu
Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka
Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu
Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku
Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri
Lilin kecilku,
Kurindu akan sinar kedamaianmu
(Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011)
Bagaimana suasana yang ingin diciptakan oleh Penyair?
(a)
Lilin Kecil dalam Sinar Kegelapan
Seperti lilin kecil ini, kau mampu terangi gelapku
Sinarmu memang tak banyak, tapi itu sangat berarti
Tatkala malam datang membawa kegelapan,
Hadirmu bagai sang malaikat dengan cahaya-cahaya penuh kasih
Menepis lara, mendamaikan hati, dan menyejukkan cinta
Nalarku membahana lagi setiap kali mengartikanmu
Langkahmu laksana embusan angin datang dan pergi
Meruntuhkan daun cemara yang hidup damai di tangkainya
Perlahan sinarmu redup
Dan pergi meninggalkanku dalam gelap
Dengan mata, tapi tak kuasa melihatmu
Sepasang telingaku pun tak mampu mendengar bisikmu
Kini rinduku berujung pada bias-bias bayangmu
Dengan senyuman dan sedikit tawa menambah luka
Seribu sinar pun takkan mampu menggantikanmu
Sejuta kenanganmu kini menyiksa kesendirianku
Dalam gelap, kucoba melangkah sendiri
Lilin kecilku,
Kurindu akan sinar kedamaianmu
(Yayan Hidayat, Banjarmasin, 03 02 2011)
Mengapa penulis menganggap bahwa lilin kecil itu sangat berarti?
Sinar lilin itu tidak banyak.
Lilin itu membawa harapan.
Kehadiran lilin itu dapat meruntuhkan cemara.
Langkah lilin itu laksana embusan angin.
Lilin itu dapat menerangi dalam kegelapan.
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku.
“Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”
“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah.
Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar
didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.
“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Ayah,” kata Ayah.
“Kampung kita akan punya Pandora L.”
“Pandora L? Apa itu, Yah?”
"Maket Pandora L (Pendaur Ulang Limbah Air). Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.
Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)
Manakah hal-hal yang menjadi topik pembicaraan antara tokoh Aku dan Ayah?
Pilih pernyataan berikut sebagai pernyataan yang Benar!
Kekurangan air di musim kemarau.
Alat untuk mengolah air.
Pengadaan biaya untuk pemasangan Pandora.
Penanaman belimbing wuluh.
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku.
“Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”
“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah.
Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar
didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.
“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Ayah,” kata Ayah.
“Kampung kita akan punya Pandora L.”
“Pandora L? Apa itu, Yah?”
"Maket Pandora L (Pendaur Ulang Limbah Air). Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.
Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)
Bandingkan sikap tokoh Aku dan Ayah terhadap situasi yang ada pada cerita tersebut!
Pernyataan manakah yang merujuk ke tokoh “Aku dan Ayah"?
Tokoh yang peduli terhadap lingkungan di tempat tinggal mereka
Tokoh yang memiliki ide untuk mengatasi masalah yang dihadapi
Tokoh yang mengajak orang-orang di sekitar untuk melakukan gerakan perbaikan
Tokoh yang kecewa karena para tetangga enggan diajak menanam pohon
Tokoh yang optimistis bahwa Pandora akan menjadi solusi kurangnya air di musim kemarau
