NEW
Font size
WorksheetsPengenalan TPS dan Mengenal Berhitung
Total questions: 10
Worksheet time: 50secs
Kasus Demam Berdarah Dengue 2019
Beberapa Provinsi yang Terduga DBD Tertinggi*
Pada saat memasuki puncak musim hujan, kewaspadaan menghadapi penyebaran DBD (Demam Berdarah Dengue) perlu ditingkatkan. Saat ini, sejumlah daerah menetapkan KLB (kejadian luar bisaa) penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk itu. Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemkes, Anung Sugihantono, Jumat (18/1/19) di Jakarta, menjelaskan bahwa penetapan DBD sebagai KLB dilakukan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Selain itu, KLB DBD juga ditetapkan di NTT, yakni Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Ende, Timor Tengah Utara, Manggarai Utara, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Ketika ditetapkan sebagai KLB, pemda (pemerintah daerah) bisa memakai semua sumber daya untuk menyelesaikan masalah kesehatan ini karena ada “dana siap pakai” tersedia apabila anggaran kesehatan tercukup.
Menurut data Kemkes sampai Januari 2019, ada 4.798 kasus terduga DBD. Data itu dihimpun dari 10 provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Lampung, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Dari data itu, Jawa Timur memiliki kasus terduga DBD terbanyak, yakni 1.081 kasus, diikuti Jawa Tengah 690 kasus, dan Jawa Barat 541 kasus. “Kasus DBD banyak terjadi di Pulau Jawa karena aksesbilitas terhadap layanan kesehatan mudah”, kata Anung. Selain itu, DBD pun merebak di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Menurut Kepala Subbagian Tata Usaha Suku Dinas Jakarta Selatan, Nuril Astuti, pada Desember 2018 terdapat 93 kasus DBD di Jakarta Selatan.
Untuk mencegah DBD, warga diimbau menaburkan abate di penampungan air dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk. Warga diminta memperhatikan genangan air di sekitar tempat tinggal karena telur nyamuk Aedes aegypti dapat bertahan pada kondisi di perkotaan sekalipun dalam kondisi kering dan menjadi nyamuk bila ada air. Terkait dengan hal itu, warga bisa mengurangi tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat tinggal nyamuk dewasa, seperti tumpukan baju. Selain itu, genangan air bersih di sekitar lokasi rumah perlu rutin dibersihkan.
Berdasarkan grafik tersebut, pernyataan manakah berikut ini yang paling benar?
Kasus demam berdarah dengue tahun 2019 di luar Pulau Jawa terendah terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur
Pada tahun 2019, kasus demam berdarah dengue di Jawa Timur hampir dua kali lipat dari kasus yang terdapat di Jawa Barat
Kasus demam berdarah dengue tahun 2019 di Jawa Tengah lebih dari tiga kali jumlah kasus yang terdapat di Kalimantan Selatan
Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur memperlihatkan perkembangan kasus DBD yang relative sama
Jumlah kasus DBD di Lampung dan Nusa Tenggara Timur sama dengan jumlah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur
Manakah pernyataan yang benar?
38×25>338×4121
1613×5198>132×7117
25×73<215×415
326×394<314×428
366×551>125×3528
(1) Selama dua tahun terakhir, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional meneliti kawasan Leihitu atau Hitu yang berada di bagian utara Propinsi Maluku. (2) Hal yang menarik dari temuan mereka adalah banyak sisa pemukiman kuno ditemukan di tempat ketinggian 100-200 meter di atas permukaan laut. (3) Sementara sisa hunian kuno tidak ditemukan di pinggir pantai bagain bawah. (4) Berdasarkan hasil ekskavasi di Situs Tumo yang berlokasi beberapa ratus meter di atas Pelabuhan Hitu Lama, hunian di Tanah Hitu sudah tampak sejak abad ke-7. (5) Pemilihan tampat hunian di daerah yang agak tinggi kemungkinan besar disebabkan pengalaman masyarakat setempat menghadapi gempa bumi dan tsunami berulang kali. (6) Kearifan lokal yang berjalan turuntemurun dilanggar oleh kepentingan ekonomi perdagangan rempah di Maluku. (7) Setelah VOC (Kongsi Dagang Hindia Timur Belanda) masuk ke wilayah Maluku pada abad ke-17, Belanda menyuruh masyarakat lokal berdiam di bawah agar mudah dikontrol. (8) Menurut catatan naturalis Georg Everhard Rumphius, gempa dahsyat disertai dengan tsunami besar melanda Pulau Ambon dan Seram pada 17 Februari 1674. (9) Tsunami setinggi tiga meter menghantam Hitu yang penuh dengan permukiman orang Belanda. (10) Sebanyak 36 orang dilaporkan tewas. (11) Sementara itu, dari korban jiwa akibat bencana itu di seluruh Pulau Ambon dan Setam mencapai 2.322 jiwa. (12) Belajar dari kearifan lokal leluhur, masyarakat Hitu “membaca” tanda-tanda alam, khususnya bencana tsunami. (13) Seperti halnya di Hitu, di Pulau Sumeulue, Aceh, – sebagai pembanding – terdapat tradisi smong yang memperingatkan masyarakat untuk berlari ke atas bukit, bukan ke laut, saat terjadi gempa besar. (14) Jelas terlihat bahwa dengan mengenali gejala alam, sebagian besar mesyarakat selamat. (15) Lagi-lagi, inilah sebuah kearifan lokal para leluhur orang Hitu di Maluku Tengah.
Kata mereka pada kalimat (2) merujuk pada …
Pengurus Pusat Arkeologi Nasional
Warga di kawasan Leitu atau Hitu
Orang-orang yang terlibat dalam penelitian
Para peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional
Masyarakat yang melakukan ekskavasi di Situs Tomu
(1) Manusia, untuk tetap dapat melangsungkan kehidupannya, selalu bergantung pada lingkungan alam dan fisik tempatnya hidup. (2) Hubungan manusia dengan lingkungan fisik dan alamnya itu tidaklah semata-mata terwujud sebagai hubungan ketergantungan manusia dengan lingkungannya, melainkan juga terwujud sebagai suatu hubungan yang saling memengaruhi dan mengubah lingkungannya. (3) Dengan kata lain, manusia juga turut menciptakan corak dan bentuk lingkungannya. (4) Manusia, dari satu segi, menjadi dari bagian lingkungan fisik dan alam tempatnya hidup; dari segi yang lain, lingkungan alam dan fisik tempatnya hidup adalah bagian dari dirinya. (5) Kerangka landasan yang menciptakan dan membuat manusia bergantung pada lingkungannya adalah kebudayaan. (6) Dengan begitu, manusia, kebudayaan, dan lingkungan merupakan tiga factor yang saling menjalin secara integral. (7) Pandangan ini mengisyaratkan perlunya hubungan timbal balik yang serasi dan harmonis antara manusia dan lingkungan. (8) Dengan demikian, suatu jenis makhluk hidup akan dapat mempertahankan kelangsungan eksistensinya sepanjang ia merasa sebagai bagian integral dari lingkungan hidupnya serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. (9) Lingkungan tempat manusia hidup, di antaranya, juga mencakup lingkungan sosiobudaya.
Simpulan isi teks tersebut adalah …
Sebagai makhluk sosiobudaya, manusia dibentuk oleh lingkungannya sehingga memerlukan kebudayaan
Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia dibentuk oleh dan membentuk perilaku manusia dalam hubungan dengan lingkungan hidupnya
Perubahan lingkungan hidup bergantung pada perilaku manusia dalam membentuk budaya untuk memenuhi tuntutan hidupnya
Dalam mengatur dan mengubah lingkungannya, manusia sangat bergantung pada kebudayaan yang dimiliki
Kebudayaan yang dimiliki oleh manusia berkembang secara dinamis sesuai dengan perkembangan pengetahuan manusia dan lingkungannya
Jika abc = 6 dengan a, b, dan c adalah bilangan bulat positif yang berbeda, manakah pernyataan di bawah ini yang benar?
(1) a + b + c < 7
(2) a + b + c = 6
(3) ab – c < 10
(4) a, b, dan c bilangan genap
(1), (2), dan (3) SAJA yang benar
(1) dan (3) SAJA yang benar
(2) dan (4) SAJA yang benar
HANYA (4) yang benar
SEMUA pilihan benar
Titik manakah yang melalui persamaan 2x – 3y = 4 ?
(1), (2), dan (3) SAJA yang benar
(1) dan (3) SAJA yang benar
(2) dan (4) SAJA yang benar
HANYA (4) yang benar
SEMUA pilihan benar
When a big earthquake hits, it can be devastating – entire cities can be leveled, not to mention the loss of human lives. So what is going on when the ground starts shaking beneath our feet? To find out we need to go deep underground. At the centre of our planet – around 5,000 to 6,000 kilometres beneath the surface – is an extremely hot, solid core, made mostly of iron and dpossibly nickel surrounded by a molten outer core (also thought to be made of mostly iron and some nickel). But unlike a smooth eggshell that you may imagine, the Earth’s crust its not a single, unbroken layer. Rather, it’s made of sections called tectonic plates that sit on top of the slowly flowing and moving mantle. These plates do not stay still: over time, they migrate around the planet, sometimes grinding against each other, or pushing into each other to build mountain ranges. In other places where plates are moving towards each other, one plate is forced underneath another plate. The results are known as subduction zones, and the world’s largest earthquakes occur in these regions. With all this dynamic movement constantly taking place all over the planet, big plates of rock moving around and bumping against each other, it’s no wonder that sometimes of gets a little unstable. As the plates move relative to each other, huge amounts of stress can build up over long periods of time. Eventually there comes a point when all the accumulated stress is suddenly released: rocks break and huge sections of crust are cracked and displaced. These movements result in waves of energy called seismic waves that radiate out in all directions. The waves travel into the interior of the planet and towards Earth’s surface. All this activity takes place deep within Earth, making it the difficult to monitor and, therefore, difficult to predict when a future earthquake might occur.
The paragraf following the passage will likely contain information about …
how earthquakes become predictable because of the seismic waves
scientists’ effort to make future earthquake could be predicated through some research
the diffculty of monitoring future earthquakes because of volcanic eruption
people’s suffering due to the intensive occurrence of earthquakes
future prediction of earthquake will be easily done owing to sophisticated technology
When a big earthquake hits, it can be devastating – entire cities can be leveled, not to mention the loss of human lives. So what is going on when the ground starts shaking beneath our feet? To find out we need to go deep underground. At the centre of our planet – around 5,000 to 6,000 kilometres beneath the surface – is an extremely hot, solid core, made mostly of iron and dpossibly nickel surrounded by a molten outer core (also thought to be made of mostly iron and some nickel). But unlike a smooth eggshell that you may imagine, the Earth’s crust its not a single, unbroken layer. Rather, it’s made of sections called tectonic plates that sit on top of the slowly flowing and moving mantle. These plates do not stay still: over time, they migrate around the planet, sometimes grinding against each other, or pushing into each other to build mountain ranges. In other places where plates are moving towards each other, one plate is forced underneath another plate. The results are known as subduction zones, and the world’s largest earthquakes occur in these regions. With all this dynamic movement constantly taking place all over the planet, big plates of rock moving around and bumping against each other, it’s no wonder that sometimes of gets a little unstable. As the plates move relative to each other, huge amounts of stress can build up over long periods of time. Eventually there comes a point when all the accumulated stress is suddenly released: rocks break and huge sections of crust are cracked and displaced. These movements result in waves of energy called seismic waves that radiate out in all directions. The waves travel into the interior of the planet and towards Earth’s surface. All this activity takes place deep within Earth, making it the difficult to monitor and, therefore, difficult to predict when a future earthquake might occur.
From the last paragraf we can conclude that …
people’s activities accelerate the existence of tectonic earthquake
earthquake happens due to the inability plates to hold the accumulated stress
seismic tides cause the movement of plates leading to the birth of tsunami
scientists’ incapability of conducting some research induce the unpredictability of earthquake occurent
since the plates move constantly to each other, huge amount of stress can build up which at length leads to seismic waves
Dari daerah mana pemenang kuis pada minggu kemarin ?
Bali
Jakarta
Papua
Bogor
Bandung
Hadiah apa yang didapatkan jika memenangkan kuis tersebut ?
Jaket
Laptop
Uang
Baju
Pulpen
