WorksheetsCh-6 Penentuan Sampel Audit
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Name
Class
Date
1.
Dalam pelaksanaan pengujian audit auditor dapat menggunakan metode :
a)
metode statistik
b)
metode Non statistik
c)
Metode Kuantitatif
d)
Metode Kualitatif
e)
Metode semi kualitatif
2.
Kedua metode dalam penentuan sampel memerlukan pertimbangan (judgement) auditor dalam :
a)
perencanaan audit operasional
b)
pelaksanaan audit operasional
c)
evaluasi hasil-hasil audit operasional
d)
personel/auditornya
e)
semua jawaban benar
3.
Perbedaan utama antara kedua metode tersebut bahwa dalam penentuan sampel :
a)
Metode Kuantitatif
b)
secara statitik digunakan hukum probabilitas untuk pengendalian risiko sampel.
c)
perencanaan audit operasional
d)
pelaksanaan audit operasional
e)
evaluasi hasil-hasil audit operasional
4.
Pemilihan di antara kedua metode dalam penentuan sampel tersebut terutama didasarkan pada pertimbangan :
a)
Biaya
b)
Manfaat
c)
pendapatan
d)
aset
e)
semua jawaban benar
5.
Penggunaan metode statistik akan bermanfaat bagi auditor dalam:
a)
Perancangan suatu sampel yang efisien,<br />
b)
Pengukuran cukup tidaknya bukti yang telah diperoleh,<br />
c)
Pengevaluasian hasil sampel.<br />
d)
pelaksanaan audit operasional
e)
evaluasi hasil-hasil audit operasional
6.
Pertimbangan penentuan jumlah sampel dan pemilihan sampel berkaiatan dengan :
a)
kecukupan bukti yang akan diperoleh dan di pergunakan auditor dalam memberikan pertimbangan berupa opini atau rekomendasi terhadap temuan audit. <br />
b)
Perancangan suatu sampel yang efisien,<br />
c)
Pengukuran cukup tidaknya bukti yang telah diperoleh,<br />
d)
Pengevaluasian hasil sampel.<br />
e)
pelaksanaan audit operasional
7.
Masalah pertimbangan penentuan sampel jumlah bukti yang dianggap cukup untuk mendukung suatu pernyataan pendapat atau rekomendasi yang diberikan, tergantung pada :
a)
kebijaksanaan atau pertimbangan auditor yang bersangkutan
b)
berdasarkan kemahiran profesionalnya (profesional judgement). <br />
c)
Pengukuran cukup tidaknya bukti yang telah diperoleh,<br />
d)
Pengevaluasian hasil sampel.<br />
e)
pelaksanaan audit operasional
8.
Dalam menentukan sampel yang akan digunakan auditor harus mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
a)
Faktor materialitas dan risiko.<br />
b)
Faktor ekonomis atau efisiensi.<br />
c)
Banyaknya dan karakteristik populasi.<br />
d)
Pengukuran cukup tidaknya bukti yang telah diperoleh,<br />
e)
Pengevaluasian hasil sampel.<br />
9.
Faktor materialitas dan risiko :
a)
Secara umum auditor akan cenderung menetukan sampel audit berdasarkan materialitas suatu kejadian ekonomi dalam suatu kegiatan. <br />
b)
Semakin material suatu kejadian akan menjadi pertimbangan dalam menejukan sampel udit dan besaran jumlah dari sampel itu sendiri. <br />
c)
Sama halnya dengan materialitas, risiko merupakan faktor pertimbangan utama dalam penetuan sampel audit dan pertimbangan besarnya jumlah sampel tersebut . <br />
d)
Kejadian ekonomi yang risiko kesalahannya besar (kemungkinan terjadinya penyimpangan besar) memeiliki peluang untuk dijadikan sampel audit lebih besar dibandingkan dengan kejadian ekonomi yang risikonya kecil (kemungkinan terjadinya penyimpangan kecil). <br />
e)
semua jawaban salah
10.
Faktor ekonomis atau efisiensi :
a)
Auditor dalam melaksanakan tugasnya dibatasi oleh waktu dan biaya. <br />
b)
Oleh karena itu, dalam menetukan sampel yang harus diambil dan diuji harus memepertimabangakan faktor waktu yang ada sehingga sampel yang di peroleh merupakan sampel yang represntatif dan mempunyai kemungkinan untuk diuji untuk memberikan pendapat atau rekomendasi.<br />
c)
Sama halnya dengan materialitas, risiko merupakan faktor pertimbangan utama dalam penetuan sampel audit dan pertimbangan besarnya jumlah sampel tersebut . <br />
d)
Kejadian ekonomi yang risiko kesalahannya besar (kemungkinan terjadinya penyimpangan besar) memeiliki peluang untuk dijadikan sampel audit lebih besar dibandingkan dengan kejadian ekonomi yang risikonya kecil (kemungkinan terjadinya penyimpangan kecil). <br />
e)
semua jawaban salah
100 %
