WorksheetsSudut Pandang Penokohan
Total questions: 14
Worksheet time: 1hrs 10mins
“Ah, masa iya aku tak bisa memberi hadiah untuk Tommy, temanku!” Gumam Andi seraya bangkit dari tempat pembaringan. Ia beranjak menuju meja belajarnya. Dimatikannya lampu tidur dan digantikan dengan lampu belajar. Ia mengambil secarik kertas, pensil, dan spidol warna-warni. Tangannya mulai mencoret-coret. Kini ada senyum menghiasi bibirnya. “Besok pagi, aku sudah punya hadiah untuk Tommy.”
Sudut pandang penulis dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang kedua pelaku utama
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga pelaku utama
Pemandangan kamar Yuli cukup indah. Hiasan dinding dan poster-poster dipasang menarik. Tempat tidur selalu dibersihkan dan tertata rapi. Di samping tempat tidur, terdapat meja belajar yang diberi hiasan keramik. Setiap pagi pintu kamar selalu dibuka sehingga udara segar masuk ke kamar, membuat suasana kamar sejuk.
Sudut pandang penulis cuplikan cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang ketiga serba tahu
Menyaksikan guyuran air hujan dari bawah lindungan halte bus, aku merasa tak berdaya. Aku hanya bisa memandang entah apa, tanpa pernah berbuat hal lain, kecuali diam. Jauh di atas sana, langit kelabu, pertanda hujan akan cukup betah menyaksikanku. Andai aku tadi tidak terlambat, aku pasti sudah di bus bahkan mungkin sudah tidur nyenyak di kamar.
Sudut pandang yang digunakan penulis pada kutipan cerita di atas adalah...
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga pengamat
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
Kejadian begitu cepat. Aku pulang pukul 12 siang. Segera kuparkir motor bututku di halaman sekolah. Lalu, aku segera berlari ke tempat fotokopi. Wow, betapa terkejutnya diriku tatkala kulihat ada seorang gadis di situ. Mungkin dia karyawan baru di tempat fotokopi ini. Rambutnya yang terurai panjang serasa memesona semua orang yang melihatnya.
Sudut pandang yang digunakan penulis dalam penggalan cerpen tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang pertama sebagai pengamat
orang pertama dan orang ketiga
orang ketiga serba tahu
Pak Balam menutup matanya kembali, dan dia terbaring demikian letih telah berbicara begitu banyak. Mereka duduk mengelilinginya dengan pikiran masing-masing. Cerita Pak Balam menimbulkan kesan yang dahsyat sekali dalam hati mereka. Mereka ingin dapat selamat sampai ke kampung, meninggalkan hutan dengan harimau maut jauh-jauh di belakang. Akan tetapi, mengakui dosa-dosa di depan kawan semua.
Sudut pandang penulis yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah...
orang ketiga pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga di luar cerita
Kebetulan sekali aku bebas pada jam pelajaran pertama dan kedua sehingga aku punya waktu untuk menolong dia mencari-cari di segala pematang yang pernah dilaluinya. Lama-lama tidak juga ketemu benda-benda itu. Kulihat mukanya, diam tanpa perubahan, tetapi kukira hatinya penuh ketakutan pada orang tuanya. Setelah mondar-mandir lagi beberapa lamanya, akhirnya aku yakin bahwa benda-benda itu telah dipungut orang. Kepastian itu membuat aku lebih kasihan padanya, betapalah ia dimarahi orang tuanya jika ketahuan.
Pada penggalan cerpen di atas, penulis menggunakan sudut pandang sebagai...
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
penulis serba tahu
Si Kakek berdiri di ambang pintu. Ia sedang menunggu menantunya datang dari pasar membeli kembang. Sudah dari tadi ia berdiri di situ dan menantunya belum juga datang-datang. Sekarang hari Jumat, pergi sekitar jam delapan dan si kakek akan pergi ke kuburan. Di sebelah utara di atas kaki sebuah bukit, di situ istrinya terbaring di dalam bumi. Itu satu setengah bulan yang lalu sebagai satu permulaan, dan permulaan itu akan berakhir hingga Tuhan membangkitkan kembali manusia-manusia dari liang kubur.
Sudut pandang cerita tersebut adalah...
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang pertama tunggal
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah...
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
Memang sayang sekali ia tidak melanjutkan studinya. Namun, aku tidak dapat memaksanya. Aku hanya seorang teman dekatnya. Kami pun berpisah. Cukup lama pula kami berjauhan satu sama lain. Apalagi ia jarang menulis surat. Namun sayup-sayup, aku masih dengar juga berita tentang dia dari teman-teman yang lain.
Sudut pandang penulis dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
Orang ketiga sebagai pengamat
Aku bangga dengan teman baikku yaitu Maya, dia sangat cerdas dalam berbagai mata kuliah di kampus. Kadang aku merasa iri dengannya, karena dia lebih pintar dibanding dengan aku. Namun dia selalu membantuku jika aku berada dalam kesulitan. Selain itu dia selalu menemaniku saat bermain dan jalan-jalan.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks di atas adalah...
Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Sudut pandang orang ketiga pengamat
Seperti biasanya, aku bangun di pagi hari pukul 6 lalu aku langsung menuju kamar mandi dan bersiap-siap. Setelah itu, aku merapihkan tempat tidur. Kemudian aku turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama ayah dan ibuku. Setelah selesai sarapan, aku berpamitan kepada kedua orang tuaku dan berangkat ke sekolah.
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan teks di atas adalah...
Sudut pandang orang pertama pelaku utama
Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan
Sudut pandang orang ketiga serba tahu
Sudut pandang orang ketiga pengamat
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah.
Kutipan teks cerpen tersebut memiliki sudut pandang...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pengamat
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tetapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah hanya untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain.
Kutipan cerpen tersebut memiliki sudut pandang...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serba tahu
orang ketiga pengamat
Ranti selalu mendapat peringkat satu di kelas. Dia juga siswa populer di sekolah karena prestasinya yang segudang. Meskipun ayah dan ibunya dokter, dia pun terlihat sangat sederhana. Tak pernah sekalipun ia menyombongkan diri. Dia sangat rendah hati. Hal-hal itulah yang membuatku sangat bangga menjadi sahabatnya sejak kecil.
Sudut pandang yang digunakan penulis dari kutipan cerita tersebut adalah...
Orang pertama pelaku utama
Orang pertama bukan pelaku utama
Orang kedua pelaku sampingan
Orang ketiga serba tahu
