wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

TO divisi pulmo Board 44 Nov 2021

Total questions: 25

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 60 tahun, diantar ke IGD karena sesak napas 1 bulan, terus-menerus dan memberat jika tidur terlentang. Batuk berlendir putih 1 minggu terakhir. Ada riwayat DM 3 tahun berobat metformin 500mg 3x1, namun tidak rutin. Pasien sadar, tekanan darah 140/80 mmHg, nadi 118 x/menit, respirasi 26 x/menit, suhu aksiler 36.7oC, SpO2 99% dengan nasal kanul 3 lpm. Konjungtiva anemis, tampak hemitoraks kanan tertinggal saat statis dan dinamis, perkusi redup setinggi ICS 3 anterior kanan, disertai penurunan suara napas hemitoraks kanan. Foto toraks terlampir. Hasil analisa cairan pleura setelah torakosentesis: warna coklat, pH 8, bekuan positif, Rivalta positif, PMN/MN 89%/11%, lekosit 14, LDH 8800, protein total 5700, dan glukosa 1. Lab darah GDS 71 mg/dl, protein total 3.8 g/dl, Albumin 2.7 g/dl. Apakah kemungkinan penyebab kelainan patologi pada rongga pleura pasien ini?

a)

Peningkatan tekanan osmotik plasma dan jaringan interstitial submesotelial

b)

Pecahnya alveoli dekat pleura parietalis

c)

Ada proses peradangan sehingga permeabilitas kapiler pembuluh darah pleura meningkat

d)

Trauma dada atau alveoli

e)

Penurunan tekanan koloid osmotik dałam pleura dan meningkatnya tekanan kapiler pulmoner

2.

Seorang laki-laki 38 tahun pasien HIV on ARV 3FDC dibawa keluarga ke IGD karena lemas badan sejak 6 jam lalu. Buang air besar encer sejak 1 bulan lalu, frekuensi 3-5x/hari tidak ada darah dan lendir. Demam sejak 2 hari lalu, tidak terlalu tinggi dan tidak menggigil. Pasien tampak sakit berat, composmentis, TD 76/56 mmHg, nadi 117x/menit, laju napas 24x/menit, suhu 37,3oC, SpO2 99% tanpa modalitas, IMT 14,8 kg/m2. Konjungtiva anemis, tidak ada ronki dan wheezing, dan tampak lesi pruritic papular eruption tersebar luas. Foto toraks dalam batas normal. Lab lekosit 15.800/ul, Hb 7,7 g/dL, platelet 203.000/ul, neutrofil 97,1%, limfosit 1%, PCR SARS-CoV-2 positif (CT 24,71). Apakah diagnosis tepat pada pasien ini?

a)

Pneumonia Covid-19 terkonfirmasi, syok hipovolemik dd/ sepsis, HIV stadium IV, anemia

b)

Probable Covid-19, sakit kritis, syok sepsis, HIV stadium IV, anemia

c)

Pneumonia Covid-19 terkonfirmasi, derajat moderat, HIV stadium IV, anemia

d)

Covid-19 terkonfirmasi, sakit kritis, HIV stadium IV, anemia

e)

Covid-19 terkonfirmasi derajat berat, HIV stadium IV, anemia

3.

Seorang perempuan 23 tahun, bekerja sebagai perawat rumah sakit di bangsal khusus pasien TB, menjalani pemeriksaan skrining TB. Satu tahun lalu hasil tes mantoux indurasi 4 mm, saat ini hasilnya indurasi 7 mm dalam 48 jam. Tidak ada riwayat pengobatan TB sebelumnya. Apakah langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Foto toraks

b)

Pengukuran tes fungsi hati awal

c)

Isoniazid 300 mg /hari selama 6-9 bulan

d)

Rifampisin 450 mg/hari selama 3-4 bulan

e)

Mengulang uji tuberkulin 2 bulan kemudian

4.

Seorang laki-laki 30 tahun ke poliklinik mengeluh batuk 2 bulan, kadang disertai dahak bercampur darah. Badan semakin kurus dan demam hilang timbul. Setahun lalu pasien telah menjalani pengobatan TB paru 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Pasien tampak sakit sedang, komposmentis, TD 100/60 mmHg, nadi 96 x/mnt, laju napas 22 x/mnt, suhu 37,4oC. Perkusi paru redup, ronki basah kasar nyaring di apeks kanan. Laboratorium LED 80 mm/jam; WBC 10.200/mm3; Hb 10,6 g/dl; trombosit 165.000 mm3. Tes BTA sputum hasilnya positif, dan TCM Mtb detected high, rifampicin resistant not detected. Foto toraks tampak kavitas dan fibroinfiltrat di kedua apeks paru. Apakah masalah pasien saat ini?

a)

TB paru kasus baru

b)

TB paru kambuh

c)

TB paru putus berobat

d)

TB paru gagal pengobatan

e)

TB paru riwayat pengobatan tidak diketahui

5.

Seorang laki-laki 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas disertai dahak kental kuning kehijauan, dan demam sejak 2 bulan yang lalu. Pasien memiliki riwayat infeksi paru berulang dalam 2 tahun terakhir, pernah mendapat OAT selama 6 bulan 4 tahun lalu,dan merokok sudah 30 tahun 1 bungkus/hari. Tekanan darah 120/80 mmHg; nadi 100 x/menit; laju napas 28 x/menit, suhu 38oC, SpO2 95%; terdengar ronki basah kasar nyaring mediobasal kedua paru. Lab: Hb 10.5 g/dL; WBC 14.000/µL;PLT 148.000/µL. Foto toraks seperti gambar terlampir. Apakah pengelolaan khusus yang bisa diberikan pada kasus ini?

a)

Melakukan drainase postural

b)

Mencairkan sputum yang kental

c)

Mengatur posisi tempat tidur untuk memudahkan drainase sputum

d)

Memberikan antibiotik selama 7-10 hari

e)

Reseksi segmen atau lobus paru yang terkena

6.

Seorang perempuan 25 tahun, hamil 36 minggu, penderita asma, diantar ke IGD karena sesak progresif dan batuk kering 1 minggu terakhir. Pasien mengaku berhenti obat inhaler salbutamol 100 mcg sejak diketahui hamil. Enam jam sebelum MRS, sudah 3 kali memakai inhaler namun sesak napas makin berat. Pasien tampak gelisah, laju napas 40x/menit, frekuensi nadi 124x/menit dan SpO2 89% di suhu ruang. Lab Hb 11,2 g/dL, leukosit 10.500/mm3, trombosit 455.000/mm3 dan swab antigen SARS-CoV-2 negatif. Apakah tatalaksana awal yang sebaiknya diberikan pada pasien ini?

a)

Terapi O2 target saturasi 95-99%, inhalasi SABA-SAMA dan steroid oral

b)

Terapi O2 target saturasi 93-95%, inhalasi SABA-SAMA dan steroid dosis tinggi

c)

Terapi O2 target saturasi 94-98%, inhalasi steroid-LABA, steroid intravena

d)

Terapi O2 target saturasi 93-95%, inhalasi formoterol-steroid, steroid intravena

e)

Terapi O2 target saturasi 94-98%, inhalasi SABA-steroid, magnesium intravena

7.

Seorang laki-laki 69 tahun, ke poliklinik mengeluh sesak, dialami sejak 6 bulan terakhir. Batuk sejak 2 tahun terakhir seringkali berdahak. Riwayat merokok sejak muda 2 bungkus/hari. Inspeksi toraks simetris, sela iga melebar dan mendatar, palpasi fremitus taktil sama kiri dan kanan, perkusi hipersonor, auskultasi suara napas bronkial disertai wheezing. Hasil tes faal paru terlampir. Apakah diagnosis yang paling mungkin pasien di atas?

a)

Asma-PPOK overlap

b)

Bronkiektasis

c)

Asma bronkial

d)

Emfisema pulmonum

e)

Penyakit paru obstruktif kronis

8.

Seorang laki-laki 59 tahun ke poliklinik mengeluh sesak napas sejak 3 hari lalu yang makin memberat disertai batuk berdahak. Pasien riwayat merokok >30 tahun, 2 bungkus/hari. Pasien composmentis, suhu aksiler 37,4oC, TD 130/85 mmHg, denyut nadi 110 x/menit dan tampak napas cepat dan dangkal, SpO2 94%. Foto toraks tampak infiltrat di parakardial dekstra. Bagaimana tatalaksana awal pasien ini?

a)

LABA/LAMA ditambah steroid oral

b)

LABA/LAMA ditambah antibiotik

c)

LABA+LAMA, steroid oral dan antibiotik

d)

LABA+LAMA+ICS dan antibiotik

e)

SABA+SAMA+ICS, NIV, antibiotik

9.

Seorang laki-laki 58 tahun, datang ke IGD mengeluh sesak terus-menerus 2 hari. Keluhan sesak hilang timbul 1 tahun terakhir dan pernah 5x rawat inap di RS. Sebelumnya sudah menggunakan inhalasi budesonid/formoterol jika sesak tetapi diakui hanya membaik sebentar. Pasien merokok 1 bungkus per hari sudah 40 tahun. Tes oksimeter SpO2 87%, toraks tampak barrel chest dan foto toraks kesan hiperinflasi paru dan diafragma datar. Berapakah target saturasi O2 arteri yang ingin dicapai dengan pemberian terapi osigen?

a)

>88%

b)

>90%

c)

>92%

d)

>95%

e)

>97%

10.

Seorang perempuan 55 tahun ke poliklinik mengeluh batuk darah sejak 2 minggu lalu. Ada riwayat batuk 2 bulan, disertai penurunan nafsu makan. Satu tahun lalu menjalani pengobatan TB yang direncanakan selama 6 bulan, tetapi pasien berhenti sendiri berobat setelah 2 bulan. Hasil tes BTA sputum pagi +1, hasil TCM Mtb detected medium, Rifampicin resistance detected, dan hasil tes LPA lini 2 Mtb detected, Lfx dan Mfx DT resistance detected. Apakah diagnosis pasien ini?

a)

TB resistan rifampisin

b)

TB poliresistan

c)

Totally drug resistance TB

d)

Pre-extensive drug resistance TB

e)

Extensive drug resistance TB

11.

Seorang laki laki 42 tahun ke poliklinik mengeluh batuk berdahak 1 bulan, disertai demam dan penurunan berat badan. Riwayat sakit sebelumnya disangkal. Hasil lab tes cepat molekular sampel sputum terdeteksi Mycobacterium tuberculosis, rifampicin resistant not detected. Anti-HIV reaktif, CD4 170 sel/uL, GDP 196 mg/dl, GD2PP 300 mg/dl dan HbA1c 11%. Apakah terapi awal paling tepat bagi pasien ini?

a)

OAT kategori 1 + sulfonilurea

b)

OAT kategori 1 + kotrimoksasol + insulin

c)

OAT kategori 2 + kotrimoksasol + metformin

d)

OAT resistan obat + ARV + insulin

e)

OAT resistan obat + ARV + metformin

12.

Seorang perempuan 66 tahun penderita triple negatif breast carcinoma pasca kemoterapi 6 siklus dan MRM kiri dalam perawatan HCU dengan antibiotik hari ke-6, cenderung somnolens, TD 90/60 mmHg, nadi 120 x/menit, respirasi 32 x/menit, suhu 39,4oC, oral thrush positif. Foto toraks tampak infiltrat difus bilateral. Lab WBC 21.000/mmk, neutrofil 75% dan Candida albicans terisolasi dari biakan sputum. Apakah tatalaksana tepat pada kasus ini?

a)

Mikafungin 100 mg/hari selama 5-7 hari

b)

Anidulafungin 70 mg/hari loading dose, lalu 35 mg/hari

c)

Vorikonazol 200 mg/12 jam selama 14 hari

d)

Amfoterisin B 10 mg/kgBB/hari selama 5-7 hari

e)

Kortikosteroid 40 mg/12 jam selama 5 hari

13.

Seorang laki-laki 60 tahun ke poliklinik dengan keluhan batuk bercampur sedikit darah sejak 1 tahun lalu dan memberat 1 bulan terakhir. Pasien memiliki riwayat TB 3 tahun lalu, telah berobat di puskesmas selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh. Sejak 1 tahun lalu juga menderita diabetes melitus. Lab LED 15 mm/jam, BTA sputum negatif, foto toraks AP/lateral didapatkan gambaran air cresent sign. Apakah tatalaksana yang bisa diberikan pada kasus ini?

a)

Flukonazol 800 mg/hari po

b)

Vorikonazol 200 mg/12 jam po

c)

Amfoterisin-B liposomal 10 mg/kgBB/hari iv

d)

Mikafungin 200 mg/hari iv

e)

Prednison 20 mg/hari po

14.

Seorang laki-laki, 57 tahun perokok aktif sejak usia 17 tahun, dalam perawatan di bangsal dengan keluhan batuk-batuk dan sesak disertai demam sejak 3 hari sebelum masuk RS. Pasien sudah mendapatkan pengobatan termasuk levofloksasin 750 mg/iv selama 4 hari. Hasil kultur sputum didapatkan pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Apakah pilihan tatalaksana tepat pada kasus ini?

a)

Levofloksasin 750 mg/iv + Ampisilin-sulbaktam 1500 mg/8 jam/iv

b)

Levofloksasin 750 mg/iv + Ceftazidim 2 g/8 jam/iv

c)

Piperasilin-tazobaktam 4,5 g/6 jam/iv + Azitromisin 500 mg/iv

d)

Meropenem 1 g/8 jam/iv + Azitromisin 500 mg/iv

e)

Lanjutkan levofloksasin 750 mg/iv tunggal

15.

Seorang laki-laki 50 tahun, menderita DM dirawat inap akibat luka di telapak kaki kiri dengan pus berbau dan sepsis. Pada hari kedua, pasien mengeluh sesak napas. Laju napas 32 x/menit, menggunakan otot bantu napas, dan terdengar ronki bilateral. Foto toraks tampak infiltrat bilateral tanpa kardiomegali. Analisis gas darah kesan hipoksemia berat. Bagaimana patofisiologi kondisi yang dialami pasien ini adalah?

a)

Inhalasi bahan toksik

b)

Jejas dan edema alveolar

c)

Peningkatan tekanan onkotik

d)

Peningkatan tekanan hidrostatik

e)

Obstruksi sakura napas kecil

16.

Seorang laki-laki berusia 70 tahun, dibawa ke UGD oleh keluarganya mengeluh sesak saat aktivitas ringan dan bengkak tungkai kanan 10 hari terakhir. Pasien mengalami pingsan 2 kali saat pagi, tekanan darah 85/55 mmHg, denyut jantung 130 x/menit, regular. CT-scan angiografi didapatkan emboli masif arteri pulmonalis. Bagaimana mekanisme nekrosis jaringan parenkim paru pada pada pasien ini?

a)

Penyumbatan arteri pulmonalis dan bronkialis oleh trombus dari vena tungkai

b)

Embolus septik akibat infeksi mikroorganisme menyebabkan nekrosis inflamasi

c)

Metastasis sel kanker ke arteri dan vena pulmonal menyebabkan obstruksi

d)

Embolus lemak menyumbat suplai arteri pulmonalis

e)

Embolus udara menyumbat suplai arteri bronkialis

17.

Seorang laki-laki, 44 tahun datang dengan keluhan sesak napas sejak 10 jam lalu setelah pasien batuk-batuk keras. Sesak napas semakin memberat sejak 1 jam sebelum masuk RS. Pasien ada riwayat pengobatan TB di puskesmas dan telah dinyatakan sembuh. Tanda vital tekanan darah 90/60 mmHg, laju napas 36 x/menit, nadi 126 x/menit, suhu aksiler 37oC, SpO2 89%. Ada deviasi trakea ke kanan, dada kiri tampak lebih cembung, perkusi hipersonor dan suara napas menurun. Foto toraks terlampir. Apakah tindakan yang paling tepat dilakukan untuk kasus ini?

a)

nebulisasi salbutamol

b)

ventilasi noninvasif

c)

insersi selang dada + WSD

d)

kontraventil

e)

ventilasi mekanik

18.

Seorang perempuan 33 tahun, ibu rumah tangga diantar ke IGD RS karena tampak bingung dan gelisah. Pasien sesak 3 hari disertai demam tinggi dan batuk kering. Tidak ada riwayat sesak atau penyakit berat lain dan tidak pernah traveling. Laju napas 36 x/menit, suhu 38,8oC, nadi 110 x/menit, tekanan darah 98/72 mmHg, ronki halus di basal paru bilateral. Lab: WBC 4.100/mm3, Neutrofil 3.497/mm3 Limfosit 303/mm3, NLR 11.5, ureum 60 mg/dl, kreatinin 2.02 mg/dl, PaO2 58 mmHg, PCO2 32 mmHg, dan swab antigen SARS-CoV-2 positif. CT-scan toraks menunjukkan multifocal groundglass opacity perifer dan basal bilateral. Apakah diagnosis paling tepat pasien ini?

a)

Pneumonia komunitas derajat berat, CURB-65 skor 4

b)

Pneumonia terduga Covid-19 derajat kritis

c)

Pneumonia probable Covid-19 derajat moderat

d)

Pneumonia probable Covid-19 berat dengan komplikasi

e)

Pneumonia Covid-19 derajat berat dengan komplikasi

19.

Seorang lelaki berusia 20 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan rasa tidak nyaman di daerah dada bagian tengah sejak 3 bulan lalu yang kadang-kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan rumah sakit sebelumnya. Tekanan darah 130/80 mmHg; frekuensi nadi 80 x/menit; laju napas 16 x/menit; pemeriksaan fisik lain dalam batas normal. Darah rutin Hb 12 g/dL; leukosit 10.500/μL; trombosit 410.000/μL. Pada CT-scan dada didapatkan gambaran massa pada mediastinum superior. Apakah tes yang paling tepat dilakukan untuk menegakkan kemungkinan diagnosis?

a)

βHCG, CEA, AFP, LDH

b)

Cyfra 21-1, AFP, CEA, CA 15-3

c)

CEA, tiroglobulin, LDH, CA 15-3

d)

βHCG, CA 15-3, tiroglobulin, LDH

e)

Cyfra 21-1, CEA, CA 15-3, LDH

20.

Seorang perempuan 55 tahun ke poliklinik mengeluh batuk dan sesak napas yang makin memberat dalam 3 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri di punggung, hilang timbul, berat badan turun 10 kg, dan sudah 2 kali keluar darah segar sebanyak 1 sendok makan pada saat batuk. Foto toraks tampak massa paru kiri atas diameter 3 cm dengan pelebaran mediastinum juga efusi pleura kiri setinggi sela iga 7. Hasil sitologi cairan pleura didapatkan karsinoma paru sel kecil. USG abdomen didapatkan limfadenopati paraaorta abdominal. Apakah tatalaksana paling tepat pada pasien ini?

a)

Kemoradioterapi paliasi

b)

Pungsi berulang + pleurodesis + kemoterapi paliasi

c)

Pungsi berulang + pleurodesis + kemo/radioterapi

d)

Operasi + kemoterapi paliasi

e)

Operasi + kemoterapi konkuren

21.

Laki-laki berusia 45 tahun dibawa ke UGD akibat tidak sadarkan diri setelah minum alkohol 2 jam sebelum masuk rumah sakit, disertai sesak napas. Kesadaran stupor, tekanan darah 90/70 mmHg, nadi 120 kali /menit, napas 32 kali/menit, suhu 36.5oC, DVS tidak meningkat, tidak terdengar ronki di kedua paru, jantung dan abdomen normal. Analisa gas darah menunjukkan pH 7.10, PCO2 55 mmHg, PaO2 150 mmHg, HCO3 20 mmol/L dengan FiO2 32% dan AaDO2 200. Apakah makna hasil analisis gas darah pada pasien ini?

a)

Asidosis respiratorik

b)

Asidosis metabolik

c)

Alkalosis metabolik

d)

Gagal napas hipoksemia

e)

Gagal napas hiperkapnia

22.

Seorang laki-laki 59 tahun dengan kanker prostat stadium lanjut dibawa ke UGD karena sesak napas yang memberat sejak 1 jam lalu. Pasien tampak gelisah dan sulit diajak komunikasi. Akral pucat dan dingin, SpO2 86%, napas 30 x/menit. Tungkai kanan tampak edema dan lebih besar dari tungkai kiri. Pasien sudah diresusitasi adekuat tapi belum berespons optimal. EKG tampak deviasi aksis ke kanan, P pulmonal, dan foto toraks tampak gambaran Hampton's hump. Pasien dicurigai mengalami emboli paru. Apakah pemeriksaan fisik paling tepat ditemukan pada kasus ini?

a)

Denyut nadi kecil dan cepat

b)

Tekanan darah 130/90 mmHg

c)

Bunyi jantung P2 menghilang

d)

Auskultasi terdengar wheezing

e)

Refluks hepatojugular negatif

23.

Seorang laki-laki 70 tahun ke UGD dengan keluhan sesak napas tiba-tiba sejak 1 jam lalu saat sedang berbaring. Pasien memiliki riwayat diabetes dan hipertensi sejak 10 tahun lalu namun tidak rutin minum obat. Sejak 3 bulan lalu pasien mendapat kemoterapi untuk karsinoma nasofaring dan sejak itu pasien lebih banyak berbaring saja. Kesadaran somnolen, TD 100/70 mmHg, nadi 116 x/menit, laju napas 30 x/menit, suhu 36,8℃. Auskultasi paru terdengar ronki basah kasar seluruh lapangan paru bilateral. Desakan vena sentral tidak meningkat, jantung dalam batas normal. AGD: pH 7.50, PCO2 25.4, PO2 30, HCO315, BE +1, SaO2 50%. Apakah diagnosis paling mungkin pada kasus ini?

a)

ADHF

b)

Pneumonia komunitas

c)

ARDS

d)

KAD

e)

Emboli paru

24.

Seorang laki-laki berusia 44 tahun ke poliklinik mengeluh sakit dada sejak 1 bulan lalu dan kadang disertai sesak napas. Tidak ada riwayat perawatan RS sebelumnya. Tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 80 x/menit, laju napas 20 x/menit. Pemeriksaan dada tampak ginekomastia dan auskultasi paru terdengar suara napas vesikuler, tidak ada ronki dan wheezing. Laboratorium Hb 12 g/dL; leukosit 10.500/µL; trombosit 410.000/µL; LED 70 mm/jam. Hasil foto dan CT-scan toraks terlampir. Apakah pemeriksaan serologi paling tepat yang bisa dilakukan untuk membantu penegakan diagnosis pasien ini?

a)

NSE, tiroglobulin

b)

CA 15-3, tiroglobulin

c)

β-hCG, CEA, AFP

d)

Cyfra 21-1, LDH

e)

Cyfra 21-1, NSE

25.

Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang ke IGD karena keluhan sesak napas yang dirasakan semakin berat jika pasien tidur terlentang. Pasien juga mengeluh batuk, sulit menelan, sulit bicara dan anggota tubuh lemah. Pemeriksaan fisik didapatkan pemberton sign positif. Foto toraks didapatkan gambaran sugestif massa mediastinum DD/ massa paru. Apakah pemeriksaan selanjutnya yang diperlukan untuk penegakan diagnosis pasti pasien ini?

a)

MSCT-scan toraks

b)

Endobronchial ultrasound

c)

MRI toraks

d)

CT-scan guided biopsy

e)

Torakotomi