WorksheetsKafiyah Fiil 3
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Huruf اَنْ dirahasiakan setelah kata di bawah ini, kecuali....
حَتَّى
لام كَى
لام جُهُود
مَا
Huruf اَنْ dirahasiakan tidak ditemukan pada contoh...
زُرْنِى فَاَكْرِمَكَ
مَرِضَ فُلاَنٍ حَتَّى لاَ يَرْجُونَهُ الْآنَ
لاَ تَاْكُلِ السَّمَكَ وَ تَشْرَبَ اللَّبَنَ
سِرْتُ لِاَدْخُلَهَا
Di bawah ini manakah yang tidak benar...?
Huruf اَنْ dari yang dihafifkan tidak beramal untuk Fiil Mudhori’
عَلِمْتُ اَنْ لاَ تَقُومُ
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata الفاء yaitu mempunyai 2 syarat; Pertama makna sebelumnya menjadi jamiyah untuk makna setelahnya, Kedua sebelum kata الفاء harus memiliki makna Amr/Nahi/Istifham/Nafi/Tamanni/Araz.
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata حَتَّى mempunyai makna Istikbal (masa yang akan datang)
اَسْلَمْتُ حَتَّى اَدْخُلَ الْجَنَّةَ
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata لام كَى mempunyai makna untuk / supaya / agar
اَسْلَمْتُ لَاَدْخُلَ الْجَنَّةَ
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata الواو yaitu mempunyai 2 syarat kecuali
mempunyai makna Jam’iyat
sebelum kata الواو harus memiliki makna Amr
sebelum kata الواو harus memiliki makna Nahi / Istifham
sebelum kata الواو harus memiliki makna Tarajji / Araz
Manakah di bawah ini yang tidak tepat...?
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata او yaitu mempunyai syarat yang mengandung makna اِلى اَنْ atau اِلَّا اَنْ
لَاَلْزَمَنَّكَ اَوْ تُعْطِيَنِى حَقِّى
Asalnya
لَاَلْزَمَنَّكَ اَوْ اِلى اَنْ تُعْطِيَنِى حَقِّى
atau
لَاَلْزَمَنَّكَ اَوْ اِلَّا اَنْ تُعْطِيَنِى حَقِّى
Huruf اَنْ yang dirahasiakan setelah kata الواو yaitu mempunyai 2 syarat; Pertama mempunyai makna sababiyah, Kedua sebelum kata الواو harus memiliki makna Amr / Nahi / Istifham / Nafi / Tamanni / Araz.
Fiil Mudhori bisa dinashobkan dengan Athof apabila Ma’tuf Alaih berupa isim. Dan boleh memunculkan huruf اَنْ bersama dengan لام كَى dan huruf Athof.
1. (لَنْ )Memiliki makna Nafi Istikbal
Contoh : لَنْ اَبْرَحَ (Saya tidak akan berpisah)
2. (كَيْ ) Memiliki makna Sebab, dan juga bisa bermakna
Untuk / Supaya / Agar
Contoh : اَسْلَمْتُ كَيْ اَدْخُلَ الْجَنَّةَ (Saya masuk islam
supaya saya masuk surga)
3. (اِذَنْ ) Memiliki makna Oleh karena itu / Kalau begitu / Maka
Contoh : اِذَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ
Dari pernyataan diatas maka...
1 benar
2 dan 3 benar
2 salah
1,2,3 benar
1. Yang menjazmkan 1 Fiil Mudhori’
لَمْ , لَمَّا , لامُ الاَمْرِ , لا فى النَّهْيِ
2. Yang menjazmkan 2 Fiil Mudhori’ atau disebut sebagai Kalam Majazat ( Sebab – Akibat )
اِنْ , مَهْمَا , اِذْ مَا , حَيْثُمَا , اَيْنَ , مَتَى , مَا ,
مَنْ , اَيُّ , اَنَّى , اَمَّا مع كَيْفَ مَا , اِذَا , اِنْ مُقَدَّرَة
Manakah penggunaan huruf di atas yang tidak tepat
لِيَنْصُرْاَكْرَمْتَنِى
اِنْ تَزُرْنِى اَزُرْكَ
اِنْ تَزُرْنِى فَقَدْ زُرْتُكَ
نَدِمَ فُلاَنٌ وَ لَمْ يَنْفَعْهُ النَّدَمَ
Manakah pernyataan yang tepat di bawah ini?
Apabila pada suatu Kalam (Syarat – Jaza) terdapat 2 Fiil Madi atau kalimat pertama (Syarat) berupa Fiil Mazi, maka Fiil Mazinya diJazmkan
Contoh :اِنْ تَزُرْنِى اَزُرْكَ , اِنْ تَزُرْنِى فَقَدْ زُرْتُكَ
Apabila kalimat kedua (Jaza) berupa Fiil Mudhori, maka terdapat 2 Wajih yaitu Jazm dan Rofa’
Contoh :اِنْ اَتَانِى زَيْدٌ آتِهِ , اِنْ اَتَانِى زَيْدٌ آتِيهِ
Apabila kalimat kedua (Jaza) berupa Fiil Madhi tanpa kata قَدْ baik secara lafadz ataupun makna, maka pada Jaza tidak boleh kemasukan huruf waw (و)
Contoh : اِنْ خَرَجْتَ خَرَجْتُ , اِنْ تَزُرْنِى فَقَدْ زُرْتُكَ
Apabila kalimat kedua (Jaza) berupa Fiil Mudhori yang positif ataupun negatif dengan La Nafi, maka terdapat 2 wajih yaitu boleh masuknya waw (و) dan tidak boleh masuknya Fa (ف)
Contoh :وَاِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ اَلْفٌ يَغْلِبُوا اَلْفَيْنِ
وَمَنْ عَادَ فَيَنْتَقِمُ اللهُ مِنْهُ
Manakah yang tepat tentang ( لَمْ )?
Memiliki makna positif
Dikhususkan untuk Istigrok
Boleh merahasiakan Fiilnya
Mengubah makna Fiil Mudhori ke Fiil Madhi
اَنْ , لَنْ , كَيْ , اِذَنْ merupakan amil nawasib yang bisa ditemukan pada contoh di bawah ini, kecuali...
سِرْتُ حَتَّى اَدْخُلَهَا
ومَا كَانَ اللهُ لِيُعَذِّبَهُمْ
اَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ
عَلِمْتُ اَنْ لاَ تَقُومُ
