wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ujian Inventarisasi Hutan

Total questions: 100

Worksheet time: 33mins

Name
Class
Date
1.
Salah satu hal penting dilakukannya inventarisasi hutan yaitu
a)
survey pertumbuhan
b)
menentukan preskripsi pemanenan
c)
inventarisasi untuk tujuan pengelolaan
d)
survey lahan
2.
Salah satu hal penting dilakukannya inventarisasi hutan yaitu
a)
menentukan prespektif silvikultur
b)
inventarisasi untuk tujuan pemeliharaan
c)
inventarisasi untuk tujuan pemantauan
d)
pemantauan tegakan
3.
Dibawah ini yang merupakan salah satu hal penting dilakukannya inventarisasi hutan yaitu, kecuali
a)
survey permudaan
b)
inventarisasi untuk tujuan pemantauan
c)
survey pakan satwa
d)
survey nasional atau regional
4.
Dibawah ini yang merupakan pentingnya dilakukan kegiatan inventarisasi yaitu
a)
survey perilaku satwa
b)
pemantauan tegakan seumur
c)
menentukan prskripsi pemanenan
d)
survey permudaan
5.
Salah satu hal penting mengapa dilakukannya inventarisasi hutan yaitu, kecuali
a)
survey penilaian
b)
survey pemeliharaan
c)
menentukan prskripsi silvikultur
d)
pemantauan berkala
6.
Salah satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode penaksiran potensi hutan merupakan pengertian dari
a)
ilmu pemanenan hutan
b)
ilmu inventarisasi hutan
c)
ilmu inventarisasi sumberdaya
d)
ilmu penaksiran hutan
7.
Apa yang dimaksud dengan ilmu inventarisasi hutan
a)
satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode penaksiran potensi hutan
b)
satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode pertumbuhan potensi hutan
c)
satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode pengukuran potensi hutan
d)
satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode pendataan potensi hutan
8.
Apa yang dimaksud dengan metode penaksiran
a)
cara pengukuran seluruh elemen dari suatu obyek yang menjadi sasaran pengamatan untuk mengetahui sifat-sifat dari obyek yang bersangkutan
b)
cara pengukuran sebagian atau seluruh elemen dari suatu obyek yang menjadi sasaran pengamatan untuk mengetahui karakteristik dari obyek yang bersangkutan
c)
cara pengukuran sebagian elemen dari suatu obyek yang menjadi sasaran pengamatan untuk mengetahui sifat-sifat dari obyek yang bersangkutan
d)
cara pengukuran sebagian atau seluruh elemen dari suatu obyek yang menjadi sasaran pengamatan untuk mengetahui sifat-sifat dari obyek yang bersangkutan
9.
Potensi hutan terbagi atas dua, yaitu potensi fisik
a)
potensi biofisik
b)
potensi non fisik
c)
potensi non hayati
d)
potensi hayati
10.
Potensi hutan terbagi atas dua, yaitu
a)
potensi fisik dan nonfisik
b)
pontensi hayati dan non hayati
c)
potensi fisik dan hayati
d)
potensi nonfisik dan non hayati
11.
Potensi fisik pada hutan yaitu terdiri dari, kecuali
a)
komposisi vegetasi
b)
kondisi tanah
c)
kondisi iklim
d)
kondisi topografi lahan hutan
12.
Kondisi tanah, kondisi iklim, dan kondisi topografi termasuk kedalam
a)
potensi hayati
b)
potensi non fisik
c)
potensi biotik
d)
potensi fisik
13.
Potensi hayati meliputi antara lain, kecuali
a)
struktur vegetasi
b)
komposisi vegetasi
c)
iklim
d)
jumlah satwa
14.
Salah satu potensi hayati kayu
a)
tanah
b)
diversitas
c)
iklim
d)
topografi
15.
Salah satu potensi hayati yaitu
a)
struktur vegetasi
b)
kondisi tanah
c)
kondisi iklim
d)
topografi
16.
Dibawah ini yang termasuk potensi hayati kecuali
a)
struktur vegetasi
b)
komposisi vegetasi
c)
diversitas
d)
topografi
17.
Istilah yang memiliki makna sama dengan pengertian inventarisasi hutan adalah
a)
timber cuting
b)
cruising
c)
timber survey
d)
forest estimation
18.
Dibawah ini yang termasuk kedalam istilah lain inventarisasi hutan, kecuali
a)
forest survey
b)
bosch inventarisati
c)
timber cutting
d)
cruising
19.
Istilah yang memiliki makna sama dengan pengertian inventarisasi hutan adalah
a)
timber estimation
b)
cruising estimation
c)
timber survey
d)
forest estimation
20.
Dibawah ini yang termasuk kedalam istilah lain inventarisasi hutan, kecuali
a)
forest survey
b)
bosch inventarisati
c)
cruising
d)
cruising estimation
21.
Definisi inventarisasi menurut Muhdin, 2010 adalah
a)
sebagai kegiatan dalam sistem pengelolaan hutan untuk mengetahui kekayaan yang terkandung di dalam suatu hutan pada saat tertentu
b)
Sebuah aplikasi metode ilmiah dlm memperoleh data dan informasi mengenai kekayaan sumberdaya hutan (SDH), sbg bahan dasar dalam perencanaan pengelolaan SDH
c)
sebagai salah satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode penaksiran potensi hutan
d)
Kegiatan pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya hutan untuk perencanan pengelolaan sumber daya tersebut
22.
Definisi inventarisasi hutan menurut Simon 1996 adalah
a)
sebagai kegiatan dalam sistem pengelolaan hutan untuk mengetahui kekayaan yang terkandung di dalam suatu hutan pada saat tertentu
b)
Sebuah aplikasi metode ilmiah dlm memperoleh data dan informasi mengenai kekayaan sumberdaya hutan (SDH), sbg bahan dasar dalam perencanaan pengelolaan SDH
c)
sebagai salah satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode penaksiran potensi hutan
d)
Kegiatan pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya hutan untuk perencanan pengelolaan sumber daya tersebut
23.
Definisi inventarisasi hutan menurut Malamassam 2009 adalah
a)
sebagai kegiatan dalam sistem pengelolaan hutan untuk mengetahui kekayaan yang terkandung di dalam suatu hutan pada saat tertentu
b)
Sebuah aplikasi metode ilmiah dlm memperoleh data dan informasi mengenai kekayaan sumberdaya hutan (SDH), sbg bahan dasar dalam perencanaan pengelolaan SDH
c)
sebagai salah satu cabang ilmu kehutanan yang membahas tentang metode penaksiran potensi hutan
d)
Kegiatan pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya hutan untuk perencanan pengelolaan sumber daya tersebut
24.
Inventarisasi hutan adalah sebuah proses untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas dan kuantitas sumber daya hutan, merupakan definisi inventarisasi menurut
a)
Muhdin, 2010
b)
Simon, 1996
c)
Dephut, 1999
d)
Ardiansyah, 2017
25.
Inventarisasi hutan adalah sebagai pengumpulan dan penyusunan data dan fakta mengenai sumberdaya hutan untuk perencanaan pengelolaan sumberdaya tersebut bagi kesejahteraan masyarakat secara lestari dan serbaguna
a)
Muhdin, 2010
b)
Simon, 1996
c)
Dephut, 1999
d)
Ardiansyah, 2017
26.
Mengakomodir kemampuan ekologis dan mengoptimalkan pendayagunaan potensi ekologi sesuatu lahan. Merupakan hubungan inventarisasi hutan dengan ilmu
a)
matematika dan statistika
b)
silvikultur dan ekologi
c)
perencanaan hutan
d)
manajemen hutan
27.
Pengumpulan data tentang kondisi tanah dan kondisi iklim yang dapat menunjang pertumbuhan atau perkembangan potensi hutan. Merupakan hubungan inventarisasi hutan dengan ilmu
a)
ilmu tanah dan klimatologi
b)
silvikultur dan ekologi
c)
perencanaan hutan
d)
manajemen hutan
28.
Inventarisasi Hutan dapat dikatakan sebagai ilmu yang mendukung peletakan dasar yang kuat bagi tersusunnya suatu rencana pemanfaatan hutan secara efisien dan efektif, serta menjadi salah satu alat dalam upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari. Merupakan hubungan antara inventarisasi hutan dengan ilmu
a)
ilmu tanah dan klimatologi
b)
silvikultur dan ekologi
c)
perencanaan hutan
d)
ilmu sosial dan ekonomi
29.
Hubungan antara inventarisasi hutan dengan ilmu-ilmu sosial ekonomi yaitu
a)
inventarisasi Hutan dapat dikatakan sebagai ilmu yang mendukung peletakan dasar yang kuat bagi tersusunnya suatu rencana pemanfaatan hutan secara efisien dan efektif, serta menjadi salah satu alat dalam upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari.
b)
inventarisasi Hutan memanfaatkan teori dan metode Matematika dan Statistika, terutama yang bersangkut paut dengan teori dan metode penaksiran atau teori dan metode paramalan.
c)
pengumpulan data tentang kondisi tanah dan kondisi iklim yang dapat menunjang pertumbuhan atau perkembangan potensi hutan.
d)
Inventarisasi Hutan mengakomodir metodemetode yang dikembangkan dalam bidang sosial ekonomi khususnya yang bersangkut paut dengan metode pengumpulan informasi tentang hubungan antara masyarakat dengan hutan.
30.
Hubungan antara inventarisasi hutan dengan ilmu matematika dan statistika adalah
a)
inventarisasi Hutan dapat dikatakan sebagai ilmu yang mendukung peletakan dasar yang kuat bagi tersusunnya suatu rencana pemanfaatan hutan secara efisien dan efektif, serta menjadi salah satu alat dalam upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari.
b)
inventarisasi Hutan memanfaatkan teori dan metode Matematika dan Statistika, terutama yang bersangkut paut dengan teori dan metode penaksiran atau teori dan metode paramalan.
c)
pengumpulan data tentang kondisi tanah dan kondisi iklim yang dapat menunjang pertumbuhan atau perkembangan potensi hutan.
d)
Inventarisasi Hutan mengakomodir metodemetode yang dikembangkan dalam bidang sosial ekonomi khususnya yang bersangkut paut dengan metode pengumpulan informasi tentang hubungan antara masyarakat dengan hutan.
31.
Tujuan dari inventarisasi hutan yaitu
a)
untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan strategis jangka panjang, jangka menengah dan operasional jangka pendek sesuai dengan tingkatan dan kedalaman inventarisasi yang dilaksanakan.
b)
untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas dan kuantitas sumber daya hutan.
c)
mendukung peletakan dasar yang kuat bagi tersusunnya suatu rencana pemanfaatan hutan secara efisien dan efektif, serta menjadi salah satu alat dalam upaya mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari.
d)
menentukan tersusunnya rencana pemanfaatan kekayaan hutan secara optimum
32.
Untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan strategis jangka panjang, jangka menengah dan operasional jangka pendek sesuai dengan tingkatan dan kedalaman inventarisasi yang dilaksanakan. Pernyataan tersebut merupakan
a)
Pengertian inventarisasi hutan
b)
Peranan inventarisasi hutan
c)
Tujuan inventarisasi hutan
d)
Manfaat inventarisasi hutan
33.
Suatu langkah awal yang sangat menentukan dalam pendayagunaan sumberdaya hutan secara lestari. Pernyataan diatas merupakan
a)
Pengertian inventarisasi hutan
b)
Peranan inventarisasi hutan
c)
Tujuan inventarisasi hutan
d)
Manfaat inventarisasi hutan
34.
Dibawah ini yang merupakan peranan inventarisasi hutan yaitu, kecuali
a)
penyiapan data yang akurat, melalui upaya-upaya yang efisien dan efektif.
b)
menentukan tersusunnya rencana pemanfaatan kekayaan hutan secara optimum.
c)
suatu langkah awal yang sangat menentukan dalam pendayagunaan sumberdaya hutan secara lestari.
d)
untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan dan perumusan kebijaksanaan strategis jangka panjang, jangka menengah dan operasional jangka pendek sesuai dengan tingkatan dan kedalaman inventarisasi yang dilaksanakan.
35.
Dibawah ini yang termasuk dalam peranan inventarisasi hutan yaitu
a)
penyiapan data yang efisien
b)
menyusun rencana pemanfaatan potensi hutan secara maksimum
c)
untuk mendapatkan data yang akan diolah menjadi informasi yang dipergunakan sebagai bahan perencanaan
d)
suatu langkah awal yang sangat menentukan dalam pendayagunaan sumberdaya hutan secara lestari
36.
Dibawah ini yang termasuk dalam contoh perlu inventarisasi hutan yaitu, kecuali
a)
PSP
b)
PTA
c)
QC
d)
PHI
37.
Dibawah ini yang termasuk dalam contoh perlu inventarisasi hutan yaitu
a)
PSP
b)
PTA
c)
QIC
d)
PIH
38.
Dibawah ini yang termasuk dalam contoh perlu inventarisasi hutan yaitu
a)
PPS
b)
PTA
c)
QIC
d)
PHI
39.
Dibawah ini yang termasuk dalam contoh perlu inventarisasi hutan yaitu
a)
PPS
b)
PTA
c)
QC
d)
PHI
40.
Dibawah ini yang termasuk dalam contoh perlu inventarisasi hutan yaitu
a)
PPS
b)
PAT
c)
QCI
d)
PHI
41.
Contoh perlu invent pada PSP dilaksanakan pada
a)
dilaksanakan setiap bulan digunakan untuk mengetahui stocking pada tanaman berdasarkan kelas umur
b)
dilaksanakan setahun sekali digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sebagai dasar pembuatan dan tindakan silvikultur selanjutnya serta menguji kesesuaian tempat tumbuh dari jenis-jenis tanam yang dikembangka
c)
dilaksanakan setiap ada kegiatan di plantation digunakan untuk mengetahui kelulusan hasil kegiatan plantation
d)
dilaksanakan setelah kegiatan harvesting dipetak digunakan untuk cek kualitas persiapan lahan
42.
Contoh perlu invent pada HAVEX dilaksanakan pada
a)
dilaksanakan setiap bulan digunakan untuk mengetahui stocking pada tanaman berdasarkan kelas umur
b)
dilaksanakan setahun sekali digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sebagai dasar pembuatan dan tindakan silvikultur selanjutnya serta menguji kesesuaian tempat tumbuh dari jenis-jenis tanam yang dikembangka
c)
dilaksanakan setiap ada kegiatan di plantation digunakan untuk mengetahui kelulusan hasil kegiatan plantation
d)
dilaksanakan setelah kegiatan harvesting dipetak digunakan untuk cek kualitas persiapan lahan
43.
Contoh perlu invent pada PAT dilaksanakan pada
a)
dilaksanakan setiap bulan digunakan untuk mengetahui stocking pada tanaman berdasarkan kelas umur
b)
dilaksanakan setahun sekali digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sebagai dasar pembuatan dan tindakan silvikultur selanjutnya serta menguji kesesuaian tempat tumbuh dari jenis-jenis tanam yang dikembangka
c)
dilaksanakan setiap ada kegiatan di plantation digunakan untuk mengetahui kelulusan hasil kegiatan plantation
d)
dilaksanakan setelah kegiatan harvesting dipetak digunakan untuk cek kualitas persiapan lahan
44.
Contoh perlu invent pada QC dilaksanakan pada
a)
dilaksanakan setiap bulan digunakan untuk mengetahui stocking pada tanaman berdasarkan kelas umur
b)
dilaksanakan setahun sekali digunakan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman sebagai dasar pembuatan dan tindakan silvikultur selanjutnya serta menguji kesesuaian tempat tumbuh dari jenis-jenis tanam yang dikembangka
c)
dilaksanakan setiap ada kegiatan di plantation digunakan untuk mengetahui kelulusan hasil kegiatan plantation
d)
dilaksanakan setelah kegiatan harvesting dipetak digunakan untuk cek kualitas persiapan lahan
45.
Inventarisasi hutan dilaksanakan setahun sekali digunakan untuk mengetahui riap pertumbuhan tanaman pada masa akan tebang dan sebagai syarakt untuk penyusunan RKT. Merupakan contoh perlu invent
a)
PSP
b)
PHI
c)
PAT
d)
QC
46.
UM harus memantau dan mencatat pertumbuhan tegakan hutan melalui pengukuran berkala petak sampel permanen atau PSP ( Permanent Sample Plots ) untuk setiap tipe ekosistem, yang akan digunakan dalam penentuan AAC ( Annual Allowable Cut ) sehingga tidak akan melebihi riap (pertumbuhan) hutan. Merupakan inventarisasi pada kriteria
a)
kriteria 4.2
b)
kriteria 5.1
c)
kriteria 5.3
d)
kriteria 5.2
47.
UM harus melakukan inventarisasi hutan secara berkala untuk memperoleh data mengenai kondisi sebenarnya sumber daya hutan di areal UM, diantaranya sebagai dasar untuk perencanaan dan penilaian kelestarian tegakan hutan. Merupakan inventarisasi pada kriteria
a)
kriteria 4.2
b)
kriteria 5.1
c)
kriteria 5.3
d)
kriteria 5.2
48.
UM harus mengidentifikasi dan menginventarisasi hasil hutan non kayu yang dapat memberikan dampak negatif pada sumber daya hutan apabila dilakukan eksploitasi yang berlebihan. Merupakan inventarisasi pada kriteria
a)
kriteria 4.2
b)
kriteria 5.1
c)
kriteria 5.3
d)
kriteria 5.2
49.
UM harus memastikan bahwa tingkat pemanenan produk hutan tidak akan melampaui tingkat produksi yang lestari. Merupakan inventarisasi pada kriteria
a)
kriteria 4.2
b)
kriteria 5.1
c)
kriteria 5.3
d)
kriteria 5.2
50.
Inventarisasi pada kriteria 5.2 menjelaskan
a)
UM harus melakukan inventarisasi hutan secara berkala untuk memperoleh data mengenai kondisi sebenarnya sumber daya hutan di areal UM, diantaranya sebagai dasar untuk perencanaan dan penilaian kelestarian tegakan hutan.
b)
UM harus memastikan bahwa tingkat pemanenan produk hutan tidak akan melampaui tingkat produksi yang lestari.
c)
UM harus memantau dan mencatat pertumbuhan tegakan hutan melalui pengukuran berkala petak sampel permanen atau PSP ( Permanent Sample Plots ) untuk setiap tipe ekosistem, yang akan digunakan dalam penentuan AAC ( Annual Allowable Cut ) sehingga tidak akan melebihi riap (pertumbuhan) hutan.
d)
UM harus mengidentifikasi dan menginventarisasi hasil hutan non kayu yang dapat memberikan dampak negatif pada sumber daya hutan apabila dilakukan eksploitasi yang berlebihan.
51.
Inventarisasi hutan pada kriteria 4.2 menjelaskan
a)
UM harus melakukan inventarisasi hutan secara berkala untuk memperoleh data mengenai kondisi sebenarnya sumber daya hutan di areal UM, diantaranya sebagai dasar untuk perencanaan dan penilaian kelestarian tegakan hutan.
b)
UM harus memastikan bahwa tingkat pemanenan produk hutan tidak akan melampaui tingkat produksi yang lestari.
c)
UM harus memantau dan mencatat pertumbuhan tegakan hutan melalui pengukuran berkala petak sampel permanen atau PSP ( Permanent Sample Plots ) untuk setiap tipe ekosistem, yang akan digunakan dalam penentuan AAC ( Annual Allowable Cut ) sehingga tidak akan
d)
UM harus mengidentifikasi dan menginventarisasi hasil hutan non kayu yang dapat memberikan dampak negatif pada sumber daya hutan apabila dilakukan eksploitasi yang berlebihan.
52.
Inventarisasi hutan pada kriteria 5.3 menjelaskan
a)
UM harus melakukan inventarisasi hutan secara berkala untuk memperoleh data mengenai kondisi sebenarnya sumber daya hutan di areal UM, diantaranya sebagai dasar untuk perencanaan dan penilaian kelestarian tegakan hutan.
b)
UM harus memastikan bahwa tingkat pemanenan produk hutan tidak akan melampaui tingkat produksi yang lestari.
c)
UM harus memantau dan mencatat pertumbuhan tegakan hutan melalui pengukuran berkala petak sampel permanen atau PSP ( Permanent Sample Plots ) untuk setiap tipe ekosistem, yang akan digunakan dalam penentuan AAC ( Annual Allowable Cut ) sehingga tidak akan
d)
UM harus mengidentifikasi dan menginventarisasi hasil hutan non kayu yang dapat memberikan dampak negatif pada sumber daya hutan apabila dilakukan eksploitasi yang berlebihan.
53.
Inventarisasi hutan pada kriteria 5.1 menjelaskan
a)
UM harus melakukan inventarisasi hutan secara berkala untuk memperoleh data mengenai kondisi sebenarnya sumber daya hutan di areal UM, diantaranya sebagai dasar untuk perencanaan dan penilaian kelestarian tegakan hutan.
b)
UM harus memastikan bahwa tingkat pemanenan produk hutan tidak akan melampaui tingkat produksi yang lestari.
c)
UM harus memantau dan mencatat pertumbuhan tegakan hutan melalui pengukuran berkala petak sampel permanen atau PSP ( Permanent Sample Plots ) untuk setiap tipe ekosistem, yang akan digunakan dalam penentuan AAC ( Annual Allowable Cut ) sehingga tidak akan
d)
UM harus mengidentifikasi dan menginventarisasi hasil hutan non kayu yang dapat memberikan dampak negatif pada sumber daya hutan apabila dilakukan eksploitasi yang berlebihan.
54.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah
a)
survei mengenai status dan keadaan fisik hutan
b)
biodiversitas
c)
sumber daya alam
d)
kondisi ekonomi masyarakat
55.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah
a)
survei kualitas lahan
b)
biodiversitas
c)
sumber daya alam
d)
kondisi ekonomi masyarakat
56.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah
a)
survei kualitas lahan
b)
produktivitas
c)
sumber daya manusia
d)
kondisi ekonomi masyarakat
57.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah
a)
survei kualitas lahan
b)
produktivitas
c)
sumber daya alam
d)
kondisi sosial masyarakat
58.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah, kecuali
a)
survei mengenai status dan keadaan fisik hutan
b)
biodiversitas
c)
sumber daya manusia
d)
kondisi ekonomi masyarakat
59.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah, kecuali
a)
survei mengenai status dan keadaan fisik hutan
b)
biodiversitas
c)
sumber daya alam
d)
kondisi sosial masyarakat
60.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah, kecuali
a)
survei mengenai status dan keadaan fisik hutan
b)
produktivitas
c)
sumber daya manusia
d)
kondisi sosial masyarakat
61.
Dibawah ini yang merupakan ruang lingkup inventarisasi hutan adalah, kecuali
a)
survei kondisi lahan
b)
flora dan fauna
c)
sumber daya manusia
d)
kondisi sosial masyarakt
62.
Pada inventarisasi hutan, elemen-elemen yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hutan yaitu, kecuali
a)
keadaan lahan hutan
b)
keterangan yang bersangkut-paut dengan pemanfaatan
c)
kondisi tempat tumbuh
d)
keadaan tegakan
63.
Pada inventarisasi hutan, elemen-elemen yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hutan yaitu
a)
proses perencanaan
b)
tahap inventarisasi
c)
kondisi tempat tumbuh
d)
keadaan tegakan
64.
Pada inventarisasi hutan, elemen-elemen yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hutan yaitu
a)
keadaan lahan hutan
b)
tahap inventarisasi
c)
kondisi tempat tumbuh
d)
struktur vegetasi
65.
Pada inventarisasi hutan, elemen-elemen yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hutan yaitu
a)
proses perencanaan
b)
keadaan tegakan
c)
kondisi tempat tumbuh
d)
komposisi vegetasi
66.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keadaan lahan hutan yaitu
a)
luas areal
b)
komposisi jenis
c)
aksesibilitas
d)
kondisi fisik
67.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keadaan lahan hutan yaitu
a)
kondisi topografi
b)
komposisi jenis
c)
aksesibilitas
d)
luas areal
68.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keadaan tegakan hutan yaitu
a)
jenis tanah
b)
komposisi jenis
c)
aksesibilitas
d)
kondisi iklim
69.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keadaan tegakan hutan yaitu, kecuali
a)
luas areal
b)
penyebaran ukuran pohon
c)
jenis tanah
d)
keadaan tempat tumbuh
70.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keterangan yang bersangkut-paut dengan pemanfaatan yaitu, kecuali
a)
luas areal
b)
penyebaran ukuran pohon
c)
aksesibilitas
d)
keadaan tempat tumbuh
71.
Dibawah ini yang termasuk dalam elemen keadaan lahan hutan yaitu, kecuali
a)
topografi
b)
kimia tanah
c)
keadaan permudaan
d)
jenis tanah
72.
Berdasarkan tujuan dan penekanan elemen, macam-macam inventarisasi hutan diantaranya
a)
Inventarsisasi utuk penyusunan rencana karya
b)
inventarisasi hutan tingkat wilayah
c)
inventarisasi hutan tingkat unit pengelolaan
d)
inventarisasi hutan tingkat wilayah
73.
Berdasarkan hirarki inventarisasi hutan, macam-macam invetarisasi hutan antara lain, kecuali
a)
inventarisasi hutan tingkat nasional
b)
inventarisasi pendahuluan/pengenalan
c)
inventarisasi hutan tingkat daerah aliran sungai
d)
inventarisasi hutn tingkat unit pengelolaan
74.
Yang merupakan dasar hukum inventarisasi hutan di Indonesia pada hutan tanaman yaitu
a)
invent Htn Menyeluruh Berkala (IHMB) (Permenhut No. : P. 33/Menhut-II/2009)
b)
pedoman Penyusunan Renc Pengat Keles Ht (SK Direksi Perum Perhutani No. 378/1992)
c)
semua benar
d)
pedoman Penyusunan Renc Teknik Th-an (SK Direksi Perum Perhutani No.1470/1993)
75.
Yang menjadi dasar hukum inventarisasi hutan di Indonesia pada hutan alam yaitu
a)
invent Htn Menyeluruh Berkala (IHMB) (Permenhut No. : P. 33/Menhut-II/2009)
b)
invent Teg. Sebelum Penebangan (ITSP) (SK Dirjen PH No. 151/1993 ttg TPTI)
c)
inventarisasi Tegakan Tinggal (SK Dirjen PH No. 151/1993 ttg TPTI)
d)
semua benar
76.
Yang dilihat pada hasil pengukuran batang yaitu
a)
rerata, keragaman, dan simpangan baku
b)
jumlah, varians, dan rerataan
c)
simpangan baku, median, dan rerataan
d)
varians, rerataan, dan jumlah
77.
Yang dilihat pada hasil pengukuran batang yaitu, kecuali
a)
keragaman
b)
median
c)
rerata
d)
simpangan baku
78.
Hasil yang diperoleh yang jika dilakukan pengukuran secara tidak terbatas, maka nilai rata-rata dari pengukuran yang jumlahnya tidak terbatas itu adalah hasilnya. Merupakan pengertian dari
a)
rerata
b)
ragam
c)
rerata populasi
d)
rerata sampel
79.
Rerata populasi adalah
a)
nilai rata-rata dari sampel yakni dari jumlah yang terbatas dan merupakan estimasi atau pendugaan dari rerata populasi
b)
indikator seberapa tersebarnya data dalam populasi atau sampel
c)
nilai ratarata dari satu set pengukuran
d)
hasil yang diperoleh yang jika dilakukan pengukuran secara tidak terbatas, maka nilai rata-rata dari pengukuran yang jumlahnya tidak terbatas itu adalah hasilnya
80.
Nilai rata-rata dari sampel yakni dari jumlah yang terbatas dan merupakan estimasi atau pendugaan dari rerata populasi. Merupakan pengertian dari
a)
rerata
b)
ragam
c)
rerata populasi
d)
rerata sampel
81.
Rerata sampel adalah
a)
nilai rata-rata dari sampel yakni dari jumlah yang terbatas dan merupakan estimasi atau pendugaan dari rerata populasi
b)
indikator seberapa tersebarnya data dalam populasi atau sampel
c)
nilai ratarata dari satu set pengukuran
d)
hasil yang diperoleh yang jika dilakukan pengukuran secara tidak terbatas, maka nilai rata-rata dari pengukuran yang jumlahnya tidak terbatas itu adalah hasilnya
82.
Indikator seberapa tersebarnya data dalam populasi atau sampel. Merupakan pengertian dari
a)
rarata
b)
ragam
c)
rerata populasi
d)
rerata sampel
83.
Kergaman adalah
a)
nilai rata-rata dari sampel yakni dari jumlah yang terbatas dan merupakan estimasi atau pendugaan dari rerata populasi
b)
indikator seberapa tersebarnya data dalam populasi atau sampel
c)
nilai ratarata dari satu set pengukuran
d)
hasil yang diperoleh yang jika dilakukan pengukuran secara tidak terbatas, maka nilai rata-rata dari pengukuran yang jumlahnya tidak terbatas itu adalah hasilnya
84.
Besarnya penyimpangan setiap pengukuran terhadap rerata populasi. Merupakan pengertian dari
a)
simpangan baku
b)
ragam
c)
rerata populasi
d)
rerata sampel
85.
Simpangan baku adalah
a)
nilai rata-rata dari sampel yakni dari jumlah yang terbatas dan merupakan estimasi atau pendugaan dari rerata populasi
b)
indikator seberapa tersebarnya data dalam populasi atau sampel
c)
nilai ratarata dari satu set pengukuran
d)
besarnya penyimpangan setiap pengukuran terhadap rerata populasi
86.
Yang merupakan alat ukur diameter adalah
a)
pita ukur
b)
christen meter
c)
abney level
d)
dendrometer
87.
Yang merupakan alat ukur diameter adalah
a)
christen meter
b)
apitan pohon
c)
abney level
d)
dendrometer
88.
Yang merupakan alat ukur diameter adalah
a)
christen meter
b)
abney level
c)
garpu pohon
d)
dendrometer
89.
Yang merupakan alat ukur diameter adalah
a)
christen meter
b)
abney level
c)
dendrometer
d)
biltmore stick
90.
Dibawah ini yang merupakan alat ukur diamter, kecuali
a)
pita ukur
b)
haga hypsometer
c)
garpu pohon
d)
biltmore stick
91.
Dibawah ini yang merupakan alat ukur diamter, kecuali
a)
pita ukur
b)
apitan pohon
c)
garpu pohon
d)
abney level
92.
Yang merupakan alat ukur tinggi yaitu
a)
christen meter
b)
pita ukur
c)
garpu pohon
d)
biltmore stick
93.
Yang merupakan alat ukur tinggi yaitu
a)
garpu pohon
b)
pita ukur
c)
walking stick
d)
biltmore stick
94.
Dibawah ini yang merupakan alat ukur tinggi, kecuali
a)
christen meter
b)
biltmore stick
c)
walking stick
d)
dendrometer
95.
Dibawah ini yang merupakan alat ukur tinggi, kecuali
a)
christen meter
b)
dendrometer
c)
walking stick
d)
garpu pohon
96.
Jumlah/banyaknya pohon per satuan luas tegakan. Merupakan pengertian dari dimensi
a)
LBDs tegakan
b)
volume tegakan
c)
kerapatan tegakan
d)
peninggi
97.
Perbandingan antara volume silindrer yang mempunyai bidang dasar pada bagian pohon setinggi 1/10 dari tinggi total merupakan angka bentuk
a)
angka bentuk buatan
b)
angka bentuk murni
c)
angka bentuk normal
d)
angka bentuk mutlak
98.
Volume kayu tebal merupakan volume batang pohon dimana tingginya diukur sampai batas diameter
a)
10 atau 7 cm
b)
7 atau 5 cm
c)
10 atau 8 cm
d)
8 atau 5 cm
99.
Ketentuan pengukuran diameter pohon pada pohon normai diukur dari ketinggian
a)
13 m dat
b)
0,13 dat
c)
1,3 m dat
d)
1,3 cm dat
100.
Berdasarkan bidang dasar yang digunakannya, terdapat 3 macam angka bentuk pohon, kecuali
a)
angka bentuk buatan
b)
angka bentuk nyata
c)
angka bentuk absolut
d)
angka bentuk optimal