NEW
Font size
WorksheetsKimia PAS
Total questions: 35
Worksheet time: 9hrs 45mins
Molalitas 20 % b/b larutan H2SO4 dalam air adalah… (Mr H2SO4= 98)
2,55
2,45
2,32
2,25
2,15
Molaritas larutan HCl 1 molal dengan ρ= 1,25 gram/mL ( Mr =36,5) adalah…
2,4
2,0
1,8
1,4
1,2
Pernyataan yang tepat mengenai sifat koligatif larutan adalah….
Tekanan osmosis bukan sifat koligatif larutan
Sifat koligatif larutan tergantung pada jenis zat terlarut
Sifat koligatif larutan bergantung pada jumlah partikel zat terlaurut
Salah satu sifat koligatif larutan adalah penurunan titik didih larutan
Penurunan tekanan uap merupakan sifat koligatif yang tergantung pada jenis zat
Fraksi mol air dalam suatu larutan pada suhu 20oC dengan tekanan uap jenuh air 24 mmHg adalah 0,4 maka pada suhu tersebut akan terjadi penurunan tekanan uap sebesar….
4,8 mmHg
10,6 mmHg
12,6 mmHg
14,4 mmHg
16,4 mmHg
Jika tekanan uap jenuh air pada suhu 250C adalah 23 mmHg maka tekanan uap jenuh untuk larutan urea 10 % massa pada suhu yang sama adalah…. (Mr urea=60, Mr air = 18)
(23x 0,17) : 5,17 mmHg
(23x 5,17) : 5 mmHg
(23 x 5) : 5,17 mmHg
(23 x 5,7) : 5,17 mmHg
(23 x 5,17) : 5,17 mmHg
Jika Kenaikan titik didih 1 molal larutan urea 0,52 0C. Pada konsentrasi yang sama kenaikan titik didih untuk larutan NaCl (α = 1) adalah…
1,04 oC
1,28 oC
1,56 oC
2,08 oC
3,72 oC
Dalam kadaan normal titik didih larutan 1 molal larutan K2SO4 adalah 101,56oC. maka titik didih untuk larutan NaOH pada konsentrasi yang sama diprediksi…
100,52 oC
101,04 oC
101,56 oC
102,08 oC
103,72 oC
Dalam keadaan normal titik beku larutan urea dalam air pada konsentrasi tertentu -2oC , maka titik didihnya adalah… (Kb= 0,520C/m dan Kf = 1,860C/m)
100,56 oC
100,62 oC
100,76 oC
101,08 oC
102,00 oC
Perhatikan diagram PT di atas, daerah proses membeku larutan ditunjukkan oleh ....
KL
KS
LR
RM
SN
Dalam keadaan normal titik didih larutan NaCl dalam air pada konsentrasi tertentu 101,040 C, maka titik bekunya adalah….(Kf = 1,860C/m, Kb = 0,520 C/m)
– 0,52 oC
– 1,04 oC
– 2,08 oC
– 3,72 oC
– 6,54 oC
Pada konsentrasi yang sama dengan larutan urea, manakah larutan di bawah ini yang tekanan osmosisnya tiga kali lebih besar dari larutan urea ?
NaCl (α = 1)
K2SO4 (α = 1)
C6H12O6 (α = 0)
Fe2(SO4)3 (α = 0,75)
C12H22O11 (α = 0)
Larutan yang isotonik dengan 0,3 M larutan glukosa pada temperatur yang sama adalah….
0,30 M NaCl (α = 1)
0,20 M KOH (α = 1)
0,15 M Na2SO4 (α = 1)
0,10 M Al2(SO4)3 (α = 0,5)
0,05 M HNO2 ( α = 0,75)
Beberapa contoh penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
(1) proses penyerapan air dalam tanah oleh akar
(2) membasmi lintah dengan garam dapur
(3) pemakaian urea untuk mencairkan salju
(4) penambahan glikol pada radiator mobil
Penerapan sifat koligatif yang berhubungan dengan tekanan osmotik ….
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Contoh penerapan sifat koligatif dalam kehidupan sehari-hari yang dapat kita temui di antaranya:
(1) air radiator mobil dapat dicampur dengan etilen glikol; dan
(2) larutan infus dimasukkan ke dalam tubuh pasien melalui pembuluh darah.
Sifat koligatif yang terdapat dalam contoh tersebut secara berurutan adalah ...
penurunan tekanan uap j enuh dan penurunan titik beku
penurunan tekanan uap jenuh dan kenaikan titik didih
penurunan titik beku dan kenaikan titik didih
penurunan titik beku dan tekanan osmosis
tekanan osmosis dan penurunan tekanan uap jenuh
Jika 5 gram protein dilarutkan ke dalam air hingga volume larutan 500 mL sehingga pada suhu 270C tekanan osmotik larutan 0,012 atm. Berdasarkan pada data ini massa rumus protein dapat ditentukan sebesar…. ( R=0,082 )
25000
20000
20100
20300
20500
Diantara reaksi berikut yang bukan reaksi redoks adalah...
2Al + 3H2O → Al2O3 + 3H2
Mg + 2HCl → MgCl2 + H2
2Na + 2H2O → 2NaOH +H2
2CuO + C → 2Cu + CO2
NaOH + HCl → NaCl + H2O
Bilangan oksidasi Cr pada senyawa K2Cr2O7 adalah...
+3
+4
+5
+6
+7
Bilangan oksidasi S tertinggi terdapat pada
SO2
S2O3 2−
S4O6 2−
SO4 2−
H2S
Pada reaksi tersebut, bilangan oksidasi Mn mengalami perubahan dari...
+4 menjadi +2
+4 menjadi +1
+2 menjadi +4
+2 menjadi +1
+1 menjadi +2
Pada reaksi : 2KClO3 + 3S → KCl + 3SO2 yang berperan sebagai oksidator adalah...
KClO3
S
KCl dan SO2
KCl
SO2
Diantara reaksi - reaksi betikut yang merupakan reaksi autoredoks adalah...
Berikut ini, pernyataan yang benar tentang reaksi oksidasi adalah...
Penerimaan pasangan elektron
Reaksi pelepasan oksigen dari senyawanya
Penerimaan elektron
Penurunan bilangan oksidasi
Pertambahan bilangan oksidasi
Sel volta terdiri dari elektrode perak dan tembaga, jika
Ag+ +e → Ag E0= +0,80 volt
Cu2+ +2e → Cu E0= +0,34 volt
Pernyataan di bawah ini yang benar adalah … .
Ag sebagai Anoda
Cu sebagai Katoda
Potensial selnya = 0,46
Elektroda Ag semakin tipis
Cu larut dalam air
Diketahui elektroda :
E0= 0,79 volt
E0= -2,34 volt
Maka notasi sel yang terbentuk adalah … .
Ag+ / Ag // Mg2+ / Mg
Mg2+ / Mg // Ag / Ag+
Ag / Ag+ // Mg / Mg2+
Mg / Mg2+ // Ag+ / Ag
Ag+ / Ag // Mg /Mg2+
Diketahui data potential standar berikut :
Zn2+ + 2e → Zn Eo = -076 Volt
Cu2+ + 2e →Cu Eo = +076 Volt
Mg2+ + 2e → Mg Eo = -2,34 Volt
Cr3+ + 3e → Cr Eo = -0,74 Volt
Harga potensial sel yang paling besar terdapat pada … .
Zn /Zn2+ // Cu2+ / Cu
Cr /Cr3+ // Cu2+ / Cu
Zn /Zn2+ // Cr3+ / Cr
Mg /Mg2+ // Cu2+ / Cu
Mg /Mg2+ // Cr3+ / Cr
Diketahui potensial elektrode dari :
Al3+ + 3e ↔ Al E° = -1,66 Volt
Zn2+ + 2e ↔ Zn E° = -0,76 Volt
Reaksi redoks
2Al(s) + 3Zn2+(aq) ↔ 2Al3+(aq) + 3Zn(s)
menghasilkan potensial sel sebesar … .
+ 0,90 Volt
– 0,90 Volt
+ 1,04 Volt
– 1,04 Volt
+ 2,42 Volt
Pada proses elektrolisis larutan CdSO4 dengan elektroda inert, reaksi yang terjadi pada elektroda positif adalah ....
Cd2+ + 2e -----> Cd
2H2O + 2e ------> 2OH- + H2
2H2O ------> 4H+ + O2 + 4e
Ni ------> Ni2+ + 2e
4OH- -----> 2H2O + O2 + 4e
Pada reaksi elektrolisis larutan NiSO4 dengan elektroda Au. Reaksi yang terjadi pada anoda adalah ….
Ni2+(aq) + 2e -----> Ni(s)
Au(aq) ------> Au2+(aq) + e
Ni(s) -----> Ni2+(aq)+ 2e
2 H2O(l) + 2e ------> H2(g)+ 2 OH–(aq)
2 H2O(l) -------> 4 H+(aq) + O2(g) + 4e
Pada elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat dengan elektrode besi di katode, dan di anode elektrode tembaga, di katode setelah elektrolisis akan terjadi .....
Endapan tembaga
Gas hidrogen
Gas oksigen
Gas klorin
ion OH-
Reaksi yang berlangsung pada elektrode X adalah ….
Ag→ Ag+ + e
2Cl- → Cl2 + 2e
2H2O → 4H+ + O2 + 4e
Ag+ + e→ Ag
2H2O + 2e → 2OH- + H2
Larutan CuCl2 (Ar Cu=63,5) dielektrolisis menggunakan elektrode karbon dengan arus sebesar 5 ampere selama 30 menit, logam Cu yang diendapkan di katode sebanyak ....gram
29,6
14,8
2,96
1,48
0,74
Reaksi yang terjadi pada katode dari elektrolisis larutan Na2SO4 adalah ….
2H2O(aq) + 2e ------ 2OH–(aq) + H2(g)
2H+(aq) + 2e ------ H2(g)
Na+(aq) + e ----- Na(s)
SO42-(aq) + 2e ----- SO4(aq)
4OH–(aq) ------ 2H2O(aq) + O2(g) + 4e
Berapakah massa logam perak yang diendapkan jika arus listrik sebesar 5 Ampere dialirkan ke dalam larutan AgNO3 selama 2 jam …. (Ar : Ag = 108)
24,90 gram
29,40 gram
40,29 gram
42,09 gram
49,20 gram
Pada elektrolisis larutan H2SO4dengan elektroda Pt, reaksi yang berlangsung di anoda adalah ….
H(g) ------ H+(aq) + e-
H2(g) ------ 2H+(aq) + 2e-
2H+(aq) + 2e- ------- H2(g)
2H2O(l) ------- 4H+(aq) + O2(g) + 4e-
2H2O(l) + 2e- H2(g) + 2OH-(aq)
Suatu arus listrik dialirkan melalui larutan Cu2+ menghasilkan 15,9 gram logam Cu(Ar Cu=63,5, Ar Ag =108). Dengan jumlah arus yang sama massa Ag dari larutan Ag+... gram
54
27
5,4
2,7
1,8
