NEW
Font size
WorksheetsUAS EKSODONSIA 050122
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Seorang perawat gigi akan melakukan pencabutan gigi 65 pada anak laki2 (8 tahun) dengan teknik anestesi infiltrasi. Pasien tampak kooperatif dan tenang. Pada saat gigi diekstraksi, akar gigi tersebut patah. Salah satu penyebab fraktur mahkota gigi pada saat ektraksi adalah.
Anestesi tidak tepat
Gigi yang masih kuat
Posisi duduk pasien yang salah
Kekuatan yang berlebihan
Seorang perawat gigi telah melakukan ekstraksi pada gigi 55 pada pasien anak laki2 (8 tahun). Pada saat kuretage soket, didapatkan patahan tulang alveolar. Pada kasus fraktur tulang alveolar post ekstraksi, tindakan penanggulangan yang harus dilakukan adalah :
Membersihkan fragmen alveolar yang tersisa
Memberikan tambahan anestesi
Menjahit rapat soket yang terbuka
Membuat insisi tambahan pada soket
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi pasca ekstraksi gigi adalah perdarahan. Beberapa hal tersebut di bawah ini yang BUKAN penyebab terjadinya perdarahan abnormal adalah :
Trauma yang berlebihan pada jaringan lunak
Penyakit kronis tidak terkontrol
Teknik anestesi yang tidak tepat
Instrumen yang tidak lengkap
Perawat gigi sedang melakukan pencabutan pada gigi 74 pada anak laki2 (8 tahun). Pada saat pencabutan, gigi 75 ikut goyang. Dislokasi atau ikut goyangnya gigi tetangga pada tindakan pencabutan gigi dapat dihindari dengan cara :
Penggunaan instrumen yang tepat
Pemberian anestesi yang benar
Kekuatan tekanan pada gigi yang terkontrol
Pemilihan obat anestesi yang akurat
Seorang anak perempuan berusia 4 tahun, datang bersama ibunya ke RSGM dengan keluhan gigi yang berwarna abu-abu. Keluhan ini disertai dengan rasa kadang2 ngilu. Pemeriksaan EO tidak ada kelainan. Pemeriksaan IO tampak akar-akar gigi anterior atas berwarna abu-abu, Pemeriksaan radiologis tampak akar-akar gigi pendek, belum tampak benih gigi permanen. Bagaimana tindakan anda sebagai perawat gigi ?
Pencabutan akar2 gigi anterior
Memberi obat pereda nyeri
Memberi penyuluhan kesehatan gilut
Melakukan penambalan gigi anterior
Seorang perempuan berusia 25 tahun datang ke RSGM untuk mencabut gigi bungsu RB kirinya yang miring. Gigi tersebut sering bengkak sehingga pasien sulit untuk membuka mulut, terakhir bengkak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan EO tidak ada kelainan. Pemeriksaan IO: OH baik, tampak gigi 38 erupsi sebagian, miring ke arah mesial. Gingiva di sekitar gigi berwarna kemerahan. Manakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus teresbut?
Perikoroitis
Impaksi sebagian
Epulis fibromatosa
Abses gingiva
Seorang perempuan (24 tahun) datang ke poliklinik gigi dengan keluhan gigi RB goyang sejak 3 bulang yang lalu dan sering keluar darah. Pasien juga bercerita bahwa jika luka sukar sembuh. Pada pemeriksaan IO kebersihan mulut buruk, warna gusi merah, gigi 32, 31, 41, 42, 43 goyang derajat 3. Pada waktu probing perdarahan (+) dan kedalaman poket rata-rata 5-6mm. Pada pemeriksaan radiologis tampak adanya resorbsi tulang ½ panjang akar. Penyakit kronis apa yang diduga diderita pasien ?
Diabetes mellitus
Hipertensi
Lupus Erymatous
Hepatitis
Pasien perempuan (38 tahun) datang ke RSGM dengan keluhan ada pembengkakan di pipi kiri yang semakin membesar sejak 8 bulan yang lalu. Pasien tidak dapat membuka mulut lebar. Keadaan umum baik. EO tampak pembesaran bukal kiri meluas ke mandibula, pada palpasi teraba agak keras dan krepitasi, trismus 2 jari, IO 38 tidak tumbuh. Radiolografis terdapat radiolusensi berlobus-lobus, batas tidak jelas, meliputi area angulus dan korpus mandibula. Apakah diagnosis klinis kasus diatas?
Keganasan
Abses gingiva
Epulis fibromatosa
Granuloma
Perempuan berusia 34 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi 23 berlubang, ada rasa sakit. Pemeriksaan IO : sedikit pembengkakan pada gingiva, palpasi lunak. Pada pemeriksaan radiografik terlihat gambaran radiolusen diffuse di sekitar periapikal gigi. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kelainan tersebut?
Periodontitis kronis
Abses periapikal
Granuloma
Kista radikuler
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun datang ke klinik gigi diantar ibunya dengan keluhan gigi belakang bawah kanan mudah berdarah. Gigi tersebut bila tersentuh makanan dan mengunyah makanan terasa sakit. Pada pemeriksaan IO : terdapat daging tumbuh di oklusal gigi 46, kemerahan. Tes sondasi (+) dan termal (+). Gambaran radiologi menunjukkan lesi karies mencapai pulpa. Dokter gigi sedang tidak berada di tempat. Bagaimana tindakan anda sebagai perawat gigi ?
Memberi obat rasa sakit
Melakukan ekstraksi
Merujuk ke rumah sakit
Memulangkan pasien
Seorang pasien wanita usia 34 tahun datang ingin mencabut gigi geraham RA kirinya yang tinggal akar. Drg memutuskan melakukan anastesi infiltrasi dengan Lidokain. Beberapa saat setelah mendapatkan suntikan anastesi pasien merasa pusing dan sesak nafas, oedema, dan gatal2 pada wajahnya, tekanan darah menurun mendadak, serta akhirnya hilangnya kesadaran. Apakah komplikasi anastesi yang dialami pasien tersebut?
Sinkop
Syok anafilaktik
Hipoglikemia
Serangan jantung
Pasien laki2 (48 tahun) datang ke klinik gigi untuk mencabutkan giginya. Pasien sudah menghabiskan obat yang telah diberi dokter 3 hari yang lalu. Anamnesis : keluhan nyeri dan bengkak sudah hilang. Pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi terkontrol. Tensi normal. Pemeriksaan IO : Gigi 33 GR goyang 03 , gingiva normal. Dokter gigi sedang tidak berada di tempat. Tindakan yang harus dilakukan oleh perawat gigi adalah :
Menyiapkan instrument
Merujuk ke rumahsakit
Mencabut gigi 33 GR
Memberikan obat analgesik
Pasien perempuan (56 tahun) datang ke klinik gigi untuk membersihkan karang giginya. Anamnesis : Pasien mempunyai riwayat penyakit DM terkontrol. Pemeriksaan IO : calculus supragingival dan gingivitis ringan, beberapa gigi goyang 0 2 dan bau mulut Keton. Tindakan pertama sebagai perawat gigi adalah :
Menyiapkan instrument
Merujuk ke rumahsakit
Melakukan penyuluhan dan scaling ringan
Memberikan obat analgesic
Pasien laki2 (62 tahun) datang ke klinik gigi untuk mencabutkan giginya. Pasien mengeluh nyeri setiap makan karena ada gigi bawahnya yang goyang. Pemeriksaan IO : Gigi 35 37 GR, gigi 46 47 GP, goyang 0 3, bau mulut alcohol. Dokter gigi sedang tidak berada di tempat. Tindakan yang dilakukan oleh perawat gigi adalah :
Menyiapkan instrument
Merujuk ke rumahsakit
Mengukur tekanan darah
Memberikan obat analgesik
Seorang ibu datang dengan anak laki2nya (8 tahun) ingin memeriksakan gigi anaknya. Anamnesis : ada daging tumbuh dalam gigi belakang, sakit terutama waktu makan dan sering berdarah. Pemeriksaan IO : gigi anterior erupsi sempurna, gigi 54 GP dan polip, kemerahan dan mudah berdarah, konsistensi kenyal, OH rendah. Pasien tenang dan kooperatif. Tindakan yang tepat untuk gigi sulung anak tersebut adalah :
Fissure Sealant
Penambalan 54
Ekstraksi gigi 54
Merujuk ke rumahsakit
Seorang pasien anak laki2 (6 tahun) datang dengan diantar ibunya ke klinik gigi untuk mencabutkan giginya. Pasien sudah menghabiskan obat yang telah diberi dokter 3 hari yang lalu. Anamnesis : keluhan nyeri dan bengkak sudah hilang. Pemeriksaan IO : Gigi 74 GP, goyang derajat 3, gingiva normal. Dokter gigi sedang tidak berada di tempat. Tindakan yang harus dilakukan oleh perawat gigi adalah :
Menyiapkan instrument
Melakukan pencabutan gigi
Merujuk ke rumahsakit
Memberikan obat analgesik lagi
Seorang pasien anak laki2 (8 tahun) datang dengan diantar ibunya ke klinik gigi untuk mencabutkan giginya yang berantakan. Pasien tampak tenang dan kooperatif. Pemeriksaan IO : gigi 83 goyang 02, gigi 43 sudah erupsi. Pada kasus diatas, urutan tatalaksana perawatannya adalah :
Oles antiseptik, chlor ethyl, ekstraksi, tampon
Oles antiseptik, infiltrasi, ekstraksi, tampon
Chlor ethyl, ekstraksi, antiseptik, tampon
Chlor ethyl, infiltrasi, ekstraksi, tampon
Seorang pasien perempuan umur 25 tahun datang kembali ke klinik gigi minta gigi bawah kanannya untuk dicabut. Gigi tersebut sering bengkak dan sakit. Obat dari klinik telah diminum habis dan sekarang tidak sakit. EO : normal, IO : gigi 45 GR, gingiva normal. Dokter sedang tidak berada di tempat. Bagaimana tindakan perawat gigi?
Ekstraksi gigi 45
Memberi obat analgesik
Merujuk ke rumahsakit
Meminta pasien kembali besok
Seorang pasien perempuan berumur 20 tahun datang ke klinik gigi dengan keluhan demam, sakit pada daerah gigi yang sedang tumbuh, sukar menelan dan sukar membuka mulut. Pemeriksaan gingiva 3.8 kemerahan menutupi sebagian oklusal, gigi belum erupsi sempurna. Dokter sedang tidak berada di tempat. Sebagai perawat gigi, bagaimana tindakan pertama anda ?
Merujuk ke rumahsakit
Memberi obat analgesik
Melakukan odontektomi
Meminta pasien kembali besok
Seorang pasien laki2 (35 tahun) datang ke klinik dengan keluhan sakit pada gusi gigi paling belakang RB. Pemeriksaan IO : gigi 48 impaksi total dengan posisi horizontal. Pada saat dokter gigi melakukan Odontektomi, terjadi perdarahan yang sangat banyak. Sebagai dental asistan, alat apa yang harus disiapkan ?
Haemostatic clamp
Pinset chirurgis
Rasparatorium
Scalpel dan blade
Petugas kesehatan gigi dapat tertular virus dari pasien Hepatitis C karena disebabkan hal2 dibawah ini, kecuali :
Tertusuk jarum suntik yang dipakai ulang
Terkena saliva pasien pada kulit terbuka
Mukosa mata terkena percikan high speed
Bersinggungan dengan kulit pasien
Indikasi pencabutan gigi adalah tersebut di bawah ini kecuali :
Gigi malposisi
Gigi sering menjadi focal infeksi
Gigi yang sudah tidak dapat dipertahankan lagi
Gigi yang menghalangi pertumbuhan gigi lainnya
Dosis obat yang disuntikkan pada foramen insisivus adalah :
0,5 cc
1 cc
1,5 cc
2 cc
Pasien post ekstraksi 3 hari yang lalu datang kembali untuk kontrol. Pasien mengeluh rasa yang sangat sakit di lubang bekas gigi dan sedikit demam. Pemeriksaan IO : soket masih terbuka dan kotor. Apa diagnosa kasus tersebut dan bagaimana tatalaksana perawatannya ?
Dry soket, kuretage
Abses, insisi
Kalkulus, scaling
Ameloblastoma, kemoterapi
Pasien anak (5 tahun) datang diantar ibunya, mengeluh rasa sakit pada bibir atasnya. Keluhan ini sudah lama dirasakan dan menurunkan nafsu makan anaknya. Pemeriksaan IO : akar gigi menembus gusi, tajam sehingga timbul ulkus pada mukosa bibir. Apa diagnosa kasus tersebut ?
Ulkus dekubitus
Gangraen radik
Stomatitis ulserative
Gingivitis kronis
Untuk melakukan pencabutan gigi 27, maka dosis anestesi yang tepat untuk nervus palatinus majus adalah :
0,5 cc
1 cc
1,5 cc
2 cc
Pasien anak datang diantar ibunya, memeriksakan giginya yang bertumpuk. Pemeriksaan IO : mahkota gigi m2 melekat kuat pada gingiva, P2 tumbuh sempurna. Pasien tampak tenang dan kooperatif. Bagaimana tatalaksana perawatan yang tepat ?
Oles topikal anestesi, ekstraksi, tampon
Infiltrasi, ekstraksi, tampon
Chlor ethyl, ekstraksi, tampon
Antiseptik, ekstraksi, tampon
Persarafan gigi rahang atas dan rahang bawah berasal dari salah satu cabang saraf pusat, yaitu :
N.V
N.XII
N.VII
N.IX
Dosis terapeutik untuk pencabutan gigi Insisivus Central adalah :
1,5 cc untuk N. Insisivus + 0,5 cc Labial
0,5 cc untuk N. Insisivus + 1,5 cc Labial
1,5 cc N. Lingualis + 0,5 Labial
0,5 cc N. Lingualis + 1,5 Labial
Seorang pasien laki2 (58 tahun) datang ke klinik karena ingin mencabutkan giginya yang goyang. Pemeriksaan IO : gigi 44 GR (sisa akar) goyang derajat 2. Kesehatan umum ; baik. Tensi normal. Sebelum melakukan anestesi, dokter gigi melalukan asepsis. Yang dimaksud dengan tindakan asepsis adalah
Melepaskan perlekatan gigi
Menghaluskan tulang yang tajam
Membebaskan dari mikroorganisme
Usaha mengungkit gigi keluar soket
Pasien anak wanita (6 tahun) ditemani ibunya, datang ingin mencabutkan giginya yang sudah goyang. Pasien tampak ketakutan dan tidak kooperatif. Pemeriksaan IO tampak gigi 81 goyang 03 dan benih gigi permanen di lingual. Apa tindakan saudara sebagai operator ?
Memaksa melakukan pencabutan
Menunda hingga pasien kooperatif
Merujuk ke puskesmas lain
Memberi resep obat analgesik
Pada bagian bukal, jarum suntik diinsersikan di daerah.... dengan dosis.... :
Lipatan bukal; 1,5 cc
Lipatan bukal; 0,5 cc
Lipatan lingual; 1,5 cc
Lipatan lingual; 0,5 cc
Seorang dokter gigi akan melakukan odontektomi pada gigi 28. Dental assistant bertugas menyiapkan anestesi. Untuk menganestesi gigi 28, maka dosis yang diperlukan adalah :
0,5 cc N. Mandibularis, 1,5 cc N. bukal dan lingual
1,5 cc N. Mandibularis, 1 cc N. bukal dan lingual
1,5 cc N. Lingualis, 1,5 cc N. bukal dan lingual
0,5 cc N. Bukal dan lingual, 1 cc N. mandibularis
Pasien laki2 (6 tahun) datang diantar ibunya ingin mencabutkan giginya yang berantakan. Pemeriksaan IO : gigi 82 81 masih kuat, gigi 41 erupsi sempurna. Pasien tampak tenang dan kooperatif. Seorang perawat gigi akan melakukan pencabutan gigi 81 tersebut. Nervus yang harus teranestesi adalah .... dengan dosis .... :
N. Bukal 1,5 cc
N. Mentale 1,5 cc
N. Lingualis 1,5 cc
N. Mandibularis 1,5 cc
Pasien wanita (38 tahun) ingin mencabutkan gigi RA nya. Pemeriksaan IO : gigi 16,17 GR. Pemeriksaan EO : normal. Dokter gigi melakukan anestesi infilrasi dengan Lidokain. Tiba2 pasien berkeringat dingin, sesak nafas dan kesadaran menurun disertai denyut nadi dan tensi menurun. Keadaan yang terjadi adalah :
Syncope
Alergi Neuropathy
Anafilactic Shock
Asma Bronchiale
Berikut adalah manfaat Dental Radiografi kecuali :
Evaluasi bentuk dan pola tulang alveolar
Menentukan profil dan bentuk muka pasien
Mendeteksi adanya kelainan periapikal
Memprediksi tingkat kesulitan ekstraksi
Yang dimaksud dengan Syncope adalah :
Terjadinya perdarahan abnormal akibat sobeknya pembuluh darah
Kegawatdaruratan sementara yang terjadi akibat kurangnya aliran darah ke otak
Infeksi bakteri karena tidak sterilnya instrument
Sensasi kepala terasa ringan, berputar dan pandangan kabur
Pasien lansia laki2 (62 tahun) datang ingin mencabutkan sisa2 akar giginya untuk pembuatan gigi palsu. KU : baik, tensi normal. Pemeriksaan IO : 42 41 31 32 33 GR, gingiva normal. Dokter gigi akan melakukan anestesi pada gigi2 tersebut. Pemilihan obat anestesi adalah Pehacain karena mengandung Adrenalin. Penambahan Adrenalin pada obat anestesi bertujuan untuk :
Sebagai antiseptik luka jarum anestesi
Mempercepat masa kerja obat anestesi
Mengurangi resiko perdarahan post ekstraksi
Mengeliminasi rasa sakit post ekstraksi
Pada pencabutan gigi persistensi, hal penting yang harus diperhatikan adalah :
Pasien menolak perawatan
Ikut terangkatnya gigi permanen saat ekstraksi
Jarum anestesi patah saat anestesi
Reaksi alergenik obat anestesi
Seorang perawat gigi melakukan pencabutan gigi 74 pada pasien anak laki2 (6 tahun). Pasien tenang dan kooperatif. Pada saat pencabutan gigi terjadi fraktur akar. Bila pada saat pencabutan, gigi mengalami fraktur, maka tindakan terpenting operator adalah :
Menambah anestesi lokal
Melengkapi hand instrument
Tetap tenang dan tidak panik
Merujuk ke rumahsakit
Untuk keperluan pencabutan gigi anterior rahang atas, saraf yang harus teranestesi adalah :
Nervus Infraorbitalis dan nervus Nasopalatinus
Nervus Lingualis dan nervus Incisivus
Nervus Incisivus dan nervus Labialis
Nervus Palatinus mayus dan nervus Zigomaticus
Seorang dokter gigi akan melakukan odontektomi pada gigi 18. Perawat gigi menyiapkan anestesinya. Nervus yang diinsersi jarum pada gambar disamping adalah nervus.... dengan dosis.....
Nervus palatinus majus, 1,5 cc
Nervus bukal, 0,5 cc
Nervus Insisivus, 1,5 cc
Nervus palatinus majus, 0,5 cc
Pasien laki2 (7 tahun) datang diantar ibunya, ingin merapikan giginya yang berantakan. Pemeriksaan IO : gigi 32 diluar lengkung, OH baik. Sebagai perawat gigi, elemen gigi berapa yang harus segera diekstraksi ?
83
73
84
74
Kasus gigi berdesakan seperti tampak pada gambar, prioritas pencabutan gigi adalah :
71 81
31 41
11 21
51 61
Sebagai seorang perawat gigi, anda sedang bertugas di puskesmas suatu daerah tertinggal. Instrumen sangat terbatas, hanya ada tang untuk gigi permanen. Pada suatu hari datang seorang pasien anak laki2 (6 th) dengan diantar ibunya. Ibunya ingin agar gigi depan anaknya dicabut karena berjejal. Pemeriksaan IO : gigi 81 goyang 0 3, 41 sudah erupsi. Bagaimana tindakan perawat gigi ?
Merujuk ke rumahsakit
Mencabut dengan tang yang ada
Memberi obat analgesik
Menunda pencabutan
Pasien laki2 (62 tahun) datang ke klinik gigi untuk memeriksakan tulang rahangnya. Pasien mengeluh selalu muncul suara krek krek setiap membuka dan menutup mulutnya, namun tidak sakit. Pemeriksaan IO dan EO : tidak ada kelainan, simetris, krepitasi. Dugaan keluhan pasien tersebut berasal dari :
TMJ
Rahang bawah
Sinus maksilaris
Rahang atas
Seorang pasien anak (6 th) datang dengan diantar ibunya. Pada saat sedang diekstraksi gigi 64 oleh perawat gigi, benih gigi 24 ikut sedikit terangkat oleh tang gigi. Sebagai perawat gigi, tindakan darurat bila benih gigi permanen ikut terangkat dari socket gigi adalah :
Ikut diekstraksi juga
Direndam dalam alcohol
Instruksi agar sering2 berkumur
Dibenamkan kembali dalam soket
Pasien anak (6 th) datang dengan diantar ibunya untuk mencabutkan giginya yang goyang. Pemeriksaan IO : gigi 81 goyang 03. Semula anak tampak tenang dan kooperatif. Seorang perawat gigi akan mencabut gigi tersebut dengan Chlor Ethyl. Setelah menyemprot ethyl pada cotton pellet, perawat terlebih dahulu mengulaskan antiseptik pada area gingiva. Saat tindakan ekstraksi, anak meronta dan menangis. Pasien menolak perawatan. Perawatan gagal dilakukan. Apa penyebab kegagalan yang terjadi ?
Pasien sering berkumur
Instrumen tidak lengkap
Anak terlalu manja
Chlor Ethyl telah kehilangan fungsi anestesinya
Seorang ibu hamil (26 th) ingin mencabutkan giginya yang sering sakit. Anamnesis : hamil triwulan ke-3. Pemeriksaan IO : gigi 37 KMP, gingiva kemerahan dan sedikit abses. EO : tidak ada kelainan. Dokter gigi sedang tidak berada di tempat. Pertanyaan utama sebelum perawatan pada ibu hamil tersebut adalah :
Kehamilan ke berapa
Resiko alergi obat
Kesehatan umum ibu
Usia kehamilan
Seorang dokter gigi telah selesai melakukan odontektomi pada gigi 38. Selanjutnya memeriksa soket dengan palpasi dan kuretage, apakah ada fragmen alveolar yang tajam. Sebagai dental assistant, tugas anda adalah menyiapkan alat :
Bur tulang
Rasparatorium
Bone file
Scalpel dan blade
