WorksheetsPretest Neuroanestesi 2
Total questions: 15
Worksheet time: 7mins
Kriteria indikasi intubasi pada pasien bedah saraf:
RR > 10
GCS > 8
PaO2 < 100 mmHg
PaCO2 > 50 mmHg
angka kematian pada cedera otak traumatik:
disertai hipoksia 90%
Disertai hipovolemia 90%
hipoksia + hipovolemia 27%
tanpa hipoksia + hipovolemia 27%
tujuan pemberian terapi cairan pada pasien bedah saraf:
isoosmoler
normovolemia
no dextrose
semua benar
proses patologi intrakranial yang dapat menyebabkan secondary brain injury:
hipoksemia
vasospasme
hiperpireksia
hiperkarbia
indikasi dilakukannya monitoring tekanan intrakranial (TIK)
GCS 3-8 dengan kelainan CT-scan
usia > 40 tahun
systolic < 90 mmHg
semua benar
teknik melakukan Proteksi otak:
Airway clear sepanjang waktu
berikan high flow oksigen
in line position
hiperventilasi
salah satu gejala herniasi otak:
pupil anisokor
cushing respon
motor posturing
seizure
nilai normal CVP:
8-12 mmHg
< 8 mmHg
> 12 mmHg
6 mmHg
Trias of death
asidosis respiratorik
koagulopati
hipotensi
parestesia
yang termasuk dalam second tier therapy:
EVD
manitol
hiperventilasi
craniektomi decompresi
pilihan pelumpuh otot pada pasien dengan gangguan ginjal:
mivakurium
rokuronium
vekuronium
atracrurium
Pertimbangan anestesi pada pasien dengan asma:
deep anesthesia
pilihan obat yang tidak histamin release
premedikasi dengan steroid oral
semua benar
Pernyataan yang benar tentang koloid:
harga murah
bisa mengganggu ginjal
tidak ada resiko alergi
osmolaritas tinggi
Pernyataan yang benar tentang manitol:
efektif pada dosis > 1 mg/kg
efektif pada BBB yang rusak
hiperosmolar
efektif jika osmolaritas plasma > 320
pernyataan yang benar tentang sellick manuver:
BURP
tekanan > 23 newton
memudahkan kesulitan intubasi
tidak perlu pada sniffing position
