NEW
Font size
WorksheetsFisioner 59
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Dari scenario diatas, pasien terindikasi mengalami …
Lyme diseas
Facial diplegia
Sarcoidosis
Hemifacial spasm
Bell’s palsy
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Dari scenario diatas, pasien terindikasi mengalami lesi pada nervous ke berapa?
VI
VII
VIII
IX
X
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Dari scenario diatas, pasien terindikasi mengalami lesi pada…
Saraf tepi
Saraf pusat
Saraf otonom
Saraf perifer
Saraf somato
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Fisioterapi ingin memberikan terapi berupa electrical stimulation. Apa dasar terapis tersebut memberikan intervensi tersebut?
Rujukan dokter
Saran teman
Teori
Hasil assessment
Keinginan pasien
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Hasil assessment didapatkan pasien mengalami kelemahan saat tersenyum. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pasien mengalami kelemahan pada …
Zigomatikum
Masseter
Plastisima
Orbicularis oris
Orbicularis oculi
Ny. S, berusia 56 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah bagian kiri bawahnya. Kesulitan dalam tesenyum, mengunyah dan menelan. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 14 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan inspeksi didapatkan pasien mengalami asimetris wajahnya, wajah bagian kanannya sedikit turun. Serta cara berbicara pasien sedikit pelo. Dari scenario tersebut dapat diindikasikan bahwa pasien mengalami lesi pada nervus …
VII & IX
VII & X
VIII & IX
V & VII
VII & VIII
Tn. D, berusia 56 tahun. Bekerja sebagai satpam, datang ke fisioterapi dengan keluhan ketidakmampuan dalam mengangkat alis kiri, menutup mata dengan rapat, dan mengangkat bibir kirinya saat tersenyum. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 10 hari yang lalu setelah pasien mendapatkan kerja shift malam. Pemeriksaan inspeksi didapatkan wajah tampak asimetris dan mata sedikit merah berair. Latihan apa yang paling tepat untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam tersenyum?
Meniup lilin
Rajin menggosok gigi dan lidah
Mengucapkan huruf vocal AIUEO
Menggembungkan kedua pipinya
Menyeringai
Ny. S, berusia 56 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah bagian kiri bawahnya. Kesulitan dalam tesenyum, mengunyah dan menelan. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 14 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan inspeksi didapatkan pasien mengalami asimetris wajahnya, wajah bagian kanannya sedikit turun. Serta cara berbicara pasien sedikit pelo. Dari hasil assessment didapatkan pasien mengalami kelemahan dalam mengunyah. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pasien mengalami kelemahan pada …
Zigomatikum
Masseter
Plastisima
Orbicularis oris
Orbicularis oculi
Ny. S, berusia 56 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah bagian kiri bawahnya. Kesulitan dalam tesenyum, mengunyah dan menelan. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 14 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan inspeksi didapatkan pasien mengalami asimetris wajahnya, wajah bagian kanannya sedikit turun. Serta cara berbicara pasien sedikit pelo. Latihan apa yang tepat untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengunyah?
Meniup lilin
Rajin menggosok gigi dan lidah
Mengucapkan huruf vocal AIUEO
Menggembungkan kedua pipinya
Menyeringai
Ny. S, berusia 56 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah bagian kiri bawahnya. Kesulitan dalam tesenyum, mengunyah dan menelan. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 14 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan inspeksi didapatkan pasien mengalami asimetris wajahnya, wajah bagian kanannya sedikit turun. Serta cara berbicara pasien sedikit pelo. Otot manakah yang perlu diberikan stimulus untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam menelan?
Plastisima
Frontalis
Orbicularis oculi
Orbicularis oris
Zigomatikum
Ny. S, berusia 56 tahun, bekerja sebagai ibu rumah tangga datang ke fisioterapi dengan keluhan rasa tebal pada wajah bagian kiri bawahnya. Kesulitan dalam tesenyum, mengunyah dan menelan. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 14 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan inspeksi didapatkan pasien mengalami asimetris wajahnya, wajah bagian kanannya sedikit turun. Serta cara berbicara pasien sedikit pelo. Home program apa yang baik diberikan kepada pasien untuk mengurangi cara bicara pelo?
Menggembungkan kedua pipi dengan kuat
Rajin menggosok gigi dan lidah
Mengucapkan huruf vocal AIUEO
Menggembungkan kedua pipinya
Sering menyeringai
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Apa penyebab utama pada kondisi pasien tersebut?
Gangguan pleura
Gangguan alveoli
Gangguan pola nafas
Gangguan jalan nafas
Gangguan sirkulasi paru
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Pemeriksaan spesifik apa yang tepat untuk mengetahui tingkat sesak nafas pasien?
VRS
Hearth rate
Ekspansi thorak
Skala borg
Antropometri
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Intervensi apa yang tepat untuk mengeluarkan dahak dari pasien tersebut?
Massage
Diafragma breathing
Deep breathing exercise
Pursed lips breathing exercise
Postural drainage, tapotement dan batuk efektif
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Fisioterapi ingin melakukan postural drainage. Bagaimana posisi postural drainage yang tepat untuk pasien tersebut?
Tidur terlentang kepala lebih tinggi
Tidur tengkurap kepala lebih tinggi
Tidur terlentang kepala lebih rendah
Tidur tengkurap kepala lebih rendah
Tidur miring ke kiri kepala lebih tinggi
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Pemeriksaan spesifik apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui pengembangan sangkar thorak pasien?
VRS
Hearth rate
Ekspansi thorak
Skala borg
Antropometri
Tn. K, berusia 54 tahun, bekerja sebagai penjual makanan, datang kefisioterapi dengan keluhan sesak nafas disertai batuk berdahak. Sesak nafas bertambah saat pasien beraktifitas berat dan menghirup asap seperti asap rokok. Pasien tidak merokok. Hasil pemeriksaan didapatkan pola nafas dangkal dan pendek, terdapat penurunan gerakan thorak serta terdengar ronchi pada lobus atas pada paru kanan dan kiri bagian depan. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan RR : 30x/menit, SpO2: 93%. Intervensi apa yang tepat untuk meningkatkan ekspansi thorak pasien?
Infra red b.
Tapotement
Mobilisasi thorak
Deep breathing exercise
Abdominal breathing dan huffing
Ny. M, berusia 53 tahun menjalani operasi hysterectomy karena Ca Cervix Uteri 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Pemeriksaan vital sign didapatkan BP : 130/90 mmHg, RR : 20x/menit, HR : 70x/menit, t : 36,5oC. Kondisi pasien saat ini masih terkulai lemas di ruang ICCU. Pasien mengeluhkan nyeri perut dan nyeri pada kedua kaki saat menggerakkan. Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan oleh fisioterapis tersebut?
LGS/ROM
VDS/VAS
Antropometri
Tekanan darah
Tidak dapat dilakukan pemeriksaan karena pasien masih di ICCU
Ny. M, berusia 53 tahun menjalani operasi hysterectomy karena Ca Cervix Uteri 3 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat hipertensi. Pemeriksaan vital sign didapatkan BP : 130/90 mmHg, RR : 20x/menit, HR : 70x/menit, t : 37 oC. Kondisi pasien saat ini masih terkulai lemas di ruang ICCU. Pasien mengeluhkan nyeri perut dan nyeri pada kedua kaki saat menggerakkan. Fisioterapi ingin melakukan pemeriksaan subyektif. Pemeriksaan subyetif apa yang dapat dilakukan oleh terapis tersebut?
Heteroanamnesis
Autoanamnesis
Inspeksi
Palpasi
Melihat di RM
Tn. P, berusia 62 tahun. Menjalanioprasi CABG dengan median sternotomy. Hasil pemeriksaan vital sign didapatkan BP : 110/80 mmHg, HR : 90x/menit, temp : 37,5oC. pasien mengeluhkan nyeri pada incise serta batuk kering. Hasil pemeriksaan fisioterapi didapatkan pola nafas lambat, tidak menggunakan accessories muscle, penurunan suara nafas pada bagian basal bilateral, ditemukan suara cracles pada lobus atas. Penurunan Gerakan thoraks bawah bilateral. Intervensi apa yang tepat untuk mengurangi keluhan thorak pada kasus diatas?
Positioning
Pursed lip breathing
Thoracic expansion therapy
Stretching otot bantu nafas
Active cycle of breathing technique
