NEW
Font size
WorksheetsNOVEL
Total questions: 50
Worksheet time: 2hrs 40mins
Peran lawan yang seringkali menjadi musuh dan menyebabkan konflik itu terjadi disebut...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Deutragonis
Figuran
Urutan struktur novel yang benar adalah:
- evaluasi
- orientasi
- Resolusi
- komplikasi
- koda
- abstrak
6-4-2-5-1-3
6-2-4-1-3-5
2-3-1-4-6-5
6-2-4-3-1-5
2-4-5-3-6-1
Berikut ini yang bukan merupakan unsur intrinsik adalah...
Tokoh
Latar
nilai kehidupan
Alur
Tema
“Selesaikan pelajaranmu dulu, Manen. Zaman sekarang, seorang wanita sebaiknya dapat berdiri sendiri, apalagi kalau ia dapat membangun masyarakat.”
amanat yang paling telat untuk penggalan novel diatas adalah...
Wanita sebaiknya dapat mandiri
Wanita harus bermasyarakat
Pendidikan suami istri harus seimbang
Wanita tidak boleh kalah oleh pria
Cita-cita jangan sampai gagal
Saat itu aku dihadapkan pada suatu dilema, apakah aku akan mendekatinya dan terus terang mengatakan kepadanya siapa aku ini sebenarnya atau tetap begini saja seterusnya. Semenjak aku menjadi mandor kebun, aku tidak pernah lagi berhubungan dengan Mas Sudibyo.
Watak tokoh “Aku” yang terlihat dalam penggalan novel tersebut adalah...
Egois
Ceroboh
Lemah
Penyabar
Peragu
Bagian struktur yang memperkenalkan setting cerita baik waktu, tempat, maupun peristiwa adalah....
orientasi
pengungkapan peristiwa
puncak konflik
pemyelesaian
koda
Perhatikanlah kutipan berikut!
Di antara para Ibu Ratu yang terpukul hatinya, hanya ibu ratu Rajapatni Biksuni Gayatri yang bisa berpikir sangat tenang.
Makna kata kias yang digunakan penulis untuk membangkitkan imajinasi pembaca dalam teks novel sejarah di atas adalah ….
sangat kecewa
sangat muram
sangat berduka
sangat sedh
sangat menderita
Ciri khas dalam kebahasaan novel adalah..
Gaya bahasa atau majas
Formal
Informal
Ekspresif
Efisien
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
A. kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
B. anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
C. orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
D. ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya
E. orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Puncak konflik pada novel biasanya juga disebut dengan...
Klimaks/komplikasi
Resolusi
Koda
Penutup
Penyelesaian
“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.
“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.
“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.
“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.
Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara
A. pelukisan bentuk fisik tokoh
B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh
C. pengungkapan jalan pikiran tokoh
D. dialog antartokoh
E. Tanggapan tokoh lain
Yang tidak termasuk unsur intrinsik novel adalah ....
Tema
Tokoh
Sudut pandang
Alur
Kerangka tulisan
Urutan yang tepat dalam merancang suatu novel adalah ....
Menentukan tema-tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tokoh-alur cerita-latar-tema
Menentukan tokoh-alur cerita-latar
Menentukan tema-tokoh-alur cerita
Menentukan tema-tokoh-latar
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
A. Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
B. Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
C. Tuhan melarang perkawinan beda agama.
D. Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
E. Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini.
Akan pelengah-lengah pikiran dan akan pembeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topidari pandan seperti pada malam itu.
Akan tetapi perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Konflik yang tersirat pada penggalan novel tersebut lebih didasarkan pada masalah….
A. Sosial
B. Budaya
C. Kejiwaan
D. Politik
E. Lingkungan
1. Tegar, seorang pemuda sukses dengan tingkat kemapanan luar biasa, bertanggung jawab, jujur, tampan, tubuh atletis, tak kurang suatu apa pun, namun belum menikah hingga usianya sudah 35 tahun. Tegar pernah patah hati, menyaksikan pujaan hatinya, Rosie (yang telah dia cinta selama 20 tahun) dilamar oleh sahabatnya sendiri yang baru dikenalkannya pada Rosie dua bulan yang lalu. Rosie amat sangat menyukai sunset, tak pernah sekalipun wajahnya berpaling saat 47 detik sunset berlangsung, kecuali saat Nathan melamarnya di atas puncak Gunung Rinjani. Rosie memandang wajah Nathan. Tegar tak kuasa lebih lama lagi menyaksikan hal menyakitkan tersebut dan langsung memutuskan untuk menghilang dari kehidupan mereka berdua.
Karakter tokoh Tegar dalam kutipan novel tersebut dapat diketahui melalui ...
a. Dialog antartokoh
b. Penjelasan langsung
c. Pikiran tokoh
d. Tindakan tokoh
2. Novel “Sunset Bersama Rosie” karya Tere Liye menceritakan tentang persahabatan sekaligus kisah cinta segitiga. Tokoh Tegar diceritakan harus patah hati melihat sahabat sekaligus gadis Rosie yang dicintainya dilamar oleh teman nya sendiri bernama Nathan.
Namun setelah mereka menikah, bencana datang yaitu Nathan harus kehilangan nyawanya karena peristiwa Bom Bali. Setelah kejadian tersebut Rosie menjadi depresi dan anak-anaknya sangat sedih, Tegar tidak kuasa melihat keluarga Rosie.
Ia pun menolong nya sampai keadaan putih, sampai dia harus membatalkan pernikannya dengan Sekar. Berjalannya waktu keluarga Rosie pulih seperti dahulu kala. Takdir menyatukan Tegar dan Rosie untuk bersatu.
Amanat yang dapat kita ambil dalam kutipan novel diatas ...
a. Menolong siapa pun untuk mendapat keuntungan
b. Kasihanilah mereka yang kita cintai
c. Bersenanglah karena dibalik musibah seseorang, terdapat peluang untuk kita
d. Tolonglah teman yang tertimpa musibah, walaupun itu berupa hal yang sangat kecil
3.Namun takdir berkata lain, dimalam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi dan bersikap seperti orang gila.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah …
a. Gunda
b. Sedih
c. Tegang
d. Khusyuk
4. (1) Perahu terombang-ambing pelan
(2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel
(3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh
(4) Jasmine mengacungkan tangannya
(5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.
Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...
a. 1
b.2
c.3
d.4
5. Begitulah takdir membentuk suatu kisah yang sangat panjang hanya untuk menyatukan kedua orang tersebut. Setelah melalui banyak kesedihan, waktu, akhirnya mereka diberi kesempatan untuk bersama.
Kalimat dalam kutipan novel diatas merupakan ...
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda
6. Di sela-sela kejombloan gue Trisna mengajak gue untuk nonton Harry Potter and The Prisoner of Azkaban.Gue menunggu dia di depan pagar rumahnya tak lama Trisna muncul dengan baju seperti mau kepesta dansa. Gue sampai bisa melihat partikel-partikel bedak yang dipakai terlalu tebal sampai harus terbawa angin. Aroma parfum Vera Wang yang dipakai langsung mengalahkan AC mobil gue yang sudah beberapa tidak di ganti.
Radit : “Parfum lo kenapa banyak amat sih? Ini kalo gue tutup mata, gue berasa di Taman Bunga Mekarsari. Ini kita sebenarnya mau ke prom night atau ke bioskop ya?”
Trisna : “Lo gak usah ngeledek deh, kita mau nonton film Harry Potter paling baru! Ini momen istimewa buat gue!”
Dari kutipan novel diatas dapat kita ketahui aliran yang digunakan penulis adalah ...
a. Komedi
b. Romance
c. Horor
d. Patriotisme
7. Jam kerja gue selesai pukul 11 malam. Pada saat itu gue baru bisa ngeliat handphone kembali setelah seharian di-silent. Dan hari itu, gue menemukan 15 missed call dari Trisna.
Radit : “Gila, 15 miskol? Ada gempa bumi? Pesawat jatuh? Dorce operasi k3l4min lagi?”
Trisna : “Lo dimana sekarang?”
Kutipan novel diatas dibuka dengan ...
a. Mendeskripsikan suasana
b. Mendeskripsikan orang
b. Mendeskripsikan orang
c. Mendeskripsikan tempat
d. Mendeskripsikan waktu
8. Trisna : “Gue juga punya tips masakan yang bisa jadiin makanan enak”
Radit : “Apa emang?”
Trisna : “Salmon fillet paling bagus dimasak dalam oven tingkat panas rendah, perlahan, dan dengan satu loyang air agar udara panasnya terasa sedikit lembab”
Radit : “gue punya tips untuk nambahin tips lo, tips masak gue satu-satunya : kalo abis masak, kompornya jangan lupa dimatiin.”
Watak tokoh Radit dalam dialog novel diatas adalah ...
a. Kocak
b. Aneh
c. Cerdas
d. Gak jelas
11. Beberapa saat lamanya kedua beranak itu pun berjabat tangan, berpandang-pandangan dam berpelukan. Sebagai tak kan puas layaknya. Sejurus kemudian barulah Asri memberi salam kepada Ibu Sitti Maliah, demikian juga kepada orang setetangga, yang kebetulan sudah hadir di situ, akan mengucapkan selamat datang kepadanya. Ia duduk dekat jamu-jamu itu, bercakap-cakap. Setelah mereka itu pergi, tinggallah Asri berdua dengan Ibunya.
Dikutip dari: Nur Sutan Iskandar, Salah Pilih, Jakarta, Balai Pustaka, 2010
Tema yang tepat untuk kutipan nov eldiatas ....
a. Pertemuan ibu dengan anaknya yang telah lama pergi
b. Percakapan antara ibu dan anaknya
c. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya
d. Kebakitian anak terhadap ibunya
12. “Ini dia, Daeng,” ujarku, lalu engkau kuambil. Ah, Zainuddin! Engkau masih saja tertawa waktu itu, tak engkau ketahui bahwa ibumu akan berangkat meninggalkan engkau buat selamatnya, engkau tertawa dan melonjak-lonjak dalam pangkuanku. Aku bawa engkau ke mukanya. Maka dibalutnya seluruh badannya dengan tangganya yang tinggal jangat pembalut tulang. Digamitnya pula ayahmu yang matanya telah balut itu pun mendekat pula. Dia berbisik ke telingga ayahmu “Jaga Zainuddin, Daeng.”
Dikutip dari: Hamka, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Jakarta, Percetakan Bulan Bintang, 2002
Dari novel diatas dapat kita ketahui bahwa ....
a. Kasih sayang seorang ibu kepada anaknya
b. Kematian yang dapat datang kapan saja
c. Pertemuan ibu dengan anaknya yang telah lama pergi
d. Kebakitian anak terhadap ibunya
15. Pertemuan Dua Hati, sebuah novel karya Nh. Dini yang diterbitkan tahun 1986 memiliki banyak tokoh. Salah satu tokoh utama dalam novel ini adalah Bu Suci, seorang guru yang mempunyai murid yang sulit diatur dan sering membuat kekacauan di sekolah. Bu Suci bertekad untuk mengembalikan Waksito, si anak Bengal jadi murid yang wajar. Namun, ia mendapat masalah lain dari anaknya sendiri yang ternyata mengidap penyakit ayan. Dengan segala usahanya, akhirnya pad akhir tahun ajaran, waksito naik kelas dan menjadi siswa ynag baik. Anak Bu Sucipun memperlihatkan tanda-tanda kesembuhan dan semakin membaik.
Kalimat yang sesuai isi novel diatas ....
a. Novel Pertemua Dua Hati, sebuah novel karya Nh. Dini meperlihatkan dunia pendidikan
b. Nh. Dini dalam novel ini memberikan gambaran tentang dunia pendidikan di Indonesia
c. Seorang guru ideal tampak pada sosok Bu Suci dlam novel Pertemua Dua Hati
d. Tema novel ini memperlihatkan kekuatan untuk menjadi acuan bagi orang tua
16. (1) Maka berhentilah Nurbaya sebentar : bertutur, karna hendak menyapu ari matanya, yang keluar tiada dirasainya.
(2) Samsu tiadalah dapat berkata kata, sebab sedih mengdengar nasih adiknya ini. “oleh sebab tiu, kupinta padamu , Sam” kata Nurbaya pula, “Bila engkau kelak beranak perempuan, jangan sekali kali kau paksa kawin dengan laki laki yang tidak disukainya.
(3) Karna telah kurasai sendiri sekarang ini, bagaimana sakitnya, susahnya dan tak enakya, duduk dengan suami yang tidak disukai. Tak heran aku, bila perempuan, yang bernasib sebagai aku ini melakukan pekerjaan yang tak baik, karna putus asa.
(4) Aku ini, sudahlah : sebab terpaksa akan menolong ayahku. Tetapi perempuan yang tiada semlang aku, aku janganlah dipaksa, menurut kehendak hati ibu-bapak, sanak saudara sahaja, tentang perkawinannya, dengan tiada mengindahkan kehendak, kesukaan, umur, kepandaian, tabiat dan kelakuan anaknya.
Bukti bahwa Nurbaya adalah anak berbakti kepada orang tuanya terdapat pada nomor….
a. (1)
b. (2)
c. (3)
d.(4)
17. Bapak selalu membanding-bandingkan aku dengan Mas Bagus, abangku yang kuliah dijurusan pertambangan. Mas Bagus selalu baik dimata bapak. Bapak selalu membanggakan prestasi Mas Bagus karena selalu menjadi juara kelas ketika masih di SMU. Adapun aku, meskipun pernah masuk peringkat sepuluh besartapi nilai raporku tak setinggi nilai rapor Mas Bagus.
Watak tokoh Bapak dalam kutipan novel tersebut adalah…
a. Suka membanding – bandingkan anaknya
b. Selalu membela anak yang lebih kecil
c. Tokoh tidak perhatian pada keluarganya
d. Membandingkan tokoh aku dengan Bagus
18. Bacalah paragraph berikut!
Tapi itu tak dapat dicapai dengan kenduri saja. Masa dan keadaanlah yang menentukan. Ompi yaki, masa itu pasti akan datang. Dan, ia menunggu dengan hati yang disabar-sabarkan. Pada suatu hari Budiman-nya akan mendapat nama tambahan dokter di muka namanya sekarang. Atau salah satu titel yang mentereng lainnya. Ketika Ompi mulai mengangankan nama dambaannya itu, diambilnya kertas dan potlot ditulisnya nama anak-anak, Dr. Indra Budiman. Dan Ompi merasa bahagia sekali. Ia yakinkan kepada para tetangganya akan cita-citanya yang pasti tercapai itu.
(A.A. Navis, anak kebanggaan)
Amanat yang terkandung dalam penggalan prosa di atas adalah….
a. Janganlah terlalu yakin dengan angan-angan sendiri.
b. Cita-cita orang tua akan tercapai kalau didukung oleh anaknya.
c. Cita-cita pasti tercapai kalau dilandasi keyakinan akan keberhasilannya.
d. Yang terpenting adalah kita mau mencoba daripada tidak sama sekali.
BacalahKutipan novel berikut untuk menjawab soal nomor 19 s.d. 20
Kami gelagapan. (1) Tidak siap menjawab pertanyaan interogatif disenja bergerimis dalam keadaan kepayahan ini. “Apa salah kalian?” Berondongannya sekali lagi, tidak sabar. (2) Gerimis bercampur dengan pecikan ludahnya . Mukanya maju. Napasnya mengerubuti mukanya. Aku katupkan mataku rapat-rapat. Apa yang akan dilakukan Tyson ini padaku. Melihat aku menutup mata, dia membentuk lebih keras, “Jangan takut dengan manusia, jawab!” Aku tidak punya pilihan lain untuk memberanikan diri menjawab. Ragu-ragu, Maaf… maaf… Kak, kami terlambat. (3) Tapi hanya sedikit Kak, lima menit saja. (4)“Sudah berapa lama kalian resmi jadi murid di PM?” katanya memotong kalimatku.“Dua…dua…Kak.” Jawabku terbata-bata. “Barudua hari sudah melanggar. (5) Bukankah kemarin malam Qanun dibacakan dan kalian tahu tidak terlambat.”
*PM= Pondok Madani
*Qanun=peraturan
19.Penggambaran watak Tyson yang tegas diungkap melalui…
a. Dialog antartokoh
b. pikiran-pikiran tokoh
c. tanggapan tokoh lain
d. keadaan di sekitar tokoh
"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"
Latar peristiwa kutipan cerita di atas adalah
kereta api
jalan raya
bus
kapal laut
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
“Aku maju sedikit, membunyikan lonceng sepeda, bertepuk tangan, berdeham-deham, membuat bunyi-bunyian agar ia merayap pergi.
“Tapi lebih dari setengah perjalanan sudah, aku tak’kan kembali pulang gara-gara buaya bodoh ini.
(Dikutip dari novel "Laskar Pelangi")
Watak tokoh Lintang dalam kutipan novel tersebut adalah....
A. penakut
B. pemberani
C. ragu-ragu
D. tidak percaya diri
Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.
(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)
Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A. suka menghayal
B. cerdas
C. pemberani
D. peduli
Gerimis halus masih turun dari langit. Masdudin berbalik dan mengikuti langkah istrinya ke ruang tamu.
“Mengapa Abang tiba-tiba kepingin makan kue gemblong Mak Sainah?” Asyura bertanya ketika Masdudin tengah mengatur nafas.
Masdudin berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Dia sendiri tidak tahu mengapa pagi itu, ia ingat Mak Sainah yang biasanya menjajakan kue gemblong ke rumahnya. Tidak setiap hari juga. Dalam sepekan, dua sampai tiga kali Mak Sainah datang ke rumahnya.
Latar waktu kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. pagi hari
B. siang hari
C. sore hari
D. malam hari
(1) Aku ingin menumpahkan dendam setelah lama aku siapkan. (2) Dua puluh lima tahun. (3) Aku bergelar sarjana hukum dan pengacara termuda tersohor di negeri ini. (4) Aku punya uang dan tangan yang siap membalaskan dendamku. (5) Hanya saja, setiap niat itu aku beritahukan kepada kedua saudaraku, keduanya akan berkhutbah kepadaku, “Jangan balaskan kejahatan dengan kejahatan, tetapi kalahkan kejahatan dengan kebaikan.”
Bukti watak tokoh Aku pendendam ditandai dengan kalimat nomor....
A. (1) dan (2)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (5)
D. (3) dan (4)
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
Mereka berdua menyatakan tak bersalah. Tak ada seorangpun di atas dunia ini yang mau disalahkan. Semua orang pasti mengaku baik. Mungkin semua orang memang baik. Tapi mereka telah melanggar hukum dan mereka dijebloskan ke dalam bui.
Aku tetap memeluk lutut di pojok. Malam merayap seperti kecoa-kecoa yang sia-sia mencari makanan. Tapi aku kehilangan waktu. Aku tak tahu jam berapa lampu tiba-tiba dimatikan. Kegelapan mengerikan menyelimuti diriku. Kesenyapan meraung-meraung dari keempat sudut sel.
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kantor polisi
B. penjara
C. gudang
D. pasar
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
Nisan namamu merindingkan bulu kuduk yang menghantam ulu hatiku, sahabat. Seharusnya, aku tak telat untuk segera mengantarmu, mencium gumpalan tanah terakhirmu. Sedetik saja, maka akan kucium kening pucatmu untuk yang terakhir. Peristiwa kematianmu ini, akan membuatku terus mengingatmu. Aku jatuh mengenangmu, sahabat. Tidak ada yang sepeduli kau di kehidupan ini. Aku benci pada tanah yang mengurukmu.
Latar tempat pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. pasar
B. gudang
C. candi
D. kuburan
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Watak tokoh “aku” dalam penggalan cerita tersebut adalah …
percaya diri
rajin berusaha
sombong
mudah terpengaruh
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di perkampungan.
di hutan rimba.
di rumah singgah.
di bawah pohon rindang.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
Aku pun bertanya, seperti biasanya, “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong jadi manusia, Zarah.” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku. Seperti biasanya.
Di tengah orang yang berlomba – lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
religius
bijaksana
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Bobi suka sekali membaca majalah. Dia tidak mau diganggu. Setiap hari ia selalu mencoba untuk menulis pada secarik kertas. Di ruang belajarnya terdapat tumpukan kertas yang berisi tulisan. Ternyata yang ditulis sebuah cerpen
Watak Bobi pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
sombong, tidak mau bergaul, keras kepala
acuh tak acuh, egois, idealis
pendiam, malas bekerja, kepala batu
rajin, suka membaca, berkemauan keras
Unsur pembangun cerpen secara intrinsik antara lain sebagai berikut, kecuali ...
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Ajaran atau pesan yang hendak disampaikan pengarang dalam cerpen adalah pengertian dari ...
tema
amanat
alur
penokohan
