NEW
Font size
Worksheets6A-Tes Cerita Fiksi
Total questions: 15
Worksheet time: 11mins
Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya.
Perbedaan watak Ajeng Ayu dan Ajeng Rara adalah ….
Glossary:
mencelakakan=harm
membubuhkan=putting something into ...
racun=poison
rupa=face
Ajeng Ayu sangat cantik jelita, sebaliknya Ajeng Rara sangat buruk.
Ajeng Ayu sangat baik hati dan Ajeng Rara sangat jahat.
Ajeng Ayu sangat ramah dan Ajeng Rara pendengki.
Ajeng ayu sangat cantik dan Ajeng Rara juga cantik.
Di sebuah desa di Payakumbuh, Sumatra Barat, hiduplah seorang laki-laki yang bernama Mak Isun. Dia bekerja sebagai kusir bendi milik majikannya.
Setiap hari ia mendapat upah dari hasil menarik bendi. Ia rajin merawat bendi dan kudanya agar selalu terlihat bersih dan kudanya selalu sehat. Ia juga rajin menabung.
Yang bukan termasuk sifat tokoh dalam cerita tersebut adalah ...
Glossary:
kusir=horse cart driver
Bendi=horse cart
majikan=land lord
upah=payment
Rajin membersihkan kuda
Rajin bekerja
Suka menolong
Suka menabung
Hampir setiap malam mereka berkumpul bersama, berpesta, menari, dan bergembira. Mereka saling membuatkan masakan kecuali seekor belalang yang selalu hidup menyendiri. Ia hanya memandang keramaian dari depan rumahnya. Tingkah belalang itu sangat aneh, dia aib dikarenakan telah kehilangan sebuah kakinya.
Kebiasaan tokoh belalang yang tergambar pada kutipan dongeng tersebut ialah ….
Glossary:
belalang=grasshopper
menyendiri=alone
keramaian=crowd
aneh=weird
aib=ashamed/shy
setiap malam berpesta
membagi makanan
hidup menyendiri
pemberani dan percaya diri
“Kenapa, Dik?” tanya Kak Irma. Rina tak segera menjawab. Ia malah tersedu semakin keras. Mbak Tati, yang biasa menemani Rina bergegas datang menghampiri mereka memasuki pekarangan rumah. Mbak Tati tampak terengah dan berkeringat.
Latar tempat pada penggalan cerita di atas adalah...
Glossary:
tersedu=sobbing
bergegas=rushing
pekarangan rumah=yard
terengah=panting/looks so tired after running
Rumah Rina
Rumah Kak Irma
Pekarangan rumah
Lapangan
Segera Kak Irma tersadar. Rumah yang sepi, tidak ada suara manja kucing kesayangan Rina. Ternyata ini penyebab Rina sedih. Kucing kesayangannya belum kembali. “Kak Irma, apa yang bisa kita lakukan agar Si Hitam kembali, Kak? Si Hitam pasti bersedih mencariku. Bagaimana ia akan makan? Bagaimana ia akan tidur? Pergi ke manakah kucing kecil itu?” tanya Rina masih tersedu.
Tokoh Rina dalam cerita tersebut memiliki watak...
Glossary:
cengeng=whining
cengeng dan penakut
manja dan suka menangis
penyayang binatang
manja dan suka bersedih
“Baik, Kakak cari dulu,” kata Kak Irma sibuk mencari foto Si Hitam di dalam telepon genggamnya. “Ah, ini foto Si Hitam!” Teriak Kak Irma.
“Apa yang hendak Kakak lakukan dengan foto Si Hitam? Apakah Kakak akan menyebar foto itu?” tanya Rina penasaran. Ia sedikit lupa dengan kesedihannya.
Tema cerita "Si Hitam" tersebut adalah...
Kak Irma yang baik hati
Sahabat setia
Hilangnya kucing kesayangan
Manfaat telepon genggam
Deo pulang sekolah sambil meringis kesakitan. Ia menuntun sepedanya dengan sedikit terpincang-pincang. Celana dan baju seragamnya terlihat kotor. Keringat mengucur di dahinya. Hari itu udara memang cukup terik.
Latar waktu cerita di atas adalah...
Glossary:
meringis=face that showing a person is holding a pain because of injured
menuntun=carrying
terpincang-pincang=limping/can not walk properly because of an injury
mengucur=pouring out
dahi=forehead
terik=hot
senja=evening/late afternoon
pagi hari nan sejuk
suasana pegunungan yang segar
senja yang tenang
siang hari yang terik
“Baiklah kalau begitu. Luka-lukamu sudah dibersihkan dan diobati. Sekarang kamu bisa ganti baju, cuci tangan, lalu makan siang. Beristirahatlah setelah itu. Nanti sore biar Ayah yang memeriksa sepedamu,” kata Ibu sambil beranjak ke dapur menyiapkan makan siang Deo.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
Glossary:
beranjak=going to
dapur
halaman rumah
teras rumah
di dalam rumah
Dahulu kala, hiduplah sepasang sahabat di daerah Kalimantan Barat. Mereka adalah seekor tupai dan seekor ikan gabus. Setiap hari mereka melakukan kegiatan bersama. Mencari makan, bermain, bahkan mengunjungi tempat-tempat baru selalu dilakuan bersama.
Latar tempat pada cerita diatas adalah...
Jawa Barat
Kalimantan Timur
Jawa Timur
Kalimantan Barat
Ternyata, sifat iri tidak memberikan keuntungan apa-apa. Semua sudah diberikan sesuai kebutuhan masing-masing.
Kutipan di atas termasuk bagian dari unsur intrinsik, yaitu ....
tema
alur
latar
amanat
Adi, kamu itu memang keterlaluan. Kamu tahu kan, Siska itu lemah jantung? Teganya kamu bentak-bentak dia hingga menangis dan pingsan,” kata Dina marah.
”Biar saja, itu urusanku. Lagian kenapa sih kamu ikut-ikutan? Jangan sok pahlawan lah!” balas Adi.
Berdasarkan teks di atas, watak tokoh Adi adalah ….
Glossary:
bentak-bentak=yelling
lemah jantung=having a heart attack
sombong dan pembohong
kasar, keras kepala, pemarah
suka menolong
teguh pendirian
Gajah sangat sombong. Karena badannya yang sangat besar, ia berpikir dapat mengalahkan semua binatang. Ia menyepelekan hewan-hewan yang berada di hutan. Karena kesombongannya itu, ia tidak disenangi oleh hewan-hewan lainnya.
Alasan yang tepat mengapa gajah tidak disenangi oleh hewan-hewan yaitu ....
Glossary:
menyepelekan=underestimate
Badannya sangat besar
Ia berpikir dengan logis
Ia mengalahkan hewan lain
Gajah menyepelekan hewan lain
"Sebentar Nak, sebentar lagi. Lihat, langit sudah mulai memerah. Itu pertanda matahari mau tenggelam dan magrib tiba. Kau sudah mulai lapar?”
Latar waktu pada penggalan cerpen di atas adalah ….
Glossary:
memerah=reddish
matahari mau tenggelam=sun about to set
pagi hari
siang hari
sore hari
malam hari
Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu suka
Anak : Bosan, Bu. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, Bu, kita tidak makan nasi
Ibu : Ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!
Anak : . . . . .
Dialog yang dapat di ungkapkan tokoh anak untuk melengkapi cuplikan tersebut adalah. . . .
Tapi, mengapa bapak lama sekali? Bapak pergi ke mana, ma?
Bapak itu siapa namanya? Apa pekerjaannya, ma?
Asep akan menangis lagi karena tidak bisa sekolah.
Kalau nanti sudah makan, Asep akan pergi ke sungai, menangkap ikan.
Perhatikan cuplikan cerita fiksi di bawah ini!
Dika nampak serius mengerjakan soal ujian di kelas. Nampak pula Aris yang mencoba berkata padanya. Dika pun menoleh sebentar sambil melihat Pak Zaki yang terus mengawasi. “Dika, ini aku bawa contekan jika kamu ingin menirunya”, Aris menawarkan. Dika awalnya merasa tertarik, soal matematika pada ujian kala itu memang sangat sulit rasanya. Sesaat kemudian ia berpikir, selanjutnya Dika menolak tawaran Aris dengan cara menggelengkan kepalannya. Dika pun melanjutkan pekerjaannya, ia bersikukuh akan mengerjakan soal ujian itu dengan jujur. Ia yakin bahwa hasil belajarnya setiap hari bisa membantunya dalam mengerjakan soal ujian. Ujian pun selesai dengan lancar. Beberapa hari kemudian ia melihat hasil ujiannya, ia bersyukur bisa mendapatkan nilai sembilan puluh.
Karakter dari tokoh Dika dalam cuplikan cerita di atas adalah ….
Glossary:
menoleh=turn around
contekan=a small note that usually for people to cheat in an exam
kala itu=at that time
bersikukuh=insist
Suka mencontek dan pemberani
Mandiri dan suka membantu teman
Panakut dan selalu was-was
Jujur dan rajin belajar
