Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CBT 11

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Pasien lak-laki, usia 25 tahun akan dilakukan tindaka debrideman emergensi atas indikasi fraktur femur terbuka di kaki kanan. Pada pemeriksaan fisik dijumpai sensorium sadar penuh, Tekanan darah 110/80 mmHg, heart rate 110 x/menit, akral hangat/merah dan kering. Oleh sejawat anestesi dilakukan tindakan spinal anestesi menggunakan jarum spinal no 25G, dengan lidocaine 5% dalam dextrose 7,5%. Karena kesulitan dalam memposisikan pasien (nyeri) akhirnya tindakan spinal anestesi baru dapat dilakukan dengan 4 kali suntikan. Sesaat setelah tindakan pasien mengeluhkan mual, muntah dan pusing dan ditemukan tekanan darah 80/50 mmHg, heart rate 100 x/menit, respiratory rate 18 x/menit. Pada pasien ini tindakan apa yang pertama sekali harus dilakukan?

a)

Pemberian Ketorolac

b)

Pemberian ondansetron

c)

Pemberian cairan ringer laktat

d)

Pemberian epinefrin

e)

Pemberian sulfas atropin

2.

Pasien lak-laki, usia 25 tahun akan dilakukan tindaka debrideman emergensi atas indikasi fraktur femur terbuka di kaki kanan. Pada pemeriksaan fisik dijumpai sensorium sadar penuh, Tekanan darah 110/80 mmHg, heart rate 110 x/menit, akral hangat/merah dan kering. Oleh sejawat anestesi dilakukan tindakan spinal anestesi menggunakan jarum spinal no 25G, dengan lidocaine 5% dalam dextrose 7,5%. Karena kesulitan dalam memposisikan pasien (nyeri) akhirnya tindakan spinal anestesi baru dapat dilakukan dengan 4 kali suntikan. Setelah dilakukan terapi konservatif pada nyeri kepala ini , pasien masih mengeluhkan nyeri kepala dan tindakan yang seanjutnya dilakukan adalah

a)

Epidural blood patch dengan memasukkan darah donor 15-20 ml ke ruang intratekal

b)

Epidural blood patch dengan memasukkan darah pasien sendiri 15-20 ml ke ruang epidural

c)

Epidural blood patch dengan memasukkan darah donor 5 ml ke ruang epidural

d)

Epidural blood patch dengan memasukkan darah pasien sendiri 10 ml ke ruang intratekal

e)

Epidural blood patch dengan memasukkan darah pasien sendiri 5 ml ke ruang intratekal

3.

Pasien lak-laki, usia 25 tahun akan dilakukan tindaka debrideman emergensi atas indikasi fraktur femur terbuka di kaki kanan. Pada pemeriksaan fisik dijumpai sensorium sadar penuh, Tekanan darah 110/80 mmHg, heart rate 110 x/menit, akral hangat/merah dan kering. Oleh sejawat anestesi dilakukan tindakan spinal anestesi menggunakan jarum spinal no 25G, dengan lidocaine 5% dalam dextrose 7,5%. Karena kesulitan dalam memposisikan pasien (nyeri) akhirnya tindakan spinal anestesi baru dapat dilakukan dengan 4 kali suntikan. Dari penggunaan lidocaine diatas, berpala lama durasi kerja lidocaine 5% dalam dextrose 7,5% jika digabung dengan epinefrin

a)

60-90 menit

b)

30-60  menit

c)

45-60 menit

d)

40-80 menit

e)

60-75 menit

4.

Setelah pasien tersebut mengalami perbaikan setelah dirawat di ICU, direncanakan akan dilakukan SC. Dilakukan anestesi spinal menggunakan 20 mg Bupivakaine 0.5 % Heavy. Saat dilakukan prosedur aseptik pasien mual, mengeluh sulit bernapas, tangan terasa kebas, pada pemeriksaan didapat pasien tampak gelisah, sesak napas, tekanan darah 70/30 mmHg, HR 50 X / mnt RR 10 x / mnt.

Apakah yang mendasari terjadinya high spinal pada pasien tersebut?

 

a)

Obstruksi vena cava inferior sehingga tekanan ruang spinal berkurang.

b)

Obstruksi vena cava inferior sehingga tekanan ruang epidural berkurang.

c)

Obstruksi vena cava inferior sehingga volume potensial ruang epidural bertambah.

d)

Obstruksi vena cava inferior sehingga volume LCS di ruang spinal bertambah banyak.

e)

Obstruksi vena cava inferior sehingga volume darah di daerah epidural bertambah.

5.

Pasien, laki-laki 65 tahun, direncanakan untuk tindakan TURP. Pasien ini dengan riwayat hipertensi, CHF dan pasien ini sedang mengkonsumsi β blocker, calsium channel blocker, diuretic. Jika dilakukan tindakan pembiusan dengan menggunakan anestesi spinal, dermatom sensorik yang harus dicapai pada level dermatom

a)

T6

b)

T4

c)

T12

d)

T8

e)

T10

6.

Pasien lak-laki, usia 25 tahun akan dilakukan tindaka debrideman emergensi atas indikasi fraktur femur terbuka di kaki kanan. Pada pemeriksaan fisik dijumpai sensorium sadar penuh, Tekanan darah 110/80 mmHg, heart rate 110 x/menit, akral hangat/merah dan kering. Oleh sejawat anestesi dilakukan tindakan spinal anestesi menggunakan jarum spinal no 25G, dengan lidocaine 5% dalam dextrose 7,5%. Karena kesulitan dalam memposisikan pasien (nyeri) akhirnya tindakan spinal anestesi baru dapat dilakukan dengan 4 kali suntikan. Setelah dilakukan pembiusan dan operasi berlangsung aman, pasien mengeluhkan sakit kepala 12 jam stelah operasi. Sakit kepala muncul kalau pasien berdiri atau duduk dan hilang jika berdiri. Apa diagnosa dari sakit kepala diatas

a)

Cervicogenic headache

b)

Cluster type headache

c)

Migrane

d)

Tension type headache

e)

PDPH

7.

Yang tidak termasuk dalam rule of tens and multiples 2010 CPR-ECC Guideline adalah:

a)

Target kompresi dada ialah untuk mempertahankan saturasi vena sentral (ScvO2) lebih dari 30

b)

Target kompresi dada ialah untuk mempertahankan tekanan darah diastolik arteri lebih dari

c)

Target kompresi dada ialah untuk mempertahankan tekanan CO2 end tidal (PETCO2) lebih dari 10

d)

Membebaskan jalan napas dalam waktu 10 detik

e)

Memeriksa nadi kurang dari 10 detik

8.

Seorang bayi 1 bulan, dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan muntah proyektil beberapa hari ini. Muntah terjadi setiap diberikan minum ASI, dan semakin memberat hari ini, akan tetapi pasien tidak terlihat seperti kesakitan. Muntah yang dikeluarkan ‘tidak' berwarna hijau, Buang air besar normal dan tidak terdapat darah di fesesnya. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak dehidrasi ringan. Abdomen teraba supel, dan teraba masa di kuadran kanan atas yang mobile, sebesar 1-2 cm.

Apakah diagnosis yang paling mendekati dari kasus diatas ?

a)

Stenosis Pilorus

b)

Intususepsi

c)

Volvulus

d)

Atresia Duodenum

e)

Morbus Hirschprung

9.

Seorang bayi 1 bulan, dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan muntah beberapa hari ini. Muntah terjadi setiap diberikan minum ASI, dan semakin memberat hari ini, akan tetapi pasien tidak terlihat seperti kesakitan. Muntah yang dikeluarkan berwarna hijau, Buang air besar normal dan tidak terdapat darah di fesesnya. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak dehidrasi ringan. Abdomen teraba supel, dantidak teraba masa.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?

a)

Volvulus

b)

Morbus Hirschprung

c)

Atresia Duodenum

d)

Stenosis Pilorus

e)

Intususepsi

10.

Seorang bayi 1 bulan, dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan muntah beberapa hari ini. Muntah terjadi setiap diberikan minum ASI, dan semakin memberat hari ini, akan tetapi pasien tidak terlihat seperti kesakitan. Muntah yang dikeluarkan tidak berwarna hijau, Pasien belum Buang air besar sejak lahir. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak dehidrasi ringan. Abdomen teraba supel, dan teraba masa di kuadran bawah.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?

a)

.Atresia Duodenum

b)

Stenosis Pilorus

c)

Morbus Hirschprung

d)

Intususepsi

e)

Volvulus

11.

Seorang bayi 10 bulan, dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan muntah beberapa hari ini. Muntah terjadi setiap diberikan minum ASI, dan semakin memberat hari ini, pasien terlihat rewel dan kesakitan. Muntah yang dikeluarkan tidak berwarna hijau, Buang air besar terdapat darah di fesesnya. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak dehidrasi ringan. Abdomen teraba supel, dan teraba masa di kuadran kanan.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?

a)

Atresia Duodenum

b)

Stenosis Pilorus

c)

Volvulus

d)

Intususepsi

e)

Morbus Hirschprung

12.

Seorang bayi 10 bulan, dibawa oleh ibunya ke IGD dengan keluhan muntah beberapa hari ini. Muntah terjadi setiap diberikan minum ASI, dan semakin memberat hari ini, akan  pasien terlihat seperti kesakitan yang hilang timbul. Muntah yang dikeluarkan berwarna hijau, terdapat sedikit bercak darah pada buang air besar. Dari pemeriksaan fisik pasien tampak dehidrasi ringan. Abdomen distensi, dan tidak teraba masa.

Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus di atas?

a)

Stenosis Pilorus

b)

Volvulus

c)

Atresia Duodenum

d)

Morbus Hirschprung

e)

Intususepsi

13.

Seorang pasien wanita 50 tahun dilaporkan mengalami sesak, penurunan kesadaran dan adanya petechiae dikulit dan konjuctiva. Pasien tersebut 3 hari yang lalu dilakukan operasi  debridemant internal fiksasi tulang femur karena kecelakaan. Pemeriksaan tambahan dalam menegakkan diagnosa penyebab kondisi tersebut:

a)

Faal koagulasi dan serum lipase

b)

Faal ginjal

c)

ECG

d)

Echocardiografi

e)

Faal Hepar

14.

Golongan anticholinestrerase yang mengakibatkan inaktivasi irreversible yang stabil dan tidak mengalami hidrolisis adalah

a)

Edrophonium

b)

Neostigmine

c)

Echothiopate

d)

Physostigmine

e)

Pyridostigmine

15.

Obat Anticholinesterase yang menghambat secara reversible enzim acetylcholinesterase melalui ikatan elektrostatik pada anionic site enzim tersebut adalah:

a)

Physostigmin

b)

Echotiopate

c)

Neostituine

d)

Edrophonium

e)

Pyridostigmin

16.

Obat anticholinesterase yang paling baik digunakan untuk mendiagnosa dan manajemen dari disritmia jantung terutama paroksismal SVT akibat penyakit Wolff-Parkinson-White syndrome

a)

Pyridostigmine

b)

Physotigmine

c)

Sugamadex

d)

Neostigmin

e)

Edrophonium

17.

Obat anticholinesterase yang paling sering dipakai untuk pengobatan myasthenia gravis adalah....

a)

Edrophonium

b)

Neostigmine

c)

Pyridostigmine

d)

Physostigmine

e)

Scopolamine

18.

Yang termasuk agonist-antagonist opioid yaitu...

a)

Nalorphine

b)

Nalmefene

c)

Naltrexone

d)

Methadone

e)

Naloxone

19.

Waktu mulai kerja cholinestrase inhibitor yang lambat terdapat pada:

a)

Sugamadex

b)

Pyridostigmin

c)

Neostigmin

d)

Physostigmin

e)

Edrophonium

20.

aat yang paling crusial selama jet Ventilation harus dilakukan monitor ketat gerakan dada untuk memastikan waktu ekshalasi yang cukup, hal ini untuk mencegah?

a)

Hiperventilasi

b)

Hipoventilasi

c)

Hipoksemia

d)

Intoksikasi CO2

e)

Airtrapping dan Barotrauma