wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIS FARSET MATRIKULASI

Total questions: 78

Worksheet time: 54mins

Name
Class
Date
1.
Berikut tujuan suatu zat aktif dibuat menjadi sediaan farmasi, kecuali
a)
Melindungi zat aktif dari faktor lingkungan
b)
Melindungi zat aktif pada tempat pemberian
c)
Semua jawaban benar
d)
Mempermudah proses penggunaan obat
e)
Menjamin keakuratan dosis
2.
Setelah dilakukan studi preformulasi diputuskan bahwa ke dalam formula sediaan perlu ditambahkan senyawa antioksidan. Data preformulasi apa yang sekiranya mendasari hal tersebut?
a)
Koefisien partisi
b)
Stabilitas
c)
Polimorfisme
d)
Kelarutan
e)
Inkompatibilitas
3.
Fungsi data preformulasi dari kelarutan adalah
a)
Menentukan bentuk sediaan likuida yang sesuai
b)
Menentukan zat apa yang boleh digunakan sebagai eksipien
c)
Menentukan apakah sediaan harus dibuat dalam bentuk rekonstitusi atau tidak
d)
Menentukan perlunya ditambahkan dapar atau tidak
e)
Semua jawaban salah
4.
Karakteristik yang tidak sesuai untuk sediaan larutan:
a)
Heterogen
b)
Jernih
c)
Semua pernyataan benar
d)
Termasuk dispersi molekular
e)
Satu fasa
5.
Tujuan penggunaan pelarut campur dalam sediaan eliksir adalah
a)
Mencegah reaksi oksidasi
b)
Semua jawaban benar
c)
Meningkatkan kelarutan
d)
Memperpanjang masa penyimpanan sediaan
e)
Meningkatkan stabilitas
6.
Penambahan suspending agent dalam sediaan suspensi ditujukan untuk?
a)
Meningkatkan kelarutan zat aktif
b)
Mencegah pembentukan endapan kompak
c)
Memperlambat pengendapan
d)
Memudahkan proses pembasahan partikel
e)
Mencegah reaksi oksidasi
7.
Dalam uji stabilitas suspensi terlihat adanya suatu endapan kompak di bagian bawah sediaan. Bahan tambahan apa yang paling sesuai ditambahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut?
a)
Anticaplocking agent
b)
Floculating agent
c)
Wetting agent
d)
Buffering agent
e)
Suspending agent
8.
Anticaplocking perlu ditambahkan ke dalam sediaan larutan dalam kondisi
a)
Sediaan mengandung gula dalam kadar tinggi
b)
Untuk menjamin sediaan larutan menjadi jernih
c)
Sediaan rentan ditumbuhi mikroorganisme
d)
Semua pernyataan benar
e)
Sediaan mudah teroksidasi
9.
Diketahui Zat A merupakan antibiotik dengan pemerian cairan kental, jernih, kuning, dengan sifat kelarutan nya tidak larut air, larut dalam etanol mutlak, dan larut dalam minyak nabati, zat ini relatif stabil terhadap panas, namun rentan teroksidasi. Zat tersebut akan dibuat sediaan Gel untuk luka bakar, multiple. Berdasarkan pada preformulasi zat aktif diatas, formula umum yang dapat Anda sarankan untuk sediaan tersebut adalah :
a)
Zat aktif, Pelarut, Gelling Agent, Pengawet, Peningkat penetrasi
b)
Zat Aktif, minyak nabati, Gelling Agent, Antioksidan, Pengawet, Pengatur Tonisitas
c)
Zat Aktif, Pelarut, Gelling Agent, Antioksidan, Pengawet, Pengatur konsistensi
d)
Zat aktif, Pengemulsi, Pengawet, Peningkat penetrasi, Pengatur konsistensi
e)
Zat aktif, Pelarut, Gelling Agent, Antioksidan, Peningkat penetrasi
10.
Berikut ini adalah pernyataan yang benar terkait dengan emulgator, kecuali :
a)
emulgator berfungsi untuk menstabilkan emulsi dengan cara membantu pencampuran minyak dan air untuk dapat saling melarut
b)
emulgator golongan surfaktan berkerja dengan menurunkan tegangan permukaan antara minyak dan air
c)
selain berfungsi membentuk lapisan film antar globul, emulgator golongan koloid hidrofil berfungsi ganda sebagai peningkat viskositas
d)
emulgator golongan surfaktan dapat menurunkan energi bebas permukaan sehingga emulsi yang terbentuk lebih stabil
e)
lapisan film multimolekuler yang terbentuk oleh emulgator golongan partikel padat terbagi halus mencegah penggabungan globul-globul pada fase terdispersi
11.
salah satu bentuk ketidakstabilan emulsi yang diakibatkan oleh adanya energi bebas permukaan, sehingga terbentuk kelompok globul yang posisinya tidak beraturan dalam emulsi, ketidakstabilan ini bersifat reversible, pada formulasi sediaannya disarankan untuk ditambah peningkat viskositas. ketidak stabilan emulsi ini disebut :
a)
creaming
b)
flokulasi
c)
deflokulasi
d)
koalesen
e)
demulsifikasi
12.
berikut merupakan hasil uji tipe emulsi pada suatu sediaan emulsi : I. terencerkan pada uji pengenceran (pelarut air); II. menghantarkan listrik pada uji konduktivitas; III. creaming yang terjadi mengarah keatas; IV. emulsi menyebar dengan cepat ketika diteteskan pada kertas saring, maka tipe emulsi pada sediaan tersebut adalah :
a)
A/M
b)
M/A
c)
A/M/A
d)
M/A/M
e)
Bioemulsion M1+M2/A
13.
berikut ini pernyataan yang tepat terkait mikrooemulsi, yaitu :
a)
mikroemulsi hanya membutuhkan satu macam surfaktan karena globul-globul yang terbentuk lebih kecil
b)
mikroemulsi dapat berupa sistem dispersi minyak dalam air ataupun air dalam minyak dengan ukuran globul 100 - 200 mikron
c)
mikroemulsi terbentuk secara spontan dengan menggabungkan minyak-air-surfaktan dan kosurfaktan
d)
mikroemulsi dibuat dengan bantuan energi kinetik yang tinggi sehingga tercipta ukuran globul yang lebih kecil
e)
hanya pernyataan 2 dan 3 yang benar
14.
berikut ini pernyataan yang tepat mengenai sediaan semisolida, kecuali
a)
setiap jenis sediaan semisolida harus ditambah peningkat penetrasi agar dapat berpenetrasi dengan baik kedalam lapisan kulit
b)
sediaan semisolida dapat menghantarkan zat aktif secara lokal maupun sistemik
c)
setiap bentuk sediaan semisolida yang baik harus memiliki sifat alir tiksotropik ataupun psudoplastis
d)
semua pernyataan benar
e)
semua pernyataan salah
15.
suatu zat aktif memiliki efek farmakologis sebagai pencerah kulit, zat aktif berupa serbuk hablur putih, tidak larut air, larut dalam minyak nabati. zat aktif stabil pada rentang pH 5,5-6,4, pada pH kurang dari 5 zat tersebut akan terdegradasi, dan jika terpapar cahaya zat aktif akan teroksidasi, zat aktif diformulasikan sebagai krim pencerah kulit, maka formula umum untuk sediaan tersebut adalah :
a)
zat aktif, minyak nabati, suspending agent, pengawet, peningkat penetrasi
b)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, antioksidan, pengawet, peningkat penetrasi
c)
zat aktif, fase minyak, fase air, basis hidrokarbon, antioksidan, pengawet, peningkat penetrasi
d)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, pengawet, antioksidan, dapar, peningkat penetrasi
e)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, antioksidan, pengawet, dapar, pewarna, pengaroma
16.
Berikut ini pernyataan yang benar mengenai emulsi, yaitu:
a)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan lain
b)
Emulsi merupakan sistem dua fasa dimana zat aktif berupa padatan tidak larut akan terdispersi dalam pelarutnya
c)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang mengandung sedikitnya dua fasa cair yang saling melarutkan
d)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang dapat saling melarutkan menjadi fasa tunggal yang homogen
e)
Emulsi merupakan sistem dua fasa dimana zat aktif yang tidak larut akan melarut sempurna dengan bantuan kosolven
17.
berikut ini beberapa golongan basis salep, kecuali
a)
basis salep serap
b)
basis salep hidrokarbon
c)
basis salep larut air
d)
basis salep larut minyak
e)
basis salep yang dapat tercuci air
18.
berikut ini beberapa manfaat dari penggunaan humektan pada sediaan semisolid, kecuali :
a)
meningkatkan kelarutan zat aktif dalam pembawanya
b)
mengikat molekul air dari udara sehingga membantu menghidrasi kulit
c)
memfasilitasi/mempermudah interaksi sediaan dengan permukaan kulit
d)
meningkatkan penetrasi zat aktif kedalam kulit melewati stratum korneum
e)
semua jawaban benar
19.
Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai kondisi isotonis, yaitu :
a)
suatu larutan injeksi dikatakan isotonis jika memiliki tekanan osmosis yang setara dengan tekanan osmotik larutan NaCl 0,9%
b)
suatu larutan injeksi dikatakan isotonis jika memiliki tekanan osmosis yang setara dengan tekanan osmotik larutan glukosa 5%
c)
suatu larutan injeksi yang isotonis tidak akana menyebabkan lisis maupun krenasi pada sel darah
d)
semua jawaban benar
e)
hanya jawaban A yang benar
20.
berikut ini alat dan bahan yang dapat disterilisasi secara panas kering adalah :
a)
minyak nabati, larutan injeksi termostabil, serbuk untuk rekonstitusi, beker glass, pipet volume
b)
minyak nabati, injeksi berupa emulsi termostabil, zat aktif berupa cairan larut air, kaca arloji, pipet tetes
c)
zat aktif berupa serbuk termostabil, minyak nabati, beker glass, kaca arloji, pipet tetes
d)
zat aktif berupa serbuk termostabil, sediaan salep mata, beker glass, wadah gelas untuk infus, pipet tetes
e)
cairan infus dengan zat aktif termostabil, injeksi suspensi rekonstitusi dengan zat aktif termostabil, pipet volume, gelas ukur, erlenmeyer
21.
Vitamin C merupakan zat dengan pemerian serbuk hablur putih atau agak kuning yang larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, pH stabilitas sediaannya adalah 5,0 – 7,0. Dalam keadaan terlarut zat ini sangat mudah teroksidasi ketika terpapar udara dan cahaya. Terdekomposisi pada suhu lebih dari 190oC menghasilkan asap berbau tajam dan mengiritasi. Untuk menjaga kestabilan sediaan, eksipien apa yang perlu anda tambahkan pada formula injeksi diatas ?
a)
Pengkompleks
b)
Dapar
c)
Antioksidan
d)
Pengawet
e)
NaCl hingga 0,9%
22.
Berikut ini merupakan metode sterilisasi serta alat yang digunakan, kecuali :
a)
Metode panas lembab (autoclave; 121oC)
b)
Metode panas kering (oven; 160-170oC)
c)
Metode Aseptis (laminar air flow)
d)
Metode penyaringan membran (membran dengan ukuran pori 22µm)
e)
Metode radiasi pengion (radiasi sinar gamma)
23.
Kondisi sediaan injeksi berikut ini menyebabkan sel darah mengalami lisis, yaitu :
a)
Isotonis
b)
Hipertonis
c)
Hipotonis
d)
Mengandung mikroba pirogen
e)
Mengandung partikulat
24.
Berikut ini adalah pernyataan yang tepat terkait sediaan infus
a)
Infus intravena dapat berupa sediaan larutan, emulsi minyak dalam air, suspensi
b)
Infus dapat mengandung pengawet karena pelarut yang digunakan air
c)
Jika stabilitas zat aktif yang digunakan hanya pada rentang pH yang sempit maka harus ditambahkan dapar
d)
Sediaan infus harus bebas pirogen dan praktis bebas partikulat
e)
Dapat sedikit hipertonis, namun dengan penambahan anestetik lokal untuk mengatasi rasa sakit pada saat pemberiannya
25.
Berikut ini merupakan syarat sediaan Injeksi dan infus, kecuali :
a)
Steril, bebas partikulat, bebas pirogen
b)
Isotonis, Isohidris, Isoosmosis,
c)
Steril, isotonis, memiliki bau dan warna yang menarik
d)
semua jawaban benar
e)
semua jawaban salah
26.
suatu zat aktif berupa cairan putih kekuningan bersifat tahan panas dan tahan terhadap uap air, akan dibuat sediaan injeksi i.v. metode sterilisasi yang tepat untuk sediaan tersebut adalah :
a)
sterilisasi filtrasi
b)
sterilisasi panas lembab
c)
sterilisasi panas kering
d)
sterilisasi dengan radiasi pengion
e)
sterilisasi awal secara panas dan dikerjakan secara aseptis
27.
Diketahui propranolol HCl merupakan serbuk hablur putih, tidak berbau larut dalam air dan dalam etanol. Stabil terhadap pemanasan, namun tidak stabil terhadap cahaya. Larutan propranolol HCl memiliki stabilitas maksimum pada pH 3 dan terdekomposisi dengan cepat pada pH 4-5. Sesuai dengan data kestabilan propanolol HCl diatas, eksipien apa yang dapat anda sarankan untuk menjaga stabilitas injeksi propranolol selama masa simpannya ?
a)
Pengkompleks
b)
Dapar
c)
Antioksidan
d)
Pengawet
e)
NaCl hingga 0,9%
28.
Sediaan berikut ini dipersyaratkan untuk dibuat sediaan steril, kecuali :
a)
Sediaan yang ditujukan untuk pemberian langsung diberikan pada sirkulasi sistemik
b)
Sediaan yang diberikan secara langsung pada bagian mukosa tubuh
c)
Sediaan yang diberikan pada terapi luka bakar / luka terbuka
d)
Sediaan yang ditujukan untuk terapi oral pada bayi baru lahir
e)
Semua jawaban benar, merupakan sediaan yang diharuskan steril.
29.
Sebutkan nama alat yang digunakan untuk uji sifat alir? *
a)
Flow tester
b)
Granulometer
c)
Piknometer
d)
Tapped Desnity Tester
e)
Corong
30.
Apakah perbedaan dari uji friabilitas dan friksibilitas?
a)
Jumlah sampel tablet
b)
Banyaknya putaran
c)
Drum yang digunakan
d)
Persyaratan bobot yang hilang setelah pengujian
e)
Alat yang digunakan
31.
Sebutkan persyaratan uji keseragaman ukuran menurut Farmakope Indonesia III?
a)
Tebal tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1/3 diameter tablet
b)
Tebal tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 diameter tablet
c)
Tebal tablet tidak lebih dari 4/3 kali dan tidak kurang dari 1/3 diameter tablet
d)
Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 tebal tablet
e)
Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1/3 tebal tablet
32.
Alat apakah yang digunakan dalam uji higroskopisitas dalam evaluasi tablet?
a)
. Moisture analytical balance
b)
. Karl Fischer titration
c)
Desikator
d)
Oven
e)
Cawan porselen
33.
Evaluasi tablet apa saja yang menunjukkan ketahanan fisik dari suatu tablet?
a)
Uji Keragaman Bobot, Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur, Uji Disolusi
b)
Uji Organoleptik, Uji Kekerasan, Uji Waktu Hancur, Uji Friabilitas
c)
Uji Friabilitas, Uji Friksibilitas, Uji waktu Hancur, Uji Disolusi
d)
Uji Kekerasan, Uji Friksibilitas, Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur
e)
Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur, Uji Disolusi, Uji Kekerasan
34.
Berikut adalah tahapan dalam "Siklus Tabletasi", KECUALI
a)
Filling
b)
Compaction
c)
Ejection
d)
Compression
e)
Tableting
35.
Menurut Saudara, permasalahan dalam manufaktur sediaan tablet dapat terjadi pada tahapan yang mana pada "Siklus Tabletasi"
a)
Ejection
b)
Fiiling, Compaction dan Ejection
c)
Filling dan Compaction
d)
Filling dan Ejection
e)
Compaction dan Ejection
36.
Permasalahan "Capping dan Laminating" dalam manufaktur tablet memiliki persamaan, yaitu ?
a)
Capping merupakan bagian kerusakan dari Laminating
b)
Kerusakan tablet akibat bagian atas/bawah tablet lepas
c)
Kerusakan tablet berupa sumpil
d)
Kerusakan tablet akibat ketidakseragaman warna
e)
Kerusakan tablet yang terpotong berupa lapisan-lapisan
37.
ovula ditujukan untuk diraih efek
a)
sistem dan lokal
b)
sistemik dan diperbolehlan untuk lokal
c)
efek sistemik tidak untuk lokal
d)
efek lokal
e)
efek sistemik
38.
Syarat dan sifat fisikokimia basis sediaan suppo dan ovula, kecuali
a)
Basis harus solid dalam suhu kamar dan mampu meleleh dalam rektum
b)
Basis harus stabil secara fisik dam kimia selama periode waktu penyimpanan obat
c)
Basis tidak boleh berinteraksi secara kimia dengan ZA
d)
Basis harus sesuai dengan tujuan penggunaan dan efe terapetik ZA
e)
Basis tidak boleh mengiritasi mukosa rektum
39.
Yang termasuk kelebihan sediaan likuida dibandingkan dengan solida adalah
a)
Lebih mudah diabsorpsi di saluran cerna
b)
Lebih mudah disimpan dan didistrubusikan
c)
Lebih menjamin ketepatan dosis
d)
Dapat memberikan efek sistemik
e)
Memiliki stabilitas lebih baik
40.
Berikut tujuan suatu zat aktif dibuat menjadi sediaan farmasi, kecuali
a)
Melindungi zat aktif dari faktor lingkungan
b)
Melindungi zat aktif pada tempat pemberian
c)
Semua jawaban benar
d)
Mempermudah proses penggunaan obat
e)
Menjamin keakuratan dosis
41.
Suatu zat aktif yang bersifat sukar larut dalam air dan memiliki stabilitas yang baik dalam air sesuai untuk dibuat sediaan
a)
Larutan
b)
Emulsi
c)
Eliksir
d)
Suspensi rekonstitusi
e)
Suspensi
42.
Setelah dilakukan studi preformulasi diputuskan bahwa ke dalam formula sediaan perlu ditambahkan senyawa antioksidan. Data preformulasi apa yang sekiranya mendasari hal tersebut?
a)
Koefisien partisi
b)
Stabilitas
c)
Polimorfisme
d)
Kelarutan
e)
Inkompatibilitas
43.
Fungsi data preformulasi dari kelarutan adalah
a)
Menentukan bentuk sediaan likuida yang sesuai
b)
Menentukan zat apa yang boleh digunakan sebagai eksipien
c)
Menentukan apakah sediaan harus dibuat dalam bentuk rekonstitusi atau tidak
d)
Menentukan perlunya ditambahkan dapar atau tidak
e)
Semua jawaban salah
44.
Karakteristik yang tidak sesuai untuk sediaan larutan:
a)
Heterogen
b)
Jernih
c)
Semua pernyataan benar
d)
Termasuk dispersi molekular
e)
Satu fasa
45.
Tujuan penggunaan pelarut campur dalam sediaan eliksir adalah
a)
Mencegah reaksi oksidasi
b)
Semua jawaban benar
c)
Meningkatkan kelarutan
d)
Memperpanjang masa penyimpanan sediaan
e)
Meningkatkan stabilitas
46.
Penambahan suspending agent dalam sediaan suspensi ditujukan untuk?
a)
Meningkatkan kelarutan zat aktif
b)
Mencegah pembentukan endapan kompak
c)
Memperlambat pengendapan
d)
Memudahkan proses pembasahan partikel
e)
Mencegah reaksi oksidasi
47.
Dalam uji stabilitas suspensi terlihat adanya suatu endapan kompak di bagian bawah sediaan. Bahan tambahan apa yang paling sesuai ditambahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut?
a)
Anticaplocking agent
b)
Floculating agent
c)
Wetting agent
d)
Buffering agent
e)
Suspending agent
48.
Anticaplocking perlu ditambahkan ke dalam sediaan larutan dalam kondisi
a)
Sediaan mengandung gula dalam kadar tinggi
b)
Untuk menjamin sediaan larutan menjadi jernih
c)
Sediaan rentan ditumbuhi mikroorganisme
d)
Semua pernyataan benar
e)
Sediaan mudah teroksidasi
49.
Diketahui Zat A merupakan antibiotik dengan pemerian cairan kental, jernih, kuning, dengan sifat kelarutan nya tidak larut air, larut dalam etanol mutlak, dan larut dalam minyak nabati, zat ini relatif stabil terhadap panas, namun rentan teroksidasi. Zat tersebut akan dibuat sediaan Gel untuk luka bakar, multiple. Berdasarkan pada preformulasi zat aktif diatas, formula umum yang dapat Anda sarankan untuk sediaan tersebut adalah :
a)
Zat aktif, Pelarut, Gelling Agent, Pengawet, Peningkat penetrasi
b)
Zat Aktif, minyak nabati, Gelling Agent, Antioksidan, Pengawet, Pengatur Tonisitas
c)
Zat Aktif, Pelarut, Gelling Agent, Antioksidan, Pengawet, Pengatur konsistensi
d)
Zat aktif, Pengemulsi, Pengawet, Peningkat penetrasi, Pengatur konsistensi
e)
Zat aktif, Pelarut, Gelling Agent, Antioksidan, Peningkat penetrasi
50.
Berikut ini adalah pernyataan yang benar terkait dengan emulgator, kecuali :
a)
emulgator berfungsi untuk menstabilkan emulsi dengan cara membantu pencampuran minyak dan air untuk dapat saling melarut
b)
emulgator golongan surfaktan berkerja dengan menurunkan tegangan permukaan antara minyak dan air
c)
selain berfungsi membentuk lapisan film antar globul, emulgator golongan koloid hidrofil berfungsi ganda sebagai peningkat viskositas
d)
emulgator golongan surfaktan dapat menurunkan energi bebas permukaan sehingga emulsi yang terbentuk lebih stabil
e)
lapisan film multimolekuler yang terbentuk oleh emulgator golongan partikel padat terbagi halus mencegah penggabungan globul-globul pada fase terdispersi
51.
salah satu bentuk ketidakstabilan emulsi yang diakibatkan oleh adanya energi bebas permukaan, sehingga terbentuk kelompok globul yang posisinya tidak beraturan dalam emulsi, ketidakstabilan ini bersifat reversible, pada formulasi sediaannya disarankan untuk ditambah peningkat viskositas. ketidak stabilan emulsi ini disebut :
a)
creaming
b)
flokulasi
c)
deflokulasi
d)
koalesen
e)
demulsifikasi
52.
berikut merupakan hasil uji tipe emulsi pada suatu sediaan emulsi : I. terencerkan pada uji pengenceran (pelarut air); II. menghantarkan listrik pada uji konduktivitas; III. creaming yang terjadi mengarah keatas; IV. emulsi menyebar dengan cepat ketika diteteskan pada kertas saring, maka tipe emulsi pada sediaan tersebut adalah :
a)
A/M
b)
M/A
c)
A/M/A
d)
M/A/M
e)
Bioemulsion M1+M2/A
53.
berikut ini pernyataan yang tepat terkait mikrooemulsi, yaitu :
a)
mikroemulsi hanya membutuhkan satu macam surfaktan karena globul-globul yang terbentuk lebih kecil
b)
mikroemulsi dapat berupa sistem dispersi minyak dalam air ataupun air dalam minyak dengan ukuran globul 100 - 200 mikron
c)
mikroemulsi terbentuk secara spontan dengan menggabungkan minyak-air-surfaktan dan kosurfaktan
d)
mikroemulsi dibuat dengan bantuan energi kinetik yang tinggi sehingga tercipta ukuran globul yang lebih kecil
e)
hanya pernyataan 2 dan 3 yang benar
54.
berikut ini pernyataan yang tepat mengenai sediaan semisolida, kecuali
a)
setiap jenis sediaan semisolida harus ditambah peningkat penetrasi agar dapat berpenetrasi dengan baik kedalam lapisan kulit
b)
sediaan semisolida dapat menghantarkan zat aktif secara lokal maupun sistemik
c)
setiap bentuk sediaan semisolida yang baik harus memiliki sifat alir tiksotropik ataupun psudoplastis
d)
semua pernyataan benar
e)
semua pernyataan salah
55.
suatu zat aktif memiliki efek farmakologis sebagai pencerah kulit, zat aktif berupa serbuk hablur putih, tidak larut air, larut dalam minyak nabati. zat aktif stabil pada rentang pH 5,5-6,4, pada pH kurang dari 5 zat tersebut akan terdegradasi, dan jika terpapar cahaya zat aktif akan teroksidasi, zat aktif diformulasikan sebagai krim pencerah kulit, maka formula umum untuk sediaan tersebut adalah :
a)
zat aktif, minyak nabati, suspending agent, pengawet, peningkat penetrasi
b)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, antioksidan, pengawet, peningkat penetrasi
c)
zat aktif, fase minyak, fase air, basis hidrokarbon, antioksidan, pengawet, peningkat penetrasi
d)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, pengawet, antioksidan, dapar, peningkat penetrasi
e)
zat aktif, fase minyak, fase air, emulgator, antioksidan, pengawet, dapar, pewarna, pengaroma
56.
Berikut ini pernyataan yang benar mengenai emulsi, yaitu:
a)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang salah satu cairannya terdispersi dalam cairan lain
b)
Emulsi merupakan sistem dua fasa dimana zat aktif berupa padatan tidak larut akan terdispersi dalam pelarutnya
c)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang mengandung sedikitnya dua fasa cair yang saling melarutkan
d)
Emulsi merupakan sistem dua fasa yang dapat saling melarutkan menjadi fasa tunggal yang homogen
e)
Emulsi merupakan sistem dua fasa dimana zat aktif yang tidak larut akan melarut sempurna dengan bantuan kosolven
57.
berikut ini beberapa golongan basis salep, kecuali
a)
basis salep serap
b)
basis salep hidrokarbon
c)
basis salep larut air
d)
basis salep larut minyak
e)
basis salep yang dapat tercuci air
58.
berikut ini beberapa manfaat dari penggunaan humektan pada sediaan semisolid, kecuali :
a)
meningkatkan kelarutan zat aktif dalam pembawanya
b)
mengikat molekul air dari udara sehingga membantu menghidrasi kulit
c)
memfasilitasi/mempermudah interaksi sediaan dengan permukaan kulit
d)
meningkatkan penetrasi zat aktif kedalam kulit melewati stratum korneum
e)
semua jawaban benar
59.
Berikut ini adalah pernyataan yang benar mengenai kondisi isotonis, yaitu :
a)
suatu larutan injeksi dikatakan isotonis jika memiliki tekanan osmosis yang setara dengan tekanan osmotik larutan NaCl 0,9%
b)
suatu larutan injeksi dikatakan isotonis jika memiliki tekanan osmosis yang setara dengan tekanan osmotik larutan glukosa 5%
c)
suatu larutan injeksi yang isotonis tidak akana menyebabkan lisis maupun krenasi pada sel darah
d)
semua jawaban benar
e)
hanya jawaban A yang benar
60.
berikut ini alat dan bahan yang dapat disterilisasi secara panas kering adalah :
a)
minyak nabati, larutan injeksi termostabil, serbuk untuk rekonstitusi, beker glass, pipet volume
b)
minyak nabati, injeksi berupa emulsi termostabil, zat aktif berupa cairan larut air, kaca arloji, pipet tetes
c)
zat aktif berupa serbuk termostabil, minyak nabati, beker glass, kaca arloji, pipet tetes
d)
zat aktif berupa serbuk termostabil, sediaan salep mata, beker glass, wadah gelas untuk infus, pipet tetes
e)
cairan infus dengan zat aktif termostabil, injeksi suspensi rekonstitusi dengan zat aktif termostabil, pipet volume, gelas ukur, erlenmeyer
61.
Vitamin C merupakan zat dengan pemerian serbuk hablur putih atau agak kuning yang larut dalam air, agak sukar larut dalam etanol, pH stabilitas sediaannya adalah 5,0 – 7,0. Dalam keadaan terlarut zat ini sangat mudah teroksidasi ketika terpapar udara dan cahaya. Terdekomposisi pada suhu lebih dari 190oC menghasilkan asap berbau tajam dan mengiritasi. Untuk menjaga kestabilan sediaan, eksipien apa yang perlu anda tambahkan pada formula injeksi diatas ?
a)
Pengkompleks
b)
Dapar
c)
Antioksidan
d)
Pengawet
e)
NaCl hingga 0,9%
62.
Berikut ini merupakan metode sterilisasi serta alat yang digunakan, kecuali :
a)
Metode panas lembab (autoclave; 121oC)
b)
Metode panas kering (oven; 160-170oC)
c)
Metode Aseptis (laminar air flow)
d)
Metode penyaringan membran (membran dengan ukuran pori 22µm)
e)
Metode radiasi pengion (radiasi sinar gamma)
63.
Kondisi sediaan injeksi berikut ini menyebabkan sel darah mengalami lisis, yaitu :
a)
Isotonis
b)
Hipertonis
c)
Hipotonis
d)
Mengandung mikroba pirogen
e)
Mengandung partikulat
64.
Berikut ini adalah pernyataan yang tepat terkait sediaan infus
a)
Infus intravena dapat berupa sediaan larutan, emulsi minyak dalam air, suspensi
b)
Infus dapat mengandung pengawet karena pelarut yang digunakan air
c)
Jika stabilitas zat aktif yang digunakan hanya pada rentang pH yang sempit maka harus ditambahkan dapar
d)
Sediaan infus harus bebas pirogen dan praktis bebas partikulat
e)
Dapat sedikit hipertonis, namun dengan penambahan anestetik lokal untuk mengatasi rasa sakit pada saat pemberiannya
65.
Berikut ini merupakan syarat sediaan Injeksi dan infus, kecuali :
a)
Steril, bebas partikulat, bebas pirogen
b)
Isotonis, Isohidris, Isoosmosis,
c)
Steril, isotonis, memiliki bau dan warna yang menarik
d)
semua jawaban benar
e)
semua jawaban salah
66.
suatu zat aktif berupa cairan putih kekuningan bersifat tahan panas dan tahan terhadap uap air, akan dibuat sediaan injeksi i.v. metode sterilisasi yang tepat untuk sediaan tersebut adalah :
a)
sterilisasi filtrasi
b)
sterilisasi panas lembab
c)
sterilisasi panas kering
d)
sterilisasi dengan radiasi pengion
e)
sterilisasi awal secara panas dan dikerjakan secara aseptis
67.
Diketahui propranolol HCl merupakan serbuk hablur putih, tidak berbau larut dalam air dan dalam etanol. Stabil terhadap pemanasan, namun tidak stabil terhadap cahaya. Larutan propranolol HCl memiliki stabilitas maksimum pada pH 3 dan terdekomposisi dengan cepat pada pH 4-5. Sesuai dengan data kestabilan propanolol HCl diatas, eksipien apa yang dapat anda sarankan untuk menjaga stabilitas injeksi propranolol selama masa simpannya ?
a)
Pengkompleks
b)
Dapar
c)
Antioksidan
d)
Pengawet
e)
NaCl hingga 0,9%
68.
Sediaan berikut ini dipersyaratkan untuk dibuat sediaan steril, kecuali :
a)
Sediaan yang ditujukan untuk pemberian langsung diberikan pada sirkulasi sistemik
b)
Sediaan yang diberikan secara langsung pada bagian mukosa tubuh
c)
Sediaan yang diberikan pada terapi luka bakar / luka terbuka
d)
Sediaan yang ditujukan untuk terapi oral pada bayi baru lahir
e)
Semua jawaban benar, merupakan sediaan yang diharuskan steril.
69.
Sebutkan nama alat yang digunakan untuk uji sifat alir? *
a)
Flow tester
b)
Granulometer
c)
Piknometer
d)
Tapped Desnity Tester
e)
Corong
70.
Apakah perbedaan dari uji friabilitas dan friksibilitas?
a)
Jumlah sampel tablet
b)
Banyaknya putaran
c)
Drum yang digunakan
d)
Persyaratan bobot yang hilang setelah pengujian
e)
Alat yang digunakan
71.
Sebutkan persyaratan uji keseragaman ukuran menurut Farmakope Indonesia III?
a)
Tebal tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1/3 diameter tablet
b)
Tebal tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 diameter tablet
c)
Tebal tablet tidak lebih dari 4/3 kali dan tidak kurang dari 1/3 diameter tablet
d)
Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 tebal tablet
e)
Diameter tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 1/3 tebal tablet
72.
Alat apakah yang digunakan dalam uji higroskopisitas dalam evaluasi tablet?
a)
. Moisture analytical balance
b)
. Karl Fischer titration
c)
Desikator
d)
Oven
e)
Cawan porselen
73.
Evaluasi tablet apa saja yang menunjukkan ketahanan fisik dari suatu tablet?
a)
Uji Keragaman Bobot, Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur, Uji Disolusi
b)
Uji Organoleptik, Uji Kekerasan, Uji Waktu Hancur, Uji Friabilitas
c)
Uji Friabilitas, Uji Friksibilitas, Uji waktu Hancur, Uji Disolusi
d)
Uji Kekerasan, Uji Friksibilitas, Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur
e)
Uji Friabilitas, Uji Waktu Hancur, Uji Disolusi, Uji Kekerasan
74.
Berikut adalah tahapan dalam "Siklus Tabletasi", KECUALI
a)
Filling
b)
Compaction
c)
Ejection
d)
Compression
e)
Tableting
75.
Menurut Saudara, permasalahan dalam manufaktur sediaan tablet dapat terjadi pada tahapan yang mana pada "Siklus Tabletasi"
a)
Ejection
b)
Fiiling, Compaction dan Ejection
c)
Filling dan Compaction
d)
Filling dan Ejection
e)
Compaction dan Ejection
76.
Permasalahan "Capping dan Laminating" dalam manufaktur tablet memiliki persamaan, yaitu ?
a)
Capping merupakan bagian kerusakan dari Laminating
b)
Kerusakan tablet akibat bagian atas/bawah tablet lepas
c)
Kerusakan tablet berupa sumpil
d)
Kerusakan tablet akibat ketidakseragaman warna
e)
Kerusakan tablet yang terpotong berupa lapisan-lapisan
77.
ovula ditujukan untuk diraih efek
a)
sistem dan lokal
b)
sistemik dan diperbolehlan untuk lokal
c)
efek sistemik tidak untuk lokal
d)
efek lokal
e)
efek sistemik
78.
Syarat dan sifat fisikokimia basis sediaan suppo dan ovula, kecuali
a)
Basis harus solid dalam suhu kamar dan mampu meleleh dalam rektum
b)
Basis harus stabil secara fisik dam kimia selama periode waktu penyimpanan obat
c)
Basis tidak boleh berinteraksi secara kimia dengan ZA
d)
Basis harus sesuai dengan tujuan penggunaan dan efe terapetik ZA
e)
Basis tidak boleh mengiritasi mukosa rektum