NEW
Font size
WorksheetsFisioner 83 (Integumen)
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Anak Z 8 th post op Appendicitis 1bulan yang lalu. Pasien tergolong keluarga prasejahtera sehingga setelah kontrol pertama post op pasien tidak kembali kontrol ke dokter. Saat ini pasien hanya dirawat dirumah saja. Hingga saat ini pasien belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur, pasien juga kesulitan untuk miring kekanan dan ke kiri. Keluarga pasien juga tidak pernah memindahkan pasien dari tempat tidurnya, dan saat ini pasien memiliki beberapa luka kecil pada bagian punggung bawahnya.
Pada kasus tersebut kapan sebaiknya penatalaksanaan fisioterapi mulai diberikan kepada pasien?
<24 jam post op
Segera setelah terjadi penutupan luka primer
Pre op
Pre op & <24jam post op
Hanya bilaterdapat keluhan
Anak Z 8 th post op Appendicitis 1bulan yang lalu. Pasien tergolong keluarga prasejahtera sehingga setelah kontrol pertama post op pasien tidak kembali kontrol ke dokter. Saat ini pasien hanya dirawat dirumah saja. Hingga saat ini pasien belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur, pasien juga kesulitan untuk miring kekanan dan ke kiri. Keluarga pasien juga tidak pernah memindahkan pasien dari tempat tidurnya, dan saat ini pasien memiliki beberapa luka kecil pada bagian punggung bawahnya.
Penatalaksanaan fisioterapi apakah yang merupakan kontra indikasi jika diberikan pada pasien?
Active exercise
Passive exercise
Resisted exercise
Bed reclining exercise
Low impact exercise
Anak Z 8 th post op Appendicitis 1bulan yang lalu. Pasien tergolong keluarga prasejahtera sehingga setelah kontrol pertama post op pasien tidak kembali kontrol ke dokter. Saat ini pasien hanya dirawat dirumah saja. Hingga saat ini pasien belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur, pasien juga kesulitan untuk miring kekanan dan ke kiri. Keluarga pasien juga tidak pernah memindahkan pasien dari tempat tidurnya, dan saat ini pasien memiliki beberapa luka kecil pada bagian punggung bawahnya.
Apakah edukasi yang dapat diberikan kepada keluarga?
Sesering mungkin merubah posisi tidur pasien, memberikan Latihan gerak aktif & pasif
Sesering mungkin merubah posisi tidur pasien, melakukan Latihan penguatan otot pasien
Memanggil tenaga kesehatan untuk dapat membantu perawatan pasien
Mengatur makanan yang dikonsumsi pasien
Membantu pasien untuk melakukan latihan penguatan otot
Kesulitan pasien untuk miring kanan-kiri, dan bangun dari tempat tidur termasuk temuan untuk penegakan diagnose fisioterapi pada level apa?
Body structure & functional limitation
Impairment
Activity limitation
Participation restriction
Disability
Anak Z 8 th post op Appendicitis 1bulan yang lalu. Pasien tergolong keluarga prasejahtera sehingga setelah kontrol pertama post op pasien tidak kembali kontrol ke dokter. Saat ini pasien hanya dirawat dirumah saja. Hingga saat ini pasien belum bisa bangun sendiri dari tempat tidur, pasien juga kesulitan untuk miring kekanan dan ke kiri. Keluarga pasien juga tidak pernah memindahkan pasien dari tempat tidurnya, dan saat ini pasien memiliki beberapa luka kecil pada bagian punggung bawahnya.
Pemeriksaan penunjang apakah yang diperlukan pada pasien tersebut?
System kardiovaskular
System respirasi
System neuromuskuler
System gastrointestinal
System urogenital
Pasien H 30 bekerja sebagai petani dilereng gunung bromo, dirujuk oleh dokter SPDV. Pada pemeriksaan ditemukan adanya penurunan elastisitas kulit, oedem pada pada area tungkai, luka pada beberapa ujung jari tangan & kaki, pola nafas tidak beraturan, terdapat nyeri tekan dan nyeri gerak pada area lengan, serta penurunan LGS pada elbow dan shoulder. Pada area lengan kanan juga ditemukan kebas & numbness, sudah dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu.
Apakah penyebab terjadinya luka pada ujung jari-jari pasien?
Raynaud fenomena
Telangiectasis kulit & mukosa
Gangguan pembuluh darah
Numbness yang dialami pasien
Factor pekerjaan
Pasien H 30 bekerja sebagai petani dilereng gunung bromo, dirujuk oleh dokter SPDV. Pada pemeriksaan ditemukan adanya penurunan elastisitas kulit, oedem pada pada area tungkai, luka pada beberapa ujung jari tangan & kaki, pola nafas tidak beraturan, terdapat nyeri tekan dan nyeri gerak pada area lengan, serta penurunan LGS pada elbow dan shoulder. Pada area lengan kanan juga ditemukan kebas & numbness, sudah dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu.
Apakah factor risiko terjadinya penyakit tersebut diatas?
Pekerjaan
Lingkungan tempat tinggal
Riwayat keluarga
Penyakit autoimun lain
Merokok
Pasien H 30 bekerja sebagai petani dilereng gunung bromo, dirujuk oleh dokter SPDV. Pada pemeriksaan ditemukan adanya penurunan elastisitas kulit, oedem pada pada area tungkai, luka pada beberapa ujung jari tangan & kaki, pola nafas tidak beraturan, terdapat nyeri tekan dan nyeri gerak pada area lengan, serta penurunan LGS pada elbow dan shoulder. Pada area lengan kanan juga ditemukan kebas & numbness, sudah dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu.
Exrcise apakah yang dianjurkan pada pasien tersebut?
Aerobic low impact exercise
Aerobic high impact exercise
HIIT
Active exercise
Passive exercise
Pasien H 30 bekerja sebagai petani dilereng gunung bromo, dirujuk oleh dokter SPDV. Pada pemeriksaan ditemukan adanya penurunan elastisitas kulit, oedem pada pada area tungkai, luka pada beberapa ujung jari tangan & kaki, pola nafas tidak beraturan, terdapat nyeri tekan dan nyeri gerak pada area lengan, serta penurunan LGS pada elbow dan shoulder. Pada area lengan kanan juga ditemukan kebas & numbness, sudah dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu.
Apakah edukasi yang dapat diberikan kepada pasien?
Menghindari paparan sinar matahari
Melakukan istirahat yang cukup
Meningkatkan mobilisasi pada ekstremitas atas dan bawah
Menggunakan pelembab dan melakukan aktifitas fisik yang cukup
Melakukan exercise mandiri dirumah
Pasien H 30 bekerja sebagai petani dilereng gunung bromo, dirujuk oleh dokter SPDV. Pada pemeriksaan ditemukan adanya penurunan elastisitas kulit, oedem pada pada area tungkai, luka pada beberapa ujung jari tangan & kaki, pola nafas tidak beraturan, terdapat nyeri tekan dan nyeri gerak pada area lengan, serta penurunan LGS pada elbow dan shoulder. Pada area lengan kanan juga ditemukan kebas & numbness, sudah dirasakan pasien sejak 1 bulan yang lalu.
Apakah masalah utama yang terjadi pada pasien tersebut?
Raynaud fenomena
Sindrom CREST
Sindrom nefrotik
Sindrom Steven johnson
Autoimun disease
Seorang laki-laki berusia 35 , bekerja sebagai penjual bakso, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada area tubuh bagian depan diantaranya area leher depan, lengan kanan sisi atas dan sisi bawah, lengan kiri sisi bawah, area dada, dan area paha kanan. Pasien saat ini dirawat diruang rawat inap dan operasi STSG sudah dilakukan 2hari yang lalu. Donor untuk STSG diambilkan dari area paha dalam kanan dan kiri. Saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil, dan pasien tidak memiliki Riwayat penyakit penyerta.
Assesment apa saja yang perlu dilakukan fisioterapi pada pasien tersebut?
Assesment pada cardiovascular, respiratory, metabolic, dan gastrointestinal
Assessment pada cardiovascular, respiratory, musculoskeletal, dan oedema
Assesment pada intensitas nyeri, respiratory, musculoskeletal, dan oedema
Assessment pada intensitas nyeri, inhalasi, musculoskeletal, dan oedema
Assessment pada intensitas nyeri, inhalasi, mobility, dan oedema
Seorang laki-laki berusia 35 , bekerja sebagai penjual bakso, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada area tubuh bagian depan diantaranya area leher depan, lengan kanan sisi atas dan sisi bawah, lengan kiri sisi bawah, area dada, dan area paha kanan. Pasien saat ini dirawat diruang rawat inap dan operasi STSG sudah dilakukan 2hari yang lalu. Donor untuk STSG diambilkan dari area paha dalam kanan dan kiri. Saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil, dan pasien tidak memiliki Riwayat penyakit penyerta.
Kapan Latihan mobilisasi bisa diberikan kepada pasien?
Sejak sebelum dilakukan STSG
<24 jam setelah STSG
24-48 jam setelah STSG
3-5 hari setelah STSG
5-7 hari setelah STSG
Seorang laki-laki berusia 35 , bekerja sebagai penjual bakso, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada area tubuh bagian depan diantaranya area leher depan, lengan kanan sisi atas dan sisi bawah, lengan kiri sisi bawah, area dada, dan area paha kanan. Pasien saat ini dirawat diruang rawat inap dan operasi STSG sudah dilakukan 2hari yang lalu. Donor untuk STSG diambilkan dari area paha dalam kanan dan kiri. Saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil, dan pasien tidak memiliki Riwayat penyakit penyerta.
Penatalaksanaan fisioterapi apakah yang dapat diberikan pada pasien tersebut?
Immobilisasi, positioning, manajemen oedem
Immobilisasi, positioning, manajemen oedem, manajemen scar
Mobilisasi, positioning, manajemen oedem
Mobilisasi, positioning, manajemen oedem, manajemen scar
Mobilisasi, positioning, manajemen oedem, manajemen scar, functional retraining
Seorang laki-laki berusia 35 , bekerja sebagai penjual bakso, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada area tubuh bagian depan diantaranya area leher depan, lengan kanan sisi atas dan sisi bawah, lengan kiri sisi bawah, area dada, dan area paha kanan. Pasien saat ini dirawat diruang rawat inap dan operasi STSG sudah dilakukan 2hari yang lalu. Donor untuk STSG diambilkan dari area paha dalam kanan dan kiri. Saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil, dan pasien tidak memiliki Riwayat penyakit penyerta.
Apakah tujuan fisioterapi pada pasien tersebut?
Mengurangi risiko komplikasi, mengurangi oedema, mencegah deformitas dan penurunan
LGS, protect & promote healing
Mengurangi risiko komplikasi, mengurangi efek risiko dari positioning berkepanjangan
terhadap LGS dan fungsi gerak, mencegah deformitas
Mengoptimalkan tampilan dari scar, mengurangi efek risiko dari positioning berkepanjangan
terhadap LGS dan fungsi gerak, mencegah deformitas, mengurangi efek bed rest
berkepanjangan
Mengoptimalkan tampilan dari scar, mengurangi efek risiko dari positioning berkepanjangan
terhadap LGS dan fungsi gerak, mengurangi efek bed rest berkepanjangan, menyiapkan pasien
untuk kembali menjalani aktivitas sehari-harinya
menyiapkan pasien untuk kembali menjalani aktivitas sehari-harinya
Seorang laki-laki berusia 35 , bekerja sebagai penjual bakso, mengalami luka bakar akibat ledakan tabung gas pada area tubuh bagian depan diantaranya area leher depan, lengan kanan sisi atas dan sisi bawah, lengan kiri sisi bawah, area dada, dan area paha kanan. Pasien saat ini dirawat diruang rawat inap dan operasi STSG sudah dilakukan 2hari yang lalu. Donor untuk STSG diambilkan dari area paha dalam kanan dan kiri. Saat ini kondisi pasien sudah mulai stabil, dan pasien tidak memiliki Riwayat penyakit penyerta.
Apakah posisi yang direkomendasikan bagi pasien untuk mencegah terjadinya kontraktur?
Ekstensi leher, jika kepala perlu dinaikkan gunakan bantal, ekstensi elbow, prone lying
LGS, protect & promote healing
Ekstensi leher, jika kepala perlu dinaikkan gunakan bantal, ekstensi elbow, supine lying
terhadap LGS dan fungsi gerak, mencegah deformitas
Ekstensi leher, jika kepala perlu dinaikkan jangan menggunakan bantal, ekstensi elbow, prone
lying dengan lengan abduksi
terhadap LGS dan fungsi gerak, mencegah deformitas, mengurangi efek bed rest
berkepanjangan
Ekstensi leher, jika kepala perlu dinaikkan jangan menggunakan bantal, ekstensi elbow, supine
lying dengan lengan abduksi
terhadap LGS dan fungsi gerak, mengurangi efek bed rest berkepanjangan, menyiapkan pasien
untuk kembali menjalani aktivitas sehari-harinya
Ekstensi leher, jika kepala perlu dinaikkan jangan menggunakan bantal, ekstensi elbow, prone
lying dengan lengan abduksi, akstensi legs
Px Ny.XY 40 dirujuk ke poli fisioterapi oleh dr. SPDV untuk melakukan terapi arthalgia. Dari pemeriksaan ditemukan kulit ruam merah, terasa perih dan ruam bersisik, sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi, nyeri dada yang tajam. Tidak ditemukan eodema, rasa terbakar, ataupun lesi. Pasien bercerita bahwa kulitnya sangat sensitive terhadap cahaya sehingga pasien jarang beraktivitas diluar rumah dan juga pasien mengalami penurunan berat badan. Saat ini pasien diterapi dengan obat-obatan yang di dapatkan dari dr.SPDV
Apakah peran fisioterapis pada kasus diatas?
Menjaga LGS, meningkatkan kekuatan otot, mengurangi nyeri, serta menjaga aktifitas
fungsional pasien
Menyesuaikan berdasarkan keluhan yang muncul pada pasien
Menjaga kondisi pasien agar tetap stabil
Membantu proses penyembuhan pasien dari penyakit yang dialami
Membantu pasien untuk dapat Kembali beraktivitas pada lingkungannya
Px Ny.XY 40 dirujuk ke poli fisioterapi oleh dr. SPDV untuk melakukan terapi arthalgia. Dari pemeriksaan ditemukan kulit ruam merah, terasa perih dan ruam bersisik, sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi, nyeri dada yang tajam. Tidak ditemukan eodema, rasa terbakar, ataupun lesi. Pasien bercerita bahwa kulitnya sangat sensitive terhadap cahaya sehingga pasien jarang beraktivitas diluar rumah dan juga pasien mengalami penurunan berat badan. Saat ini pasien diterapi dengan obat-obatan yang di dapatkan dari dr.SPDV
Apakah edukasi yang dapat diberikan kepada pasien?
Mencegah paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian tertutup, topi,
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai, menggunakan sunscreen
fungsional pasien
Mencegah paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian tertutup, topi,
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area gunung, menggunakan sunscreen
Mencegah paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian tertutup, topi,
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen
Mencegah paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian tertutup, topi,
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen, rutin mengkonsumsi obat-obatan.
Mencegah paparan sinar matahari langsung dengan menggunakan pakaian tertutup, topi,
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen, rutin mengkonsumsi obat-obatan, rutin melakukan exrcise dirumah .
Px Ny.XY 40 dirujuk ke poli fisioterapi oleh dr. SPDV untuk melakukan terapi arthalgia. Dari pemeriksaan ditemukan kulit ruam merah, terasa perih dan ruam bersisik, sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi, nyeri dada yang tajam. Tidak ditemukan eodema, rasa terbakar, ataupun lesi. Pasien bercerita bahwa kulitnya sangat sensitive terhadap cahaya sehingga pasien jarang beraktivitas diluar rumah dan juga pasien mengalami penurunan berat badan. Saat ini pasien diterapi dengan obat-obatan yang di dapatkan dari dr.SPDV
Apakah prinsip umum dari pengobatan yang diberikan kepada pasien?
Menjaga LGS, meningkatkan kekuatan otot, mengurangi nyeri, serta menjaga aktifitas
fungsional pasien
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai, menggunakan sunscreen
fungsional pasien
Menyesuaikan berdasarkan keluhan yang muncul pada pasien
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area gunung, menggunakan sunscreen
Menjaga kondisi pasien agar tetap stabil
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen
Membantu proses penyembuhan pasien dari penyakit yang dialami
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen, rutin mengkonsumsi obat-obatan.
Membantu pasien untuk dapat Kembali beraktivitas pada lingkungannya
kacamata, dan sepatu; menghindari bepergian ke area pantai dan gunung, menggunakan
sunscreen, rutin mengkonsumsi obat-obatan, rutin melakukan exrcise dirumah .
Px Ny.XY 40 dirujuk ke poli fisioterapi oleh dr. SPDV untuk melakukan terapi arthalgia. Dari pemeriksaan ditemukan kulit ruam merah, terasa perih dan ruam bersisik, sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi, nyeri dada yang tajam. Tidak ditemukan eodema, rasa terbakar, ataupun lesi. Pasien bercerita bahwa kulitnya sangat sensitive terhadap cahaya sehingga pasien jarang beraktivitas diluar rumah dan juga pasien mengalami penurunan berat badan. Saat ini pasien diterapi dengan obat-obatan yang di dapatkan dari dr.SPDV
Derajat berapakah erythema yang terjadi pada pasien tersebut?
Minimal perceptible erythema
E1
E2
E3
E4
Px Ny.XY 40 dirujuk ke poli fisioterapi oleh dr. SPDV untuk melakukan terapi arthalgia. Dari pemeriksaan ditemukan kulit ruam merah, terasa perih dan ruam bersisik, sering mengalami nyeri otot dan nyeri sendi, nyeri dada yang tajam. Tidak ditemukan eodema, rasa terbakar, ataupun lesi. Pasien bercerita bahwa kulitnya sangat sensitive terhadap cahaya sehingga pasien jarang beraktivitas diluar rumah dan juga pasien mengalami penurunan berat badan. Saat ini pasien diterapi dengan obat-obatan yang di dapatkan dari dr.SPDV
Penatalaksanaan fisioterapi yang merupakan kontra indikasi pada penyakit ini yaitu
Polymorphos light eruption (PMLE)
UVA Therapy
Low level laser therapy(LLLT)
Infra red therapy
Cryotherapy
