NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsFARMASETIKA LANJUT
Total questions: 40
Worksheet time: 58mins
Name
Class
Date
1.
Seorang pasien datang ke apotek membeli resep untuk anaknya. Dalam resep dokter menuliskan obat Amoxycillin sirup. Amoxycillin adalah obat antibiotika dalam golongan penicillin yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Obat ini bekerja dengan cara menghentikan dan membunuh bakteri. Informasi apakah yang harus diberikan oleh tenaga kefarmasian kepada pasien berkaitan dengan penggunaan obat tersebut …
a)
Diminum setiap 3 jam
b)
Diminum setiap 4 jam
c)
Diminum setiap 6 jam
d)
Diminum setiap 8 jam
e)
Diminum setiap 12 jam
2.
Suatu sediaan larutan obat terdiri dari beberapa komponen yaitu zat aktif, zat tambahan dan pelarut. Contohnya sediaan larutan obat minum paracetamol dalam aquadest. Dalam sediaan larutan tersebut aquadest tersebut merupakan…
a)
Solvent
b)
Solute
c)
Solute agent
d)
Potio
e)
Solution
3.
Suatu zat aktif obat A memiliki data kelarutan dalam air yaitu dinyatakan “agak sukar larut” , jumlah bagian pelarut yang diperlukan untuk melarutkan zat A tersebut adalah…
a)
Kurang dari 1
b)
1 – 10
c)
10 – 30
d)
10 – 100
e)
100 - 1000
4.
Berikut ini merupakan kekurangan dari sediaan berbentuk larutan yang sering dikeluhkan oleh pasien adalah…
a)
Dosisnya lebih bervariasi
b)
Rasa dan bau yang tidak enak tidak tertutupi
c)
Absopsi dapat lebih cepat
d)
Konsentrasi dapat dibuat lebih encer
e)
Efek terapi dapat terjadi lebih cepat
5.
Dalam suatu resep terdapat signa “ S. mane et vespere 1 C“ arti dari signa tersebut adalah …
a)
Sehari dua kali pagi dan malam
b)
Setiap pagi dan malam satu sendok makan
c)
Setiap pagi dan malam satu sendok obat
d)
Setiap pagi dan malam satu sendok teh
e)
Sehari dua kali satu sendok makan
6.
Suatu sediaan larutan mengandung sirupus simplex yang digunakan sebagai zat tambahan untuk memperbaiki rasa obat, dengan rasa manis. Berapa kadar sukrosa pada sirupus simplex tersebut adalah…
a)
0.65
b)
0.5
c)
0.8
d)
0.4
e)
0.3
7.
Peristiwa bertambahnya kelarutan dari suatu senyawa organik dengan penambahan suatu garam dalam larutannya. Sehingga adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam solvent menjadi lebih besar, peristiwa ini disebut juga…
a)
Salting out
b)
Salting in
c)
Deflokulasi
d)
Flokulasi
e)
Inversi
8.
Peristiwa kenaikkan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modifikasi pelarut adalah…
a)
Colouring
b)
Kosolven
c)
Flavoring
d)
Corigensia
e)
Surfaktan
9.
Sirup adalah sediaan cair berupa larutan yang mengandung sakarosa. Kadar sakarosa tidak kurang dari … dan tidak lebih dari …
a)
Tidak kurang dari 35% dan tidak lebih dari 45%
b)
Tidak kurang dari 39% dan tidak lebih dari 48%
c)
Tidak kurang dari 30% dan tidak lebih dari 40%
d)
Tidak kurang dari 37% dan tidak lebih dari 50%
e)
Tidak kurang dari 64% dan tidak lebih dari 66%
10.
Pada pembuatan sirup simplisia ditambahkan zat tambahan sebagai pengawet antimikroba yaitu metil paraben. Berapa kadar pengawet yang digunakan untuk larutan obat tersebut…
a)
0,20 % b/v
b)
0,25 %b/v
c)
0,30 % b/v
d)
0,35 % b/v
e)
0,40 % b/v
11.
Label “KOCOK DAHULU” harus ditambahkan pada pembuatan larutan dibawah ini…
a)
Solution
b)
Suspensi
c)
Eliksir
d)
Potio efeevescent
e)
Saturasi
12.
Suatu sediaan larutan oral yang memiliki rasa dan bau sedap, selain itu juga memiliki warna dan aroma yang wangi dan mengandung pengawet, sebagai pelarut utama sediaan tersebut adalah etanol. Berdasarkan komponennya larutan tersebut adalah…
a)
Solution
b)
Potio
c)
Eliksir
d)
Suspensi
e)
Emulsi
13.
Sediaan larutan obat paracetamol selain dapat dibuat dalam sediaan suspensi dapat juga dibuat larutan eliksir karena menurut literatur paracetamol mudah larut dalam etanol. Fungsi etanol dalam sediaan eliksir adalah…
a)
Sebagai solute
b)
Sebagai zat aktif
c)
Menurunkan kelarutan obat
d)
Mempertinggi kelarutan obat
e)
Sebagai solvent
14.
Larutan obat yang dibuat dengan mereaksikan asam dan basa, dimana CO2 yang terbentuk ditahan sebagian sampai larutan jenuh, adalah…
a)
Potio nigra
b)
Potio netralisasi
c)
Potio saturasi
d)
Potio effervescent
e)
Gargarisma
15.
Seorang mahasiswa farmasi sedang membuat sediaan obat minum yang dibuat dengan cara mencampurkan bagian asam dan basa, terbentuklah gas CO2. Kemudian ia membiarkan gas yang terbentuk tersebut sampai reaksinya selesai. Sediaan larutan yang dimaksud adalah…
a)
Potio nigra
b)
Potio alba
c)
Potio saturasi
d)
Potio netralisasi
e)
Potio effervescet
16.
Seorang apoteker di industri farmasi sedang mendesain produk larutan oral yang berkhasiat sebagai analgetik antipiretik dengan zat aktif yang digunakan adalah ibuprofen. Ibuprofen memiliki karakteristik : serbuk kristal, putih atau hampir putih, praktis tidak larut dalam air, larut dalam aseton, sangat mudah larut dalam etanol, metil alkohol. Sediaan yang cocok untuk membuat larutan oral tersebut adalah…
a)
Potio
b)
Suspensi
c)
Emulsi
d)
Netralisasi- Saturasi
e)
Potio effervescent
17.
Yang termasuk sifat partikel yang terbentuk dari sistem deflokulasi adalah...
a)
Partikel suspensi dalam keadaan menyatu dengan yang lain
b)
Sedimentasi yang terjadi lambat dan masing-masing partikel mengendap terpisah
c)
Sedimentasi terbentuk cepat
d)
Sedimen tidak membentuk cake yang keras
e)
Diakhir sedimen akan membentuk cake yang mudah terdispersi lagi
18.
Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan suspensi adalah…
a)
Homogenitas
b)
Sudut kontak fase padat dan fase cair
c)
Ukuran partikel
d)
Cairan yang terbentuk harus mudah didispersikan Kembali
e)
Harus menutupi bau yang tidak enak dari bahan
19.
Sediaan yang mengandung bahan obat padat dalam bentuk halus dan tidak larut, terdispersi dalam cairan pembawa. Ini merupakan pengertian suspensi menurut…
a)
Farmakope Indonesia V
b)
Farmakope Indonesia IV
c)
Farmakope Indonesia III
d)
Farmakope Indonesia II
e)
Farmakope Indonesia I
20.
Suatu cara pembuatan suspensi dengan cara menambahkanserbuk bahan obat kedalam mediaum pensuspensi kemudian diencerkan dengan pelarut sehingga dapat dimasukkan dalam botol. Metode tersebut adalah…
a)
Metode botol forbes
b)
Metode dispersi
c)
Metode praecipitasi
d)
Metode inversi
e)
Metode flokulasi
21.
Pada resep tersebut ada penambahan surfaktan (PGS) dengan komposisi secukupnya. Banyaknya surfaktan (PGS) yang ditambahkan untuk resep tersebut adalah…
a)
1,2 g
b)
1 g
c)
0,5 g
d)
2 g
e)
1,4 g
22.
Yang termasuk sifat partikel yang terbentuk dari system flokulasi adalah…
a)
Partikel merupakan agregat yang asam
b)
Sedimentasi terjadi cenderung lambat
c)
Sedimentasi tidak membentuk cake yang keras sehingga mudah terdispesi kembali
d)
Sedimen terakhir membentuk cake yang keras dan sulit terdispersi kembali
e)
Sedimen yang terbentuk sukar dikocok
23.
Seorang pasien di apotek mengeluh tentang anaknya yang hilang nafsu makan, kemudian apoteker menyarankan untuk membeli obat Scott Emulsion. Obat Scott Emulsion ini merupakan sedian farmasi berupa emulsi minyak ikan. Emulgator yang digunakan dalam obat Scott Emulsion ini adalah Gom. Jika dilihat dari sumbernya, emulgator Gom ini termasuk kedalam golongan...
a)
Alam yang berasal dari hewan
b)
Alam yang berasal dari tumbuhan
c)
Alam yang berasal dari mineral
d)
Sintetis
e)
Buatan
24.
Pada pembuatan sediaan emulsi minyak ikan, terjadi ketidakstabilan emulsi dengan adanya lapisan-lapisan dikarenakan konsentrasi yang berbeda dalam obat tersebut. Fenomena apa yang terjadi pada emulsi tersebut…
a)
Flokulasi
b)
Koalesan
c)
Demulsifikasi
d)
Creaming
e)
Non homogen
25.
Metode dalam mengerjakan suspensi yaitu bahan serbuk obat ditambahkan ke dalam mucilago yang telah terbentuk, kemudian baru diencerkan sampai terbentuk corpus disebut...
a)
Presipitasi
b)
Dispersi
c)
Flokulasi
d)
Deflokulasi
e)
Sedimentasi
26.
Seorang mahasiswa sedang membuat sediaan larutan di laboratorium. Dalam pembuatan sediaan larutan oral tersebut sistem terdispersinya terdiri dari paling sedikit 2 fase cairan yang tidak saling mencampur, sediaan yang dibuat oleh mahasiswa tersebut adalah…
a)
Larutan
b)
Suspensi
c)
Emulsi
d)
Flokulasi
e)
Deflokulasi
27.
Dalam pembuatan sediaan emulsi digunakan bahan tambahan yang dinamakan dengan Emulgator. Emulgator tersebut adalah…
a)
Bahan yang digunakan untuk mempercepat proses terjadinya emulsi
b)
Suatu bahan yang digunakan untuk menstabilkan emulsi
c)
Zat tambahan dalam pembuatan emulsi
d)
Zat yang memperlambat terjadinya endapan emulsi
e)
Suatu fase minyak dan air pada emulsi
28.
Surfaktan memiliki sifat suka air dan suka minyak. Bagian dari surfaktan emulsi tersebut yang suka pada air disebut…
a)
Lipofilik
b)
Hidrofobik
c)
Lipofobik
d)
HLB
e)
Hidrofilik
29.
Emulsi yang terdiri atas butiran air yang tersebar atau terdispersi ke dalam minyak. Dimana air sebagai fase internal dan minyak sebagai fase eksternal adalah tipe emulsi…
a)
W/O
b)
O/W
c)
W & O
d)
W & W
e)
O & W
30.
Teori emulsi dimana emulgator seolah-olah menjadi tali pengikat antara air dan minyak sehingga akan membentuk suatu keseimbangan (HLB) antara kelompok yang suka minyak dan suka air. Teori tersebut merupakan teori terbentuknya emulsi yaitu…
a)
Teori tegangan permukaan
b)
Teori orientasi bentuk baji
c)
Teori film plastic
d)
Teori lapisan listrik rangkap
e)
Teori ionisasi
31.
Setiap emulgator memiliki harga keseimbangan yang besarnya tidak sama. Harga keseimbangan dikenal dengan nama HLB ( Hydrophyl Lipophyl Balance) yaitu angka yang menunjukan perbandingan kelompok hidrofil dan lipofil. Semakin besar nilai HLB maka emulgator tersebut…
a)
Lebih mudah larut dalam minyak
b)
Lebih mudah larut dalam air
c)
Lebih mudah larut dalam air dan minyak
d)
Lebih seimbang
e)
Lebih stabil
32.
Suatu kondisi dimana sediaan emulsi menjadi 2 lapisan yaitu satu bagian mengandung fase dispers lebih banyak daripada lapisan yang lain, tetapi keadaan ini bersifat reversible artinya jika dikocok perlahan akan mudah terdispersi Kembali. Ketidakstabilan emulsi ini disebut…
a)
Creaming
b)
Koalesensi
c)
Cracking
d)
Breaking
e)
Inversi fase
33.
Pada pembuatan 200 mL emulsi tipe A/M memerlukan 15 g campuran emulgator A dan B dengan nilai HLB campuran adalah 7. Diketahui nilai HLB A ( 4,3) dan nilai HLB B (8,6). Berapa gram bobot emulgator A…
a)
1.628
b)
8.372
c)
5.581
d)
9.418
e)
9.069
34.
Pada pembuatan emulsi diketahui : Tween 80 = 60% ( HLB = 15) ; Span 80 = 40% (HLB = 4,5). Berapakah nilai HLB campurannya…
a)
10.8
b)
10.55
c)
11.55
d)
11.85
e)
12.55
35.
Seorang pasien membeli resep sebagai berikut : Kekuatan sediaan obat Amoxycillin 125 mg/5 mL. Berapakah dosis yang dikonsumsi oleh pasien tersebut selama 1 hari…
a)
500 mg
b)
250 mg
c)
125 mg
d)
750 mg
e)
625 mg
36.
Berapakah nilai HLB campuran dari 25 g vaselin album (HLB=8) ditambah 20 g cetil alkohol (HLB =15)…
a)
5
b)
20.1
c)
25.1
d)
11.1
e)
12.1
37.
Dalam pembuatan 100 mL emulsi tipe M/A diperlukan emulgator dengan nilai HLB 12, sebagai emulgator yaitu span 20 (HLB 8,6) dan Tween 20 (HLB 16,7) sebanyak 10 gram. Berapa gram masing-masing bobot span 20 dan Tween 20…
a)
Span 5,80 dan Tween 4,19
b)
Span 4,19 dan Tween 5,80
c)
Span 2,90 dan Tween 2,09
d)
Span 2,09 dan Tween 2,90
e)
Span 5,80 dan Tween 2,90
38.
Diketahui DM Codein adalah 1 kali =60 mg dan 1 hari = 300 mg. Berapakah dosis codein yang dikonsumsi pasien dalam satu hari …
a)
25 mg
b)
50 mg
c)
75 mg
d)
100 mg
e)
125 mg
39.
Diketahui DM Ephedrin adalah 1 kali =50 mg dan 1 hari = 150 mg. Berapakah % DM Ephedrin 1 kali dan 1 hari…
a)
1 x = 41,67 % dan 1 h = 41,67%
b)
1 x = 50 % dan 1 h = 83,3%
c)
1 x = 50 % dan 1 h = 50%
d)
1 x = 41 % dan 1 h = 47%
e)
1 x = 51,2 % dan 1 h = 73,3%
40.
Pada resep berikut ini terdapat syrupus simplex sebagai zat tambahan untuk memperbaiki rasa pada sediaan larutan oral dengan rasa manis. Syrupus simplex pada resep jumlahnya adalah secukupnya atau qs. Berapa banyak syr.simplex yang dibutuhkan dalam pembuatan resep tersebut….
a)
5 gram
b)
15 gram
c)
8 gram
d)
10 gram
e)
12 gram
Reset
