NEW
Font size
WorksheetsUTS VOLUMETRI
Total questions: 40
Worksheet time: 51mins
Analisis kimia kuantitatif yang berdasarkan kepada volume zat yang bereaksi secara kuantitatif yaitu antara zat yang diketahui konsentrasinya dengan zat yang akan dicari konsentrasinya disebut dengan :
Gravimetri
Turbidimetri
Polarimetri
Titrimetri
Spektrofotometri
Penentuan konsentrasi suatu asam kuat dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan basa kuat. Sebanyak 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein (pp). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah muda. Alasan yang paling tepat terkait dengan terjadinya perubahan warna pada saat titrasi adalah ….
NaOH bersifat basa kuat sehingga larutan HCl menjadi merah
Volume HCl sama dengan volume NaOH
Larutan indikator pp akan memberikan warna merah pada larutan asam
Pada saat volume NaOH berlebih maka larutan menjadi merah
Mol HCl = mol NaOH dan pH larutan >8,5
Penentuan kadar Asam asetat dalam cuka makan dapat ditentukan menggunakan metode titrasi penetralan. Larutan standar yang digunakan adalah larutan NaOH yang bersifat basa. Sebelum digunakan, NaOH terlebih dahulu dilakukan standarisasi dengan larutan asam oksalat. Dari pernyataan diatas, alat yang diperlukan untuk membuat larutan asam oksalat adalah ….
Neraca kasar, gelas piala, pipet gondok
Neraca analitik, gelas piala, pipet gondok
Neraca kasar, gelas piala, pipet takar
Neraca kasar, labu ukur, pipet gondok
Neraca analitik, labu ukur, pipet gondok
Pada metoda volumetri terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut syarat-syarat reaksi kimia untuk metoda volumetri yang tidak tepat adalah…….
Reaksi harus berlangsung sempurna
Harus ada indikator
Tidak terdapat reaksi samping
Reaksi harus berlangsung cepat
Reaksi harus berlangsung lambat
Suneo melakukan analisis penetapan kadar asam asetat dalam cuka makan. Dalam menganalisis Suneo melakukan uji pendahuluan dan uji lanjutan. Saat melakukan uji lanjutan, sebanyak 1 ml sampel diturunkan dari buret dan diencerkan dalam labu ukur 50 ml. 10 ml sampel yang diencerkan tersebut dititrasi dengan NaOH 0,0979 N. Volume NaOH yang terpakai saat penitaran adalah 9,50 mL.
Jika diketahui massa jenis sampel adalah 1,15 g/mL dan Ar C = 12 g/mol ; O = 16 g/mol ; dan H = 1 g/mol, maka persentase kadar asam asetat dalam cuka makan adalah….
21 %
23 %
24 %
26 %
28 %
Pada metode titrasi penentuan kadar Asam asetat dalam cuka makan, terdapat 2 uji yang dilakukan pada sampel, yaitu uji pendahuluan (A) dan uji lanjutan (B). Perbedaan dilihat dari ketelitian hasil yang didapat dari kedua uji tersebut adalah…
A : hasil yang di dapat teliti
B : hasil yang di dapat teliti
A : hasil yang di dapat teliti
B : hasil yang di dapat tidak teliti
A : hasil yang di dapat tidak teliti
B : hasil yang di dapat tidak teliti
A : hasil yang di dapat kurang teliti
B : hasil yang di dapat teliti
A : hasil yang di dapat kurang teliti
B : hasil yang di kurang dapat teliti
Pada tabel disamping terdapat nama indiaktor, trayek pH dan perubahan warna yang terjadi.
Untuk menentukan kadar Natrium karbonat dalam soda abu dan kadar Asam asetat dalam cuka makan menggunakan metode titrasi, maka indikator yang cocok digunakan berdasarkan tabel diatas adalah …
1 dan 3
3 dan 5
3 dan 4
2 dan 5
2 dan 3
Natrium boraks dengan rumus kimia Na2B4O7.10H2O bersifat garam basa. Senyawa ini mempunyai BE yang tinggi dan digunakan sebagai larutan standar primer untuk standardisasi metode asidimetri. Berat ekivalen (BE) senyawa tersebut adalah….
(Ar Na= 23, B = 11, O = 16 dan H = 1 g/mol)
101 g/mol
101 g/molek
191 g/mol
191 g/molek
202 g/molek
Pada tabel dan gambar disamping, diketahui data beberapa indikator dan trayek pH.
Pasangan basa-asam dan indikator yang digunakan berturut-turut adalah ….
NaOH – CH3COOH – fenolftalein
NaOH – H2C2O4 – metil merah
Na2B4O7 – HCl – metil merah
Na2B4O7– HCl – fenolftalein
NaOH – HCl – bromtimol biru
Seorang siswa sedang melakukan percobaan penentuan kadar asam salisilat dalam bedak tabur dengan menggunakan NaOH. Indikator yang paling tepat digunakan untuk titrasi asam salisilat dengan NaOH adalah ….
Metil merah (rentang pH 3,5 – 4,8)
Brom kresol hijau (rentang pH 4,6 – 5,8)
Brom timol biru (rentang pH 6,0 – 8,0)
Fenolftalein (rentang pH 8,0 – 10,0)
Alazarin kuning (rentang pH 10,0 – 12,5)
Ani sedang melakukan percobaan standardisasi HCl dengan natrium boraks secara titrasi dengan menggunakan indikator metal merah, titik akhir titrasi dicapai bila ….
Dalam erlenmeyer terbentuk endapan
Larutan dalam erlenmeyer tidak berwarna
Warna larutan dalam erlenmeyer menjadi merah
Terjadinya perubahan warna oleh indicator menjadi orange.
Warna larutan dalam erlenmeyer menjadi kuning
Nobita akan menganalisis kadar natrium benzoat dengan menggunakan larutan standar HCl. Sebelum menentukan kadar natrium benzoat tersebut, larutan HCl yang akan digunakan terlebih dahulu distandardisasi oleh Nobita. Metode yang digunakan oleh Nobita dalam menstandardisasi larutan HCl adalah….
Alkalimetri
Yodometri
Argentometri
Asidimetri
Permanganometri
Peralatan laboratorium disamping adalah peralatan yang digunakan untuk membuat ...
Larutan pereaksi
Larutan standard
Larutan standard primer
Larutan standard sekunder
Larutan standard tersier
Langkah membuat larutan NaOH 0,1 N sebanyak 500 mL adalah sebagai berikut
1) ...................
2) Tambahkan akuadest kedalam gelas piala untuk melarutkan NaOH
3) Aduk sampai NaOH larut
4) Tambahkan akuadest sampai volume 500 mL
5) Aduk sampai homogen
Prosedur yang seharusnya dilakukan pada langkah nomor 1 adalah ...
Timbang 1 gram NaOH dalam gelas piala dengan menggunakan neraca kasar
Timbang 1 gram NaOH dalam gelas piala dengan menggunakan neraca analitik
Timbang 1,5 gram NaOH dalam gelas piala dengan menggunakan neraca kasar
Timbang 2 gram NaOH dalam gelas piala dengan menggunakan neraca analitik
Timbang 2 gram NaOH dalam gelas piala dengan menggunakan neraca kasar
Tabel disamping adalah data hasil percobaan titrasi larutan NaOH dengan larutan HCl.
Titik ekivalen ditunjukkan pada pecobaan ….
1
2
3
4
5
Dalam analisis titrimetri terdapat empat jenis reaksi kimia yang terlibat. Reaksi yang tidak termasuk dalam analisa titrimetri adalah…
Penetralan
Pengendapan
Redoks
Pengkompleksan
Reversible
Pada saat melakukan standardisasi HCl dengan natrium boraks, selain ditambahkan indikator, di dalam erlenmeyer juga ditambahkan akuades. Penambahan akuades 30 mL dalam standardisasi ini berguna sebagai…
Larutan pengencer
Larutan pencuci
Memperjelas titik akhir
Memperjelas titik ekivalen
Pelarut
Seorang siswa melakukan suatu percobaan penentuan kadar asam salisilat dalam bedak tabur dengan Natrium hidroksida 0,0997 N dan didapatkan hasil seperti yang ada pada tabel.
Berdasarkan tabel tersebut, data yang dapat digunakan untuk menentukan kadar asam salisilat dalam bedak tabur adalah data nomor…
1 saja
1 dan 2
2 dan 3
1 dan 3
1, 2 dan 3
Dina akan melakukan praktikum standardisasi HCl dengan Natrium boraks. Sebelumnya dia harus membuat HCl dengan konsentrasi 0,1000 N. Pada botol reagen tertera Hazard simbol seperti gambar di samping.
Bahan tersebut bersifat.....
Beracun
Mudah meledak
Mudah terbakar
Korosif
Iritasi
Jumlah Mol ekivalen zat terlarut dalam 1000 mL larutan disebut :
Persen
Normalitas
Molaritas
ppm.
Molalitas
Seorang analis menggunakan Asam oksalat sebagai larutan standar untuk menentukan konsentrasi larutan NaOH. Metode yang digunakan dalam analisis ini adalah
Alkalimetri
Titrimetri
Volumetri
Asidimetri
Asidi-Alkalimetri
Konsentrasi larutan NaOH dapat ditentukan dengan menggunakan larutan Asam oksalat, karena larutan Asam oksalat adalah….
Larutan yang konsentrasinya diketahui melalui proses standardisasi
Larutan yang konsentrasinya diketahui melalui proses reaksi dengan larutan standar sekunder
Larutan yang konsentrasinya telah diketahui melalui penimbangan dan pelarutan yang teliti
Larutan yang konsentrasinya diketahui dengan cara mereaksikan larutan dengan reagen spesifik
Larutan yang konsentrasinya diketahui melalui proses titrasi
Pasangan senyawa yang digunakan sebagai larutan standard primer dan larutan standard sekunder berturut-turut pada standarisasi dengan metode asidimetri adalah…
H2C2O4 dan NaOH
H2C2O4 dan HCl
Na2B4O7 dan NaOH
Na2B4O7 dan HCl
HCl dan Na2B4O7
Dalam proses titrasi, titik ekivalen tercapai pada saat ....
Mol ekivalen titran = pentitar
Mol ekivalen zat pentitar > zat yang dititar
Mol ekivalen zat pentitar < zat yang dititar
Mol ekivalen titran = titrat
Mol ekivalen zat yang dititar = titrat
Persamaan reaksi yang terjadi dalam standardisasi NaOH dengan Asam oksalat adalah ....
H2C2O4 (aq) + 2NaOH(aq) → Na2C2O4(aq) + H2O(l)
H2C2O4 (aq) + NaOH(aq)→ Na2C2O4(aq) + H2O(l)
H2C4O4 (aq) + NaOH(aq) → Na2C2O4(aq) + H2O(l)
H2C2O4 (aq) + NaOH(aq) → Na2C2O4(aq) + 2H2O(l)
H3C2O4(aq) + 2NaOH(aq) → Na2C2O4(aq) + H2O(l)
Pada saat melakukan penentuan kadar Asam asetat dalam cuka makan, larutan cuka bertindak sebagai ....
Bahan kimia
Reagen
Pelarut
Sampel
Analit
Seorang analis membuat larutan Asam oksalat (H2C2O4.2H2O) dengan cara menimbang Asam oksalat sebanyak 0,1350 gram dilarutkan dalam labu ukur 50 mL, berapakah konsentrasi (N) larutan Asam oksalat tersebut?
0,0460 N
0,0400 N
0,1028 N
0,1100 N
0,0428 N
Penerapan metode Alkalimetri dalam analisis di laboratorium yaitu ...
Penentuan kadar Natrium benzoat dalam minuman
Penentuan Kadar NaHCO3 dalam soda kaustik
Standardisasi NaOH dengan Asam oksalat
Penentuan kadar Natrium karbonat dalam soda abu
Penentuan kadar Asam salisilat dalam bedak tabur
Penentuan kadar asam asetat dilakukan melalui dua uji yaitu uji pendahuluan dan uji lanjutan. Setelah uji pendahuluan selesai dilakukan pengenceran terhadap 1 mL sampel cuka ke dalam labu ukur 50 mL. 10 mL sampel tersebut dititrasi dengan larutan standar NaOH 0.0966 N dan didapatkan data titrasi pada tabel di samping.
Berapa %kadar asam asetat dalam cuka makan dari data tersebut?
27,00 %
27,10 %
26,90 %
26,00 %
27,68 %
Pada uji lanjutan penentuan kadar asam asetat dalam cuka makan digunakan buret dalam pengambilan sampel. Sampel cuka makan diturunkan dari buret sebanyak 1,00 ml, ditampung dan diencerkan dalam labu ukur 50 ml dan dihomogenkan. Sebanyak 10 ml larutan Cuka di pipet dan dititrasi dengan NaOH 0,1 N. Faktor pengenceran dari sampel cuka tersebut adalah…..
5 x
10 x
25 x
100 x
200 x
Naruto melakukan analisis Asam salisilat dalam bedak tabur. Saat melakukan analisis tersebut, sampel bedak tabur tersebut tidak dapat larut dengan menggunakan akuades, hal ini disebabkan karena
Bedak tabur berbentuk padatan yang memang sukar larut dengan menggunakan akuades
Bedak tabur mengandung asam salisilat yang mudah larut dengan Alkohol basa, sehingga volume larutan standar yang digunakan lebih sedikit
Sukar larut dengan Alkohol asam, karena sudah mengandung Asam Salisilat
Bedak tabur mengandung asam salisilat yang mudah larut dengan Alkohol netral, sehingga tidak mempengaruhi proses penitaran
Bedak tabur Mudah larut dalam Kloroform
Dalam melakukan analisis kadar, baik secara gravimetri dan volumetri diperlukan pengolahan data atau evaluasi data untuk menentukan apakah data sudah cocok/cermat dan akurat. Kecermatan data disebut juga dengan presisi dan keakuratan data disebut juga dengan akurasi.
Berdasarkan tabel di samping, data SD, RSD dan kesimpulan yang tepat adalah ….
2,3,4
1,3,4
1,2,3
1,4,5
2,4,5
Jika 0,5001 gram sampel bedak tabur di timbang, kemudian direaksikan atau dititrasi dengan NaOH 0,0925 N didapatkan volume NaOH setelah titrasi sebanyak 10,35 mL. Berapa % kadar Asam salisilat (C7H6O3) dalam bedak tabur tersebut?
26,42 %
26,00 %
25,42 %
27,60 %
26,10 %
Pada penentuan kadar asam salisilat melalui titrasi dengan larutan NaOH terjadi reaksi antara kedua zat tersebut. Persamaan reaksi yang tepat yaitu
C7H6O3(aq) + NaOH(aq) → C7H5O3Na(aq) + 2H2O(l)
C7H6O3(aq) + NaOH(aq) → C7H5O3Na(aq) + H2O(l)
C7H6O3(aq) + 2NaOH(aq) → C7H5O3Na(aq) + H2O(l)
C7H7O3(aq) + 2NaOH(aq) → C7H5O3Na(aq) + H2O(l)
2C7H6O3(aq) + NaOH(aq) → C7H5O3Na(aq) + 2H2O(l)
Hitunglah Mr senyawa Natrium boraks yang memiliki rumus kimia Na2B4O7.10H20
(Ar Na= 23, B = 11, O = 16 dan H = 1 g/mol)
101 g/mol
382 g/molek
191 g/mol
191 g/molek
382 g/mol
Seorang analis laboratorium ingin membuat larutan Natrium boraks (Na2B4O7.10H2O) sebanyak 200 mL dengan konsentrasi 0.1500 N. Massa natrium boraks yang harus ditimbang adalah ...
5,6310 g
5,7300 g
6,7300 g
5,5300 g
5,7312 g
Hitunglah konsentrasi larutan Natrium boraks (Na2B4O7.10H2O) dengan volume 50 mL jika diketahui massa zat yang tertimbang yaitu 6,5002 gram!
1,6800 N
0,6706 N
1,6806 N
0,6806 N
0,6700 N
Berikut ini adalah tahapan-tahapan pada titrasi netralisasi:
1. Standarisasi NaOH dengan Asam Oksalat
2. Titrasi dengan larutan NaOH
3. Menuangkan cuka makanan ke dalam erlenmeyer
4. Menghitung kadar asam asetat
5. Menambahkan indicator fenolftalein
Urutan yang benar untuk proses titrasi netralisasi pada penentuan kadar Asam asetat dalam cuka makan adalah….
1-2-3-4-5
1-3-5-2-4
3-5-1-2-4
3-5-2-1-4
5-3-1-2-4
Pada suatu percobaan titrasi larutan HCl dengan Na2B4O7.10H2O 0,1001 N didapatkan hasil seperti yang ada pada tabel di samping.
Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah …… N
0,0981 N
0,0974 N
0,0988 N
0,0972 N
0,0963 N
Asidimetri adalah metode pada titrasi penetralan yang menggunakan larutan standar bersifat asam. Salah satu objek praktikumnya adalah penentuan kadar Na2CO3 dalam soda abu. Sampel ditimbang sebanyak 0,5 gram dan diencerkan dalam labu ukur 50 ml. Sampel yang sudah diencerkan tersebut dipipet sebanyak 10 ml dan dititrasi dengan HCl 0,1540 N dengan data volume 4,80 mL, 5,00 mL, dan 4,90 mL
Jika diketahui Ar Na = 23 g/mol ; O = 16 g/mol ; dan C = 12 g/mol, maka persentase kadar Na2CO3 dalam soda abu adalah….
40 %
41 %
42 %
43 %
44 %
