Font size
WorksheetsUjian akhir Blok Sistem Stomatognati I
Total questions: 101
Worksheet time: 3hrs 22mins
Fungsi komponen retentive adalah :
Memudahkan aktivasi
Menjadikan piranti mudah di insersi
Menjadikan piranti lebih efektif bekerja
Menjadikan piranti cekat dalam rongga mulut
Menghasilkan gaya berlawanan komponen aktif
Seorang anak laki – laki usia 6 tahun diantar ibunya ke RSIGM dengankeluhan gigi berjejal pada rahang atas l. Pada pemerksaan intraoral didapatkan gigi 16dan 26 partial erupsi . dokter akan membuatkan alat orthodonsi lepasan dengan retensi pada bagian posterior. Jenis klamer retensi apa yangdigunakan pada kasus tersebut :
Ball claps
Adams claps
Arrow head claps
Plat acrylic
Additional arrow head
Syarat penggunaan komponen retentive adalah :
Tidak bersifat aktif
Tidak mengganggu oklusi.
Letaknya harus membentuk bidang.
Tidak mengiritasi mukosa rongga mulut
Terletak diregio kanan dan kiri pada piranti.
Sebuah piranti lepasan terdapat klamer aktif finger spring pada gigi 12 dan 21 dan komponen retentive berupa klamer adams di gigi 16 dan 26. Penjangkaran pada kasus seperti ini adalah :
Penjangkaran intramaksiler
Penjangkaran intermaksiler
Penjangkaran Trapezoidal
Penjangkaran triangular
Penjangkaran intraoral.
Struktur Komponen retentive klamer arrow head akan dapat berfungsi dengan baik bila :
Skemanya membentuk sebuah bidang.
Diletakkan secara bilateral dan simetris.
Terletak pada gigi dengan struktur anatomi yang besar
Bagian dari Arrow head terletak rapat dibawah contour terbesar gigi.
Bagian dari arrow head rapat pada permukaan gigi bagian interdental
Komponen retentive yang dapat digunakan pada gigi molar yang baru erupsi sebagian adalah :
Cengkeram Jacson
Cengkeram arrow head
Cengkeram buccal claps
Cengkeram single arrow head
Cengkeram continuous arrow head.
Seorang pasien laki-laki usia 9 tahun datang ke klinik gigi bersama ibunya untuk memeriksakan gigi atasnya yang terletak lebih ke belakang dibandingkan gigi yang lain. Pemeriksaan intraoral menunjukkan gigi 11 crossbite, overjet 1 mm, overbite 5 mm dan relasi molar neutroklusi. Dokter gigi selanjutnya akan membuatkan piranti ortodonti lepasan di rahang atas. Jenis komponen aktif manakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigi 11 di atas?
C-retraktor
Double Cantilever
Z spring
Coffin spring
Klamer T
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bersama ibunya ke RSGM mengeluh gigi atasnya bercelah. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan profil muka lurus. Pemeriksaan intraoral relasi molar netroklusi, terdapat diastema sentral sebesar 2,1 mm di rahang atas, overjet 2mm dan overbite 2mm. Jenis komponen aktif manakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi keadaan maloklusi di atas?
Finger spring
Z spring
Coffin spring
Klamer T
C-retraktor
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang ke RSGM untuk merawatgiginya yang berjejal. Pada pemeriksaan intraoral terlihat crossbite gigi 12 dengan 41, overbite 2 mm, overjet 2 mm, relasi molar pertama permanen netroklusi. Jenis klamer apa sajakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi keadaan maloklusi di atas?
Klamer Adams, labial bow, finger spring
Klamer Adams, labial bow, Z spring
Klamer Adams, labial bow
Labial bow, double cantilever
Labial bow, finger spring
Seorang ibu datang mengantar anak perempuannya yang berusia 16 tahun ke RSGM mengeluh terdapat gigi gingsul di rahang atasnya. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus, overjet dan overbite normal, gigi 13 dan 23 labioversi. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm dan direncanakan untuk dilakukan pencabutan gigi 14 dan 24. Klamer apakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigi 13 dan 23 berdasarkan kondisi di atas?
Finger spring
Z spring
Coffin spring
Klamer T
C-retraktor
Seorang pasien perempuan usia 21 tahun datang ke RSGM untuk merawatgiginya. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Pemeriksaan intraoral terlihat crossbite posterior bilateral, relasi molar pertama permanen neutroklusi. Jenis komponen aktif apakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigitan posterior berdasarkan kasus di atas?
Finger spring
Z spring
Sekrup ekspansi
Klamer T
C-retraktor
Seorang pasien laki-laki usia 9 tahun datang ke klinik gigi bersama ibunya untuk memeriksakan gigi atasnya yang terletak lebih ke belakang dibandingkan gigi yang lain. Pemeriksaan intraoral menunjukkan gigi 11 crossbite, overjet 1 mm, overbite 5 mm dan relasi molar neutroklusi. Dokter gigi selanjutnya akan membuatkan piranti ortodonti lepasan di rahang atas. Jenis komponen aktif manakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigi 11 di atas?
C-retraktor
Double Cantilever
Z spring
Coffin spring
Klamer T
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bersama ibunya ke RSGM mengeluh gigi atasnya bercelah. Pemeriksaan ekstraoral menunjukkan profil muka lurus. Pemeriksaan intraoral relasi molar netroklusi, terdapat diastema sentral sebesar 2,1 mm di rahang atas, overjet 2mm dan overbite 2mm. Jenis komponen aktif manakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi keadaan maloklusi di atas?
Finger spring
Z spring
Coffin spring
Klamer T
C-retraktor
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang ke RSGM untuk merawat giginya yang berjejal. Pada pemeriksaan intraoral terlihat crossbite gigi 12 dengan 41, overbite 2 mm, overjet 2 mm, relasi molar pertama permanen netroklusi. Jenis klamer apa sajakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi keadaan maloklusi di atas?
Klamer Adams, labial bow, finger spring
Klamer Adams, labial bow, Z spring
Klamer Adams, labial bow
Labial bow, double cantilever
Labial bow, finger spring
Seorang ibu datang mengantar anak perempuannya yang berusia 16 tahun ke RSGM mengeluh terdapat gigi gingsul di rahang atasnya. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus, overjet dan overbite normal, gigi 13 dan 23 labioversi. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm dan direncanakan untuk dilakukan pencabutan gigi 14 dan 24. Klamer apakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigi 13 dan 23 berdasarkan kondisi di atas?
Finger spring
Z spring
Coffin spring
Klamer T
C-retraktor
Seorang pasien perempuan usia 21 tahun datang ke RSGM untuk merawatgiginya. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Pemeriksaan intraoral terlihat crossbite posterior bilateral, relasi molar pertama permanen neutroklusi. Jenis komponen aktif apakah yang dapat digunakan untuk mengoreksi gigitan posterior berdasarkan kasus di atas?
Finger spring
Z spring
Sekrup ekspansi
Klamer T
C-retraktor
Seorang dsokter gigi sedang melakukan analisis model studi dengan mengukur ketinggian palatum. Analisis apakah yang digunakan untuk mengukur keadaan palatum pada pasien tersebut?
Pont
Howes
Korkhous
Nance
Bolton
Seorang pasien perempuan usia 16 tahun datang ke RSGM bersama ibunya mengeluh giginya berdesakan. Pada pemeriksaan intraoral terlihat gigitan silang posterior bilateral. Dokter gigi selanjutnya akan menganalisis model studi dan didapatkan hasil kedalaman palatum > 42 %. Bagaimanakah interpretasi keadaan palatum pasien tersebut?
Dalam
Dangkal
Sempit
Lebar
Normal
Seorang pasien perempuan usia 16 tahun datang ke RSGM bersama ibunya mengeluh giginya berdesakan. Pada pemeriksaan intraoral terlihat gigitan silang posterior bilateral dengan palatum yang sempit. Hasil pengukuran jarak inter premolar pada model studi adalah 70 mm. Sedangkan hasil pengukuran indeks premolar (Pont analysis) adalah 76 mm. Apakah interpretasi hasil pengukuran dari analisis Pont pada kasus tersebut ?
Lengkung RA mengalami kontraksi 6 mm
Lengkung RA mengalami Distraksi 6 mm
Lengkung RA mengalami Distraksi 10 mm (extreme degree)
Lengkung RA mengalami Distraksi 5-10mm (medium degree)
Lengkung RA mengalami Kontraksi 5-10mm (medium degree)
Seorang pasien perempuan usia 16 tahun datang ke RSGM bersama ibunya mengeluh giginya berdesakan. Dokter gigi selanjutnya melakukan analisis available space pada model studi dengan membagi lengkung menjadi 6 segmen. Metode apakah yang digunakan dokter gigi tersebut?
Pont
Howes
Korkhous
Nance
Lundstrom
Seorang pasien laki-laki usia 17 tahun datang ke RSGM bersama ibunya mengeluh giginya berdesakan. Dokter gigi selanjutnya melakukan analisis required space pada model studi pasien tersebut. Bagaimana cara mendapatkan required space berdasarkan kasus di atas?
Membagi model studi menjadi 6 segmen dan diukur menggunakan jangka
Mengukur lengkung geligi dari mesial molar permanan kanan-kiri menggunakan wire
Mengukur lebar lengkung anterior pada premolar pertama menggunakan jangka
Mengukur lebar mesio distal gigi insisivus pertama, dijumlah dan dimasukkan dalam rumus
Mengukur lebar mesio distal gigi premolar kedua kiri sampai premolar kedua kanan
Seorang perempuan usia 8 tahun datang ke RSGM bersama orang tuanya dengan keluhan gigi permanen yang tumbuh lebih besar sehingga kekurangan tempat dan gigi jadi berdesakan. Dokter gigi yangmenangani kasus ini melakukan pencabutan gigi susu beruntun pada waktu yang tepat dan berencana karena dapat memperbaiki keadaan secara spontan. Apakah nama tindakan yang dilakukan oleh dokter gigi tersebut ?
Ekstraksi seri
Ekstraksi
Ekspansi
Ekspansi
Space regainer
Seorang pasien perempuan usia 8 tahun dating ke RSGM Bersama ibunya mengeluh giginya berdesakan. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Pemeriksaan intraoral tampak gigi 32 dan 42 terletak linguoversi dikarenakan ruangan erupsinya tidak cukup. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm. Dokter gigi selanjutnya akan melakukan pencabutan seri. Apakah tujuan dokter gigi tersebut melakukan tindakan di atas?
membebaskan halangan oklusi
alignment spontan dari gigi permanen
menghilangkan premature kontak
mendapatkan ruangan gigi bergerak ke mesial
mengoreksi jarak gigi
Seorang pasien laki-laki usia 8,5 tahun datang ke RSGM Bersama ibunya mengeluh giginya gingsul. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm. Dokter gigi selanjutnya akan melakukan pencabutan seri. Apakah indikasi dilakukan tindakan di atas?
Gigi pergantian dengan relasi molar distal step dan kekurangan ruangan 10 mm
Gigi pergantian dengan relasi molar mesial step yang akan menjadi relasi kelas I dan kekurangan ruang 10 mm
Gigi pergantian dengan relasi molar flush terminal plane dan kekurangan ruang 10 mm
Gigi pergantian dengan relasi molar kelas I di kedua sisi dan kekurangan ruang 10 mm
Gigi pergantian dengan relasi molar mesial step dan kekurangan ruang 10 mm
Seorang pasien laki-laki usia 8,5 tahun datang ke RSGM Bersama ibunya mengeluh giginya gingsul. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm. Dokter gigi selanjutnya akan melakukan pencabutan seri dengan metode Tweed. Bagaimanakah urutan pencabutan gigi menurut metode tersebut?
molar pertama sulung – caninus sulung – premolar pertama permanen
caninus sulung – premolar pertama permanen – molar pertama sulung
molar pertama sulung – premolar pertama permanen – kaninus sulung
caninus sulung – molar pertama sulung – premolar pertama permanen
premolar pertama permanen – kaninus sulung – molar pertama sulung
Seorang pasien laki-laki usia 9 tahun dating ke RSGM Bersama ibunya merawat giginya. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus. Pemeriksaan intraoral tampak gigi 53 dan 63 telah teresorbsi pada saat gigi 12 dan 22 erupsi. Analisis model studi menunjukkan kekurangan ruang 10 mm. Bagaimanakah urutan pencabutan gigi selanjutnya berdasarkan kasus di atas jika dokter gigi akan melakukan serial extraction menurut Dewel?
molar pertama sulung – premolar pertama permanen
premolar pertama permanen – molar pertama sulung
molar pertama sulung – premolar pertama permanen – kaninus sulung
caninus sulung – molar pertama sulung – premolar pertama permanen
premolar pertama permanen – kaninus sulung – molar pertama sulung
Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bersama orang tuanya datang ke RSGM dengan keluhan gigi bawah lebih ke depan dari gigi atas. Pemeriksaan intraoral gigitan silang anterior (overjet -2mm), overbite 5 mm, hubungan molar neutroklusi. Bagaimanakah rencana perawatan di rahang atas untuk kasus di atas adalah?
Ekspansi arah transversal dengan peninggian gigit posterior
Ekspansi arah transversal tanpa peninggian gigit posterior
Ekspansi arah sagital dengan peninggian gigit posterior
Ekspansi arah sagital tanpa peninggian gigit posterior
Ekspansi arah sagittal dan transversal
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang ke RSGM untuk merawat giginya. Hasil analisis model menunjukkan gigitan terbalik anterior dengan overjet -2 mm (crossbite), overbite 2 mm, relasi molar neutroklusi, perhitungan diskrepansi model di rahang atas – 4 mm. Rencana perawatan kasus di atas adalah:
Tanpa pencabutan, koreksi crossbite posterior
Tanpa pencabutan, koreksi crossbite anterior
Pencabutan, koreksi crossbite posterior
Pencabutan, koreksi crossbite anterior
Pencabutan, koreksi gigitan dalam
Seorang pasien datang mengeluh giginya maju. Profil pasien cembung, relasi molar distoklusi, dengan gigitan fisura luar rahang atas, overjet 10 mm, overbite 3 mm, diskrepansi di rahang atas kekurangan tempat 10 mm.
Soal:Macam dan rencana perawatan pada kasus di atas adalah:
Tanpa pencabutan, koreksi garis median, koreksi overjet
Tanpa pencabutan, ekspansi rahang, koreksi garis median
Tanpa pencabutan, ekspansi rahang, koreksi overjet
Pencabutan, koreksi overjet
Pencabutan, ekspansi rahang, koreksi overjet
Seorang anak perempuan berusia 9 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI karena ingin memperbaiki gigi depan bawah yang berantakan. Pemeriksaan ekstraoral profil pasien lurus dan bibir kompeten. Analisis model studi didapatkan kekurangan ruang 10 mm di rahang atas. Apakah rencana perawatan untuk kasus pasien tersebut?
Slicing gigi anterior atas
Ekspansi arah sagital gigi anterior rahang atas
Ekspansi arah transversal di rahang atas
Pencabutan gigi premolar pertama rahang atas
Distalisasi molar rahang atas
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bersama ibunya ke RSGM dengan keluhan gigi depan rahang atas mundur dan berada di belakang gigi bawah. Pemeriksaan ekstraoral terlihat profil lurus, tidak ada kelainan skeletal. Pemeriksaan intraoral ditemukan overjet -2 mm dan overbite normal. Dokter gigi ingin menggunakan piranti ortodonti lepasan di rahang bawah dengan inclined bite plane. Apakah tujuan dibuatkan bite plane berdasarkan soal di atas?
mengintrusi gigi anterior rahang bawah
mengintrusi gigi anterior rahang atas
mengkoreksi gigitan terbalik di anterior rahang atas
menghilangkan halangan gigitan di anterior
menghilangkan halangan gigitan di posterior
Seorang laki-laki berusia 9 tahun datang ke RSGM diantar oleh ibunya, dengan keluhan gigi rahang atas maju. Pemeriksaan ekstraoral profil cembung. Pemeriksaan intraoral overjet 7 mm. Analisis sefalometri menunjukkan: SNA = 85, SNB = 80.
Apakah interpretasi skeletal berdasarkan skenario pasien di atas?
Maksila prognati, mandibula retrognati
Maksila prognati, mandibula prognati
Maksila prognati, mandibula normal
Maksila normal, mandibula normal
Maksila normal, mandibula retrognati
Seorang pasien perempuan berusia 15 tahun datang ke RSGM diantar oleh ibunya, dengan keluhan gigi rahang atas yang maju. Pemeriksaan ekstraoral profil cembung. Pemeriksaan intraoral overjet 8 mm. Analisis sefalometri I-NA = 300 dan I-NB 200
Soal:
Apakah interpretasi dental berdasarkan skenario di atas?
Insisivus maksila proklinasi, insisivus mandibula proklinasi
Insisivus maksila retroklinasi, insisivus mandibula normal
Insisivus maksila normal, insisivus mandibula retroklinasi
Insisivus maksila proklinasi, insisivus mandibula retroklinasi
Insisivus maksila normal, insisivus mandibula proklinasi
Seorang laki-laki berusia 9 tahun datang ke RSGM diantar oleh ibunya, dengan keluhan gigi rahang atas maju. Pemeriksaan ekstraoral profil cembung. Pemeriksaan intraoral overjet 7 mm, overbite 5 mm dan relasi molar distoklusi. Analisis sefalometri menunjukkan: SNA = 85, SNB = 80. Bagaimanakah interpretasi dental dan skeletal pasien tersebut?
Dental klas I, skeletal klas II
Dental klas I, skeletal klas I
Dental klas II, skeletal kelas II
Dental klas II, skeletal klas I
Dental klas III, Skeletal klas II
Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang ke RSGM, dengan keluhan gigi rahang atas maju. Pemeriksaan ekstraoral profil cembung. Pemeriksaan intraoral overjet 10 mm. Analisis sefalometri menunjukkan: SNA = 86, SNB = 79. Bagaimanakah interpretasi skeletal pasien tersebut?
klas I
klas II
klas III
klas I divisi I
klas II divisi II
Seorang pasien perempuan berusia 17 tahun datang ke RSGM, dengan keluhan gigi rahang bawah maju. Pemeriksaan ekstraoral profil cekung. Pemeriksaan intraoral overjet – 6 mm. Analisis sefalometri menunjukkan: SNA = 74, SNB = 80. Bagaimanakah interpretasi skeletal pasien tersebut?
klas I
klas II
klas III
klas I divisi I
klas II divisi II
Seorang anak perempuan berusia 7 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan keluhan sulit menggigit karena gigi depan rahang atas dan rahang bawah tidak dapat bertemu. Pemeriksaan klinis ekstraoral terdapat kontraksi otot bibir, mentalis dan elevator mandibula saat anak menelan
Pertanyaan : Apakah kebiasaan buruk yang dilakukan oleh anak tersebut?
Mouth breathing
Tongue thrush
Bruxism
Lip biting
Thumb/finger sucking
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan tujuan untuk merapikan gigi. Anamnesis dengan ibunya diketahui bahwa anak selalu menjulurkan lidah pada saat menelan.
Pertanyaan : Apakah alat ortodontik untuk mengatasi kebiasaan buruk yang dilakukan anak tersebut?
Lip bumper
Tongue crib
Palatal crib
Night guard
Finger guard
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan keluhan gigi depan atas maju. Pemeriksaan ekstraoral terdapat lesi keratotic pada ibu jari tangan kanan pasien. Pemeriksaan intraoral terdapat palatum yang dalam dan rahang atas berbentuk triangular.
Pertanyaan : Apakah etiologi kasus tersebut?
Mouth breathing
Tongue thrush
Bruxism
Lip biting
Thumb/finger sucking
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan keluhan gigi depan atas maju. Anamnesis dengan ibunya didapatkan bahwa pasien memiliki kebiasaan mengisap jempol.
Pertanyaan : Apakah alat ortodontik untuk mengatasi kebiasaan anak tersebut ?
Palatal crib
Tongue crib
Night guard
Thumb guard
Lip bumper
Seorang anak perempuan berusia 8 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI untuk merapikan gigi geligi. Pemeriksaan ekstraoral bibir inkompeten dan bentuk wajah adenoid. Pemeriksaan klinis ekstraoral terlihat wajah lebih panjang dan sempit (adenoid face)
Pertanyaan : Apakah kebiasaan buruk yang dilakukan oleh pasien tersebut?
Mouth breathing
Tongue thrush
Bruxism
Lip biting
Thumb/finger sucking
Seorang anak perempuan berusia 8 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI untuk merapikan gigi geligi. Pemeriksaan ekstraoral bibir inkompeten dan bentuk wajah adenoid. Pemeriksaan intraoral terdapat anterior open bite dan rahang atas yang sempit dengan palatum yang tinggi
Pertanyaan : Apakah piranti ortodontik untuk kasus tersebut?
Lip bumper
Tongue crib
Oral screen
Night guard
Retainer
Seorang anak perempuan berusia 8 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI untuk merapikan gigi geligi. Dokter gigi melakukan pemeriksaan dengan menggunakan serat kapas dan meletakkan di bawah lubang hidung.
Pertanyaan : Apakah istilah untuk pemeriksaan yang dilakukan dokter gigi tersebut?
Tes cermin (tes Kabut).
Tes menahan air Massler
Jwemen’s butterfly test
Rhinometri (Plethysmography Induktif)
Sefalometrik
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI untuk merapikan gigi geligi. Dokter gigi melakukan pemeriksaan tes cermin (tes kabut) dengan menggunakan kaca mulut dua sisi. Kaca mulut sisi bawah berkabut saat pasien inspirasi.
Pertanyaan : Apakah hasil pemeriksaan tersebut?
Anak bernapas melalui hidung
Anak bernapas melalu mulut
Anak mengisap ibu jari
Anak menggigit bibir
Anak menjulurkan lidah saat menelan
Seorang anak laki-laki berusia 11 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan gigi belakang atas dan bawah ngilu. Anamnesis dengan ibu pasien diketahui anak mengeluarkan suara gemelutuk pada waktu tidur. Pemeriksaan intraoral tampak atrisi pada permukaan oklusal gigi posterior rahang atas dan rahang bawah.
Pertanyaan : Apa etiologi dari kasus tersebut?
Mouth breathing
Tongue thrush
Bruxism
Lip biting
Thumb/finger sucking
Seorang anak perempuan berusia 7 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan keluhan bibir bawah kering dan pecah. Pemeriksaan ekstraoral terdapat lip trap dan pecah-pecah di vermilion bibir bawah
Pertanyaan : Apakah etiologi untuk kasus tersebut?
Mouth breathing
Tongue thrush
Bruxism
Lip biting
Thumb/finger sucking
Seorang anak perempuan berusia 7 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan keluhan anak sering menggigit bibir bawahnya. Pemeriksaan ekstraoral terdapat lip trap dan pecah-pecah di bawah batas vermilion bibir bawah
Pertanyaan : Apakah piranti ortodontik untuk kasus tersebut?
Lip bumper
Tongue crib
Oral screen
Night guard
Retainer
Seorang anak laki-laki berusia 9 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI untuk merapikan gigi geligi. Dokter gigi melakukan pemeriksaan dengan menyuruh anak menahan air dalam mulut tanpa menelan selama 3 menit.
Pertanyaan : Apakah istilah untuk pemeriksaan yang dilakukan dokter gigi tersebut?
Tes cermin (tes Kabut).
Massler water holding test
Jwemen’s butterfly test
Rhinometri (Plethysmography Induktif)
Sefalometrik
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun bersama ibunya datang ke RSIGM FKG UMI dengan gigi belakang atas dan bawah ngilu. Anamnesis dengan ibu pasien diketahui anak mengeluarkan suara gemelutuk pada waktu tidur. Pemeriksaan intraoral tampak atrisi pada permukaan oklusal gigi posterior rahang atas dan rahang bawah.
Pertanyaan : Apakah piranti ortodontik untuk kasus tersebut?
Lip bumper
Tongue crib
Oral screen
Night guard
Retainer
Berapa lee way space RA kanan dengan menggunakan Analisis Nance
1,5
1,6
1,7
1,8
1,9
Berapa required space RA kiri dengan menggunakan Analisis Tanaka Johston
22,55
22,65
22,75
22,85
22,95
Berapa required space RB kanan dengan menggunakan Analisis Tanaka Johston
22,05
22,15
22,25
22,35
22,45
Berapakah available space RB kiri dengan menggunakan analisis Moyers?
36,1
36,2
36,3
36,4
36,5
Berapa ukuran C, P1, P2 RB kiri berdasarkan table Moyers?
22,1
22,2
22,3
22,4
22,5
Berapakah required space RB kiri pada kasus tersebut di atas menggunakan analisis Moyers?
33,3
33,4
33,5
33,6
33,7
Berapa lee way space dengan menggunakan Analisis Moyers
+2,8
+2,7
+2,6
+2,5
+2,4
Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun bersama ibunya ke RSGM dengan keluhan gigi depan rahang atas mundur dan berada di belakang gigi bawah. Pemeriksaan ekstraoral terlihat profil normal. Pemeriksaan intraoral overjet -2 mm (anterior crossbite) dan overbite 5 mm. Hal apakah yang perlu diperhatikan pada lempeng akrilik pada kasus tersebut jika yang akan digunakan adalah piranti ortodonti lepasan di rahang atas?
Soal: Jenis bite plane apakah yang sesuai untuk kasus di atas?
incline bite plane
anterior bite plane
Posterior bite plane
Sved bite plane
Sidlow hollow bite plane
Seorang pasien laki-laki usia 10 tahun datang bersama ibunya ke RSGM untuk merawat giginya yang maju. Hasil analisis model menunjukkan overjet 5 mm dan overbite 7 mm. Dokter gigi selanjutnya ingin membuatkan piranti ortodonti lepasan di rahang atas dengan bite plane di anterior. Apakah tujuan dibuatkan bite plane di rahang atas pada kasus tersebut?
mengintrusi gigi anterior rahang atas
mengintrusi gigi anterior rahang bawah
mengkoreksi gigitan terbalik di anterior
menghilangkan halangan gigitan di anterior
menghilangkan halangan gigitan di posterior
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang ke RSGM untuk merawat giginya. Hasil analisis model menunjukkan gigitan terbalik anterior dengan overjet - 2 mm (berkurang), overbite normal. Hal apakah yang perlu diperhatikan pada lempeng akrilik pada kasus tersebut jika yang akan digunakan adalah piranti ortodonti lepasan di rahang bawah?
Anterior flat bite plane
Anterior inclined bite plane
Sved bite plane
Sidlow hollow bite plane
Posterior bite plane
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun bersama ibunya ke RSGM dengan keluhan gigi depan rahang atas berjejal. Pemeriksaan ekstraoral terlihat profil normal, tidak ada kelainan skeletal. Pemeriksaan intraoral ditemukan crossbite pada gigi 11 dan 41 mm, overbite 5 mm dan freeway space sebanyak 2 mm. Berapakah peninggian gigit posterior yang harus diberikan untuk membantu membebaskan kontak oklusi di daerah anterior yang mengalami crossbite?
1 mm
2 mm
3 mm
4 mm
5 mm
Seorang pasien laki-laki berusia 11 tahun bersama ibunya ke RSGM dengan keluhan gigi depan rahang atas berjejal. Pemeriksaan ekstraoral terlihat profil normal. Pemeriksaan intraoral ditemukan crossbite posterior bilateral. Dokter gigi selanjutnya akan membuat piranti ortodonti lepasan di rahang atas dengan sekrup ekspansi. Bite plane manakah yang dapat membantu mengoreksi kasus tersebut?
Anterior flat bite plane
Anterior inclined bite plane
Sved bite plane
Sidlow hollow bite plane
Posterior bite plane
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang bersama ibunya ke RSGM untuk merawat giginya yang maju. Hasil analisis model menunjukkan overjet 10 mm, overbite 4 mm (bertambah), kurva spee 3 mm, relasi molar pertama permanen kanan dan kiri distoklusi. Menurut ibunya, dia pernah mengalami masalah yang sama saat ia kecil
Soal:
Kemungkinan etiologi terjadinya maloklusi pada kasus di atas adalah
Genetik
Kongenital
Kebiasaan buruk
Kelainan Endokrin
Letak salah benih
Seorang pasien laki-laki usia 10 tahun datang bersama ibunya ke RSGM untuk merawat giginya yang berjejal namun dengan profil pasien yang lurus. Hasil analisis model menunjukkan overjet yang normal ( 2mm) namun terdapat gigitan terbalik antara gigi 11 dan 41. Menurut ibunya, saat kecil gigi anaknya pernah bertumpuk saat gigi dewasanya tumbuh.
Soal:
Kemungkinan etiologi terjadinya crossbite pada gigi 11 pada kasus tersebut karena:
Genetik
Tanggal premature gigi 51
Persistensi gigi 51
Trauma gigi 11
Letak salah benih gigi 11
seorang anak laki-laki berusia 13 tahun datang ke klinik gigi bersama ibunya untuk merawat giginya yang kurang rapi. Pada pemeriksaan intraoral relasi gigi molar pertama permanen kiri neutroklusi, relasi molar pertama permanen kanan mesioklusi. Di rahang bawah gigi 46 mesioversi dan berhimpit dengan gigi 44 dan gigi 45 linguoversi
Soal:
Kemungkinan etiologi letak malposisi gigi 45 berdasarkan skenario di atas adalah:
Genetik
Tanggal premature gigi 85
Persistensi gigi 85
Letak salah benih gigi 45
Trauma benih gigi 45
Seorang anak laki-laki berusia 21 tahun datang ke klinik untuk merawat giginya yang kurang rapi. Pada pemeriksaan intraoral tampak gigi 13 bukoversi, pergeseran garis median rahang atas ke kanan, distal gigi 12 hampir berhimpit dengan mesial gigi 14, relasi molar netroklusi.
Soal:
Kemungkinan etiologi letak gigi 13 bukoversi berdasarkan skenario di atas adalah:
Genetik
Tanggal premature gigi 53
Persistensi gigi 53
Letak salah benih gigi 13
Trauma benih gigi 13
Seorang pasien perempuan usia 12 tahun datang ke RSGM bersama ibunya dengan keluhan giginya terdapat celah di rahang atas depannya. Pemeriksaan klinis didapatkan blanch test positif.
Soal:
Kemungkinan etiologi diastema di rahang atas pada pasien tersebut adalah:
mesiodens
perlekatan frenulum labialis tinggi
tanggal premature gigi 11
tanggal premature gigi 21
persistensi gigi 51
Berikut merupakan persyaratan suatu indeks menjadi ideal sebagai suatu alat ukur dalam suatu populasi adalah
Subjektif
Non fleksibel
Kompleks
Reliabel
Tentatif
Salah satu yang termasuk prosedur diagnostik yang merupakan tahap awal penatalaksanaan maloklusi adalah
Analisis prognosis
Analisis ekstremitas bawah
Analisis model negatif
Analisis kinetik
Analisis lokal
Berikut merupakan salah satu alasan pentingnya dilakukan pemeriksaan intraoral dan analisis fungsional:
Adanya kelaianan pada jaringan lunak intraoral akan mengindikasikan berperannya faktor genetik dalam kondisi patologis
Tidak ditemukannya suatu kelaianan dalam pemeriksaan fungsional merepresentasikan sutau keadaan maloklusi Klas I
Pemeriksaan fungsi dari sistem stomatognati merefleksikan keadaan fungsional yang berkaitan dengan etiologi maloklusi
Pemeriksaan intraoral merupakan tindakan dengan tujuan untuk mengkonfirmasi pemeriksaan ekstraoral
Baik pemeriksaan intraoral maupun pemeriksaan fungsional sudah merupakan bagian dari tahapan prosedur yang harus dilaksanakan
Hukum yang selaras dengan prinsip penjangkaran pada peranti ortodonti adalah
Hukum Newton I
Hukum Swarzh
Hukum Ante
Hukum Boyle
Hukum Newton III
Biomekanika ortodonti merupakan ilmu dengan cakupan sebagai berikut:
Perubahan struktur seluler pada vertebra yang dipengaruhi oleh gaya ortodonti
Perubahan struktur tulang panjang yang dipengaruhi oleh gaya ortodonti
Reaksi tulang karpal terhadap tekanan peranti ortodonti
Reaksi periodonsium terhadap trauma kapitis
Reaksi periodonsium terhadap gaya ortodonti
Yang merupakan indeks maloklusi yang sering digunakan saat ini adalah
Handicapping Labio-lingual Deviation
Index of Orthodontic Treatment Need
Method for Measuring Occlusal Trait
Malalignment Index
Occlusal Index
Melengkapi data identifikasi pasien merupakan bagian dari pemeriksaan ortodonti yang tidak boleh dilewatkan. Berikut yang termasuk data yang dikumpulkan adalah
Nama, Pekerjaan, Riwayat Kesehatan Dental
Nama, Nomor Telepon, Media Sosial
Nama, Jenis Kelamin, Bibliografi
Nama, Suku Bangsa, Hobi
Nama, Umur, Alamat
Yang meliputi analisis intraoral adalah
Pemeriksaan status trauma
Pemeriksaan lengkung gigi
Pemeriksaan kelenjar parotis
Pemeriksaan status maloklusi
Pemeriksaan kelanjar submandibular
Yang menjadi alasan kuat perlunya dilakukannya persiapan penjangkaran yang baik saat akan menggerakkan gigi adalah
Jumlah gigi posterior yang hilang
Jumlah gigi anterior yang hilang
Jenis gerakan gigi yang dinginkan
Jenis gaya ortodonti yang dinginkan
Lamanya perawatan ortodonti
Besarnya gaya ortodonti yang dihantarkan akan berperan penting dalam menentukan respon jaringan yang meliputi resorpsi dan aposisi. Yang termasuk salah satu jenis resorpsi akibat gaya ortodonti adalah
True resorpsi
False resorpsi
Frontal resorpsi
Lateral resorpsi
Remaining resopsi
Terdapat beragam indeks maloklusi yang dapat digunakan untuk menilai keparahan maloklusi. prinsip utama dari Dental Aesthetic Index adalah
Mengukur mater igigi yang ada
Mengukur penyimpangan maloklusi
Menilai kebutuhan perawatan ortodonti
Memberikan peringkat terhadap maloklusi yang dialami pasien
Mengidentifikasi kejadian oklusi yang menyimpang dan dinyatakan dalam skor secara matematis
Status pertumbuhan pasien dan penilaian bentuk skelet dilakukan dalam tahapan pemeriksaan kesehatan umum. Signifikansi klinis yang diperoleh dari pengukuran tersebut adalah
Status gizi tidak berkaitan dengan bentuk skelet namun kedua data ini berguna dalam menentukan rencana perawatan
Status gizi tidak berkaitan dengan bentuk skelet namun kedua data ini berguna dalam menentukan diagnosa
Status gizi berkaitan erat dengan bentuk skelet yang merupakan suatu perbandingan yang searah
Status gizi yang kurang memperlihatkan bentuk skelet endomorfik
Status gizi yang berlebih memperlihatkan bentuk skelet ektomorfik
Berikut adalah teknik pemeriksaan perlekatan frenulum yang sesuai untuk kebutuhan perawatan ortodonti …
Wick test
Water test
Cotton test
Blanch test
Two sided mirror test
Yang termasuk sumber penjangkaran menurut Salzman adalah
Interlocking cusp
Kedalaman soket periodontal
Luas permukaan mahkota gigi
Luas permukaan jaringan mukosa
Luas permukaan otot-otot intraoral
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Schwarz, besaran gaya ortodonti yang dapat ditoleransi oleh pembuluh darah adalah
10 - 16 gr/cm persegi
15 - 21 gr/cm persegi
20 - 26 gr/cm persegi
25 - 31 gr/cm persegi
30 - 36 gr/cm persegi
Berikut merupakan salah satu komponen dari Index of Complexity, Outcome and Need adalah
Komponen garis median
Komponen edentulus dari tiap rahang
Komponen Overjet
Komponen Overbite
Komponen hubungan anteroposterior segmen bukal
Pada prinsipnya indeks PAR digunakan untuk menilai …
Mengukur seberapa besar kebutuhan perawatan ortodonti
Mengukur seberapa banyak keberhasilan perawatan dicapai
Mengukur kelainan letak gigi berdasrkan hubungan vertikal
Mengukur seberapa puas pasien terhadap hasil perawatan ortodonti
Mengukur seberapa banyak penyimpangan oklusi secara kuantitatif
Di bawah ini merupakan fungsi pemeriksaan profil muka …
Untuk menentukan posisi skeletal jurusan anteroposterior
Untuk mengetahui posisi basis kranial terhadap cervical
Untuk menentukan posisi skeletal jurusan transversal
Untuk menentukan klasifikasi maloklusi
Untuk menegakkan diagnosa
Penentuan profil wajah dilakukan dengan membuat kurva. Kedudukan kurva profil wajah tergantung pada posisi?
Maksila terhadap kondil, mandibula terhadap dentoalveolar
Maksila terhadap cavum orbita, mandibula terhadap cervical
Maksila terhadap clavicula, mandibula terhadap collum
Maksila terhadap cranium, mandibula terhadap maksila
Maksila terhadap calvaria, mandibula terhadap trochanter
Bila dari hasil pengukuran jarak bizigomatikus supramastoideus dan jarak glabella ke occipital diperoleh nilai indeks 75,8 maka klasifikasi tipe kepala yang sesuai adalah
Dolikosefalik
Mesosefalik
Brahisefalik
Hipodolikosefalik
Hiperbrahisefalik
Untuk melakukan pengukuran tipe muka, diperlukan penentuan titik pengukuran terlebih dahulu. Titik yang benar dari pengukuran tersebut adalah
Nasion ke Menton
Nasion ke Gnation
Nasion ke Pogonion
Nasion ke Zigomatikus
Nasion ke Sulcus Mentalu
Titik pengukuran yang digunakan pada penentuan tipe profil berdasarkan Graber adalah
Lca, Gl dan Gn
Lcb, Tr dan Pog
Lca, Lcb dan Tr
Lca, N dan Pog
Lcb, Gl dan Pog
Menurut Schwarz, seseorang dikatakan memiliki wajah cekung bila
Titik Subnasal berada tepat segaris dengan titik Nasion
Titik Subnasal berada di belakang titik Nasion
Titik Subnasal berada di bawah titik Nasion
Titik Subnasal berada di depan titik Nasion
Titik Subnasal berada di atas titik Nasion
Bila kondisi bibir hanya dapat menututp saat otot-otot disekitar oral berkontraksi aktif dimana ditemukan morfologi bibir pendek maka kondisi bibir ini termasuk dalam klasifikasi?
Bibir everted
Bibir kompeten
Bibir inkompeten
Bbibir potensial kompeten
Bibir potensial inkompeten
Berikut hal-hal yang diperiksa dalam tahapan pemeriksaan klinis gigi
Patologi dentoalveolar
Status erupsi gigi
Warna mukosa
Ukuran lidah
Warna bibir
Kondisi intraoral di bawah ini merupakan kontraindikasi perawatan ortodonti
Oral hygiene baik
Penyakit epilepsi
Indeks karies rendah
Penyakit periodontal aktif
Jaringan periodontal yang intak
Yang termasuk dalam pemeriksaan fungsional adalah sebagai berikut
Interoklusal clearance
Penentuan tipe muka
Penentuan profil
Fase erupsi gigi
Morfologi gigi
Pemeriksaan arah gerakan mandibula dari posisi istrirahat ke posisi oklusi sentrik disebut pemeriksaan
Availabel space
Path of opening
Path of closure
Freeway space
Leeway space
Berikut yang termasuk dalam pemeriksaan tipe pernapasan adalah
Tes meniup balon
Tes meniup botol
Tes kaca mulut dua sisi
Tes meniup cermin hingga berembun
Tes meniup sedotan dalam wadah berisi air
Membandingkan sisi kiri dan kanan wajah apakah sama atau tidak dengan batas garis median wajah merupakan pemeriksaan
Keseimbangan wajah
Kesimetrisan wajah
Kelurusan wajah
Proporsi wajah
Estetika wajah
Dikatakan nilai overjet normal bila
Jarak horizontal antara permukaan palatal gigi insisif rahang atas ke permukaan lingual gigi insisif rahang bawah 4 mm
Jarak horizontal antara permukaan palatal gigi insisif rahang atas ke permukaan lingual gigi insisif rahang bawah -3 mm
Jarak horizontal antara permukaan labial gigi insisif rahang atas ke permukaan labial rahang bawah 1 mm
Jarak horizontal antara permukaan labial gigi insisif rahang atas ke permukaan labial rahang bawah 1 mm
Jarak horizontal antara permukaan labial gigi insisif rahang atas ke permukaan labial gigi insisif rahang bawah 3 mm
Berikut yang termasuk klasifikasi penjangkaran menurut Salzman adalah
Berdasarkan aplikasi gaya
Berdasarkan unit penjangkaran
Berdasarkan rahang yang terlibat
Berdasarkan permukaan penjangkaran
Berdasarkan jumlah dukungan prosesus alveolaris
Berikut yang termasuk komponen dalam penjangkaran pada peranti lepasan adalah
Cengkram T
Cengkram finger
Cengkram bumper
Cengkram Jackson
Cengkram Cantilever
Berikut termasuk dalam jenis gerakan gigi ortodonti
Single point contact movement
Intermittent movement
Continuos movement
Translasi movement
Full movement
Hal tersebut di bawah merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan gaya ortodonti
Oral hygiene
Resesi gingiva
Perforasi pulpa
Frekuensi karies
Obat golongan prostaglandin
