NEW
Font size
WorksheetsAM QURDIS 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 7mins
Perhatikan Definisi Al-Qur’an berikut !
اَلْقُرْءَانُ هُوَ اللَّفْظُ الْعَرَبِيُّ الْمُنَزَّلُ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلتَّدَبُّرِ وَالتَّذَكُّرِ الْمَنْقُوْلُ مُتَوَاتِرًا وَهُوَ مَا دَفَّـتَيْنِ الْمَبْدُوْءُ بِسُوْرَة الْفَـاتِحَةِ وَالْمَخْتُوْمُ بِسُوْرَةِ النَّـاسِ
Makna kalimat yang digaris bawahi pada definisi diatas mempunyai arti ….
untuk dibaca supaya menjadi ibadah
untuk dihafalkan supaya bisa menjadi hafidz dan hafidzah
untuk dipahami isinya dan diingat selalu
untuk dibaca dimanapun kita berada
untuk dibacakan agar cepat memahami isi Al-Quran
Al-Qur’an, sejak diturunkan hingga akhir zaman akan terjaga kemurniannya dan keotentikannya, Karena kemukjizatan yang terkandung didalamnya. Al-Qur’an mengajukan tantangan kepada orang kafir dan orang yang meragukan kebenarannya, untuk membuat kitab semisal Al-Qur’an.Dari ayat-ayat berikut yang tidak menunjukkan tantangan untuk mendatangkan semisal Al-Qur’an adalah....
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ (الحجر:٩)
أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ بَلْ لا يُؤْمِنُونَ فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ (الطور: ٣٣-٣٤)
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا (الإسراء: ٨٨)
أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (يونس: ۳٨)
وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (البقرة: ۲۳)
Mu’jizat dapat dibagi menjadi dua macam,yaitu mu’jizat hissi dan ma’nawi.Mu’jizat hissi maksudnya mu’jizat yang hanya dapat ditangkap dengan panca indera dan mu’jizat ma’nawi maksudnya mu’jizat yang dapat ditangkap dengan panca indera dan akal. Mu’jizat yang diberkan Allah kepada Nabi-nabi sebelumya merupakan mu’jizat hissi, sedangkan mu’jizat yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad saw adalah mukjizat ma’nawi.Al-Qur’an merupakan mu’jizat ma’nawi dan mu’jizat terbesar bagi Nabi Muhammad Saw.
Di bawah ini adalah bukti bahwa Al-Qur’an sebagai mu’jizat yang terbesar adalah ….
kitab yang berisi ajaran yang paling sempurna
Al-Qur’an berlaku kekal sepanjang masa
Diberikan kepada nabi dan rasul yang terakhir
Isinya sangat sangat mudah difahami
Hanya orang cerdas yang dapat memahami
Al-Quran menantang siapapun yang meragukan kebenaran Al-Quran untuk mendatangkan semisalnya secara keseluruhan,hal ini terkandung dalam firman Allah dalam Qur-an surat.....
QS Al-Isro ayat 89
QS At-Tur ayat 35-36
QS Al-Isro ayat 88
QS At-Tur ayat 33-34
QS Al-Isro ayat 33-34
Isi pokok ajaran Al-Qur’an ada 6, yaitu akidah, ibadah dan mu’amalah, akhlak, hukum, sejarah dan dasar-dasar sains, Perhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dibawah ini,ayat yang menjelaskan tentang masalah aqidah ….
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ اْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ
وَ إِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمِ
لَقَدْ كَانَ فِيْ رَسُوْلِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَ إِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Aqidah islam sangat berbeda dengan keyakinan agama-agama selainnya. Sebagai umat islam,kita wajib meyakini bahwa Allah swt Maha Esa,tidak ada sekutu bagi-Nya,tidak ada yang sebanding dengan-Nya,Allah swt tidak beranak atau mempunyai anak,dan juga tidak diperanakkan atau mempunyai ibu,Ayat Al-Qur’an yang tepat dengan pernyataan tersebut adalah ….
وَ إِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَ اْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنَ
وَيُنْذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ, اللَّهُ الصَّمَدُ, لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ , وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Dari urutan gambar di samping,Urutan yang benar dari proses penciptaan manusia yang sesuai dengan QS Al-Mu’minun ayat 12-14 adalah ….
Sari pati tanah-segumpal daging-sesuatu yang melekat-tulang belulang-daging
Sesuatu yang melekat-segumpal daging-tulsng belulang-sari pati tanah
Sari pati tanah-air mani-sesuatu yang melekat-segumpal daging-tulang belulang
Sari pati tanah-air mani-segumpal daging-tulang belulang-sesuatu yang melekat
Sari pati tanah-bentuk lain-daging-tulang belulang-sesuatu yang melekat
Segala sesuatu yang ditetapkan oleh Nabi SAW,yang tidak terkait dengan masalah-masalah fardhu dan wajib adalah pengertian hadis menurut ….
Ulama tabiin
Ahli kalam
Ulama mutaakhirin
Ulama ahli fiqih
Ahli hadis
Pehatikan Hadits berikut !
عن محمد بن ابي سلمه عن ابي هرير ة ان النبي صلي الله عليه و سلم قا ل لو لا ا ن ا شق علا ا متي لامر ته مبا ل سوا ك عن د كل صلا ته(ر وا ه التر مذ
Yang disebut matan adalah ….
عن محمد عن ابي سلمة عن ابي هريرة ان النبي صلى الله عليه وسلم قال
لولا ان اشق على امتي لا مرتهم بالسواك عند كل صلاة
رواه الترمذى
عن محمد
ان النبي صلى الله عليه وسلم قال
Perhatikan ayat-ayat Al-Qur’an berikut !
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ (البـقـرة : ٨٣)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ (البـقـرة : ١٨٣)
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا (ال عـمـران : ٩٧)
بني السلا م علا خمس شهاAyat-ayat Al-Qur’an tersebut diatas,kemudian diperkuat lagi dengan hadis yang berbunyiد ة ا ن لا اله الا ا لله و ان محمد الر سو ل الله و اقا م الصلا ة و ايتاالز كا ة و الصو م ر رمضا ن و حج البيت من استطا ع اليه سبي
Fungsi hadits terhadap ayat Al-Qur’an diatas adalah sebagai Bayan Taqrir, maksdunya ….
hadits berfungsi memperkuat Al-Qur’an tanpa menambah atau menjelaskan apapun
hadits berfungsi membatalkan ketentuan terdahulu dengan adanya ketentuan yang baru
hadits berfungsi menetapkan hukum yang baru yang belum diatur secara eksplisit di dalam Al-Qur’an
hadits berfungsi menjelaskan atau memerinci aturan-aturan yang digariskan oleh Al Qur’an
hadits berfungsi sebagai pelengkap bagi Al-Qur’an
Pengertian hadis shahih menurut muhadditsin adalah sebagai berikut :
ما نقله عد ل تا م الضبط متصل السند غيرمعلل ولا شا د
Artinya :” Hadits yang dinukil (diriwayatkan) oleh rawi yang adil,sempurna ingatannya,sanadnya bersambung-sambung,tidak ber’illat dan tidak janggal”
Berdasarkan pengertian diatas,maka dapat disimpulkan ada 5 syarat hadits shahih, yaitu :
rawinya bersifat adil,sempurna ingatannya,sanadnya bersambung-sambung,bebas dari ‘illat dan tidak janggal
rawinya adil walau pernah berdusta,sempurna ingatannya,sanadnya bersambung sambung,ber’illat dan tdak janggal
adil,sempurna ingatannya, mutawwatir,tidak ber’illat dan ada kejanggalan
rawinya bersifat adil,sempurna ingatannya,sanadnya terputus-putus,bebas dari ‘illat
rawinya bersifat kurang adil,kurang sempurna ingatannya,sanadnya besambung-sambung,bebas dari ‘illat dan tidak janggal
Pada umumnya para ulama mengklasifikasikan bentuk sunnah menjadi tiga yaitu ….
Qouliya,Fi’liyah dan taqririyah
Mu’akkad,Qouliyah dan ghoiru qouliyah
Fi’liyyah,hammiyah dan taqririyah
Taqririyah,Qouliyah dan ghoiru qouliyyah
Qouliyah,fi’liyah dan sam’iyah
Hadis dari satu segi dapat di tinjau dari dua sisi yaitu kuantitasnya dan kualitasnya,adapun yang dimaksud Dua tinjauan pada sisi kualitasnya adalah ….
Melihat dari sisi kandungan hadis
Mengkaji dari sisi sejarahnya
Mengkaji suatu hadis dari sisi banyaknya rawi
Melihat dari sisi apakah hadis tersebut dapat di terima atau di tolak
Melihat pada sisi sanad dan matan hadis
Kata shalat disebut lagi setelah kata nusuk (ibadah),padahal shalat juga termasuk ibadah,hal demikian menurut ahli tafsir bermakna ….
Shalat adalah hal yang tidak boleh ditinggalkan
Pentingnya shalat dalam kehidupan manusia
Shalat adalah tujuan hidup
Shalat merupakan ibadah wajib
Shalat dilakukan secara rutin
Dalam QS Al-An’am[6];162 ,Allah memerintahkan kepada manusia agar seluruh amalannya bernilai ibadah hal ini bisa dilakukan dengan niat ….
Harus jelas tujuan ibadah yang dikerjakan
Harus sesuai dengan kondisi dan situasi
Hanya untuk mencari ridho Allah SWT
Untuk mendapat petunjuk yang lurus dari Allah SWT
Untuk mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat
Perhatikan QS. al- Isra’ (17): 23–24 berikut !
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Maksud yang terkandung dalam ayat tesebut adalah ...
Cara berbakti kepada keluarga dan masyarakat dalam AL-Qur’an
Berbuat baik,sopan dan memuliakan orangtua
kewajiban manusia untuk menghormati sesama makhluk
Faktor yang menyebabkan anak durhaka kepada orangtua
memahami cara hormat kepada orang yang lebih tua
Perhatikan hadits berikut ini !
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَـنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَغِـمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِـمَ أَنْفُ ثُمَّ رَغِـمَ أَنْفُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ.(رواه مسلم)
Dalam hadits tersebut,Rasulullah saw mengulang kalimat رَغِـمَ أَنْفُ (Dia Celaka) sebanyak tiga kali,hal ini menunjukkan bahwa ...
manusia diwajibkan berbakti kepada kedua orang tua ketika mereka masih hidup
memenuhi kewajiban anak kepada orangtua,akan menjadi wasilah masuk ke surga
keridhoan Allah tergantung kepada keridhoan orangtua,dan murka Allah juga tergantung pada murka orangtua
orangtua adalah keramat hidup yang ada di dunia terutama seorang ibu
kecelakaan benar-benar akan terjadi kepada orang yang tidak berbakti kepada Orangtua
Perhatikan QS. an-Nur (24): 2 berikut ini !
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Ayat tersebut menjelaskan tentang hukuman bagi pelaku zina baik laki-laki maupun perempuan,yakni pezina laki-laki dan pezina perempuan maka dera atau cambuklah masing-masing dari keduanya dengan 100 kali deraan.Penggalan ayat yang sesuai dengan pernyataan tersebut adalah ….
لزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا
وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ
إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِر
وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَة
Perhatikan hadits berikut ini !
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ فِيهَا أَبْصَارَهُمْ حِينَ يَنْتَهِبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ(رواه البخاري)
Secara keseluruhan,kandungan hadis diatas dapat disimpulkan bahwa ….
Keimanan itu bisa bertambah dan bisa pula berkurang.Ketika keimanan seseorang bertambah,maka ia akan mampu menghindari perbuatan dosa,dan begitu juga sebaliknya
Setiap orang yang beriman pasti akan diuji dengan perbuatan yang menyesatkan,adapun bagi orang yang beriman akan tetap istiqomah
Keimanan yang kuat,godaan datang melalui penglihatan dan juga melaui lahir ataupun bathin,semua tergantung imannya masing-masing
Manusia senantiasa berada diantara jalan yang haq dan bathil,dan semuanya akan ada perhitungannya
keimanan yang kuat akan mengendalikan seseorang untuk menghindari perbuatan zina,meminum khomar,mencuri
Perhatikan QS. al-Hujurat (49): 13
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Tujuan manusia diciptakan dari jenis laki-laki dan perempuan,kemudian berkembang biak menjadi berbangsa-bangsa dan bersuku-suku adalah ….
untuk saling berlomba dan saling mengalahkan
untuk saling membantu dan saling bersaing
untuk saling mengenal dan saling bersaudara
untuk saling berperang dan saling bersengketa
untuk saling menyayangi dan saling membantu
Perhatikan hadits dibawah ini!
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ يَرْفَعُهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يُوَقِّرْ الْكَبِيرَ وَيَرْحَمْ الصَّغِيرَ وَيَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَى عَنْ الْمُنْكَرِ(رواه احمد).
Berdasarkan hadis tersebut diatas, Rasulullah saw menganjurkan ….
menyayangi orang yang lebih tua,dan menghormati orang yang lebih muda
selalu menyuruh berbuat munkar dan melarang berbuat ma’ruf
menghormati orang yang lebih tua, dan menyayangi orang yang lebih muda
agar orang tua memberi kesempatan kepada orang muda untuk memimpin
melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar merupakan kewajiban setiap manusia
Perhatikan QS. at-Taubah (9): 122 dibawah ini !
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Berdasarkan ayat tersebut diatas, perilaku yang sebaiknya dilakukan oleh seorang muslim adalah ….
berangkat ke medan perang semuanya, untuk mempertahankan agamanya
berangkat semuanya untuk mencari ilmu
membiarkan semua orang sibuk dengan urusan masing-masing
hendaklah sebagian orang yang beriman itu berangkat mencari ilmu untuk memperdalam agama
berangkat ke medan perang, setelah mendapat kemenangan baru menuntut ilmu
Perhatikan Q.S. At-Tahrim (66) : 6 berikut ini !
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Ayat tersebut menegaskan bahwa orang-orang yang beriman wajib menjaga diri dan keluarganya jangan sampai terjerumus ke dalam api neraka. Banyak cara yang wajib dilakukan untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka,diantaranya ….
mengajarkan ilmu agama,menanamkan adab,melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya
berdo’a dan bekerja serta bertawakkal kepada Allah Swt
memasukkan anak dan anggota keluarga ke pesantren
menjaga anak untuk tinggal dirumah, sehingga terhindar dari pergaulan yang buruk
mendidik anak dengan ilmu pengetahuan dan teknologi,sehingga menjadi anak yang hebat dan bisa terkenal
Perhatikan hadits berikut !
عنحد ثنا محمد ابن عيس عن ان الطبا ع حدثنا ابرا هيم ابن سعدعن ابي عن النبي صل الله عليه وسلم قا ل مـروا الصبي بالصلا ةاذا بلغ سبع سنين و اذا بلغ عش سنين فا ضر بو ه عليها
Berdasarkan hadits diatas,Rasulullah saw,telah memerintahkan kepada setiap orangtua agar menyuruh anaknya melaksanakan shalat ketika berusia 7 tahun,dan memukulnya ketika berusia 10 tahun,apabila meninggalkan sholat.Yang tidak termasuk hikmah dari hadits ini adalah ….
anak terbiasa dengan melaksanakan shalat sejak kecil
anak akan merasa ada hal yang wajib untuk selalu dilakukan
anak hanya akan shalat ketika berada didepan orangtua,karena takut dipukul
anak akan terbentuk keprbadiannya dengan rajin melaksanakan ibadah shalat
yang shalih akan terbentuk jika ia rajin dan senantiasa melaksanakan sholat
Perhatikan QS. an-Nahl (16): 97 berikut ini !
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Berdasarkan ayat tersebut diatas, Allah swt menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan yang beriman serta mengerjakan amal kebaikan,maka Allah swt menjanjikan bagi mereka ….
rezeki yang banyak dan halal akan membawa keberkahan dalam hidup
yang lebih baik dan balasan pahala yang lebih baik daripada segala apa yang telah mereka kerjakan.
keluarga yang baik dan beriman serta beramal shalih merupakan impian dan harapan
hidup yang berkah dan tidak kekurangan sesuatu apapun cerminan dari ketaqwaan
jaminan masuk syurga tanpa hisab merupakan kematian para syuhada
Perhatikan Hadits berikut ini
عن ابي هريرة ا ن ر سو ل ا لله عليه و سلم قا ل با دروا باالعما ل فتنا ك قطع اليل المظلمي صبح الرجل مو منا و يمس كا فرا و يمس مو منا يصبح كا فر يبيع دينه بعرض من الدنيا)
Berdasarkan hadits diatas,Rasulullah saw,menyuruh kepada kita semua untuk bersegera melakukan ibadah dan amal shalih lainnya sebelum datangnya fitnah (musibah/ujian) yang menyebabkan keimanan seseorang berubah menjadi kekafiran.Datangnya fitnah/musibah digambarkan oleh Rasulullah saw dengan kali ـكقطع الليل اامظلم “, maksudnya adalah …
datangnya fitnah itu di malam hari ketikan manusia dalam terlelap istirahat
datangnya fitnah menyebabkan seseorang berubah pendirian antara iman dan kafir
datangnya fitnah itu sulit diketahui, samar-samar,bagaikan sesuatu yang datang di malam yang gelap gulita
datangnya fitnah itu jelas dan tersebar di masyarakat dan dapat di ketahui oleh setiap individu
datangnya fitnah itu seperti di tengah malam yang gelap gulita
Perhatikan QS. al-Jumu‘ah (62): 10 berikut ini !
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Pada ayat tersebut diatas,Allah swt menegaskan bahwa apabila sholat jum’at telah dilaksanankan,maka hendaklah bertebaran di muka bumi untuk mencari karunia Allah.Maksud penegasan tersebut adalah ….
setelah selesai melaksanakan sholat jum’at,maka hendaklah manusia itu kembali beraktivitas mencari karunia Allah,karena karunia Allah ada dimana-mana,
setelah selesai melaksanakan sholat jum’at,manusia bertebaran dimuka bumi untuk menikmati keindahan alam sebagai karunia Allah
setelah selesai melaksanakan sholat jum’at,manusia saling berkunjung bersilaturahmi agar mendapat keberkahan
manusia menggunakan waktunya untuk bersantai,menunggu datangnya karunia
perintah tersebut hanya ditujukan untuk orang-orang yang bekerja saja,adapun bagi orang-orang yang tidak bekerja,cukup untuk bersantai-santai saja.
Dalam QS. al-Qashash (28) : 77,ditegaskan ada tiga hal utama yang harus dikerjakan oleh manusia yaitu :pertama,giat bekerja mencari rezeki,kedua,giat beribadah untuk persiapan hari akhirat,dan ketiga,berbuat baik kepada sesama manusia dan alam lingkungan.Dan dalam ayat ini pula,Allah swt memerintahkansetiap orang mukmin untuk berupaya menciptakan keseimbangan antara mencari keperluan dunia dan juga keperluan hidup di akhirat kelak.Ayat ini dikuatkan kembali dalam sabda Rasulullah saw,yang berbunyi ….
كن عالم او متعالم او مست معا ولا تكن را بع او فته لكن عالم او متعالم
اعمل لدنياك كانك تعيش ابدا, واعمل لاخرتك كانك تموت غدا (رواه ابن عساكـر
ماكسب الرجل كسبا اطيب من عمل يده, ومكا انفق الرجل على نفسه واهله وادمه فهو صدقة (رواه ابن ماجه
حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ(رواه مسلم
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ (رواه ابن ماجه)
Perhatikan QS. al-Baqarah (2):168–169 berikut ini !
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ , إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
Dalam ayat tersebut diatas,Allah menyuruh manusia untuk memakan makanan yang halal dan baik.Pengertian makanan yang halal dan baik adalah ….
Makanan yang halal adalah makanan yang dibolehkan secara agama dari segi hukumnya,baik halal dari segi dzatnya maupun hakekatnya dan makanan yan baik adalah makanan yang bergizi dan berguna bagi kesehatan
Makanan yang halal adalah makanan yang mendapat label halal dari MUI dan makanan yang baik adalah makanan yang bersih serta berharga mahal
Makanan yang halal adalah makanan yang dihalalkan untuk dimakan dan makanan yang baik adalah makanan yang sesuai dengan standar kesehatan
Makanan yang halal dan baik adalah makanan yang menyehatkan bagi tubuh dan bahannya banyak mengandung protein tinggi
Makanan yang halal dan baik adalah makanan yang dibolehkan oleh agama dan aturan-aturan yang ada di masyarakat sekitar
Perhatikan QS. al-Baqarah (2): 172–173 berikut ini !
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلا عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Dalam ayat 173 surat Al-Baqarah,ditegaskan bahwa Allah swt,telah mengharamkan beberapa jenis makanan. Jenis makanan yang diharamkan pada ayat tersebut adalah ....
bangkai,darah, daging babi dan binatang yang disembelih yang disebutkan nama nama selain Allah swt.
darah,daging babi, bangkai dan binatang yang disembelih atas nama Allah swt
daging babi,daging anjing,dan binatang yang disembelih bukan atas nama Allah
bangkai ikan,darah yang mengalir,daging babi dan binatang sesembahan
bangkai,daging busuk,darah yang dibekukan,dan daging babi
Perhatikan hadits berikut !
عن ابى هريرة قاقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : انظروا الى من اسفل منكم ولا تنظروا الى من هوف وقكم فهو اجدروا ان لا تك وزدروا نعمهةالله فال ابو معـاوية عليكم (رواه مسلم)
Berdasarkan hadits diatas,Rasulullah saw,menegaskan kepada ummatnya,dalam urusan duniawi,hendaklah melihat kepada lebih rendah dari kita dan jangan melihat kepada orang yang lebih diatas kita.Yang dimaksud “melihat kepada yang lebih rendah dari kita” adalah ….
selalu melihat ke bawah dan menundukkan kepala.
memperhatikan orang-orang kaya dan mampu.
dengan memperhatikan keadaan orang yang keadaannya lebih kekurangan dan lebih tidak mampu daripada kita.
memperhatikan orang-orang miskin disekitar kita tanpa memepedulikannya.
menganggap diri kita lebih mampu daripada orang lain.
Perhatikan QS. al-Isra’ (17): 26 berikut !
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرً
Maksud yang terkandung dalam ayat tersebut adalah ….
Allah swt menyukai hambanya yang shalih dan sederhana dan selalu mendahulukan kepentingan orang banyak.
Allah swt tidak menyukai orang-orang yang bersikap boros dan selalu membelanjakan harta sesuai dengan keinginan.
Allah swt tidak menyukai orang-orang yang bersikap arogan dan selalu mengatur kehidupan orang lain
perintah agar kita selalu mendahulukan dan memenuhi kepentingan orang-orang yang membutuhkan disekitar kita.
Perintah untuk memberikan hak-hak kerabat,orang miskin, dan ibnu sabil serta perintah untuk hidup sederhana
Asbabun Nuzul QS. Al-Baqarah (2): 177 adalah adanya pertanyaan dari seorang laki-laki tentang “Al-Birr (kebaikan),yang kemudian terjadinya perubahan arah kiblat, dari Baitul Maqdis (Yerussalem) ke Baitullah (Mekkah).Keyakinan orang-orang Yahudi,kebaikan itu jika Shalat menghadapkan wajah ke barat,sedangkan orang-orang Nasrani,beranggapan bahwa kebaikan itu jika shalat menghadapkan wajah ke arah timur.Dengan turunnya surat ini maka kiblat ummat islam berpindah.Penggalan ayat yang berhubungan dengan narasi diatas adalah ….
وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ
وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
Perhatikan urutan kalimat dalam ayat berikut!
1.
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ
2.
قَالُواْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
3.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفْ وَالْجُوعِ
4.
وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمْوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ
الصَّابِرِينَ
5.
أُوْلَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ
6.
وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
Urutan rangkaian ayat yang benar pada kalimat atas adalah ....
1,2,3,4,5,6
3,4,1,2,5,6
4,5,6,1,2,3
5,6,2,1,4,3
2,3,4,5,6,1
Perhatikan QS. Al-Baqarah [2]: 155
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dalam ayat tersebut,Allah menegaskan bahwa Allah swt,benar-benar akan menguji hamba-Nya.Ujian tersebut ditujukan untuk mengukur kualitas keimanan seseorang dan juga untuk mengetahui reaksi seseorang dalam menyikapi ujian tersebut. Adapun jenis-jenis ujian yang akan ditimpakan oleh Allah swt,berdasarkan ayat tersebut diatas adalah ….
kemisikinan,bencana alam,dan peperangan
usaha yang bangkrut,keluarga yang meninggal dunia dan kehilangan jabatan
ketakutan,kelaparan, kekurangan harta benda,jiwa dan buah-buahan
wabah corona,PHK dari tempat kerja,keluarga sakit dan tidak punya harta
terdampak bencana banjir,kebakaran, longsor,angin puting beliung
kita siapkan Dalam QS. Ali Imran [3]: 186,Allah swt benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan harta dan dirinya.Segala bentuk ujian ini harus disikapi sebagai proses hidup dalam rangka membentuk karakter dan meningkatkan kualitas keimanan.Ujian terhadap harta kekayaan bisa terjadi dalam bentuk kejahatan yang tidak kita harapkan,seperti pencurian dan perampokan.Ujian terhadap diri (nyawa) bisa datang dalam bentuk peperangan,wabah penyakit,pembunuhan dan bentuk ancaman fisik lainnya.Sikap kita dalam menghadapi semua itu adalah ….
memelihara kesabaran,tidak memendam kebencian,bersyukur dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah
menuntut pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya sehingga selamat dari berbagai ujian.
cukup dengan memperbanyak berdzikir dan beribadah kepada Allah swt
merasa berputus asa dan menganggap Allah swt,tidak menyayangi hamba-Nya
menyalahkan orang lain yang mengakibatkan terjadinya bencana alam
Perhatkan hadits berikut ini
عن صه يب قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَه (رواه الترمـذي)ُ
Hadits diatas menunjukkan keistimewaan orang yang beriman.Segala bentuk cobaan dan ujian dapat menjadikan setiap urusan yang dihadapinya selalu bernilai kebaikan.Dalam hadits diatas,ada dua sikap yang dimiliki oleh orang yang beriman ketika menghadai cobaan,yaitu....
bersabar ketika mempunyai kesenangan,dan menyalahkan orang lain ketika ditimpa cobaan
bersyukur ketika mendapat kesenangan dan menganggap semua itu keberhasilan dirinya
bersyukur ketika ditimpa musibah,dan bersabar ketika mendapat kesenangan
bersyukur ketika mendapat kesenangan dan bersabar ketika ditimpa musibah
bersyukur ketika mendapat kesenangan yang banyak dan bersedih ketika mendapat kesenangan yang sedikit serta tidakmau bersyukur.
Perhatikan QS. ar-Rum [30]: 41 berikut ini !
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Dalam ayat tersebut diatas,Allah swt.menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di muka bumi adalah karena perilaku manusia itu sendiri,baik perilaku maksiat maupun kesalahan pengelolaan bumi,kemudian Allah swt,menimpakan musibah sehingga manusia bisa merasakan sebagian akibat dari perbuatannya.Hal ini dimaksudkan ….
supaya manusia sadar dan kembali ke jalan Allah,setelah merasakan sebagian dari akibat perilaku mereka
supaya manusia berupaya sekuat tenaga memperbaiki kerusakan dan tetap dalam kekafiran
supaya manusia berusaha mengumpulkan sumbangan untuk korban kerusakan alam
supaya manusia kembali giat bekerja membangun kembali infrastruktur yang rusak
supaya manusia mempunyai sifat pasrah dan menerima kenyataan,karena tidak mampu menghadapi kerusakan alam yang terjadi.
Perhatikan QS. al-A‘raf [7]: 56
وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Dalam ayat tersebut Allah swt,melarang hamba-Nya membuat kerusakan di muka bumi.Kata“Al-fasad”dalam ayat tersebut mencakup semua jenis kerusakan,baik kerusakan ma’nawi maupun kerusakan materi.Yang dimaksud dengan kerusakan ma’nawi adalah ….
perampasan hak milik orang lain dengan pencurian atau korupsi
merusak akal dengan minuman beralkohol dan narkoba
merusak keturunan dengan perbuatan zina
merusak sumber penghidupan (pertanian,peternakan, perkebunan)
merusak tuntunan agama dengan kesyirikan dan perbuatan bid`ah
Perhatikan gambar disamping
Gambar disamping merupakan gambaran tentang bumi (tanah) yang tandus atau gersang,kemudian Allah menghidupkan kembali bumi (tanah) yang gersang itu dengan menurunkan air hujan.ayat Al-Quran dibawah ini yang sesuai dengan ilustrasi / gambar di samping adalah.....
أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ وَلَوْ شَاءَ لَجَعَلَهُ سَاكِنًا ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلا
ثُمَّ قَبَضْنَاهُ إِلَيْنَا قَبْضًا يَسِيرًا
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا
لِنُحْيِيَ بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا وَنُسْقِيَهُ مِمَّا خَلَقْنَا أَنْعَامًا وَأَنَاسِيَّ كَثِيرًا
وَلَقَدْ صَرَّفْنَاهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوا فَأَبَى أَكْثَرُ النَّاسِ إِلا كُفُورًا
Perhatikan hadis tentang kelestarian alam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik yang berbunyi :
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنْسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
Hadis ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuhan,kemudian burung-burung,manusia dan binatang ternak memakan hasil tanaman yang ditanam,maka baginya pahala sedekah dari apa yang telah dimakan tersebut.Hadis ini menganjurkan kita untuk gemar menanam pohon dan bercocok tanam.Sebagian ulama menyatakan bahwa profesi sebagai petani lebih mulia dibandingkan profesi yang lain,alasannya adalah....
petani mudah mendapatkan bantuan dari pemerintah
petani mudah mendapatkan keuntungan dengan modal sedikit
petani memberi manfaat bagi orang lain dengan menyediakan bahan makanan bagi mereka
petani mudah mendapatkan lahan pertanian dengan cara merambah hutan
bertani bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun terutama diperkampungan
Dilakukan diskusi dan perdebatan tentang agama Islam dan Kristen oleh Dr.Zakir Naik dan pendeta Kristen bernama Dr Campbel,adapun strategi dakwah yang dilakukan Dr.Zakir Naik tersebut yang sesuai dengan Al-Qur’an Surat An-Nahl[16]:125 adalah.….
Al-Hikmah
Al-Mauidzah
Al-Mauidhoh
Al-Mujadalah
Al-Mujahadah
1. Perhatikan QS. Ali Imran (3): 110 berikut ini !
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ
Ayat ini menegaskan bahwa umat Islam adalah umat yang sengaja dijadikan Allah sebagai umat yang terbaik.Mereka dipilih sebab mereka diperintahkan untuk menyeru kepada yang ma'ruf dan mencegah yamng munkar.Jika orang-orang Yahudi dan Nasrani itu beriman kepada risalah Nabi Muhammad saw.,tentu mereka itu lebih baik dan bermanfaat bagi mereka.Namun sebagian besar menyeleweng dari jalan kebenaran dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Sebagai umat terbaik,kita harus menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar.Yang tidak termasuk pelaksanaan amar ma’ruf nahyi munkar adalah ….
merasa cukup dengan hanya menyuruh kepada kebaikan,tidak dituntut untuk mengerjakannya
membiasakan berkata,berperilaku dan berbuat baik sesuai perintah syari’at Islam
mencegah segala perkataan,perangai atau perbuatan yang bertentangan dengan syariat yang di yakini
melaksanakan da’wah dan menyebarkan kebaikan dimana pun kita berada
selalu istiqomah dalam kebaikan dan ketakwaan dan tidak peduli dengan perilaku orang lain
Perhatikan hadits berikut !
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
Hadits ini menunjukkan untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dan ikut secara aktif memperbaiki keadaan.Jika ada keburukan di sekitar kita,maka harus segera diperbaiki dan mengubah kemungkaran itu sesuai dengan kemampuan.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan pernyataan diatas adalah ….
mencegah kemunkaran dengan tangan atau dengan kekuasaan lebih efektif jika dilakukan oleh penguasa yakni orang - orang yang memiliki kuasa
mencegah kemunkaran dengan lisan,perkataan yang baik dan nasihat, lebih efektif jika dilakukan oleh para ulama, sesuai dengan dalil Al-Qur’an dan Hadits
mencegah kemunkaran dengan hati,yakni merasa benci terhadap kemunkaran serta menolak terjadinya kemunkaran
tidak melakukan apapun untuk mencegah kemunkaran,demi mencari keselamatan diri dan keluarga, karena mencegah kemunkaran itu sangat beresiko
menggunakan lisan atau perkataan untuk melarang terjadinya suatu kemunkaran dan siap menghadapi resiko yang mungkin terjadi
Perhatikan QS. asy-Syura (42): 38
وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَى بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Ayat ini menunjukkan karakter pribadi mukmin yang mentaati Allah swt,Mereka melaksankaan perintah salat dan saat mereka akan melakukan sesuatu yang terkait dengan orang banyak,mereka berkumpul bermusyawarah.Dan ketika sudah jelas manfaatnya,mereka konsisten melaksanakan hasil musyawarah.
Berdasarkan ayat dan narasi tersebut diatas,dapat disimpulkan bahwa ….
karakter pribadi orang yang beriman,selain mentaati Allah swt,melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, juga selalu bermusyawarah dalam memutuskan sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak
segala sesuatu tidak perlu dimusyawarahkan,karena hanya menghamburkan waktu dan membuat perselisihan
dimusyawarahkan atau tidak dimusyawarahkan,keputusan ada ditangan seseorang,sehingga apabila terjadi sesuatu hal maka orang tersebut akan ada pertanggung jawabannya
hasil musyawarah yang tidak konsisten untuk dilaksanakan, tidak ada manfaatnya dan akan mengakibatkan perpecahan
biasanya dalam musyawarah itu,semuanya menyatakan dukungan pesetujuan ketika di forum musyawarah,tetapi setelah diputuskan,kebanyakan dari mereka saling berargumen dengan pendapatnya masing-masing.
Perhatikan QS. Ali Imran (3): 159 berikut ini!
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Berdasarkan ayat tersebut diatas,ada tiga sifat dan sikap sederhana yang diperintahkan Allah swt,kepada Rasulullah saw.dan umat islam,sebelum mengadakan musyawarah.Ketiga sikap tersebut adalah ….
bersikap lemah lembut,bermusyawarah dan membulatkan tekad
bersikap lemah lembut,memaafkan dan memohonkan ampunan
bersikap keras dan kasar,bermusyawarah dan membulatkan tekad
lemah lembut,bermusyawarah dan membulatkan tekad
bersikap keras dan kasar,mema’afkan,dan membulatkan tekad
1. Perhatikan hadits berikut ini!
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (فَإِذَا ضاي عت الامانة فان ظر الساعة) : قال: كيف اضعتها؟: قال:"إِذَا وسد الامر الى غير اهله فانتـظر الساعة "(رواه البخارى)
Terjemah penggalan hadits yang digaris bawahi :
(“(maka) apabila amanah sudah diabaikan (hilang), maka tunggulah (datangnya) hari kiamat”),
Pesan penting yang ditekankan di dalam hadits tersebut adalah kewajiban menjaga amanah. Amanah adalah semua kewajiban yang harus kamu tunaikan kepada yang lain karena menjadi haknya yang harus diterima.Maka ilmu adalah amanah,kewajiban agama merupakan amanah,anak yang statusnya sebagai titipan Allah juga amanah.
Amanah yang paling berat adalah menjadi pemimpin,karena dipundaknya dibebankan tanggung jawab memenuhi hak Allah,hak manusia,hak makhluk yang lain dan alam sekitar.Ketika urusan besar ini diserahkan kepada mereka yang tidak mampu menjaga amanah dalam bentuk apapun maka tunggu tanggal kehancurannya.Pemimpin yang memegang amanah,adalah pemimpin yang mendorong umatnya untuk mendapatkan haknya.
Berdasarkan narasi diatas,terdapat pernyataan bahwa pemimpin yang memegang amanah,adalah pemimpin yang mendorong umatnya untuk mendapatkan haknya.Yang tidak termasuk hak umat terhadap pemimpinnya adalah ….
hak berbicara dalam mengusulkan pendapat
hak menyampaikan pendapat sesuai dengan kata hati
hak mengkritisi apabila ada pendapat yang menyimpang
hak membemberi masukan kepada pemimpinnya dengan cara yang santun
hak menjatuhkan pemimpin yang amanah
Perhatikan QS. al-Maidah (5): 8–10
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
Berdasarkan ayat tersebut diatas, Allah swt memerintahkan agar orang mukmin menjadi penegak kebenaran,dan menjadi saksi atas kebenaran.Penegakan kebenaran itu dilakukan dengan cara berlaku adil.
Pernyataan dibawah ini,yang tidak termasuk kedalam isi kandungan ayat diatas adalah ….
Allah swt menjanjikan bagi orang yang berbuat adil dan selalu menjunjung kebenaran akan selalu di mudahkan dalam segala hal
Allah swt melarang ketidakadilan dengan membela yang benar dan menjauhkan dari hal-hal yang tidak benar
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan ampunan dan pahala yang besar.
Allah swt mengancam mereka yang mengingkari dan mendustakan ayat-ayat-Nya dengan neraka Jahim
Allah swt tidak melarang untuk berbuat tidak adil kepada suatu kelompok dengan alasan kebencian terhadap kelompok tersebut
Allah swt memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW,untuk melaksanakan dakwah dengan cara mendatangi rumah-rumah(door to door),dengan cara ini memudahkan Nabi,akan tetapi pengikut sangatlah sedikit hanya keluarga yang terdekat.
Ayat yang menunjukkan dari pernyataan di atas adalah...
وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
ٱلَّذِينَ يَجْعَلُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ
لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ حَتَّى أَتَانَا الْيَقِينُ
Perhatikan penggalan hadits berikut !
“عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ”
Dalam hadits tersebut Rasulullah saw,mewajibkan umatnya untuk berbuat jujur,karena kejujuran itu akan menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan akan menunjukkan jalan ke surga.Kejujuran ini tidak hanya terbatas dalam perkataan saja,tetapi menyangkut seluruh aspek kehidupan.
Pernyataan yang tidak sesuai dengan aspek kehidupan tentang kejujuran diatas adalah ….
jujur dalam berkata,seorang muslim dituntut selalu berkata benar
jujur dalam berjanji,seorang muslim selalu menepati janji dan berusaha untuk tidak mengingkarinya
jujur dalam menciptakan permusuhan dan mengajak kepada kejahatan
jujur dalam bekerja dan bermu’amalah,seorang muslim tidak pernah melakukan Kecurangan dan penipuan
jujur dalam berpenampilan,seorang muslim tidak akan berpenampilan yang tidak sesuai dengan kondisinya dan tidak mengada ada
