Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS SASTRA INDONESIA KELAS XI IPB

Total questions: 20

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

“Sudahlah, Tin. Tidak apa-apa, toh sakit Bejo belum lama. Jangan berfikir yang macam-macam. Kita butuh uang biar besok Bejo bisa langsung di bawa ke dokter. Kebutuhan kita, kan banyak, barangkali saja malan ini banyak rezeki, percayalah Tin, Tuhan Maha Pemurah.”Kata Toyib sambil mengenakan kaos oblongnya.

         “Tapi Kang”

         “Sudah, jaga Bejo baik-baik. Percaya saja sama Yang Kuasa.” Kata toyib sambil mencium istrinya dan kemudian bejo.

                                                                                                      Cerpen”Ulang Tahun Itu”

                                                                                                      Gusti harselo Age

         Amanat yang terdapat dalam cerita pendek di atas adalah..

a)

Uang segalanya bagi mereka.

b)

Kita harus yakin akan kemurahan Yang Kuasa.

c)

Sakit yang masih baru tidak perlu ke dokter.

d)

Kebutuhan manusia bermacam-macam.

e)

Kita sangat tergantung pada dokter.

2.

.      “Tapi kau sebagai seorang anak harus menghormati orang tuamu sendiri. Kesombongan mu sudah melukai hatinya, sehingga ia meninggal karenanya. Ya, itu Cuma kesombonganmu belaka! Sombong, seolah-olah kau ini orang yang paling pintar, yang paling tahu, sehingga berani bermulut lancang, menyatakan kepada ayahmu yang kau tahu menjungjung nama Tuhan, bahwa tuhan yang dipujanya itu tidak ada.

         ……………………………………………………………………………………………..

                                                                                                                  “Atheis”

Watak tokoh yang terdapat dalam cerpen di atas adalah...

a)

sombong

b)

menghormati orang tua

c)

merasa paling pintar

d)

merasa paling tahu

e)

bermulut lancang

3.

Bacalah teks berikut!

Tapi waktu Open mau pergi meninggalkan sekolah celaka itu, ia menentang guru kepala sekolah dan tegas-tegas katanya, “Satu haL tuan harus akui.Saya tidak goblok. Saya harus menceritakan kepada anak-anak bahwa istri saya pernah mengejar saya dengan golok. Saya lari. . .. . . . .dan ank-anak menamakan saya sejak itu guru goblok. Mengapa. Tuhan saja yang tahu, saya tidak.

         ( Jalan Lain Ke roma: Idrus )

         Nilai moral yang negatif dalam kutipan cerpen tersebut adalah...

a)

murid yang memperolok-olok guru.

b)

Guru yang angkuh dan sombong.

c)

Kepala sekolah yang tidak berpendirian.

d)

Guru yang selalu menyalahkan muridnya.

e)

Istri yang tidak setia pada muridnya.

4.

Kehadiran Abdul salam, membawa suasana baru di desa itu. Ia ingin memajukan desa itu dengan mendirikan surau dan tempat-tempat pengajian untuk anak-anak sehingga masyarakatnya lebih baik. Keberhasilan Abdul salam itu membuat beberapa orang merasa tidak senang. Kebencian mereka disalurkan dengan jalan membakar surau dan meruntuhkan tempat-tempat pengajian. Karena merasa tidak aman, Abdul salam beserta delapan puluh keluarganya pengikutnya terpaksa menyingkir ke tempat lain, lalu mendirikan sebuah desa baru. Di sinilah mereka melaksanakan tradisi baru dalam bidang agama dan sosial.

         ( Pergolakan Wildan Yatim )

         Nilai sosial dalam penggalan cerita tersebut adalah….

a)

Ketidakpedulian masyarakat dengan kemajuan desa mereka

b)

Terjadinya pembakaran surau dan tempat pengajian.

c)

Masyarakat yang tidak menerima adanya pembaruan di desanya.

d)

Adanya rasa kebencian yang tidak tersalurkan dengan baik.

e)

Menyingkirkan orang-orang yang tidak disenangi.

5.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)

. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah …

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan 

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

e)

orang ketiga terbatas

6.

ikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama).

Alur yang digunakan pada cerpen di atas adalah...

a)

alur ganda

b)

alur maju

c)

alur sorot balik

d)

alur linier

e)

aur ganda dan maju

7.

Cermati paragraf paragraf berikut!

Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok. Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.

Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ...

a)

Dengarkan nasihat yang baik dari orang-orang di sekitar kita, termasuk orang tua kita.

b)

Janganlah terlalu mengatur kehidupan dan perekonomian anak yang sudah berkeluarga.

c)

Siapa pun tetap akan berdosa apabila melawan kepada suami, apalagi kepada orang tua

d)

Seorang suami harus membiayai keluarga, setia terhadap istri, dan adil terhadap istrin

e)

Orang tua hendaklah mengarahkan sesuatu yang baik kepada anaknya, bukan yang buruk.

8.

Bacalah teks cerpen di bawah ini!

Sementara itu Martini bersiap untuk mendengarkan dengan seksama penuturan ibunya. ”Tiga bulan lalu rumah yang dibuat suamimu atas biaya dari kamu sudah jadi. Letaknya di dusun sebelah sana. Namun, sejak itu pula kesengsem sama seorang wanita. Wanita itu adalah tetangga barunya. Dua bulan lalu mereka menikah dan meninggalkan Andra bersama si Mbok. Tentu saja si Mbok marah besar kepadanya. Namum, apa daya, si Mbok hanyalah wanita yang sudah renta, sedang ayahmu sudah tiada, dan uang yang si Mbok pegang pun pas-pasan. Mau mengirim surat kepadamu si Mbok tidak bisa, kamu tahukan si Mbok buta huruf. Mau minta tolong kepada siapa lagi, sedangkan kamu adalah anakku satu-satunya. Kamu tidak mempunyai saudara yang bisa si Mbok mintai tolong untuk mengirimkan surat kepadamu, sedangkan anakmu, Andra masih kelas 1 SD”. Mendengar penuturan ibunya, Martini langsung menangis, ia sedih, marah dan kalut. ”Mengapa si Mbok tidak melaporkannya ke Pak Kadus dan Pak Kades, dan beliau pun sudah berjanji untuk membantu si Mbok. Namun, sampai saat ini si Mbok belum mendapatkan jawabannya. Sedangkan suamimu sendiri dan istri barunya, tampak tak peduli dengan suara-suara miring para tetangga. Dan untuk lapor ke KUA, si Mbok tidak berpikir sampai ke situ, maafkan si Mbok,” tambah ibunya dengan suara yang terdengar bergetar.

Apa yang membuat Martini sedih terhadap suaminya?

a)

Rasa dendam Martini terhadap suaminya yang beristri lagi

b)

Martini merasa marah, kecewa, terhadap sikap suaminya.

c)

Rasa jengkel Martini terhadap suaminya yang tidak pulang.

d)

Kemarahan suami Martini yang tidak terkendalikan.

e)

Perasaan sangat malu Matini atas tingkah laku suaminya.

9.

Bacalah teks berikut!

Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuatkulitku hampir terbakar.Jemuranpun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapan-ku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.

Dikutip dari: http://cerpenmu.com/cerpen-keluarga/di-balik-sebuah-payung.html..

Latar yang terdapat dalam kutipan cerpen….

a)

pagi hari, di rumah, sepi

b)

sore hari, di terminal, ricuh

c)

siang hari, di jalan raya, ramai

d)

malam hari, di gedung tua, sepi

e)

malam hari, di rumah, sepi

10.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Aku pulang, perasaanku tak karuan. Dan aku tak tertidur. Aku memejamkan mata. Herman ada dalam kepala. Mengapa aku tak dapat melenyapkan dia dan memandang dirinya tanpa arti? Mengapa sedih hatiku memandang dia bercanda dengan gadis lain? Aku merasa semdiri dan terpecil. Sendiri dan terlupakan. Sendiri dan tak punya arti.

Konflik pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

aku dengan dia

b)

aku dengan Herman

c)

aku dengan temanku

d)

aku dengan gadis lain

e)

aku dengan diri sendiri

11.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

“Ya, “kata Grela, “Orang Gipsy bagian dari sejarah.” Dalam pandangan ayahnya yang untuk sesaat semakin kelam, Grela memalingkan mukanya dan memandang keluar jendela. Gelap semakin menjadi semakin pekat. Ada kesepakatan untuk tidak boleh membicarakan hal-hal yang hilang: sejarah yang mengalir dalam darah, sungai, tanah subur di tepi sungai, rumput, daun-daun birke yang gugur. Orang tidak juga berbicara tentang pengetahuan ….

Perasaan Grela yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah ….

a)

pasrah dan penuh harapan

b)

putus asa dan dendam

c)

sedih dan tertekan

d)

cemas dan dendam

e)

marah dan benci

12.

Perhatikan cuplikan teks berikut!

Pesawat Garuda jurusan Jakarta-Tokyo itu mendarat di Bandara Narita, pukul 11.00 waktu Tokyo. Akira mengirup napas dalam. Dirasakannya kesejukan udara tanah kelahirannya merasuk hingga ke tulang sumsum. Ia tersenyum tipis sebelum akhirnya melangkah perlahan menuruni tangga pesawat (Novel Akira, Muslim Watashi Wa, Helvy Tiana Rosa).

Cuplikan teks novel tersebut termasuk ke dalam unsur ....

a)

Pengenalan situasi cerita

b)

munculnya masalah

c)

pengungkapan peristiwa

d)

puncak masalah

e)

penyelesaian

13.

Bacalah teks berikut!

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.

Latar tempat dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

warung

b)

ruang tunggu

c)

kantin

d)

kelas

e)

sekolah

14.

Bacalah kutipan novel berikut!

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan  

c)

orang ketiga serbatahu

d)

orang ketiga terbatas       

e)

orang ketiga pelaku utama

15.

Unsur intrinsik novel adalah ....

a)

Tema

b)

Tokoh

c)

Sudut pandang

d)

Alur

e)

Kerangka tulisan

16.

Bacalah kutipan novel “Sunset Bersama Rosie” di bawah ini!

(1) Perahu terombang-ambing pelan (2) Jasmine memperbaiki posisi snorkel (3) Tegar meneriakkan agar tidak jauh-jauh (4) Jasmine mengacungkan tangannya (5) Dari sini terlihat betul betapa senangnya Jasmine.

4. Kalimat yang menunjukkan latar tempat terdapat dalam nomor ...

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

17.

“Jimbron adalah seorang yang membuat kami takjub dengan tiga macam keheranan. Pertama, kami heran karena kalau mengaji, ia selalu diantar seorang pendeta. Sebetulnya beliau adalah seorang pastor karena beliau seorang Katolik, tapi kami memanggilnya Pendeta Geovany. Rupanya setelah sebatang kara seperti Arai ia menjadi anak asuh sang pendeta. Namun, pendeta berdarah Itali itu tak sedikit pun bermaksud mengonversi keyakinan Jimbron. Beliau malah tak pernah telat jika mengantarkan Jimbron mengaji ke masjid” (SP, 61)


Pandangan pengarang dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata tersebut adalah ...

a)

Sangat setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh Jimron pengarang memberikan gambaran kehidupan religius walaupun hidup berbeda agama dan pengarang juga memberikan gambaran cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

b)

Tidak setuju dengan pandangan pengarang, melalui tokoh pendeta pengarang memberikan gambaran kehidupan yang religius walaupun hidup berbeda agama.

c)

Pengarang menghadirkan tokoh Jimbron dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap harinya, walaupun dia hidup di lingkungan agama yang berbeda, yaitu agama Katolik. Kemudian pengarang juga menghadirkan cerminan toleransi dan jiwa sosial melalui tokoh pendeta.

d)

Pengarang memunculkan tokoh pendeta dalam novel tersebut guna menunjukkan religiuitas tokoh.

e)

Pengarang menciptakan tokoh Jimron dan pendeta agar novel Sang Pemimpi menarik untuk dibaca.

18.

Bacalah teks novel berikut!


(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.


Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

e)

5

19.

Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama! 

Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….

Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah .... 

a)

kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota 

b)

anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya 

c)

orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain

d)

ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya 

e)

orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya

20.

“Anak kecil!” Dia tertawa mengejekku. “Mengapa duduk di belakang? Sini! Sini, duduk di muka! Masih ada tempat.” Tangannya melambai, lalu mendekat berjalan ke arah belakang bangku-bangku.

“Tidak, Pak! Di sini saja, “Jawabku. Dia berdiri di samping bangkuku. Tidak ada yang duduk bersamaku.

“Mengapa? Supaya paling akhir mendapat giliran?” tanyanya. Seisi kelas tertawa.

“Tidak, Pak,” kataku lagi. “Supaya dapat melihat orang-orang lain.” Sedangkan mereka, yang duduk di depan, harus berpaling untuk melihatku.


Watak tokoh “aku” dideskripsikan dengan cara

a)

A. pelukisan bentuk fisik tokoh

b)

B. penggambaran lingkungan sekitar tokoh

c)

C. pengungkapan jalan pikiran tokoh

d)

D. dialog antartokoh

e)

E. Tanggapan tokoh lain