NEW
Font size
WorksheetsDaging PTK kasus
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Hasil pengamatan yang dilakukan Guru “Y” di kelasnya berbentuk catatan-catatan
tentang perilaku siswa dalam membaca sebuah teks di depan kelas. Hal ini dilakukan
setelah Guru “Y” menjelaskan bagaimana cara membaca teks yang baik. Setiap anak
diberi waktu 2 menit untuk membaca dan Guru “Y” mencatat perilaku siswa, seperti
teknik membaca, sikap badan, ucapan/ejaan dan lain-lain. Apakah jenis data yang
dikumpulkan Guru “Y” tersebut?
A. Kualitatif
B. Ordinal
C. Kuantitatif
D. Numerik
A
B
C
D
Dari hasil analisis masalah yang dilakukan di kelasnya, Guru “X” melihat bahwa
dalam 3 kali ulangan aritmatika yang diberikan, rata-rata hanya 2 orang dari 30
siswanya yang mendapat nilai di atas 60. Sebagian besar siswa tidak mampu
menyelesaikan soal-soal tentang perkalian. Selain itu, pada setiap pelajaran
matematika, suasana kelas menjadi tegang karena siswa merasa matematika sebagai
pelajaran sulit. Sehubungan dengan masalah tersebut, Guru “X” kemudian
merumuskan masalah pembelajaran sebagai berikut: "Metode apa yang dapat saya
gunakan agar siswa dapat mengerjakan soal-soal tentang perkalian serta dalam
suasana yang lebih rileks?". Selanjutnya, permasalahan tersebut dapat dirinci secara
operasional sebagai berikut:
(1) Apakah pemberian tugas-tugas atau PR akan dapat meningkatkan hasil belajar
siswa?,
(2) Bagaimana bentuk materi tugas yang dapat membangkitkan motivasi siswa
terhadap pelajaran aritmatika?,
(3) Apakah saya perlu berkonsultasi dengan Kepala Sekolah?.
Rumusan masalah manakah yang tepat?
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 2 dan 3
D. 1, 2 dan 3
A
B
C
D
Yang manakah masalah-masalah berikut ini yang dapat dijawab melalui penelitian
tindakan ?
A. mencari hubungan kinerja siswa di bengkel dengan pencapaian kompetensi,
B. studi tentang perhatian guru dalam penerapan KBK di SMK
C. meneliti efektivitas dari 2 motode memperkenalkan Keluarga Berencana,
D. studi komparatif antara 2 macam assesmen di SMK.
A
B
C
D
Penelitian tindakan ditujukan untuk membuat perubahan. Manakah pertanyaan
penelitian berikut ini yang tidak relevan dalam penelitian tindakan ?
A. seberapa jauh perubahan telah terjadi ?
B. apa yang terjadi selama masa transisi ?
C. faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala untuk membuat perubahan ?
D. seberapa besar pengaruh antar variabel yang dominan dalam perubahan?
A
B
C
D
Permasalahan pokok yang ingin diteliti dalam PTK yakni :”Apakah Model
Pembelajaran .konstruktivis mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam
mempelajari pokok bahasan dalam mata diklat MRLE di kelas I SMK ? Yang manakah
pertanyaan berikut ini yang tidak dapat menjawab permasalahan di atas ?
A. bagaimanakah prestasi belajar mata diklat MRLE sebelum dilakukan tindakan ?
B. bagaimana pendapat guru dan siswa dalam pembelajaran MRLE sebelumnya ?
C. seberapa jauh pengaruh kendala yang dihadapi guru dalam mengajar terhadap hasil
belajar siswa ?
D. model pembelajaran yang bagaimana yang diharapkan guru dan siswa di masa datang ?
A
B
C
D
Guru ingin meningkatkan pemahaman dan rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran
tentang perubahan sifat zat. Pada PTK, ‘obat’ yang tepat untuk mengatasi
permasalahan pembelajaran tersebut adalah ….
a. Model pembelajaran berbasis proyek dengan mewawancarai narasumber di
pabrik tahu dan tempe
b. Model pembelajaran diskoveri terbimbing dengan praktikum tentang mengapa
makanan menjadi basi
c. Pendekatan saintifik dengan cara meminta siswa mengamati pertumbuhan
tanaman pada polibag
d. Model pembelajaran langsung dengan memberi informasi berbagai peristiwa
perubahan sifat zat
e. Pendekatan saintifik dengan meminta siswa mendiskusikan sesuai pengalaman
melihat perubahan zat
A
B
C
D
E
Seorang guru IPA selalu menjumpai permasalahan hasil tes yang rendah pada topik
optik. Dalam rangka memecahkan masalah ini, ia kemudian mendiagnosis secara
intensif kemungkinan penyebabnya, diantaranya dengan cara mengidentifi kasi ulang
beberapa pekerjaan siswa dan juga mewawancarai siswa. Hasil diagnosis
mengindikasikan bahwa penyebab utama rendahnya hasil belajar pada topik ini
karena mayoritas siswa tidak memahami tentang sifat-sifat bayangan (tegak, terbalik,
maya, nyata), bahkan sebagian mereka tidak dapat membedakan antara pengertian
bayangan dan bayang-bayang. Guru menyadari bahwa selama ini tidak pernah
melakukan kegiatan laboratorium yang dapat menunjang pembelajaran, selain itu ia
menduga walaupun siswanya berusia di atas 12 tahun yang menurut Piaget mereka
berada pada tahap berpikir formal, namun mungkin masih banyak yang berada pada
tahap berpikir konkrit atau peralihan, sehingga konsep tentang bayangan masih
bersifat abstrak bagi mereka. Berdasarkan analisis tersebut, maka pertanyaan
penelitian yang sesuai untuk PTK adalah ....
a. Apakah penerapan pembelajaran terintegrasi kegiatan laboratorium dapat
meningkatkan hasil belajar siswa?
b. Mengapa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep bayangan?
c. Faktor-faktor apakah yang menyebabkan rendahnya hasil belar siswa?
d. Siapakah yang paling bertanggungjawab dalam peningkatan hasil belajar siswa?
e. Bagaimanakah meningkan hasil belajar siswa?
A
B
C
E
D
Pada pembelajaran IPA tentang Struktur dan Fungsi Sel, guru menemukan
permasalahan berikut:
Hasil ulangan harian belum memenuhi KKM, siswa tidak aktif belajar, siswa kurang
dapat berinteraksi dengan sesama teman, siswa belum memahami struktur dan fungsi
sel dengan baik, siswa tidak bisa membayangkan bentuk-bentuk organel sel dan letaknya didalam sel, siswa belum bisa membedakan fungsi diantara organel organel
sel tersebut. Guru berencana memperbaiki pembelajarannya dengan menerapkan
model bermain peran atau Role Playing melalui Penelitian Tindakan Kelas agar
pemahaman dan interaksi belajar siswa meningkat.
Manakah rumusan masalah yang tepat untuk PTK tersebut?
a. Apakah ada pengaruh penerapan model Role playing terhadap hasil belajar siswa
tentang Struktur dan Fungsi Sel?
b. Apakah ada perbedaan hasil belajar diantara siswa yang diajar dengan penerapan
model Role playing dengan siswa yang tidak diajar dengan model Role Playing?
c. Apakah penerapan model Role Playing dapat meningkatkan pemahaman dan
interaksi belajar siswa pada materi Struktur dan Fungsi Sel?
d. Bagaimana mengembangkan media yang tepat untuk pembelajaran Struktur dan
Fungsi Sel?
e. Apakah Media Video series efektif meningkatkan pemahaman siswa tentang Struktur dan Fungsi Sel?
A
B
C
D
E
Pada pembelajaran tentang keanekaragaman hayati tumbuhan di SMP guru
menghadapi permasalahan pembelajaran sebagai berikut: siswa dapat menyebutkan
nama-nama tumbuhan monokotil dan dikotil yang ada didalam buku yang dibacanya,
namun jika diberikan tumbuhan lain yang belum dikenalnya, mereka tidak bisa
mengklasifikasikan mana yang termasuk tumbuhan monokotil, dan mana yang
termasuk dikotil. Jadi ciri-ciri tumbuhan monokotil dan dikotil yang diketahui siswa
hanya berasal dari informasi yang dihafalnya dari buku. Guru berencana melakukan
penelitian tindakan kelas agar siswa memiliki kemampuan eksplorasi sendiri yang
membuat siswa mampu membedakan serta menemukan ciri-ciri tumbuhan monokotil
dan dikotil berdasarkan pengamatannya. Manakah rumusan masalah yang tepat untuk
penelitian tindakan kelas tersebut?
a. Apakah penerapan model kooperatif jigsaw dapat meningkatkan kemampuan
ilmiah siswa tentang keanekaragaman tumbuhan?
b. Apakah penerapan model inkuiri dapat meningkatkan kemampuan penemuan
siswa tentang tumbuhan monokotil dan dikotil?
c. Apakah penerapan model PBL dapat meningkatkan kemampuan penemuan siswa
tentang tumbuhan monokotil dan dikotil?
d. Apakah penerapan model kooperatif TGT dapat meningkatkan kemampuan
penemuan siswa tentang keanekaragaman tumbuhan?
e. Apakah penerapan model Role Playing dapat meningkatkan kemampuan ilmiah
siswa tentang keanekaragaman tumbuhan?
A
B
C
D
Pak Badu selalu gagal dalam menanamkan beberapa konsep terkait Sel dan
Hereditas misalnya peran sel dalam penurunan sifat. Pak Badu ingin melakukan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk menemukan solusi atas kegagalannya itu.
Rumusan masalah PTK dengan metode yang tepat untuk kasus tersebut adalah....
a. Bagaimana pengaruh penggunaan peta konsep dalam pembelajaran di kelas
terhadap pemahaman konsep penurunan sifat pada siswa?
b. Bagaimana keefektifan penggunaan slide power point dalam pembelajaran di
kelas terhadap pemahaman konsep penurunan sifat pada siswa?
c. Bagaimanakah peningkatan pemahaman konsep siswa tentang penurunan sifat
dengan penggunaan video animasi pada pembelajaran?
d. Bagaimana pengaruh penerapan simulasi permainan dalam pembelajaran di kelas
terhadap pemahaman konsep penurunan sifat pada siswa?
e. Bagaimana keefektifan penggunaan kartu hereditas dalam pembelajaran di kelas
terhadap pemahaman konsep penurunan sifat pada siswa?
A
B
C
D
Berdasarkan hasil observasi dan angket yang diberikan kepada peserta didik Kelas IX
D SMP Nusantara menunjukkan bahwa, tingkat kemandirian belajar peserta didik
masuk ke dalam kategori rendah. Jika guru akan melakukan PTK, maka judul yang
paling tepat adalah ....
a. Inquiry Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas IX
D SMP Nusantara pada Materi Sel dan Hereditas
b. STEM untuk Meningkatkan pemahaman konsep Peserta Didik Kelas IX D SMP
Nusantara pada Materi Sel dan Hereditas
c. STEM untuk Meningkatkan hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX D SMP Nusantara
pada Materi Sel dan Hereditas
d. Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas IX D SMP Nusantara pada Materi Sel
dan Hereditas melalui Pembelajaran Kooperatif
e. Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas IX D SMP Nusantara Materi Sel dan
Hereditas
A
B
C
D
E
Ibu Siti terbiasa menganalisis pekerjaan siswanya untuk menemukan kesulitan yang ditemukan siswa dalam pelajaran bahasa indonesia. Dari hasil analisis tersebut, Ibu Siti juga mencoba menemukan kekuatan dan kelemahannya dalam mengajar. Jika anda menemuan kelemahan, segera dia mencoba mencari jalan untuk mengatasi kelemahan tersebut. Langkah- langkah yang dilakukan Ibu Siti tersebut dapat dikatagorikan sebagai langkah awal dalam .........
A. perkembangan profesional
B. melakukan PTK
C. memperbaiki pembelajaran
D. menerapkan manfaat PTK
A
B
C
D
Ibu Ita, seorang guru IPS berpenampilan sangat energik, Ia sedang melakukan Penetian Tindakan Kelas (PTK). Hampir setiap hari dia sibuk untuk menganalisis hasil pekerjaan siswanya dan mencoba memberi komentar yang dapat mendorong siswa untuk bekerja lebih giat. Para siswa ternyata sangat antusias terhadap usaha Ibu Ita. Karena para siswa merasa pekerjaannya diperiksa dengan cermat, siswapun membuat pekerjaannya dengan cermat pula. Siswa merasa bahwa ia selalu harus bekerja cermat sebagaimana Ibu Ita memeriksa pekerjaannya dengan cermat pula. Ilustrasi di atas menggambarkan manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi siswa, dalam hal ini ........
A. Perilaku guru yang melaksanakan PTK menjadi model bagi siswa
B. Guru Mendorong siswa untuk memperbaiki hasil belajarnya
C. Siswa termotivasi oleh cara guru mengajar
D. Siswa dapat memperbaiki proses dan hasil belajarnya
A
B
C
D
Ibu Diana, seorang guru Matematika, melihat beberapa siswanya sering bolos dan malas belajar, padahal mereka termasuk siswa yang cerdas. Selama ini Ibu Diana tidak pernah menjelaskan dan memberikan contoh-contoh bahwa matematika berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kasus ini, masalah yang dapat diidentifikasi oleh Ibu Diana adalah …
A. minat belajar siswa rendah karena matematika pelajaran yang sulit
B. siswa tidak terbiasa dengan metode mengajar yang dipakai guru
C. kurangnya minat belajar siswa karena tidak mengetahui manfaatnya
D. siswa tidak menyukai guru dan pelajaran yang disampaikannya
A
B
C
D
Dari hasil analisis masalah yang dilakukan di kelasnya, Pak Bambang melihat bahwa
dalam 3 kali ulangan aritmatika yang diberikan, rata-rata hanya 2 orang dari 30 siswanya
yangmendapatnilai di atas 60. Sebagian besarsiswa tidak mampu menyelesaikan soal-soal
tentang perkalian. Selain itu, pada setiap pelajaran matematika, suasana kelas menjadi
tegang karena isiwa merasa matematika sebagai pelajaran maut alias sulit. Sehubungan
dengan masalah tersebut, Pak Bambang kemudian merumuskan masalah pembelajaran
sebagai berikut: "Metode apa yang dapat saya gunakan agar siswa dapat mengerjakan
soal-soal tentang perkalian serta dalam suasana yang lebih rileks?". Selanjutnya,
permasalahan tersebut dapat dirinci secara operasional sebagai berikut:
1) Apakah pemberian tugas tugas atau PR akan dapat meningkatkan hasil belajar siswa?
2) Bagaimana bentuk materi tugas yang dapat membangkitkan motivasi siswa terhadap
pelajaran aritmatika?
3) Apakah saya perlu berkonsultasi dengan Kepala Sekolah?
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 1, 2 dan 3
A
B
C
D
Pak Adi melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang menemukan bahwa hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan belum mencapai KKM = 80. Setelah mengkaji jawaban siswa, Pak Adi mengetahui bahwa siswa tidak mampu menerapkan konsep pesawat sederhana untuk menjelaskan konsep tuas pada struktur kerangka manusia karena selama ini hanya menggunakan alat-alat dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh pembelajaran tuas. Pak Adi juga menduga bahwa siswa hanya menghafal materi yang dipelajari dari buku pegangan siswa dan penjelasan guru. Berdasarkan informasi tersebut, tindakan yang paling tepat untuk dilakukan agar masalah tersebut dapat diatasi adalah....
a. menerapkan pembelajaran bermakna, yaitu dengan mengidentifikasi pesawat sederhana pada tubuh manusia
b. menerapkan pendekatan saintifik dengan mengamati peran pesawat sederhana pada
struktur kerangka manusia, kemudian dibuktikan dengan menggunakan alat-alat
teknologi atau dalam kehidupan sehari-hari.
c. menerapkan pembelajaran langsung, yaitu dengan mendemonstrasikan bagaimana
mengidentifikasi pesawat sederhana pada tubuh manusia dan menghitung keuntungan
mekanis
d. menjelaskan ulang materi pesawat sederhana sesuai kesulitan belajar siswa
e. menerapkan pembelajaran teman sebaya, yaitu dengan menugaskan kelompok siswa
kelompok ahli.
A
B
C
D
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran mmenggunakan model kooperatif, Pak Edy
berhasil meningkatkan nilai rata-rata kelas A pada mata pelajaran IPA hingga mencapi 80
lebih tinggi daripada nilai KKM 75. Meskipun demikian sebanyak 10% siswa masih
mendapat nilai di bawah nilai KKM dan nilai rata-rata kelas tersebut. Berdasarkan hasil
belajar siswa tersebut, apa yang akan Anda lakukan....
a. Melanjutkan pembelajaran IPA dengan model kooperatif seperti biasa
b. Mengganti model kooperatif dengan model pembelajaran lain yang dianggap dapat
membantu siswa belajar IPA
c. Tetap menggunakan model kooperative tetapi menata kembali anggota kelompok
yang anggotanya mendapatkan nilai di bawah KKM
d. Melakukan pembelajaran kooperatif tetapi dikombinasi dengan ceramah untuk
menjelaskan materi yang dianggap sulit dipelajari siswa
e. Mengganti tipe pembelajaran kooperatif dengan tipe lain yang dianggap lebih sesuai
untuk pembelajaran IPA
A
B
C
D
E
Dalam pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik pada materi suhu dan
kalor, Bu Rani meminta siswa untuk melakukan pengamatan terhadap fenomena
perpindahan kalor, yaitu dengan menunjukkan data pengaruh massa terhadap kalor yang
diterima oleh benda. Setelah siswa merumuskan masalah dan jawaban sementara, siswa
diminta untuk melakukan eksperimen untuk mendapatkan jawaban terhadap masalah
yang sudah dirumuskan. Berikut ini prosedur yang paling tepat untuk memfasilitasi siswa
melakukan eksperimen adalah....
a. menjelaskan petunjuk eksperimen dan alat-bahan yang dibutuhkan selama
eksperimen
b. meminta siswa merancang eksperimen menggunakan bahan bacaan, kemudian Bu
Rani mengecek dan membimbing siswa
c. Bu Rani melakukan demonstrasi bagaimana melakukan eksperimen dan meminta
siswa untuk melakukan kegiatan seperti yang didemonstrasikan
d. menjelaskan contoh-contoh hasil eksperimen yang sudah dilakukan orang lain
e. meminta siswa mencari contoh melalui internet atau sumber lainnya untuk dijadikan
rancangan percobaan
A
B
C
D
Hasil analisis problem menunjukkan
(1) Siswa tidak mau menyimak pelajaran,
(2) Guru menjelaskan dengan metode ceramah, dan
(3) Siswa tidak ada yang bertanya kepada guru wacana pelajaran yang barusaja disajikan guru.
Permasalahan yang sanggup dirumuskan berdasarkan kasus-kasus di atas adalah, kecuali....
a. Metode apa yang sebaiknya dipakai biar siswa mau menyimak pelajaran?
b. Strategi apa yang sebaiknya dipakai biar siswa mau menyimak?
c. Bagaimana cara saya menuntaskan problem ini?
d. Bagaimana cara saya memotivasi siswa biar mau mau bertanya?
A
B
C
D
Berdasarkan tabel di atas, guru yang dapat dikatakan paling berhasil melakukan per-baikan sebagai hasil PTK ialah guru ....
A. C
B. X
C. P
D. Y
A
B
C
D
