NEW
Font size
WorksheetsUTS Kep anak sirius
Total questions: 40
Worksheet time: 40mins
By. M usia 6 bulan, BB 4,5 kg, dibawa ibunya ke IGD karena keluhan sesak setelah minum susu. Ibu mengatakan terkadang anak memang sesak saat minum susu, namun sesak tidak separah ini. Ibu juga mengatakan bahwa biasanya By. M menghabiskan 40 ml ssetiap minum, namun karena tampak lapar dan kuat saat menyusu By. M menghabiskan 80-100 ml susu lalu tidak lama kemudian By. M sesak. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan nafas ireguler RR 54x/menit, Nadi 160x/menit, TD 90/50 mmHg, suhu 380C, terdapat bunyi murmur, bayi hanya bisa miring kiri kanan. Riwayat VSD sejak lahir dan gagal tumbuh. Diagnosa keperawatan utama pada By. M adalah...
Bersihan jalan napas tidak efekti
Penurunan curah jantung
Intoleran aktivitas
Gangguan pertumbuhan dan perkembangan
Defisit nutrisi
By. M usia 6 bulan, BB 4,5 kg, dibawa ibunya ke IGD karena keluhan sesak setelah minum susu. Ibu mengatakan terkadang anak memang sesak saat minum susu, namun sesak tidak separah ini. Ibu juga mengatakan bahwa biasanya By. M menghabiskan 40 ml setiap minum, namun karena tampak lapar dan kuat saat menyusu By. M menghabiskan 80-100 ml susu lalu tidak lama kemudian By. M sesak. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bayi tampak pucat, nafas ireguler RR 54x/menit, Nadi 160x/menit, TD 90/50 mmHg, suhu 380C, terdapat bunyi murmur, bayi hanya bisa miring kiri kanan. Riwayat VSD sejak lahir dan gagal tumbuh. Tanda mayor pada diagnosa keperawatan utama By. M antara lain...
Sesak, tekanan darah menurun, pucat
RR 45x/menit, bayi kuat saat menyusu
Riwayat VSD sejak lahir, sesak, peningkatan suhu
Riwayat VSD sejak lahir, bayi hanya bisa miring kiri kanan
BB 4,5kg, riwayat gagal tumbuh
Anak Heru 8 bln, dibawa ke UGD dengan keluhan Rewel, menangis terus, kencing berwarna merah darah (hematuri) dan berbusa, dan pada pemeriksaan lanjtan didapatkan Diagnosa Sindrom Nefrotik. Implementasi pada diagnose keperawatan kecemasan anak berhubungan dengan lingkunga perawatan ( Hospitalisasi) adalah:
Kaji keluarga tentang pengetahuan penyakit pasien
Ajarkan orang tua untuk mengetahui tanda dan gejala infeksi
Menjaga anak dalam keadaan hangat dan kering
Menganjurkan orang tua untuk membawa mainan dan foto keluarga
Kenalkan masalah keluarga dan kebutuhan anak tentang dukun
Seorang anak usia 3 tahun saat ini sedang dirawat diruang perawatan dengan kondisi rewel, sering mengamuk minta pulang dan jarang tidur, anak menolak setiap kali petugas kesehatan akan membantu memeriksa atau melakukan tindakan. Dari kasus tersebut intervensi yang paling tepat adalah?
Membiarkan anak menangis dan tetap melakukan tindakan sesuai prosedur
Mengajak anak bermain sepuasnya
Melakukan BHSP dengan anak dan melibatkan orang tua dalam setiap tindakan
Memisahkan ruang perawatan anak dengan pasien lain
Menunggu sampai anak tidak rewel dan melakukan tindakan
Kelainan jantung dengan gangguan sianosis yang di tandai dengan kombinasi 4 hal yang abnormal adalah...
PDA
VSD
TOT
Hirsprung
Juvenill Diabetes
Perawat F hendak mengukur suhu An. B usia 3 tahun dengan termometer digital, namun An. B tampak menangis ketika termometer mulai diletakkan di ketiaknya. Teknik komunikasi yang tepat dilakukan perawat F, kecuali...
Memberi tahu anak apa yang akan dilakukan
Memberi kesempatan pada anak untuk mempelajari
Melibatkan teman sebaya untuk mendampingi anak selama prosedur
Menggunakan kalimat sederhana dan singkat
Mengambil posisi tubuh jongkok, duduk, berlutut agar pandangan mata sejajar
An. S usia 15 bulan dilarikan ke UGD RS karena sesak, Ibu An. S mengatakan bahwa an.S sering sesak sejak usia 3 bulan. Ibu An. S sudah memberikan obat dirumah namun sesak bertambah, hasil pemeriksaan fisik didapatkan napas cuping hidung, ekspirasi memanjang, RR: 42x/menit, dan wheezing. Apakah diagnosa prioritas pada an.S?
Ketidakefektifan pola napas
Ketidakefektifan bersihan jalan napas
Gangguan pertukaran gas
Ansietas
Defisiensi pengetahuan
Kegagalan menutupnya ductus arteriosus pada minggu pertama kehidupan menyebabkan mengalirnya darah dari aorta yang bertekanan tinggi ke arteri pulmonal yang bertekanan rendah adalah...
PDA
VSD
TOT
Hirsprung
Juvenill Diabetes
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun berada di ruang rawat dengan diagnosa medis leukemia yang akan menjalani kemoterapi. Hasil pengkajian diperoleh hasil trombosit 19.500 sel/mm3. Hasil pemeriksaan TTV: TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, dan frekuensi napas 20 x/menit. Apakah diagnosa keperawatan yang utama pada kasus tersebut?
Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer
Keletihan
Risiko perdarahan
Risiko infeksi
Intoleransi aktivitas
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun berada di ruang rawat dengan diagnosa medis leukemia yang akan menjalani kemoterapi. Hasil pengkajian diperoleh hasil trombosit 19.500 sel/mm3. Hasil pemeriksaan TTV: TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit, dan frekuensi napas 20 x/menit. Apakah intervensi keperawatan yang utama pada kasus tersebut?
Memonitor adanya tanda perdarahan
Memonitor tanda-tanda infeksi
Memonitor suhu tiap 4 jam
Memulai kewaspadaan rawat di ruang isolasi
Mempertahankan mencuci tangan secara serting dan menyeluruh
Seorang anak perempuan usia 16 tahun dibawa ke unit emergensi dengan keluhan diabetic ketoasidosis. Hasil pengkajian diperoleh observasi TTV: TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi 88x/menit, dan frekuensi napas 20x/menit. Apakah pengkajian yang tepat pada kasus tersebut?
Berkeringat dan tremor
Kelaparan dan hipertensi
Pilek, kulit basah dan mudah tersinggung
Napas berbau khas dan penururnan tingkat kesadaran
Kebingungan dan sakit kepala
Seorang anak laki-laki usia 1 tahun,dibawa oleh orang tuanya ke RS dan dirawat di ruang Anak dengan keluhan sesak nafak. Hasil pemeriksaan didapatkan bahwa wajah tampak kebiruan jika menangis,batuk pilek, akral dingin, frekuensi napas 50x/mnt cepat dan dangkal, frekuensi nadi 135x/mnt, suhu 38C. intervensi keperawatan utama adalah…
Batasi aktivitas
Berikan oksigen
Cegah anak sering menangis
Lakukan kompres dingin
Berikan minum hangat
Seorang anak perempuan usia 8 tahun didiagnosa menderita penyakit ALL sejak 2 tahun yang lalu. Hasil pengkajian: anak tampak lemah dan hanya berbaring di tempat tidur. Anak mengatakan perutnya terasa nyeri, tidak nafsu makan dan mual. Anak tidak menghabiskan porsi makan yang disediakan. BB= 25 Kg. Ibu mengatakan berat anaknya turun 4 kg sejak sakit. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus anak tersebut?
Intoleransi aktivitas
Nyeri akut
Ancietas
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Resiko infeksi
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun di rawat di RS dengan diagnosa medis sindroma nefrotik. Hasil pengkajian anak tampak sesak, mengeluh mual dan mengalami oliguri. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil analisa gas darah menunjukkan adanya asidosis metabolik. Apakah hasil analisis gas darah pada kasus tersebut?
pH = 7.13, HCO3 = 24 mEq/L
pH = 7.15, HCO3 = 20 mEq/L
pH = 7.20, HCO3 = 29 mEq/L
pH = 7.24, HCO3 = 30 mEq/L
pH = 7.35, HCO3 = 27 mEq/L
Bayi perempuan usia 3 hari dibawa ke IGD karena cepat lelah ketika menyusu. Hasil pengkajian: bayi tampak rewel, bibir tampak kering, akral teraba dingin, frekuensi nadi 170 kali/menit, tekanan darah 90/60 mmHg. ASI ibu telah keluar.Rencana intervensi keperawatan yang sesuai pada kasus diatas?
Berikan makanan dengan jumlah sedikit tapi sering
Pertimbangkan pemberian nutrisi per sonde
Kurangi pemicu kecemasan pada anak
Observasi frekuensi nadi berkala
Kaji berat badan bayi
Bayi perempuan usia 1 bulan dibawa ke IGD karena cepat lelah ketika menyusu. Hasil pengkajian: bayi tampak rewel, akral teraba dingin, frekuensi nadi 170 kali/menit, tekanan darah 90/60 mmHg. Diagnosis keperawatan yang utama pada kasus diatas?
Bersihan jalan napas tidak efektif
Pola napas tidak efektif
Menyusu tidak efektif
Gangguan pola tidur
Defisit nutrisi
Bayi perempuan usia 3 hari dibawa ke IGD karena keluhan area bibir dan ujung jari membiru terutama saat menyusu. Hasil pengkajian: bayi tampak rewel, sianosis pada bibir dan ujung-ujung ekstremitas, akral teraba dingin, tampak cepat lelah dan sesak saat menyusu, frekuensi nadi 170 kali/menit, tekanan darah 90/60 mmHg. Pemeriksaan diagnostik yang sesuai untuk menegakkan diagnosa medis pada kasus diatas?
Pemeriksaan darang lengkap
EEG
Echocardiogram
MRI
CT Scan
An. K perempuan usia 9 th dengan keluhan pusing, mual , dan demam, dari hasil pengkajian didapatkan bercak – bercak petechiae . An. K mengalami mimisan sebelum dirawat di rumah sakit. Saat ini telah di berikan rehidrasi untuk mencegah terjadinya syok. Apakah evaluasi pada kasus tersebut ?
suhu tubuh
turgor kulit
tekanan darah
frekunsi nafas
bising usus
An. B laki-laki usia 7th dirawat diruang anak, hasil pengkajian didapatkan : kesadaran compos mentis , anak tampak lemas , terdapat edema bilateral kedua ekstremitas bawah serta terdapat edema periorbital , HR: 90 x/ menit , RR: 30 x/menit TD 100/68 mmHg S : 36,7 C . Hasil lab menunjukkan Hb: 10,5 g/dl , HCT : 34% dan protenuria +2. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut ?
Intoleransi aktivitas
gangguan intregitas kulit
gangguan pola eliminasi
kelebihan volume cairan
ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
An. H perempuan berusia 18 bulan, dibawa oleh ibunya ke poli tumbuh kembang. Sebagai bagian dari pemeriksaan rutin pada umur 18 bulan, perawat melakukan Denver Developmental Screening Test (DDST) kepada An. A. Perawat mendapatkan hasil bahwa fungsi anak tersebut tampaknya pada tingkat perkembangan 15-18 bulan, tetapi ia tidak patuh dan sulit diuji. Apa yang harus perawat sampaikan kepada ibu berdasarkan hasil pemeriksaan perkembangan An. H?
Perkembangan sudah lanjut dan mengalami ketegangan pada waktu pengujian
Perkembangan terlambat dan psikologis terganggu
Perkembangan terlambat dan mengalami ketegangan pada waktu pengujian
Perkembangan normal dan ketidakpatuhan umumnya didapati pada umur ini
Perkembangan normal tetapi secara psikologis terganggu
Anak S, laki-laki, 10 tahun, datang ke Poliklinik anak dengan riwayat dua hari sebelum masuk RS klien mengeluh sakit kepala disertai panas badan yang tinggi, terdapat perdarahan gusi. Klien dibawa ke balai pengobatan kemudian di anjurkan untuk dirawat di Rumah Sakit. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh 38,5⁰C, teraba dingin pada ekstremitas, frekuensi nadi 100x/menit, terapat ptekie pada ektremitas, uji tourniquet positif. Hasil Laboratorium didapatkan hasil sebagai berikut: Hb : 11 gr/dl, Ht : 34 %, L : 9500 /mm3, Tr: 36.000 /mm3. Berapakah derajat DHF yang di alami oleh Anak S tersebut ?
Derajat I
Derajat II
Derajat III
Derajat IV
Derajat V
An. A usia 9 tahun dengan BB 26 kg dibawa ke RS dengan keluhan bengkak pada wajah dan periorbital. Hasil pemeriksaan didapatkan An. A menderita sindrom nefrotik. Nadi 100 x/menit, suhu 36,7 oc , RR 20 x/menit, Hb 13,9 g/dl.Diagnosa keperawatan yang muncul pada kasus diatas adalah
Hipertermi
Ketidakefektifan perfusi perifer
Kelebihan volume cairan
Ketidakseimbangan termoregulasi
Ketidakefektifan pola nafas
An. P dibawa ibunya ke poliklinik tumbuh kembang untuk pemeriksaan. Hasil pengkajian didapatkan tanggal lahir An. P 20 Desember 2017, BB 11kg, TB 87cm. Perawat akan melakukan skrining perkembangan pada hari ini tanggal 10 Mei 2020. Berapakah usia An.P saat diperiksa?
3 tahun 7 bulan 10 hari
2 tahun 4 bulan 20 hari
2 tahun 5 bulan 10 hari
3 tahun 4 bulan 20 hari
2 tahun 4 bulan 10 hari
Bayi laki-laki dibawa ke RS dengan keluhan sesak. Hasil pengkajian: pasien gelisah, frekuensi nadi 96 kali/menit, frekuensi nafas 32 kali/menit, suhu 37,8 C, sianosis, terdengar murmur jantung, CRT >3 detik. Keluarga mengatakan berat badan bayi sulit bertambah dan sering demam. Dokter mendiagnosa pasien mengalami Atrial Septal Defect. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?
Gangguan tumbuh kembang
Penurunan curah jantung
Resiko intoleran aktivitas
Hambatan rasa nyaman
Hipertermia
Anak laki-laki usia 5 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan wajah bengkak, sakit kepala, dan berat badan meningkat drastis. Hasil pengkajian: pasien lemah, frekuensi nafas 26 kali/menit, konjungtiva anemis, edema seluruh tubuh, protein urin (+). Pasien mendapatkan terapi steroid dan diuretik. Apakah intervensi utama untuk kasus tersebut?
Anjurkan tirah baring
Berikan terapi oksigen
Pantau hasil laboratrium
Pantau keseimbangan cairan
Kolaborasi pemberian nutrisi TKTP
Anak laki-laki usia 11 tahun dirawat di ruang anak dengan Nefrotic Sindrom. Ketika perawat datang, keluarga mengatakan bahwa pasien tidak mau makan karena menu diit RS terasa hambar. Apakah informasi yang tepat disampaikan pada keluarga?
Diit yang diberikan pada pasien sudah sesuai
Pasien perlu dibujuk agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi
Pasien nefrotic sindrom perlu pembatasan asupan garam
Setiap individu yang sakit pasti mengalami perubahan nafsu makan
Pemenuhan nutrisi bagi pasien akan menunjang proses penyembuhan
Seorang ibu membawa anaknya ke RS dengan keluhan anak lemas, pucat, mudah memar. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan diagnostik saat itu, anak didiagnosa menderita Leukemia. Akibat hal tersebut, ibu pasien menangis, tidak menerima atas kondisi yang terjadi pada anaknya. Apakah informasi yang perlu disampaikan pada keluarga?
Informasi terkait penyebab Leukemia
Informasi terkait dampak Leukemia
Informasi terkait penyakit Leukemia
Informasi terkait pengobatan Leukemia
Informasi terkait perawatan anak dengan Leukemia
Anak laki-laki usia 11 tahun MRS dengan diagnosa medis Thalasemia. Pasien mengeluh tidak nafsu makan. Hasil pengkajian: BB 29 kg, TB 142 cm, pasien tampak pucat, letargi, nadi 83 kali/menit, frekuensi nafas 22 kali/menit, suhu tubuh 37°C, konjungtiva anemis, hasil pemeriksaan Hb= 6,5 g/dl. Pasien mendapatkan tranfusi PRC. Apakah evaluasi pada kasus tersebut?
Perfusi jaringan adekuat
Kebutuhan nutrisi terpenuhi
Peningkatan toleransi aktivitas
Tidak ada tanda-tanda infeksi
Ketidaknyamanan hilang
Anak laki-laki usia 11 tahun dirawat diruang anak dengan Thalasemia mayor. Saat ini pasien sedang dilakukan tindakan tranfusi darah. Apakah intervensi terapeutik selanjutnya yang tepat pada kasus tersebut?
Kaji keadaan umum pasien
Identifikasi rencana tranfusi
Periksa kepatenan akses intravena
Monitor TTV sebelum, selama dan setelah tranfusi
Jelaskan tanda gejala dan reaksi tranfusi yang perlu dilaporkan
Anak F usia 11 tahun dengan Thalasemia saat ini direncanakan pemberian terapi desferal untuk mencegah penumpukan Fe. Apakah indikasi pemberian tindakan tersebut?
Kondisi pasien memburuk
Kadar feritinnya < 1000 mg/dl
Diberikan sebelum transfuse darah
Pasien thalasemia yang mendapatkan tranfusi darah
Pasien thalasemia dengan transfusi darah secara rutin (berulang)
Anak laki-laki usia 6 tahun dirawat diruang anak dengan Thalasemia. Saat ini kondisi pasien lemah. Perawat menyampaikan bahwa pasien membutuhkan tranfusi darah, namun orang tua pasien menolak dengan alasan darah dari PMI tidak jelas asal usulnya. Dokter penanggungjawab pasien turut memberikan penjelasan namun orang tua pasien tetap menolak. Apakah tindakan selanjutnya yang harus dilakukan perawat tersebut?
Memotivasi kembali keluarga
Tetap memberikan tranfusi darah
Menghormati keputusan keluarga
Meminta perawat lain untuk membujuk keluarga
Turut memberikan penjelasan pada anggota keluarga lain
Orang tua pasien dengan Thalasemia saat ini memanggil perawat A dan meminta untuk tidak menceritakan kondisi anaknya (pasien) kepada keluarga besar mereka. Saat ini salah satu anggota keluarga bertanya kepada perawat terkait kondisi pasien sebenarnya. Apakah komunikasi perawat yang tepat pada kasus tersebut?
“Saya tidak diperkenankan mengatakan kondisi pasien sebenarnya”
“Selain orang tua pasien, keluarga lain belum perlu tahu kondisi pasien sebenarnya”
“Sepertinya orang tua pasien belum siap menceritakan kondisi anaknya”
“Untuk saat ini, mohon keluarga mempercayakan kondisi pasien pada saya”
“Saya harus menjaga kerahasiaan ini, yang kondisinya tidak ingin diketahui orang lain”
Anak perempuan usia 10 tahun MRS dengan diagnosa medis Thalasemia. Pasien mengeluh tidak nafsu makan, setiap kali makan pasien hanya menghabiskan 3 sendok makan. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan BB 28 kg, TB 138 cm, pasien tampak pucat, letargi, nadi 78 kali/menit, frekuensi nafas 24 kai/menit, suhu tubuh 37 C, hasil pemeriksaan Hb= 8 g/dl. Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?
Perfusi perifer tidak efektif
Deficit nutrisi
Intoleransi aktivitas
Resiko infeksi
Deficit volume cairan
Anak perempuan usia 13 bulan dibawa ibunya ke poliklinik anak untuk kontrol pasca MRS seminggu lalu dengan diagnosis Paten Ductus Arteriosus. Hasil pemeriksaan fisik: sesak (-), sianosis (-), RR 30 kali/menit, HR 110 kali/menit, suhu 37 C, BB dan TB belum optimal. Ibu mengatakan saat ini nafsu makan pasien berkurang. Apakah intervensi yang tepat dilakukan?
Pantau tumbuh kembang
Batasi aktivitas
Beri o2
Tingkatkan istirahat
Hygiene
Anak laki-laki usia 3 tahun dirawat diruang anak dengan diagnosis VSD. Perawat menyampaikan terkait tindakan pembedahan yang telah direncanakan bagi pasien. Karena kondisi pasien kurang baik, orang tua pasien meminta kepada perawat untuk tidak menyampaikan kondisi tersebut kepada anggota keluarga lain. Apakah masalah etik pada kasus tersebut?
Otonomi
Confidentiality
Veracity
Nonmaleficence
Beneficence
Anak perempuan usia 5 tahun dibawa ke RS dengan keluhan perut membesar, pucat, sesak dan lemas. Hasil pengkajian: anak tampak lemah, wajah meringis dan sesekali memegang perutnya, nafsu makan menurun, tulang wajah tampak melebar dan tampak pucat, telapak tangan pucat, konjunctiva pucat, splenomegaly. Anak mempunyai riwayat penyakit thalassemia sejak berumur 2 bulan. Frekuensi nafas 28x/menit, frekuensi nadi 110x/menit CRT > 3 detik. Hasil laboratorium Hb 6.8 g/dl. Apakah intervensi utama pada kasus tersebut?
Memberikan relaksasi
Kolaborasi pemberian oksigen
Memberikan posisi semi fowler
Kolaborasi pemberian transfusi
Menganjurkan kepada orang tua untuk membantu aktifitas anak
An. W laki-laki, usia 3,5 tahun saat ini sedang MRS di Ruang rawat inap RS. DRS, dengan diagnosa medis hipospadia, saat ini anak F akan direncanakan dilakukan pembedahan, saat pemeriksaan fisik nampak adanya cordea, meatus uretra terletak diantara penis dan skrotum. Area sekitar penis dan skrotum nampak lecet dan kemerahan, Ibu anak mengatakan selama di rumah anak jika kencing merembes. Masalah keperawatan yang dapat diangkat pada kasus diatas adalah
Resiko infeksi
Nyeri
Resiko kerusakan integritas kulit
Gangguan perkembangan
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
An T, perempuan, usia 16 bulan, saat ini dirawat diruang perawatan anak Rumah Sakit PT. Orang tua anak mengeluh anak sesak nafas terutama saat anak rewel. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya Defek pada ventrikel jantung, dengan diameter 5-10 mm. Nadi: 100x/ menit, RR: 60x/mnt, suhu tubuh 36,5C. Nampak adanya retraksi dinding dada, tidak ada sianosis dan clubing finger, bentuk dada normal. Berdasarkan kasus An. A diatas, masalah keperawatan yang paling tepat adalah
Gangguan pertukaran gas dan bersihan jalan nafas tidak efektif
Pola nafas tidak efektif dan intoleransi aktifitas
Bersihan jalan nafas tidak efektif dan Pola nafas tidak efektif
Pola nafas tidak efektif dan gangguan pertukaran gas
Gangguan tubuh kembang dan intoleransi aktifitas
An. Z usia 4,5 tahun, dengan diagnosa medis Sindrom Nefrotik datang ke UGD dengan keluhan bengkak pada seluruh tubuh, pada awalnya orang tua mengira anaknya semakin gemuk, dengan berat badan anak yang terus meningkat, namun anak tidak mau makan, anak Z mengalami hematuria, Pada pemeriksaan darah didapatkan kadar albumin 1,8 g/dl, kadar LDL meningkat, Hb 6. Ditemukan protein 4+ dan Eritrosit positif pada pemeriksaan urin. Intervensi mandiri keperawatan yang tepat pada An. Z adalah
Batasi pemasukan cairan
Berikan Transfusi Albumin
Berikan diet rendah serat
Berikan Diuretik
Berikan Diet tinggi kolesterol
Seorang anak B berusia 3 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak, RR 40x/menit. air kencingnya berwarna gelap, wajahnya terlihat sembab dan odem di perut. Hasil pengkajian: ibu menyampaikan bahwa anak B mempunyai riwayat penyakit SIndroma Nefrotik. Pada pemeriksaan urine didapatkan proteinuria dan gross hematuria. Produksi urin 150cc/24 jam. Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut
Kelebihan Volume Cairan
Gangguan pola eliminasi urin
Ketidakefektifan pola pernafasan
Resiko Perdarahan
Resiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
