wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bioaktivitas Bahan Alam

Total questions: 50

Worksheet time: 53mins

Name
Class
Date
1.

Pendekatan dan studi In silico sebaiknya dilakukan dalam proses pengembangan obat baru pada tahapan pre-klinik karena memiliki kelebihan. Salah satu kelebihan tersebut adalah

a)

Menambah biaya penelitian 

b)

Menurunkan validitas uji sebelumnya

c)

Mengurangi jumlah subjek uji

d)

Memperlama proses produksi sediaan

e)

Membantu marketing surveillance

2.

Bahan mentah yang berkhasiat secara empiris dapat dikembangkan menjadi sediaan modern melalui tahapan preklinik dan klinik. Salah satu tahapan preklinik yang digunakan untuk mengembangkan obat baru dengan berbasis komputasi, lebih dikenal dengan istilah 

a)

In vivo

b)

In silico

c)

In vitro

d)

In situ

e)

Ex vivo

3.

Seorang peneliti melakukan analisis terhadap senyawa hasil metabolite profiling ekstrak tanaman X secara In silico. Target pengobatan yang digunakan adalah ERX (ID:xxxx) dari RCSB dan kemudian di-docking menggunakan Autodock. Hasilnya dilakukan analisis menggunakan SwissADME dan Protox. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka yang berperan sebagai mikromolekul adalah

a)

ERX (ID: xxxx)

b)

Autodock

c)

Senyawa metabolite profiling

d)

Protox

e)

Hasil molecular docking

4.

Tahapan pembuktian dan saintifikasi dalam uji preklinik seperti n vitro dan in silico dapat dilakukan secara paralel satu sama lain. Alasan utama uji preklinik dilakukan uji secara paralel adalah  

a)

Uji pre klinik tidak perlu dilakukan

b)

Hasil setiap uji tidak berkaitan 

c)

Uji pre klinik tidak mendukung uji klinik

d)

Uji pre klinik membutuhkan waktu yang panjang

e)

Hasil setiap uji berkaitan dan dapat dikompilasi

5.

Uji in silico dan in vitro memiliki kelebihan karena tidak perlu mendapatkan persetujuan komisi etik selama dilakukan dengan penuh bertanggung jawab. Uji in vivo memiliki sedikit perbedaan karena perlu mendapatkan persetujuan dari komisi etik yang sangat berkaitan erat dengan pemenuhan

a)

Conflict of Interest

b)

Ethical clearance

c)

Acknowledgment

d)

Research misconduct

e)

Fund agreement

6.

Syifa melakukan pengujian secara in silico senyawa berkhasiat untuk menurunkan kepikunan dan fungsi kognitif. Aktivitas yang ingin diamati oleh syifa adalah

a)

Kardioprotektor

b)

Gastroprotektor

c)

Hepatoprotektor

d)

Nefroprotektor

e)

Neuroprotektor

7.

Penelitian menggunakan sumuran dan jarak hambat menggunakan ekstrak P. betle terhadap S. aureus dan E. coli menggunakan media terpilih selama 3 hari. Kemungkinan bioaktivitas yang sedang diamati pada ekstrak P. betle tersebut adalah

a)

Antifungi

b)

Antibakteri

c)

Antiretroviral

d)

Antiinflamasi

e)

Antiplasmodial

8.

Tujuan utama dilakukan analisis in silico pada bioaktivitas bahan alam adalah

a)

Memastikan mekanisme bioaktivitas senyawa uji

b)

Memprediksi bioaktivitas senyawa uji

c)

Memastikan target pengobatan paling valid

d)

Menambah jumlah subjek uji penelitian

e)

Melakukan pengamatan bioaktivitas pada organisme utuh

9.

Seorang peneliti melakukan pendekatan In silico dengan menggunakan beberapa aplikasi diantaranya adalah protox, avogadro, discovery studio, MVD dan DUDe. Berdasarkan amsing masing fungsinya, maka aplikasi yang digunakan untuk melakukan preparasi ligand adalah

a)

Discovery studio

b)

Protox

c)

MVD

d)

Avogadro

e)

DUDe

10.

Ahmad ingin mengetahui sifat kimia senyawa uji sehingga layak dikembangkan menjadi obat obatan. Aplikasi yang sesuai untuk mendukung pengamatan tersebut adalah

a)

LigPlot

b)

pKCSM

c)

Chemdraw

d)

ZINC

e)

SwissADME

11.

Seorang peneliti kimia bahan alam menguji senyawa tanaman X terhadap reseptor COX-2 untuk mengetahui potensinya sebagai sediaan antiinflamasi. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka reseptor COX-2 berfungsi sebagai

a)

Makromolekul

b)

Mikromolekul

c)

Ligand

d)

Katalis

e)

Degradan

12.

Suatu senyawa diketahui memiliki potensi aktivitas neuroinflamasi yang baik, namun senyawa tersebut memiliki tingkat toksisitas yang tinggi. Salah satu tahapan dalam pendekatan In silico yang mampu untuk mengatasi keadaan tersebut dengan merubah gugus fungsi senyawa adalah

a)

Virtual screening

b)

SAR analysis

c)

ADME model

d)

Compound design

e)

Leadlikeness analysis

13.

Aplikasi in silico dapat digunakan untuk melakukan prediksi aktivitas agonis maupun antagonis suatu senyawa uji yang juga dikenal dengan istilah aplikasi Pharmacophore-fit. Salah satu aplikasi pharmacophore-fit tersebut adalah

a)

Biovia Discovery Studio

b)

Molegro Virtual Docker

c)

Protox

d)

ZINC

e)

Chemspider

14.

Ahmad melakukan pengamatan senyawa apigenin dengan aktivitas antihipertensi. Senyawa pembanding yang digunakan oleh Ahmad adalah HCT dan pengamatan menggunakan design Ligand Based Drug Design. Pengamatan yang dilakukan oleh Ahmad, akan menitik beratkan pada 

a)

Energi bebas yang terbentuk

b)

Sisi katalitik protein

c)

Ikatan ligand-asam amino

d)

Kemiripan struktur ligand

e)

Perubahan makromolekul

15.

Hasil interpretasi pendekatan in silico menunjukkan bahwa senyawa X dapat berikatan dengan asam amino Leu343 dan Arg425. Apabila ditinjau lebih lanjut, proses interpretasi tersebut dalam pendekatan insilico masuk dalam tahapan

a)

Virtual screening 

b)

Ligand optimization

c)

Drug-target interaction analysis

d)

Macromolecule preparation

e)

Force field calculation

16.

Pendekatan secara In vitro menggunakan berbagai macam objek penelitian dan salah satunya adalah sub seluler mikroorganisme . Salah satu objek yang dimaksud adalah   

a)

Mitokondria

b)

Virus

c)

Bakteri

d)

Kalus

e)

Plasmodial

17.

Seorang peneliti melakukan penelitian menggunakan pendekatan in vitro dengan aktivitas antikanker dengan sel MCF-7. Sel tersebut dikembangkan dengan media RPMI serta dalam pengujiannya menggunakan ekstrak X sebagai kelompok uji dan doksorubisin sebagai kontrol positif. Pengamatan dilakukan terhadap morfologi serta ekpresi ER-α yang diamati secara kualitatif. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka yang berperan sebagai objek penelitian adalah   

a)

Media RPMI 

b)

Doksorubisin

c)

Sel MCF-7

d)

Ekstrak X

e)

Ekspresi ER-α

18.

Aisyah melakukan pengujian sitotoksisitas fraksi A terhadap sel hFOb menggunakan microplate reader. Hasilnya kemudian dilakukan perhitungan IC50 untuk mengetahui tingkat toksisitas fraksi A. Penelitian yang dilakukan oleh Aisyah tersebut bersifat

a)

Pre-laboratoris

b)

Semi kualitatif

c)

Kualitatif

d)

Semi Kuantitatif

e)

Kuantitatif

19.

Mus musculus menjadi salah satu subjek penelitian in vivo yang analisisnya dapat menggunakan pendekatan in vitro. M. musculus yang telah mendapatkan perlakuan, diambil jaringan kulitnya kemudian di kultur primer dalam cawan petri. Kultur dalam cawan petri kemudian ditambahkan kit tertentu serta diamati. Langkah kerja yang dilakukan oleh peneliti tersebut menggunakan metode

a)

ICC

b)

Western blotting

c)

IHC

d)

Southern blotting

e)

ELISA sandwich

20.

Perbedaan metode ICC dan IHC dalam penelitian in vitro terletak pada

a)

ICC menargetkan jaringan utuh

b)

IHC menggunakan cell line

c)

ICC hanya digunakan untuk pengamatan kualitatif

d)

IHC menargetkan beberapa sel

e)

ICC menggunakan kultur primer saja

21.

Salah satu instrumen yang digunakan untuk melakukan pengujian secara in vitro adalah mikroskop. Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dapat dikelompokkan menjadi mikroskop LASER dan salah satu contohnya adalah       

a)

CLSM

b)

SEM

c)

TEM

d)

Bright Field

e)

Inverted-Motorized

22.

Meja kerja dalam ruang steril memiliki spesifikasi tertentu untuk mencegah kontaminasi terhadap subjek uji maupun operatornya. Salah satu meja kerja dengan tingkat keamanan paling rendah adalah

a)

Bio safety Cabinet

b)

Laminar air flow

c)

Inkubator CO2

d)

Enkas

e)

Fume hood

23.

Berikut ini merupakan syarat utama agar obat bahan alam dapat diregistrasi di BPOM?

a)

Obat bahan alam lolos uji farmakologi dan uji toksisitas

b)

Obat bahan alam merupakan campuran bahan sintetis

c)

Obat bahan alam masih dalam tahap uji preklinis

d)

Obat bahan alam sedang diuji ke subjek manusia

e)

Obat bahan alam diujikan ke subjek hewan coba

24.

Pernyataan berikut ini yang benar terkait OHT adalah

a)

Sediaan obat dalam bentuk simplisia

b)

Sediaan obat berupa ekstrak dari bahan dan proses yang terstandarisasi

c)

Klaim khasiat dibuktikan secara uji praklinis

d)

Dosis sediaan obat yang diujikan merupakan dosis pada hewan coba

e)

Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris

25.

Berikut ini merupakan waktu yang diperlukan untuk pembuktian dari Jamu ke Obat Herbal Terstandar adalah

a)

1 bulan – 1 tahun

b)

3 – 5 tahun

c)

3 bulan – 5 tahun

d)

1 – 20 tahun

e)

5 – 30 tahun

26.

Berikut ini merupakan uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah

a)

Uji eksperimental in vitro

b)

Uji toksisitas post marketing surveillance

c)

Uji preklinis fase 1

d)

Uji preklinis fase 2

e)

Uji klinis fase 3

27.

Berikut ini merupakan uji farmasetika sediaan obat pada uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah

a)

Uji stabilitas zat aktif

b)

Uji hepatotoksik

c)

Uji teratogenic

d)

Uji toksikologi akut

e)

Uji absorpsi sediaan obat

28.

Skrining farmakologi yang dilakukan saat uji preklinik dari jamu menuju obat herbal terstandar adalah

a)

Uji ikatan reseptor - uji fungsi pada kultur sel - uji target organ primer

b)

Uji metabolisme CYP450 - uji target organ primer - uji fungsi pada kultur sel

c)

Uji ikatan reseptor - uji target organ primer - uji toksikologi akut

d)

Uji aktivitas enzim - uji target organ primer - uji toksikologi kronik

e)

Uji ikatan reseptor - uji target organ sekunder - uji fungsi pada kultur sel

29.

Berikut ini yang merupakan kultur sel primer yang dapat digunakan pada uji preklinis obat bahan alam adalah

a)

Sel endotel

b)

Umbrella cell

c)

Sel podosit

d)

Sel fibroblast

e)

Sel hepatosit

30.

Suatu prosedur uji yang dilakukan utnuk memperkirakan konsentrasi substansi aktif di dalam suatu material atau produk dikenal dengan istilah

a)

Bioassay

b)

Bioanalisa

c)

Bioinformatika

d)

Biografi

e)

Biologi

31.

Metode identifikasi awal untuk menentukan kemurnian senyawa yang ditemukan atau bahkan menentukan jumlah senyawa dari ekstrak kasar adalah

a)

Kromatografi gas

b)

Spektroskopi massa

c)

Density

d)

MB

e)

KLT

32.

Pscidal activity adalah

a)

Aktifitas racun terhadap ikan

b)

Aktifitas toksisitas terhadap mencit

c)

Aktifitas toksisitas terhaap tikus

d)

Aktifitas racun terhadap kelinci

e)

Aktifitas racun terhadap merpati

33.

Seorang mahasiswa farmasi akan melakukan pengujian aktifitas antimikroba dari fraksi tanaman kumis kucing secara in vitro. Maka metode yang sesuai utnuk dilakukan oleh mahasiswa tersebut adalah

a)

Zone of inhibition

b)

ELISA

c)

Spektrofotometri

d)

KLT

e)

Plestismometri

34.

Organisme yang sesuai yang dapat digunakan untuk menganalisa residu pestisida, polutan pada air sungai adalah

a)

Udang laut

b)

Kepiting

c)

Serangga

d)

Mencit

e)

Bakteri

35.

Di bawah ini adalah alasan artemia dapat digunakan sebagai media pengujian adalah

a)

Murah

b)

Mudah didapat

c)

Memiliki struktur DNA yang sama dengan mamalia

d)

Mudah handlingnya

e)

Perkembangbiakannya cepat

36.

Tingkat toksisitas suatu ekstrak dapat didapatkan dengan melihat harga berikut

a)

ZOI

b)

LD50

c)

AUC

d)

T ½

e)

Shelf life

37.

Untuk menjamin keamanan peggunaan produk bahan alam untuk keperluan terapi maka perlu dilakukan pengujian efek obat terhadap janin dari individu yang sedang hamil......

a)

Toksisitas Kronik

b)

Mutagenik

c)

Karsinogenik

d)

Teratogenik

e)

Toksisitas akut

38.

Untuk menghilangkan efek psikologis pasien kelompok pembanding pada uji klinik bahan alam yang berkasiat obat maka digunakan ……

a)

Placebo

b)

Kontrol negatif

c)

Kontrol positif

d)

Hewan coba

e)

Obat standart

39.

Pada skrining Farmakologi, untuk menjamin keamanan produk bahan alam seperti tanaman Faidherbia albida maka dalam penelitian jurnal tersebut dilakukan pengujian ....

a)

Toksisitas akut

b)

Mutagenik

c)

Teratogenik

d)

Karsinogenik

e)

Toksisitas kronik

40.

Uji klinik post marketing yang dilakukan terhadap produk obat tradisional tidak bertujuan untuk mengevaluasi .............

a)

Safety

b)

Efikasi

c)

Efek Samping

d)

Efektivitas

e)

Biaya

41.

Di bawah ini adalah fase-fase pengembangan obat klinis, fase dimaksud yang paling tepat adalah

a)

Fase 0: mulai pengembangan obat, uji keamanan, PK, metabolism in vitro pada hewan coba

b)

Fase 1: masih dicobakan pada hewan coba, menilai toleransi, keamanan, dan PK pada hewan coba

c)

Fase 2: menentukan regimen dosis untuk fase 4, menggunakan pasien sakit, dengan komplikasi dan kondisi tertentu sehingga bisa mempertimbangkan keamanan obat

d)

Fase 3: konfirmasi efficacy dan safety obat, mempertimbangkan efek keamanan jangka pendek, menggunakan pasien non sehat dengan komplikasi dan kondisi tertentu

e)

Fase 4: pre-launch, menggunakan pasien sakit

42.

Herba ”A” akan diluji efikasi atau khasiatnya sebagai analgetik, maka pertama kali harus dilakukan adalah uji ......

a)

Farmakologi tahap awal

b)

Farmakologi tahap lanjut

c)

Toksisitas akut

d)

Toksisitas sub akut

e)

Stabilitas

43.

Suatu herba ”T” telah digunakan secara empirik sebagai anti hiperlipidemik, maka uji keamanan yang harus dilakukan sehubungan dengan waktu penggunaanya adalah uji toksisitas ......

a)

Akut

b)

Sub akut

c)

Sub kronik

d)

Kronik

e)

Mutagenik

44.

Uji toksisitas bahan alam dapat dilakukan dengan meletakan bahan uji tersebut dalam air yang dihuni sejumlah binatang air hingga diperoleh harga ........

a)

LD-50

b)

LC-50

c)

IC-50

d)

MATC

e)

EC-50

45.

Hewan coba non rodent yang sering digunakan untuk uji aktifitas bahan alam karena memiliki kesamaan genetik dengan manusia adalah ……

a)

Anak udang

b)

Cacing

c)

Ikan zebra

d)

Lalat buah

e)

Nyamuk

46.

Pengujian tanaman obat tahap awal yang diprediksi memiliki efek sitotoksik atau anti cancer dapat menggunakan hewan coba …..

a)

Anak udang

b)

Lalat buah

c)

Ikan zebra

d)

Cacing

e)

Nyamuk

47.

Penggunaan ikan zebra sebagai hewan coba untuk pengujian aktifitas herbal memiliki kerugian…..

a)

Pemeliharaan relatif sulit

b)

A.    Susah dikembangbiakan

c)

Kekerabatan jauh dengan manusia

d)

Mahal

e)

Perlakuan terbatas

48.

Pengujian toksisitas herba dapat digunakan ikan zebra fase juvenile yang bertujuan untuk melihat keamananya pada masa ….

a)

Kehamilan

b)

Pertumbuhan

c)

Dewasa

d)

Lansia

e)

Embrio

49.

Pengujian keamanan herba yang digunakan jangka panjang maka dilakukan uji toksisitas berikut ini pada ikan zebra …..

a)

Akut

b)

Sub akut

c)

Sub kronik

d)

Kronik

e)

Khusus

50.

Aktifitas herba yang diduga memiliki aktifitas anti helminths dapat diuji menggunakan hewan coba berikut ini …….

a)

Ikan zebra

b)

Cacing

c)

Anak udang

d)

Mencit

e)

Lalat buah