wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS ganjil BIO MA-RU KELAS X 25

Total questions: 45

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Sapi, domba, kambing dan ayam termasuk ke dalam objek yang dipelajari dalam ilmu biologi, karena....

a)

Mahluk hidup yang dapat dibudidayakan

b)

Mahluk hidup yang dapat dikonsumsi

c)

Memiliki ciri mahluk hidup, seperti bernapas, bereproduksi, membutuhkan zat makanan, dll.

d)

Mahluk hidup yang dapat dijual

2.

Perburuan spesies harimau sumatra mengancam kelestarian spesies hewan tersebut. Permasalahan tersebut merupakan permasalahan pada tingkat...

a)

Bioma

b)

Ekosistem

c)

Komunitas

d)

Populasi

3.

Upaya yang dilakukan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya disebut...

a)

Evolusi

b)

Adaptasi

c)

Revolusi

d)

Sekresi

4.

Putra sedang mengelompokkan tumbuhan berdasarkan persamaan dan perbedaannya, untuk memudahkan Putra harus menguasai cabang ilmu...

a)

Entomologi

b)

Ornitologi

c)

Virologi

d)

Taksonomi

5.

Di desa X terjadi wabah penyakit pada ternak sapi, kerbau, dan hewan pemamah biak lainnya. Hewan ternak mereka mengalami infeksi pada mulut dan kaki yang disebabkan oleh virus Coxsachie, tidak mau makan sehingga hewan menjadi kurus dan sebagian ada yang mati. Wabah penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut perlu ditangani oleh para ahli di bidang ilmu …

a)

Bakteriologi

b)

Virologi

c)

Mikologi

d)

Parasitologi

e)

Zoologi

6.

Dalam biologi, tingkatan ruang lingkup yang dihuni oleh kumpulan beberapa populasi yang saling berinteraksi di suatu daerah dalam waktu tertentu dinamakan ...

a)

Organisme

b)

Bioma

c)

Ekosistem

d)

Komunitas

e)

Populasi

7.

Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya dipelajari dalam ilmu khusus yaitu … .

a)

bioteknologi

b)

zoologi

c)

botani

d)

ekologi

e)

bakteriologi

8.

Tingkatan organisasi kehidupan mulai dari yang terkecil sampai terbesar adalah....

a)

molekul-sel-jarigan-organ-individu-populasi-komunitas

b)

organ-individu-populasi-komunitas-ekosistem-bioma

c)

molekul-jaringan-organ-sistem organ-individu-populasi

d)

molekul- sel-jaringan-organ-sistem organ-individu-populasi

e)

individu-populasi-komunitas-ekosiste--biosfer-bioma

9.

Fenomena merebaknya keong emas yang semula diintroduksi sebagai binatang hias, tetapi berubah menjadi hama pertanian, merupakan masalah yang perlu ditangani dengan pendekatan biologis. Objek biologi tersebut diteliti dalam cabang ilmu dan tingkat organisasi biologi....

a)

taksonomi – populasi

b)

ekologi – biosfer

c)

evolusi – ekosistem

d)

ekologi – populasi

e)

evolusi – komunitas

10.

Terjadinya reaksi penolakan tubuh setelah transplantasi hati merpakan permasalahan yang memerlukan penanganan berdasarkan kajian biologis. Kajian tersebut dilakukan pada objek biologi dalam cabang ilmu dan tingkat organisasi....

a)

imunologi – organ

b)

teratologi – jaringan

c)

onkologi – sel

d)

histologi – jaringan

e)

anatomi – sel

11.

Teknologi kultur jaringan diterapkan dalam memenuhi kebutuhan tanaman pertanian yang bermanfaat untuk....

a)

menciptakan tanaman yang tahan terhadap hama dan penyakit

b)

membentuk tanaman yang produktivitasnya tinggi

c)

menghasilkan bibit unggul dalam jumlah banyak dengan sifat yang bervariasi

d)

menghasilkan bibit tanaman dalam jumlah banyak dengan sifat seragam

e)

menciptakan tanaman transgenik dengan sifat yang berbeda dari induknya

12.

Apa sebenarnya BIOLOGI itu ?

a)

ilmu yang mempelajari tentang sains

b)

ilmu yang mempelajari tentang kehidupan

c)

ilmu yang mempelajari tentang alam semesta

d)

imu yang mempelajari tentang bumi

13.

Cabang ilmu biologi yang mempelajari struktur tubuh makhluk hidup adalah ....

a)

anestesi

b)

bakteriologi

c)

ekologi

d)

anatomi

14.

Untuk melakukan penelitian tentang Covid-19, cabang ilmu biologi yang tepat adalah ....

a)

mikrobiologi

b)

virologi

c)

patologi

d)

tetralogi

15.

Cabang ilmu biologi yang mempelajari asal usul makhluk hidup dan berbagai perubahan yang terjadi secara perlahan-lahan di bumi adalah ....

a)

entomologi

b)

etologi

c)

embriologi

d)

evolusi

16.

Kelompok organisme yang dikelompokan secara sistematis membuat manusia mudah memahami kompleksitas yang ada di alam. Berikut, manakah kegunaan yang paling tepat dalam pengelompokan makhluk hidup?....

a)

Mengetahui asal penciptaan makhluk hidup.

b)

Menghubungkan bentuk morfologi dengan tingkah lakunya.

c)

Melihat kekerabatan antar makhluk hidup.

d)

Membagi makhluk hidup menurut kegunaannya bagi manusia.

e)

Memudahkan pembuatan katalog di museum yang berkaitan dengan makhluk hidup

17.

Berikut ini yang tidak termasuk tujuan klasifikasi makhluk hidup yang dilakukan oleh para ahli Biologi yaitu ....

a)

Mengetahui evolusi pada makhluk hidup

b)

Memberikan nama ilmiah pada makhluk hidup

c)

Mengetahui hubungan kekerabatan antar-makhluk hidup

d)

Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan cirri-cirinya

e)

Membedakan setiap jenis makhluk hidup agar mudah dikenali

18.

Si amang dikelompokkan sama dengan orang utan dan gorilla, yaitu pada tingkat ordo primate. Hal ini disebabkan karena siamang, orang utan, dan gorilla memiliki kekerabatan yang sangat dekat. Pengklasifikasian makhluk hidup seperti disebutkan diatas termasuk sistem…..

a)

Buatan

b)

Artificial

c)

Filogenetik

d)

Alamiah

e)

Binomial nomenclature

19.

Sistem klasifikasi sederhana dapat dibuat berdasarkan manfaat, sebagai contoh, tumbuhan kuping gajah, Agleonema, melati dan mawar dapat diklasifikasikan ke dalam kelompok….

a)

Tanaman sayur

b)

Tanaman buah

c)

Tanaman hias

d)

Tanaman makanan pokok

e)

Tanaman obat

20.

Perhatikan beberapa hewan berikut!

1. Gorilla

2. Kuda

3. Kambing

4. Orang utan

5. Keledai

6. Simpanse

Berdasarkan sistem filogenetik, hewan-hewan yang memiliki hubungan kekerabatan yang paling dekat adalah….

a)

4, 5, dan 6

b)

1, 4, dan 6

c)

1, 2, dan 5

d)

2, 3, dan 4

e)

3, 4, dan 6

21.

Cara penulisan nama tumbuhan jahe menurut prinsip binomial nomenklatur yang benar adalah ....

a)

Zingiber Offisinale

b)

zingiber Offisinale

c)

zingiber offisinale

d)

Zingiberoffisinale

e)

Zingiber offisinale

22.

Cara penulisan nama tumbuhan jagung menurut prinsip binomial nomenklatur yang benar adalah ....

a)

ZEA MAYS

b)

Zea Mays

c)

zea Mays

d)

Zea mays

e)

zea mays

23.

Dalam sistem tata nama ganda Linneus, terdapat aturan-aturan untuk memberi nama suatu spesies. Berikut adalah aturan-aturan tersebut, kecuali . . .

a)

Kata pertama didahului huruf besar.

b)

Kata kedua adalah nama spesies dengan huruf kecil.

c)

Nama spesies digaris bawahi atau dicetak miring.

d)

Selalu diambil dari bahasa latin.

e)

kata pertama menunjuk genus

24.

Beberapa cara penulisan ilmiah :

1. Terdiri dari 2 kata bahasa latin atau yang dilatinkan.

2. Kata pertama dimulai dengan huruf besar, kata kedua dimulai dengan huruf kecil.

3. Penulisan kata pertama dengan kata kedua disambung.

4. Penulisan kata pertama dengan kata kedua tidak disambung.

5. Ditulis dengan cetak miring atau digarisbawahi secara terputus.

6. Nama penemunya tidak boleh dicantumkan.

Cara penulisan binomial nomenclatur yang benar adalah …

a)

1-2-3-5

b)

1-2-3-6

c)

1-2-4-5

d)

2-3-5-6

e)

2-4-5-6

25.

Berikut adalah klasifikasi dari singa afrika:

Animalia, Kordata, Vertebrata, Mamalia, Karnivora, Felidae, Felis, Felis leo. Yang manakah dari nama-nama taksa tersebut yang merupakan kelas, filum dan ordo berturut-turut? ….

a)

Mamalia, Kordata, Karnivora.

b)

Vertebrata, Animalia, Felidae.

c)

Felidae, Kordata, Felis.

d)

Felidae, Animalia, felis.

e)

Vertebrata, Kanivora, Felidae.

26.

Urutan takson tumbuhan dari kelompok terbesar ke kelompok terkecil adalah ....

a)

kingdom-filum-bangsa-kelas-suku-marga-jenis

b)

kingdom-filum-kelas-bangsa-suku-marga-jenis

c)

kingdom-divisio-kelas-bangsa-suku-marga-jenis

d)

kingdom-divisio-bangsa-kelas-suku-marga-jenis

e)

kingdom-kelas-divisio-bangsa-suku-marga-jenis

27.

Dalam klasifikasi jeruk bali (Citrus maxima), jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk keprok (Citrus nobilis), termasuk dalam satu kelompok yaitu pada tingkat…

a)

kelas

b)

ordo

c)

famili

d)

genus

e)

Spesies

28.

Ciri utama yang membagi dua mahluk hidup menjadi prokariotik dan eukariotik adalah keberadaan . . .

a)

Organel sel

b)

Membran sel

c)

Dinding sel

d)

Inti sel

e)

Membran inti sel

29.

Dalam sistem 5 kingdom whittaker, kingdom plantae mempunyai ciri: Autotrofik, Eukariotik dan . . .

a)

Multiseluler

b)

Motil.

c)

Dapat Multiseluler atau uniseluler.

d)

Reproduksi Seksual.

e)

Reproduksi Spora.

30.

Sitem Klasifikasi Whittaker adalah sistem yang terbaik yang kita punya untuk mengklasifikasikan kompleksitas jenis mahluk hidup. Terkadang ada suatu kelompok yang dapat masuk ke dalam dua kelompok secara bersamaan. Contohnya adalah kelompok Cyanophyta yang dapat digolongkan ke dalam dua kingdom yaitu . .

a)

Animalia dan Plantae.

b)

Fungi dan Monera.

c)

Monera dan Protista.

d)

Plantae dan Monera.

e)

Protista dan Fungi.

31.

Jenis makhluk hidup yang menyerupai tumbuhan dan hewan, tetapi bukan tumbuhan dan bukan hewan disebut ....

a)

Monera

b)

Plantae

c)

Fungi

d)

Animalia

e)

Protista

32.

Alasan tidak dimasukkannya jamur ke dalam kingdom plantae adalah tiadanya klorofil di dalam sel-selnya. Jamur mempunyai kingdom sendiri yaitu fungi. Sedangkan yang membedakannya dengan kingdom Animalia, walau keduanya tidak berklorofil adalah . . .

a)

Jamur bersifat uniseluler.

b)

Jamur mempunyai membran inti.

c)

Jamur mempunyai pencernaan internal.

d)

Jamur mempunyai pencernaan eksternal.

e)

Jamur bersifat sesil.

33.

Roni sedang mengamati mikroorganisme yang diambil dari air kotor. Hasil identifikasi melalui mikroskop diperoleh ciri-ciri sebagai berikut :

(1) Bersel satu

(2) Bergerak bebas

(3) Solitary

(4) Membran inti tampak jelas

(5) Sitoplasma jernih tanpa warna

(6) Tidak tampak dinding selulosa

Mikroorganisme yang diamati termasuk kelompok …

a)

Bakteri

b)

Protista mirip hewan

c)

Protista mirip jamur

d)

Protista mirip tumbuhan

e)

Tidak dapat diidentifikasi

34.

Berikut ini ciri-ciri makhluk hidup:

1. Memiliki membran inti

2. Tubuh terdiri atas banyak sel

3. Tidak dapat berfotosintesis

4. Hidup saprofi dan parasit pada inangnya

Berdasarkan ciri-ciri yang tampak, organisme tersebut dapat dikelompokkan ke dalam kingdom….

a)

Monera

b)

Protista

c)

Fungi

d)

Plantae

e)

Animalia

35.

Berikut ini ciri-ciri makhluk hidup:

1. Memiliki membran inti

2. Tubuh terdiri atas satu sel

3. dapat berfotosintesis

4. Hidup di perairan

Berdasarkan ciri-ciri yang tampak, organisme tersebut dapat dikelompokkan ke dalam kingdom….

a)

Monera

b)

Protista

c)

Fungi

d)

Plantae

e)

Animalia

36.

Bacalah artikel berikut ini dengan seksama

KONDISI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA MEMBURUK

Jakarta (Greeners) – Kondisi keanekaragaman hayati Indonesia tengah terancam. Maraknya perdagangan satwa ilegal, pencurian keanekaragaman hayati maupun sumber daya genetik serta lemahnya perlindungan hukum menjadi penyebab semakin berkurangnya jumlah keanekaragaman hayati Indonesia.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati M.S. Sembiring kepada Greeners mengatakan, pada kenyataannya jumlah keanekaragaman hayati Indonesia terus berkurang terutama beberapa spesies kunci yang dimiliki oleh Indonesia. Ia mengkhawatirkan beberapa spesies kunci tersebut bisa terancam punah jika tidak benar-benar diperhatikan dan dilindungi.

Kondisi semakin menurunya jumlah keanekaragaman hayati di Indonesia, dikatakan oleh Sembiring, adalah dampak dari kombinasi antara tidak adanya aturan hukum yang kuat serta lemahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengetahui dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada.

Apapun yang akan dilakukan dalam rangka menjaga dan melindungi Keanekaragaman hayati, katanya, semestinya diiringi oleh kekuatan hukum yang jelas dan kuat. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem harus segera rampung agar perlindungan terhadap keanekaragaman hayati Indonesia menjadi jelas.

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup pada tahun 2013, Indonesia memiliki luas wilayah 1,3 % dari luas permukaan bumi dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (mega biodiversity), yaitu sekitar 17 % dari keseluruhan jenis makhluk hidup yang ada di bumi ini. Di dalamnya tersimpan lebih dari 28.000 jenis tumbuh-tumbuhan, diantaranya terdapat 400 jenis buah-buahan asli Indonesia yang dapat dimakan dan bermanfaat. Indonesia memiliki 7.500 jenis tanaman obat yang mana 10 % dari jumlah tumbuhan obat yang ada di dunia.

Data dari LIPI tahun 2011 juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 6.000 jenis tanaman bunga, baik yang liar maupun yang dipelihara. Indonesia juga memiliki 707 jenis mamalia, 1.602 jenis burung, 1.112 jenis amfibi dan reptil, 2.800 jenis invertebrata, 35 jenis primata dan 120 jenis kupu-kupu. Selain itu data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat bahwa di perairan Indonesia terdapat 1.400 jenis ikan dan 450 jenis terumbu karang dari 700 jenis terumbu karang yang ada di dunia.

(https://www.greeners.co/berita/kondisi-keanekaragaman-hayati-indonesia-memburuk/)

Berdasarkan bacaan tersebut, penyebab utama berkurangnya jumlah keanekaragaman hayati di Indonesia adalah….

a)

Lemahnya perlindungan hukum

b)

Maraknya perdagangan satwa ilegal

c)

Tidak adanya aturan hukum yang kuat

d)

Pencurian keanekaragaman hayati dan sumber daya genetik

e)

Kurangnya perhatian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati

37.

Bacalah artikel berikut ini dengan seksama

KONDISI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA MEMBURUK

Jakarta (Greeners) – Kondisi keanekaragaman hayati Indonesia tengah terancam. Maraknya perdagangan satwa ilegal, pencurian keanekaragaman hayati maupun sumber daya genetik serta lemahnya perlindungan hukum menjadi penyebab semakin berkurangnya jumlah keanekaragaman hayati Indonesia.

Direktur Eksekutif Yayasan Kehati M.S. Sembiring kepada Greeners mengatakan, pada kenyataannya jumlah keanekaragaman hayati Indonesia terus berkurang terutama beberapa spesies kunci yang dimiliki oleh Indonesia. Ia mengkhawatirkan beberapa spesies kunci tersebut bisa terancam punah jika tidak benar-benar diperhatikan dan dilindungi.

Kondisi semakin menurunya jumlah keanekaragaman hayati di Indonesia, dikatakan oleh Sembiring, adalah dampak dari kombinasi antara tidak adanya aturan hukum yang kuat serta lemahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengetahui dan melindungi keanekaragaman hayati yang ada.

Apapun yang akan dilakukan dalam rangka menjaga dan melindungi Keanekaragaman hayati, katanya, semestinya diiringi oleh kekuatan hukum yang jelas dan kuat. Menurutnya, revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem harus segera rampung agar perlindungan terhadap keanekaragaman hayati Indonesia menjadi jelas.

Berdasarkan data dari Kementrian Lingkungan Hidup pada tahun 2013, Indonesia memiliki luas wilayah 1,3 % dari luas permukaan bumi dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (mega biodiversity), yaitu sekitar 17 % dari keseluruhan jenis makhluk hidup yang ada di bumi ini. Di dalamnya tersimpan lebih dari 28.000 jenis tumbuh-tumbuhan, diantaranya terdapat 400 jenis buah-buahan asli Indonesia yang dapat dimakan dan bermanfaat. Indonesia memiliki 7.500 jenis tanaman obat yang mana 10 % dari jumlah tumbuhan obat yang ada di dunia.

Data dari LIPI tahun 2011 juga menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 6.000 jenis tanaman bunga, baik yang liar maupun yang dipelihara. Indonesia juga memiliki 707 jenis mamalia, 1.602 jenis burung, 1.112 jenis amfibi dan reptil, 2.800 jenis invertebrata, 35 jenis primata dan 120 jenis kupu-kupu. Selain itu data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat bahwa di perairan Indonesia terdapat 1.400 jenis ikan dan 450 jenis terumbu karang dari 700 jenis terumbu karang yang ada di dunia.

(https://www.greeners.co/berita/kondisi-keanekaragaman-hayati-indonesia-memburuk/)

  Berdasarkan bacaan tersebut, dampak dari kepunahan keanekaragaman hayati Indonesia karena ….

a)

Maraknya perdagangan satwa ilegal,

b)

Bekurangnya beberapa spesies kunci

c)

Pencurian keanekaragaman hayati maupun sumber daya genetic,

d)

Lemahnya perlindungan hukum terhadap keanekaragaman hayati Indonesia

e)

Kurangngya kesasadaran masyarakat untuk melindungi keanekaragaman hayati

38.

Pinus, pakis haji, melinjo dan tumbuhan ginkgo dipisahkan dari Angiospermae dengan alasan ….

a)

Tidak menghasilkan biji

b)

Tidak memiliki berkas pengangkut

c)

Biji tidak dibungkus oleh bakal buah

d)

Tidak memiliki akar, batang dan daun sejati

e)

Menghasilkan spora untuk perkembangbiakan

39.

Bunga rafflesia ditetapkan menjadi bunga nasional Indonesia, dan dijuluki puspa langka tersebut menjadi ikon bunga Indonesia di dunia internasional. Namun, meski sudah lama menjadi ikon, masih banyak yang menyebut bunga rafflesia arnoldi sebagai nama latin dari bunga bangkai. Salah penafsiran ini banyak terjadi di kalangan wisatawan lokal dibanding wisatawan asing.

"Pengunjung lokal dari tahun ke tahun masih saja banyak yang menyamakan bunga bangkai dengan bunga rafflesia. Kedua bunga memang mengeluarkan bau busuk pengundang serangga. Namun, dari bentuk, sifat biologis, dan siklus hidup, keduanya berbeda jauh.  Jika bunga rafflesia memiliki nama latin Rafflesia. Indonesia punya beberapa jenis yang ditemukan di Sumatera, yaitu Rafflesia arnoldii, Rafflesia gadutensis, Rafflesia hasselti dan Rafflesia bengkuluensis. Sedangkan bunga bangkai, memiliki nama latin Amorphophallus dan ragam jenisnya banyak. Indonesia memiliki jenis yang paling terkenal ialah Amorphophallus titanum, selain itu ada Amorphophallus gigas, Amorphophallus moeleri, dan Amorphophallus variabilis. Bunga bangkai adalah bunga raksasa yang memiliki tonggol (spadix), atau bagian menjulang tinggi ke atas. Bagian pelindungnya yang mekar disebut braktea. Sedangkan bunga rafflesia, merupakan bunga raksasa yang tidak menjulang tinggi, melainkan melebar ke samping. Memiliki lubang besar di tengah dan kelopaknya yang indah berwarna merah bata.

Bunga rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae. Tumbuhan ini hidup menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yakni Tetrastigma, sejenis tumbuhan pemanjat dari keluarga anggur-angguran. Sedangkan Amorpophallus atau bunga bangkai berasal dari keluarga talas-talasan. "Meskipun sama-sama mengeluarkan bau bangkai, bunga raflesia adalah parasit, yang hanya bisa hidup bergantung dari pohon inangnya. Sementara itu, bunga bangkai memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri. Bunga rafflesia memiliki diameter bervariasi, tergantung jenis. Diameter rafflesia patma 35-40 sentimeter, sedangkan rafflesia arnoldi diameternya bisa 1 meter. Sedangkan Amorphophallus tingginya bisa mencapai 2,5 meter, dengan lebar 1,5 meter saat mekar.

(http://lipi.go.id/lipimedia/6-perbedaan-harus-diketahui-antara-bunga-bangkai-dan-rafflesia/19787)

Berdasarkan infomasi tersebut, yang menjadi penyebab masyarakat lokal belum bisa membedakan bunga bangkai dan Rafllesia arnoldi  adalah ….

a)

Karena memiliki ciri dan karakteristik yang sama

b)

Karena sama-sama mengeluarkan bau busuk dan ukuran yang besar

c)

Karena dari segi nama latin, antara bunga bangkai dan rafflesia arnoldi memiliki kesamaan

d)

Karena bunga bangkai dan rafflesia arnoldi memiliki bentuk, sifat biologis, dan siklus hidup yang sama

e)

Karena bunga bangkai dan rafflesia arnoldi, memiliki umbi, batang, hingga akar sendiri sehingga bisa mencari makan sendiri

40.

Sekelompok siswa sedang melakukan determinasi sederhana beberapa jenis tumbuhan di sekitar halaman sekolah.

1)    Karet hias (Ficus elastica)

2)    Bunga sepatu (Hibiscus rosasinensis)

3)    Rumput gajah (Axonopus compressus)

4)    Pohon manga  (Mangifera Indica)

5)    Bambu kuning (Bambusa vulgaris)

6)    Palem botol (Mascarena lagenicaulis)

Berdasarkan ciri-ciri morfologi yang diamati dari tanaman tersebut, tanaman yang termasuk ke dalam tanaman monokotil yaitu ….

a)

1), 2), dan 3)

b)

2), 3), dan 4)

c)

3), 4), dan 5)

d)

3), 4), dan 6)

e)

3), 5), dan 6)

41.

Bacalah artikel berikut dengan seksama (untuk soal 5 dan 6 )

Indonesia Surga Keanekaragaman Hayati

Indonesia di tahun 2014 memiliki jumlah jenis burung sebanyak 1.666 spesies burung dengan variasi antar populasi yang dapat diidentifikasi sebagai anak spesies sebanyak lebih dari 3.000 sub spesies. Sementara, jumlah jenis burung yang ada di dunia sekitar 10.425 jenis. Dari jumlah tersebut, kekhasan evolusi morfologi dan genetika di wilayah kepulauan di Indonesia memunculkan spesies‐spesies burung endemik. Data tersebut termasuk burung-burung yang baru dijumpai di Indonesia dalam rentang waktu 14 tahun terakhir (2000‐2014), telah ditemukan 4 spesies burung baru yang menyandang status endemik, yaitu Melipotes carolae Behleer et al. 2007, Zosterops somadikartai Indrawan et al. 2008, Otus jolandae Sangster et al. 2013 dan Tyto almae Jonsson et al. 2013. Semuanya dideskripsi oleh peneliti Indonesia dengan kerja sama dengan peneliti asing, kecuali Otus jolandae karena merupakan re‐deskripsi dari spesimen lama yang tersimpan di Inggris.

Keanekaragaman ekosistem yang terbentang dari Indonesia bagian timur hingga barat, di laut dan di darat serta pada setiap pulau telah menyakinkan kita bahwa Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman spesies dan genetik. Hingga saat ini, keanekaragaman species flora telah tercatat ada algae 1500 spesies algae, tumbuhan berspora yaitu yang berupa 80.000 spesies jamur, 595 spesies lumut, 2.197 spesies paku‐pakuan, 30.000, dan 40.000 spesies tumbuhan berbiji. Kekayaan spesies flora Indonesia merupakan 15.5 persen dari total jumlah flora di dunia.

Indonesia memang dinobatkan sebagai negara megabiodiversity. Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia setelah Brazil dan Kongo. Hal ini disebabkan karena bentang alam Indonesia yang terdiri atas belasan ribu pulau yang diapit oleh 2 benua yaitu Asia dan Australia yang masing-masing memiliki kekhasan spesies. Selain itu Indonesia juga dikelilingi oleh 2 samudera besar yaitu Samudera Hinda dan Samudera Pacific, yang membuat kekayaan hayati laut Indonesia sangat melimpah. Indonesia memiliki endemisitas spesies fauna yang sangat tinggi bahkan untuk beberapa kelompok seperti burung, mamalia dan reptile memiliki endemisitas tertinggi di dunia. Spesies fauna endemik Indonesia antara lain 270 spesies mamalia, 386 spesies burung, 328 spesies reptile, 204 spesies amphibia, 280 spesies ikan.

(http://lipi.go.id/berita/single/Catatan-Akhir-Tahun-Indonesia-Masih-Menjadi-Surga-Penemuan-Spesies-Baru/11900)

Berikut ini, grafik yang mengambarkan Informasi pada artikel tersebut adalah ….

a)

b)

c)
d)

e)

42.

Bacalah artikel berikut dengan seksama

Serangga dan Lingkungan

Prof Ir Rudy C Tarumingkeng, PhD

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

Kurang lebih 1 juta spesies serangga telah dideskripsi (dikenal dalam ilmu pengetahuan), dan hal ini merupakan  petunjuk bahwa serangga merupakan mahluk hidup yang mendominasi bumi. Diperkirakan, masih ada sekitar 10 juta spesies serangga yang belum dideskripsi. Peranan serangga sangat besar dalam menguraikan bahan-bahan tanaman dan binatang dalam rantai makanan ekosistem dan sebagai bahan makanan mahluk hidup lain. Serangga memiliki kemampuan luar biasa dalam beradaptasi dengan keadaan lingkungan yang ekstrem, seperti di padang pasir dan  Antarktika.

Walaupun ukuran badan serangga relatif kecil dibandingkan dengan vertebrata, kuantitasnya yang demikian besar menyebabkan serangga sangat berperan dalam biodiversity (keanekaragaman bentuk hidup) dan dalam siklus energi dalam suatu habitat. Ukuran tubuh serangga bervariasi dari mikroskopis (seperti Thysanoptera, berbagai macam kutu dll.) sampai yang besar seperti walang kayu, kupu-kupu gajah dsb. Dalam suatu habitat di hutan hujan tropika diperkirakan, dengan hanya memperhitungkan serangga sosial (jenis-jenis semut, lebah dan rayap), peranannya dalam siklus energi adalah 4 kali peranan jenis-jenis vertebrata.

Satu-satunya ekosistem di mana serangga tidak lazim ditemukan adalah di samudera. Serangga juga memiliki keanekaragaman luar biasa dalam ukuran, bentuk dan perilaku. Kesuksesan eksistensi kehidupan serangga di bumi ini diduga berkaitan erat dengan rangka luar (eksoskeleton) yang dimilikinya, yaitu kulitnya yang juga merangkap sebagai rangka penunjang tubuhnya, dan ukurannya yang relatif kecil serta kemampuan terbang sebagian besar jenis serangga. 

Ukuran badannya yang relatif kecil menyebabkan kebutuhan makannya juga relatif sedikit dan lebih mudah memperoleh perlindungan terhadap serangan musuhnya. Serangga juga memiliki kemampuan bereproduksi lebih besar dalam waktu singkat, dan keragaman genetik yang lebih besar. Dengan kemampuannya untuk beradaptasi, menyebabkan banyak jenis serangga merupakan hama tanaman budidaya, yang mampu dengan cepat mengembangkan sifat resistensi terhadap insektisida.

Beberapa jenis serangga juga berguna bagi kehidupan manusia seperti lebah madu, ulat sutera, kutu lak, serangga penyerbuk, musuh alami hama atau serangga perusak tanaman, pemakan detritus dan sampah, dan bahkan sebagai makanan bagi mahluk lain, termasuk manusia. Tetapi sehari-hari kita mengenal serangga dari aspek merugikan kehidupan manusia karena banyak di antaranya menjadi hama perusak dan pemakan tanaman pertanian dan menjadi pembawa (vektor) bagi berbagai penyakit seperti malaria dan demam berdarah. Walaupun demikian sebenarnya serangga perusak hanya kurang dari 1 persen dari semua jenis serangga. Dengan mengenal serangga terutama biologi dan perilakunya maka diharapkan akan efisien manusia mengendalikan kehidupan serangga yang merugikan ini.

Keanekaragaman yang tinggi dalam sifat-sifat morfologi, fisiologi dan perilaku adaptasi dalam lingkungannya, dan demilkian banyaknya jenis serangga yang terdapat di muka bumi, menyebabkan  banyak kajian ilmu pengetahuan, baik yang murni maupun terapan, menggunakan serangga sebagai model. Kajian dinamika populasi misalnya, bertumpu pada perkembangan populasi serangga. Demikian pula, pola, kajian ekologi, ekosistem dan habitat mengambil serangga sebagai model untuk mengembangkannya ke spesies-spesies lain dan dalam skala yang lebih besar.

.

Pada gambar Kiri:  Hippodamia glacialis,  predator dari aphid (J.Ogrodnick)
Tengah: Cotesia congregata,  parasitoid pada ulat (K.Kester)
Kanan: Larva  Sphenoptera jugoslavica   pada akar tanaman knapweed  (R.Richard).

(Sumber:  http://www.nysaes.cornell.edu/ent/biocontrol/info/primer.html ).  

 

Berdasarkan bacaan tersebut, peranan serangga atau hewan dalam menjaga kestabilan ekosistem adalah ….

a)

Menghasilkan oksigen melalui proses pernapasan

b)

Membantu penyerbukan dan penyebaran biji

c)

Membantu dalam proses fotosintesis

d)

Menjaga keberlanjutan ekosistem

e)

Mempercepat siklus air

43.

Pemanasana global atau dikenal sebagai global warming merupakan suatu proses yang ditandai dengan naiknya suhu atmosfer , laut, dan daratan. Tumbuhan memiliki peranan penting untuk mengurangi terjadinya pemanasan global karena ….

a)

Menghasilkan gas rumas kaca

b)

Mengurangi tingkat deforestasi

c)

Meningkatkan penggunaan bahan bakar fosil

d)

Menyerap karbondioksida melalui fotosintesis

e)

Meningkatkan penggunaan plastik sekali pakai

44.

Perhatikan gambar disamping.

Berdasarkan ada tidaknya bunga, ketiga tumbuhan di atas digolongkan dalam kelompok ….

a)

Pteridophyta

b)

Hepaticopsida

c)

Dicotyledoneae

d)

Gymnospermae

e)

Monocotyledoneae

45.

Indonesia Surga Keanekaragaman Hayati

Indonesia di tahun 2014 memiliki jumlah jenis burung sebanyak 1.666 spesies burung dengan variasi antar populasi yang dapat diidentifikasi sebagai anak spesies sebanyak lebih dari 3.000 sub spesies. Sementara, jumlah jenis burung yang ada di dunia sekitar 10.425 jenis. Dari jumlah tersebut, kekhasan evolusi morfologi dan genetika di wilayah kepulauan di Indonesia memunculkan spesies‐spesies burung endemik. Data tersebut termasuk burung-burung yang baru dijumpai di Indonesia dalam rentang waktu 14 tahun terakhir (2000‐2014), telah ditemukan 4 spesies burung baru yang menyandang status endemik, yaitu Melipotes carolae Behleer et al. 2007, Zosterops somadikartai Indrawan et al. 2008, Otus jolandae Sangster et al. 2013 dan Tyto almae Jonsson et al. 2013. Semuanya dideskripsi oleh peneliti Indonesia dengan kerja sama dengan peneliti asing, kecuali Otus jolandae karena merupakan re‐deskripsi dari spesimen lama yang tersimpan di Inggris.

Keanekaragaman ekosistem yang terbentang dari Indonesia bagian timur hingga barat, di laut dan di darat serta pada setiap pulau telah menyakinkan kita bahwa Indonesia sangat kaya akan keanekaragaman spesies dan genetik. Hingga saat ini, keanekaragaman species flora telah tercatat ada algae 1500 spesies algae, tumbuhan berspora yaitu yang berupa 80.000 spesies jamur, 595 spesies lumut, 2.197 spesies paku‐pakuan, 30.000, dan 40.000 spesies tumbuhan berbiji. Kekayaan spesies flora Indonesia merupakan 15.5 persen dari total jumlah flora di dunia.

Indonesia memang dinobatkan sebagai negara megabiodiversity. Keanekaragaman hayati Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia setelah Brazil dan Kongo. Hal ini disebabkan karena bentang alam Indonesia yang terdiri atas belasan ribu pulau yang diapit oleh 2 benua yaitu Asia dan Australia yang masing-masing memiliki kekhasan spesies. Selain itu Indonesia juga dikelilingi oleh 2 samudera besar yaitu Samudera Hinda dan Samudera Pacific, yang membuat kekayaan hayati laut Indonesia sangat melimpah. Indonesia memiliki endemisitas spesies fauna yang sangat tinggi bahkan untuk beberapa kelompok seperti burung, mamalia dan reptile memiliki endemisitas tertinggi di dunia. Spesies fauna endemik Indonesia antara lain 270 spesies mamalia, 386 spesies burung, 328 spesies reptile, 204 spesies amphibia, 280 spesies ikan.

(http://lipi.go.id/berita/single/Catatan-Akhir-Tahun-Indonesia-Masih-Menjadi-Surga-Penemuan-Spesies-Baru/11900

Kesimpulan yang tepat penyebab tingginya endemisitas flora, fauna dan mikroba laut di Indonesia  adalah  …..

a)

Kerja sama peneliti Indonesia dengan peneliti asing dalam mendeskripsikan spesies baru

b)

Karena kekayaan flora Indonesia menempati posisi terbesar ke 3 di dunia

c)

Karena Jumlah jenis burung yang mencapai 1.666 spesies,

d)

Keanekaragaman spesies di Indonesia melimpah

e)

Keunikan geologi Indonesia