WorksheetsPUISI
Total questions: 30
Worksheet time: 2hrs 22mins
Perhatikan penggalan puisi berikut:
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana ...
Dari penggalan puisi tersebut terdapat gaya bahasa:
Hiperbola
Metafora
Litotes
Ironi
Asosiasi
Puisi untuk Guru
Karya Muhammad Yanuar
Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa
Dari segala gelap dunia
Engkau adalah setetes embun
Yang menyejukkan hati
Hati yang ditikam kebodohan
Sungguh mulia tugasmu guru
Tugas yang sangat besar
Guru engkau adalah pahlawanku
Yang tidak mengharapkan balasan
Segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengna ikhlas
Guru jasamu takkan kulupa
Guru ingin kuucapkan
Terima kasih atas jasamu
Puisi pada kutipan itu termasuk ke dalam jenis puisi Ode. Puisi tersebut termasuk ke dalam jenis puisi baru. Pengertian dari puisi Ode adalah:
Puisi tentang kesedihan
Puisi tentang kegembiraan
Puisi yang ditujukan khusus untuk guru
Puisi yang berisikan sanjungan untuk orang berjasa
Puisi tentang nasihat guru
Berikut adalah ciri-ciri puisi lama, kecuali:
Jumlah baitnya ditentukan
Terikat aturan perimaan
Pilihan katanya tak terbatas
Pilihan katanya terbatas
Biasanya pengarangnya tidak dikenal
Perhatikan puisi berikut:
Aku Ingin
Oleh: Sapardi Djoko Damono
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kutipan puisi itu memiliki pengimajiuan tentang:
Seseorang jatuh cinta namun tak sempat mengutarakannya
Seseorang putus cinta karena hujan
Seseorang putus cinta karena tak direstui
Seseorang jatuh cinta kepada api
Seseorang jatuh cinta lalu putus cinta
Rasa Cintaku
Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku
Engkau usngguh membuatk utak mengerti
Rasalnya hatiku jadi tak menentu
Untukku kau sangat berharga
Lihatlah diriku ini yang yang berjuang untuk cintamu
Aku sangat mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini
Aku disini kan selalu setia menantimu
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu
Rasa yang dialami penulis dalam ungkapan puisi tersebut adalah ...
Gembira
Galau
Bimbang
Marah
Heran
Rasa Cintaku
Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku
Engkau usngguh membuatk utak mengerti
Rasalnya hatiku jadi tak menentu
Untukku kau sangat berharga
Lihatlah diriku ini yang yang berjuang untuk cintamu
Aku sangat mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini
Aku disini kan selalu setia menantimu
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu
Maksud puisi tersebut adalah ...
Cinta bertepuk sebelah tangan
Cinta tanpa restu orang tua
Rasa cinta yang dalam
Penantian yang tertunda
Cinta yang sempurna
Rasa Cintaku
Kau tiba-tiba hadir dan isi hatiku yang kosong
Hanya kau yang ada dipikiranku sekarang
Aku tak tau bagaimana caramu mengisi hatiku
Engkau usngguh membuatk utak mengerti
Rasalnya hatiku jadi tak menentu
Untukku kau sangat berharga
Lihatlah diriku ini yang yang berjuang untuk cintamu
Aku sangat mencintaimu
Namun kau tak pernah sadari itu
Walau perih hati ini
Aku disini kan selalu setia menantimu
Rasakanlah cintaku ini begitu besar untukmu
Amanat apa yang terkandung dalam puisi tersebut ...
Cintailah seseorang sampai akhir hayat
Jangan mudah terpengaruh oleh orang lain
Lebih baik cinta pada orang lain dari pada diri sendiri
Jangan menunggu sesuatu yang tidak P
pasti
Berkorban segalanya demi rasa cinta
Perpisahan
Akhirnya peluit pun dibunyikan
Buat penghabisan kali kugenggam jarmu
Lewat celah kaca jendela
Lalu perlahan-lahan jarak antar kita
Mengembang jua
Dan tinggallah rel-rel, peron dan lampu
Yang menggigil di angin senja
Baris ke-6 dan ke-7 puisi tersebut menggunakan majas ...
Personifikasi
Metafora
Litotes
Asosiasi
Eufimisme
Barangsiapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama
Termasuk jenis puisi lama apakah puisi di atas ...
Pantun
Gurindam
Seloka
Syair
Talibun
Pecah ombak di Tanjung Cina
menghempas pecah di tepian biarlah
makan dibagi dua
asal adik jangan tinggalkan
Ditinjau dari segi bentuk, ciri puisi lama di atas adalah ...
bersajak a-b-a-b
bertema kepahlawanan
berbentuk syair
pengaurh puisi Persia
kata-katanya tidak baku
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Ini dari kami bertiga
Pita hitam dalam karanganan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang tertembak mati tadi siang
Karya Taufik Ismail
Tema dalam puisi tersebut adalah ...
Ketuhanan
Kemanusiaan
Percintaan
Reiligius
Kritik sosial
Bacalah puisi berikut!
Chatedrale de Cartres
Aku bicarakah ia di malam sepi
Kata salju jatuh dan burung putih-putih
Sekali-sekali ingin menyerah hati
Dalam lindungan sembayang bersih
Sitor Situmorang
Suasana yang tergambar dalam kutipan puisi tersebut adalah ...
Takut
Khusyuk
Gelisah
Cemburu
Kecewa
Cermatilah puisi karya W.S. Rendra
Betapa dinginnya air sungai
Dinginnya!
Dinginnya!
Betapa dinginnya daging duka
Yang membaluti tulang-tulangku
Citraan yang dominan pada puisi tersebut adalah ...
Penglihatan
Perabaan
Pendengaran
Penciuman
perasaaan
Barangsiapa berbuat jasa
Mudahlah Tuhan mengampuni dosa
Maksud gurindam tersebut adalah ..
Siapapun yang berbuat dosa aka ndiampuni oleh Tuhan
Siapa yang berbuat kebaikan, hidupnya akan bahagia
Orang yang beramal akan diampuni dosanya oleh Tuhan
Orang yang dermawan akan disayang Tuhan
orang baik kepada sesama
Bacalah penggalan puisi di bawah ini:
Dirimu...
Aku sangat mencintai dirimu
Walau kini aku terpisah dengan dirimu
Tapi aku akan selalu ada untuk dirimu
Sampai kapan pun cintaku hanya untuk dirimu
Majas yang digunakan dalam penggalan puisi di atas adalah ...
Personifikasi
Hiperbola
Repetisi
Epifora
Ameliorasi
Cintaku Jauh di Pulau
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Chairil Anwar
Suasana dalam puisi di atas adalah ...
sedih
marah
gembira
kecewa
senang
Cintaku Jauh di Pulau
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh!
mengapa ajal memanggil dulu
sebelum sempat berpeluk dengan cintaku
Chairil Anwar
Makna perahu pada kutipan puisi di atas adalah ...
kehampaan
kematian
kehidupan
kepercayaan
kesedihan
Sajak kita
Dik, pagi kita cerah
Akankah hari ini kita indah
Dik, jika senja kita merah
Mungkinkah malam benderang dengan sinar mentari
.........
Dik, rimba kita gersang
Sanggupkah kita menadah hujan-Nya kelak kita
Dia curahkan diam diam
Kalimat yang bermajas untuk melengkapi bagian yang rumpang pada puisi tersebut yang tepat ...
malam begitu indah
cinta kita selalu ada
pasti hidupmu bahagia
jangan lupa hidup ini cuma sementara
adakah rumah yang ramah untuk kita
Di bawah ini yang tidak termasuk puisi lama adalah
Kurang pikir kurang siasat
Kelak hidupmu akan ter
sesat
Kalau sampai waktuku
Kumau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu-sedan itu
Barangsiapa berbuat jasa,
Mulia namanya sepanjang masa
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Bunga melur cempaka biru,
bunga rampai d dalam puan.
Tujuh malam semalam rindu,
belum sampai pemuda tuan
Persamaan bunyi pada akhir kata dalam pantun disebut ....
Bait
Sampiran
Isi
Rima
diksi
Sampai di manakah cinta Ayah dan Ibu, Anakku .
Kalau tidak hingga ke ujung-ujung jari !
Akan tinggal saja menggapai, melambai dari stasiun kecil
Pelabuhan terpencil
Kemudian engkau sendirilah Ayah dan Ibu dari Nasibmu
Terimalah Bumi dan Langit, hujan terik
Siang serta malam hari kalbumu
Sekali kan tiba saat kau tegak sendiri
Berdiri atas bahu kami, ya pijaklah kepala kami
Jangkau bintang-bintang yang dari abad ke abad
Cuma dapat kami tengadahi!
Makna stasiun kecil pada puisi tersebut adalah….
terminal
rumah
pedesaan
halte
peristirahatan
Sampai di manakah cinta Ayah dan Ibu, Anakku .
Kalau tidak hingga ke ujung-ujung jari !
Akan tinggal saja menggapai, melambai dari stasiun kecil
Pelabuhan terpencil
Kemudian engkau sendirilah Ayah dan Ibu dari Nasibmu
Terimalah Bumi dan Langit, hujan terik
Siang serta malam hari kalbumu
Sekali kan tiba saat kau tegak sendiri
Berdiri atas bahu kami, ya pijaklah kepala kami
Jangkau bintang-bintang yang dari abad ke abad
Cuma dapat kami tengadahi!
Maksud puisi tersebut adalah .. .
Doa dan perjuangan orang tua untuk kesuksesan anaknya.
Orang tua yang sangat menyayangi anaknya hingga ke ujung jari.
Anak yang sudah berhasil meraih cita-cita berkat ketekunannya.
Kasih sayang orang tua kepada anak selalu mengalir siang dan malam.
Nasib seorang anak bergantung pada ‘ kasih sayang orangtua.
Sampai di manakah cinta Ayah dan Ibu, Anakku .
Kalau tidak hingga ke ujung-ujung jari !
Akan tinggal saja menggapai, melambai dari stasiun kecil
Pelabuhan terpencil
Kemudian engkau sendirilah Ayah dan Ibu dari Nasibmu
Terimalah Bumi dan Langit, hujan terik
Siang serta malam hari kalbumu
Sekali kan tiba saat kau tegak sendiri
Berdiri atas bahu kami, ya pijaklah kepala kami
Jangkau bintang-bintang yang dari abad ke abad
Cuma dapat kami tengadahi!
Suasana dalam puisi tersebut adalah….
bimbang
damai
mencekam
tegang
resah
Baris puisi yang dibacakan dengan gembira adalah…
/Gemericik air mengalir jernih/
/Percikan ke muka segar rasanya/
/Meski waktu merambat makin tua/
/Aku kini bukan bocah lagi/
/Telah beranjak,berpikir, dan berasa/
pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah Pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
Kata petang pada larik ketiga puisi tersebut mempunyai makna lambang ….
waktu sore hari
kehidupan manusia
suasana senja
masa tua
perasaan manusia
pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah Pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
Persamaan bunyi yang terdapat pada baris pertama puisi tersebut adalah .. . .
hilang dan melayang
pagiku dan hilang
pagiku dan melayang
sudah dan melayang
pagiku dan tinggi
pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku sudah Pergi
Sekarang petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracuni hati
Miskin ilmu miskin harta
Majas personifikasi dalam puisi di atas terdapat dalam baris ….
1 dan 2
2 dan 3
1 dan 4
3 dan 4
1
Anak-anak, pernahkah kamu melihat gajah? Di kebun binatang atau [..}? (1)
Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi
Kedua telinganya lebar melambai-lambai Hidungnya [… .](2)
Tema dari puisi tersebut adalah . , ..
alam
hewan
kesehatan
percintaan
persahabatan
Anak-anak, pernahkah kamu melihat gajah? Di kebun binatang atau [....]? (1)
Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi
Kedua telinganya lebar melambai-lambai Hidungnya [….](2)
Larik tepat untuk melengkapi bagian rumpang nomor (1) kutipan puisi tersebut adalah …
dalam sebuah rumah
dalam hutan
taman bermain
dalam buku sekolah
di halaman rumah
Anak-anak, pernahkah kamu melihat gajah? Di kebun binatang atau [..}? (1)
Binatang ini badannya besar sekali
Dan lihatlah, juga teramat tinggi
Kedua telinganya lebar melambai-lambai Hidungnya [… .](2)
. Larik tepat untuk melengkapi bagian rumpang nomor (2) kutipan puisi tersebut adalah ..
panjang sekali
panjang, disebut belalai
disebut belalai
panjang dan pendek
panjang
