NEW
Font size
WorksheetsUAS KIMIA KLINIS XI ( remedial)
Total questions: 40
Worksheet time: 1hrs 20mins
Pemeriksaan darah rutin sering diminta oleh para klinisi, termasuk didalamnya pemeriksaan hemoglobin. Jenis sampel darah yang tidak lazim digunakan untuk pemeriksaan hemoglobin adalah darah
kapiler
vena
segar
edta
oxalate
Untuk kelancaran dalam melakukan fungsi vena dengan baik dan benar, kita harus menyiapkan alat-alat yang benar dan tepat untuk memperkecil terjadinya infeksi dan kesalahan kerja.
Alat yang tepat untuk pengambilan darah vena adalah
Lancet, spuit, tourniquet, tabung pengence
Pipet kapiler, kapas alcohol, tourniquet, slang
Kapas alcohol, pipet hb, spuit, botol penampung darah
Kapas alcohol, spuit, tourniquet, wadah penampung darah
jarum suntik, lancet, wadah penampung darah, pipet eritrosit
Alat berikut adalah alat yang digunakan untuk pemeriksaan hemoglobin adalah
Hemometer
Hemositometer
Hemoglobineter
Pipet hemoglobin
Standar warna dan pipet hb
Leukosit merupakan sel darah putih yang terdapat dalam tubuh. Kelebihan dan kekurangan leukosit akan berdampak bagi tubuh kita. Salah satu alat yang digunakan untuk menghitung jumlah leukosit adalah pipet leukosit. Fungsi angka / skala yang terdapat pada pipet Lekosit adalah
Sebagai volume
Menyatakan isi
Menyatakan kosentrasi
Menyatakan skala pengenceran
Merupakan faktor pengenceran
Seorang analis laboratorium swasta mendapatkan rujukan sampel darah EDTA dari dokter dengan diagnose appendic, analis tersebut akan mengerjakan parameter leukosit. Alat dan bahan yang akan disiapkan adalah
Turk, pipethoma mutiara putih
Hayem, pipethoma mutiara merah
HCl 0.1 N, Hemositometer
HCl 0.1 N, Haemometer
HCl 0.1 N, pipethoma mutiara putih
Seorang analis laboratorium swasta mendapatkan rujukan sampel darah EDTA dari dokter dengan diagnose appendic, analis tersebut akan mengerjakan parameter LED. Alat dan bahan yang akan disiapkan adalah
Turk, pipethoma mutiara putih
Hayem, pipethoma mutiara merah
NaCl 0.1 N, Pipet westegren
HCl 0.1 N, Haemometer
NaCl 0.85 %, pipet westegren
Pada sediaan apus kita mencari sel-sel leukosit. Jika didapatkan Nilai 0 / 2 / 4 / 63 / 28 / 3 berarti
0 = Limfosit
2 = Eosinofil
4 = Netrofil segmen
63 = Basofil
28 = Monosit
Berikut merupakan salah satu sel sediaan apus, yaitu
Basophil
Eosinophil
Monosit
Limfosit
Netrofil batang
berikut merupakan salah satu sel sediaan apus, yaitu
monosit
Limfosit
Netrofil batang
Netrofil segmen
Eosinophil
Gambar berikut ada pada pemeriksaan
sediaan apus
Laju endap arah
Golongan darah
Urine
feses
Menghitung jumlah leukosit merupakan salah satu pemeriksaan darah lengkap. Kekurangan sel eritrosit dapat menandakan kurangnya sel darah merah dalam tubuh. Sel eritrosit dihitung dalam kamar hitung pada
4 kotak dikali 50
2 kotak besar dikali 2000
Jumlah kotak di kali 50
5 kotak kecil dikali 10000
Pada semua kotak dikali 2000
Pada seorang pasien yang ingin mendonorkan darahnya tentu harus diketahui golongan daarahnya terlebih dahulu. Jika golongan darahnya adalah AB, maka reaksi yang didapatkan oleh analis adalah
Pada antisera A dan B homogen
Pada antisera AB homogen
homogeny
Pada antisera AB menggumpal
Pada antisera A dan B menggumpal
Pada antisera A menggumpal dan antisera B
Gambar berikut merupakan pipet yang digunakan untuk pemeriksaan eritrosit. Angka yang tertera pada gambar tersebut adalah
0 - 0.5 - 1
0 - 0.5 - 1.1
0.5 – 1 – 1.1
0.5 – 1 – 10.1
0 – 0.5 – 10.1
Hitung jumlah sel eritrosit merupakan salah satu parameter untuk penentuan diagnose penyakit anemia. Dimana hitung jumlah eritrosit menggunakan pipet eritrosit, larutan pengencer khusus untuk eritrosit dan kamar hitung sebagai alat dan bahannya. Larutan pengencer yang dimaksud adalah
larutan Turk
Larutan Hayem
Larutan Reesecker
Larutan asam asetat
larutan HCl 0.1 N
Pemeriksaan sputum digunakan untuk menegakkan diagnose penyakit infeksi paru yang ditandai dengan batuk yang tidak sembuh-sembuh. Setelah diwarnai dengan larutan ziehl Nielsen maka preparat diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 100x. yang diamati adalah
Basil biru
Basil pendek warna Biru
Basil pendek warna merah
Basil merah
Sel Basil / batang
Pada pemeriksaan hematokrit ada 2 metoda yang digunakan. Yaitu metoda makro dan mikro. Yang paling sering digunakan adalah metoda mikro. karena :
lebih cepat dan sederhana
membutuhkan banyak darah
hasil akhir yang didapat adalah serum
pengerjaan lama
pengerjaan lebih teliti
Untuk mengetahui waktu yang diperlukan pada perdarahan buatan sampai tidak terjadi lagi perdarahan, dilakukanlah pemeriksaan waktu pendarahan. Sampel yang digunakan untuk pemeriksaan waktu pendarahan adalah
Darah vena
Darah kapiler
Darah dengan antikoagulan
Darah tanpa antikoagulan
Darah EDTA
Pemeriksaan waktu pendarahan tersebut diamati selama
tiap 30’
tiap 30”
6’
10’
tiap 1’
Jika waktu pada saat pengerjaan waktu pendarahan, darah tetap keluar dan tetap menempel pada kertas saring dimenit ke 6, maka
Laporkan BT tidak normal
Lanjutkan hingga menit ke 10
Tutup tempat keluar darah, dan laporkan
Lanjutkan sampai menit ke 8
Hentikan pekerjaan
Pemeriksaan waktu pendarahan tidak hanya dilakukan dengan 1 metoda saja, tapi ada pilihan beberapa metoda. Metoda yang sering digunakan adalah metoda
ivy
duke
kaca objek
pipa kapiler
lee and white
Pemeriksaan waktu pembekuan sama halnya dengan pemeriksaan waktu pendarahan, yaitu dilakukan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku ketika terjadi perlukaan. Metoda pada waktu pembekuan ada :
2
3
4
5
Metoda yang sering digunakan pada waktu pembekuan adalah
Ivy
Duke
Kaca objek
Pipa kapiler
Lee and white
Pada waktu pembekuan ada beberapa metoda yang menggunakan pembuluh darah kapiler untuk mendapatkan sampel yang akan dianalisa dan ada juga menggunakan pembuluh darah vena. Yang menggunakan sampel dari pembuluh darah vena adalah metoda :
Ivy
Duke
Kaca objek
Pipa kapiler
Lee and white
Pemeriksaan waktu pembekuan selesai dikerjakan ditandai dengan adanya
Darah tidak keluar
Darah tidak menempel pada kertas saring
Adanya benang fibrin
Adanya fibrinogen
Darah membeku
Pemeriksaan percobaan pembendungan dilakukan dengan memasang pengikat pada pangkal lengan dengan membuat tekanan. Pengamatan pada percobaan ini adalah timbulnya bintik merah /ptichiae pada :
Permukaan kulit
Diatas permukaan kulit
Dibawah kulit
Pada kulit
Lengan bagian atas
Tekanan yang diberikan pada percobaan pembendungan adalah :
40 mmHg selama 5 menit
40 mmHg selama 10 menit
70 mmhg selama 5 menit
70 mmhg selama 10 menit
100 mmhg selama 5 menit
Pemeriksaan retraksi bekuan bertujuan untuk ………….yang menggunakan sampel darah dan didiamkan selama beberapa jam.
menilai fungsi leukosit
menilai fungsi trombosit
menilai fungsi eritrosit
menilai waktu pembekuan darah
menilai waktu keluarnya darah
Pada pemeriksaan retraksi bekuan sampel darah diambil sebanyak 3 ml dan dimasukan kedalam tabung reaksi. Sampel darah yang digunakan adalah
darah vena segar
darah kapiler
darah edta
darah heparin
darah dengan antikoagulan
Untuk dapat melaporkan hasil pemeriksaan trombosit, harus dilakukan preparasi sampel dan menghitung sel trombosit. Sampel yang telah dibuat dimasukan kedalam kamar hitung dan kemudian dihitung. Jika didapatkan jumlah masing-masing sel trombosit disetiap kamarnya adalah 50 sel. Maka jumlah sel trombosit pada pasien tersebut adalah
2.500.000 sel/mm3
2.000.000 sel/mm3
500.000 sel/mm3
200.000 sel/mm3
250.000 sel/mm3
Untuk dapat melaporkan hasil pemeriksaan trombosit, harus dilakukan preparasi sampel dan menghitung sel trombosit. Sampel yang telah dibuat dimasukan kedalam kamar hitung dengan cara dihomogenkan terlebih dahulu dan kemudian langkah selanjutnya adalah
Dimasukan kedalam kahamr hitung
Diteteskan diatas kamar hitung
Dibuang 2-3 tetes larutan
Didiamkan 2-3 menit
Diamati dibawah mikroskop
Sampel trombosit yang sudah selesai dibuat dan sudah selesai dimasukan kedalam kamar hitung akan diamati dibawah mikroskop dengan lensa …. Dan hasil yang didapatkan dikalikan dengan fp ………
10x – x50
10x - x2000
40x –x2000
40x – x10000
40x – x50
Urine merupakan sisa metabolism tubuh yang mengandung unsur organic dan anorganik. Pemeriksaan urine dibagi menjadi 2 metoda yaitu secara makroskopis dan mikroskopis. Yang termasuk metoda mikroskopis adalah :
Protein urine
Reduksi urine
Bilirubin urine
Sedimen urine
Urobilin urine
Pemeriksaan fisis urine terbagi beberapa poin, kecuali :
Warna
Bau
Berat jenis
Lendir
Kejernihan
Pemeriksaan urine meliputi pemeriksaan fisik, kimia dan mikroskopis. Pada pemeriksaan kimia salah satu parameternya adalah pemeriksaan untuk mendiagnosa penyakit hepatitis. Yaitu dengan menggunakan metoda Harrison dan metoda busa. Pemeriksaan yang dimaksud adalah
Pemeriksaan reduksi urine
Pemeriksaan bilirubin urine
Pemeriksaan sedimen urine
Pemeriksaaan urobillin urine
Pemeriksaan protein urine
Pemeriksaan urine meliputi pemeriksaan fisik, kimia dan mikroskopis. Pada pemeriksaan kimia salah satu parameternya adalah pemeriksaan untuk mendiagnosa penyakit hepatitis. Yaitu dengan menggunakan metoda schlisinger. Pemeriksaan yang dimaksud adalah :
Pemeriksaan reduksi urine
Pemeriksaan bilirubin urine
Pemeriksaan sedimen urine
Pemeriksaaan urobillin urine
Pemeriksaan protein urine
Gambar tersebut adalah skema kerja dari pemeriksaan :
Pemeriksaan reduksi urine
Pemeriksaan bilirubin urine
Pemeriksaan sedimen urine
Pemeriksaaan urobillin urine
Pemeriksaan Protein urine
Untuk melihat apakah seseorang menderita ISK (Infeksi saluran kemih) dilakukan pemeriksaan sediment urine. Yang bukan pengamatan pada sediment urine adalah
Unsur leukosit
Unsur organic
Unsur phospat
Unsur karbonat
Unsur Sulfat
Dalam ilmu kesehatan sampel yang digunakan bukan hanya darah, tetapi juga menggunakan urine, sputum dan feses sebagai sampelnya. Metoda pemeriksaan feses secara makroskopis adalah
Warna, bau, Bj
Kekeruhan, protein, leukosit
Lendir, darah, warna
Lendir, bentuk, telur cacing
Darah, lendir, cacing
Gambar disamping dapat ditemukan pada pemeriksaan :
Urine
Feses
Darah
Sputum
Dahak
Gambar disamping merupakan salah satu sel telur cacing yang dapat kita temui pada preparat feses. Nama telur cacing tersebut adalah :
Ascaris Lumbricoides
Trichuris triciura
Oksiuris vermicularis
Ancylostoma duodenale
Necator americanus
