Font size
Worksheetsuas epid tdk ceria
Total questions: 72
Worksheet time: 36mins
pencegahan untuk mengubah determinan penyakit untuk mencegah atau menunda
primer
sekunder
tersier
treating
pencegahan untuk deteksi dini dan penanganan penyakit untuk memperpendek durasi penyakit
primer
sekunder
tersier
treating
pencegahan untuk penanganan penyakit pada kasus long term untuk mencegah disfungsi aau memperpanjang hidup
primer
sekunder
tersier
treating
pengurangan prevelensi penyakit infeksius di area spesifik pada tahap di mana transmisi sudah tidak ada lagi
pengendalian
eredikasi
eliminasi
control
pengurangan insidensi penyakit infeksius pada daerah tertentu di bawah level yang dicapai dengan pengendalian sehingga kasus menjadi kecil atau tidak ada sama sekali meskipun agen masih bisa bertahan
pengendalian
eredikasi
eliminasi
control
penyakit yang dapat hilang dengan sendirinya secara alami
bluetongue di amerika serikat
trynosomiasis di eropa utara
bluetongue di nigeria
trynosomiasis di nigeria
stamping out slaughter
pemusnahan hewan yang tidak terpapar penyakit
pemusahan hewan yang tidak menunjukkan gejala
tidak mudah diterapkan di tingkat kelompok
mengorbankan tempat pemeliharaan yang false positice
mudah dipromosikan kepada masyarakat
vaksinasi yang dilakukan di daerah yang diciptakan untuk membatasi daerah terinfeksi adalah
ring vaccination
frontier vaccination
dampening down vaccination
suppressive vaccination
perlunya retriksi untuk mencegah perluasan epidemi
control vector
therapeutic dan prophylatic terapi
lalu lintas host
biosekuriti
yang bukan prinsip biosekuriti
isolasi
pengendalian lalu lintas
sanitasi
pengendalian vecktor
pendekatan epidemiologi dapat digunakan untuk menentukan determinan suatu penyakit dan dapat digunakan untuk intervensi dan perbaikan manajemen sehingga penyakit dapat dikendalikan
pendekatan epidemiologi
pengendalian
perbaikan manajemen pemeliharaan
pemberantasan
pengumpulan data yang dilakukan secara terus menerus untuk deteksi perubahan atau trend pada hal yang ingin diketahui yang bersifat general
monitoring
survailence
sensitivity
spesitivity
pengumpulan data yang dilakukan secara sistemik, dianalisis dan diinterpretasikan untuk memperoleh data kesehatan hewan dalam populasi yang melibatkan pengumpulan data, analisis, dan hubungan antara penyakit dengan intervensi yang dilakukan
monitoring
survailence
sensitivity
spesitivity
yang melibatkan hewan sehat
passive surveillance
passive monitoring
active monitoring
active surveillance
jika kasus penyakit yang timbul di daerah bebas masih terbatas tindakan yang dilakukan adalah stamping out hewan yang sakit dan dilakukan biosekuriti
trumin
fasle
jika kasus penyakit yang timbul di daerah bebas timbul cukup tinggi dan meluas maka perlu dilakukan pemotongan bersyarat atau pengobatan ternak yang sakit disertai dengan vaksinasi massal
trumin
fasle
apabila kasus muncul, dilakukan pengasingan dan pemotongan bersyarat terhadap hewan sakit, disertai minimal tindakan vaksinasi di sekitar daerah kasus
sporadik
enzootik
epizootik
zoonosis
apabila kasus muncul, dilakukan penentuan batas-batas daerah tertular dari daerah yang belum tertular. di sekililing daerah tertular dilakukan vaksinasi, di dalam daerah tertular hewan sakit dan suspect diisolasi dan diobati serta hewan sehat divaksinasi
sporadik
enzootik
epizootik
zoonosis
apabila kasus muncul, tindakan pengendalian meliputi penutupan daerah, isolasi ternak, vaksinasi massal pada seluruh populasi terancam, pengobatan yang sakit dan suspect, pemotongan bersyarat dan tindakan lainnya sesuai perundangan
sporadik
enzootik
epizootik
zoonosis
rangkaian kejadian penyakit yang terjadi secara berkelompok dalam suatu waktu dan tempat
wabah
epidemik
endemik
pandemi
proses sitematis untuk mengidentifikasi faktor risiko penyakit yang dapat dimanipulasi di antara lain untuk
mengontrol transmisi
mengontrol dan menghentikan wabah
mencegah wabah di kemudian hari
mencegah transmisi lanjut
penting dilakukan untuk mencegah bias
konfirmasi diagnosis
definisi kasus
koleksi data
analisis data
konfirmasi wabah
magnitude of the disease
1. count cases
2. establish population at risk
3. compute the incidence risk and compare it with normal risk of the disease only
1, 2, 3 benar
1 & 3 benar
1 & 2 benar
benar semua
hitung attack rate
confirm the outbreak
koleksi data
analisis data
formulasi hipotesis
membuat kurva epidemi dan mencoba untuk mengestimasi periode inkubasi dan eksposur
pola spasial
potensial faktor risiko
pola hewan
pola temporal
kurva epidemik curam jika
masa inkubasi penyait panjang
propagated epidemic
masa inkubasi pendek
salah semua
kurva epidemik kurang curam jika
masa inkubasi penyait panjang
propagated epidemic
masa inkubasi pendek
salah semua
menggambar sketsa peta pada area atau layout dari peternakan atau bangunan ternak yang affected. harus memeriksa gambaran unruk melihat interrelationships di antara kasus dan antara lokasi serta kasus dan fitur fisik
pola spasial
potensial faktor risiko
pola hewan
pola temporal
untuk mengerti pola penyakit dan identifikasi faktor risiko pontensial
pola spasial
potensial faktor risiko
pola hewan
pola temporal
identifikasi risiko dan faktor yang berhubungan dengan penyakit dapat memberikan gambaran mengenai apa yang harus dilakukan untuk mengontrol sebuah wabah
implement control and preventive measures
hipotesis
magnitude of disease
confirm the outbreak
hal yang berpotensi menyebabkan suatu yang tidak diinginkan/merugikan
risk
hazard
bingung
seberapa besar kemungkinan terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan tersebut
risk
hazard
prevalensi
insidensi
komponen penilaian risiko
1. identifikasi hazard
2. penilaian hazard
3. manajemen risiko
4. komunikasi risiko
1, 2, 3 benar
2 dan 4 benar
1, 3, 4 benar
benar semua
langkah pertama untuk ditentukan keberadannya
identifikasi hazard
penilaian risiko
manajemen risiko
komunikasi risiko
mengevaluasi besarnya risiko dari hasil yang tidak diinginkan dari bahaya
identifikasi hazard
penilaian risiko
manajemen risiko
komunikasi risiko
komponen risk analysis
1. peluang bahaya menyebabkan outcome yang tidak diinginkan
2. mengukur dampak dari outcome yang tidak diinginkan
3. mengukur dampak dari outcome yang dianalisis
1 dan 2 benar
benar semua
dilakukan sebagai proses terstruktur dan sistematis yang meliputi semua aspek analisis risiko
identifikasi hazard
penilaian risiko
manajemen risiko
komunikasi risiko
langkah-langkah manajemen risiko
1. penilaian risiko
2. penilaian opsi
3. implementasi berdasarkan penilaian dampak
4. monitoring dan evaluasi
1, 2, 3 benar
1 dan 2 benar
2 dan 4 benar
semua benar
pertukaran informasi yang terbuka oleh semua yang berpotensi terkena dampak oleh risiko yang dipermasalahkan dan keputusan yang diambil stake holder
identifikasi hazard
penilaian risiko
manajemen risiko
komunikasi risiko
setiap prosedur/proses yang dapat digunakan untuk mendeteksi atau menghitung tanda/gejala substansi, perubahan jaringan atau respon tubuh pada individu hewan
screening tes
uji penanpisan
suveillance
uji diagnostik
yang bukan termasuk pemeriksaan laboratorium uji diagnostik
hematologi
serologi
post-mortem
biochemistry
dilakukan pada individu yang terlihat sehat
screening test
skimming test
uji diagnostik
uji pelapisan
dilakukan sebagai konfirmasi untuk mengklasifikasikan status penyakit
screening test
skimming test
uji diagnostik
uji penapisan
digunakan untuk memberikan panduan untuk pemilihan pengobatan atau memberikan prognosis
screening test
skimming test
uji diagnostik
uji penapisan
uji diagnostik tidak dapat menggunakan pemeriksaan gejala klinis karena tidak valid
trumin
trukah (false)
uji penapisan hanya dapat digunakan untuk deteksi keberadaan penyakit
trumin
trukah (false)
gold standard rabies
fat
histopat batang otak
mri
histopat hipocampus
proporsi positif uji dari individu yang sakit
spesifisitas
sensitivitas
postive predictive value
negative predictive value
proporsi yang negatif uji dari individu yang bebas penyakit
spesifisitas
sensitivitas
postive predictive value
negative predictive value
proporsi yang postif uji yang benar benar terinfeksi penyakit
spesifisitas
sensitivitas
postive predictive value
negative predictive value
proporsi yang negatid uji yang benar benar tidak terinfeksi penyakit
spesifisitas
sensitivitas
postive predictive value
negative predictive value
untuk memperkecil pemotongan yang tidak semestinya pada program pengendalian dan pemberantasan bovine tb, manakah yang menjadi sasaran
turunkan sensitivitas uji
tingkatkan sensitivitas uji
tingkatkan spesifitas uji
turunkan spesifitas uji
semakin tinggi sensitivitas uji diagnostik, maka akan kemungkinan mendapatkan hasil positif palsu akan
semakin besar
semakin kecil
tidak berkaitan
sama saja
semakin spesifik test maka semakin baik positive predictive value
trumin
trukah (false)
untuk mendapat uji diagnostik yang tinggi sensitivitasnya maka
cut of point tidak berpengaruh
cut of point digeser
cut of point dinaikkan
cut of point diturunkan
postive predictive value adalah probabilitas penyakit mengikuti tes postif
trumin
trukah (false)
sebuah uji bruselosis (RBT) pada 200 ekor sapi menunjukkan 150 negatif. Pada hewan yang positif uji terdapat 40 yang benar-benar sakit dan false positif pada kelompok tak sakit adalah 20% pernyataan yang tepat adalah
nilai spesifisitas 25%
nilai spesifisitas 92%
nilai sensitivitas 80%
nilai sensitivitas 57%
sebuah uji bruselosis (RBT) pada 200 ekor sapi menunjukkan 150 negatif. Pada hewan yang positif uji terdapat 40 yang benar-benar sakit dan false positif pada kelompok tak sakit adalah 20%. True prevalence di daerah tersebut adalah 25% pernyataan yang tepat adalah
jika uji dinaikkan spesifisitasnya maka estimated prevalence akan menjauh true prevalence
jika uji diturunkan spesifisitasnya maka estimated prevalence tidak dapat memprediksi true prevalence
jika uji dinaikkan spesifisitasnya maka estimated prevalence akan mendekati true prevalence
jika uji dinaikkan sensitivitasnya maka estimated prevalence akan mendekati true prevalence
semakin sensitif sebuat tes maka semakin baik positive predictive valuenya
trumin
trukah (false)
semakin spesifik uji maka semakin baik positive predictive value
trumin
trukah (false)
semakin sensitif uji maka semakin baik negative predictive value
trumin
trukah (false)
spesifisitas dan positive predictive value meningkat maka semakin banyak hewan sebagai kasus positif
trumin
trukah (false)
sensitivitas dan negative predictive value tinggi maka hasil postif lebih kuat
trumin
trukah (false)
studi tentang penggunaan sumber daya terbatas dengan berbagai permintaan yang saling bersaing
kosep ekonomi
konsep epidemiologi
pendekatan ekonomi
pendekatan epidemiologi
membentuk pemahaman mengenai alokasi sumber daya dalam sistem yang tengah dipelajar untuk menggambarka alokasi sumber daya saat ini
kosep ekonomi
konsep epidemiologi
pendekatan ekonomi
pendekatan epidemiologi
pengorbanan alternatif dalam produksi atau konsumsi suatu barang
pilihan rasional
baseline atau data dasar
biaya peluang
analisis keuangan
pertimbangan mengenai biaya dan manfaat dari aktivitas yang dilakukan
pilihan rasional
baseline atau data dasar
biaya peluang
analisis keuangan
kerugian akibat penyakit hewan hanya dapat dihitung berdasarkan efek dari penyakit terhadap produk ternak
trumin
false
Contoh dari Nilai output adalah Jumlah Ternak yang Dijual dikali dengan harga pasar
trumin
false
Pembelian hewan dimasukkan dalam nilai output
trumin
false
Contoh dari Nilai input adalah jumlah ternak yang dibeli x harga pasar
trumin
false
nilai output menghitung pakan ternak
trumin
false
