NEW
Font size
WorksheetsLatsol PMI PMK Sitohisto
Total questions: 76
Worksheet time: 38mins
Apa jenis sampel yang dapat digunakan dalam metode pemeriksaan glukosa ini?
Serum, plasma EDTA/Heparin/Fluoride, CSF
Serum, plasma dengan pengawet alkohol
Plasma fluoride saja
Serum dan plasma tanpa pengawet
Darah kapiler
Apa langkah pertama dalam pemeriksaan sampel setelah kalibrasi dan kontrol memenuhi syarat?
Pipet 1000 µl sampel ke dalam sampel cup
Pipet 250 µl sampel ke dalam sampel cup
Pipet 300 µl sampel ke dalam alat otomatis
Tempatkan sampel di alat tanpa pemipetan
Lakukan kontrol ulang terlebih dahulu
Apa stabilitas kontrol yang telah dilarutkan pada suhu 4°C?
8 jam
12 jam
24 jam
5 hari
1 bulan
Berapa nilai rujukan glukosa untuk sampel CSF?
< 110 mg/dL
70-100 mg/dL
40-70 mg/dL
50-90 mg/dL
30-60 mg/dL
Apa tujuan utama menggunakan kalibrator S2?
Untuk menguji stabilitas kontrol normal
Sebagai pengganti kontrol abnormal
Untuk penggantian lot reagen atau permintaan prosedur QC
Digunakan hanya saat terjadi error pada alat
Untuk validasi kontrol rutin
Apa tujuan utama dari pemantapan mutu internal di laboratorium klinik?
Meningkatkan akurasi alat kalibrasi
Mengurangi kejadian error dan memastikan hasil pemeriksaan tepat
Memastikan pengambilan spesimen dilakukan oleh dokter
Mengawasi penggunaan bahan kimia di laboratorium
Meningkatkan jumlah sampel yang diolah setiap hari
Berikut adalah cakupan objek pemantapan mutu internal, kecuali:
Tahap pra-analitik
Tahap analitik
Tahap pasca-analitik
Penilaian audit eksternal
Pemantauan kondisi alat
Apa langkah yang harus dilakukan jika suhu inkubator menyimpang lebih dari 2°C?
Mengganti termometer digital
Mengganti alat inkubator
Menyetel ulang pengatur suhu
Menghentikan seluruh aktivitas laboratorium
Memindahkan spesimen ke alat lain
Apa indikator yang digunakan untuk menguji efektivitas proses sterilisasi pada otoklaf?
Bacillus subtilis
Autoclave indicator tape dan Bacillus stearothermophilus
Spora Clostridium
Pita perekat khusus
Larutan buffer standar
Kapan kalibrasi Elisa Reader harus dilakukan?
Setiap kali digunakan
Hanya setelah penggantian lampu
Saat ada perubahan metode pemeriksaan
Saat pertama kali dipakai dan setelah penggantian lampu
Setelah setiap hasil pemeriksaan dicetak
Pada alat pH meter, berapa nilai pH yang harus disesuaikan saat kalibrasi menggunakan pH simulator?
1, 4, dan 7
4, 7, dan 9
5, 7, dan 10
3, 6, dan 9
7 dan 9 saja
Apa yang perlu dilakukan saat sisa cairan dalam sumur Elisa Washer melebihi batas spesifikasi?
Membersihkan alat dengan larutan pembersih
Mengganti sumur dengan yang baru
Kalibrasi alat sesuai petunjuk penggunaannya
Menghentikan penggunaan alat
Melakukan dekontaminasi cairan
Apa langkah pertama dalam kalibrasi pH meter dengan larutan buffer standar?
Menyambungkan alat ke listrik
Mengisi beaker glass dengan akuades
Membilas elektroda dengan akuades
Menyiapkan larutan buffer pH 4, 7, dan 9
Mengatur kompensasi suhu pada alat
Apa yang harus diperhatikan saat memantau suhu lemari es (refrigerator)?
Suhu tidak boleh lebih dari 0°C
Menggunakan termometer maksimum dan minimum
Menyimpan spesimen di atas suhu 10°C
Menghindari pemakaian termometer standar
Melakukan pencatatan suhu setiap minggu
Apa tujuan dari menanam Bacillus stearothermophilus pada agar darah setelah proses sterilisasi otoklaf?
Menentukan kandungan nutrisi dalam agar darah
Memastikan tidak ada pertumbuhan mikroorganisme
Memvalidasi efektivitas penggunaan autoclave tape
Mengidentifikasi jenis bakteri dalam spesimen
Mengukur tingkat suhu dalam otoklaf
Apa yang harus dilakukan untuk menghindari kontaminasi saat pengambilan spesimen darah?
Menggunakan sarung tangan steril dan alat yang bersih
Meminta pasien untuk berpuasa sebelum pengambilan spesimen
Mengambil spesimen di pagi hari sebelum aktivitas fisik
Menyimpan spesimen di tempat yang dingin segera setelah pengambilan
Memberikan instruksi diet khusus kepada pasien
Seorang pasien datang dengan kondisi dehidrasi. Apakah teknik yang paling tepat untuk mendapatkan sampel darah kapiler?
Menggunakan lancet di jari manis
Menggunakan lancet di tumit
Menggunakan jarum di vena median cubital
Menggunakan jarum di vena jugularis
Menggunakan jarum di vena saphena
Seorang pasien datang dengan keluhan batuk berdahak selama dua minggu. Apa yang seharusnya dilakukan untuk memastikan spesimen sputum tidak terkontaminasi air liur?
Meminta pasien untuk minum air putih sebelum pengambilan sputum
Menginstruksikan pasien untuk berkumur dengan air sebelum pengambilan sputum
Mengambil sputum pagi hari setelah bangun tidur
Memberikan gliseril guaikolat
Menyimpan sputum pada suhu ruangan sebelum dikirim ke laboratorium
Hal yang harus diperhatikan dalam pengambilan darah kapiler adalah, kecuali:
Tusukkan harus cukup dalam sehingga darah dapat mengalir sendiri
Jangan mengambil darah di tempat dengan gangguan peredaran darah
Jangan ditusuk pada waktu kulit masih basah oleh alkohol
Tetes darah pertama dibuang, digunakan tetes darah kedua
Tourniquet jangan dipasang lebih dari 1 menit
Homogenisasi sampel darah EDTA dilakukan dengan cara:
Tidak perlu dihomogenisasi
Dikocok 3-5 kali
Dibolak-balik tabung 8-10 kali secara gentle
Dibolak-balik 3-5 kali
Dikocok tabung 8-10 kali
Pemeriksaan PT/INR menggunakan tabung:
Hijau
Merah
Ungu
Biru
Abu-abu
Pemberian label identitas dilakukan saat:
Setelah spesimen dimasukkan ke dalam wadah spesimen
Sebelum pengambilan sampel
Pemberian label identitas dapat dilakukan kapan saja
Setelah semua sampel selesai diambil
Sebelum sampel dilakukan pemeriksaan
Berikut adalah langkah-langkah pengambilan darah vena (dengan disposable syringe) yang benar, kecuali:
Bila darah telah mengalir ke dalam syringe, pasien diminta membuka kepalan tangan perlahan dan tourniquet dikendorkan
Taruh kapas/kasa kering di atas jarum, lalu jarum dicabut perlahan
Tekan kapas/kasa sampai darah tidak keluar lagi
Alirkan darah dari syringe ke dasar tabung vakum tanpa melepas jarum
Jarum tidak dilepaskan sebelum tabung vakum dilepaskan
Data yang harus ada di label identitas adalah:
Nama lengkap
Tanggal lahir (DOB)
Nomor rekam medis (MR)
Jenis permintaan pemeriksaan
Semua jawaban benar
Pengawet terbaik untuk fiksasi histopatologi adalah:
Formaldehid 10%
Alkohol bertingkat
NBF 10%
Xylol
Parafin
si histopatologi adalah:
Formaldehid 10%
Alkohol bertingkat
NBF 10%
Xylol
Parafin
Konsep mutu menurut William Edwards Deming adalah:
Kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen
Sesuai dengan yang disyaratkan atau distandarkan
Kecocokan penggunaan produk untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan
Sangat tergantung pada situasi dan kondisi serta orang yang terlibat dalam menentukan suatu mutu produk/jasa
Mutu adalah pemenuhan persyaratan dengan meminimalkan kerusakan yang mungkin timbul, yaitu prinsip "benar sejak awal" (zero defect). Teori ini dikemukakan oleh:
William Edwards Deming
Philip B. Crosby
J.M. Juran
ISO 9000
Salah satu isi dari Trilogy Juran adalah:
Perencanaan mutu (quality planning) yang meliputi persiapan sampel, pengambilan sampel, dan pengiriman sampel
Pengendalian mutu (quality control) yang meliputi pemeriksaan sampel dan pencatatan hasil
Pengendalian mutu (quality control), terdiri dari memilih dasar pengendalian, memilih jenis pengukuran, menyusun standar kerja, dan mengukur kinerja yang sesungguhnya
Peningkatan mutu (quality improvement), terdiri dari melakukan pemantapan mutu
Philip B. Crosby mengungkapkan empat Dalil Mutu, kecuali:
Definisi mutu adalah kesesuaian dengan persyaratan
Sistem mutu adalah pencegahan
Standar operasional prosedur adalah pedoman kerja
Pengukuran mutu adalah biaya mutu
Mutu laboratorium bukan hanya meliputi mutu produk saja, tetapi juga harus memenuhi persyaratan lain seperti:
Biaya yang rendah, pelayanan yang memuaskan, memenuhi peraturan pemerintah
Pemeriksaan yang handal, ketepatan pengiriman, dan biaya yang rendah
Sampling yang benar dan pemeriksaan yang handal
Quality control dan Quality assurance
Mutu hasil pemeriksaan laboratorium dipengaruhi oleh:
Staf yang qualified, adanya SOP, teknologi yang canggih
Staf yang qualified, fasilitas yang cukup, teknologi yang canggih
Staf yang qualified, adanya SOP, menggunakan metode baru
Staf yang qualified, turn-around time, spesimen yang memenuhi syarat
Semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan hasil pemeriksaan laboratorium klinik disebut:
Quality assurance
Quality control
Internal Quality Control
External Quality Control
Kegiatan yang diselenggarakan secara periodik untuk memantau dan menilai penampilan suatu laboratorium dalam bidang pemeriksaan tertentu disebut:
Quality assurance
Quality control
Internal Quality Control
External Quality Control
Kegiatan laboratorium yang meliputi aktivitas tahap pra-analitik, tahap analitik, dan tahap pasca-analitik merupakan bagian dari:
Quality assurance
Quality control
Internal Quality Control
External Quality Control
Permenkes Nomor 411 Tahun 2010 Pasal 6 mensyaratkan bahwa laboratorium klinik wajib melaksanakan kegiatan apa?
Quality assurance
Quality control
Internal Quality Control
External Quality Control
Proses laboratorium yang mencakup pemilihan metode pengujian yang sesuai, pengelolaan sumber daya, dan pengendalian lingkungan kerja adalah bagian dari:
Quality Control
Quality Assessment
Quality Laboratory Processes
Quality Improvement
Quality Planning
Dalam manajemen mutu laboratorium, proses penerapan prosedur standar operasional (SOP) bertujuan untuk:
Mengurangi waktu pengujian
Mengoptimalkan sumber daya manusia
Menjamin konsistensi hasil pengujian
Meminimalkan biaya operasional
Menentukan standar nilai referensi
Tujuan utama dari kontrol kualitas internal (Internal Quality Control/IQC) adalah:
Membandingkan hasil pengujian antar laboratorium
Menilai kinerja individu di laboratorium
Memastikan akurasi dan presisi hasil pengujian
Mengurangi kebutuhan pelatihan staf
Mengembangkan SOP baru
Langkah pertama dalam pengendalian kualitas internal adalah:
Melakukan pengujian pada sampel pasien
Memastikan alat laboratorium dalam kondisi siap pakai
Menyusun laporan hasil pengujian
Memvalidasi metode pengujian
Menyimpan data hasil pengujian
Dalam pengendalian kualitas eksternal (External Quality Control), laboratorium diharuskan:
Memvalidasi hasil uji terhadap nilai referensi
Melaporkan semua hasil kepada manajer laboratorium
Berpartisipasi dalam uji kecakapan (proficiency testing)
Melakukan kalibrasi alat setiap hari
Mengubah metode pengujian setiap bulan
Manakah di bawah ini yang merupakan langkah utama dalam Quality Assurance?
Menyimpan hasil uji dalam sistem manajemen data
Menetapkan kebijakan mutu dan prosedur standar
Membandingkan hasil pengujian antar staf
Menentukan jadwal kerja staf laboratorium
Menambah alat laboratorium baru
Proses validasi metode pengujian baru adalah bagian dari:
Quality Control
Quality Assurance
Quality Improvement
Quality Laboratory Processes
Quality Planning
Apa tujuan dari audit internal dalam sistem manajemen mutu laboratorium?
Meningkatkan jumlah sampel yang diuji
Menilai apakah laboratorium mematuhi prosedur mutu
Membandingkan kinerja antar laboratorium
Mengurangi biaya operasional
Meningkatkan jumlah staf laboratorium
Tindakan perbaikan setelah ditemukan ketidaksesuaian hasil pengujian adalah bagian dari:
Quality Planning
Quality Laboratory Processes
Quality Improvement
Quality Assurance
Quality Control
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam langkah Quality Improvement?
Merancang metode pengujian baru
Menyusun laporan hasil pengujian
Mengidentifikasi akar masalah dari ketidaksesuaian
Mengirim hasil pengujian kepada pemohon
Menambahkan parameter uji
Apa langkah penting untuk memastikan bahwa tindakan korektif dalam Quality Improvement berhasil?
Melakukan uji coba pada metode baru
Memvalidasi ulang hasil pengujian setelah perbaikan
Mengurangi jumlah sampel yang diuji
Mengubah sistem manajemen data
Membandingkan hasil dengan laborator
Tahap pertama dalam Quality Planning adalah:
Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan
Menyusun laporan hasil pengujian
Menambah staf laboratorium
Membandingkan metode pengujian
Membeli peralatan baru
Dalam Quality Planning, penentuan tujuan mutu laboratorium dilakukan untuk:
Mengurangi biaya operasional
Memastikan laboratorium memenuhi kebutuhan pelanggan
Meningkatkan jumlah pengujian yang dilakukan
Menyusun jadwal kerja teknisi laboratorium
Mengembangkan metode baru
Salah satu elemen utama dalam Quality Planning adalah:
Pengendalian kualitas internal
Penetapan kebijakan dan prosedur laboratorium
Kalibrasi alat pengujian
Penyimpanan sampel secara aman
Pembuatan laporan hasil uji
Apa langkah penting untuk menjaga keberlanjutan proses laboratorium?
Pelatihan rutin untuk staf laboratorium
Membandingkan hasil uji antar laboratorium
Membuat perubahan besar pada sistem mutu setiap bulan
Mengurangi jumlah alat yang digunakan
Mengubah metode setiap minggu
Penggunaan kontrol positif dan negatif dalam analitik bertujuan untuk:
Mengukur akurasi alat pengujian
Membandingkan hasil antar laboratorium
Menilai kinerja teknisi laboratorium
Memastikan metode bekerja dengan benar
Mengurangi waktu pengujian
Manakah yang merupakan kegiatan utama dalam Quality Assurance?
Melakukan uji coba alat baru
Memastikan SOP diterapkan dengan konsisten
Membandingkan hasil antar staf laboratorium
Mengurangi jumlah sampel yang diuji
Menyusun laporan tahunan
Metode yang digunakan untuk menemukan penyebab mendalam dari masalah mutu disebut:
Validasi metode
Root Cause Analysis
Quality Assessment
Control Testing
Quality Planning
Dalam Quality Planning, analisis kebutuhan dilakukan untuk:
Meningkatkan efisiensi alat
Menentukan metode pengujian yang diperlukan
Menambah jumlah pengujian
Mengurangi biaya laboratorium
Menyusun laporan hasil uji
Langkah terakhir dalam Quality Laboratory Processes adalah:
Membuat laporan hasil pengujian
Menyimpan hasil pengujian dalam sistem
Menyusun laporan audit eksternal
Menjamin bahwa hasil pengujian telah diverifikasi
Melakukan uji kecakapan
Proses pertama dalam pengolahan jaringan yang bertujuan untuk menghentikan aktivitas metabolisme adalah:
Dehidrasi
Clearing
Fiksasi
Embedding
Pewarnaan
Faktor yang paling memengaruhi kecepatan fiksasi jaringan adalah:
Ukuran jaringan ✅
Jenis pewarna yang digunakan
Suhu larutan dehidrasi
Jenis mikrotom
Ketebalan potongan jaringan
Cairan fiksatif yang paling sering digunakan dalam histologi adalah:
Alkohol absolut
Formaldehid 10% ✅
Xylol
Parafin cair
Toluen
Proses dehidrasi pada pengolahan jaringan menggunakan:
Larutan formalin
Larutan alkohol bertingkat ✅
Larutan parafin
Larutan asam
Larutan toluidin
Clearing dalam pengolahan jaringan bertujuan untuk:
Membekukan jaringan
Menghilangkan air dari jaringan
Menggantikan alkohol dengan agen penembus ✅
Menyusun jaringan dalam blok parafin
Mempertajam hasil pewarnaan
Cairan clearing yang umum digunakan dalam proses histologi adalah:
Toluidin
Xylol ✅
Formalin
Alkohol
Resin
Pemotongan jaringan dengan mikrotom biasanya menghasilkan irisan setebal:
1-2 mikron
3-5 mikron ✅
6-8 mikron
10-15 mikron
20-25 mikron
Mikrotom yang digunakan untuk memotong jaringan yang telah dibekukan disebut:
Rotary microtome
Sledge microtome
Cryostat microtome ✅
Vibrating microtome
Ultramicrotome
Proses embedding dilakukan untuk:
Melunakkan jaringan
Mengawetkan cairan jaringan
Memadatkan jaringan dalam medium parafin ✅
Meningkatkan kontras pewarnaan
Menghilangkan lemak dari jaringan
Medium yang paling sering digunakan untuk embedding adalah:
Resin plastik
Parafin ✅
Agar
Gelatin
Formalin
Pewarnaan jaringan dengan Hematoxylin dan Eosin (H&E) digunakan untuk:
Mendeteksi struktur lipid
Menunjukkan perbedaan inti dan sitoplasma ✅
Mewarnai serat kolagen
Mengidentifikasi serat elastin
Menunjukkan protein spesifik
Pewarna hematoxylin akan mewarnai:
Sitoplasma menjadi merah muda
Inti sel menjadi biru atau ungu ✅
Serat elastin menjadi merah
Jaringan lemak menjadi oranye
Protein menjadi hijau
Pewarna eosin cenderung mewarnai:
Inti sel
Mitokondria
Sitoplasma ✅
Retikulum endoplasma kasar
Membran sel
Dalam histologi, teknik imunohistokimia (IHC) digunakan untuk:
Pewarnaan struktur lipid
Pewarnaan serat kolagen
Deteksi protein spesifik dalam jaringan ✅
Pewarnaan inti sel
Deteksi jaringan adiposa
Fungsi utama dari larutan mounting medium adalah:
Membersihkan jaringan
Mengawetkan jaringan di antara slide kaca ✅
Mempercepat dehidrasi
Menghilangkan pewarna berlebih
Memadatkan jaringan sebelum dipotong
Ketebalan jaringan yang ideal untuk dipotong dengan cryostat adalah:
1-2 mikron
3-5 mikron
8-10 mikron ✅
12-15 mikron
20-25 mikron
Proses pewarnaan Masson's Trichrome bertujuan untuk menunjukkan:
Perbedaan antara inti dan sitoplasma
Serat kolagen dan otot polos ✅
Struktur lipid
Protein spesifik
Jaringan saraf
Jenis mikrotom yang digunakan untuk memotong jaringan resin ultra tipis adalah:
Rotary microtome
Sledge microtome
Cryostat microtome
Vibrating microtome
Ultramicrotome ✅
Faktor yang dapat memengaruhi hasil pewarnaan jaringan adalah:
Suhu ruangan saat embedding
Ketebalan jaringan
Jenis cairan clearing yang digunakan
Waktu dehidrasi
Semua jawaban benar ✅
Proses mounting dilakukan dengan bahan seperti:
Gelatin
Xylol
Canada balsam ✅
Parafin cair
Hematoxylin
