wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

08 Mutasi dan regulasi gen

Total questions: 74

Worksheet time: 37mins

Name
Class
Date
1.

Seorang peneliti menemukan bahwa satu basa nitrogen pada gen yang mengkode enzim metabolik telah berubah dari adenin menjadi guanin. Hasil analisis menunjukkan bahwa perubahan ini tidak mengubah asam amino yang dikodekan. Fenomena ini paling tepat dikategorikan sebagai

a)

Missense mutation

b)

Silent mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Deletion mutation

2.

Dalam sebuah laboratorium molekuler, dilakukan analisis pada gen penyandi hemoglobin. Didapati bahwa satu basa telah berubah, menyebabkan perubahan asam amino glutamat menjadi valin. Perubahan ini menimbulkan penyakit sel sabit. Mutasi ini termasuk ke dalam

a)

Silent mutation

b)

Missense mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Duplication mutation

3.

Seorang mahasiswa menemukan bahwa akibat penghapusan satu basa pada gen tertentu, rangkaian kodon berubah total sejak titik mutasi hingga akhir. Akibatnya, protein menjadi tidak fungsional. Mutasi ini disebut

a)

Point mutation

b)

Silent mutation

c)

Frameshift mutation

d)

Nonsense mutation

e)

Transition mutation

4.

Dalam studi ekspresi gen bakteri, diketahui bahwa paparan sinar ultraviolet menyebabkan dimerisasi timin yang menghambat replikasi DNA. Hal ini menunjukkan bahwa sinar UV merupakan

a)

Mutagen kimia

b)

Mutagen fisik

c)

Mutagen biologis

d)

Mutagen endogen

e)

Mutagen spontan

5.

Seorang pasien menunjukkan gangguan sintesis enzim akibat adanya kodon stop prematur pada gen tertentu. Pemeriksaan genetik menunjukkan perubahan satu basa yang mengubah kodon triptofan menjadi UGA. Jenis mutasi ini adalah

a)

Missense mutation

b)

Silent mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Deletion mutation

6.

Dalam penelitian genetik, ditemukan bahwa mutasi akibat interkalasi etidium bromida ke dalam DNA menyebabkan pergeseran rangka baca. Ini menunjukkan bahwa etidium bromida berperan sebagai

a)

Agen alkilasi

b)

Agen interkalasi

c)

Agen oksidatif

d)

Agen transposon

e)

Agen deletif

7.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa pada gen tertentu terjadi substitusi basa purin menjadi purin lain. Perubahan ini dikategorikan sebagai

a)

Transversion

b)

Transition

c)

Frameshift

d)

Deletion

e)

Insertion

8.

Pasien dengan kelainan genetik langka mengalami kehilangan fungsi protein akibat delesi dua basa pada gen struktural. Dampak utama dari mutasi ini adalah

a)

Perubahan satu asam amino

b)

Perubahan kodon stop menjadi kodon biasa

c)

Pergeseran rangka baca

d)

Perubahan basa purin menjadi pirimidin

e)

Tidak terjadi perubahan protein

9.

Dalam percobaan, sebuah sel mengalami mutasi yang menyebabkan pengaktifan gen onkogen secara terus-menerus. Akibatnya, sel mengalami pembelahan tak terkendali. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi dapat

a)

Menghambat ekspresi gen

b)

Mengaktifkan ekspresi gen abnormal

c)

Menghentikan replikasi DNA

d)

Menghilangkan semua ekspresi gen

e)

Mengubah genon menjadi kodon

10.

Seorang ilmuwan mengamati bahwa penambahan satu basa pada kodon ke-45 gen reseptor menyebabkan protein yang dihasilkan berhenti lebih awal dan tidak aktif. Hal ini disebabkan oleh

a)

Nonsense mutation

b)

Missense mutation

c)

Frameshift mutation

d)

Silent mutation

e)

Splicing mutation

11.

Dalam penelitian mutasi spontan, ditemukan bahwa kesalahan tautomerik pada DNA selama replikasi menyebabkan perubahan pasangan basa. Kesalahan ini mengarah pada

a)

Frameshift mutation

b)

Transition atau transversion

c)

Deletion mutation

d)

Duplication mutation

e)

Insertion mutation

12.

Seorang pasien mengalami penyakit metabolik akibat mutasi yang mengganti kodon normal dengan kodon stop, menghasilkan protein pendek. Jenis mutasi yang terjadi adalah

a)

Missense

b)

Nonsense

c)

Silent

d)

Frameshift

e)

Duplication

13.

Dalam percobaan mutagenesis, paparan bahan kimia alkilasi menyebabkan penambahan gugus metil pada basa guanin. Perubahan ini meningkatkan kemungkinan terjadinya

a)

Delesi

b)

Substitusi basa

c)

Duplikasi

d)

Inversi

e)

Translasi

14.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa mutasi pada promoter gen menyebabkan penurunan transkripsi. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi tidak hanya terjadi pada

a)

Introns

b)

Ekson

c)

Gen regulator

d)

Daerah non-koding

e)

Daerah pengendali

15.

Seorang pasien mengalami mutasi yang tidak mengubah urutan asam amino namun mempengaruhi laju translasi. Hal ini menunjukkan pengaruh mutasi pada

a)

Struktur primer

b)

Efisiensi ekspresi gen

c)

Splicing

d)

Replikasi

e)

Metilasi DNA

16.

Dalam studi mikrobiologi, ditemukan bahwa mutasi pada operator gen lac menyebabkan ekspresi terus-menerus meskipun laktosa tidak tersedia. Hal ini menunjukkan pentingnya

a)

Gen regulator

b)

Promotor

c)

Operator

d)

Enhancer

e)

Introns

17.

Seorang peneliti menemukan bahwa mutasi pada gen represor menghambat pengikatan ke operator. Dampaknya terhadap ekspresi gen adalah

a)

Tidak berubah

b)

Berhenti total

c)

Menurun

d)

Terjadi ekspresi konstitutif

e)

Terjadi mutasi balik

18.

Pasien dengan sindrom genetik tertentu mengalami duplikasi segmen DNA besar. Dampak utama dari mutasi ini adalah

a)

Tidak terjadi perubahan ekspresi gen

b)

Penurunan produksi protein

c)

Peningkatan dosis gen

d)

Perubahan pasangan basa

e)

Penghilangan kodon stop

19.

Dalam penelitian bakteri, ditemukan bahwa mutasi pada gen pengkode sigma faktor menyebabkan hilangnya pengikatan RNA polimerase ke promotor. Akibatnya adalah

a)

Translasi meningkat

b)

Transkripsi terhenti

c)

Mutasi tidak berpengaruh

d)

Pembelahan sel meningkat

e)

Protein menjadi lebih stabil

20.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa transposon menyisipkan diri ke dalam gen pengkode enzim, menghentikan ekspresinya. Fenomena ini disebut

a)

Point mutation

b)

Frameshift mutation

c)

Insertional mutagenesis

d)

Splicing error

e)

Nonsense mutation

21.

Dalam eksperimen mutagenesis, paparan zat kimia menyebabkan terjadinya substitusi basa pirimidin menjadi purin. Peristiwa ini dikenal sebagai

a)

Transition

b)

Transversion

c)

Duplication

d)

Frameshift

e)

Deletion

22.

Pasien mengalami penyakit genetik karena mutasi yang menghilangkan satu kodon penuh tanpa mengubah rangka baca. Jenis mutasi ini adalah

a)

Frameshift

b)

Nonsense

c)

In-frame deletion

d)

Transition

e)

Inversion

23.

Dalam penelitian kanker, ditemukan mutasi pada gen supresor tumor yang menghambat pengikatan faktor transkripsi. Dampak mutasi ini adalah

a)

Penurunan ekspresi gen

b)

Peningkatan ekspresi gen

c)

Ekspresi gen tidak berubah

d)

Perubahan kodon stop

e)

Perubahan kerangka baca

24.

Seorang mahasiswa menemukan bahwa mutasi yang terjadi pada intron menyebabkan kesalahan pemotongan mRNA. Akibatnya, protein abnormal terbentuk. Ini menunjukkan bahwa mutasi dapat mempengaruhi

a)

Replikasi DNA

b)

Splicing mRNA

c)

Translokasi kromosom

d)

Ikatan hidrogen

e)

Translasi ribosomal

25.

Dalam penelitian sel mamalia, diketahui bahwa mutasi pada enhancer menyebabkan penurunan pengikatan faktor aktivator. Dampaknya terhadap ekspresi gen adalah

a)

Tetap konstitutif

b)

Menurun

c)

Meningkat

d)

Tidak berubah

e)

Terjadi frameshift

26.

Seorang peneliti menemukan bahwa penggantian basa guanin menjadi adenin dalam sebuah gen menyebabkan perubahan satu asam amino pada posisi ke-100 protein. Perubahan ini mengubah fungsi protein secara signifikan. Mutasi ini dikategorikan sebagai

a)

Silent mutation

b)

Missense mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Insertion mutation

27.

Dalam uji toksisitas, sel bakteri yang terpapar bahan kimia mengalami kehilangan dua basa berurutan pada gen penyandi enzim. Akibatnya, seluruh rangka baca bergeser. Jenis mutasi ini disebut

a)

Duplication mutation

b)

Frameshift mutation

c)

Missense mutation

d)

Silent mutation

e)

Nonsense mutation

28.

Seorang pasien mengalami kelainan metabolisme akibat mutasi titik yang mengganti kodon normal menjadi kodon stop pada awal sekuens gen. Akibatnya, protein yang dihasilkan sangat pendek. Mutasi ini disebut

a)

Silent mutation

b)

Missense mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Deletion mutation

29.

Dalam analisis genetik, diketahui bahwa radiasi pengion menyebabkan terjadinya pemutusan untai ganda DNA yang kemudian diperbaiki secara salah, menghasilkan inversi segmen gen. Perubahan ini termasuk

a)

Point mutation

b)

Insertion mutation

c)

Chromosomal mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Transition mutation

30.

Sebuah mutasi pada gen regulator menyebabkan penghambatan transkripsi bahkan ketika sinyal aktivasi hadir. Kondisi ini kemungkinan terjadi akibat mutasi pada

a)

Enhancer

b)

Operator

c)

Repressor

d)

Promotor

e)

Termination site

31.

Dalam penelitian ekspresi gen, ditemukan bahwa perubahan satu basa pada kodon tidak mengubah asam amino karena degenerasi kode genetik. Jenis mutasi ini disebut

a)

Nonsense mutation

b)

Silent mutation

c)

Frameshift mutation

d)

Missense mutation

e)

Insertion mutation

32.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa perubahan basa pirimidin menjadi pirimidin lain dalam DNA menyebabkan tidak adanya perubahan sifat protein. Peristiwa ini disebut

a)

Transition silent mutation

b)

Transversion nonsense mutation

c)

Duplication missense mutation

d)

Frameshift deletion mutation

e)

Insertion mutation

33.

Pasien mengalami kelainan genetik akibat masuknya dua basa tambahan dalam gen tertentu. Akibatnya, protein yang dihasilkan menjadi tidak fungsional. Hal ini disebabkan oleh

a)

Nonsense mutation

b)

Frameshift mutation

c)

Silent mutation

d)

Missense mutation

e)

Transition mutation

34.

Seorang mahasiswa melakukan eksperimen dengan memaparkan bakteri pada bahan alkilasi. Setelah paparan, ditemukan peningkatan laju mutasi substitusi basa. Kesimpulan yang tepat adalah bahwa bahan alkilasi bertindak sebagai

a)

Agen interkalasi

b)

Agen alkilasi

c)

Agen oksidatif

d)

Agen deletif

e)

Agen radiasi

35.

Dalam analisis ekspresi gen, diketahui bahwa mutasi pada daerah promoter mengurangi afinitas RNA polimerase terhadap DNA. Dampaknya adalah

a)

Peningkatan ekspresi gen

b)

Penurunan ekspresi gen

c)

Hilangnya intron

d)

Perubahan kodon stop

e)

Pembentukan protein abnormal

36.

Seorang pasien mengalami kelainan akibat mutasi pada enhancer yang menyebabkan penurunan ikatan aktivator transkripsi. Akibatnya, ekspresi gen tersebut akan

a)

Tetap konstitutif

b)

Menurun

c)

Meningkat

d)

Tidak berubah

e)

Hilang total

37.

mukan bahwa transposon menyisipkan diri ke dalam gen yang mengkode protein struktural. Hal ini mengakibatkan

a)

Hilangnya promoter

b)

Aktivasi transkripsi

c)

Inaktivasi gen

d)

Perubahan kromatin

e)

Replikasi meningkat

38.

Seorang pasien dengan kanker menunjukkan mutasi pada gen supresor tumor yang mengubah asam amino penting dalam domain pengikat DNA. Hal ini kemungkinan akan

a)

Meningkatkan fungsi protein

b)

Menurunkan fungsi protein

c)

Tidak mengubah fungsi protein

d)

Menghentikan translasi

e)

Mempercepat splicing

39.

Dalam percobaan, mutasi menyebabkan penggantian satu kodon stop dengan kodon yang mengkode asam amino. Dampak yang paling mungkin adalah

a)

Pemendekan protein

b)

Pemanjangan protein

c)

Tidak ada perubahan

d)

Perubahan promoter

e)

Hilangnya transkripsi

40.

Seorang peneliti menemukan bahwa mutasi yang terjadi di luar gen (cis-regulatory element) menyebabkan perubahan pola ekspresi gen. Hal ini menunjukkan bahwa mutasi dapat terjadi pada

a)

Introns saja

b)

Hanya ekson

c)

Daerah pengatur gen

d)

Hanya kodon start

e)

Hanya kodon stop

41.

Dalam penelitian ekspresi gen eukariot, mutasi pada gen yang menyandi faktor transkripsi menyebabkan hilangnya pengikatan ke promoter. Dampaknya adalah

a)

Transkripsi meningkat

b)

Transkripsi menurun

c)

Translasi meningkat

d)

Splicing tidak terjadi

e)

DNA menjadi lebih stabil

42.

Seorang pasien mengalami mutasi missense yang mengubah struktur sekunder protein enzim sehingga mengurangi aktivitas katalitiknya. Dampak utama mutasi ini adalah

a)

Perubahan jumlah mRNA

b)

Perubahan aktivitas protein

c)

Perubahan struktur DNA

d)

Perubahan promoter

e)

Penghilangan kodon stop

43.

Dalam percobaan laboratorium, radikal bebas terbukti menyebabkan oksidasi basa guanin menjadi 8-oksoguanin, yang kemudian salah berpasangan saat replikasi. Peristiwa ini dapat mengarah pada

a)

Frameshift mutation

b)

Substitusi basa

c)

Delesi kodon

d)

Duplikasi gen

e)

Replikasi lambat

44.

Dalam penelitian genetik, mutasi pada gen represor menyebabkan gen target tetap terekspresi meskipun tidak diperlukan. Hal ini disebut

a)

Ekspresi konstitutif

b)

Ekspresi terhambat

c)

Transkripsi adaptif

d)

Translasi selektif

e)

Aktivasi pasif

45.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa penghapusan tiga basa pada gen tidak mengubah kerangka baca tetapi menyebabkan hilangnya satu asam amino. Jenis mutasi ini disebut

a)

Frameshift mutation

b)

In-frame deletion

c)

Nonsense mutation

d)

Missense mutation

e)

Transversion mutation

46.

Dalam eksperimen dengan kultur sel, paparan radiasi gamma menyebabkan terjadinya fusi dua kromosom menjadi satu. Peristiwa ini tergolong

a)

Point mutation

b)

Frameshift mutation

c)

Chromosomal mutation

d)

Silent mutation

e)

Missense mutation

47.

Seorang pasien mengalami kelainan akibat mutasi yang mengganti basa pirimidin dengan purin. Peristiwa ini dikenal sebagai

a)

Transition

b)

Transversion

c)

Duplication

d)

Deletion

e)

Insertion

48.

Dalam penelitian, mutasi yang terjadi pada terminator transkripsi menyebabkan pembacaan gen berlanjut ke daerah lain. Dampak utamanya adalah

a)

Terhentinya transkripsi

b)

Pembentukan mRNA abnormal

c)

Hilangnya promoter

d)

Perubahan kodon start

e)

Pengurangan protein

49.

Seorang ilmuwan mempelajari efek mutasi pada elemen UTR (untranslated region) dari mRNA yang menyebabkan penurunan stabilitas mRNA. Hal ini akan berdampak pada

a)

Peningkatan translasi

b)

Penurunan translasi

c)

Perubahan struktur DNA

d)

Hilangnya promoter

e)

Penghilangan ekson

50.

Dalam studi ekspresi gen, ditemukan bahwa metilasi berlebihan pada promoter menghambat pengikatan faktor transkripsi. Fenomena ini menunjukkan bahwa regulasi ekspresi gen dapat dipengaruhi oleh

a)

Mutasi struktural

b)

Modifikasi epigenetik

c)

Duplikasi gen

d)

Perubahan kodon

e)

Frameshift

51.

Seorang peneliti menemukan bahwa mutasi pada gen reseptor insulin mengganti satu asam amino dalam domain pengikat ligan, sehingga reseptor kehilangan afinitas terhadap insulin. Jenis mutasi yang paling mungkin adalah

a)

Silent mutation

b)

Missense mutation

c)

Nonsense mutation

d)

Frameshift mutation

e)

Duplication mutation

52.

Dalam analisis DNA, diketahui bahwa adanya delesi satu basa di awal gen menyebabkan seluruh urutan asam amino setelahnya berubah. Kondisi ini mengakibatkan protein tidak berfungsi. Mutasi ini disebut

a)

Silent mutation

b)

Missense mutation

c)

Frameshift mutation

d)

Nonsense mutation

e)

Inversion mutation

53.

Pasien dengan kelainan darah memiliki mutasi yang mengubah kodon normal menjadi kodon stop lebih awal, menghasilkan protein pendek. Mutasi ini termasuk

a)

Missense mutation

b)

Nonsense mutation

c)

Silent mutation

d)

Duplication mutation

e)

Transversion mutation

54.

Dalam percobaan laboratorium, paparan sinar UV menyebabkan terbentuknya dimer timin yang menghambat proses replikasi DNA. Perubahan ini termasuk jenis mutasi yang disebabkan oleh

a)

Mutagen kimia

b)

Mutagen biologis

c)

Mutagen fisik

d)

Mutagen spontan

e)

Mutasi transposon

55.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa mutasi pada gen pengkode faktor sigma menyebabkan hilangnya pengikatan RNA polimerase ke promotor. Akibat langsungnya adalah

a)

Translasi berhenti

b)

Transkripsi tidak dimulai

c)

Replikasi berhenti

d)

Splicing terganggu

e)

Protein tetap terbentuk

56.

Dalam penelitian kanker, mutasi pada gen supresor tumor mengakibatkan penghapusan satu kodon tanpa mengubah kerangka baca. Perubahan ini disebut

a)

Frameshift mutation

b)

In-frame deletion

c)

Silent mutation

d)

Missense mutation

e)

Transversion mutation

57.

Seorang mahasiswa menemukan bahwa perubahan basa purin menjadi pirimidin menyebabkan perubahan asam amino pada protein. Peristiwa ini dinamakan

a)

Transition

b)

Transversion

c)

Duplication

d)

Frameshift

e)

Deletion

58.

Dalam studi regulasi gen, mutasi pada operator lac menyebabkan ekspresi gen lac tetap aktif meskipun laktosa tidak tersedia. Fenomena ini dikenal sebagai

a)

Repressible expression

b)

Inducible expression

c)

Constitutive expression

d)

Silenced expression

e)

Episomal expression

59.

Pasien mengalami kelainan metabolik karena mutasi pada enhancer yang mengurangi pengikatan faktor aktivator. Hal ini akan menyebabkan

a)

Ekspresi gen meningkat

b)

Ekspresi gen menurun

c)

Ekspresi gen tetap

d)

Translasi meningkat

e)

Terjadi frameshift

60.

Dalam analisis genetik, ditemukan bahwa mutasi akibat penyisipan transposon ke dalam gen menyebabkan penghentian sintesis protein. Peristiwa ini disebut

a)

Transition mutation

b)

Insertional mutagenesis

c)

Missense mutation

d)

Splicing mutation

e)

Duplication mutation

61.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa mutasi pada elemen UTR menurunkan stabilitas mRNA sehingga cepat terdegradasi. Dampak utama dari mutasi ini adalah

a)

Peningkatan translasi

b)

Penurunan translasi

c)

Peningkatan replikasi

d)

Perubahan struktur DNA

e)

Duplikasi gen

62.

Pasien dengan penyakit genetik mengalami mutasi yang menyebabkan terbentuknya kodon stop di tengah gen. Hal ini akan menghasilkan

a)

Protein penuh tetapi nonfungsional

b)

Protein lebih panjang dari normal

c)

Protein pendek dan tidak fungsional

d)

Protein tetap normal

e)

Peningkatan translasi

63.

Dalam penelitian molekuler, mutasi pada gen pengkode represor menyebabkan gen target tetap aktif. Hal ini menunjukkan peran penting

a)

Enhancer

b)

Operator

c)

Represor

d)

Terminator

e)

Introns

64.

Seorang mahasiswa menemukan bahwa penghapusan tiga basa tidak mengubah kerangka baca tetapi menghilangkan satu asam amino. Perubahan ini tergolong

a)

Frameshift mutation

b)

In-frame deletion

c)

Nonsense mutation

d)

Missense mutation

e)

Transition mutation

65.

Dalam studi ekspresi gen, mutasi pada terminator menyebabkan RNA polimerase terus membaca ke bawah gen. Hal ini menghasilkan

a)

mRNA lebih pendek

b)

mRNA lebih panjang

c)

Hilangnya kodon start

d)

Splicing berhenti

e)

Protein tidak terbentuk

66.

Pasien dengan kelainan genetik mengalami mutasi missense yang mengubah struktur aktif enzim. Dampak yang paling mungkin adalah

a)

Aktivitas enzim meningkat

b)

Aktivitas enzim menurun

c)

Tidak ada perubahan fungsi

d)

Translasi berhenti

e)

Ekspresi gen meningkat

67.

Dalam penelitian kromosom, mutasi besar menyebabkan pertukaran segmen antara dua kromosom berbeda. Peristiwa ini disebut

a)

Deletion

b)

Inversion

c)

Translocation

d)

Duplication

e)

Insertion

68.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa penambahan satu basa pada kodon ke-200 menyebabkan pembentukan kodon stop prematur. Jenis mutasi ini adalah

a)

Missense mutation

b)

Nonsense mutation akibat frameshift

c)

Silent mutation

d)

Transition mutation

e)

Duplication mutation

69.

Dalam percobaan, paparan nitrosamin menyebabkan penggantian basa guanin menjadi adenin. Perubahan ini disebut

a)

Transition

b)

Transversion

c)

Deletion

d)

Duplication

e)

Insertion

70.

Seorang pasien mengalami mutasi pada promoter yang menghilangkan situs pengikatan faktor transkripsi. Hal ini akan menyebabkan

a)

Transkripsi meningkat

b)

Transkripsi menurun

c)

Translasi meningkat

d)

Replikasi meningkat

e)

Mutasi terhenti

71.

Dalam studi bakteri, mutasi pada gen sigma menyebabkan RNA polimerase tidak dapat mengenali promoter. Akibatnya

a)

Translasi meningkat

b)

Transkripsi terhenti

c)

Splicing berhenti

d)

Replikasi meningkat

e)

Protein tetap terbentuk

72.

Pasien dengan mutasi pada intron mengalami kesalahan pemotongan mRNA sehingga protein abnormal terbentuk. Hal ini menunjukkan pentingnya

a)

Splicing yang tepat

b)

Terminasi transkripsi

c)

Replikasi DNA

d)

Translasi cepat

e)

Repressor protein

73.

Dalam eksperimen sel mamalia, metilasi promoter yang berlebihan menghambat pengikatan faktor transkripsi. Fenomena ini merupakan contoh

a)

Mutasi struktural

b)

Regulasi epigenetik

c)

Frameshift mutation

d)

Missense mutation

e)

In-frame deletion

74.

Seorang ilmuwan menemukan bahwa penghapusan segmen besar DNA menghilangkan beberapa gen sekaligus. Dampak utama dari mutasi ini adalah

a)

Perubahan satu asam amino

b)

Peningkatan dosis gen

c)

Kehilangan fungsi gen

d)

Perubahan kodon stop

e)

Pengaktifan gen abnormal