Worksheetsch-11 Trasnfer Pricing Lanjutan
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Name
Class
Date
1.
Indikator harga transfer dapat berupa
a)
harga transaksi
b)
laba kotor (gross profit),
c)
laba operasi bersih ( net operating profit)
d)
harga pasar monopoli
e)
harga export
2.
Nilai indikator harga Transaksi Independen dapat berupa:
a)
titik kewajaran ( arm’slength point)
b)
titik di dalam rentang kewajaran (arm’slength range).
c)
laba operasi bersih ( net operating profit)
d)
harga pasar monopoli
e)
harga export
3.
Tahapan penerapan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha meliputi:
a)
mengidentifikasi Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa dan Pihak Afiliasi;
b)
melakukan analisis industri yang terkait dengan kegiatan usaha Wajib Pajak, termasuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kineija usaha dalam industri tersebut
c)
mengidentifikasi hubungan komersial dan/atau keuangan antara Wajib Pajak dan para Pihak Afiliasi dengan melakukan analisis atas kondisi transaksi;
d)
melakukan analisis kesebandingan dan menerapkan metode Penentuan Harga Transfer menentukan harga wajar atas Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa
e)
menentukan metode Penentuan Harga Transfer;
4.
Metode Penentuan Harga Wajar/Transfer yang digunakan dalam penerapan Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha dapat berupa:
a)
metode perbandingan harga antara pihak yang independen ( comparable uncontrolled price method);
b)
metode harga penjualan kembali (resale price method]
c)
metode biaya-plus ( costplus method];
d)
Metode pembagian laba ( profit split method]
e)
metode laba bersih transaksional ( transactional net margin method
5.
<br /> Comparable Uncontrolled Price Method (CUP) merupakan metode perbandingan harga antara pihak yang independen ( comparable uncontrolled price method) dilakukan dengan membandingkan harga antara transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa yang diuji dan transaksi independen, dan sesuai untuk karakteristik transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa sebagai berikut:<br />
a)
Transaksi produk komoditas
b)
Transaksi barang atau jasa dengan karakteristik barang atau jasa yang sama atau serupa dengan karakteristik barang atau jasa pada transaksi independen dalam kondisi yang sebanding
c)
titik kewajaran ( arm’slength point)
d)
titik di dalam rentang kewajaran (arm’slength range).
e)
laba operasi bersih ( net operating profit)
6.
Resale Price Method (RPM)
a)
Metode harga penjualan kembali (resale price method) dilakukan dengan mengurangkan laba kotor wajar distributor atau reseller terhadap harga jual kembali, dan sesuai untuk karakteristik transaksi yang dipengaruhi hubungan istimewa dan karakteristik usaha para pihak yang bertransaksi
b)
Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa dilakukan dengan melibatkan distributor atau reseller yang melakukan penjualan kembali barang atau jasa kepada pihak yang independen atau kepada Pihak Afiliasi dengan harga yang telah memenuhi Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha
c)
distributor atau reseller tidak menanggung risiko bisnis yang signifikan, tidak memiliki kontribusi unik dan bernilai terhadap Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa, atau tidak memberikan nilai tambah yang signifikan terhadap barang atau jasa yang ditransaksikan
d)
titik di dalam rentang kewajaran (arm’slength range).
e)
laba operasi bersih ( net operating profit)
7.
Cost Plus Method ( C+)
a)
Metode biaya-plus ( cost plus method] dilakukan dengan menambahkan laba kotor wajar pabrikan atau penyedia jasa terhadap harga pokok penjualan barang atau jasa, dan sesuai untuk karakteristik Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa dan karakteristik usaha para pihak yang bertransaksi
b)
Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa dilakukan dengan melibatkan pabrikan atau penyedia jasa yang membeli bahan baku atau faktor produksi lainnya dari pihak yang independen atau dari Pihak Afiliasi dengan harga yang telah memenuhi Prinsip Kewajaran dan Kelaziman Usaha
c)
pabrikan atau penyedia jasa sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak menanggung risiko bisnis yang signifikan dan tidak memiliki kontribusi unik dan bernilai terhadap Transaksi yang Dipengaruhi Hubungan Istimewa
d)
metode harga penjualan kembali (resale price method]
e)
metode biaya-plus ( costplus method];
8.
Profit Split Method :
a)
Metode pembagian laba ( profit split method) dilakukan dengan membagi laba gabungan transaksi yang relevan berdasarkan fungsi, aset, risiko, dan/atau kontribusi para pihak di dalam transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa, dan sesuai untuk karakteristik Transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa dan karakteristik usaha para pihak yang bertransaksi
b)
para pihak yang bertransaksi memiliki kontribusi unik dan bernilai terhadap Transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa
c)
kegiatan usaha para pihak yang bertransaksi merupakan kegiatan usaha yang sangat terintegrasi [ highly integrated) sehingga kontribusi masing-masing pihak yang bertransaksi tidak dapat dilakukan analisis secara terpisah
d)
para pihak yang bertransaksi saling berbagi risiko bisnis yang signifikan secara ekonomi (share the assumption of economically significant risks) atau secara terpisah menanggung risiko bisnis yang saling berkaitan (separately assume closely related risks).
e)
menentukan metode Penentuan Harga Transfer;
9.
Transactional Net Margin Method (TNMM)
a)
Metode laba bersih transaksional (transactional net margin method) dilakukan dengan membandingkan tingkat laba bersih operasi pihak yang diuji dengan tingkat laba bersih operasi pembanding, yang dapat dipilih sepanjang tidak tersedia pembanding di tingkat harga dan laba kotor yang andal dan sebanding dan sesuai untuk karakteristik transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa dan karakteristik usaha para pihak yang bertransaksi
b)
salah satu pihak atau para pihak yang melakukan Transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa tidak memiliki kontribusi unik dan bernilai terhadap Transaksi yang Dipengarahi Hubungan Istimewa;
c)
kegiatan usaha para pihak yang bertransaksi merupakan kegiatan usaha yang tidak terintegrasi ( non-highly integrated);
d)
para pihak yang bertransaksi tidak saling berbagi risiko bisnis yang signifikan secara ekonomi (not sharing of the assumption of economically significant risks) atau secara terpisah tidak menanggung risiko bisnis yang saling berkaitan (separately not assuming closely related risks).
e)
menentukan metode Penentuan Harga Transfer;
10.
Tangible Asset and Intangible Asset Valuation
a)
Metode dalam penilaian harta berwujud dan/atau harta tidak berwujud ( tangible asset and intangible asset valuation) dilakukan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang mengatur mengenai standar penilaian yang berlaku
b)
transaksi pengalihan harta berwujud dan/atau harta tidak berwujud
c)
transaksi persewaan harta berwujud
d)
Transaksi sehubungan dengan penggunaan atau hak menggunakan harta tidak berwujud
e)
transaksi pengalihan aset keuangan;
100 %
