NEW
Font size
WorksheetsTeori Kimia Analisis
Total questions: 50
Worksheet time: 50mins
1. Pada analisis kuantitatif, terdapat kemungkinan terjadinya kesalahan/eror, yang terdiri dari kesalahan sistematik atau kesalahan acak. Dibawah ini yang termasuk sumber kesalahan sistematik adalah, kecuali…
Instrumental
Operative
Personal
Metodic
Bencana alam
Kesalahan/eror yang termasuk dalam kesalahan sistematik dapat diminimalisir dengan beberapa cara yaitu, kecuali…
Keragaman alat
Keragaman person
Keragaman bahan
Keragaman metode
Tanggap bencana
Angka penting ditentukan dari dua jenis nomor atau angka, yaitu exact number yang didapatkan dari hasil perhitungan dan measured number yang didapatkan dari bantuan alat hitung. Dalam penetapan angka penting, terdapat rules atau aturan yang dapat digunakan, yaitu…
Angka 0 yang berada di antara angka-angka bukan 0 adalah angka penting
Angka 0 yang berada di awal adalah angka penting
Angka 0 yang berada di akhir dan setelah decimal adalah angka penting
Angka 0 yang berada di akhir dan sebelum decimal bisa merupakan angka penting atau bukan angka penting
Benar semua
Hasil perhitungan dari suatu proses analisis didapatkan hasil 4803, berapa angka penting yang terdapat pada hasil analisis tersebut…
4
3
2
1
0
1. Berapa angka penting yang dimiliki oleh angka : 0,001600…
5
4
3
2
1
Berikut ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan proses titrasi…
Standar baku primer
Standar baku sekunder
Indicator
Titik akhir titrasi
Benar semua
Titik ekivalen titrasi dapat diartikan bahwa…
Bahan yang diselidiki telah bereaksi dengan senyawa baku secara kuantitatif
Terjadinya perubahan fisika
Terjadinya perubahan kimia
Terjadinya perubahan warna
Salah semua
Berikut ini adalah syarat titrasi volumetri…
Reaksi yang terjadi antara larutan sampel dan larutan standar harus berlangsung cepat
Reaksi stoikiometri harus berlangsung antara larutan sampel dan larutan standar dan tidak terjadi reaksi samping yang mengganggu reaksi utama
Zat lain yang berada dalam satu larutan tidak boleh bereaksi atau menggangu reaksi utama
Adanya Indikator yang sesuai untuk penentuan TAT (titik akhir titrasi / End point of titration)
Benar semua
Pada beberapa proses titrasi dilakukan pembakuan larutan standar. Apa tujuan dilakukannya pembakuan larutan standar…
Untuk mendapatkan konsentrasi yang tepat
Dilakukan bila larutan titran dibuat dari zat yang kemurniannya pasti
Sebagai tahap yang harus dilakukan
Untuk menentukan konsentrasi baku primer
Salah semua
Larutan standar yang konsentrasinya dapat langsung diketahui dengan melarutkan sejumlah tertentu senyawa dalam volume tertentu pelarut karena memiliki kemurnian yang tinggi adalah…
Larutan baku sekunder
Titran
Indikator
Larutan baku primer
Larutan sampel
Larutan standar yang konsentrasinya diketahui setelah dibakukan dengan standar primer adalah…
Larutan baku sekunder
Titran
Indikator
Larutan baku primer
Larutan sampel
zat yang ditambahkan untuk mengetahui ekivalensi antara larutan standar dan sampel adalah…
Larutan baku sekunder
Titran
Indikator
Larutan baku primer
Larutan sampel
Berikut ini merupakan syarat yang harus dipenuhi oleh standar baku primer, kecuali ...
Mudah didapat, dimurnikan, dikeringkan dan disimpan dalam keadaan murni
Sulit larut
High purity
Thermally stable
Anhydrous
Bahan kimia yang masih mengandung pengotor, termasuk dalam derajat kimia…
Teknis
Pharmacopeia grade
Analytical reagent
Pro analysis
Pro HPLC
Bahan kimia yang sudah dimurnikan dan dihilangkan beberapa pengotornya tapi kemungkinan masih mengandung pengotor yang tidak harus diuji adalah…
Teknis
Pharmacopeia grade
Analytical reagent
Pro analysis
Pro HPLC
Penentuan kadar secara titrasi (titrimetri) yang melibatkan pembentukan kompleks atau ion kompleks disebut dengan titasi…
Asam basa
Asidi alkalimetri
Iodometri
Kompleksometri
Gravimetri
Pada senyawa kompleks, anion, kation, atau senyawa netral yang dapat menyumbangkan pasangan elektron untuk membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan atom pusat dsebut ligan. Ligan yang terikat pada atom/ion hanya pada 1 titik adalah…
Unidentate
Bidetate
Polidentat
Asam lewis
Basa lewis
Pada gambar disamping, menunjukkan jenis ligan apa…
unidentate
bidentate
polidentate
Basa lewis
Asam
Dibawah ini adalah contoh dari ligan polydentate, kecuali…
Etilendiamine
EDTA
α-Nitroso
β-Naftol
dimetil glioksim
1. Pernyataan di bawah ini benar mengenai kompleks khelat, kecuali...
Interaksi dari atom pusat/ion logam dengan ligan bidentat/polidentat akan terbentuk suatu kompleks dengan struktur cincin
Khelat adalah Kompleks, sedangkan kompleks belum tentu khelat
Khelat adalah Kompleks, sedangkan kompleks juga pasti khelat
Senyawa kompleks yang tdd 2 / > atom pusat/ion logam disebut Polynuclear complex
Dalam Polynuclear complex ligan bertindak sebagai jembatan ion-ion logam
Bilangan Werner merupakan bilangan yang mewakili jumlah ligand yang dapat berikatan dengan ion logam. Senyawa Ni(CN)42- mempunyai nilai bilangan werner sebesar…
6
5
4
3
2
Berikut ini yang termasuk jenis Komplekson I adalah…
Asam nitrilo triasetat
EDTA
Na EDTA
DCTA
Trilon B
Berikut ini yang termasuk jenis Komplekson II adalah…
Asam nitrilo triasetat
EDTA
Na EDTA
DCTA
Trilon A
Berikut ini yang termasuk jenis Komplekson III adalah…
Asam nitrilo triasetat
EDTA
Na EDTA
DCTA
Trilon A
Berikut ini yang termasuk jenis Komplekson IV adalah…
Asam nitrilo triasetat
EDTA
Na EDTA
DCTA
Trilon A
Berikut ini benar mengenai analisis Gravimetri…
Merupakan proses penentuan kadar analit dengan cara penimbangan senyawa analit atau turunannya, yang sudah diisolasi dari sampel, dalam bentuk semurni mungkin
Analisis kuantitatif konvensional
Cara analisis kuantitatif berdasarkan berat tetap (berat konstan)-nya
Perubahan unsur/gugus dari senyawa yang dianalisis menjadi senyawa lain yang murni & mantap (stabil) --> dapat diketahui berat tetapnya
Benar semua
Berikut ini adalah keuntungan penggunaan metode gravimetri adalah, kecuali…
Akurat dan presis
Beberapa sumber kesalahan yang diketahui sebabnya dapat diuji dan dikendalikan
Merupakan metode absolut, tidak perlu senyawa baku
Peralatan relatif tidak mahal
Time consuming
Metode-metode dibawah ini adalah proses isolasi analit dari sampel yang dapat dilakukan pada metode gravimetri, kecuali…
Pengendapan
Penyaringan
Ekstraksi
Volatisisasi
Pemijaran
Penetapan kadar piperasin sikrat yang larut dalam sirup dapat dilakukan dengan metode gravimetri. Sampel piperasin sikrat ditambahkan dengan asam pikrat menghasilkan endapan piperasin pikrat. Cara apa yang dapat digunakan untuk penetapan kadar tsb…
Pengendapan
Penyaringan
Ekstraksi
Volatisasi
Pemijaran
Penetapan kadar papaverine HCl dalam sediaan injeksi dapat dilakukan dengan metode gravimetri. Sampel yang mengandung papaverine HCl ditambahkan dengan basa (NaOH) menghasilkan papaverine dalam bentuk base yang larut dalam air. Cara apa yang dapat digunakan untuk penetapan kadar tsb…
Pengendapan
Penyaringan
Ekstraksi
Volatisasi
Pemijaran
Penetapan kadar yang dilakukan dengan metode gravimetri dengan memanfaatkan air kristal/air yang teradsorpsi dipermukaan bahan baku, dapat dilakukan dengan cara…
Pengendapan
Penyaringan
Ekstraksi
Volatisisasi
Pemijaran
Penetapan kadar Bi sub gallat dalam sediaan suppositoria dapat dilakukan dengan metode gravimetri. Sampel yang mengandung Bi sub gallat dipanaskan hingga menghasilkan residu Bi2O3. Cara apa yang dapat digunakan untuk penetapan kadar tsb…
Pengendapan
Penyaringan
Ekstraksi
Volatisasi
Pemijaran
Penetapan kadar yang menggunakan perak nitrat sebagai titran adalah metode…
Asam basa
Kompleksometri
Argentometri
Iodometri
Permanganometri
Berikut ini adalah macam-macam penetapan kadar yang dapat dilakukan dengan metode argentometri, kecuali…
Metode Mohr
Metode Volhard
Metode Liebeig-Deniges
Metode asidi
Metode Fajans
Hal-hal dibawah ini harus diperhatikan saat melakukan penetapan kadar dengan metode Mohr…
Digunakan untuk penetapan kadar Cl- dan Br
Suasana netral atau sedikit basa (pH=7-10,5)
Ion Cl- dan Br- tidak dapat ditetapkan kadarnya dengan metode ini apabila ion – ion tadi terdapat bersama –sama dengan anion lain yang juga mengendap dengan Ag+ dalam suasana netral/ sedikit alkali
Kadar Cl- dalam HCl tidak dapat ditetapkan dengan metode ini
Benar semua
Berikut ini adalah metode penatapan kadar yang dapat digunakan ketika sampel tidak dapat dianalisis dengan metode Mohr atau Fajans…
Metode Mohr
Metode Volhard
Metode Liebeig-Deniges
Metode asidi
Metode Fajans
Hal-hal dibawah ini harus diperhatikan saat melakukan penetapan kadar dengan metode Volhard…
Pada penetapan kadar Br- dan I-,sebelum dilakukan titrasi kembali kelebihan Ag+ tidak perlu dilakukan penyaringan endapan AgBr atau AgI
Dapat digunakan untuk penetapan kadar halida secara volumetri dalam suasana asam kuat
Dapat digunakan untuk penetapan kadar anion yang garam Ag+nya sukar larut dalam air tapi larut dalam asam
Sulfida – sulfida yang sukar larut seperti garam sulfida dari Pb, Bi, Zn, Mn, Ni, dan Co dapat bereaksi dengan AgNO3 membentuk garam AgS secara kuantitatif
Benar semua
Penetapan kadar dengan prinsip pembentukan suspense AgCl, dalam suasana halide berlebih dimana pada saat NaCl dititrasi dengan AgNO3, mula mula Cl- berlebih, adsorbsi Cl- akan terjadi, diikuti adsorbsi Na+. Pada saat titik ekivalen terlampaui, yang ada adalah kelebihan Ag+, semua Cl- telah mengendap sebagai AgCl.Adsorbsi Ag+ terjadi diikuti adsorbsi NO3- pada lapisan kedua. Setelah titik ekivalen terjadi terdapat kelebihan sedikit Ag+, Ag+ ini akan diabsorbsi oleh AgCl diikuti oleh adsorbsi ion Fluorescein hal ini menimbulkan perubahan warna endapan menjadi merah muda sehingga titrasi dapat diakhiri.
Metode Mohr
Metode Volhard
Metode Liebeig-Deniges
Metode asidi
Metode Fajans
Dibawah ini adalah yang termasuk indicator adsorpsi, kecuali…
Fluorescein
Eosin
Tetrabrom
Diiodofluoresein
PP
Sampel berikut ini bisa ditetapkan kadarnya menggunakan metode Argentometri…
Ion merkuri
merkaptan (thioalkohol)
asam lemak
beberapa anion divalent seperti ion fosfat PO43- dan ion arsenat AsO43
Ion halide
Pada suatu proses titrasi, dapat terjadi kesalahan yang dikarenakan beberapa hal, yaitu…
Pengocokan yang Kurang Kuat
Kesalahan Penimbangan
Kesalahan pada saat melarutkan
Kesalahan pada saat pembuatan larutan baku & pembacaan skala buret
Benar semua
Kepekaan titrasi Argentometri metode Mohr dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu kecuali…
Temperature
Adanya elektrolit lain
pH
Waktu titrasi
Konsentrasi kromat
Penetapan kadar dengan metode Argentometri yang dapat dilakukan pada suasana asam adalah…
Metode Mohr
Metode Volhard
Metode Liebeig-Deniges
Metode asidi
Metode Fajans
Keberhasilan proses pengendapan sangat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya, kecuali...
Temperatur
pH
Hidrolisis
Adanya elektrolit lain
Pembentukan kompleks
Bahan yang mengandung sejumlah bahan yang telah diketahui kadarnya mendekati 100% adalah…
Teknis
Pharmacopeia grade
Analytical reagent
Pro analysis
Primary standar grade
Bahan yang memiliki kemurnian paling tinggi & umumnya digunakan untuk keperluan penelitian khusus adalah…
Supra pure
Pharmacopeia grade
Analytical reagent
Pro analysis
Primary standart grade
Dibawah ini merupakan macam-macam titrasi redoks, kecuali…
Dikromatometri
Permanganometri
Kompleksometri
Iodometri
Serimetri
Titrasi redoks yang menggunakan KMnO4 sebagai titran adalah…
Dikromatometri
Permanganometri
Kompleksometri
Iodometri
serimetri
Berikut ini benar mengenai titasi Permanganometri, kecuali…
Permanganometri adalah titrasi redoks yang menggunakan KMnO4 sebagai titran.
Kalium permanganat adalah oksidator kuat.
KMnO4 dapat diperoleh dengan mudah, tidak mahal dan tidak membutuhkan indikator kecuali untuk larutan yang sangat encer
Kalium permanganate adalah reduktor kuat
Mangan mempunyai bilangan oksidasi +2, +3+, +4, +6, dan +7.
Berikut ini adalah alas an mengapa harus dilakukan standarisasi pada larutan kalium permanganate, kecuali…
Larutan kalium permanganat bukan larutan standar primer karena sukar mendapatkan yang murni
selain itu sifatnya mudah terurai oleh cahaya, suhu tinggi, asam/basa dan zat organik
Larutan permanganat dapat distandarisasi antara lain dengan: Arsen (III) Oksida Natrium Oksalat
Larutan kalium permanganat bukan larutan standar sekunder karena sukar mendapatkan yang murni
Larutan kalium permanganate merupakan larutan standar sekunder
