Font size
S
M
L
XL
WorksheetsTry Out Qur'an Hadist
Total questions: 91
Worksheet time: 2hrs 31mins
Name
Class
Date
1.
Tawassuth ini juga dikenal dengan istilah” moderasi”. Kata “moderasi” sendiri berasal dari bahasa inggris “moderation” yang artinya adalah sikap sedang atau sikap tidak berlebihan. Jika dikatakan, orang ini bersikap moderat berarti ia harus bersikap ….
a)
Bermegah-megah
b)
Berlebihan
c)
Tidak ekstrem
d)
Toleransi
e)
Condong satu arah
2.
Aminah dan Khalid teman sekelas. Aminah tinggal di perumahan yang terletak di sebelah desa tempat tinggal Khalid. Keluarga Aminah berasal dari Sumatra Utara, sedangkan keluarga Khalid bersuku Jawa. Aminah dan Khalid memiliki perbedaan. Akan tetapi, perbedaan tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mempererat tali persahabatan. Ketika keluarga Khalid tertimpa musibah, Aminah dan keluarganya membantu dengan ikhlas. Perbedaan yang ada pada Khalid dan Aminah dijadikan sebagai sarana untuk saling melengkapi. Ketika Aminah dan Khalid bertemu dengan seorang nenek yang menggunakan bahasa Jawa, Khalid membantu Aminah dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, Aminah dapat memahami maksud yang dikatakan sang nenek. Perilaku yang ditunjukkan Aminah dan Khalid merupakan contoh perilaku tasamuh. Mereka tidak menganggap perbedaan yang ada dan menjadikan perbedaan tersebut sebagai pelengkap. Aminah dan Kalid tidak menjadikan perbedaan yang ada pada mereka sebagai jurang pemisah. Dari narasi di atas, konsep tasamuh berada pada ….
a)
Keluarga Aminah berasal dari Sumatra Utara, sedangkan keluarga Khalid bersuku Jawa
b)
Perbedaan yang ada pada Khalid dan Aminah dijadikan sebagai sarana untuk saling melengkapi.
c)
Ketika keluarga Khalid tertimpa musibah, Aminah dan keluarganya membantu dengan ikhlas.
d)
Aminah dan Khalid teman sekelas.
e)
Ketika Aminah dan Khalid bertemu dengan seorang nenek yang menggunakan bahasa Jawa, Khalid membantu Aminah dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia
3.
Dalam kehidupan selalu ada suatu kejadian di mana seseorang hanya mementingkan urusan dunianya saja atau memiliki prinsip hidupnya hanyalah untuk mencari kesenangan duniawi semata. Perilaku yang dilakukannya dalam aktivitas sehari-hari sehingga menjadi kebiasaan dan dianggap sudah menjadi hal yang biasa dalam pergaulannya. Oleh karena itu Sikap tawazun ini harus di internalisasikan dalam diri peserta didik, agar….
a)
Mereka dapat melakukan segala sesuatu dengan seimbang dalam kehidupannya
b)
Tercipta kondidi yang stabil, sehat, aman dan nyaman di dunia
c)
Dapat memahami lingkungannya sendir
d)
Mengoptimalkan interaksi antar peserta didik
e)
Dapat lebih mengutamakan haknya saja
4.
Menurut sebagian ulama, tafsir tematik ditengarai sebagai metode alternative yang paling sesuai dengan kebutuhan ummat saat ini. Selain diharapkan dapat memberi jawaban atas berbagai problematika ummat metode tematik dipandang sebagai yang paling obyektif, hal ini dikarenakan ....
a)
Bahwa metode tematik seolah penafsir mempersilahkan Al-Quran berbicara sendiri melalui ayat-ayat dan kosa kata yang digunakannya terkait dengan persoalan tertentu.
b)
Dengan metode tematik semuanya mentergantungkan kepada mufassir terkait problematika aktual dan faktual
c)
Dengan metode tematik memperjelas dengan rinci dan tuntans, serta didukung dalil- dalil atau fakta-fakta yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik argument itu berasal dari Al-Quran, Hadis maupun pemikiran rasional.
d)
Bahwa dengan metode tematik segala persoalan secara parsial terjawab dengan baik dan benar.
e)
Memberikan kontribusi pemikiran yang logis , lugas, sesuai dengan fluktuasi zaman.
5.
Menghimpun atau mengumpulkan data hadis-hadis yang terkait dalam satu tema, baik secara lafal maupun secara makna melalui kegiatan Takhrij al-Hadis. Hal tersebut merupakan pengkajian hadis dengan metode tematik setelah melakukan langkah – langkah berikut ini ….
a)
Melakukan penelitian sanad
b)
Melakukan kegiatan i‟tibardengan melengkapi skema sanad.
c)
Menentukan tema atau masalah yang akan dibahas.
d)
Melakukan kategorisasi berdasarkan kandungan hadis dengan memperhatikan kemungkinan perbedaan peristiwa wurud-nya hadis (tanawwu‟) dan perbedaan periwayatan hadis (lafal dan makna.
e)
Melakukan penelitian matan, meliputi: kemungkinan adanya „illat (cacat) dan terjadinya syadz (kejanggalan)
6.
Metode tematik membuat tafsir Al-Quran dan hadis selalu dinamis sesuai dengan tuntutan zaman. Sehingga, masyarakat akan terasa bahwa Al-Quran dan hadis selalu aktual (updated), tak pernah ketinggalan zaman (outdated) dan mereka tertarik untuk mengamalkanajaran-ajarannya. Meski tidak mustahil hal ini didapatkan dari ketiga metode yang lain, namun hal itu bukan menjadi sasaran yang pokok. Uraian tersebut merupakan kelebihan langkah – langkah metode tematik secara ….
a)
Dinamis
b)
Praktis dan sistematis
c)
Membuat Pemahaman Menjadi Utuh.
d)
Penjelasan antar hadis dalam metode maudhu'iy bersifat lebih integral
e)
Kontemporer
7.
Dalam perkembangan tafsir dari masa ke masa, sejak klasik hingga modern, terdapat konsep beberapa model penafsiran. Metode tafsir yang memperhatikan titik tekannya pada latar belakang dan mengkaji konteks turunnya ayat Al Quran merupakan salah satu pengertian konsep metode tafsir….
a)
Kontekstual
b)
Lingusitik
c)
Hermeneutika
d)
Sosial
e)
Humanistik
8.
1 Konteksliterer Al-Quran 2.KontenksHistoris 3.KonteksKronologis 4.KonteksSpasio-temporal 5.KonteksTeologis 6.KonteksKultural, dari item tersebut, yang termasuk komponen dasar dalam metode tafsir kontekstual adalah….
a)
a. 1,3,4,5
b)
b. 1,5,4,6
c)
c. 1,2,3,5
d)
d. 1,2,3,4
e)
e. 1,4,5,6
9.
Para mufassir klasik menyatakan bahwa“qawwamun” dalam QS. An Nisa’ ayat 94 berarti pemimpin, pelindung, penanggungjawab. Sehingga, dilarang menyerahkan segala urusan kepada perempuan. Jika dilakukan pembacaan ulang secara komprehensif, maka tampak bahwa penafsiran seperti tersebut di atas tidak tepat lagi untuk dipertahankan. Sebab, jika ditelaah sababun nuzul ayat di atas, ternyata hanya berkaitan dengan persoalan rumah tangga, sehingga tidak tepat jika digeneralisir dalam semua wilayah kepemimpinan. Dari keterangan di atas, maka kelebihan metode tafsir kontekstual adalah:
a)
Menafsirkan ayat dengan melihat sebab turunnya
b)
Menafsirkan ayat untuk mejawab kondisi nyata
c)
Melahirkan tafsir yang bebas dari kaidah bahasa
d)
Menyusun ayat sesuai kondisi turunnya
e)
Menggunakan akal dalam menafsirkan ayat
10.
Ada berbagai macam tafsir Al Qur’an dalam dunia modern. Diantaranya dengan mungumpulkan ayat-ayat yang mengandung tema yang sama, menafsirkan ayat dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat saat turunnya ayat dan disesuaikan dengan kondisi nyata saat ini, dan menafsirkan ayat-ayat untuk menjawab permasalahan yang ada. Dari keterangan di atas jika seorang mufassir menafsirkan beberapa ayat Al-Quran yang biasa ditafsirkan membedakan atau mengaggap eksklusif ajaran agama Islam dan menyalahkan agama selain Islam, ditafsirkan ulang sehingga tercapai tujuan hidup penuh damai dan tidak ada lagi kekerasaan atas nama agama. Metode tafsir yang digunakan mufassir tersebut adalah ….
a)
Metode Tematik
b)
Metode Tekstual
c)
Metode Kontesktual
d)
MetodeKontemporer
e)
MetodeSemantik
11.
Kemunculan tafsir kontemporer erat kaitannya dengan mulai muncul istilah pembaharuan yang dipopulerkan oleh beberapa ulama modern kontemporer yang menginginkan pendekatan dan metodologi baru dalam memahami Islam. Ayat-ayat Al-Qur’an adalah pernyataan moral, religius, dan sosial Tuhan untuk merespon apa yang terjadi dalam masyarakat. Hal tersebut diungkapan oleh
a)
Nashr Hamid Abu Zayd
b)
Ali Harb
c)
Syahrur
d)
Fazlur Rahman
e)
Ahmad Syafi’i
12.
Metode tafsir kontemporer adalah metode penafsiran Al-Quran yang menjadikan problem kemanusiaan yang ada sebagai semangat penafsirannya. Persoalan yang muncul dihadapan dikaji dan dianalisis dengan berbagai pendekatan yang sesuai dengan problem yang sedang dihadapinya serta sebab-sebab yang melatarbelakanginya. Bahkan peradaban barat disebut- sebut ikut andil sebagai stimulus lahirnya salah satu pendekatan dalam metode tafsir kontemporer. Pendekatan yang dimaksud adalah ….
a)
pendekatan semantic
b)
pendekatan Hermeneutika
c)
pendekatan ilmu-ilmu social
d)
pendekatan pluralisme agama
e)
pendekatan konseptual.
13.
Pada pembelajaran akhlak tercela ghibah, peserta didik menganalisis gejala tentang faktor- faktor yang menyebabkan seseorang berperilaku ghibah. Pendidik melakukan evaluasi tentang apa yang telah dilakukan oleh peserta didik. Aktivitas belajar tersebut merupakan pendekatan pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kritis, yaitu….
a)
Discovery learning
b)
Inquiry Learning
c)
Problem based Learning
d)
Project based Learning
e)
Contextual Learning
14.
Ketika mempelajari dampak sifat hasud, peserta didik selalu mencoba memikirkan cara-cara yang baru, unik, dan tidak biasa dilakukan oleh orang lain dalam melakukan penyelidikan untuk membuktikan hipotesis yang sebelumnya telah dibuat. Aktivitas belajar tersebut merupakan pendekatan pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir kreatif aspek berpikir orisinal, yaitu….
a)
Discovery learning
b)
Inquiry Learning
c)
Problem based Learning
d)
Project based Learning
e)
Contextual Learning
15.
Dalam proses pembelajaran peserta didik diberi kesempatan untuk menggali konten ( materi) dengan menggunakan berbagai cara yang bermakna bagi dirinya. Dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Aktivitas belajar tersebut merupakan pendekatan pembelajaran untuk pengembangan kemampuan berpikir inovatif, yaitu….
a)
Discovery learning
b)
Inquiry Learning
c)
Problem based Learning
d)
Project based Learning
e)
Contextual Learning
16.
Pembelajaran Akhlak tentang menyajikan contoh perilaku kerja keras dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut ini: Pendidik mengkondisikan peserta didik untuk mengamati video tentangcontoh perilaku kerja keras yang ditayangkan dengan menggunakan alat komputer dan projector; Pendidik membibing peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang contoh perilaku kerja keras dalam microsoft powe point; Pendidik membimbing pesera didik untuk menyajikan peta konsep contoh perilaku kerja keras dengan menggunakan microsoft power point dengan menggunakan alat prijector dan laptop; Pendidik membimbing peserta untuk menggali konsep tentang sifat kerja keras dengan memanfaatkan web sebagai bahan untuk belajar. Dari langkah-langkah tersebut, yang termasuk kategori langkah belajar TPACK adalah…
a)
2) dan 4)
b)
1) dan 2)
c)
1) dan 3)
d)
2) dan 3)
e)
1) dan 4)
17.
Pak Hasan membimbing peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang contoh perilaku kerja keras dalam microsoft power point. Kemudian ia membimbing pesera didik untuk menyajikan peta konsep contoh perilaku kerja keras dengan menggunakan microsoft power point dengan menggunakan alat projector dan laptop. Deskripsi tersebut menggambarkan bahwa Pak Hasan memiliki beberapa karakteristik guru abad 21 yaitu .........
a)
Keterampilan berpikir kritis dan keratif, Menyelesaikan Masalah dan Literasi Media Informasi, Komunikasi, dan Teknologi
b)
Kemampuan Menyelesaikan Masalah, Komunikasi dan Kolaborasi, Kreativitas dan Inovasi
c)
Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi, Kreativitas dan Inovasi dan literasi informasi
d)
Kreativitas dan Inovasi, Literasi Media Informasi, Komunikasi
e)
Literasi Media Informasi, Komunikasi, dan Teknologi
18.
Dalam pembelajaran pembiasaan menghindari perilaku sombong, disajikan materi pokok sebagai berikut: 1)Pengertian sombong; 2)Dalil Naqli tentang larangan berperilaku sombong; 3)Contoh perilaku sombong; 4)Cara menghindari perilaku sombong; 5)Hikmah menghindari perilaku sombong. Dari pernyataan tersebut, susunan yang benar dari materi ajar berdasarkan urutan kategori struktur pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif adalah…
a)
1), 2), 3), 4) dan 5)
b)
2), 3), 4), 5) dan 1)
c)
3), 1), 2), 4), dan 5)
d)
4), 3), 5), 1), dan 2)
e)
5), 1), 2), 3), dan 4)
19.
Pak Hamdan melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya, di mulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun ( a guiding question ) dan membimbing peserta didik berkolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek dalam kurikulum. Deskrpsi tersebut menggambarkan model pembelajaran yang dilakukan pak Hamdan yang sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21, yaitu…
a)
Discovery learning
b)
Inquiry Learning
c)
Problem based Learning
d)
Project based Learning
e)
Contextual Learning
20.
Dalam pembelajaran akhlak dalam berhias, peserta dibagi dalam beberapa kelompok; Setiap kelompok diberi kertas plano/ flip cart dan mendapat tema tentang adab berhias; Hasil kerja kelompok ditempel di dinding; Masing-masing kelompok berputar mengamati hasil kerja kelompok lain; Salah satu wakil kelompok menjelaskan setiap apa yang ditanyakan oleh kelompok lain. Deskripsi tersebut menggambarkan strategi pembelajaran yang tepat sesuai dengan tuntutan K13 dan perkembangan abad 21, yaitu…
a)
Everyone is a Teacher Here
b)
Poster Session
c)
Small Group Discussion
d)
Gallery Walk
e)
Role Play
21.
Berdasarkan uraian KD dan IPK berikut ini : Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi: Memahami kisah keteladananNabi Zulkifli a.s.; Menerangkan biografi dan Riwayat Hidup Nabi Zulkifli a.s.; Menyebutkan sifat keteladanan Nabi Zulkifli a.s.; Menyebutkan Hikmah kisah keteladanan Nabi Zulkifli a.s.; Menyebutkan surat dan ayat al-Qur'an yang menjelaskan kisah Nabi Zulkifli a.s. Sumber belajar konvensional dan berbasis IT yang relevan adalah .....
a)
Poster
b)
Surat kabar
c)
Animasi yang disajikan dalam slide PPT
d)
Cerita bergambar
e)
Buku Pelajaran
22.
Guru mengarahkan siswa untuk memahami suatu konsep, arti, dan hubungan, melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan. Penemuan konsep terjadi bila data dari guru tidak disajikan dalam bentuk akhir, tetapi dalam bentuk proses. Dengan model tersebut siswa didorong untuk mengidentifikasi apa yang ingin diketahui kemudian mencari informasi sendiri lalu mengorganisasi atau membentuk (konstruksi) apa yang mereka ketahui dan mereka pahami dalam suatu bentuk akhir. Model pembelajaran aktif yang dimaksud adalah .....
a)
Project Based Learning
b)
Discovery Learning
c)
Problem Based Learning
d)
Inquiry Learning
e)
Contextual Learning
23.
a. Tujuannya adalah terbentuknya manusia seutuhnya dan masyarakat seutuhnya; b.Materi pembelajarannya mengandung kesatuan pendidikan jasmani-ruhani, mengasah kecerdasan intelektual-spritual-emosional, kesatuan materi pendidikan teoritis –praktis, kesatuan materi pendidikan pribadi-sosial-ketuhanan; c.Proses pendidikannya mengutamakan kesatuan kepentingan anak didik dan masyarakat; d.Evaluasi Pendidikannya mementingkan tercapainya perkembangan anak didik dalam bidang penguasaan ilmu, sikap, dan keterampilan. Pernyataan tersebut di atas merupakan ciri – ciri pembelajaran .....
a)
Holistik
b)
Futuristik
c)
Kontekstual
d)
Direct learning
e)
Inquiry Learning
24.
Pembelajaran yang dilaksanakan melalui pendekatan kontekstual dan futuristik. Pa Ahmad melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar. Sedangkan Bu Hindun melaksanakan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber dan media pembelajaran. Dari deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara pendekatan pembelajaran kontekstual dan futuristik adalah…
a)
Pembelajaran kontekstual memanfaatkan berbagai sumber dan media pembelajaran yang ada di lingkungan sekitar; sedangkan pembelajaran futuristik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber dan media pembelajaran
b)
Pembelajaran kontekstual memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber dan media pembelajaran; sedangkan pembelajaran futuristik memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber dan media pembelajaran
c)
Dalam pembelajaran kontekstual memanfaatkan media audiovisual; sedangkan pembelajaran futuristik memanfaatkan media visual
d)
Dalam pembelajaran kontekstual dan futuristik, memanfaatkan media lingkungan dan teknologi
e)
Dalam pembelajaran kontekstual dan futuristik memanfaatkan media audio-visual
25.
Dalam pembelajaran abad 21 pembelajaran berbasis TIK merupakan upaya memanfaatkan kemajuan TIK untuk mendukung proses pembelajaran. TIK berperan sebagai alat bantu bukan sebagai subyek utama. TIK berperan sebagai media penghubung untuk menyampaikan transfer ilmu pengetahuan dari pendidik kepada peserta didik. Berikut ini contoh RPP yang tepat dalam memanfaatkan teknologi dan media informasi abad 21 adalah dengan menggunakan metode pembelajaran ….
a)
Metode : ceramah dan diskusi, Media : gambar
b)
Metode : diskusi, Tanya jawab dan penugasan, Media : audio visual /Video
c)
Metode : Tanya jawab, ceramah dan penugasan, Media : audio
d)
Metode ceramah, diskusi, Media : alam sekitar
e)
Metode : diskusi, Tanya jawab dan penugasan, Media : buku siswa
26.
Tafsir kontekstual secara sederhana adalah kegiatan untuk mengeksplanasi firman Allah SWT dengan memperhatikan indikasi-indikasi dari susunan bahasa dan keterkaitan kata demi kata yang tersusun dalam kalimat serta memperhatikan pula penggunaan susunan bahasa oleh masyarakat itu sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Tafsir kontekstual memiliki aneka ragam konteks antara lain, kecuali:
a)
Tahlili
b)
Muqaarin
c)
Maudhu’iy
d)
ijmaali
27.
Metode tafsir tematik memiliki beberapa langkah dalam cara kerjanya, di antaranya:
a)
Memilih/menetapkan masalah al-Quran yang akan dikaji secara tematik
b)
Melakukan kategorisasi berdasarkan kandungan hadis dengan memperhatikan kemungkinan perbedaan peristiwa wurudnya dan perbedaan periwayatan.
c)
Mempelajari term-term yang mengandung pengertian serupa sehingga hadis terkait bertemu dengan suatu muara tanpa adanya perbedaan dan kontradiksi, juga pemaksaan makna kepada makna yang tidak tepat.
d)
Membandingkan berbagai syarahan hadis dari berbagai kitab-kitab syarah
28.
Metode pemahaman Hadis tematik dapat diandalkan untuk memecahkan permasalahan yang terdapat dalam masyarakat, karena metode ini memberikan kesempatan kepada seseorang untuk berusaha memberikan jawaban bagi permasalahan tersebut yang diambil dari petunjuk-petunjuk Al-Quran dan Hadis. Selain itu, metode ini juga memiliki kelebihan yang antara lain sebagai berikut, kecuali:
a)
Memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan petunjuk Al-Quran dan hadis dengan waktu yang lebih efektif dan efisien.
b)
Pemahaman terhadap Hadis Nabi Saw. menjadi utuh karena hanya perlu membahas segala aspek yang berkaitan dengan tema tersebut tanpa perlu membahas hal-hal lain di luar tema yang ditetapkan.
c)
Terikat pada tema yang telah ditetapkan dan tidak membahas lebih jauh hal-hal di luar tema tersebut sehingga penjelasan secara rinci dari hadis yang dikaji dari segala aspek tidak ditemukan.
d)
lengkapmenjelaskan secara keseluruhan kandungan hadis
29.
Tawasuth adalah sikap tengah-tengah atau sedang di antara dua sikap, tidak terlalu keras (fundamentalisme) dan terlalu bebas (liberalisme). Dengan sikap inilah Islam bisa diterima di segala lapisan masyarakat. Tawasuth ini juga dikenal dengan istilah ‘moderasi’. Pembahasan moderasi dalam Islam menjadi urgen demi memberi wawasan dan pemahaman yang benar, demi mewujudkan umat muslim sebagai:
a)
Ummatan wasatan
b)
Umat dalam naungan Khilafah
c)
Umat yang memonopoli pemahaman agama dengan menganggap paling benar
d)
Umat yang mendominasi umat lain
30.
Term-term yang mengandung arti moderasi di antaranya kecuali:
a)
Al-wazan
b)
Al-‘adl
c)
Samhan
d)
wasat
31.
Salah satu ciri tasamuh dalam Islam adalah memahami realitas kehidupan masyarakat. Sejak periode awal perkembangan Islam, sejarah telah mencatat bahwa banyak fatwa yang berbeda karena disebabkan oleh realitas kehidupan masyarakat yang juga berbeda. Dalam konteks keindonesiaan adalah bagaimana menerapkan syariat Islam dalam kehidupan bernegara seperti Indonesia ini. Memahami realitas yang dimaksudkan adalah:
a)
Menerapkan hukum Allah dalam setiap aspek kehidupan termasuk bernegara adalah harga mati, maka bagi seseorang/sekelompok yang tidak menerapkan dinilai kafir, zalim, dan fasik.
b)
Memisahkan antara urusan agama di satu sisi yang hanya menyangkut pribadi dan spiritual dan masalah negara di sisi yang lain.
c)
Meskipun mayoritas penduduknya muslim namun dalam pandangan politiknya beraneka ragam.
d)
Semua masyarakat harus dianggap homogen
32.
Tafsir kontekstual secara sederhana adalah kegiatan untuk mengeksplanasi firman Allah SWT dengan memperhatikan indikasi-indikasi dari susunan bahasa dan keterkaitan kata demi kata yang tersusun dalam kalimat serta memperhatikan pula penggunaan susunan bahasa oleh masyarakat itu sesuai dengan dimensi ruang dan waktu. Tafsir kontekstual memiliki aneka ragam konteks antara lain, kecuali:
a)
konteks sosial budaya
b)
konteks waktu dan tempat
c)
konteks dunia
d)
konteks kronologi
33.
Dari komponen dasar pendekatan kontekstual, maka dapat dilihat bahwa konteks literer Al-Quran di wilayah:
a)
Bacaan Al-Qur'an
b)
sejarah dan arkeologi
c)
sosiologi, antropologi, dan geografi
d)
pranata sosial
34.
Sejumlah persepsi negative dalam masyarakat yang ditautkan pada diri perempuan masih kuat, seperti perempuan sangat lemah, emosional, dan irrasional sehingga perannya hanya cocok dalam bidang domestic dan tidak dan tidak layak menjadi pemimpin. Kondisi ini menjadi salah satu contoh penafsiran kontekstual kepemimpinan perempuan pada wilayah publik dengan penggunaan dalil keagamaan yang paling sering dirujuk adalah Q.S. an-Nisa’: 34. Manakah pernyataan di bawah ini yang kontekstual dengan dengan era digital?
a)
Kelebihan yang dimiliki laki-laki atas kaum perempuan karena keunggulan akal dan fisik.
b)
Pemimpin dikaitkan hubungannya dengan pembagian harta warisan dua (untuk laki-laki) banding satu (untuk perempuan) karena laki-laki adalah pencari nafkah.
c)
Kekurangan yang dimiliki oleh seorang pemimpin---laki-laki sekalipun ---dapat disimbiosiskan dengan perangkat kepemimpinan lain dan kemampuan dan kelebihan yang hanya dimiliki oleh laki-laki dapat digantikan dengan kecanggihan teknologi.
d)
Bentuk kepemimpinan masa lampau adalah kepemimpinan personal
35.
Tafsir kontemporer dapat diartikan/didefinisikan sebagai berikut, kecuali:
a)
al-Quran harus mengikuti perkembangan zaman.
b)
Merekonstruksi kembali produk-produk tafsir klasik yang sudah tidak memiliki relevansi dengan situasi modern.
c)
Penjelasan ayat Al-Quran yang disesuaikan dengan kondisi saat ini.
d)
modern
36.
Ulama modern kontemporer yang menyatakan bahwa ayat-ayat Al-Quran adalah pernyataan moral, religius, dan sosial Tuhan untuk merespon apa yang terjadi dalam masyarakat. Di dalam ayat-ayat itulah terdapat ‘ideal moral’, yang pada giliran selanjutnya ideal moral inilah yang harus dijadikan acuan dalam memahami ayat-ayat Al-Quran. Tokoh yang mengenalkan konsep ideal moral tersebut adalah:
a)
Ali Harb
b)
Fazlur Rahman.
c)
Nashr Hamid Abu Zayd
d)
Muhammad Syahrur
37.
Tafsir kontemporer dapat dilakukan dengan beragam pendekatan. Salah satunya adalah pendekatan yang sejalan dengan al-tafsir al-ijtima’i. Pendekatan ini di abad kontemporer kerapkali dikolaborasi dengan pendekatan lain sehingga menghasilkan tafsir Al-Quran yang berbeda meskipun dengan kasus yang sama. Pendekatan tersebut adalah:
a)
Pendekatan semantic
b)
Pendekatan hermeneutika
c)
Pendekatan Ilmu-ilmu Sosial
d)
Pendekatan Ilmiah
38.
Istilah Hermeneutika di dalam sejarah agama-agama di dunia bukanlah hal yang baru dan terkait dengan sosok hermes. Hermes adalah :
a)
Dewa yang bertugas menyampaikan pesan kepada manusia
b)
Nabi yang bertugas menyampaikan pesan Tuhan kepada manusia
c)
Seseorang yang bertugas untuk menrjemahkan firman Tuhan
d)
Nama lain dari nabi Isa
e)
Tokoh Yahudi
39.
Menurut Werner bahwa ada 3 (tiga) milieu yang berpengaruh terhadap timbulnya hermeneutika, salah satunya adalah :
a)
Mileu masyarakat yang terpengaruh oleh pemikiran Eropa;
b)
Mileu masyarakat Yahudi dan Kristen yang menghadapi masalah teks kitab suci agama mereka dan berupaya mencari model yang cocok untuk interpretasi;
c)
Mileu masyarakat Arab pra turunnya wahyu al-Qur’an;
d)
Mileu masyarakat Eropa di zaman kemuduran berusaha lepas dari tradisi dan otoritas keagamaan dan membawa hermeneutika keluar konteks keagamaan;
e)
Mileu Masyarakat Yahudi dan Nasrani yang tidak mengakui keaslian Bibel
40.
Hermeneutika sebagai pendekatan di dalam memahami sebuah teks sehingga bisa menghasilkan makna, paling tidak memiliki dua kreteria adalah sebagai berikut :
a)
Bahwa makna adalah milik manusia.
b)
Makna milik Dewa;
c)
Tanpa konteks maka teks yang dimaknai menjadi tidak berharga dan tidak berfungsi apa-apa;
d)
Antara konteks dan teks masing-masing berdiri sendiri
e)
A dan C
41.
Esack berpendapat bahwa Alquran jika dilihat dari soal relasi pewahyuan, bahasa dan isi di satu sisi dengan komunitas penerimanya di sisi lain, maka ayat-ayat dalam Alquran senantiasa merupakan tanggapan atas masyarakat tertentu. Meski di dalam ayatnya ada klaim bahwa Alquran itu penebar rahmat seluruh alam, petunjuk bagi seluruh umat manusa tetapi secara khusus Alquran di masa pewahyuannya ditujukan bagi masyarakat Arab. Melihat historisitas yang demikian maka tak bisa dihindari bahwa;
a)
teks tak bisa lepas dari konteks, tidak ada teks yang berdiri sendiri, Demikian pula teks Alquran;
b)
Memahami al-Qur’an diharus menggunakan pendekatan historis sebagai pijakan dalam melihat teks al-Qur’an;
c)
Budaya masyarakat Arab pra dan pasca turunnya al-Qur’an sebagai landasan yang wajib dipertimbangkan dalam memahami al-Qur’an
d)
Alquran sebagai firman Allah diturunkan untuk umat manusia sehingga Alquran diturunkan dengan bahasa manusia, yakni bahasa Arab
e)
Di dalam menafsirkan al-Qur’an paling tidak ada 2 yang tidak bisa dipisahkan antara teks dan penafsir
42.
Para pakar hermeneutika –termasuk Farid Esack- menyebutkan bahwa di dalam memahami sebuah teks paling tidak ada tiga hal yang tidak bisa lepas adalah :
a)
Teks, sejarah, penfasir
b)
Bahasa, pengarang, dan penafsir
c)
Bahasa, sejarah dan tradisi
d)
Bahasa, sejarah, dan penafsir
e)
Pengarah teks (Tuhan), penafsir dan tindakan penafsir
43.
Tali pengikat Islam akan putus seutas demi seutas jika kaum muslimin tidak mengerti sejarah (zaman jahiliyah). Ungkapan ini dikemukakan oleh :
a)
Khulafau al-Rasyidun
b)
Umar ibn Khattab
c)
Utsman bin ‘Affan
d)
Abdullan ibn Umar
e)
Ibn Khaldun
44.
Paling tidak ada empat hal yang menjadikan sejarah sangat penting untuk dipelajari di dalam Islam, kecuali;
a)
Kewajiban muslimin untuk meneladani rasul, karena hal itu rekaman tentang kearifan dan kebijaksanaan rasul
b)
Alat untuk menafsirkan dan memahami ayat Alquran;
c)
Alat ukur sanad, artinya untuk menilai kualitas hadis maka diperlukan pengecekan kualitas dan kesinambungan setiap perawi;
d)
Untuk merekam peristiwa-peristiwa penting, baik sebelum maupun sesudah kedatangan Islam;
e)
Sebagai ilmu mengetahui kondisi sosial masyarakat terdahulu
45.
Salah satu hal yang penting diketahui adalah tentang sejarah penulisan al-Qur’an sejak masa Rasulullah hingga saat ini. Berikut ini pase-pase sejarah penulisan al-Qur’an pada masa awal, kecuali
a)
Penulisan al-Qur’an pada masa Rasulullah yang ditulis dalam satu mushaf;
b)
Penulisan al-Qur’an pada masa awal ditulis secara berserak-serakan, baik dipelapa kurma, tulang belulang, di atas batu dll;
c)
Penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakr dengan mengumpulkan lembaran-lembaran yang berserakn menjadi satu mushaf yang sesuai dengan urutan tertib turunnya ayat al-Qur’an;
d)
Al-Qur’an pada masa Umar bin khattab tidak ada penyusunan dalam bentuk mushaf
e)
Penulisan al-Qur’an pada masa Utsman bin ‘Affan secara sempurna berdasarkan susunan msuhaf seperti sekarang, yang dikenal dengan mushaf Utsmani.
46.
Fazlurrahman adalah sosok pemikir muslim yang fenomemal dengan gagasan-gagasan yang berbeda dengan jumhur ulama tentang pemahaman al-Qur’an. Di antara gagasan beliau adalah, kecuali;
a)
a. Menolak proses pewahyuan yang melibatkan jibril sebagai sosok yang bersifat eksternal;
b)
Alquran adalah firman Allah dan dalam arti kata biasa, juga seluruhnya adalah perkataan Muhammad;
c)
Alquran ibarat gunung es yang mengapung, hanya sepersepuluh bagiannya sajalah yang tampak, sedangkan sembilan persepuluhnya terendam dalam lautan sejarah;
d)
b. Menafsirkan Alquran Secara Historis Sosiologis dengan istilah Double Movement
e)
Alquran diwahyukan secara verbal saja kepada Rasulullah
47.
Semantik sebagai bagian atau cabang dari linguistik atau linguistik general. Linguistik general adalah konsep umum yang diberikan pada teori dasar, konsep dasar, model dan metode penyelidikan bahasa. Kata semantik bermakna :
a)
Menandai (to sign)
b)
Memaknai (to signify)
c)
Menjelaskan (to
d)
Mengunkapkan
e)
Menafsirkan
48.
Dalam sejarah perkembangan ilmu semantik dalam penafsiran al-Qur’an baru nampak pada abad ke-8 yang dipelopori oleh :
a)
Ali bin Abi Thalib
b)
Abu Aswad al-Duwali
c)
Muqatil bin Sulaiman
d)
Muqatil bin Umar
e)
Muhammad Abduh
49.
Menurut Ibn. Sulaiman bahwa setiap kata di dalam Alquran, di samping memiliki arti definitif, juga nempunyai arti alternatif lainnya, contoh kata yadd yang memiliki arti definitif tangan. Makna alternatif kata “Yadd” dalam al-Qur’an adalah :
a)
a. Tangan secara fisik sebagai anggota tubuh
b)
b. Aktivitas atau perbuatan
c)
c. Kekuasaan
d)
d. Kedermawanan
e)
e. Kekerasan
50.
Izutsu memberikan langkah-langkah dalam menganalisis ayat Alquran secara semantik, sebagaimana berikut, kecuali:
a)
Menjelaskan makna secara kamus
b)
Menentukan tema
c)
Menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lainnya
d)
Mengoleksi semua ayat yang mempunyai akar kata yang sama
e)
Mengklasifikasikan ayat sesuai dengan akar katanya
51.
1. Salah satu cabang ilmu sosial yang bisa dijadikan sebagai alat analisis di dalam memahami al-Qur’an adalah semiotika. Kata ini pada awalnya berasal dari bahasa :
a)
Eropa
b)
Amerika
c)
Yunani
d)
Arab
e)
Italia
52.
Ketika seseorang mengatakan bahwa di atas gunung ada asap, itu pertanda bahwa di atas gunung ada:
a)
Panas
b)
Awan
c)
Api
d)
Hujan
e)
Kebakaran
53.
Sosok tokoh peletak dasar semiotika adalah :
a)
Charles Sanders Pierce
b)
Ferdinand de Saussere
c)
Charles Hitty
d)
Ferdinand Hutapea
e)
Jakobson
54.
Jakobson memandang bahwa bahasa memiliki enam macam fungsi, yaitu, kecuali :
a)
fungsi referensial, pengacu pesan;
b)
fungsi emotif, pengungkap keadaan pembicara;
c)
fungsi konatif, pengungkap keinginan pembicara yang langsung atau segera dilakukan atau dipikirkan oleh sang penyimak;
d)
fungsi puitis, penyandi pesan.
e)
Fungsi menghubungkan antara penutur dan penerima
55.
Peserta didik diberi kesempatan dalam menilai kemampuan atau prestasi mereka sendiri. Ini merupakan makna dari:
a)
Penilaian orangtua
b)
Penilaian Authentic
c)
Penilaian standar guru
d)
Penilaian berdasarkan katagori bobot soal
e)
Penilaian patokan normatif
56.
Kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan masalah (problem solving), memilih strategi pemecahan masalah, disebutkan:
a)
Discovery
b)
Metakonsep
c)
Pemecahan masalah
d)
Reasoning
e)
Strategi pembelajaran
57.
Untuk melakukan mengukur prilaku siswa siswa perlu adanya format penilaian yang dapat menggambarkan pribadi siswa ini dikenal sebagai alat ukur:
a)
Keterampilan
b)
Berbudaya
c)
Sikap
d)
Pengetahuan
e)
Penilaian
58.
Inilah adalah manfaat penelian HOTS : a. Mempersiapkan kompetensi peserta didik menyongsong abad ke-21. b. Memupuk rasa cinta dan peduli terhadap kemajuan daerah. c. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik d. Meningkatkan mutu Penilaian.
a)
a, b, c benar.
b)
b, c, d benar.
c)
Hanya c dan d yang benar.
d)
a saja yang benar.
e)
Benar semua.
59.
Soal-soal HOTS yang disusun merupakan asesmen yang berbasis situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
a)
Karakter penilaian authentic.
b)
Prinsip penilaian HOTS.
c)
Manfaat Evaluator.
d)
Prinsip Pengukuran
e)
Prnsip penilaian
60.
Maksud dari pengukuran dalam sebuah pembaljara adalah untuk :
a)
Pemberian nilai agar mudah dikenal.
b)
Pemberian angka menunjukan pemberian makna secara kuantitatif kepada objek ukur
c)
Agar dapat membedakan hasil belajar antar siswa.
d)
Agar siswa merasa puas terhadap hasil belajarnya
e)
Agar membedakan kemampuan antara siswa
61.
Hasil pekerjaan memberikan angka yang diperoleh siswa dengan menjumlahkan angka-angka bagi setiap butir telah dijawab secara betul merupakan teknik
a)
Penelaian
b)
Penskoran
c)
Pembobotan
d)
Pengukuran
e)
Perlakuan
62.
Setelah guru memberikan melakukan tes dengan memperoleh skor mentah dari setiap peserta didik, maka ia melanjutkan dengan mengubah skor mentah menjadi nilai dengan menggunakan acuan:
a)
Penilaian Acuan Patokan (PAP)
b)
Penilaian berdasarkan peraturan.
c)
Penilaian standar sekolah
d)
Penilaian standar bobot
e)
Penilaian Dengan Standar guru
63.
Proses pengukuran yang dilakukan oleh guru menggunakan alat ukur yang disebut dengan:
a)
Angket
b)
Instrumen tes
c)
Intervew
d)
Dokumentasi
e)
Observasi
64.
Suatu proses untuk menentukan nilai dari hal-hal yang berkaiatan dengan kegiatan pembelajaran, dan yang berakhir dengan pengambilan keputusan.
a)
Pengukuran
b)
Penilaian
c)
Evaluasi
d)
Tes
e)
Essay
65.
Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam pengembangan tes prestasi belajar siswa adalah: a) mewakili isi kurikulum yang akan diujikan; b) komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami; c) indikator soal harus jelas dan dapat; d) menulis soal; e) menulis soal, yang benar adalah:
a)
a, b dan c
b)
a, c, d, e
c)
c dan e
d)
a dan c
e)
d dan a
66.
Salah satu untuk menganalisis butir soal dilakukan dengan menganalisis butir dari :
a)
Tingkat kompleksitas
b)
Daya beda
c)
Kerumitan soal.
d)
Tujuan dilakukan tes
e)
Peserta tes
67.
Tindak lanjut hasil tes soal-soal yang sangat sukar yakni
a)
Diketahui faktor-faktor yang menyebabkan butir soal.
b)
Untuk digunakan sebagai alat tes pesanan pembuat
c)
Butir soal didrop tidak digunakan lagi dalam tes- tes hasil belajar yang akan datang.
d)
Diperbaiki sesuai dengan peserta tes.
e)
Untuk kebaikan masa yang akan datang
68.
Fungsi pilihan pengecoh dalam sebuah tes objektif dalam bentuk alternatif pilihan jawaban adalah:
a)
Sebagai jawaban yang benar.
b)
Sebagai alternatif jawaban pilihan banyak.
c)
Sebagai alternatif jawaban pembanding sulit.
d)
Sebagai alternatif jawaban pengacau
e)
Sebagai jawaban yang berbeda
69.
Tes reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat:
a)
Dipercaya sebagai alat setiap instrument
b)
Dipercaya memiliki daya keajegan.
c)
Dipercaya sebagai alat ukur baik
d)
Dipercaya sebagai alat ukur belum teruji.
e)
Dipercaya sebagai alat ukur pernah dipergunakan
70.
Pelaksanaan pembelajaran remedial dilakukan apabila telah dilakukan:
a)
identifikasi kebutuhan peserta didik
b)
Anak didik telah siap mengikuti pelajaran
c)
Apabila telah mengikuti materi pelajaran
d)
Apabila anak bersedia mengikuti materi lanjutan.
e)
Apabila pendidik memiliki materi tindak lanjut.
71.
Pembelajaran remedial pada dasarnya difokuskan pada:
a)
Metode yang tidak tepat
b)
Kompetensi Dasar yang belum tuntas
c)
Siswa yang bermasalah dalam belajar
d)
Siswa yang mengalami depresi.
e)
Siswa yang bermasalah menyelesaikan soal-soal ujian
72.
Suatu matapelajaran (Fiqih) memiliki KKM 70. Seorang peserta didik memperoleh nilai harian-1 (KD 3.1) sebesar 55, karena ada beberapa butir soal yang tidak dapat dijawab dengan benar, maka peserta didiknya ini diharuskan:
a)
Mengulang semua KD Mata pelajaran yang tidak lulus
b)
Tidak perlu mengulang KD karena nilai rata-rata dia tinggi
c)
Mengulang KD yang tidak lulus
d)
Mengulang dengan mengikuti bimbingan guru
e)
Mengulang KD yang diujikan semuanya
73.
Prinsip-Prinsip pelaksanaan Program Remedial untuk peserta didik adalah: 1. Adaptif; 2. interaktif; 3. Berbagai metode pembelajaran dan penilaian yang sesuai dengan karakteristik peserta didik; 4. Pemberian umpan balik sesegera mungkin; 5. Berkesinambungan. Prinsip-prinsip yang benar adalah:
a)
1, 3, 5 yang benar
b)
2 dan 4 yang benar
c)
3 dan 5 yang benar
d)
1, 2 dan 4 yang benar
e)
1, 2, 3, 4, 5
74.
Langkah-langkah melakukan program remedial adalah: a. Menganalisis kebutuhan, b. Menyusun perencanaan berdasarkan permasalahan pembelajaran, c. Melaksanakan program remedial, d. Melaksanakan penilaian untuk mengetahui keberhasilan peserta didik, e. Menetapkan nilai yang diperoleh peserta didik setelah program remedial sebagai nilai akhir capai KD muatan pelajaran. Yang benar urutannya dalam menetapkan remedial adalah:
a)
e, d, c, b, a
b)
c, d, e, a, b
c)
b, a, c, d, e
d)
d, e, a, b dan c
e)
a, b, c, d, e
75.
Secara sederhana, Takhrij hadis berarti
a)
Penelusuran hadis pada berbagai kitab sumbernya
b)
menentukan sahih-tidaknya
c)
menyampaikan hadis
d)
menerima hadis dari guru
e)
semua benar
76.
para ulama terdahulu tidak membutuhkan kaidah-kaidah takhrij, karena…
a)
Ilmu mereka sangat luas
b)
Ingatan mereka sangat kuat terhadap kitab-kitab sumber
c)
a dan b benar
d)
mereka tidak peduli hadis
e)
mereka fokus terhadap al-Quran
77.
Ulama yang pertama kali melakukan takhrij hadis adalah
a)
al-Asqalani
b)
Al- Khatib Al-Baghdadi (w, 436 H),
c)
Imam Muslim
d)
Imam Bukhari
e)
Imam Syafii
78.
Tujuan dan Manfaat Takhrij Hadis, di antaranya
a)
Mengetahui sumber otentik suatu hadis dari buku hadis apa saja yang didapatkan.
b)
Mengetahui asal-usul riwayat hadis yang akan diteliti
c)
Mengetahui seluruh riwayat bagi hadis yang akan diteliti
d)
Mengetahui ada atau tidak adanya syahid dan mutabi’ pada hadis yang akan diteliti.
e)
semua benar
79.
Menerima dan mendengar suatu periwayatan hadis dari seorang guru dengan menggunakan beberapa metode tertentu, disebut:
a)
al-Tahammul
b)
al-Ada
c)
Takhrij
d)
Ijazah
e)
Syarah
80.
al-ada’ adalah
a)
menyampaikan atau meriwayatkan suatu hadis kepada orang lain dengan cara-cara tertentu
b)
Menerima dan mendengar suatu periwayatan hadis dari seorang guru dengan menggunakan beberapa metode tertentu, disebut:
c)
a dan b benar
d)
Ijazah
e)
Syarah
81.
Syarat dalam Tahammul Hadis, di antaranya:
a)
dhabit
b)
berakal sempurna
c)
Tamyiz
d)
Muslim
e)
a,b dan c benar
82.
Syarat dalam al-ada Hadis, di antaranya:
a)
Islam
b)
Baligh
c)
adalah
d)
dhabit
e)
semua benar
83.
yang dimaksud sighat tahammul wa al-Ada dalam hadis adalah:
a)
Metode penerimaan dan penyampaian hadis
b)
Metode syarah
c)
Motode Ijazah
d)
Metode Kitabah
e)
Metode kritik
84.
Yang dimaksud dengan ilmu al-Jarh Wa Ta’dil adalah
a)
ilmu yang menerangkan tentang cacatcacat yang dihadapkan kepada para perawi dan tentang penta‟dilannya (memandang lurus perangai para perawi) dengan memakai katakata yang khusus dan untuk menerima atau menolak riwayat mereka
b)
Ilmu Metodologi penelitian hadis
c)
Ilmu tentang pemahaman hadis
d)
Semuanya benar
85.
Ayat al-Quran yang bisa dijadikan landasan Ilmu Jarh wa al-Ta'dil adalah:
a)
al-Baqarah ayat-1-5
b)
Surah al-Hujurat: 6
c)
al-Anfal:7
d)
ai-Taubah: 9
e)
al-Nas:3
86.
di antara penyebab seorang rawi hadis dikena jarh wa ta'dil adalah
a)
Bid'ah
b)
mukhalafah
c)
ghalath
d)
Jahalah
e)
semua benar
87.
di antara syarat kritikus hadis adalah
a)
alim
b)
bertaqwa
c)
jujur
d)
wara
e)
semua benar
88.
Takhrij hadis, di samping dapat dilakukan secara manual juga bisa…
a)
Digital
b)
awal matan
c)
nama sahabat pertama periwayatnya
d)
Tematis
e)
semuanya benar
89.
Mahmûd al-Thahhân membagi metode takhrîj ke dalam lima kategori. Dua di antaranya yaitu:
a)
Nama Sahabat periwayat
b)
Kata kunci
c)
Lafadz awal matan
d)
hijaiyyah
e)
a dan c benar
90.
Takhrij melalui nama sahabat perawi bisa dilakukan dengan tiga kitab berikut:
a)
Fazlurrahman
b)
Kitab-Kitab Musnad
c)
Kita-Kitab Athraf
d)
Kitab-Kitab Mu'jam
e)
c, d, dan e benar
91.
Takhrij hadis dengan sistem digital dapat menggunakan sebagai berikut:
a)
aplikasi ensiklopedi hadis
b)
aplikasi Maktabah Syamilah
c)
Software Mausu’ah al-Hadis al-Syarif al-Kutub al-Tis’ah.
d)
Miftah Kunudz Sunnah
e)
a,b dac benar
Reset
