wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS Pendidikan Pancasila Kelas XI Gasal 2022/2023

Total questions: 20

Worksheet time: 3600secs

Name
Class
Date
1.
Soekarno menjelaskan bahwa kebangsaan di sini bukan dalam arti sempit, tetapi dalam arti luas yakni, nationale staat. Soekarno kemudian memberikan definisi “bangsa” dengan mengutip pendapat Ernest Renan, yaitu “kehendak akan bersatu, Orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu”. Soekarno juga mengutip pendapat Otto Bauer yang mendefinisikan bangsa “adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib”. Namun, kedua definisi ini dirasa oleh Soekarno tidak cukup untuk menggambarkan kebangsaan Indonesia. Pasalnya, Soekarno memberikan contoh bangsa Minangkabau. Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga. Namun, hal tersebut hanyalah satu bagian kecil dari satu kesatuan. Pendek kata, Soekarno menjelaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya, tetapi harus menjadi satu kesatuan seluruh manusia Indonesia yang berbangsa-bangsa dan tinggal di pulau-pulau Indonesia. Soekarno menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah……..
a)
Bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama
b)
Satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya
c)
Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
d)
Sesama bangsa Jawa merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
e)
Sesama bangsa Sumatra merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
2.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, menurut Soekarno menganggap rendah bangsa lain disebut dengan…..
a)
Chauvinisme
b)
Patriotisme
c)
Nasionalisme
d)
Cinta Tanah Air
e)
Pahlawan
3.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, Berikut pidato Soekarno dalam perumusan Pancasila“Jangan kita berdiri diatas azas demikian, tuan-tuan, jangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulia, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. Pemikiran ini yang mendasari usul Soekarno dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan konsep…..?
a)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
b)
Ketuhanan
c)
Demokrasi
d)
Kerakyatan/Musyawarah
e)
Kesejahteraan
4.
Prinsip usulan Soekarno bahwa dialam Indonesia merdeka tidak ada kemiskinan, tidak ada ibu yang menangis karena tidak mampu membelikan susu untuk anaknya, tidak ada Bapak yang menangis karena tidak mampu membayar sekolah anaknya, Prinsip ini disampaikan dalam Perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Kesejahteraan Sosial
b)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
c)
Ketuhanan
d)
Demokrasi
e)
Kerakyatan/Musyawarah
5.
Prinsip ini berkaitan dengan paham nasionalisme. Nasionalisme dalam negara Indonesia merdeka berbeda dengan usaha rakyat sewaktu mendirikan negara Syailendera Sriwijaya (600-1400), juga berbeda dengan kerajaan Majapahit (1293-1525). Bagi Yamin, paham atau falsafah tentang kedatuan atau keprabuan sebagaimana pada masa Sriwijaya dan Majapahit tidak dapat diberlakukan dalam negara Indonesia. Sebuah negara, menurut Yamin, berkaitan dengan tanah air, bangsa, kebuda yaan, dan kemakmuran. Ia ibarat setangkai bunga yang berhubungan dengan dahan, daun, dan cabang. Karena itu, Yamin menyarankan agar tatanan negara Indonesia berbeda dengan negara luar, karena aturan-aturan dasar negara Indonesia perlu merujuk kepada tradisi, adat, agama, dan otak Indonesia, bukan meru juk kepada negara lain. Prinsip ini disampaikan Yamin dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Peri Kebangsaan
b)
Perikemanusiaan
c)
Periketuhanan
d)
Perikerakyatan
e)
Perikesejahteraan
6.
Yamin mengatakan bahwa pergerakan Indonesia merdeka tidak saja berkaitan dengan perlawanan terhadap penjajah, melainkan juga upaya untuk menyusun masyarakat baru dalam suatu negara. Tujuan Indonesia merdeka sudah sama artinya dengan dasar kemanusiaan yang berupa dasar kedaulatan rakyat atau kedaulatan negara. Kedaulatan rakyat Indonesia dan Indonesia merdeka berdasarkan peri kemanusiaan yang universal, berisikan tentang humanisme dan internasionalisme bagi segala bangsa. Dasar peri kemanusiaan adalah dasar hukum internasional dan peraturan kesusilaan sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri kemanusiaan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri ketuhanan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
7.
Yamin hanya mengatakan bahwa bangsa Indonesia merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu, Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri ketuhanan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
8.
Yamin memberikan ilustrasi cukup panjang usulan ini. Yamin banyak merujuk kepada kitab suci umat Islam, al-Qur’an. Ketika membahas tentang permusyawaratan, Yamin mengutip ayat al-Qur’an surat As-Syuara ayat 38, juga merujuk kepada sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat, yang kesemuanya dijadikan dasar perlunya permusyawaratan. Yamin juga mengambil dasar permusyawaratan dari sifat-sifat peradaban asli Indonesia (prasejarah), di mana nenek moyang kita sudah terbiasa melakukan musyawarah. Dasar dari usulan Yamin ini adalah
a)
Peri kerakyatan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kesejahteraan
9.
Tidak banyak yang dijelaskan Yamin mengenai kesejahteraan rakyat ini. Ia hanya mengatakan bahwa perubahan besar yang terjadi dalam diri bangsa Indonesia berhubungan langsung dengan dilantiknya negara baru. Selain itu, mengenai kehidupan ekonomi sosial bangsa Indonesia, Mohammad Yamin membicarakan persoalan tentang kesejahteraan rakyat atau keadilan sosial yang dikaitkan dengan daerah negara. Secara puitis, Yamin mengatakan bahwa Garuda Negara Indonesia yang hendak terbang membumbung tinggi melalui daerah yang terhampar dari Gentingan kra di Semenanjung Melayu dan Pulau Weh di puncak utara Sumatera sampai ke kandang Sampan Mangio di kaki Gunung Kinabu dan Pulau Palma Sangihe di sebelah utara Sulawesi. Prinsip ini disebut dengan…..
a)
Peri kesejahteraan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kerakyatan
10.
Persatuan hidup, persatuan kawulo dan gusti, persatuan antara dunia luar dan dunia batin, antara mikro kosmos dan makrokosmos, antara pemimpin dan rakyatnya. Soepomo sangat menekankan adanya persatuan pemimpin dengan rakyatnya. Karena itulah, pejabat negara, menurut Soepomo, ialah pemimpin yang bersatu-jiwa dengan rakyat, dan para pejabat negara itu senantiasa memegang teguh persatuan dan keseimbangan dalam masyarakatnya. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Persatuan
b)
Kekeluargaan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
11.
Karakteristik sosial bangsa Indonesia adalah kekeluargaan, sehingga hal ini perlu menjadi dasar bagi Indonesia merdeka. Soepomo mengkritik apa yang disebutnya “kebudayaan Barat”. Menurut Soepomo, orang Barat berpegang pada prinsip perseorangan (individualisme). Individualisme ini yang menyebabkan bangsabangsa Eropa pada keangkaramurkaan, ia dapat bersaing dengan sangat keras dan saling menjatuhkan. Sementara, orang Timur tidak mengenal individualisme. Dalam budaya Timur, sebagaimana Indonesia, semua orang dianggap seba gai anggota keluarga. Semua pekerjaan dijalankan secara bersama-sama. Oleh karena itu, negara Indonesia merdeka harus diselenggarakan atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Kekeluargaan
b)
Persatuan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
12.
Setiap manusia, menurut Soepomo, dalam pergaulan sosial memiliki kewajiban hidup (dharma) sendiri menurut kodrat alamnya, yang kesemuanya itu ditujukan untuk mencapai keseimbangan lahir dan batin. Batin di sini berkaitan dengan agama, keyakinan, atau kepercayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia, yang dapat menjadikan petunjuk jalan dalam kehidupannya. Sementara lahir berarti hal-hal tampak, ragawi, dan fisikal. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Keseimbangan Lahir dan Batin
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
13.
Menurut Soepomo, masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan musyawarah sejak dahulu kala. Karena itu, pemimpin negara Indonesia, menurut Soepomo, hendaknya bermusyawarah dengan rakyatnya, atau dengan kepala-kepala keluarga dalam desa, agar terwujud pertalian antara pemimpin dan rakyat. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Musyawarah
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Keseimbangan Lahir dan Batin
e)
Keadilan rakyat
14.
Perdebatan mengenai hubungan antara agama dan negara turut mewarnai sidang BPUPK kala itu. Para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia berbeda pendapat soal ini. Sebagian menghendaki Islam menjadi dasar negara, sebagian lainnya berpandangan bahwa negara Indonesia tidak perlu menjadikan agama sebagai dasar negara. Soekarno dan Hatta, misalnya, adalah tokoh yang berpandangan bahwa negara Indonesia tidak dapat didasarkan kepada Islam. Sementara itu, Moh. Natsir, Ki Bagus Hadikusumo, dan KH. Wahid Hasyim memandang bahwa Islam harus menjadi dasar negara. Dibawah ini tokoh yang menghendaki bahwa Islam harus menjadi dasar negara adalah
a)
Moh. Natsir dan Kibagus Hadikusumo
b)
Soekarno dan Ki Bagus Hadikusumo
c)
Hatta dan Soekarno
d)
KH. Wahid Hasyim dan Soekarno
e)
Moh. Natsir dan Hatta
15.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Ketuhanan
b)
Kemanusiaan
c)
Persatuan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan
16.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
Tidak melakukan penistaan Agama
e)
Saling menghormati sesama manusia
17.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak melakukan penistaan Agama
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
e)
Saling menghormati sesama manusia
18.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Keadilan
b)
Musyawarah
c)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
19.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
20.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak bergaya hidup mewah.
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat