wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Etnisitas di Prancis: Kuis 1

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Menurut Max Weber, sosiolog dari Jerman, berbeda dengan RAS yang ingin mengklasifikasi manusia berdasarkan tanda-tanda fisik yang didapatkan sejak lahir secara genetik, ETNISITAS adalah sebuah konsep yang lebih mengedepankan "similarities" atau kesamaan. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan bentuk fisik, kebiasaan, dan untuk kelompok yang pernah dikolonisasi, yaitu:

a)

budaya

b)

memori kolektif

c)

tradisi

d)

garis keturunan

2.

Diskusi mengenai etnisitas adalah diskusi

tentang kelas sosial. Mengapa demikian? Menurut Streiff-Fenart dan Poutignat, terciptanya istilah etnisitas sendiri sangat berkaitan dengan perkembangan:

a)

ekonomi, kapitalisme, dan pembentukan konsep negara-bangsa.

b)

ekonomi, sosial-budaya, dan pembentukan negara republik

c)

ekonomi, sosial-politik, dan pembentukan negara konstitusional

d)

ekonomi, sosial-budaya, dan pembentukan negara kesatuan.

3.

Prancis menghindari sensus penduduk berdasarkan ras dan etnis dengan alasan:

a)

Ras dan etnis sering digunakan sebagai atribut yang disematkan pada seseorang atau suatu kelompok dan menjadi penentu keberhasilan ekonomi mereka.

b)

Ras dan etnis sering digunakan sebagai atribut yang disematkan pada seseorang atau suatu kelompok dan menjadi penentu aksesibilitas orang dan kelompok tersebut dan bagaimana mereka mendapat pekerjaan.

c)

Ras dan etnis sering digunakan sebagai atribut yang disematkan pada seseorang atau suatu kelompok dan menjadi penentu aksesibilitas orang dan kelompok tersebut dan bagaimana mereka dipandang dan memandang orang lain.

4.

Sikap politis Prancis menghadapi perbedaan etnis di negaranya sering disebut sebagai color-blind policy. Color-blind policy adalah pengejawantahan dari konsep ............. yang ditemukan dalam pasal pertama UUD Prancis.

a)

universalis

b)

sosialis

c)

kapitalis

d)

liberalis

5.

Prancis adalah salah satu negara di dunia yang paling banyak menerima imigran. Berikut adalah beberapa alasan utama Prancis menjadi tujuan migrasi paling populer di Eropa.

a)

geografi, reputasinya yang revolusioner, perkembangan media

b)

geografi, reputasinya yang revolusioner, perkembangan ekonomi dan teknologi

c)

geografi, reputasinya yang liberalis, dan perkembangan teknologi

d)

geografi, reputasinya yang spektakuler, dan perkembangan ekonomi dan teknologi

6.

Berikut adalah definisi imigran oleh Le Haut Conseil d’intégration (Badan Tinggi Urusan Integrasi) Prancis:

a)

orang yang lahir di luar teritori Prancis dan masuk ke wilayah Prancis dengan tujuan mengunjungi teritori Prancis dalam waktu tertentu

b)

orang yang lahir di teritori Prancis dan menikah dengan orang Prancis lalu tinggal dan menetap dalam teritori Prancis dalam waktu yang lama.

c)

orang yang lahir di luar teritori Prancis dan masuk ke wilayah Prancis dengan niat tinggal dan menetap dalam teritori Prancis dalam waktu tertentu.

d)

orang yang lahir di luar teritori Prancis dan masuk ke wilayah Prancis dengan niat tinggal dan menetap dalam teritori Prancis dalam waktu yang lama.

7.

Menurut Abdelmalek Sayad, seorang sosiolog dari Aljazair, proses integrasi mengandung banyak problematika. Hal ini terutama karena integrasi dimulai dengan sebuah langkah yaitu:

a)

pemilihan

b)

penerimaan

c)

pemisahan

d)

penentuan

8.

Lebih lanjut, Sayad (1999) menegaskan bahwa integrasi adalah:

a)

proses yang berangkat dari perbedaan paling radikal menuju persamaan mutlak.

b)

proses yang berangkat dari persamaan paling radikal menuju kemiripan

mutlak.

c)

proses yang berangkat dari penerimaan yang mutlak menuju perbandingan mutlak.

d)

proses yang berangkat dari pengklasifikasian paling radikal menuju perubahan mutlak.

9.

Model integrasi Prancis disebut: Modèle Republicain d'Intégration. Penerapannya dilakukan dengan cara asimilasi budaya asing secara individual ke dalam nilai-nilai republikan. Apa tujuan dari model integrasi dengan penanaman nilai-nilai republik Prancis ini?

a)

agar para imigran merasa diterima di negara Prancis secara utuh.

b)

penanaman nilai-nilai suatu Negara pada komunitas tertentu.

c)

penanaman nilai-nilai suatu Negara pada masing2 individu warga negaranya. 

d)

untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa secara komunal.

10.

Nilai-nilai republikan Prancis di antaranya adalah Kebebasan, Persamaan, Persaudaraan. Selain itu ada pula penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi dan ...

a)

pluralisme

b)

sekularisme

c)

liberalisme

d)

multikulturalisme

11.

Permasalahan dalam integrasi Prancis sekarang ini dapat dilihat di berbagai aspek kehidupan. Salah satunya adalah segregasi sosial. Segregasi ini terlihat dari permasalahan tempat tinggal yang sejak dulu hingga sekarang masih nyata dalam masyarakat Prancis. Tempat terkonsentrasinya para pekerja migran di Prancis berupa tempat tinggal non-permanen pasca Perang Dunia II disebut sebagai:

a)

Beurville

b)

Banlieue

c)

Bidonville

d)

Amarville

12.

Ketakutan terhadap orang asing disebut sebagai:

a)

islamofobia

b)

ergofobia

c)

xerofobia

d)

xenofobia

13.

Pada periode sebelum Perang Dunia II, imigran yang datang ke Prancis berasal dari negara-negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Prancis. Pada tahun 1900, imigran terbanyak datang dari negara:

a)

Cekoslowakia

b)

Italia

c)

Inggris

d)

Swiss

14.

Untuk pertama kalinya Prancis membuat undang-undang mengenai kewarganegaraan untuk mengatur akuisisi kewarganegaraan Prancis pada tahun:

a)

1889

b)

1890

c)

1989

d)

1980

15.

Pada abad ke-19, imigrasi ke Prancis banyak yang bertujuan untuk mencari pekerjaan. Yang mengorganisir kedatangan mereka adalah para

a)

Patron/pemilik usaha

b)

Pemerintah

c)

Kantor imigrasi

d)

Office National de l'Imigration

16.

Momentum Perang Dunia I adalah awal dari perekrutan imigran dari negara-negara jajahan. Saat itu Prancis membutuhkan sumber daya manusia terutama untuk menjadi tentara membela Prancis. Pasukan tentara dari negara jajahan Prancis di Afrika Sub-Sahara disebut sebagai pasukan :

a)

L'Armée Noire

b)

La Force Africaine

c)

La Force Noire

d)

L'Armée Africaine

17.

Di masa Perang Dunia I ini pula, Prancis, seperti juga Inggris dan Jerman, mulai merekrut pekerja dan tentara dari Asia, yaitu dari negara:

a)

Malaysia

b)

Thailand

c)

Vietnam

d)

Cina

18.

Pada akhir Perang Dunia I, di tahun 1920-an, Prancis mengalami lagi gelombang kedatangan imigran secara masif untuk membangun kembali negaranya pasca perang. Prancis bahkan mengungguli Amerika Serikat dalam jumlah imigran yang datang ke negaranya. Kedatangan para imigran secara besar-besaran itu dikenal dengan nama:

a)

La vague immigration/

gelombang transmigrasi

b)

la vague migratoire/

gelombang besar migrasi

c)

la vague migration/

gelombang mobilisasi

d)

la vague migratoire/

gelombang migran

19.

Société générale d’immigration adalah badan swasta yang mengurus kedatangan imigran ke Prancis. Mulai dari perekrutan, penyeleksian, pengiriman, dan penempatan para imigran pekerja di Prancis. Tidak adanya peran pemerintah dalam kedatangan imigran di Prancis saat itu menunjukkan beberapa hal di bawah ini, kecuali:

a)

Rentannya posisi pekerja migran di Prancis karena tidak ada penanganan resmi dari Pemerintah setempat.

b)

Status sosial pekerja migran diakui oleh Pemerintah Prancis.

c)

Pemilik usaha memiliki kuasa penuh akan situasi pekerja migran.

d)

Pemerintah Prancis saat itu hanya memandang fenomena imigrasi ini sebagai isu ekonomi dan bukan isu sosial-politik.

20.

Sebagai minoritas, para imigran di Prancis juga sering kali menjadi korban diskriminasi. Terutama saat terjadi krisis, maka mereka akan dikambinghitamkan dan menerima perlakuan yang buruk. Mulai dari penghinaan hingga dorongan untuk meninggalkan Prancis karena dianggap sebagai saingan dalam pekerjaan, penyebab terjadinya kerusuhan, dsb. Seperti pada masa sebelum pecahnya Perang Dunia II, saat dunia mengalami krisis ekonomi di tahun...

a)

1930-an

b)

1940-an

c)

1950-an

d)

1960-an

21.

Multikulturalisme menurut Bikhu Parekh adalah:

a)

gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk meleburnya dan memunculkan sebuah identitas nasional.

b)

gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, dan berusaha menyatukannya dalam budaya yang baru untuk menciptakan persatuan.

c)

gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggaan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut.

d)

usaha masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, untuk menghilangkan perbedaan dan membangun persamaan yang mutlak sebagai identitas negara.

22.

Bagaimanakah sifat representasi budaya menurut Stuart Hall?

a)

Representasi budaya adalah ciri dari majunya sebuah budaya dalam kelompok budaya tertentu.

b)

Representasi budaya bersifat netral dan mengikuti aturan sosial yang berlaku dalam masyarakat saarannya.

c)

Representasi budaya berasal dari teks dan ditujukan bagi masyarakat yang menjadi sasarannya.

d)

Representasi budaya adalah sebuah proses yang selalu melibatkan identitas budaya dalam teks sekaligus proses produksi dan penerimaan masyarakat yang mengonsumsinya.

23.

Pada masa Perang Dunia II dan kota Paris diduduki Jerman, para imigran terutama keturunan Yahudi menjadi korban kekejaman Nazi. Penyisiran dan penjemputan para keturunan Yahudi ini untuk dibawa ke kamp konsentrasi dilakukan dengan dasar hukum yaitu:

a)

Dekrit 10 November 1941

b)

Dekrit 10 November 1940

c)

Dekrit 10 November 1945

d)

Dekrit 10 November 1943

24.

Fenomena migran secara global saat ini sudah memiliki wajah yang baru. Wajah yang dipengaruhi oleh krisis politik maupun ekonomi, yaitu mereka yang lari meninggalkan negaranya demi mencari penyelamatan. Prancis kembali menjadi salah satu tujuan pencarian suaka. Namun, jumlah yang begitu banyak dan ketidaksiapan pemerintah Prancis menghadapi para pengungsi ini menyebabkan timbulnya permasalahan kemanusiaan di kamp pengungsi sementara di daerah Calais yang dikenal juga dengan nama:

a)

Le Jungle

b)

La Fôret

c)

L'enfer

d)

La Joconde

25.

Akhirnya, setelah berusaha mengadopsi sistem baru untuk penanganan para pengungsi di Prancis, Le Jungle mulai dibersihkan dan dikosongkan pada tahun:

a)

2013

b)

2014

c)

2015

d)

2016