NEW
Font size
WorksheetsLatihan PTS Gasal Akidah Akhlak 10 tahun 2022
Total questions: 40
Worksheet time: 18mins
Dalam terminologi Islam hubbud-dun-ya adalah mencintai dunia dengan melupakan kehidupan akhirat atau menganggap bahwa dunia dan segala kenikamatannya besifat kekal dan mengekalkan dirinya. Hubbud-dun-ya adalah penyakit hati yang berawal pada persepsi yang salah ia menganggap bahwa dunia sebagai tujuan utama. Islam tidak melarang umatnya mencintai dunia, Islam mengajarkan bahwa kenikmatan dunia ini hanya semata-mata merupakan....
sebagai sarana mencapai kebahagiaan di akhirat kelak
sarana mencapai kenikmatan di dunia semata
sarana untuk meraih kebahagiaan selama di dunia ini
tempat untuk meraih kebahagiaan di dunia
tempat untuk berlomba-lomba meraih kekayaan dunia
Alquran telah menceritakan kepada kita umat Islam, bahwa umat-umat terdahulu ada orang-orang yang memiliki sifat hubbud-dun-ya misalnya pada zaman Nabi Musa as pada akhirnya ia diazab oleh Allah ta’ala dengan cara ditelan bumi bersama dengan harta dan kekayaan yang dimilikinya. Ini contoh orang yang kikir terhadap harta, serakah, rakus, dan tamak. Orang yang dimaksud dalam kisah tersebut adalah....
Raja Namrudz
Raja Fir’aun
Qarun
Tsa’labah
Raja Abrahah
Ayat tersebut dalam konteks sifat hubbud-dun-ya menjelaskan tentang yang menjadi penyebabnya, yaitu....
menganggap dunia sebagai tujuan utama, bukan sebagai sarana mencapai kehidupan akhirat
suka mengumpulkan harta dengan menghalalkan berbgai macam cara
kikir terhadap harta, tidak rela hartanya terlepas dari dirinya
serakah dan rakus serta tamak. Selalu ingin mengumpulkan harta walaupun sudah memiliki
tidak mau mensyukuri nikmat Allah.
1, 2, 3, 5
1, 2, 3, 4
2, 3, 4, 5
3, 4, 5, 1
4, 5, 1, 2
Adalah penyakit hati ketika seseorang merasa tidak senang jika orang lain menerima karunia dari Allah swt. atau membenci nikmat Allah swt. yang dianugerahkan kepada orang lain, serta menginginkan agar nikmat tersebut segera hilang atau terhapus dari orang lain. Narasi tersebut dalam konteks ilmu akidah akhlak adalah arti....
hubbud-dun-ya
hasad
kibr
riya’
‘ujub
Dalil naqli tersebut adalah menjelaskan tentang perbuatan tercela dan sangat dibenci oleh Allah swt. karena menganggap rendah orang lain, dan dia tidak akan masuk surga. Hal tersebut yang dimaksud adalah....
orang yang suka memperlihatkan dan memamerkan kelebihan yang dimiliki di depan umum
orang yang kagum terhadap dirinya sendiri
orang yang terlalu mencinta dunia yang berlebihan, sehingga melupakan kehidupan di akhirat
orang yang di dalam hatinya ada sifat sombong, meski hanya seberat biji sawi
orang yang menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, sehingga ia tidak menyombongkan diri
Sebelum Nabi Adam as diciptakan oleh Allah swt. Allah swt. sudah terlebih dahulu menciptakan makhluk lain, yaitu Malaikat dan Iblis bertempat di surga. Kemudian Allah swt. menciptakan jenis makhluk baru yaitu berjenis manusia diberi nama Adam a.s., setelah tercipta Adam a.s. Allah swt. memerintahkan Malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam a.s., lalu Mailaikat mau sujud, sedangkan Iblis tidak mau sujud, atas pembangkangan Iblis, akhirnya ia diusir dari surga. Sikap Iblis tersebut dalam konteks ilmu Akidah Islam disebut....
‘ujub
sum’ah
hasad
takabur
tawadluk
Ayat tersebut adalah dalil naqli tentang larangan berperilaku....
tamak
hasad
takabbur
kufur
hubbud-dun-ya
Seseorang yang merasa apa yang dimilikinya jauh lebih baik dan lebih berkualitas jika dibandingkan dengan orang lain, anggapan tersebut sebagai cerminan sikap tercela, yaitu....
riya’
sombong
syaja’ah
qana’ah
kagum terhadap dirinya
Berikut ini adalah contoh orang yang sombong karena kekuasaan yang dimilikinya dan diabadikan dalam Alquran, orang yang dimaksud adalah....
Abu Jahal
Abu Lahab
Namruz
Qarun
Fir’aun
Pengertian riya’ menurut bahasa berasal dari kata Arriyaa’u (اَلرِّ يَأ ءُ) yang artinya menampakkan. Dalam terminologi Islam riya’ adalah melakukan amal kebaikan bukan karena niat ibadah kepada Allah ta’ala, melainkan demi manusia dengan cara memperlihatkan amal kebaikannya kepada orang lain supaya mendapatkan pujian atau penghargaan. Salah satu cara agar terhindar dari sifat riya’ dalam konteks ibadah antara lain....
menyembunyikan amal ibadah agar tidak dilihat oleh orang banyak
menata niat secara ihlas semata untuk mendapatkan ridla Allah ta’ala
menampakkan amal ibadah di muka orang banyak
beramal secara rahasia (sirriyah)
beramal dengan menceritakan amal-amal yang telah dilakukan kepada orang lain
Riya’ adalah suatu perbuatan yang dilakukan bukan karena mengharap ridla Allah, tetapi hanya mencari pujian, sanjungan, dan popularitas semata. Atau memperlihatan sesuatu kepada orang lain, baik barang maupun perbuatan baik yang dilakukan, dengan maksud agar orang lain dapat melihatnya dan akhirnya memujinya. Perhatikan narasi berikut “ adalah suatu hal yang dilakukan dengan niat untuk menjalankan perintah Allah swt. namun juga dilandasi dengan niat agar mendapat perhatian dan pujian dari manusia sekaligus” narasi tersebut adalah contoh riya’....
riya’ dalam bersedekah
riya dalam beribadah
riya’ kholis
riya’ syirik
riya’ dalam berpakaian
sebab-sebab perilaku riya’
dampak negatif riya’
pengertian riya’
cara menghindari riya’
dasar larangan riya’
Secara etimologi kata ‘Ujub berasal dari bahasa Arab(أَ عْجأ ب) artinya kagum, terheran-heran, takjub. Al-i’jabu bi al-nafs (اَ لإِ عْجَا ب ُ بِا النَّفْسِ) berarti kagum terhadap diri sendiri. Merasa bahwa diri kita memiliki kelebihan tertentu yang tidak dimiliki orang lain. Hal ini bisa menimpa kepada siapa saja dalam konteks selain nabi dan rasul. Dalam terminologi Islam sebenarnya kemulyaan atau derajat manusia tidak diukur dari aspek prestasi akdemik, harta yang banyak, fisik yang bagus, pangkat, jabatan dan lainnya, melainkan....
kadar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah ta’ala
orang yang banyak menjalankan ibadah
kedudukan, jabatan, kekayaan yang dipergunakan untuk kepentingan agama
orang yang banyak bersedekah
orang yang banyak dzikir
Cara menghindari perilaku hubbud-dun-ya dalam terminologi Islam, yaitu mengingat bahwa kehidupan dunia itu hanya sementara, memperbanyak ingat kematian, menyadari bahwa apa yang kita lakukan di dunia ini akan dimintai petanggung jawaban besok di akhirat, dan besifat Qana’ah. Arti Qana’ah adalah....
menyerahkan sepenuh hati atas segala ketentuan Allah ta’ala
ridha terhadap qadlak qadar Allah ta’ala
sabar dalam menerima segala ketentuan yang diberikan Allah ta’ala
merasa kurang terhadap apa-apa yang dimiliki atas pemberian Allah ta’ala
merasa cukup, puas, dan ridha terhadap apa-apa yang dimiliki atas pemberian Allah ta’ala
Ungkapan tersebut, artinya yang dinamakan kaya itu tidak terletak pada banyaknya harta, akan tetapi yang disebut kaya itu terletak pada....
ilmu yang luas
kedudukan yang tinggi
hati yang lapang
jiwa yang tenang
hati yang sehat
Lafaz tersebut di atas mejelaskan tentang salah satu cara mengatasi sikap .... yaitu dengan do’a.
sombong
dengki
pamer
malas
kikir
Orang yang sudah dihinggapi penyakit riya’ jangan dibiarkan terus menerus, karena bisa merusak jiwa kita. Kita harus berupaya untuk menghindarinya dengan salah satu cara, yaitu....
Memperbaiki niat ibadah semata-mata karena Allah swt.
Selalu mengingat akan hakekat diri kita, semuanya dari Allah swt.
. Sadar akan hakekat dunia ini hanyalah sementara
Menyadari bahwa semua nikmat itu berasal dari Allah swt.
Selalu ingat akan kematian
Manusia di akhir zaman banyak mengalami kemrosotan di bidang iman, mengalami kelemahan jiwa lantaran dibelenggu dua penyakit yaitu....
حُبُّ الْماَ ل وَكَرَا هَيَةُ الْمَوْتِ
ُبُّ الدُّ نْيَا وَكَراَ هَيَةُ الْمَوت
حُبُّ الاخِرَةِ وَكَرَاهِيَةُ النَّا ر
حُبُّ الدُّ نْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْحَيَا ةِ
حُبُّ الاَخِرَةِ وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Cermati narasi berikut ini: “ Segala sesuatu yang ada di dunia ini pasti ada yang menciptakan/mengadakan, dan yang menciptakan/mengadakan pasti lebih dahulu dari yang diadakan/diciptakan. Demikian pula tentang zatnya, perbuatannya pun tidak sama dengan yang dibuatnya” narasi tersebut adalah pengertian...
sifat wajib bagi Allah swt.
sifat muhal bagi Allah swt.
sifat jaiz bagi Allah swt
sifat wajib bagi rasul
sifat jaiz bagi rasul
Menurut Imam Abu Mansur Al-Maturidi sifat wajib bagi Allah swt. itu banyak sekali jumlahnya, tetapi ada 20 sifat yang wajib kita ketahui. Ke-20 sifat wajib itu dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu; sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma’ani, dan Ma’nawiyah. “ Sifat yang harus ada pada Allah swt. sebagai bukti keberadaan dan kesempurnaan-Nya, yang meniadakan adanya sifat lainnya. Kalau sifat itu ada, maka sifat yang kebalikan dari sifat tersebut tentu tidak ada “. Hal tersebut dalam konteks ilmu Tauhid adalah arti....
sifat wujud Allah swt.
sifat Ma’ani
sifat Nafsiyah
sifat Ma’nawiyah
sifat Salbiyah
Sifat Ma’ani disebut juga sifat abstrak yang wajib ada bagi Allah swt. sifat ini dibagi menjadi 7 macam, yaitu: Qudrah, Iradah, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, dan Kalam. “Allah swt. maha melihat, apapun yang ada di alam semesta ini, makhluk terkecil di seberang lautan atau di dalam bumi pasti dapat dilihat. Segala amal perbuatan kita juga tidak pernah lepas dari pantauan-Nya”. Statemen tersebut adalah penjelasan tentang arti sifat Allah swt. yaitu....
Iradah
Bashar
Qudrah
Sama’
Kalam
Ilmu Tauhid merupakan ilmu pengetahuan yang paling tinggi derajatnya dalam agama Islam dan merupakan induk bagi semua ilmu pengetahuan, maka dari itu agama Islam dinamai agama tauhid. Ilmu ini menerangkan dan membahas masalah keesaan zat Allah ta’ala. Hukum mempelajari ilmu tauhid secara ijamali (global) bagi orang Islam yang sudah mencapai umur baligh adalah fardlu ‘ain, sedangkan hukum memperdalam ilmu tauhid secara tafsili adalah fardlu kifayah. Di bawah ini yang tidak termasuk nama lain dari ilmu tauhid adalah....
Ilmu Kalam
Ilmu Ushuluddin
Ilmu Akidah
. Ilmu Mantiq
Ilmu Ma’rifat
Sifat wajib bagi Allah ta’ala itu ada dua puluh, sifat muhal ada dua puluh dan sifat jaiz ada satu. Sifat wajib Allah ta’ala adalah Sifat-sifat yang khusus yang hanya dimiliki oleh Allah ta’ala dan tidak ada satupun makhluk yang memiliki sifat tersebut. Adanya Allah ta’ala ini, menjadi salah satu sifat yang melekat pada sifat Wajib Allah ta’ala sebagi Khalik (pencipta) yang lainnya sebagi makhluk (yang diciptakan), oleh karenanya Allah harus ada terlebih dahulu sebelum sesuatu yang diciptakan, maka Allah harus memiliki sifat.....
مخا لفة للحو د ث
وجود
قيا مه بنفسه
قد رة
قد م
Sifat-sifat wajib bagi Allah ta’ala yang terdiri atas 20 sifat dikelompokkan menjadi 4, yaitu sifat Nafsiyah, Sifat Salbiyah, sifat Ma’ani, dan sifat Ma’nawiyah. Di bawah ini yang termasuk ke dalam sifat Salbiyah adalah....
قد م
بقا ء
علم
وجود
حيا ة
و لم يكن له كفو ا ا حد ( الاخلص -4 )
Ayat Alquran surat Al-Ihlas ayat 4, tersebut adalah dalil naqli sifat wajib Allah ta’ala....
. قا د را
. متكلما
I بصير
سمع
. مخا لفة للحو د ث
Allah ta’ala mustahil memiliki kesamaan dengan makhluknya dalam segala hal dan afa’al-Nya. Dalam ilmu Tauhid disebut....
الفنا ء
المما ثلة للحوا د ث
الحد وث
الا حتيا ج الى غيره
البكم
تَفَكَّروْ ا فِى خَلْقِ الله وَلاَ تَفكَّروْ ا فِى الله فَتَهْلِكُوْا ( رواه ابو الشيخ و ابو نعيم والطبرنى فى الاوسط )
Arti hadis tersebut menjelaskan hendaklah kita memikirkan tentang apa-apa yang diciptakan oleh Allah ta’ala dan jangan sekali-sekali memikirkan tentang dzat Allah ta’ala, jika kita memikirkan tentang dzat Allah ta’ala, maka akan binasa. Pesan dari hadis di atas untuk mengenal Allah ta’ala cukup dengan melihat, merenungkan, memikirkan tentang segala ciptaan-Nya yang ada di muka bumi ini. Yang dilarang untuk memikirkan adalah tentang....
penciptaan bumi dan lagit
makhluk Allah ta’ala
sifat-sifat Allah ta’ala
wujud Allah ta’ala
keagungan Allah ta’ala
Sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada zat Allah ta’ala, sesuai dengan keagungan dan kekuasaan-Nya sebagai pencipta semesta alam, dan kebebasan bagi Allah ta’ala sesuai dengan kehendak-Nya yang mutlak tidak terpengaruh dengan makhluk. Statmen tersebut dalam kajian ilmu tahuid adalah termasuk....
sifat wujud Allah ta’ala
sifat muhal Allah ta’ala
sifat jaiz Allah ta’ala
sifat wahdaniyat Allah ta’ala
sifat wajib Allah ta’ala
Manusia tidak boleh memiliki prasangka buruk terhadap Allah ta’ala, meskipun hanya terbersit dalam hati, karena Allah ta’ala maha mendengar terhadap segala sesuatu meskipun tidak bersuara dan bersifat tersembunyi. Hal tersebut dalam terminologi Islam Allah ta’ala memiliki sifat-sifat wajib, yaitu....
متكلما
بصيرا
حيا
قا د را
. سميعا
لو كا ن فيهما ا لهة إلا الله لفسد تا ( الا نبيا ء – 22 )
Potongan ayat tesebut adalah dalil naqli yang menjelaskan bahwa semesta alam seisinya ini tidak mungkin diciptakan oleh Tuhan yang lebih dari satu, jika demikian yang terjadi, maka masing-masing Tuhan itu akan saling menunjukkan kekuatannya, karena mereka memiliki kekuatan. Maka keduanya akan rusak hal tersebut tidak mungkin oleh karenanya Allah ta’ala memiliki sifat....
. و حد ا نية
فيا مه بنفسه
ا را د ة
قد م
بقاء
Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama Surat al-Qalam ayat 1-5 di gua hira melalui perantaraan malaikat Jibril a.s. Dalam konteks ilmu Tauhid Allah ta’ala memiliki sifat-sifat wajib bagi Allah, yaitu....
ا را د ة
قد رة
متكلما
علم
وجود
Allah swt. itu maha mengetahui atas segala sesuatu, meliputi seluruh yang ada di bumi dan langit, baik yang kelihatan ataupun tertutup, yang tampak ataupun tersembunyi. Sebagaimana firman Allah swt. yaitu....
وَاللهُ بِكُلِّ شَيْئٍ عَلِيم
الله لاَ اِلَهَ إلاَّ هُوَالْحَيُّ القَيُّوم
إِنَّ اللهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ
وَا للهُ بِمَا تَعْمَلُون بَصِيْرٌ
إِنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِ يْرُ
Sifat mustahil bagi Allah swt. adalah kebalikan dari sifat wajib 20, maksudnya sifat yang tidak mungkin atau tidak layak dimiliki oleh Allah Azza Wajalla yang sempurna, sebab jika sifat-sifat mustahil ada pada Allah swt. dapat menurunkan derajad dan kesempurnaan-Nya. Sifat-sifat tersebut ada 20. Sifat mustahil bagi Allah swt. ( حُدُ وْثُ ), artinya....
tidak ada
menyerupai makhluk
. rusak atau binasa
baru atau ada permulaan
berbilang atau lebih dari satu
Allah swt. mustahil memiliki sifat ( اِحْتِيَا جُهُ لِغَيْرِهِ/عَدَمُ الْقِيَامِ بِنَفْسِهِ ), yang artinya....
terpaksa
lemah
tidak ada
ada permulaannya
membutuhkan sesuatu kepada selain Diri-Nya
Hukum bertaubat adalah wajib bagi orang yang melakukan kesalahan atau dosa, dan termasuk perkara yang diperintahkan oleh Allah swt. Dalam Al-Qur’an….
Qs. An-Nur/24: 30
Qs. An-Nur/24: 31
Qs. An-Nur/24: 32
Qs. An-Nur/24: 35
Qs. An-Nur/24: 37
Sesungguhnya taubat yang diterima oleh Allah swt adalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan karena ketidaktahuan lalu mereka bertaubat dengan segera, sebagaimana dijelaskan oleh Allah swt dalam….
Qs. At-Tahrim ayat 8
Qs. Al-Anbiya’ ayat 87
Qs. Thoha ayat 82
Qs. Al-Taubah ayat 17
Qs. Al-Baqarah ayat 221
Yang bukan termasuk syarat bertobat salah satunya adalah ….
Banyak mengingat dosa-dosanya
Mengganti perbuatan jahat dengan amal kebaikan
Taubat sambil bersujud dan menangis karena penyesalan
Menghentikan perbuatan maksiat
Berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya
Yang bukan termasuk dalam lima unsur yang harus dipenuhi oleh seseorang yang hendak bertobat secara sempurna anatara lain yaitu ….
Menyadari dan menyesali kesalahan yang telah dikerjakan
Istighfar kepada Allah swt
Berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya
Menutupi kesalahan masa lalu dengan amal shaleh
Merasa senang atas semua perbuatan yang sudah berlalu
Salah satu syarat taubat adalah harus dilakukan dengan ikhlas, bukan dengan riya’. Berikut ini yang termasuk contoh taubat dengan niat riya’ adalah….
Membaca istighfar hanya setelah sholat saja
Bertaubat hanya apabila dilihat orang lain saja
Memohon ampun kepada Allah dengan menangis bersedu-sedu
Taubat tanpa diiringi shalat hajat
Bertaubat tanpa diiringi membaca istighfar
