WorksheetsPTSAGAMA2022
Total questions: 6
Worksheet time: 18mins
Cara Hidup Jemaat
(Kis 4: 32-37; bdk.1 Kor 12: 12-27)
32 Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak
seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri,
tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. 33 Dan dengan kuasa yang
besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka
semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah. 34 Sebab tidak ada seorang
pun yang berkekurangan di antara mereka, karena semua orang yang mempunyai
tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa
35 dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap
orang sesuai dengan keperluannya.
36 Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak
penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. 37 Ia menjual ladang miliknya, lalu membawa
uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Setelah menyimak teks Kitab Suci tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut ini:
a. Apa saja yang menarik dari cara hidup Umat Perdana yang dikisahkan dalam
Kis. 4:32-37?
b. Gambaran Gereja model apa yang terungkap dari kisah tersebut?
c. Apakah cara hidup Umat Perdana itu dapat kita tiru secara haraiah? Mengapa?
Kesatuan Gereja harus terus kita perjuangkan dalam hidup sehari-hari karena ada
berbagai tantangan yang dihadapi. Nah untuk memperjuangkan kesatuan Gereja itu,
kita sebagai anggota Gereja, tentu harus ikut mengambil bagian dalam perjuangan
tersebut.
• Untuk memperjuangkan kesatuan Gereja, cobalah menjawab pertanyaan berikut
ini.
a. Gereja itu satu, namun pada kenyataannya bahwa dalam Gereja masih terdapat
perpecahan-perpecahan. Bagaimana kita dapat memperjuangkan kesatuan
itu?
b. Bagaimana kita secara pribadi mewujudkan kesatuan dalam Gereja?
Berikut ini simaklah salah satu teks Kitab Suci yang menjelaskah keapostolikan
Gereja.
(Mateus 28:19-20)
19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
20 Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan
kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir
zaman.”
• Setelah menyimak teks Kitab Suci tersebut, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut
ini:
a. Apa isi pesan teks Kitab Suci tersebut?
b. Apa yang dimaksudkan dengan keapostolikan Gereja dalam teks Kitab Suci itu?
Lena Maria adalah seorang wanita yang tangguh.
Dia terlahir dengan banyak sekali keterbatasan karena
cacat isik yang dimilikinya. Ia terlahir tanpa tangan
dan kaki kirinya hanya setengah dari kaki kanannya.
Tetapi dia tidak pernah menyerah dan selalu bersyukur
atas semua yang dimilikinya.
Dengan bekal mimpi, kemauan dan semangat
pantang menyerah, akhirnya dia bisa mengembangkan
semua talenta yang dimilikinya. Dia bisa meraih
kesuksesan walaupun dengan kondisi isik yang
terbatas. Pada usia 18 tahun, ia memecahkan rekor
berenang pada kejuaraan dunia. Bakatnya pada musik
juga sangat luar biasa. Ia sekarang sebagai penyanyi
professional.
Pesan apa yang sangat menarik dari kisah Lena Maria?
a. Apa yang dimaksud dengan manusia diciptakan menurut gambar
Allah (citra Allah)?
b. Apa keunggulan manusia dibandingkan ciptaan Allah yang lain?
Amatilah kasus berikut!
Pergulatan Suara Hati
Boy mendaftar pada suatu sekolah yang sangat menjunjung tinggi nilai
kejujuran. Sebelum masuk ia harus menandatangani sebuah pernyataan yang
menyatakan: “saya tidak akan mencontek dan kalau terbukti mencontek,
maka saya siap untuk dikeluarkan dari sekolah ini”. Setiap peserta didik juga
mempunyai kewajiban untuk melaporkan kepada guru atau pimpinan sekolah,
jika mereka melihat ada yang mencontek.
Pada suatu ketika, Boy mengikuti ujian akhir. Ia merasa kesulitan
menjawab soal-soal yang ada di hadapannya dan ia juga melihat beberapa
temannya ada yang mulai mencontek. Ia mulai gelisah dan timbul keinginan
dalam dirinya untuk mengikuti apa yang dilakukan beberapa temannya. Ia
berpikir, seandainya, ia tidak dapat menjawab soal di hadapannya dengan baik,
ia pasti tidak lulus, tapi kalau ketahuan ia harus siap dikeluarkan dari sekolah
ini. Terjadi pergulatan dalam dirinya, apakah ia mau ikut-ikutan nyontek
atau tidak. Setelah mempertimbangkan secara matang, akhirnya ia mengikuti
suara hatinya untuk mengerjakan soal sebisanya dan tidak mengikuti apa yang
dilakukan oleh beberapa temannya. Ketika hasil ujian diumumkan ia ternyata
lulus, walaupun nilainya tidak sempurna. Ia merasa puas, karena itu adalah
hasil kerjanya sendiri dan ia sudah setia kepada nilai kejujuran.
a. Apa kesan yang kalian peroleh dari kasus di atas ?
b. tulislah secara singkat pengalamanmu saat mengalami pergulatan suara hati dalam
hidupmu .
