wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MATERI 9 SOAL HITUNGAN

Total questions: 36

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Seorang apoteker di bagian RND hendak membuat 30 ovula metronidazole 500 mg dengan basis oleum cacao. Berat masing-masing ovula 3 g. Nilai tukar metronidazole terhadap oleum cacao adalah 1,7. Berapakah berat oleum cacao yang dibutuhkan?

a)

a. 15

b)

b. 51

c)

c. 64,5

d)

d. 81,17

e)

e. 90

2.

Seorang apoteker di bagian RND hendak membuat 15 suppositoria aminofilin 100 mg dengan basis glisero gelatin. Berat masing-masing suppositoria adalah 3 g displacement value aminofilin adalah 1,3. Berapakah berat glisero gelatin yang dibutuhkan?

a)

a 19,5

b)

b. 43,05

c)

c. 43,5

d)

d. 43,85

e)

e. 45

3.

Sebuah industri farmasi akan memproduksi sediaan suppositoria aminofilin dengan menggunakan oleum cacao sebagai basis. Satu suppositoria memiliki bobot 3 gram mengandung aminofilin sebanyak 0,2 gram. Jika koefisien oleum cacao adalah 0,86. Berapakah jumlah basis yang digunakan untuk membuat 100 suppositoria?

a)

a. 280 g

b)

b. 240,8 g

c)

c. 200 g

d)

d. 172 g

e)

e. 250 g

4.

Pada suatu percobaan diketahui kecepatan pengendapan suatu sediaan suspensi sebesar 0,14 cm/detik. Diketahui diameter partikel padatan suspensi sebesar 1 x 10-2 cm, berat jenis partikel padatan sebesar 1,1 gram/ml dan berat jenis partikel cairan sebesar 1 gram/ml. Apabila diketahui gravitasi sebesar 980 cm/s2 maka viskositas dari sediaan suspensi tersebut adalah

a)

a. 4 poise

b)

b. 0,2 poise

c)

c 0,0039

d)

d. 1,6 poise

e)

e. 0,039

5.

Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industry farmasi mengembangkan formula sediaan emulsi minyak ikan yang dibuat menggunakan kombinasi emulgator yang terdiri dari tween 80 (HLB 15) sebesar 25% dan span 80 (HLB 4,8) sebesar 75%. Berapakah nilai HLB campuran emulsi tersebut?

a)

A.  5, 35

b)

B.  6,35

c)

C. 7,35

d)

D. 8,35

e)

E.  9,35

6.

Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industry farmasi mengembangkan formula sediaan emulsi minyak ikan yang dibuat menggunakan kombinasi emulgator yang terdiri dari tween 80 (HLB 15) dan span 80 (HLB 4,8). Perbandingan tween dan span yaitu 3 : 2. Berapakah nilai HLB campuran emulsi tersebut?

a)

a. 10,92

b)

b. 11,92

c)

c. 12,92

d)

d. 13,92

e)

e. 14,92

7.

 Seorang apoteker pada bagian R&D suatu industri farmasi akan menggunakan kombinasi 2 emulgatur dengan HLB 11,0 untuk pengembangan formula krim betametason. Emolgator yang digunakan adalah tween 80 (HLB 15) dan span 60 (HLB 5). Total emulgator yang digunakan adalah 2,0% dan sediaan yang dibuat adalah 500 g. Berapakah jumlah Tween 80 dan Span 60 yang dibutuhkan?

a)

A.  4 g dan 6 g

b)

B. 4 g dan 10 g

c)

C. 6 g dan 6 g

d)

D. 6 g dan 4 g

e)

E.  6 g dan 10 g

8.

Apoteker RND mengembangkan formula krim isotretinoin dengan formula sebagai berikut. Emulgator yang digunakan adalah kombinasi surfaktan tween 80 (HLB 16) dan Span 80 (HLB 5). Berapakah % span 80 yang digunakan dalam formula tersebut?

a)

a. 36,3

b)

b. 28,6

c)

c. 22,5

d)

d. 19,3

e)

e. 25,3

9.

Apoteker sedaneemulsi dengan formula basis sebagai kosmetik berbasis berikut: Asam stearat 2%, Stearil alcohol 2%, Isopropil mirisrat 5%, Gliseril monostearat 1%, Dimetikon 2%,  Emulgator  5 %, Metil paraben 0,18%., Propil paraben 0,02%, Propilen glikol 10%, Aquadest ad 100 g. Apabila dikctahui HLB masing-masing untuk asam steavat (14,9), stearil alkohol (14), Isopropyl Myristate (11,5), Glyceryl Monostearate (5.5). berapalsah HLB butuh fase minyak dalam rorrnula basis tersebut.?

a)

A. 10.53

b)

B. 11.53

c)

C. 12.33

d)

D. 14.73

e)

E. 12,08

10.

Berapakah konsentrasi air pada titik tersebut?

a)

a. 1

b)

b. 0,75

c)

c. 0,5

d)

d. 0,25

e)

e. 0,1

11.

Departemen RND suatu industri farmasi akan membuat sediaan injeksi efedrin 1% dengan nilai ekivalensi Nacl sebesar 0,23. Sediaan dibuat dalam volume 200 ml. Berapakah Nacl yang harus ditambahkan agar larutan isotonis?

a)

a. 1,14 g

b)

b. 1,24 g

c)

c. 1,34 g

d)

d. 1,44 g

e)

e. 1,54 g

12.

Seorang apoteker pada bagian RND suatu industri farmasi akan membuat larutan efedrin sulfat 1% sebanyak 2 Liter menggunakan pengisotonis dekstrosa. Dari sumber pustaka diketahui nilai kesetaraan E.Nacl-efedrin sulfat 0,23 dan nilai kesetaraan E nacl-dekstrosa adalah 0,16. Berapakah jumlah dekstrosa yang diperlukan agar larutan isotonis?

a)

a. 83,75 g

b)

b. 86 g

c)

c. 90 g

d)

d. 42 g

e)

e. 45 g

13.

Sebuah industri farmasi akan membuat 1 batch sediaan injeksi dengan komposisi sebagai berikut: Ampisilin Na 2% (E= 0,16) Isoniazid 1% (E= 0,25) Volume 1 ampul sediaan injeksi adalah 5 ml dan 1 batch terdiri dari 1000 ampul. Berapa jumlah NaCl (gram) yang harus ditambahkan agar tercapai larutan isotonis dalam pembuatan 1 batch sediaan injeksi?

a)

a. 12,5

b)

b. 14,5

c)

c. 16,5

d)

d. 18,5

e)

e. 20,5

14.

Industri farmasi akan membuat 1 batch sediaan injeksi dengan komposisi sebagai berikut : Ampisilin 1% (E = 0,16) Isoniazid 1% (E = 0,25) Volume 1 ampul sediaan injeksi adalah 5 mL. Berapakah NaCl yang ditambahkan agar diperoleh larutan isotonis? (UKAI SEP 21)

a)

A. 0,0165 gram

b)

B. 0,0245 gram

c)

C. 0,0169 gram

d)

D. 0,100 gram

e)

E. 0,250 gram

15.

Seorang Apoteker di RS sedang menyiapkan larutan isotonis dari 0,52 g dan efedrin HCL 0,10 g Glucose berturut-turut adalah 0,3 dan 0,1. Berapakah larutan isotonik untuk sediaan tersebut?

a)

A. 12,44 ml

b)

B. 14,44 ml

c)

C. 16,44 ml

d)

D. 18,44 ml

e)

E. 20,44 ml

16.

Diketahui formulasi sediaan sebagai berikut : Asam borat 0,2 g (E = 0,5) Fenakain HCl 0,06 g (E = 0,2) Aqua bidest steril ad 100mL Berapa jumlah larutan isotonis (NaCl 0,9%) yang diperlukan agar formula tersebut menjadi isotonis? (UKAI SEP 21)

a)

A. 12 mL

b)

B. 82,5 mL

c)

C. 100 mL

d)

D. 87,5 mL

e)

E. 8 mL

17.

Apoteker bagian produksi merencanakan untuk memproduksi sediaan injeksi methadon 0,1 dan membuatnya untuk ampul. untuk ampul 1 ml sebanyak 500 ampul. Jika PTB methadon HCL adalah 0,101 dan PTB Nacl adalah 0,576, maka Nacl yang diperlukan supaya larutan isotonis adalah?

a)

a. 0,088 g

b)

b. 0,8852 g

c)

c. 4,426 g

d)

d. 0,0442 g

e)

e.8,852 g

18.

Suatu industry farmasi akan membuat 500 L sediaan tetes mata atrofin sulfat 1% dengan menggunakan NaCl sebagai pengatur tonisitas. Dari data Pustaka di ketahui nilai PTB atrofin sulfat adalah 0,07 dan PTB NaCl adalah 0,576. Berapa kg kah Nacl yang di butuhkan untuk membuat larutan isotonis ?

a)

a. 3,85

b)

b. 3,95

c)

c. 3,65

d)

d. 3,87

e)

e. 3,55

19.

Seorang apoteker bagian RnD sedang mengembangkan sediaan injeksi dengan formula berikut : Fenilefrin HCl 1% (PTB 0,180) Dinatrium Edetat 0,1% (PTB 0,130) NaCl ad isotonis (PTB 0,576) WFI ad 100 mL Berapakah NaCl yang harus ditambahkan agar diperoleh larutan yang isotonis?

a)

A. 567,7 mg

b)

B. 657,5 mg

c)

C. 756,6 mg

d)

D. 576,5 mg

e)

E. 765,7 mg

20.

Sebuah industri farmasi memproduksi sediaan infus manitol 5% dalam kemasan flakon 500 ml. Diketahui BM mannitol 182,17. Berapa osmolaritas sediaan infus tersebut?

a)

a. 274,47 mosmol/L

b)

b. 264,47 mosmol/L

c)

c. 254,47 mosmol/L

d)

d. 244,47 mosmol/L

e)

e. 234,47 mosmol/L

21.

Apoteker di industri farmasi membuat tablet  captopril 12,5 mg dengan metode granulasi basah. Pada saat proses dilakukan ipc dengan menimbang seksama 10,0   g granulasi basah kemudian dikeringkan pada suhu  70°C. Didapat hasil konstan 8,5 g granulasi setelah dikeringkan. Berapa % MC granulasi setelah  dikeringkan?

a)

a.  8,5

b)

b.  10

c)

c.  15

d)

d.  25

e)

e. 17,64

22.

Sebuah industri farmasi mengembangkan  formulasi tablet Olanzapine 10 mg dengan bobot tablet 100 mg. hasil uji kerapuhan dan diperoleh data berat 20 tablet sebelum dilakukan uji kerapuhan 2030 mg dan berat setelah uji 2015mg. berapakah presentase hasil uji kerapuhan tablet tersebut?

a)

a.  1,007

b)

b.  0,739

c)

c.  99,261

d)

d.  0,744

e)

e.     0,993

23.

Seorang petugas bagian QC melakukan uji uji kekerasan tablet. menggunakan alat Hardness tester. Sebanyak 10 tablet ditimbang dan diperoleh yaitu 6,7 g. Setelah dilakukan pengujian berat 10 tablet tersebut menjadi 6,5 g. Berapakah %kompresibilitas tablet tersebut?

a)

a. 1,67

b)

b. 2,98

c)

c. 3,75

d)

d. 0,98

e)

e. 1,13

24.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung laju alirnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 100 gr, setelah diuji dengan metode corong, membutuhkan waktu 12 detik. Berapakah kecepatan waktu alir granul tersebut?

a)

a. 0,12

b)

b.  8,33

c)

c.  88

d)

d. 100,12

e)

e.  112

25.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung kompresibilitasnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 100 gr, setelah dimasukkan ke dalam gelas ukur 100 ml menunjukkan angka 70 ml, setelah dimamampatkan 500 kali menunjukkan angka 60 ml. Berapakah  Haustner ratio granul tersebut?

a)

a.  0,8

b)

b. 0,86

c)

c. 1,17

d)

d. 1,26

e)

e. 1,33

26.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung kompresibilitasnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 100 gr, setelah dimasukkan ke dalam gelas ukur 100 ml menunjukkan angka 70 ml, setelah dimamampatkan 500 kali menunjukkan angka 60 ml. Berapakah carss index granul tersebut?

a)

a. 14,28

b)

b. 16,67

c)

c. 16,78

d)

d.  30

e)

e. 40

27.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung sudut diamnya. Setelah dilewatkan corong granul membentuk gundukan seperti kerucut dengan tinggi 5 cm, dan diameter 12 cm. Berapakah sudut diam dari granul tersebut?

a)

a.  22,62

b)

b.  26,56

c)

c. 39,80

d)

d.  42,33

e)

e. 67,38

28.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung kompresibilitasnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 100 gr, setelah dimasukkan ke dalam gelas ukur 100 ml menunjukkan angka 70 ml, setelah dimamampatkan 500 kali menunjukkan angka 60 ml. Berapakah kerapatan mampat granul tersebut?

a)

a.     1

b)

b. 1,43

c)

c.  1,67

d)

d.   0,6

e)

e.  0,7

29.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung kompresibilitasnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 100 gr, setelah dimasukkan ke dalam gelas ukur 100 ml menunjukkan angka 75 ml, setelah dimamampatkan 500 kali menunjukkan angka 60 ml. Berapakah kerapatan nyata granul tersebut?

a)

a.  1

b)

b.  1,43

c)

c.  1,33

d)

d.  0,6

e)

e.  0,7

30.

Apoteker bagian QC di industri farmasi sedang melakukan pemeriksaan tablet asam mefenamat 250mg menggunakan metode granulasi basah. Saat proses IPC ditimbang bobot granulasi basah 2030 mg, kemudian dikeringkan di suhu 70oc didapatkan hasil 2000 mg. Berapakah (%) Susut pengeringan tablet tersebut?

a)

a. 1,48

b)

b. 1,68

c)

c. 0,78

d)

d. 0,89  

e)

e. 0,99

31.

Seorang apoteker di industri farmasi melakukan uji keseragaman sediaan tablet methylprednisolone 4 mg. Diperoleh nilai kadar rata-rata sebesar 110,113% dimana nilai X= 101,5 dan nilai k untuk 10 tablet yang diuji 2,4. Simpangan dari hasil pengujian sebesar 2,199. Berapakah nilai penerimaannya?

a)

a. 13,88

b)

b. 5,27

c)

c. 8,61

d)

d. 3,34

e)

e. 13,883

32.

Seorang apoteker di industri farmasi melakukan uji keseragaman sediaan tablet methylprednisolone 4 mg. Diperoleh nilai kadar rata-rata sebesar 97,5 dan nilai k untuk 10 tablet 2,4. Simpangan hasil pengujiansebesar 2,199. Berapakah nilai penerimaannya?

a)

a. 13,88

b)

b. 5,27

c)

c. 6,27

d)

d. 3,34

e)

e. 16,883

33.

Industri farmasi membuat sediaan antasida dari 100 g serbuk Al0H3 dan MgOH3 dan dilakukan uji kompresibilitas. Sebelum dilakukan uji volume diperoleh bulk density 90 ml, sedangkan volume setelah di tap dihasilkan 97 ml. Bagaimana kompresibilitas granul berdasarkan data diatas?

a)

a. Buruk

b)

b. Kurang

c)

c. Cukup

d)

d. Baik

e)

e. Sangat baik

34.

Seorang apoteker akan melakukan uji evaluasi granul dengan menghitung kadar airnya. Jumlah granul yang dibutuhkan pada pengujian tersebut sebanyak 5 gr, setelah dikeringkan diperoleh bobot konstan 4,920 gr. Berapakah kadar air dalam granul tersebut%?

a)

a. 1,6%

b)

b. 1,626%

c)

c. 9,92%

d)

d. 98,4%

e)

e. 101,63%

35.

Bagian unit produksi, mencetak tablet Metampiron dengan jumlah tablet perbatch nya 17100 tab. Setelah produksi selesai, jumlah tablet aktual yangdiperoleh yakni: Tablet Metampiron 14210 tablet. Tablet cacat : 2 box.Sampel QC : 100 tablet. Untuk setiap box berisi 100 tablet. Berapakah (%)hasil rendemen tablet per batch?

a)

a. 81,30

b)

b. 82,40

c)

c. 81,90

d)

d. 80,10

e)

e. 90

36.

RND akan menetapkan bobot jenis formula elixir PCT pada suhu 250C dengan menggunakan piknometer. Hasil perhitungan menunjukkan kerapatan sirup ibu profen adalah 1,756 g/ml sedangkan kerapatan air (p air) adalah 0,94 g/mL. Berapakah bobot jenis elixir PCT tersebut?

a)

a. 0,75

b)

b. 1,86

c)

c. 0,83

d)

d. 1,91

e)

e. 1,76