NEW
Font size
WorksheetsMasa pemerintahan liberl dan terpimpin di Indonesi
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Pada masa demokrasi liberal keadaan pemerintahan tidak stabil. Hal ini disebabkan
karena …
Kabinet yang berkuasa sangat lemah
Para menteri yang diangkat banyak melakukan korupsi
Sering terjadi pergantian Kabinet
Kabinet pada waktu itu tidak mendapat dukungan dari rakyat
Tidak adanya Partai mayoritas
1. Perhatikan data berikut ini!
1) Kabinet bersifat presidensial
2) Kabinet bersifat parlementer
3) Persaingan antarpartai politik yang saling menjatuhkan
4) Koalisi partai politik yang dibangun gampang pecah
5) Pemerintah membangun partai tunggal
Berdasarkan pernyataan di atas, penyebab jatuh bangunnya kabinet selama masa Demokrasi Liberal (1950-1959) berada pada pernyataan nomor...
1, 2, dan 3
2, 3, dan 4
3, 4, dan 5
1, 3, dan 5
1, 2, dan 4
Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet. Partai pengusung dari Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951) adalah partai.....
NU dan Masyumi
Masyumi dan PNI
Masyumi dan PKI
NU dan PNI
PKI dan PNI
Masa Demokrasi Parlementer seringkali disebut sebagai Demokrasi Liberal, hal tersebut dikarenakan….
Sistem demokrasinya didasarkan oleh hak-hak individu, di mana tiap-tiap warga negaranya berhak untuk berperan dan berkuasa dalam pemerintahan melalui parlemen
Pada masa ini, sistem yang diutamakan adalah memenuhi kepentingan pribadi atau suatu kelompok terlebih dahulu dibanding kepentingan parlemen.
Struktur politik yang ada pada masa itu condong berpihak pada hak individu untuk memainkan peran dalam pemerintahan dengan membebaskan segala sesuatu yang terjadi dalam panggung perpolitikan nasional
Sistem demokrasi ini terlihat lebih menyamaratakan hak-hak yang dimiliki oleh individu dan otomatis hak yang dimiliki individu menjadi milik pemerintah juga
Segala sesuatu yang dimiliki oleh rakyat itu diubah sama rata sama rasa oleh parlemen
Selama berlakunya Demokrasi liberal antara tahun 1950-1959 keadaan politik bangsa Indonesia pada dasarnya belum pernah mencapai kestabilan secara nasional. Kabinet yang silih berganti menyebabkan program kerja kabinet tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Partai-partai politik bersaing dan saling menjatuhkan. Berdasarkan pada keadaan yang demikian dapat dilihat bahwa pada masa Demokrasi Liberal kegagalan mencapai kestabilan politik disebabkan karana….
Keinginan Presiden Soekarno untuk segera menerapkan Demokrasi Terpimpin
Partai-partai politik cenderung mengutamakan keinginan kelompok masing-masing
Keadaan keamanan nasional yang tidak stabil akibat adanya upaya disintegrasi bangsa
Muncul perbedaan pandangan terkait dengan pelaksanaan kembali UUD 1945
Adanya upaya dari pihak asing untuk ikut campur dalam politik Indonesia
Setelah menganggap Demokrasi Lebiral sebagai sebuah sistem yang gagal, pada akhirnya Presiden Soekarno menawarkan Konsepsinya untuk menyelesaikan masalah krisis-krisis politik kewibawaan pemerintah yang terlihat dari jatuh bangunnya kabinet. Tentu saja hal tersebut tidak sesuai dengan harapan Presiden Soekarno pada hasil Pemilu 1955. Berdasarkan ilustrasi tersebut, berikut yang merupakan harapan Presiden Soekarno terhadap hasil Pemilu 1955 adalah…
Hasil pemilu 1955 dapat membentuk dewan konstituante yang dapat menyelesaikan krisis politik di Indonesia
Tercapianya sebuah sistem demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia
Hasil pemilu 1955 diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun demokrasi yang lebih baik
Tercapainya keinginan untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945
Terlaksananya sistem pemerintahan yang baru yaitu Demokrasi Terpimpin
Pada tanggal 6 Mei 1957 Presiden Soekarno membetuk Dewan Nasional. Melalui panitia perumus Dewan Nasional itulah yang pada akhirnya memunculkan usulan secara tertulis oleh Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution tentang pemberlakuaan kembali UUD 1945. Jika merujuk dari peristiwa tersebut, pada dasarnya keterkaitan antara Pembentukan Dewan Nasional dengan keinginan Presiden Soekarno untuk mengatasi krisis politik pada masa itu adalah…
Pembentukan Dewan Nasional adalah langkah pertama Presiden Soekarno untuk mewujudkan konsepsi Demokrasi Terpimpin
Pembentukan Dewan Nasional adalah upaya Presiden Soekarno untuk merumuskan kembali UUD pengganti UUDS
Sebagai upaya untuk mendukung konstituante agar secepatnya dapat melaksanakan tugasnya menyelesaikan konstitusi negara
Pembentukan Dewan Nasional sebagai upaya mewadahi usulan Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution tentang pemberlakuaan kembali UUD 1945
Upaya untuk menyelesiakan krisis kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet
Setelah membentuk Dewan Nasional, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Presiden Soekarno untuk mewujudkan konsepsinya mengenai Demokrasi Terpimpin adalah mengeluarkan keputusan pada tanggal 19 Februari 1959 tentang pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945. Keputusan tersebut selanjutnya disampaikan kepada DPR dan Dewan Konstituante. Alasan Presiden Soekarno menyampaiakn keputusan tersebut kepada Dewan Konstituante adalah…
Adanya desakan dari Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution
Kepercayaan Presiden Soekarno kepada kabinet yang sudah menurun
Adanya tekanan kepada Presiden Soekarno untuk segera menyampaikan keputusan tersebut kepada Dewan Konstituante
Dewan Konstituante merupakan pihak yang berwenang untuk menetapkan UUD
Sebagai upaya untuk menyuarakan keinginan Presiden Soekarno secara konstitusional
Di depan Dewan Konstituante Presiden Soekarno menyampaikan amanatnya terkait kembali ke UUD 1945. Dalam amanatnya Presiden Soekarno menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus kembali kepada jiwa revolusi dan mendengarkan amanat penderitaan rakyat. Melihat upaya tersebut mengapa Presiden Soekarno berkeinginan untuk kembali pada UUD 1945 adalah…
Dewan konstituante yang selalu gagal dalam merumuskan konstitusi yang baru
Adanya desakan dari Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution
Sebab UUD 1945 sesuai dengan konsepsi yang ditawarkan oleh Presiden Soekarno
Upaya untuk menyelesiakan krisis kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet
UUD 1945 akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan
Pada tanggal 3 Juni 1959 sidang Dewan Konstituante memasuki masa reses. Namun hal tersebut memunculkan masalah baru sebab beberapa fraksi dalam anggota Dewan Konstituante menyatakan tidak akan menghadiri sidang kecuali untuk membubarkan konstituante. Kondisi yang demikian disebabkan karena…
Tidak disepakatinya usulan Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 1945
Dewan Konstituante telah mencapai kuorum untuk menerapkan Demokrasi Terpimpin
Anggota konstituante gagal menyepakati konstitusi negara
Adanya konflik politik yang semakin panas antar partai
Munculnya beberapa pemberontakan di daerah yang mengancam kesatuan NKRI
Kepala Staf Angakata Darat (KSAD) selaku Penguasa Perang Pusat (Peperpu), A. H. Nasution mengeluarkan PEPERPU/040/1959 atas nama pemerintah yang berisi larangan adanya kegiatan politik, termasuk menunda semua sidang Dewan Konstituante yang berlaku mulai 3 Juni 1959 pukul 06.00 Pagi. Latar belakang diberlakukannya aturan tersebut jika dilihat dari kondisi politik dan keamanan saat itu adalah…
Munculnya beberapa pemberontakan di daerah yang mengancam kesatuan NKRI
Adanya upaya dari pihak asing untuk ikut campur dalam politik Indonesia
Adanya konflik politik yang semakin panas antar partai
Sebagai upaya untuk menyelesiakan krisis kewibawaan pemerintah
Mencegah munculnya ekses politik akibat ditolaknya usulan kembali ke UUD 1945
Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno melalui sebuah pidato singkat membacakan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi 3 ketentuan pokok, yaiti:
1) Pembubaran Konstituante
2) Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945
3) Membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terdiri atas anggota DPR ditambah utusan daerah dan golongan serta Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
Merujuk dari isi Dekret Presiden 5 Juli 1959 diatas, salah satu latar belakang dikeluarkannya dekret tersebut adalah…
Kegagalan Dewan Konstituante menyusun UUD baru bagi Republik Indonesia
Demokrasi Liberal dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia
Adanya tawaran konsepsi baru dari tokoh politik dan tokoh militer
Keinginan Presiden Soekarno untuk menyederhanakan partai politik di Indonesia
Munculnya beberapa pemberontakan di daerah yang mengancam kesatuan NKRI
Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 secara resmi Indonesia telah menganut sistem Demokrasi Terpimpin. Demokrasi terpimpin merupakan reaksi terhadap demokrasi liberal/parlemeneter karena pada masa Demokrasi Parlementer kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara, sedangkan kekuasaan pemerintahan dilaksanakan oleh partai. Melihat dari penamaan Demokrasi terpimpin merujuk pada….
Mengadopsi sistem pemerintahan dari negara lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia
Di Indonesia pada masa tersebut sangat mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno
Merujuk pada konsep sebagai sebuah negara yang bersifat sentralistik
Berpijak pada satu konstitusi yang diterapkan yaitu UUD 1945
Keputusan sistem pemerintahan yang disepakati oleh tokoh politik dan tokoh militer
Masa Demokrasi Terpimpin merupakan masa yang penuh dengan konfrontasi. Presiden Soekarno menganggap perjalanan revolusi Indonesia belumlah selesai. Hal ini tercermin dalam salah satu pidatonya yang dijadikan Manifesto Politik Republik Indonesia yaitu…
Nawaksara
Indonesia Menggugat
Jalannya Revolusi Kita
Penemuan Kembali Revolusi Kita
To Build teh World a New
Setelah diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, melalui Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1959 dibentuklah MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara). Namun satu sisi kebijakan terebut dianggap bertentangan dengan UUD 1945 yang diberlakukan kembali. Hal tersebut disebabkan karena…
Dianggap memberi kekuasaan besar kepada presiden
Pengangkatan MPRS harus melalui mekanisme pemilihan umum
Memberikan peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik
Kedudukan MPRS berada diatas presiden
Membawa negara pada perpecahan dan krisis politik
Tindakan presiden membubarkan DPR hasil pemilu 1955 akibat tidak disetujuinya RAPBN tahun 1960 dianggap menyalahi UUD 1945. Alasannya adalah…
Anggota DPR merupakan bagian dari lembaga tinggi negara
Kedudukan DPR sebagai lembaga tinggi negara yang bertugas sebagai lembaga eksekutif
Presiden tidak dapat membubarkan DPR
Untuk menghindarkan negara dari krisis politik
DPR merupakan bagian dari manifesto politik Republik Indonesia
Pada awal pelaksanaan Dmeokrasi Terpimpin Indonesia memiliki peran yang sangat aktif dalam politik luar negeri. Berikut ini yang bukan merupakan kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah…
Membentuk Front Nasional
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
Pidato Presiden Soekarno dalam sidang umum PBB dengan judul To Build the World a New
Memprakarsai berdirinya GNB
Menyelenggaran Asian Games IV di Jakarta
Arah politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin terjadi penyimpangan-penyimpangan dari prinsip politik luar negeri bebas aktif sebab condong pada salah satu bporos yaitu Blok Timur. hal tersebut terwujud dari kebijakan berikut ini…
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
A. Pidato Presiden Soekarno dalam sidang umum PBB dengan judul To Build the World a New
Memprakarsai berdirinya GNB
Membentuk poros Jakarta-Peking dan Jakarta Phnom Penh-Hanoi-Peking-Pyongyang
Menyelenggaran Asian Games IV di Jakarta
Pada masa Demokrasi Terpimpin Indonesia memilih untuk melakukan konfrontasi yang diarahkan pada negara-negara Barat. Sikap Indonesia tersebut ditunjukkan dengan kebijakan politik luar negeri berikut ini…
Ikut memprakarsai berdirinya Gerakan Non-Blok
Dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika
Diselenggarakannya Asian Games ke IV di Indonesia
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
Melakukan konfrontasi terhadap Malaysia
Sistem pemerintahan apa yang dipakai selama masa Demokrasi Liberal?
Parlementer
Presidensil
Monarki
Konstitusional
Kekaisaran
Tahun 1950-1959 merupakan masa memanasnya partai-partai politik pada pemerintahan Indonesia. Pada masa ini terjadi pergantian kabinet. Partai pengusung dari Kabinet Natsir (6 September 1950 - 21 Maret 1951) adalah partai.....
NU dan Masyumi
Masyumi dan PNI
Masyumi dan PKI
NU dan PNI
PKI dan PNI
yang mana termasuk dalam kabinet di demokrasi parlementer ?
Kabinet Natsir
Kabinet Sukiman
Kabinet Wilopo
Kabinet Ali Sastroamidjoyo I
Kabinet Djuanda
Kabinet Hatta
Kabinet Sukiman
Kabinet Kerja
Kabinet Ali Sastroamidjoyo I
Kabinet Djuanda
Demontrasi yang dilakukan oleh pihak TNI yang membawa tank dan megarahkan moncongnya ke arah istana karena dianggap mencampuri urusan militer, peristiwa ini disebut ....
Peristiwa 17 Oktober 1952
Peristiwa Tanjung Morawa
Peristiwa Malari
Tragedi Tanjung Priok
Tragedi Bintaro
Perhatikan Informasi berikut!
1. Masyumi
2. PNI
3. PKI
4. NU
Empat partai besar yang menang dalam pemilu I tahun 1955 secara berurutan adalah….
1, 2, 3, dan 4
1, 3, 4, dan 2
1, 2, 4, dan 3
2, 3, 1, dan 4
4, 3, 2, dan 1
1. Perhatikan data berikut ini!
1) Kabinet bersifat presidensial
2) Kabinet bersifat parlementer
3) Persaingan antarpartai politik yang saling menjatuhkan
4) Koalisi partai politik yang dibangun gampang pecah
5) Pemerintah membangun partai tunggal
Berdasarkan pernyataan di atas, penyebab jatuh bangunnya kabinet selama masa Demokrasi Liberal (1950-1959) berada pada pernyataan nomor...
1, 2, dan 3
2, 3, dan 4
3, 4, dan 5
1, 3, dan 5
1, 2, dan 4
Setiap kabinet yang berkuasa pada masa demokrasi liberal mempunyai program. Masalah yang selalu menjadi program setiap Kabinet pada masa Demokrasi Liberal adalah
Penyelesaian Konflik Angkatan darat
Pembangunan Lima Tahun
Pelaksanaan Pemilihan Umum
Pengembalian Irian Barat ke Republik Indonesia
Pembentukan Partai Politik
Partai-partai politik pada masa Demokrasi Liberal lebih cenderung untuk ....
mementingkan kepentingan bagsa daripada kepentingan partainya
mementingkan kerjasama antar partai politik
secara bersama-sama mendukung program pemerintah
mementingkan kepentingan partainya daripada kepentingan bagsa
mengutamakan pembangunan fisik
Pada masa Demokrasi Liberal, presiden tidak menjalankan kegiatan pemerintahan karena ....
UUDS 1950 mengamanatkan pemerintahan dijalankan dan dikendalikan oleh parlemen
presiden hanya sebagai kepala negara dan pemerintahan dijalankan perdana menteri
setiap kebijakan yang akan diambil presiden harus disetujui oleh parlemen
kedudukan dan kinerja presiden dibatasi oleh kekuasaan parlemen
secara konstitusional tugas presdien hanya sebagai kepala negara
Dewan Konstituante yang dibentuk berdasarkan hasil pemilu yang pertama tahun 1955 mempunyai tugas .....
menetapkan undang-undang yang telah disusun oleh pemerintah
mengadakan pengawasan terhadap jalannya pemerintah
menyusun dan menetapkan Undang-Undang Dasar Sementara
menjalankan roda pemerintahan
menyusun Undang-Undang Dasar yang baru
Kasus bantuan ekonomi dan persenjataan militer Amerika menyebabkan adanya tuduhan kepada pemerintahan dalam pelaksanaan politik luar negeri Indonesia lebih cenderung ke blok barat yang terjadi pada masa Kabinet….
Wilopo
Syahrir
Hatta
Ali Sastroamijoyo II
Sukiman
Dinamika politik dan pemerintahan Indonesia pada awal kemerdekaan pada masa demokrasi liberal, para elite politik dan pemimpin bangsa masih mencoba menemukan konsep pemerintahan yang sesuai dengan kondisi bangsa. Kehidupan politik pada masa demokrasi liberal yaitu ....
partai politik berkembang secara kuantitas dan terciptanya kolaborasi antarpartai
kegiatan pemerintahan dijalankan oleh presiden dan mempertanggung jawabkannya kepada parlemen
sering terjadi pergantian kabinet akibat adanya mosi tidak percaya parlemen terhadap kabinet yang berkuasa tersebut
perdana menteri bertanggung jawab kepada presiden dan memberikan kepercayaan kepada parlemen
presiden bertugas sebagai kepala pemerintahan dan kepala
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menanggulangi masalah-masalah ekonomi adalah mengirimkan delegasi ke Belanda dengan misi perundingan masalah Finansial Ekonomi (Finek). Upaya ini dilakukan pada masa kabinet....
Kabinet Natsir
Kabinet Sukiman
Kabinet Wilopo
Kabinet Burhanuddin Harahap
Kabinet Ali Sastroamidjojo
Maksud dari sistem Ali Baba yang diancangkan oleh Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo adalah.....
Adanya perwakilan pelaku ekonomi baik oleh pribumi maupun asing dalam kegiatan perdagngan
Memajukan pengusaha pribumi dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha asing dalam membimbing pengusaha pribumi
Memberikan kesempatan kepada pengusaha asing untuk menjadi importir
Memberikan kredit kepada pengusaha-pengusaha pribumi
Melakukan pemotongan nilai mata uang menjadi setengahnya saja
Upaya untuk mendapatkan sistem ekonomi nasional, mka pemerintah mengeluarkan program penguatan pengusaha pribumi dengan cara memberikan bantuan kredit. Usaha ini dicanangkan melalui program …..
a. Gerakan Benteng
b. Sistem Assaat
c. Gunting Syafruddi
d. Perusahaan Ali Baba
e. Rencana Pembangunan Lima Tahun
Pada masa pemerintahan Kabinet Ali Sastroamijoyo I, menteri perekonomian memprakarsai sistem ekonomi baru yang dikenal dengan sistem ekonomi Ali-Baba. Kata Ali mempresentasikan ....
etnik Arab yang memiliki modal usaha
pribumi yang bekerja pada pengusaha nonpribumi
para pengusaha pribumi
pribumi yang memiliki modal untuk usaha
pribumi yang menyelenggarakan usaha barang impor
Setelah Kabinet Ali Sastriamidjojo 1 dinyatakan berhenti (jatuh) dan selanjutnya digantikan oleh Kabinet Burhanudin Harahap. Keberhasilan Kabinet Burhanuddin Harahap antara lain…
Pembatalan utang Indonesia kepada Belanda
Indonesia diterima sebagai anggota PBB
Mengadakan pemilihan umum
Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika
Deklarasi Djuanda
Selama berlakunya Demokrasi liberal antara tahun 1950-1959 keadaan politik bangsa Indonesia pada dasarnya belum pernah mencapai kestabilan secara nasional. Kabinet yang silih berganti menyebabkan program kerja kabinet tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Partai-partai politik bersaing dan saling menjatuhkan. Berdasarkan pada keadaan yang demikian dapat dilihat bahwa pada masa Demokrasi Liberal kegagalan mencapai kestabilan politik disebabkan karana….
Keinginan Presiden Soekarno untuk segera menerapkan Demokrasi Terpimpin
Partai-partai politik cenderung mengutamakan keinginan kelompok masing-masing
Keadaan keamanan nasional yang tidak stabil akibat adanya upaya disintegrasi bangsa
Muncul perbedaan pandangan terkait dengan pelaksanaan kembali UUD 1945
Adanya upaya dari pihak asing untuk ikut campur dalam politik Indonesia
Setelah menganggap Demokrasi Lebiral sebagai sebuah sistem yang gagal, pada akhirnya Presiden Soekarno menawarkan Konsepsinya untuk menyelesaikan masalah krisis-krisis politik kewibawaan pemerintah yang terlihat dari jatuh bangunnya kabinet. Tentu saja hal tersebut tidak sesuai dengan harapan Presiden Soekarno pada hasil Pemilu 1955. Berdasarkan ilustrasi tersebut, berikut yang merupakan harapan Presiden Soekarno terhadap hasil Pemilu 1955 adalah…
Hasil pemilu 1955 dapat membentuk dewan konstituante yang dapat menyelesaikan krisis politik di Indonesia
Tercapianya sebuah sistem demokrasi yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia
Hasil pemilu 1955 diharapkan dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun demokrasi yang lebih baik
Tercapainya keinginan untuk kembali ke Undang-Undang Dasar 1945
Terlaksananya sistem pemerintahan yang baru yaitu Demokrasi Terpimpin
Pada tanggal 6 Mei 1957 Presiden Soekarno membetuk Dewan Nasional. Melalui panitia perumus Dewan Nasional itulah yang pada akhirnya memunculkan usulan secara tertulis oleh Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution tentang pemberlakuaan kembali UUD 1945. Jika merujuk dari peristiwa tersebut, pada dasarnya keterkaitan antara Pembentukan Dewan Nasional dengan keinginan Presiden Soekarno untuk mengatasi krisis politik pada masa itu adalah…
Pembentukan Dewan Nasional adalah langkah pertama Presiden Soekarno untuk mewujudkan konsepsi Demokrasi Terpimpin
Pembentukan Dewan Nasional adalah upaya Presiden Soekarno untuk merumuskan kembali UUD pengganti UUDS
Sebagai upaya untuk mendukung konstituante agar secepatnya dapat melaksanakan tugasnya menyelesaikan konstitusi negara
Pembentukan Dewan Nasional sebagai upaya mewadahi usulan Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution tentang pemberlakuaan kembali UUD 1945
Upaya untuk menyelesiakan krisis kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet
Setelah membentuk Dewan Nasional, langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Presiden Soekarno untuk mewujudkan konsepsinya mengenai Demokrasi Terpimpin adalah mengeluarkan keputusan pada tanggal 19 Februari 1959 tentang pelaksanaan Demokrasi Terpimpin dalam rangka kembali ke UUD 1945. Keputusan tersebut selanjutnya disampaikan kepada DPR dan Dewan Konstituante. Alasan Presiden Soekarno menyampaiakn keputusan tersebut kepada Dewan Konstituante adalah…
Adanya desakan dari Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution
Kepercayaan Presiden Soekarno kepada kabinet yang sudah menurun
Adanya tekanan kepada Presiden Soekarno untuk segera menyampaikan keputusan tersebut kepada Dewan Konstituante
Dewan Konstituante merupakan pihak yang berwenang untuk menetapkan UUD
Sebagai upaya untuk menyuarakan keinginan Presiden Soekarno secara konstitusional
Di depan Dewan Konstituante Presiden Soekarno menyampaikan amanatnya terkait kembali ke UUD 1945. Dalam amanatnya Presiden Soekarno menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus kembali kepada jiwa revolusi dan mendengarkan amanat penderitaan rakyat. Melihat upaya tersebut mengapa Presiden Soekarno berkeinginan untuk kembali pada UUD 1945 adalah…
Dewan konstituante yang selalu gagal dalam merumuskan konstitusi yang baru
Adanya desakan dari Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen A. H. Nasution
Sebab UUD 1945 sesuai dengan konsepsi yang ditawarkan oleh Presiden Soekarno
Upaya untuk menyelesiakan krisis kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan jatuh bangunnya kabinet
UUD 1945 akan menjadikan bangsa Indonesia sebagai sebuah negara kesatuan
Pada tanggal 3 Juni 1959 sidang Dewan Konstituante memasuki masa reses. Namun hal tersebut memunculkan masalah baru sebab beberapa fraksi dalam anggota Dewan Konstituante menyatakan tidak akan menghadiri sidang kecuali untuk membubarkan konstituante. Kondisi yang demikian disebabkan karena…
Tidak disepakatinya usulan Presiden Soekarno untuk kembali ke UUD 1945
Dewan Konstituante telah mencapai kuorum untuk menerapkan Demokrasi Terpimpin
Anggota konstituante gagal menyepakati konstitusi negara
Adanya konflik politik yang semakin panas antar partai
Munculnya beberapa pemberontakan di daerah yang mengancam kesatuan NKRI
Pada tanggal 5 Juli 1959 Presiden Soekarno melalui sebuah pidato singkat membacakan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi 3 ketentuan pokok, yaiti:
1) Pembubaran Konstituante
2) Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945
3) Membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang terdiri atas anggota DPR ditambah utusan daerah dan golongan serta Dewan Pertimbangan Agung Sementara (DPAS)
Merujuk dari isi Dekret Presiden 5 Juli 1959 diatas, salah satu latar belakang dikeluarkannya dekret tersebut adalah…
Kegagalan Dewan Konstituante menyusun UUD baru bagi Republik Indonesia
Demokrasi Liberal dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia
Adanya tawaran konsepsi baru dari tokoh politik dan tokoh militer
Keinginan Presiden Soekarno untuk menyederhanakan partai politik di Indonesia
Munculnya beberapa pemberontakan di daerah yang mengancam kesatuan NKRI
Setelah dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 secara resmi Indonesia telah menganut sistem Demokrasi Terpimpin. Demokrasi terpimpin merupakan reaksi terhadap demokrasi liberal/parlemeneter karena pada masa Demokrasi Parlementer kekuasaan presiden hanya terbatas sebagai kepala negara, sedangkan kekuasaan pemerintahan dilaksanakan oleh partai. Melihat dari penamaan Demokrasi terpimpin merujuk pada….
Mengadopsi sistem pemerintahan dari negara lain yang dianggap sesuai dengan karakteristik bangsa Indonesia
Di Indonesia pada masa tersebut sangat mengandalkan pada kepemimpinan Presiden Soekarno
Merujuk pada konsep sebagai sebuah negara yang bersifat sentralistik
Berpijak pada satu konstitusi yang diterapkan yaitu UUD 1945
Keputusan sistem pemerintahan yang disepakati oleh tokoh politik dan tokoh militer
Masa Demokrasi Terpimpin merupakan masa yang penuh dengan konfrontasi. Presiden Soekarno menganggap perjalanan revolusi Indonesia belumlah selesai. Hal ini tercermin dalam salah satu pidatonya yang dijadikan Manifesto Politik Republik Indonesia yaitu…
Nawaksara
Indonesia Menggugat
Jalannya Revolusi Kita
Penemuan Kembali Revolusi Kita
To Build teh World a New
Setelah diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, melalui Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1959 dibentuklah MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara). Namun satu sisi kebijakan terebut dianggap bertentangan dengan UUD 1945 yang diberlakukan kembali. Hal tersebut disebabkan karena…
Dianggap memberi kekuasaan besar kepada presiden
Pengangkatan MPRS harus melalui mekanisme pemilihan umum
Memberikan peluang bagi militer untuk terjun dalam bidang politik
Kedudukan MPRS berada diatas presiden
Membawa negara pada perpecahan dan krisis politik
Tindakan presiden membubarkan DPR hasil pemilu 1955 akibat tidak disetujuinya RAPBN tahun 1960 dianggap menyalahi UUD 1945. Alasannya adalah…
Anggota DPR merupakan bagian dari lembaga tinggi negara
Kedudukan DPR sebagai lembaga tinggi negara yang bertugas sebagai lembaga eksekutif
Presiden tidak dapat membubarkan DPR
Untuk menghindarkan negara dari krisis politik
DPR merupakan bagian dari manifesto politik Republik Indonesia
Pada awal pelaksanaan Dmeokrasi Terpimpin Indonesia memiliki peran yang sangat aktif dalam politik luar negeri. Berikut ini yang bukan merupakan kebijakan politik luar negeri Indonesia adalah…
Membentuk Front Nasional
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
Pidato Presiden Soekarno dalam sidang umum PBB dengan judul To Build the World a New
Memprakarsai berdirinya GNB
Menyelenggaran Asian Games IV di Jakarta
Arah politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin terjadi penyimpangan-penyimpangan dari prinsip politik luar negeri bebas aktif sebab condong pada salah satu bporos yaitu Blok Timur. hal tersebut terwujud dari kebijakan berikut ini…
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
A. Pidato Presiden Soekarno dalam sidang umum PBB dengan judul To Build the World a New
Memprakarsai berdirinya GNB
Membentuk poros Jakarta-Peking dan Jakarta Phnom Penh-Hanoi-Peking-Pyongyang
Menyelenggaran Asian Games IV di Jakarta
Pada masa Demokrasi Terpimpin Indonesia memilih untuk melakukan konfrontasi yang diarahkan pada negara-negara Barat. Sikap Indonesia tersebut ditunjukkan dengan kebijakan politik luar negeri berikut ini…
Ikut memprakarsai berdirinya Gerakan Non-Blok
Dilaksanakannya Konferensi Asia-Afrika
Diselenggarakannya Asian Games ke IV di Indonesia
Mengirim pasukan Garuda II ke Kongo
Melakukan konfrontasi terhadap Malaysia
