Font size
WorksheetsBahasa indonesia tentang hikayat
Total questions: 90
Worksheet time: 1hrs 25mins
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Nilai yang terkandung dala kutipan hikayat tersebut adalah .....
nilai moral
nilai agama
nilai sosial
nilai pendidikan
Karya sastra yang berisi cerita, sejarah, yang dibaca sebagai pelipur lara, baik fiktif maupun nyata disebut ....
sejarah
novel
hikayat
cerpen
Berikut ini yang tidak termasuk ciri hikayat adalah ....
istana sentris
menceritakan keajaiban
berpola a-b-a-b
beralur maju
Nilai yang berkaitan dengan baik dan buruknya seseorang ialah ...
nilai moral
nilai sosial
nilai agama
nilai budaya
Berikut ini merupakan nilai-nilai yang terkandung dalam hikayat, kecuali ...
nilai moral
nilai sosial
nilai budaya
nilai pemecahan
Berikut yang merupakan unsur ekstrinsik hikayat adalah .....
latar sosial dan budaya pengarang
amanat
sudut pandang
tema
Keadaan tempat waktu dan suasana berlangsungnya suatu cerita disebut ....
alur
tema
penokohan
latar
Berikut merupakan unsur intrinsik hikayat, kecuali ...
alur
latar belakang pengarang
sudut pandang
tema
Hikayat termasuk dalam jenis teks ...
narasi
deskripsi
definisi
eksposisi
Nilai yang berkaitan dengan sikap seseorang kepada orang lain, disebut ....
nilai sosial
nilai moral
nilai budaya
nilai agama
Nilai yang berkaitan dengan kebiasaan masyarakat, disebut ...
nilai agama
nilai sosial
nilai budaya
nilai moral
Hikayat banyak menggunakan kata Arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
Kata-kata baku
Kata-kata yang sudah jarang digunakan
Kata-kata resapan dari bahasa asing
Kata-kata yang tidak terdapat di kamus
cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh yang mempunyai cerita tersebut, disebut ...
legenda
hikayat
dongen
cerpen
Malin kundang, termasuk ke jenis ...
Hikayat
Fabel
Legenda
Dongeng
Lutung kasarung, termasuk ke jenis ...
hikayat
legenda
fabel
dongeng
Bawang merah bawang putih termasuk ke jenis ...
dongeng
fabel
hikayat
legenda
Tujuan dari menceritakan kembali isi hikayat adalah untuk….
Menyimpulkan isi hikayat
Menyimpulkan nilai-nilai dalam hikayat
Menyimpulkan isi dan nilai-nilai dalam hikayat
Mengetahui isi hikayat
Berikut ini langkah-langkah yang harus diperhatikan sebelum menceritakan isi hikayat, kecuali….
Mencari hikayat yang akan dibaca
Membaca seluruh isi hikayat
Memahami isi yang ada dalam hikayat
Mencatat nilai-nilai yang ada dalam hikayat
Pada hikayat penggunaan latar tempat sangat menonjol, yaitu….
Istana dan lingkungan sekitar
Rumah orang kaya
Rumah orang miskin
Tempat keramaian
Berikut ini yang bukan tergolong ciri-ciri hikayat adalah ....
bersifat istana sentris
menyertakan tokoh dewa-dewi
latarnya kehidupan istana
bersifat nasionalisme
cerita mengandung keanehan dan keajaiban
Definisi hikayat adalah ....
sebuah karya sastra berbentuk prosa yang mengandung rangkaian cerita yang panjang.
karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, silsilah raja-raja, agama, sejarah, biografi , atau gabungan dari semuanya.
cerita atau lakon yang memuat unsurunsur dari mulai penokohan sampai amanat (tujuan).
bentuk sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang penuh khayalan (fiksi) yang dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar-benar terjadi.
bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris yang bahasanya terlihat indah dan penuh makna
Ciri bahasa yang dominan pada hikayat adalah kecuali ...
menggunakan bahasa Melayu
banyak menggunakan konjungsi pada awal kalimat
mengandung nilai-nilai kehidupan
menggunakan bahasa yang sukar dipahami
diceritakan secara lisan sehingga tidak diketahui penulisnya
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ..
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang membahas tokoh lain
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
anonim
istana sentris
bahasa arkais
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Ditambahkan nya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Sembilan orang anak raja sudah berada di dalam negeri itu.
Sumber: Hikayat Indera Bangsawan
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat di atas adalah ...
anonim
kemustahilan
kesaktian
bahasa Melayu
istana sentris
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Setelah waktu yang ditentukan, Baginda Raja ingin membuktikan Abunawas mampu mengangkat dan memindahkan masjid itu.
Ciri yang dominan dari kutipan hikayat tersebut adalah ...
kesaktian
kemustahilan
bahasa Melayu
anonim
istana sentris
Salah satu ciri atau karakteristik cerita rakyat, termasuk hikayat yaitu bersifat anonim.
Anonim bermakna....
menggunakan bahasa asing yang sudah jarang digunakan
identik dengan kehidupan seputar istana atau kerajaan
mengungkapkan hal-hal yang mustahil atau di luar nalar
nama tokoh identik dengan nama-nama kerajaan
nama pencerita, pencipta, atau pengarangnya tidak diketahui dengan pasti
Bacalah kutipan hikayat berikut.
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah berapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Puteri Sitti Kendi pun hamillah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua keluarnya dengan panah dan yang muda dengan pedang. Maka baginda pun terlalu amat sukacita dan menamai anaknya yang tua Syah Peri dan anaknya yang muda Indera Bangsawan.
Isi pokok dari kutipan hikayat di atas adalah ....
Seorang raja bernama Indera bungsu dari Negeri Kobat tiada juga beroleh putra setelah berpuluh tahun menikah.
Membaca doa kunut dan sedekah kepada kaum fakir dan miskin mendatangkan rezeki anak kembar yang kuat.
Seorang raja bernama Indera bungsu mempunyai seorang istri bernama Tuan Puteri Sitti Kendi dan seorang putra bernama Indera Bangsawan.
Raja Indera bungsu dikaruniai putra kembar bernama Syah Peri yang terlahir dengan panah dan Indera Bangsawan dengan pedang.
Raja Indera Bungsu memberikan masing-masing putranya sebuah senjata untuk melindungi dari.
Bacalah kutipan hikayat berikut ini.
Sebermula ada sebulan selangnya, maka pada suatu hari raja semayam di balairung diadap oleh segala menteri hulubalang dan rakyat sekalian. Maka barang siapa bercakap mengobati raja itu; jikalau sembuh penyakitnya, diambil raja akan menantu. (HIikayat Patani)
Karakteristik yang menggambarkan bahwa naskah tersebut karya sastra melayu klasik berupa hikayat adalah
istanasentris dan kesaktian
istanasentris dan struktur kalimat
struktur kalimat rancu dan kemustahilan
kemustahilan, tokohnya binatang
tokohnya binatang, kesaktian seseorang
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
upeti dan hatta
upeti, hatta, dan nujum
raja, elok, dan nujum
elok dan nujum
upeti, putri, dan nujum
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
istana sentris
anonim
bahasa
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
apa yang dimaksud dengan Hikayat?
cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.
jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.
bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.
suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.
Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?
Anonim
Istana Sentris
Magis
Bersifat Modern
Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?
Istana Sentris
Bersifat Modern
diketahui pengarangnya
Antonim
Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah ...
Sri Rama
Si Miskin
Indera Bangsawan
Laskar Pelangi
Kata arkais adalah ....
Kata populer saat ini
Kata baku yang resmi
Kata sulit yang tidak dimengerti
Kata unik yang baru muncul
Kata yang sudah jarang digunakan
Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.
Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...
Harusnya orang makan daging
Pentingnya menepati janji
Harus menghormati orang lain
kita harus pandai membahagiakan orang lain
Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan
Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .
Cembul
selat
Comel
Cumel
selit
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...
Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.
Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.
Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.
Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.
Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan di bawah adalah....
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap negara memiliki seorang pemimpin yang dipilih rakyat.
Memberi kesempatan berbicara kepada semua yang hadir dalam musyawarah.
Kepemimpinan yang dialihkan kepada perdana menteri oleh raja yang berkuasa.
Orang tua lebih berpengalaman daripada orang muda dalam berbagai hal.
Bermusyawarah untuk memberi kesempatan berbicara kepada yang berwenang.
Amanat yang terkandung dalam kutipan berikut adalah...
Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"
Setiap manusia pasti akan meninggal dunia, sekalipun seorang raja.
Sebaiknya seorang raja memiliki keturunan agar ada yang meneruskan kekuasaannya.
Segala sesuatu harus diputuskan secara musyawarah mufakat.
Dalam sebuah musyawarah hendaknya meminta pendapat semua anggota yang hadir.
Orang yang muda diberi kesempatan menyampaikan gagasannya.
Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut! Maka baginda pun bimbanglah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri. Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai budaya
nilai sosial
nilai agama
nilai pendidikan
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
disebarluaskan secara lisan
statis
kesaktian
anonim
istana sentris
Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
Nilai Moral
Nilai Agama
Nilai Pendidikan
Nilai Budaya
Nilai Sosial
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang berwarna merah pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
diusir
diminta
diperintah
diizinkan
diharapkan
Hikayat termasuk ke dalam jenis karya sastra berbentuk ....
Prosa
Puisi
Drama
Melayu
Pantun
Manakah yang bukan termasuk karakteristik hikayat?
Kemustahilan
Kesaktian tokoh-tokohnya
Anonim
Keunikan
Melayu klasik
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
Kata-kata baku
Kata-kata yang tidak memiliki arti
Kata-kata yang sudah jarang digunakan
Kata-kata resapan dari bahasa asing
Kata-kata yang tidak terdapat di kamu
Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.
Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik
Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...
Upeti, hatta, dan air
Upeti, hatta, dan nujum
Raja, elok, dan nujum
Elok dan nujum
Upeti, putri, dan nujum
“Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.”
Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian
Karakteristik hikayat yang terlihat pada penggalan teks di atas yaitu...
Kemustahilan
Kesaktian
Istana sentris
Anonim
Bahasa
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
Sumber: Kenang-kenangan oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang lain.
Manakah karakteristik cerita pendek?
Anonim
Menggunakan bahasa Melayu Klasik
Struktur ceritanya monoton
Jumlah kata lebih dari 10.000 kata
Jumlah kata kurang dari 10.000 kata
Manakah yang bukan unsur intrinsik Cerita Pendek?
Tema
Amanat
Latar
Alur
Nilai sosial
Manakah yang bukan termasuk fungsi hikayat?
Didaktis
Bersifat mendidik
Hiburan
Menumbuhkan jiwa kepahlawanan
Mencela orang
Bahasa yang digunakan dalam Hikayat adalah?
Indonesia
Inggris
Melayu Klasik
Kupang
Jawa
Cermati kutipan tersebut berikut! Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka. Ada dua nilai yang terkandung dalam kutipan tersebut, yaitu nilai .…
sosial dan moral.
agama dan moral.
budaya dan sosial
edukasi dan moral.
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Amanat yang tersirat dalam kutipan hikayat tersebut adalah ....
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Lihatlah terlebih dahulu musuh yang akan dihadapi.
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan dari seseorang.
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Nilai moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
Kekejaman raja terhadap rakyatnya
Kekacauan penduduk akibat hasutan
Kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya
Keadilan seorang raja kepada rakyatnya
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar kabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu. Itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu. Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan kata-kata arkais adalah ….
diam dan tuan
rimba dan akal
raja dan tamasya
hamba dan buraksa
Sebermula Raja Hindustan itu sediakala pekerjaanya pergi berburu juga. Maka pada satu hari Raja Hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular. Adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya, maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka hati pada hati Baginda, “Bukan juga jodohnya ular itu, karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.” Maka lalu dihununsnya pedangnya, lalu diparangnya kepada ular jantan itu. Maka ular jantan itu pun matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit. Nilai budaya dalam kutipan tersebut yang masih dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah…
Lebih mempercayai ular
Menghukum yang berperilaku jahat
Berlaku kasar kepada orang yang tidak disukai
Marah melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangannya
Raja memang sudah mencari-cari kalung batu kuning di berbagai negeri, namun benda itu tak pernah ditemukannya. "Sudahlah Ayah, tak mengapa. Batu hijau pun cantik! Lihat, serasi benar dengan bajuku yang berwarna kuning," kata Puteri Kuning dengan lemah lembut. "Yang penting, ayah sudah kembali. Akan kubuatkan teh hangat untuk ayah," ucapnya lagi. Ketika Puteri Kuning sedang membuat teh, kakak-kakaknya berdatangan. Mereka ribut mencari hadiah dan saling memamerkannya. Bukti yang mendukung bahwa kutipan tersebut terkandung nilai moral adalah...
Raja mencari hadiah untuk anak-anaknya.
Membelikan tanda mata untuk anak-anaknya.
seorang anak membuatkan teh untuk ayahnya.
sebagai saudara harus saling terbuka dan empati.
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
Pemberani
Kasar
Sombong
Baik budi
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.Kata arkais yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
Diusir
Diperintahkan
Diminta
Diizinkan
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
Kemustahilan
Kesaktian
Anonim
Istana sentris
Cermati kutipan berikut!
(1) Selanjutnya, Marakarmah mencari ayah bundanya yang telah jatuh miskin kembali. (2) Dengan kesaktiannya diciptakannya kembali Kerajaan Puspa Sari dengan segala perlengkapannya seperti dahulu kala. (3) Negeri Antah Berantah dikalahkan oleh Marakarmah, yang kemudian dirajai oleh Raja Bujangga Indera (saudara Cahaya Chairani). (4) Akhirnya, Marakarmah menggantikan mertuanya itu menjadi Sultan Mangindera Sari menjadi raja di Palinggam Cahaya. Berdasarkan isinya, karakterisitik yang menunjukkan kemenangan tokoh utama terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Pada zaman dahulu, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka dan bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Apa nama judul yang tepat untuk hikayat di atas tadi?
Hikayat si Pembohong
Hikayat Pendusta
Hikayat Pelanduk Jenaka
Sang Penggembala
Hikayat Dahulu Kala
Pada zaman dahulu, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka dan bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Dimana latar tempat dari hikayat dari bacaan di atas?
Hutan Tropis
Kebun Bunga
Padang Rumput
Gunung Indrakila
Hutan Rimba
Pada zaman dahulu, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka dan bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Unsur instristik hikayat mengandung apa saja?
Tema, alur
Latar, krisis
Reaksi, pemenuhan
Orientasi, event
Watak, kelakuan
Baca dan cermati hikayat dibawah dengan judul "Indera Bangsawan"
Maka baginda pun bimbang'lah, tidak tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Nilai yang terkandung dalam hikayat di atas tadi adalah .........
Nilai sosial
Nilai pendidikan
Nilai agama
Nilai moral
Nilai budaya
Bacalah teks hikayat berikut dengan saksama!
Sebermula ada pun yang berjalan itu pertama Maharaja Dandah, kemudian menjadi saya pikir itu Maharaja Baruang, dan menjadi kepala jalan Maharaja Syahmar dan Raja Perkasa yang menjadi ekor sekali, dan beberapa pula raja-raja sekalian isi rimba itu berjalan dengan segala rakyat tentaranya mengirimkan Tuan Syekh Alim di rimba itu serta dengan tempik soraknya. Adalah lakunya seperti halilintar membelah bumi dari sebab segala raja-raja yang tiada terkira-kira banyaknya itu. Syahdan maka segala isi rimba yang di tanah itu pun berjeritanlah dan tiadalah berketahuan lagi membawa dirinya, ada yang ke dalam lubang tanah ada yang di celah-celah batu adanya.
Menilik isinya, kutipan di atas merupakan bagian … dari keseluruhan alur cerita.
eksposisi (pengenalan)
komplikasi (pertikaian awal)
puncak konflik (klimaks)
konflik (pertentangan)
penyelesaian (falling action)
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …
Basmilah jika melihat kejahatan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Bacalah penggalan hikayat berikut dengan saksama!
Pengganti Hang Tuah di keraton adalah Hang Jebat. Sesungguhnya, ia menaruh dendam atas keputusan raja yang dijatuhkan kepada sahabatnya, Hang Tuah. Karena setia kepada sahabatnya, ia mengamuk di keraton. Putri-putri dan dayang-dayang diperlakukan kurang sopan sehingga banyak jugalah orang yang mati karena kerisnya, yang diberikan Hang Tuah kepadanya. Tiada seorang pun yang berani mendinginkan sehingga raja sendiri pun terlibat pula dalam kesulitan dan ketakutan.
Dari kutipan cerita di atas kita dapat mengetahui bahwa Hang Jebat berwatak ….
pemberani
baik budi
sombong
setia
kasar
Salah satu karakteristik hikayat adalah menggunakan alur berbingkai. Yang dimaksud alur berbingkai adalah ...
alur maju
alur mundur
alur yang di dalamnya terdapat cerita yang lain
alur campuran
alur yang memba. alur campuran has tokoh lain
Hikayat banyak menggunakan kata arkais. Yang dimaksud kata arkais adalah ....
kata-kata baku
kata-kata Melayu yang sudah jarang digunakan
kata-kata yang sudah jarang digunakan
kata-kata resapan dari bahasa asing
kata-kata yang tidak terdapat di kamus
Bacalah penggalan hikayat “Pengembara yang Lapar” berikut!
(1) “Janganlah kamu berdua tamak sangat dan bercakap besar pula.
(2) Aku pun lapar juga.
(3) Bagi aku, kalau ada nasi sepinggan sudah cukup,” Awang bersuara.
(4) Kendi dan Buyung tertawa mendengar kata-kata Awang.
(5) “Dengan nasi sepinggan, mana boleh kenyang?
Majas metafora pada kalimat di atas ditandai dengan nomor...
1
2
3
4
5
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.
“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.
“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.
Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...
metafora
hiperbola
antonomasia
personifikasi
simile
. Bacalah penggalan hikayat tersebut!
Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"
Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...
kemudian
lalu
maka
setelah itu
selanjutnya
Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.
Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...
kemustahilan
kesaktian
anonim
. istana sentris
bahasa
. Bacalah penggalan hikayat “Bunga Kemuning” berikut!
Istri sang raja sudah meninggal ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri Raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya suka bermain di danau. Mereka tak mau belajar dan juga tak mau membantu ayah mereka.
Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...
nilai moral
nilai agama
nilai budaya
nilai pendidikan
nilai sosial
. Bacalah penggalan hikayat “Indera Bangsawan” berikut!
Maka anakanda baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata arkais yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas memiliki makna...
. diusir
diminta
diperintah
. diizinkan
diharapkan
Berikut ini merupakan kata-kata klise yang tidak digunakan dalam cerita sastra Melayu Klasik ….
maka inilah suatu bidal Melayu
. patik, tuan, hamba
kata siempunya cerita
pertama-tama
hatta tatkala
. Cermatilah pernyataan berikut!
(1) bersifat imajinasi
(2) mengisahkan tentang kerajaan
(3) nama penciptanya tidak diketahui
(4) bersifat menyindir
(5) bersifat menghibur
Karakteristik hikayat di atas adalah ...
(1), (3), (5)
(2), (4), (5)
(1), (2), (3)
(1), (4), (5)
semua no benar
Maka anakanda yang mulia baginda yang dua orang itu pun sampailah usia tujuh tahun dan dititahkan pergi mengaji kepada Mualim Sufian. Sesudah tahu mengaji, mereka dititah pula mengaji kitab usul, fikih, hingga saraf, tafsir sekaliannya diketahuinya.
Kata “yang mulia baginda” dalam penggalan hikayat di atas menggunakan majas..
antonomasi
metafora
hiiperbola
simile
personifikasi
Bacalah kutipan hikayat berikut!
Sebelum raja hindustan itu sediakala pekerjaanya pergi berburu juga maka pada suatu hari raja hindustan itu sedang berburu, lalu bertemu dua ekor ular adapun ular yang betina itu terlalu baik rupanya; maka yang jantan sangat jahat rupanya. Maka pada hati baginda, “ bukan juga jodohnya ular itu karena yang jantan itu amat jahat rupanya dan yang betina itu elok rupanya.” maka dihunusnya pedangnya, lalu diparangkan kepada ular jantan itu. Maka ular jantan itu matilah. Maka ular betina itu pun putus ekornya sedikit.
Hal yang mustahil dalam kutipan tersebut adalah.....
Seorang manusia yang menghukum hewan yang jahat.
Seorang manusia membunuh tetapi salah sasaran
Menilai jahat seekor hewan dari wajahnya.
Pemburu membunuh hewan yang dijumpai dihutan.
Seorang manusia dapat bercakap-cakap dengan hewan
Unsur instristik dalam hikayat antara lain adalah.....
Orientasi,pemenuhan
Tema,alur
Event, krisis
Latar, reaksi
moral, budaya
Bahasa yang digunakan hikayat adalah....
Bahasa Melayu
Bahasa Jawa
Bahasa Sulawesi
Bahasa Banjarmasin
Bahasa Indonesia
Yang bukan Hikayat memiliki ciri-ciri berikut...
Istanasentris
Cerita simbolis
Bersifat magis
Disebarluaskan secara tertulis
Anonim
Yang tidak merupakan perbedaan cerpen dan hikayat adalah..
Bahasa
tema
statis dan dinamis
penulisnya
keduanya bersifat kerajaan
