wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAS SEJARAH INDONESIA 12

Total questions: 40

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Salah satu faktor penyebab munculnya ancaman disintegrasi bangsa di berbagai daerah adalah karena adanya Perbedaan. Berikut merupakan bentuk ancaman distegrasi yang disebabkan karena adanya perbedaan kepentingan adalah . . . .

a)

APRA Bandung, DI/TII Jawa Barat dan PKI Madiun 1948

b)

RMS, DI/TII Sulawesi Selatan, dan DI/TII Kalimantan Selatan

c)

PKI Madiun, DI/TII Aceh dan G30S/PKI 1965

d)

APRA, RMS dan Andi Aziz

e)

Andi Aziz, PKI Madiun dan DI/TII

2.

Sebelum bergabung dengan Muso dan membentuk FDR di Madiun, beliau pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia dan menginisiasi terselenggaranya Perjanjian Renville pada 17 Januari 1948, dia adalah . . . . .

a)

Amir Syarifuddin

b)

Syafrudin Prawira Negara

c)

Moh. Yamin

d)

Tan Malaka

e)

Sutan Syahrir

3.

Dalam aksinya, PKI Madiun sering melakukan aksi-aksi penculikan dan pembunuhan terhadap tokoh lawan politiknya. Selain itu, untuk melancarkan aksinya, Muso merencanakan daerah Madiun sebagai basis Gerilya dan daerah Surakarta sebagai Wild West untuk mengalihkan perhatian pemerintah pusat. Yang dimaksud dengan Wild West adalah . . . . .

a)

Daerah Liar tempat PKI dan ormasnya merencanakan Kudeta terhadap pemerintah

b)

Daerah Liar tempat PKI dan ormas-ormasnya melakukan teror kepada masyarakat dan pemerintah

c)

Daerah sasaran untuk mengalihkan perhatian pemerintah

d)

Daerah pusat pengembangan strategi dalam melakukan pemberontakan

e)

Daerah bebas

4.

Berikut merupakan faktor penyebab pemberontakan DI/TII lebih cepat menyebar ke berbagai daerah adalah . . . . .

a)

Karena DI/TII memiliki banyak simpatisan di berbagai daerah

b)

Karena mayoritas penduduk Indonesia menganut agama Islam

c)

Kesenjangan ekonomi pusat dan daerah memicu pemimpin daerah untuk mengambil jalan lain

d)

Sebagian besar daerah masih terdapat kelompok gerilya yang memiliki pandangan sama dengan Kartosuwiryo

e)

Karena Pemerintah belum mampu mengatasi pemberontakan DI/TII di Jawa Barat

5.

Latarbelakang munculnya pemberontakan DI/TII di Jawa Barat disebabkan oleh . . . . .

a)

Ketidakpuasan Kartosuwiryo terhadap sikap pemerintah yang menerima hasil perjanjian Renville

b)

Adanya keinginan Kartosuwiryo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia yang sudah terkonsep sejak 1942

c)

Semangat Perang Suci untuk mengusir Belanda dari Jawa Barat

d)

Kegagalan Pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia pasca perjanjian Renville

e)

Adanya desakan kelompok Islam Internasional untuk mendirikan Negara Islam di Indonesia

6.

Adapun alasan Kapten Andi Aziz melakukan pemberontakan terhadap pemerintah RIS disebabkan oleh . . . . .

a)

Beredarnya kabar bahwa pemerintah RIS akan mengirimkan pasukan APRIS untuk mengantikan pasukan Andi Aziz

b)

Pasukan Andi Aziz tidak diterima dalam pasukan APRIS

c)

Pemerintah menurunkan pangkat Andi Aziz menjadi Kapten

d)

Andi Aziz dan pasukannya diperlakukan tidak adil karena berasal dari satuan KNIL

e)

Andi Aziz menganggap bahwa keamanan Kota Makassar adalah tanggung jawabnya

7.

Adapun yang menjadi latarbelakang munculnya pemberontakan RMS di wilayah Maluku pada April 1950 adalah . . . . .

a)

Terjadinya kesenjangan alokasi anggaran belanja antara pusat dengan daerah

b)

Keinginan sejumlah tokoh yang ingin mempertahankan kekuasaannya diwilayah NIT

c)

Pengiriman pasukan ekspedisi APRIS menggantikan pasukan KNIL yang telah lama menduduki Maluku

d)

Kelalaian Pemerintah dalam merespon keinginan rakyat Maluku Selatan

e)

Kegagalan Pemerintah dalam mewujudkan otonomi khusus bagi Rakyat Maluku

8.

Berikut merupakan faktor utama penyebab Daud Beureuh memproklamirkan berdirinya DI/TII di Aceh dan bergabung dengan Kartosuwiryo adalah . . . .

a)

Merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang terlalu lunak dalam mengahadapi Belanda

b)

Merasa kecewa dengan kebijakan pemerintah yang menjadikan Aceh sebagai bagian dari provinsi Sumatera Utara

c)

Merasa kecewa dengan pemerintah yang tidak merealisasikan janji untuk menjadikan Aceh sebagai daerah otonomi khusus

d)

Merasa kecewa dengan sikap Soekarno yang terlalu dekat dengan Komunis

e)

Merasa kecewa karena Daud Beureuh tidak diangkat menjadi Menteri setelah berperan besar diawal kemerdekaan

9.

Perhatikan pernyataan berikut ini :

1. Kebijakan pemerintah yang terlalu sentralistik

2. Ketimpangan pembangunan antara pusat dengan daerah

3. Semakin kuatnya pengaruh komunis di pemerintahan

4. Gagalnya konsolidasi dengan pimpinan militer daerah

5. Adanya tekanan pihak asing (Amerika) terhadap politik Indonesia

Yang merupakan faktor penyebab terjadinya peristiwa PRRI/Permesta adalah.....

a)

1 dan 2

b)

3 dan 4

c)

4 dan 5

d)

1 dan 3

e)

1 dan 5

10.

Peristiwa PRRI dan Permesta ditandai dengan pembentukan dewan militer diberbagai daerah diantaranya adalah . . .

a)

Dewan Gajah di Sumatera Utara dan Dewan Banteng di Sumatera Tengah

b)

Dewan Garuda di Sumatera Selatan dan Dewan Gajah di Sumatera Barat

c)

Dewan Manguni di Sulawesi dan Dewan Jenderal di Jakarta

d)

Dewan Banteng di Sumatera dan Dewan Manguni di Sulawesi Selatan

e)

Dewan Perjuangan di Aceh dan Dewan Jenderal di Jawa

11.

Sebagian pemuda Indonesia sempat menjadi bagian dari pasukan yang didirikan oleh pemerintah kolonial. Setelah Indonesia merdeka, tidak semua pemuda tersebut turut dalam perjuangan justru ada yang memberontak. Pemberontakan di Bandung didalangi oleh pasukan yang berasal dari prajurit ....

a)

Heiho

b)

Kampetai

c)

NICA

d)

Peta

e)

KNIL

12.

Pimpinan G30 S PKI 1965 di lapangan yang memimpin aksi penculikan terhadap perwira-perwira TNI AD adalah....

a)

Letnan Kolonel Untung

b)

D. N. Aidit

c)

Musso

d)

Sneevliet

e)

Semaun

13.

Pahlawan yang gugur dalam penumpasan pemberontakan RMS adalah ....

a)

Kolonel A.E Kawilarang

b)

Mayor Suryo Subandrio

c)

Mayor Ahmad Wiranatakusumah

d)

Letnan Kolonel Ahmad Yani

e)

Letnan Kolonel Slamet Riyadi

14.

Kahar Muzakar mempimpin pemberontakan DI/TII di daerah…

a)

Aceh

b)

Jawa Tengah

c)

Sulawesi Selatan

d)

Kalimantan Selatan

e)

Jawa Barat

15.

Latar belakang pemberontakan APRA adalah…

a)

Ingin mendirikan Negara Islam

b)

Ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat

c)

Ingin mempertahankan Negara Pasundan

d)

Adanya hubungan yang tidak harmonis antara pemerintah pusat dan daerah

e)

Mengakui keberadaan DI/TII

16.

Salah satu akibat dari ditandatanganinya perjanjian renville antara Indonesia dengan belanda adalah terjadinya peristiwa pemberontakan oleh…

a)

DI/TII

b)

APRA

c)

Andi Aziz

d)

RMS

e)

PRRI

17.
Tokoh yang pertama kali bercita-cita ingin mendirikan Negara Islam Indonesia ialah ....
a)
Amir Fatah
b)
Kahar Mudzakar
c)
Andi Azis
d)
Kartosuwiryo
e)
Daud Beureuh
18.

Sultan Syarif Kasim II merupakan sultan Siak yang membantu perjuangan bangsa Indonesia dengan membentuk Komite Nasional Siak serta menyuplai bahan makanan.

a)

Benar

b)

Salah

19.

Sri Sultan Hamengku Buwono IX merupakan tokoh Nasional yang berjuang demi Inegrasi bangsa melalui pemikiran politi dan sastra. Beliau juga merupakan tokoh yang memberikan sumbangsih dalam konsep Pancasila.

a)

Benar

b)

Salah

20.

Tokoh pahlawan perempuan yang berasal dari Sulawesi terkenal dengan kalimat "Selama saya masih mengucapkan kalimat Syahadat, selama itu saya tidak akan keluar dari organisasi Partai Sarekat Islam Indonesia. Apa yang saya lakukan di mana-mana selama ini hanyalah perintah Tuhan, Amar Ma'ruf Nahi Munkar.”

Ia merupakan Opu Daeng Risadju yang diusia senjanya masih berjuang melawan kolonialisme Belanda, bentuk aksi dari Opu Daeng Risadju antara lain sebagai berikut:

(jawaban lebih dari satu)

a)

Dianggap membahayakan pemerintah Kolonial Belanda karena kegiatan dari Partainya mampu mempengaruhi rakyat Sulawesi untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda

b)

Memimpin dan Mendirikan Partai Syarekat Islam Indonesia di Sulawesi Barat

c)

Menjadi sasaran tangkap Netherlands-Indies Civil Administration

d)

Menanamkan semangat juang melalui perluasan Partai Syarikat Islam Indonesia di Sulawesi Selatan

21.

Sistem pemerintahan apa yang dipakai selama masa Demokrasi Liberal?

a)

Parlementer

b)

Presidensil

c)

Monarki

d)

Konstitusional

e)

Kekaisaran

22.

Perdana menteri pada masa Demokrasi Liberal bertugas sebagai?

a)

Memimpin DPR

b)

Memimpin Dewan Konstituante

c)

Memimpin Pemerintahan

d)

Memimpin Kabinet

e)

Memimpin Dunia

23.

Masa Demokrasi Liberal dimulai dari tahun?

a)

1945

b)

1966

c)

1959

d)

1950

e)

1951

24.

Selama masa demokrasi Liberal Presiden bertugas sebagai?

a)

kepala negara

b)

kepala pemerintahan

c)

kepala kerajaan

d)

kepala kabinet

e)

kepala daerah

25.

Pemilu 1955 dilakukan untuk memilih?

a)

DPR, MPR

b)

MPR, Dewan Konstituante

c)

DPR, Presiden

d)

DPR, Dewan Kontituante

e)

MPR, Presiden

26.

Berikut ini merupakan kabinet yang bertugas selama masa Demokrasi Liberal, Kecuali...

a)

Kabinet Natsir

b)

Kabinet Kerja

c)

Kabinet Wilopo

d)

Kabinet Ali Sastroamidjojo 1

e)

Kabinet Burhanuddin Harahap

27.

Pemenang pemilu 1955 dengan kursi terbanyak adalah...

a)

NU

b)

Muhammadiyah

c)

PKI

d)

PNI

e)

Masyumi

28.

Salah satu masalah ekonomi yang dialami Indonesia pada masa Demokrasi Liberal adalah...

a)

Terjadinya Hyperinflasi

b)

Maraknya korupsi

c)

Tidak terdapat bank Indonesia

d)

Penuhnya kas negara

e)

Blokade ekonomi Jepang

29.

Salah satu kebijakan ekonomi yang dilakukan pada masa pemerintahan kabinet Natsir adalah...

a)

Kebijakan Ali Baba

b)

Gerakan Assaat

c)

Program Benteng

d)

Kebijakan Gunting Syafruddin

e)

Online Shop

30.

Akhir dari sistem parlementer Indonesia pada masa Demokrasi Liberal ditandai dengan adanya?

a)

Dekrit Presiden 5 Juli 1959

b)

Dekrit Presiden 5 Juni 1959

c)

Maklumat Pemerintah 14 November 1945

d)

Maklumat BP-KNIP No. 5 tanggal 11 November 1945

e)

Dekrit Presiden 5 April 1959

31.

Pemikiran ekonomi pada tahun 1950-an pada umumnya upaya mengubah struktur perekonomian colonial menjadi perekonomian nasional. Yang menjadi hambatan utama dalam mewujudkan pemikiran ekonomi nasional adalah …..

a)

a. Terdapat pengusaha-pengusaha asing yang mendominasi kegiatan perdagangan di Indonesia

b)

b. Keridak siapan pemerintah dalam mengelolah ekonomi moneter

c)

c. Sudah berakarnya system perekonomian kolonial yang cukup lama

d)

d. Seringnya terjadi pergantian kabinet

e)

e. Terjadinya Gerakan separatis di berbagai daerah pada awal kemerdekaan

32.

Di masa Kabinet Natsir, Menteri perdagangan Sumitro Djojohadikusumo mencanangkan Gerakan Benteng yang dimulai sejak April 1950 untuk membantu pengusaha-pengusaha pribumi dalam mengembangakn usahanya. Yang menjadi kebijakan pemerinta pada Gerakan Benteng adalah …..

a)

a. Memberikan kesempatan kepada importir pribumi untuk bekerjasama dengan importir asing

b)

b. Perusahaan-perusahaan asing diwajibkan membina pengusaha-pengusaha pribumi dalam mengembangkan usaha perdagangan

c)

c. Meningkatkan produktivitas pengusaha pribumi dan melindungi mereka dari dominasi ekonomi asing serta keturunan China

d)

d. Importir pribumi diberikan kewenangan impor khusus dan pemberian kredit modal pada pengusaha-pengusaha pribumi yang selama ini sulit memperoleh pinjaman dari Lembaga pendanaan seperti Bank

e)

e. Menjalin hubungan kerjasama dengan pengusaha asing khususnya China dalam kehgiatan impor barang

33.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam upaya menanggulangi permasalah-permasalah ekonomi adalah dengan mengirimkan delegasi ke Belanda dengan misi perundingan masalahan Finansial Ekonomi (Finek). Upaya ini dilakukan pada masa kabinet …..

a)

a. Natsir

b)

b. Sukiman-Suwirjo

c)

c. Wilopo

d)

d. Ali Sastromidjojo I

e)

e. Burhanuddin Harahap

34.

Upaya untuk mendapatkan sistem ekonomi nasional, mka pemerintah mengeluarkan program penguatan pengusaha pribumi dengan cara memberikan bantuan kredit. Usaha ini dicanangkan melalui program …..

a)

a. Gerakan Benteng

b)

b. Sistem Assaat

c)

c. Gunting Syafruddi

d)

d. Perusahaan Ali Baba

e)

e. Rencana Pembangunan Lima Tahun

35.

Maksud dari sistem Ali Baba yang dicanangkan oleh Mr. Iskaq Tjokrohadisuryo adalah …..

a)

a. Memberikan kucuran kredit kepada pengusaha pribumi

b)

b. Memajukan pengusaha pribumi dengan menjalin kerjasama dengan pengusaha asing dalam membimbing pengusaha pribumi

c)

c. Melakukan pemotongan nilai mata uang menjadi setengahnya saja

d)

d. Adanya keterwakilan pelaku ekonomi baik oleh pribumi maupun asing dalam kegiatan perdagangan

e)

e. Memberikan kesempatan kepada pengusaha asing untuk menjadi importir

36.

Maksud dari kebijakan Gunting Syafruddin yang dinisiasi oeh Syafruddin Prawiranegara adalah …..

a)

a. Melakukan pemotongan nilai mata uang untuk semua jenis

b)

b. Menjadikan uang yang bernilai 5 gulden ke nilai 2, 25 gulden

c)

c. Melakukan pemotongan nilai uang 5 gulden ke atas menjadi hanya setengahnya saja

d)

d. Menghilangkan pemberlakukan mata uang asing

e)

e. Memberlakukan hanya rupiah sebagai alat tukar di Indonesia

37.

Munculnya reaksi permusuhan terhadap pengusaha-pengusaha asing terutama pengusaha China pada masa demokrasi liberal adalah sebagai dampak dari adanya kebijakan ….

a)

a. Sistem Assaat

b)

b. Gerakan Benteng

c)

c. Guting Syafruddin

d)

d. Nasionalisasi Perusahaan-perusahaan Aing di Indonesia

e)

e. Plan Kasimo

38.

Gagasan Soemitro dalam wujud pencanangan Rencana Urgensi Perekonomian ( RUP ) yang disebut Plan Soemitro lalu dikenal sebagai Program Benteng. Pada masa pemerintahan kabinet...

a)

Sukiman

b)

Wilopo

c)

Mohammad Natsir

d)

Ali Sastroamidjojo

e)

Djuanda

39.

Perhatikan Informasi berikut!

1. Masyumi

2. PNI

3. PKI

4. NU

Empat partai besar yang menang dalam pemilu I tahun 1955 secara berurutan adalah….

a)

1, 2, 3, dan 4

b)

1, 3, 4, dan 2

c)

1, 2, 4, dan 3

d)

2, 3, 1, dan 4

e)

4, 3, 2, dan 1

40.

Pendeknya masa kekuasaan cabinet pada masa demokrasi Liberal disebabkan karena….

a)

Mucul mosi tidak percaya terhadap cabinet yang berkuasa

b)

Banyak terdapat partai-partai politik yang berkuasa

c)

Kabinet gagal mendekatkan diri dengan rakyat

d)

Kabinet gagal menciptakan stabilitas nasional

e)

Program Kabinet yang tidak pasti