NEW
Font size
WorksheetsEmergency Quiz
Total questions: 31
Worksheet time: 23mins
Di bawah ini, manakah yang bukan merupakan komponen utama dalam rumus Delivery Oksigen?
Hb
SaO2
Cardiac Output
CO2
PaO2
Berikut di bawah ini yang sesuai dengan sellick maneuver pada teknik intubasi adalah:
Suatu teknik manipulasi untuk mempermudah visualisasi dari laring
Suatu teknik manipulasi cincin krikoid untuk mencegah regurgitasi isi lambung
Manuver fleksi leher untuk memaksimalkan aksis teknik intubasi
Disebut juga dengan BURP maneuver (backward, upward, right pressure)
Manuver ekstensi atlanto oksipital untuk memaksimalkan aksis teknik intubasi
Pernyataan di bawah ini sesuai pada pasien dengan gagal napas
Salah satu penyebab gagal napas tipe II (hiperkapnia) paling sering adalah gangguan difusi
Gagal napas tipe II hiperkapnia ditandai dengan paCO2 > 35 mmHg
Gagal napas akibat shunting akan cepat membaik dengan pemberian suplementasi O2
V/Q mismatch merupakan salah satu penyebab gagal napas tipe hipoksemia/Tipe I
Gagal napas tipe I (hipoksemia) ditandai dengan PaO2 < 100 mmHg dengan udara kamar
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan karakteristik pasien dengan hypoventilation alveolar?
Desaturasi
Peningkatan CO2
Peningkatan gradien alveolar-arterial PO2
Penurunan PO2 arterial
Gangguan asidosis respiratorik
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan penyebab gagal napas tipe II (hiperkapnia)?
Gangguan system saraf pusat seperti pada trauma kepala
Fraktur servikal
Gangguan neuromuscular
Pnemonia
Meningkatnya work of breathing seperti pada pasien asidosis berat
Pasien di IGD mendapatkan suplementasi oksigen 60% dengan sungkup muka, pada kondisi paru normal, berapa nilai PaO2 yang diperkirakan?
100 mm Hg
150 mm Hg
200 mm Hg
300 mm Hg
400 mm Hg
Kondisi di bawah ini memerlukan O2 konsentrasi tinggi, dengan target SpO2 > 98%
Stroke
Infark miokard akut
PPOK
Intoksikasi carbon monoksida
ARDS
Pada kondisi dengan kesulitan face mask ventilasi, berikut di bawah ini manakah manuver yang bukan merupakan upaya optimalisasi face mask ventilasi?
Ventilasi menggunakan 2 tangan
Pemasangan orofaringeal tube
Posisi sniffing
Pemberian sedasi dan analgetika yang adekuat
Melakukan BURP manuver
Kondisi di bawah ini manakah yang menjadi indikasi kuat penggunaan Non Invasive Ventilation (NIV)?
Acute hypercapnic respiratory failure karena gangguan neuromuskular
Cardiogenic pulmonary edema
ARDS
Asthma serangan derajat berat
Pasien dengan obstruksi jalan napas atas
Berikut di bawah ini, manakah yang bukan merupakan prediksi kesulitan LMA (Laryngeal Mask Airway)?
Pasien dengan obese
Pasien dengan malampati IV
Pasien dengan kesulitan membuka mulut
Distorsi jalan napas
Pasien dengan resistensi paru yang meningkat
Berikut pernyataan di bawah ini, manakah pernyataan yang sesuai untuk teknik intubasi dengan crash airway?
Diindikasikan pada pasien dengan kenaikan tekanan intracranial
Intubasi yang dilakukan pada pasien dengan henti jantung
Intubasi yang dilakukan pada pasien dengan resiko aspirasi
Teknik intubasi pada pasien dengan hipereaktif airway
Teknik intubasi secara sadar
Kondisi di bawah ini, manakah kondisi yang merupakan indikasi dilakukannya awake intubation?
Pasien dengan trauma brain injury
Pasien dengan prediksi sulit intubasi dan sulit ventilasi
Pasien dengan kondisi asidosis metabolic berat
Pasien dengan hipoksemia refrakter
Pasien dengan kondisi hemodinamik tidak stabil
Berikut di bawah ini yang sesuai untuk Rapid Sequence Intubation adalah?
Teknik intubasi pada pasien dengan kesulitan jalan napas
Teknik intubasi pada pasien dengan lambung penuh
Intubasi secara crash airway, tanpa menggunakan obat-obatan untuk fasilitasi intubasi
Teknik intubasi secara sadar (awake)
Teknik intubasi pada pasien dengan hemodinamik tidak stabil
Berikut pernyataan mengenai BURP manuver (Backward Uppward Right Pressure) pada Teknik intubasi, manakah pernyataan di bawah ini yang tepat?
Teknik untuk memudahkan visualisasi laring
Teknik untuk memposisikan aksis kepala optimal dalam melakukan intubasi
Teknik dilakukan tekanan pada cincin cricoid
Teknik ini diindikasikan pada pasien dengan resiko aspirasi
Teknik untuk menilai secara cepat akses surgical airway
Berikut pernyataan mengenai sniffing position pada saat intubasi endotrakheal, manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai?
Posisi untuk mengoptimalkan akses oral, laryng dan faring
Dilakukan dengan posisi semi duduk
Disebut juga dengan posisi ramping
Teknik dilakukan dengan fleksi ekstensi dan fleksi atlantooksipital
Teknik ini ditujukan untuk meningkatkan preoksigenasi terutama pada pasien obese
Berikut di bawah ini pernyataan yang tidak tepat tentang ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome)
Onset: Akut, dalam 72 jam – 7 hari dengan faktor risiko diketahui
Imaging: Opasitas difus bilateral dengan edema pulmo pada X-ray atau CT-scan thorax
Edema Pulmo: Edema non-hidrostatik; belum dijelaskan dengan sempurna penyebab gagal jantung atau overload cairan.
Klasifikasi berat apabila PaO2/FiO2 > 300
Lung protective ventilator support strategy dengan volume tidal 6 ml/kg
Kondisi di bawah ini, manakah yang tidak terjadi gangguan pada cardiac output pasien ?
Syok hipovolemik
Syok kardiogenik
Syok obstruktif
Syok histotoksik
Takiaritmia ekstrim
Laki-laki 35 tahun, mengalami kecelakaan kerja, kaki kanan terkena mesin gergaji dengan perdarahan massif. Pasien datang ke IGD dengan tekanan darah 84/50 dan laju jantung 150 kali/menit. Pasien termasuk dalam kelas syok perdarahan?
Class 1 shock
Class 2 shock
Class 3 shock
Class 4 shock
Class 5 shock
Pada tatalaksana kasus trauma dengan perdarahan aktif yang tidak terkontrol. Pernyatakan manakah di bawah ini yang tidak sesuai?
Dilakukan damage control resuscitation dengan target Mean Arterial Pressure di atas 65
Pada kondisi emergency dapat dipertimbangkan produk darah uncrossmatched
Penggunaan secara empiris rasio 1:1:1 (PRBC:FFP:platelets)
Pertimbangkan pemberian CaCl2 1 g setiap pemberian 3 PRBC
Terapi cairan pada trauma mayor lebih menganjurkan pemberian produk darah dibandingkan dengan cairan kristaloid
Laki-laki 60 tahun, dengan suhu 39 derajat C, 78/45 mm Hg, dengan nadi 130x/menit , penurunan kesadaran dan dengan bukti terdapat infeksi di saluran kencing. Setelah memastikan kecukupan cairan, tekanan darah masih rendah, obat vasoaktif yang tepat pada pasien ini adalah?
Dobutamine
Dopamine
Epinephrine
Milrinone
Norepinefrine
Berikut di bawah ini merupakan yang sesuai pada pasien dengan kondisi tidak stabil dengan gambaran EKG seperti di atas:
Kardioversi 50 Joule
Kardioversi 100 joule
Adenosine
Manuver vagal
Defibrilasi dosis 200 joule
Obat vasoaktif dengan inotropic dan aktivitas kronotropik, dengan aksi meningkatkan vaskonstrisi sistemik pada dosis yang besar adalah dengan?
Dopamine
Dobutamine
Epinephrine
Norepinephrine
Vasopressin
Berikut di bawah ini yang sesuai untuk tatalaksana bradikardia:
Norepinefrine merupakan obat pilihan pada tatalaksana bradikardia yang tidak stabil
Dopamin merupakan obat alternatif pada tatalaksana bradikardia tidak stabil
Dosisi pemberian atropine sulfat adalah 0.25 mg dapat diulang hingga 3 mg
Pada bradikardia dengan AV block derajat 1 pilihan terapi adalah pacemaker
AV block derajat 3 ditandai dengan pemanjangan interval P-R
Wanita 56 tahun dengan gagal ginjal kronik, datang ke IGD dengan keluhan kelemahan, letargi dan hasil serum potassium adalah 7.6 mEq/L. Di bawah ini yang mempunyai aksi melalui shifting kalium dari ruang ekstraseluler ke ruang intraseluler adalah?
Calcium gluconate
Furosemide
Hemodialysis
Insulin
Sodium polystyrene sulfonate
Pasien 32 tahun, dengan diabetes mellitus tipe 1, mengalami penurunan kesadaran dan pernapasan kussmaul. Hasil pemeriksaan darah sebagai berikut:
Na 136 mmol/L, K 4.0. Cl 102, Mg 0,8, pH 7.2, pO2 88, PCO2 25, HCO3 12 mmol/L, BE -14 mmol/L. Berapakah nilai anion gap pada pasien di atas?
24mmol/L
20mmol/L
26mmol/L
15 mmol/L
8mmol/L
Kondisi di bawah ini yang menyeabkan terjadinya metabolic asidosis dengan normal anion gap adalah?
Renal failure
Pemberian cairan salin yang berlebih
Lactic acidosis.
Intoksikasi Methanol
Diabetic ketoacidosis
Pasien dengan diabetic ketoasidosis berat, dengan ph 6.8. Kadar kalium serum yang diukur adalah 3.7 mEq/L (nilai normal 3.5 to 5.0 mEq/L). manakah pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kondisi di atas?
Total kalium tubuh adalah tinggi, sehingga memerlukan koreksi.
Total kalium tubuh tinggi, tetapi tidak memerlukan koreksi dikarenakan secara klinis tidak signifikan.
Total kalium tubuh adalah rendah, tetapi tidak memerlukan koreksi dikarenakan secara klinis tidak signifikan.
Total kalium tubuh adalah rendah , dan harus dilakukan koreksi saat pH dikoreksi.
Total kalium tubuh normal, diindikasikan oleh kadar pemeriksaan kalium yang normal
Resusitasi jantung dan paru dengan kualitas tinggi sesuai rekomendasi AHA 2020
Tekan cepat, berikan kompresi dada dengan kecepatan minimal 80 x/menit
Tekan kuat, berikan kompresi dada secara kuat, tetapi tidak lebih dari 2 inchi atau 5 cm
Ganti kompressor tiap 2 menit untuk menghindari kelelahan
Kompresi yang adekuat akan mengeluarkan angka ET CO2 < 10 mmHg
Tekan cepat, berikan kompresi dada tidak melebihi 100 x/menit
Simultan dengan tindakan CPR harus dilakukan pencarian penyebab henti jantung yang reversible dengan 5 H dan 5 T, berikut di bawah yang termasuk 5 H kecuali:
Hidrogen Ion
Hiperkapnia
Hiperkalemia
Hipoksia
Hipovolemia
Pemberian amiodaron sesuai rekomendasi AHA 2020 pada saat Resusitasi jantung dan paru:
Digunakan seawal mungkin saat terjadi irama PEA atau asistole
Tidak diindikasikan pada irama VT atau VF
Dosis awal diberikan 100 mg
Digunakan pada saat defibrilasi berulang tidak menimbulkan respon efektif
Tidak digunakan lagi pada situasi henti jantung dan paru
Berikut di bawah ini, pernyataan manakah yang tidak sesuai untuk setting ventilator dengan Mode Assist-Control (AC)?
Dilakukan setting pada tidal volume dan resipiratory rate
Trigger pernapasan dapat dari ventilator maupun dari pasien
Setiap pernapasan yang dipicu oleh pasien adalah mandatory
Dilakukan setting pada pressure support ventilation
Dilakukan setting pada pengaturan I:E ratio
