WorksheetsAskep 3 DM (2)
Total questions: 30
Worksheet time: 29mins
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada dada menjalar ke lengan kiri dan tembus sampai belakang dan terasa sesak setelah main futsal. Tanda-tanda vital : tekanan darah 140/90 mm Hg, nadi 100 x/menit, respirasi 24 x/menit dan suhu 37°C. Hasil EKG : ST elevasi pada lead II, III dan aVF serta ST depresi dilead I, aVL, V5 dan V6. Hasil lab : Troponin T 0,3 ng/dl, kolesterol total 250 mg/dl, trigliserida 200 mg/dl, LDL 180 mg/dl, LDL 20 mg/dl . Orang tua (ayah) Tn. J meninggal karena penyakit DM dan ibu meninggal akibat hipertensi. Pasien mempunyai kebiasaan merokok sejak SMA dan 1 tahun yang lalu sudah berhenti. Pasien didiagnosa DM dan hipertensi 5 tahun yang lalu.
Apakah faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi pasien?
Merokok
Keturunan
Hipertensi
Diabetes Melitus
Hiperlipedemia
Seorang wanita usia 50 tahun diantar ke Poli Kaki untuk melakukan pemeriksaan kaki. Hasil pemeriksaan terlihat kaki bunion (+) dan kemerahan, hammer toes (+), sensori monofilament 10 gr (grade 1). GDS 205 mg%. alas kaki yang digunakan sandal slop dari hotel.
Apakah yang dapat Saudara simpulkan dari data di atas ?
Klien mengalami neuropati otonom
Klien mengalami neuropati sensorik
Klien mengalami neuropati motoric
Klien mengalami komplikasi akut
Klien mengalami penurunan sensasi.
Seorang wanita usia 50 tahun diantar ke Poli Kaki untuk melakukan pemeriksaan kaki. Hasil pemeriksaan terlihat kaki bunion (+) dan kemerahan, hammer toes (+), sensori monofilament 10 gr (grade 1). GDS 205 mg%. alas kaki yang digunakan sandal slop dari hotel.
Apakah intervensi keperawatan utama yang dapat Saudara sampaikan pada wanita ini ?
Pemeriksaan gula darah yang rutin.
Perawatan kaki setiap pagi dan sore hari.
Berikan lotion pada kaki
Gunakan alas kaki yang tepat
Lakukan senam kaki secara rutin.
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada dada menjalar ke lengan kiri dan tembus sampai belakang dan terasa sesak setelah main futsal. Tanda-tanda vital : tekanan darah 140/90 mm Hg, nadi 100 x/menit, respirasi 24 x/menit dan suhu 37°C. Hasil EKG : ST elevasi pada lead II, III dan aVF serta ST depresi dilead I, aVL, V5 dan V6. Hasil lab : Troponin T 0,3 ng/dl, kolesterol total 250 mg/dl, trigliserida 200 mg/dl, LDL 180 mg/dl, LDL 20 mg/dl . Orang tua (ayah) Tn. J meninggal karena penyakit DM dan ibu meninggal akibat hipertensi. Pasien mempunyai kebiasaan merokok sejak SMA dan 1 tahun yang lalu sudah berhenti. Pasien didiagnosa DM dan hipertensi 5 tahun yang lalu.
Apakah masalah utama Pasien tersebut ?
Gangguan rasa aman; nyeri
Gangguan cardiac out put
Perfusi jaringan
Pola nafas tidak efektif
Intoleransi aktifitas
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada dada menjalar ke lengan kiri dan tembus sampai belakang dan terasa sesak setelah main futsal. Tanda-tanda vital : tekanan darah 140/90 mm Hg, nadi 100 x/menit, respirasi 24 x/menit dan suhu 37°C. Hasil EKG : ST elevasi pada lead II, III dan aVF serta ST depresi dilead I, aVL, V5 dan V6. Hasil lab : Troponin T 0,3 ng/dl, kolesterol total 250 mg/dl, trigliserida 200 mg/dl, LDL 180 mg/dl, LDL 20 mg/dl . Orang tua (ayah) Tn. J meninggal karena penyakit DM dan ibu meninggal akibat hipertensi. Pasien mempunyai kebiasaan merokok sejak SMA dan 1 tahun yang lalu sudah berhenti. Pasien didiagnosa DM dan hipertensi 5 tahun yang lalu.
Apakah fokus pendidikan kesehatan pada pasien tersebut ?
Pengelolaan faktor-faktor resiko
Pengelolaan tekanan darah
Pengelolaan gula darah
Pengelolaan diet
Pengelolaan aktifitas
Seorang laki-laki usia 48 tahun dirawat di ruang penyakit dalam mengeluh nyeri dada dada menjalar ke lengan kiri dan tembus sampai belakang dan terasa sesak setelah main futsal. Tanda-tanda vital : tekanan darah 140/90 mm Hg, nadi 100 x/menit, respirasi 24 x/menit dan suhu 37°C. Hasil EKG : ST elevasi pada lead II, III dan aVF serta ST depresi dilead I, aVL, V5 dan V6. Hasil lab : Troponin T 0,3 ng/dl, kolesterol total 250 mg/dl, trigliserida 200 mg/dl, LDL 180 mg/dl, LDL 20 mg/dl . Orang tua (ayah) Tn. J meninggal karena penyakit DM dan ibu meninggal akibat hipertensi. Pasien mempunyai kebiasaan merokok sejak SMA dan 1 tahun yang lalu sudah berhenti. Pasien didiagnosa DM dan hipertensi 5 tahun yang lalu.
Apakah fokus pendidikan kesehatan pada pasien tersebut ?
Pengelolaan faktor-faktor resiko
Pengelolaan tekanan darah
Pengelolaan gula darah
Pengelolaan diet
Pengelolaan aktifitas
Jika pasien diberikan ISDN 10 mg 3x/hari. Apakah penjelasan perawat yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Obat dihisap-hisap di atas lidah
Letakkan obat di bawah lidah
Minum obat tanpa dikunyah
Minum obat sebelum makan
Minum obat setelah makan
Apakah penyebab Silent Myocardial Ischaemia (SMI) pada pasien DM?
Penurunan suplai oksigen
Metabolisme aerob
Peningkatan kadar kolesterol
Hiperglikemia
Gangguan sensitifitas sentral terhadap rasa nyeri
Seorang laki-laki berusia 80 tahun datang ke poli penyakit dalam untuk berobat jalan karena didiagnosa DM dan hipertensi Klien sering pelupa dan harus teratur minum obat. Apakah tindakan yang perlu dilakukan oleh perawat agar mampu menjaga keamanan dan keteraturan pengobatan DM dan hipertensi?
Menempatkan obat untuk satu kali minum dalam tempatnya
Meminta anggota keluarga untuk memantau klien minum obat
Memberi nomor obat sesuai tanggal dan waktu minum obat
Menjelaskan cara minum obat
Mengajak keluarga untuk berdiskusi
Seorang laki-laki usia 31 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kaki kesemutan dan mati rasa sejak 1 bulan yang lalu disertai dengan badan terasa lemas dan akral teraba dingin. Kaki sering kesemutan terutama saat setelah duduk bersila atau jongkok dalam waktu lama. Pasien juga mengaku terkadang tidak terasa sakit jika kakinya tersandung benda. Pasien juga mengaku adanya keluhan sering haus, sering terasa lapar dan sering BAK malam hari lebih dari 3 kali. Tekanan darah 100/90 mmHG. Frekuensi nadi 92 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit suhu 36 0C.
Apakah masalah keperawatan utama pada klien tersebut ?
Nyeri akut
Hipertensi
Risiko injuri
Kelemahan fisik
Perfusi perifer tidak efektif
Seorang laki-laki usia 31 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan kaki kesemutan dan mati rasa sejak 1 bulan yang lalu disertai dengan badan terasa lemas dan akral teraba dingin. Kaki sering kesemutan terutama saat setelah duduk bersila atau jongkok dalam waktu lama. Pasien juga mengaku terkadang tidak terasa sakit jika kakinya tersandung benda. Pasien juga mengaku adanya keluhan sering haus, sering terasa lapar dan sering BAK malam hari lebih dari 3 kali. Tekanan darah 100/90 mmHG. Frekuensi nadi 92 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit suhu 36 0C
Apakah intervensi yang dianjurkan pada pasien dengan kasus diatas?
Perawatan kaki
Periksa kadar gula darah secara rutin
Pemeriksaan ABI dan Senam kaki
Penggunakan alas kaki yang tepat
Olahraga secara rutin
Seorang laki-laki berusia 65 tahun tinggal di panti werdha mengeluh keperawat karena kakinya terasa kesemutan, gringgingan di kaki, klien mengatakan sebelumnya ia bekerja sebagai pemulung ditempat pembuangan akhir (TPA) selama 20 tahun tanpa menggunakan alas kaki.
Apakah intervensi utama keperawatan yang tepat pada pasien diatas?
Senam kaki
Perawatan luka
Perawatan kulit
Perawatan kaki
Mandi dengan sabun antiseptic
Seorang perempuan berusia 63 tahun, tinggal di panti werda. Hasil pengkajian didapatkan data pasien terlihat mengusap – usap lutut sebelah kanannya, persendian kaki terasa kaku dan lemes pada kaki, sholat dengan posisi duduk dan kaki diluruskan. TD:130/80 mmHg, suhu: 36C, pernafasan 18 x/mnt, nadi:76x/mnt
Manakah tindakan keperawatan utama pada kasus diatas?
Melatih ROM
Mengajarkan tata cara sholat
Mengajarkan tehnik relaksasi
Mengajarkan senam kaki DM
Memberikan kompres air hangat
Berapakah target tekanan darah pada pasien DM yang direkomendasikan oleh American Diabetic Associations (ADA) setelah diberikan pengobatan hipertensi?
140/80 mm Hg
130/80 mm Hg
120/80 mm Hg
120/70 mm Hg
110/70 mm Hg
Terapi farmakologis diberikan bersama dengan pengaturan makan dan latihan jasmani (gaya hidup sehat). Terapi farmakologis terdiri dari obat oral dan bentuk suntikan. Obat Antihiperglikemia Oral dimana cara kerjanya, memacu Sekresi Insulin (Insulin Secretagogue) dibawah ini adalah :
Sulfonilurea
Metformin
Penghambat DPP-IV
Penghambat SGLT-2
Penghambat Alfa Glukosidase
Glinid merupakan obat yang cara kerjanya menekan peningkatan insulin fase pertama. Obat ini diabsorbsi dengan cepat setelah pemberian secara oral dan diekskresi secara cepat melalui hati. Obat ini dapat mengatasi hiperglikemia post prandial, namun perlu di perhatikan efek sampingnya yaitu :
Hipotensi
Hipertensi
Hipoglikemia
Hiponatremia
Ketoasidosis
Yang bukan komplikasi kardiovaskular akibat penyakit DM adalah
Hipertensi
Gagal Jantung
Infark Miokard Akut
Hiperkolesterol
Spondilitis
Pada 9 November 2022 seorang wanita memeriksanya dirinya dipelayanan kesehatan, sejak itu ia mengetahui bahwa dirinya terkena penyakit DM. Pasien mengatakan telapak tangan dan kaki terasa kebas dan kesemutan, terdapat luka dikaki kiri dengan diameter 5 cm, keadaan luka terdapat pus dan slough. Klien pernah mendengar dari temannya yang juga menderita DM juga, apabila kaki terasa kebas maka dianjurkan melakukan senam kaki.
Apakah intervensi yang dianjurkan pada pasien tersebut sudah tepat?
Ya, karena senam kaki dapat mempercepat penyembuhan luka
Ya, senam kaki dapat dilakukan pada pasien yang memiliki luka DM
Ya, pasien yang memiliki luka DM dianjurkan rutin melakukan senam kaki
Tidak, senam kaki dianjurkan untuk pasien DM dengan komplikasi saja
Tidak, senam kaki tidak dianjurkan pada pasien DM yang memiliki luka pada kaki
Seorang laki-laki berumur 55 tahun, pekerjaan tukang kayu berobat ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri saat berjalan dan terdapat benjolan berwarna putih di telapak kaki kanan dan kiri. Klien mengatakan benjolan tersebut tumbuh kurang lebih 1 bulan yang lalu. Klien memiliki riwayat menderita DM sejak 10 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pada kaki kiri dan kanan terdapat kalus dengan luas 2 cm, kulit kering, dan kuku keras.
Apakah masalah keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
Nyeri akut
Defisit perawatan diri
Nyeri kronis
Gangguan integritas kulit
Risiko gangguan integritas kulit
Seorang laki-laki berumur 55 tahun, pekerjaan tukang kayu berobat ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri saat berjalan dan terdapat benjolan berwarna putih di telapak kaki kanan dan kiri. Klien mengatakan benjolan tersebut tumbuh kurang lebih 1 bulan yang lalu. Klien memiliki riwayat menderita DM sejak 10 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan pada kaki kiri dan kanan terdapat kalus dengan luas 2 cm, kulit kering, dan kuku keras.
Bagaimana intervensi prioritas pada masalah keperawatan diatas ?
Kaji pengetahuan klien tentang kebersihan diri
Ajarkan klien tentang teknik relaksasi dan distraksi
Anjurkan klien menggunakan alas kaki yang nyaman
Monitor aktivitas dan mobilitas klien
Ajarkan keluarga tentang perawatan luka kallus
Seorang laki-laki mengidap DM sejak 10 tahun yang lalu, klien memiliki riwayat operasi ulkus kaki DM 3 tahun yang lalu dan sudah sembuh. Namun, terdapat kallus yang tebal hingga pecah-pecah pada kaki klien yang telah di operasi dulu. Klien mengatakan tidak merasa nyeri, namun klien mengeluhkan ketika berjalan merasa ada sesuatu yang mengganjal di kaki.
Apakah masalah keperawatan pada klien tersebut ?
Gangguan integritas kulit
Gangguan rasa nyaman
Gangguan mobilitas fisik
Risiko cedera
Perfusi perifer tidak efektif
Seorang wanita datang ke Poli Klinik dengan keluhan nyeri pada kaki dan sakit kepala. Nyeri kaki terasa dalam 3 minggu terakhir. Ny. N seorang wanita karier yang sehari berprofesi sebagai sekretaris di sebuah perusahaan . Sehari hari Ny. N menggunakan sepatu Heels ( sepatu hak tinggi) dan ketat selama 2 tahun terakhir setiap dia bekerja dan tak pernah mengganti sepatu dalam 2 tahun terakhir. Pada saat pengakajian dilakukan perawat didapatkan Skala nyeri 5 ( nyeri sedang ). TD : 130/80 mmHg, N: 98x/menit , S: 37 C, RR: 22 x/menit. Di kaki terdapat kapalan dan kulit kering.
Apakah yang perlu dianjurkan perawat untuk mengatasi masalah utama klien tsb ?
Anjurkan berhenti bekerja karena akan menguras tenaga saja
Anjurkan meminum obat Pereda nyeri
Anjurkan mencuci kaki setelah melakukan aktivitas
Anjurkan membeli sepatu heels yang mahal agar terlihat glamour
Anjurkan untuk menghindari terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi
Seorang wanita usia (63 tahun) dirawat di rumah sakit, dengan keluhan terdapat luka pada telapak kaki kirinya akibat tersiram air panas10 hari yang lalu. Pemeriksaan GDS :400 mg/dl. Luka dibalut dengan kain. Saat balutan dibuka ukuran luka Panjang : 10 cm, lebar 6 cm, warna dasar luka merah, slough 30 %, exudate jernih , bau (+), kulit sekitar luka kering.
Berdasarkan kasus diatas, disebutkan exudate jernih, apa jenis exudate tersebut …..
Serous
Hemoserous
Sanguenous
Purulen
Slough
Seorang bapak,datang dengan keluhan kakinya melepuh karena lecet sepatu, GDS : 298 mg/dl, luka pada kaki sinistra dengan luas 5 cm, panjang 6 cm, bau (+), exsudate sedang.
Apakah jenis cairan yang digunakan dalam perawatan luka, berdasarkan kasus diatas ?
Dextrose 40 %
Sodium Chlorida
Ringer Lactate
Aquadest
Dextrose 60 %
Seorang Laki-laki berusia 43 tahun datang ke poli kaki dengan kondisi luka pada kaki kanannya tanpa balutan, luka tampak basah, dasar luka merah, tampak adanya jaringan epitelisasi, terdapat slough di tepi luka, bau (+).
Apakah jenis balutan primer yang cocok digunakan berdasarkan kasus diatas?
Kassa Kering
Perban Elastis
Kapas
Kassa Lembab
Sponge
Seorang laki-laki berumur 53 tahun dirawat dengan keluhan luka pada kaki kanan. Diagnosa diabetes mellitus. Nyeri tekan pada pangkal ibu jari. Skala nyeri 3 (1-10). Luka dengan diameter 1x1 cm dengan luka berwarna hitam, berbau. Tekanan darah 100/90 mmHG. Frekuensi nadi 90 x/menit, frekuensi napas 18 x/menit suhu 37,5 0C.
Apakah masalah keperawatan pada klien tersebut ?
Nyeri akut
Hipertensi
Risiko infeksi
Kerusakan integritas kulit
Gangguan perfusi jaringan perifer.
Seorang wanita (52 tahun) datang berobat ke poliklinik DM untuk melakukan pengontrolan rutin. Pada pemeriksaan tidak ditemukan adanya luka, gula darah sesaat 140mg/dl. Wanita tersebut diberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki.
Manakah pernyataan yang menunjukan pemahaman yang tepat tentang materi yang diajarkan?
“Saya lebih baik mengukur dan membeli sepatu di pagi hari agar mendapatkan ukuran sepatu yang pas”
“Jika kedinginan, saya tidak menggunakan botol panas untuk menghangatkan, ough tetapi saya akan menggunakan pemanas elektrik yang lebih aman.
“Saya tidak akan berjalan tanpa alas kaki, sekalipun di dalam rumah dengan lantai yang bersih”
“Jika saya mengalami luka pada kaki, maka perawatannya yaitu dengan cara dibersihkan dengana lkohol dan di tutup dengan plester yang erat
“Jika saya duduk dalam waktu yang lama, maka sebaiknya saya duduk posisi kaki menyilang dengan lutut sebagai tumpuan”
Seorang wanita usia (54 tahun) mengeluh terdapat luka pada telapak kaki kirinya akibat terinjak punting rokok 3 hari yang lalu. Pemeriksaan GDS : 328 mg/dl. Luka dibalut dengan kain. kerusakan lapisan epidermis dan dermis. Saat balutan dibuka ukuran luka Panjang :10 cm, lebar 6 cm, warna dasar luka merah, slough 30 %, exudate jernih, bau (+), kulit sekitar luka kering.
Dari kasus diatas stadium berapa luka yang dialami pasien ?
Stage I
Stage IA
Stage II
Stage III
Stage IV
Seorang laki-laki usia 56 tahun dirawat dengan keluhan badan cepat lelah, BAK 4-5 kali di malam hari, kurang nafsu makan, sering haus, mukosa bibir kering, kulit kering dan kadang terasa gatal. Glukosa darah puasa 167 mg/dl dan glukosa darah 2 jam setelah makan 201 mg/dl. Klien juga mengeluh penglihatannya kurang jelas.
Apakah diagnosa keperawatan prioritas dari kasus tersebut?
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat
Risiko ketidakseimbangan cairan berhubungan dengan diuresis osmotic dari hiperglikemia, poliuria, berkurangnya intake cairan.
Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penurunan sensasi sensori, gangguan sirkulasi, penurunan aktivitas/mobilisasi, kurangnya pengetahuan tentang perawatan kulit.
Risiko cedera berhubungan dengan penurunan sensasi sensori (visual), kelemahan dan hipoglikemia.
Kelelahan berhubungan dengan penurunan energi metabolik
Seorang perempuan berusia 52 tahun datang ke dokter praktek umum dengan keluhan nyeri, kram, kaku pada kaki. Kaki pasien tampak pucat. Klien mengatakan kondisi tersebut akan membaik saat beristirahat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 159/98 mmHg, RR 21 kali/menit, BB=80 Kg, TB=155 cm. Hasil pemeriksaan ABI 0,6.
Apakah diagnosis yang paling sesuai ?
Angina pektoris
Sindroma Koroner akut
Perikarditis
Poliartritis
PAD
