NEW
Font size
WorksheetsUAS Kepemimpinan Kepamongprajaan IPDN Praja Pratama
Total questions: 40
Worksheet time: 21mins
1. Arti kata Praja adalah sebagai berikut, kecuali
A. Kerajaan
B. Kota
C. Negara
D. Pemerintah
2. Arti kata Pamong adalah:
A. Negara
B. Pemerintah
C. Pengasuh dan Penyelneggara
D. Penjaga
3. Makna kata Pamongpraja adalah:
A. Pemerintah dan Pemerintahan
B. Pelayan
C. Abdi Negara
D. Pangreh Praja
4. Proses interaksi aantara subkultur ekonomi, subkultur kekuasaan dan subkultur sosial dalam upaya mengejar kebahagiaan rohani dan jasman yang sebesar-besarnya tanpa merugikan orang lain secara tidak sah merupakan pengertian dari
A. Lembaga Kekuasaan Negara
B. Pemerintah
C. Pemerintahan
D. Politik Pemerintahan
5. Sistem nilai dasar pemerintahan yang direkonstruksi menurut metodologi ilmu pengetahuan pemerintahan adalah
A. Ideologi Negara
B. Landasan Idill Pancasila
C. Konstitusi
D. Kepamongprajaan
6. Makna kata Pemerintah dalam arti luas meliputi:
A. Lembaga Legislatif
B. Lembaga Eksekutif
C. Lembaga Yudikatif, Eksekutif dan Legislatif
D. Lembaga Tinggi Negara
7. Pemerintah dalam arti sempit meliputi:
A. Pemerintabh Pusat
B. Lembaga Tinggi Negara
C. Lembaga Kepresidenan
D. Lembaga Eksekutif
8. Konsep kepamongprajaan sejauh ini masih dikaitkan pada sentralisasi kekuasaan yang direkonstruksi dalam teori kepemimpinan-kepengikutan dan dikemas dengan berbagai kearifan lokal, digunakan untuk memelihara status quo dan menjamin kepentingan pemangku kekuasaan. Praktik kepamongprajaan yang demikian disebut sebagai:
A. Pangreh Praja
B. Kepemimpinan Kepamongprajaan
C. Kepangrehprajaan
D. Pamong Praja Muda
9. Berikut ini adalah komponen sistem nilai Kepamongprajaan, kecuali:
A. Mempertahankan Kekuasaan
B. Peace-making dan Conducting
C. Omnipresence dan Freies Ermessen
D. Turbulence-serbing dan Vooruitzien
10. Berperan dalam mengelola keunikan tiap masyarakat menjadi kekuatan matarantai nusantara, mengurangi kesejangan vertikal dan horisontal antar masyarakat secepatnya sehingga the people who get pains should be the people who share gains dan memproses kesebangsaan guna mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika merupakan prinsip utama dari nilai Kepamongprajaan:
A. Conducting
B. Visioner
C. Residu-caring
D. Freies Ermessen
11. Mengemong adalah menciptakan harmoni antara kegiatan dengan instrumen yang berbeda dan dilakukan oleh aktor yang berlain an, dengan mengoreksi sedini mungkindan setegas mungkin setiap nada, langkah atau bunyi sumbang sekecil apapun guna membangun teamwork dan kinerja bersama merupakan pengertian dari Nilai
A. Residue-caring
B. Responsibility
C. Coordinating
D. Conducting
12. Mengemong adalah membangun komitmen bersama antar unit kerja yang berbeda-beda dalam satu wilayah agar yang satu tidak merugikan tetapi mendukung yang lain dalam rangka mencapai kinerja masing-masing unit kerja secara optimal sehingga tujuan bersama pemerintgah daerah dapat tercapai, merupakan pengertian dari nilai:
A. Koordinasi Diagonal
B. Koordinasi Vertikal
C. Coordinating
D. Conducting
13. Semakin independen hubungan antar unitkerja yang satu dengan yang lain semakin diperlukan coordinating, dan semakin interdependen unitkerja yang satu dengan yang lain, semakin diperlukan nilai .....
A. Sinkronisasi
B. Conducting
C. Harmonisasi
D. Freies Ermessen
14. Praktik koordinasi pemerintahan daerah cenderung memperlihatkan hal-hal berikut, kecuali:
A. Upaya mencampuri urusan unit kerja lain
B. Mencampurbaurkan hirarki dan garis lini organisasi sehingga memerlukan koordinasi vertikal dan koordinasi diagonal
C. Kordinasi tidak dapat diproyekkan sehingga tidak memerlukan biaya karena koordinasi terpasang inherent dalam tugas dan kewajiban setiap pejabat
D. Inputnya informasi dan outputnya kesepakatan yang berkekuatan hukum tidak mengikat karena yang menyepakati pejabat level pelaksana bukan pejabat yang otorais dan kompeten
15. Mengemong adalah membangun kedamaian, kerukunan, keamanan, ketertiban, ketenteraman dan perlindungan akar rumput ke atas oleh Pamong terbawah melalui kesepakatan dan konsisten terus menerus dengan masyarakat, merupakan pengertian dari Nilai:
A. Residue-caring
B. Turbulence-serving
C. Peace-making
D. Freies Ermessen
16. Mengemong adalah mengurus sesuatu yang dianggap sampah, golput, sepah, ampas, pecundang, keterbengkelaian, buangan, cemaran, yang tersisa, yang sia-sia, yang tidak berdaya, yang jadi mangsa, yang jadi korban dan yang tidak terselamatkan serta yang tidak ada orang lain yang peduli mengurusnya, merupakan makna dari nilai:
A. Magnanimous-thinking
B. Omnipresence
C. Responsibility
D. Residue-caring
17. Mengemong adalah mengurus apa saja, baik urusan yang tidak atau belum termasuk tugas dan fungsi unit kerja manapun maupun urusan yang tidak satu unit kerjapun bersedia mengurusnya karena tgidak menguntungkan bahkan merugikannya tetapi pengurusannya harus sesegera mungkin, meruopakana makna dari Nilai:
A. Residue-caring
B. Urusan Wajib
C. Urusan Pilihan
D. Urusan Konkuren
18. Mengemong adalah mengantisdipasi dan melayani, memberdayakan, melindungi dan menyelamatkan manusia dan lingkungannya, bangsa dan negara terhadap segala sesuatu yang sifatnya oleh manusia dianggap mendadak, tiba-tiba, berdaya hancur besar, di luar perhitungan, tak disangka-sangka, tak terdeteksi, tak mampu dicegah sebagai akibat kebijakan publik yang keliru, peilaku alam dan perilaku manusia merupakan makna dari Nilai:
A. Disaster
B. Turbulence-serving
C. Omnipresence
D. Distinguished statesmanship
19. Mengemong adalah mendorong orang untuk tidak menerima saja apa kata orang lain, tetapi membangunkan orang agar selalu bertanya dan mampu mengonstruksi pikiran besar yang berkekuatan menerobos jaman demi terbangunnya kecerdasan berbangsa dan bernegera, membangun kesebangsaan menjadi pola perilaku bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika merupakan makna dari Nilai:
A. Think Globally-act locally
B. Berpikir Kritis
C. Magnanimous -thinking
D. Freies Ermessen
20. Mengemong berarti tidak memosisikan diri sebagai pangreh, penguasa, tidak membangun citra pemerintah yang mistis dan tak tersentuh, berada jauh di pusat-pusat kekuasaan dan menganggap masyarakat sebagai pihak yang bodoh, miskin, penyakitan sehingga perlu dijauhi. Hal ini merupakan contoh terapan sikap dan perilaku pamong praja yang tidak sesuai dengan nilai:
A. Omnipresence
B. Pamong Praja
C. Distinguished statresmanship
D. Generalist and Specialist Function
21. Mengemong adalah belajar mengetahui sedikit demi sedikit tentang semakin banyak hal, berpengetahuan luas guna mengidentifikasi dan membangun kebersamaan antarmasyarakat yang berbeda-beda serta belajar untuk mengetahui semakin banyak tentang semakin sedikit hal, berpengetahuan mendalam guna mengidentifikasi perbedaan senyaris apapun antarmasyarakat dan selalu berupaya untuk semakin mengenal kualitas, watak dan kekhususan suatu masyarakat. Ini adalah pengertian dari Nilai:
A. Omnipresence
B. Conducting
C. Responsibility
D. Generalist and Specialist Function
22. Mengamong berarti memosisikan diri di atas semua kepentingan partial, di atas semua kepentingan kelompok, suku, agama, ras dan antargolongan, dan di atas kepentingan politik serta selalu merasa berhutang karena telah berjanji kepada dirinya sendiri dan masyarakat dan berusaha menepatinya serta memikul sendiri tanggungjawabnya. Ini adalah pemahaman mendalam dari nilai:
A. Distinguished Statesmanship
B. Pemimpin Politik
C. Responsibility
D. Coordinating
23. Terapan Kepamongprajaan di Indonesia sebaiknya dijadikan dan digunakan sebagai berikut, kecuali:
A. Identitas, Lembaga dan Fungsi
B. Kualitas, Nilai, dan Norma
C. Pendidikan, Struktur, Profesi dan Standar Kompetensi
D. Tim Sukses, Tim Kinerja, Lembaga Paguyuban, dan Mesin Politik
24. Pamong praja dalam arti luas adalah:
A. Tenaga profesional bidang kepamongprajaan
B. Tenaga Pemerintahan yang memiiki 8 roh Asthabrata dan menerapkan 12 nilai dasar pemerintahan
C. Kepala Daerah
C. ASN pengelola urusan pemerintghan umum
25. Interaksi antar tiga subkultur dari satuan masyarakat sebagai unit kultur yakni subkultur ekonomi (SKE), subkultur kekuasaan (SKK) dan subkultur sosial (SKS) merupakan salah satu definisi dari:
A. Budaya Pemerintahan
B. Pemerintah
C. Pamongpraja
D. Governance atau Pemerintahan
26. Kepamongprajaan adalah suatu sistem nilai yang terdiri dari 12 nilai sebagai berikut, kecuali:
A. Visioner, conducting, coordinating dan peace-making
B. Reside-caring, turbulence-serving, freies ermessen, dan omnipresence
C. Transaksional, transformasional, akuntabel dan profesional
D. Magnanimous-thinking, generalist-specialist, responbsibility
27. Dalam sistem ketatanegaraan dan Pemerintahan Indonesia, lembaga pemeritah yang secara khusus berperan menjalankan misi pemerintahan mengelola keunikan tiap masyarakat (bhinneka) menjadi kekuatan matarantai nusantara, mengurangi kesenjangan vertikal antar masyarakat dan kesejangan horisontal antar daerah secepatnya sehingga kesadaran dan rasa kesebangsaan terbentuk secara berkelanjutan (tunggal ika) adalah:
A. Kementerian Dalam Negeri
B. Trium virate
C. Bappenas dan Kementerian Keuangan
D. Prsiden dan Wakil Presiden
28. Sebagai Poros Pemerintahan Dalam Negeri, Kementerian Dalam Negeri bertugas mengelola kebhinnekaan demi tercapainya tunggal ika kesebangsaan secara berkelanjutan. Untuk itu, ke dalam sistem, proses dan pelaku pemerintahan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintahan daerah dan desa perlu ditumbuhkembangkan:
A. Kesadaran Bela Negara
B. Kewaspadaan Dini
C. Wawasan Kebangsaan
D. 12 Nilai Kepamongprajaan
29. Guna menghasilkan ASN di Lingkungan Kemendagri dan Pemerintah Daerah yang kompeten dalam pengetahuan, sikap dan keterampilan serta keahlian dalam 12 nilai kepamongprajaan, maka negara menugaskan Kemendagri untuk menyelenggarakan:
A. IPDN sebagai Sistem Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan D-IV, S2 dan S3 Ilmu Pemerintahan dan Vokasi Pemerintahan
B. Pendidikan dan Pelatihan Bidang Kepamongprajaan melalui BPSDM
C. Pendidikan Profesi Kepamongprajaan
D. Jawaban A, B dan C semua Benar
30. Negara dan Pemerintah menugaskan Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan pendidikan tinggi bidang kepamongprajaan untuk menghasilkan kader Abdi Negara yang menerapkan model kepemimpinan kepamongprajaan berkarakter khusus dengan pola pembelajaran mengintegrasikan Pengajaran, Pelatihan dan Pengasuhan (Jarlatsuh). Amanat yuridis kepada Kemendagri dimaksud sebagaimana terdapat dalam:
A. Pasal 376 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
B. Pasal 378 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
C. Pasal 376 Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014
D. Pasal 378 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014
31. Pemimpin pamong praja harus mampu memberi tanpa pamrih kepada semua orang dan menjadi tempat pertama yang dapat diandalkan, merupakan karakter watak:
A. Bulan
B. Bumi
C. Matahari
D Bintang
32. Karakter seorang pemimpin kepamongprajaan antara lain harus mampu memberi terus menerus sampai tidak menyadari bahwa sudah berbuat banyak untuk orang lain berupa energi visi, misi, tujuan, dan alasan untuk setiap tindakannya sehingga memungkinkan setiap orang hidup dan berkembang. Ini adalah watak dari:
A. Bumi
B. Matahari
C. Bulan
D. Bintang
Seorang pemimpin kepamongprajaan memiliki sifat yang spontan namun stabil yang mencerminkan keberanian dan ketegasan dalam pengambilan keputusan dan keyakinan yang kuat untuk menghancurkan masalah yang timbul, merupakan watak dari unsur:
A. Samudra
B. Angin
C. Api
D. Air
34. Pemimpin Kepamongprajaan tidak menelan mentah-mentah setiap masukan yang datang, tetapi selalu membuka mata dan pikiran secara luas, menerima masukan sebagai bentuk respek terhadap sesama serta mampu mendapatkan pengetahuan baru dari sesama dan lingkungannya. Watak ini mencerminkan sifat:
A. Samudra
B. Angin
C. Bulan
D. Air
35. Seorang Pemimpin Kepamongprajaan yang mempunyai cakrawala ilmu pengetahuan yang luas, memiliki kompetensi, keterampilan, keahlian dan kecakapan yang dapat diajarkan kepada orang lain merupakan watak dari
A. Bulan
B. Bintang
C. Langit
D. Matahari
36. Seorang Pemimpin Kepamongprajaan, keberadaan dan pengaruhnya bisa dirasakan serta langsung terjun ke masyarakat menghadapi masalah bersama dan peduli pada keadaan yang dialami masyarakat. Karakteristik ini adalah watak dari:
A. Angin
B. Air
C. Api
D. Bulan
37. Seorang pemimpin harus menjadi sosok yang dapat memberikan kedamaian, ketenangan, kenyamanan dan membuat hati gembira serta memberikan harapan ketika semua kondisi dalam keputusasaan. Karakter ini adakah watak dari
A. Air
B. Bulan
C. Bintang
D. Matahari
38. Seorang Pemimpin Kepamongprajaan memberikan arah mata angin bagi yang membutuhkan, memberikan pengarahan dan pedoman bagi lingkungan sekitar serta menjadi inspirasi bagi sesama. Ini adalah sifat dari
A. Bintang
B. Bulan
C. Samudra
D. Angin
39. Kepemiminan Kepamongprajaan berkarakter Indonesia berarti menggali nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran tradisi, keyakinan dan kearifan lokal yang diteraopam pada masa-masa sebelum penjajahan. Salah satu ajaran khas Indonesia adalah kepemimpinan yang menerapkan kombinasi watak alam dan sifat paradewa, sifat pemimpin ideal. Berikut ini adalah watak kepemimpinan alam yang diintegrasikan dengan watak para dewa sebagai pedoman nilai kepemimpinan kepamongprajaan, kecuali:
A. Batara Wisnu-Bantala Bumi, Batara Bayu- Maruta Angin
B. Batara Baruna-Samodra Air, Bethari Ratih- Candra-Bulan, Bathara Ismaya-Kartika -Bintang
C. Batara Surya-Mataharu, Batara Indra-Akasa Langit , Batara Brahma-Dahana-Api
D. Batara Kala, Rahwana dan Semar
40. Penerapan Kepemimpinan Kepamongprajaan akan bersinerji dengan nilai kepemimpinan birokrasi, kepemimpinan sosial dan kepemimpinan politik. Kepemimpinan politik akan mengkooptasi kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial. Kepemimpinan manakah yang menjadi karakter individu setiap pamongpraja yang tidak dapat tergerus oleh nilai kepemimpinan politik?
A. Kepemimpinan Kepamongprajaan
B. Kepemimpinan Administratif
C. Kepemimpinan Karismatik
D. Kepemimpinan Pemerintahan
